Clumsy Love [part 2]

Author                       :  yoonewook05

Main Cast                 :  Lee Jinki, Onew

Support Cast            :  Park Yoochun, SHINee, Kim kibum, Key, Lee Taemin, Choi Minho, Kim Jonghyun

Rating                                    :  Pg-13

Genre                         :  Romantic, comedy

Ps                                :  Annyeong readers! Ini lanjutan clumsy love yang part 1 J Happy reading guys ^^

Author POV~

“ Jinki sunbae.. “ gadis itu menyapanya dengan suara yang sangat pelan.

Jinki segera menghampiri Yeonghan dengan cepat dan memperhatikan wajahnya dengan seksama. Dia terlihat sangat kacau dan lemah. Saat bicara pun suaranya bergetar.

“ Gwenchana? “

“  Perutku sakit. Mungkin jika aku meminum obat  rasa sakitnya akan membaik. “

Jinki mencari obat pengurang rasa sakit. Jinki memberi segelas air kepada Yeonghan.

“ Makan ini.. “ Jinki membukakan bungkus obat tersebut lalu memberikannya kepada Yeonghan.

Yeonghan langsung menelan obat itu dengan bantuan segelas air putih yang diberikan Jinki.  “ Kamsamida Jinki sunbae.. “

“ Ne.. Sekarang kau tidurlah, aku akan tetap di sini. Jika kau butuh bantuan, panggil saja. “

Yeonghan hanya mengangguk pelan dan meringkuk di atas kasur lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Luka yang ada di kakinya sepertinya sudah lebih baik dari pada tadi pagi. Jinki tidak menyesal menerima tugas sementara yang diberikan kepala sekolah kepadanya. Setidaknya yang harus dijaganya adalah Yeonghan.

*       *          *

Yeonghan tertidur di ruang kesehatan cukup lama. Dan selama itu pun Jinki masih menunggunya. Perlahan Yeonghan membuka matanya. Kepalanya masih cukup berat untuk bangun. Tapi dia sadar, dia sudah cukup lama tertidur. Rasa sakit pada perutnya pun sudah membaik. Yeonghan segera lompat dari tempat tidur dan mendapatkan Jinki yang terlihat sangat mengantuk.

“ Jinki sunbae.. “

“ Ah ne~ “ Jinki sangat terkejut sangat Yeonghan memanggilnya. “ Kau sudah lebih baik? “

“ Hmm, kupikir iya.. Sekarang jam berapa ? “

Jinki melihat jam tangannya dengan seksama, “ Jam 4.. “

“ Mwoya ? “ Yeonghan membelalakan matanya.

“ Ani ani, aku hanya bercanda.. Sekarang masih jam 2.. Sebentar lagi bel pulang akan berbunyi.. “

“ Aku kira kau serius tadi.. Sunbae terimakasih kau sudah menemaniku.. “ Yeonghan menyunggingkan senyumnya dan sedikit membungkuk.

Wajah Jinki sedikit memerah tetapi dia berusaha untuk mengendalikannya. “ Ah,ne.. “

Yeonghan segera membuka pintu ruang kesehatan lalu berjalan keluar, langkahnya masih pincang. Dengan cepat Jinki menghampiri Yeonghan.

“ Kakimu masih sakitkah? “

“ Eh? Sedikit.. “

“ Perlu kubantu? “

“ Aniyo, kamsamida sunbae.. “ Yeonghan membungkukkan tubuhnya lalu berjalan pergi meninggalkan Jinki.

Setelah Yeonghan pergi dan bayangan tubuhnya sudah tidak terlihat lagi, Jinki segera melangkahkan kakinya menuju kelasnya. Pikirannya masih membayangkan wajah Yeonghan yang pucat pasi seperti tadi. Selama dua tahun dia memperhatikan Yeonghan, baru kali ini dia melihat wajahnya seperti itu. Wajah yang dapat membuat Jinki sangat tertekan dan terluka, entah apa yang membuat Jinki merasa demikian. Apa karena lebih dari menyukainya?

*Flashback*

Author POV~

Tahun ini adalah tahun terakhir Jinki duduk di bangku sekolah menengah pertama. Tidak terasa tahun depan dia akan duduk di bangku sekolah menengah atas. Hari ini adalah hari pertama Jinki duduk di kelas 9. Mungkin karena ini adalah tahun terakhir, pendalaman materi akan lebih sering dilakukan.

“ Jinki-ah , sekarang sudah jam 6. Bukannya kau ada pendalaman materi? “

Jinki yang masih mengantuk melihat jam yang tergantung di dindingnya dengan seksama. Dengan cepat dia segera lompat dari tempat tidur dan mandi. Dia membiarkan tubuhnya di bawah pancuran air lalu membasuh tubuhnya dengan sabun dan membasunya kembali dengan air bersih. Tidak lupa Jinki menggosok giginya. Setelah selesai dia segera membuka lemarinya dengan kasar dan mengambil seragamnya.

“Eomma aku berangkat ! “

“ Kau tidak sarapan? “

“ Tidak sempat, Annyeong hasseyo eomma.. “

“ Ne~ Hati-hati.. “

Jinki sedikit berlari karena takut terlambat terlalu lama. Karena dia terlalu buru-buru, Jinki tidak sempat memasukkan semua bukunya ke dalam tas sehingga membawanya dengan tangannya. Karena tidak hati-hati dan kurang memperhatikan sekelilingnya, tidak sengaja sesorang menabrak Jinki dan membuat semua buku dan beberpa kertas yang dibwanya berserakan kemana-mana. Tiba-tiba seorang gadis membantu Jinki merapikan buku-bukunya. Jinki sedikit kaget dan melihat wajah gadis ini. Jinki tidak mengenalnya sama sekali.

“ Kamsamida.. “ Jinki mengucapkan terimakasih setelah gadis ini membantunya.

“ Ne.. “ Gadis ini menyunggingkan senyumnya lalu segera hilang dari pandangan Jinki.

Jantung Jinki tiba-tiba merasa aneh. Tiba-tiba ada seorang gadis yang menolongnya dan pergi begitu saja. Jinki tidak memperhatikan gadis itu tadi. Rasa penasaran tentang siapa gadis itu melanda Jinki. Tapi dia tidak mempunyai cukup banyak waktu untuk memikirkannya. Sekarang dia sudah terlambat dan harus naik ke bus menuju sekolahnya dengan cepat. Tak butuh waktu yang lama, bus yang akan ditumpangi Jinki akhirnya tiba. Tidak peduli seberapa sesak bus tersebut Jinki tetap naik. Dan kali ini dia akan lebih berhati-hati membawa bukunya agar tidak terjatuh seperti tadi.

*             *          *

“ Jinki! Kau jadi ikut kan? “ tanya Kibum.

“ Kemana? “

“ Jinki kau sudah tua kah? Cepat sekali kau lupa “ Kibum menggunakan sedikit penekanan pada setiap katanya.

“ AH! Aku ingat.. Kkaja~”

Jinki akan pergi merayakan ulang tahun Kibum bersama teman-temannya yang lain. Mereka semua pergi ke café langganan mereka yang letakna tidak begitu jauh dari sekolah mereka. Setelah berjalan sepuluh menit, mereka semu akhirnya sampai di café tersebut.

“ Kalian mau pesan apa? “ tanya Kibum kepada temannya.

“ Terserah kau “ semuanya serentak menjawab.

“ Baiklah~”  Kibum memesan beberapa makanan dan minuman.

“ Ya! Aku ke kamar mandi dulu sebentar, “ Jinki segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

Jinki menjelajahkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari kamar kecil. Tapi dia tidak mendapatkan kamar kecil di café itu. Jinki akhirnya memutuskan bertanya pada salah satu pelayan di tempat tersebut. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, Jinki melihat seorang gadis menggunakan kemeja berwarna putih.

“ Maaf mengganggu, bisa kau beritahu dimana kamar kecil di café ini? “ tanya Jinki pada gadis yang membelakanginya tersebut. Tapi Jinki terkejut, gadis yang tadi diajak bicaranya adalah gadis yang dia temui pagi ini. Dan dia bukan pelayan. Dia tidak menggunakan rompinya sehingga membuat Jinki berpikir bahwa dia adalah pelayan. “ Oh, maaf.. Aku kira kau salah satu pelayan disi.. “

“ Gwenchana.. Kamar mandi ada di sebelah sana.. “ gadis itu memotong pembicaraan Jinki dan memberikannya seulas senyum lalu melangkahkan kakinya ke arah lain.

Tanpa sadar wajah Jinki berubah menjadi merah padam. Dia sangat malu karena dia terlalu buru-buru. Tanpa memperdulikan rasa malu yang masih melandanya, Jinki segera masuk ke kamar kecil. Setelah selesai, dia kembali ke mejanya.

“ Jinki! Kau sakit? Kenapa wajahmu merah padam seperti itu? “ Kibum meletakkan tangannya di dahi Jinki, “ Normal “ .

“ Ya! Aku tidak sakit. “ Jinki melepaskan tangan Kibum dengan.

“ Lalu kenapa? “

“ Tadi.. hmm, lupakan.. “

“ Apa? “

“ Lupakan.. Itu sangat memalukan..”

“ Apa?!”

“ Lupakan bumie! “

“ Ne Ne Jinie~ “

“ Itu sangat aneh, MWOYA?! JINIE?! “

“ Sudahlah, ayo makan.. Dari tadi kami menunggumu dari kamar kecil.. “

“ Aaaa~ Mian.. Ayo makan! “

*             *          *

Setelah pertemuan di café antara Jinki dan gadis tersebut, Jinki masih penasaran dengan identitas gadis itu. Dia benar-benar ingin tahu siapa nama gadis itu. Hari demi hari terus berlalu Jinki terus mencari tahu nama gadis itu, tapi hasilnya sia-sia. Dia tidak dapat mengetahui namanya.

“ Yeonghan! “

Jinki yang sedang duduk menunggu bus di halte dekat sekolahnya ikut menoleh ke arah gadis yang dipanggil orang yang berdiri tidak jauh darinya. Tanpa Jinki sadari seulas senyum tersungging di bibirnya. Akhirnya dia mengetahui nama gadis yang selama ini dia perhatikan. Jinki masih sibuk dengan pikirannya sendiri, tidak sadar bahwa Yeonghan sedang duduk di sebelahnya menunggu bus sambil berbincang dengan temannya. Jinki mulai salah tingkah dan tidak duduk dengan tenang. Sekitar sepuluh menit menunggu, bus akhirnya datang. Jinki dan Yeonghan naik bus yang sama karena arah rumah mereka sama, sedangkan temannya Yeonghan tidak. Karena hanya dua bangku yang kosong , Jinki membiarkan Yeonghan duduk di bangku tersebut. Jinki sebenarnya cukup lelah untuk berdiri, tapi apa yang dapat dia perbuat. Dia merasa canggung bila duduk di sebelah Yeonghan.

“ Kau bisa duduk disini, Agassi “ Yeonghan berbicara dengan sopan.

Jinki memerhatikan sekitar untuk memastikan kalau Yeonghan sedang berbicara dengannya. “ Ne~ Kamsamida “. Jinki sedikit membungkukan tubuhnya lalu duduk di samping Yeonghan.

Suasana dalam bus tersebut cukup hening, hanya tersengaar suara samar dari dua orang yang sedang berbincang-bincang dengan suara yang pelan. Rasa kantuk mulai menjalar ke seluruh tubuh jinki, matanya tidak sepenuhnya sanggup untuk tetap terbuka. Matanya terkadang terpejam dan terbuka kembali, tak jarang kepalanya pun mengayun ke kanan dan ke kiri. Yeonghan yang sedang membaca buku mengalihkan pandangannya ke Jinki, senyuman tipis terukir di bibirnya dan dia kembali membaca bukunya. Dalam benak Yeonghan, Jinki terlihat seperti seorang pria yang lebih muda darinya. Wajah jinki berubah menjadi merah padam. Dia sadar tadi Yeonghan sempat memperhatikannya dan tersenyum. Lagi-lagi Jinki mulai salah tingkah. Jinki tidak ingin mendapatkan dirinya tertidur lagi. Dia sekarang berusaha menahan rasa kantuknya. Beruntung halte dimana Jinki akan berhenti tidaklah begitu jauh. Kurang dari lima menit akhirnya bis berhenti dan Jinki melangkah turun dari bus. Jinki sempat menoleh ke arah Yeonghan, tapi gadis itu sedang sibuk dengan buku yang dibacanya.

*             *          *

Hari ini adalah hari terakhir Jinki melakukan studinya di sekolah menengah, sudah tiga tahun juga Jinki menghabiskan waktu dengan berbagai kegiatan disana. Tanpa terasa, dalam waktu yang singkat Jinki akan segera menginjakan kakinya di sekolah menengah atas. Jinki mulai disibukan dengan kegiatan barunya, dari kegiatan organisasi di sekolahnya dan kegiatannya di luar sekolah. Hal ini membuat Jinki pulang sekolah dengan jam yang tidak tentu dan hal ini juga membuat Jinki semakin jarang bertemu Yeonghan. Tapi jika sedang bertemu Yeonghan, dia akan selalu mengambil fotonya secara diam-diam. Walaupun terkadang ekspresi Yeonghan aneh, dia akan tetap menyimpan dan akan melihatnya kembali jika dia sedang bosan. Dan begitulah setiap harinya berlalu sampai akhirnya mereka berdua bersekolah di sekolah yang sama. Dan hari-hari itu pun dimulai.

*Flashback end*

*             *          *

Yeonghan POV~

Kulangkahkan kakiku perlahan menuju kelas untuk mengambil barang-barangku yang masih tertinggal. Cukup banyak hal yang kupikirkan sepanjang hari ini dan berkecamuk hebat di kepalaku. Sudah berapa banyak hal bodoh yang sudah terjadi akibat pria sialan itu. Park Yoochun. Hanya memikirkannya saja, itu sangat berpengaruh besar pada setiap kegiatanku. Dan kali ini aku rela meninggalkan pelajaran sains dan harus terbaring lemah di ruang kesehatan. Sangat bodoh dan konyol. Tapi ada satu hal lagi yang kupikirkan. Lee Jinki sunbae. Aku tidak merasa asing jika di sekelilingnya. Aku baru mengenalnya ini dan kenapa dia begitu baik dan sangat perhatian? Wajahnya pun tidak asing, bukan karena dia seniorku tapi sepertinya penah bertemu.

“ Ya! “ Micha menepuk pundakku dengan agak keras.

“ Mwoya ?! “ jawabku terlonjak kaget.

“ Sudah lebih baikkah? “ Micha duduk di sampingku.

“ Kurasa~ “

“ Ada hal yang kau pikirkan?  Yeonghan ? “ Micha melambaikan tangannya di hadapan wajahku.

“ Eh?  Tadi kau bilang apa unnie? “

“ Kau sedang memikirkan apa Yeonghan? “ Micha mengulangi ucapannya dengan penekanan di setiap katanya.

“ Jinki sunbae! Eh? “ Aku segera memalingkan wajahku dengan cepat dan menghindari tatapan penuh tanya dari Micha unnie. Kenapa mulut besarku ini tidak bisa tertahankan. Haruskah aku menguncimu bibirku sayang?

“ Jinki sunbae? Yeonghan kau kau ? “

“ Wae?”

“ Ah! Bukankah tadi dia yang menemanimu di ruang kesehatan? Ada apa kalian sebenarnya? Hah? “

“ Ne unnie~ dan asalkan kau tau aku baru kenal dengannya pagi ini dan ceritanya itu sangat dramatis. Tidak biasa saja. Tadi dia sedang bertugas dan bukan sengaja menemaniku. “ Aku memberikan tatapan ‘aku tidak berbohong’ dan itu cukup membuat Micha unnie mengelidik ngeri.

“ Ne arraseo~ Dan jangan memberikan tatapan seperti itu kepadaku.. “ Aku hanya tertawa kecil saat melihat Micha unnie seperti itu. Setelah membereskan barang-barangku kami berdua berjalan menuju halte bus yang tidak jauh dari sekolah kami.

“ Unnie, kau mengambil ekskul apa semester ini? “

“ Hmm, aku mengambil club dance.. Kau? “

“ Ah~ aku juga tertarik pada dance tapi aku sadar tubuhku tidak cukup lincah untuk bergerak, melompat dan menggeliat seperti ulat seperti ini.. “ Aku mencoba mempraktekan gerakan itu dan itu terlihat aneh, “ lihat? Aneh kan? “

“ Aniyo~ itu keren.. “

“ Terserahlah~ Itu buruk.. “

“ Jadi kau ikut apa? “

“ Hmm, mungkin classic music club.. “

“ Jinjja? Sepertinya kau mulai tertarik dengannya “ Micha menyunggingkan senyum penuh makna.

“ Eh? Maksudnya? “

“ Jinki sunbae adalah ketuanya Yeonghan. “

“ JINJJA?! “

“ Lihat kau begitu bersemangat “

“ Aniyo unnie. Kau kan tau aku sangat tertarik dengan musik klasik , dan jangan sekalipun kau berpikir aku masuk club ini karena Jinki sunbae ara? “ kuberikan tatapan yang cukup mengerikan kepadanya. Dan yup! Cukup berhasil.

“ Mian.. “ dia tersenyum dan menatapku dengan tatapan ‘puppy eyes’ nya.

“ Grrr… Sudahlah bus nya sudah datang.. Kajja~ “

Bus ini cukup ramai. Kursi yang kosong hanya ada di belakang. Jadi kami putuskan untuk duduk di sana, Micha unnie dekat jendela dan aku di sampingnya.

*             *          *

Jinki POV~

Bel sudah berbunyi sekitar lima belas menit yang lalu. Para siswa sudah berhamburan keluar sekolah dan pulang. Dengan langkah santai aku membawa kakinku ke kelas.

“ Jinki kau dari mana? “  tanya Kibum.

“ Ruang kesehatan “ jawabku singkat.

“ Siapa yang sakit? “

“Kepala sekolah menyuruhkun menggantikan tugas Seunghyun.. “

“ Oh “ Kibum membulatkan mulutnya.

“ Dan kau tau siapa yang sakit hari ini? “

“ Siapa? Jessica? Seohyun? Seungyeon? “

“ Lim Yeonghan “ senyumku mengembang dan kurasakan wajahku mulai memerah.

“ Yeonghan?! Yeonghan membantumu saat kau sekolah menengah itu? Dia bersekolah di sini? Omona!! “

“ Kau semangat sekali “

“ Besok kau tunjukan padaku ya? Apa dia cantik? “

“ Kibum ssi! Tolong singkirkan pikiranmu itu tentang wanita cantik.”

“ Ah~ mian Jinnie”

“ JINNIE? “  aku memberikan tatapan membunuhku padanya, dan sepertinya tidak berkerja sama sekali padanya.

“ Ke café? “

“ Aku tidak bisa, duluan ya “

Setelah berbicara dengan Kibum aku meninggalkan kelas dan melangkah menuju gerbang. Tanpa disangka Yeonghan juga dalam perjalanan menuju halte bus. Karena jarak yang cukup dekat aku bisa mendengar beberapa percakapan antara Yeonghan dan temannya.

“ Unnie, kau mengambil ekskul apa semester ini? “

“ Hmm, aku mengambil club dance.. Kau? “

“ Ah~ aku juga tertarik pada dance tapi aku sadar tubuhku tidak cukup lincah untuk bergerak, melompat dan menggeliat seperti ulat seperti ini.. “ Yeonghan mencoba mempraktekan gerakan tersebut dan kurasa tidak terlalu buruk, “ lihat? Aneh kan? “

“ Aniyo~ itu keren.. “

“ Terserahlah~ Itu buruk.. “

“ Jadi kau ikut apa? “

“ Hmm, mungkin classic music club.. “ Senyumku mengembang. Yeonghan masuk club musik klasik? Itu akan menyenangkan.

“ Jinjja? Sepertinya kau mulai tertarik dengannya “

“ Eh? Maksudnya? “

“ Jinki sunbae adalah ketuanya Yeonghan. “

“ JINJJA?! “

“ Lihat kau begitu bersemangat “  Baiklah, aku mulai terlihat seperti orang gila mendengar perakapan ini dan senyumku mulai aneh. Orang akan mengiraku aku stalker atau sejenisnya.

“ Aniyo unnie. Kau kan tau aku sangat tertarik dengan musik klasik, dan jangan sekalipun kau berpikir aku masuk club ini karena Jinki sunbae ara? “

“ Mian.. “

“ Grrr… Sudahlah bus nya sudah datang.. Kajja~ “

Setelah Yeonghan memasuki bus, dia duduk di kursi paling belakang. Karena tidak ada pilihan lain, aku duduk di sampingnya. Mungkin ini akan sangat canggung tapi ku harap dia tidak terlalu menyadariku yang duduk disampingnya. Sialnya dugaanku salah. Yeonghan melihatku lebih tepat ke kedua bola mataku. Tersirat sedikit kecanggungan ,kaget dan panik? Entahlah, aku menyunggingkan senyumku dan duduk di disampingnya. Yeonghan sedang sibuk berbicara dengan temannya jadi aku hanya mendengarkan apa yang sedang dibicarakannya. Jangan berpikir aku ini penguntit atau tukang penguping. Aku bukan stalker. Tapi entah apa yang membuatku begitu tertarik mendengarkan cerita-cerita yang dilontarkan Yeonghan dengan berbagai macam ekspresi yang ditunjukannya. Tanpa sadar aku mengarahkan pandanganku ke Yeonghan, tanpa selang waktu yang lama Yeonghan juga meangarahkan padangannya ke arahku. Reflek aku segera melemparkan pandanganku ke arah lain dan kurasakan wajahku sedikit memerah. Untung saja halte bus dimana aku akan turun sudah dekat. Aku segera berdiri dan seseorang mengambil tempat dudukku dengan cepat.

“ Annyeong Jinki sunbae.. “ Yeonghan mengucapkan selamat tinggal sebelum aku turun.

“ Ne~ Annyeong.. “ Aku melambaikan tangan ke arahnya dan segera turun dari bus. Jujur saja aku cukup terkejut saat Yeonghan mengatakan selamat tinggal seperti tadi. Tapi ekspresinya kenapa aneh ya? Tapi entahlah dia sudah mengucapkannya saja sudah bagus.

*             *          *

“ Annyeong jinki sunbae “ Tiba-tiba perkataan itu terlontar dari bibir Yeonghan.

“ Ne~ Annyeong.. “ Jinki membalasnya sambil melambaikan tangan lalu turun dari bus.

“ Unnie! “ Yeonghan meremas tangan Micha dengan kuat.

“ Wae? Aaaa~ appo Yeonghan-ah “ Micha berusaha melepaskan gengaman tangan Yeongahan yang sangat kuat.

“ Tadi dia naik bus ini setelah kita kan? “ Yeonghan sedikit gugup.

“ Ne~ Wae? “

“ Unnie tidak mengertikah? “

“ Kenapa emangnya kalau dia naik setelah kita? “

Yeonghan hanya mendengus kesal dan memberikan ‘death-glare’ nya kepadanya. “ Kalau kau sudah mengerti nanti,… ehm, aku duluan ya unnie annyeong “ Yeonghan berbalik, lalu menyungingkan senyumnya yang dipaksakan lalu beranjak untuk turun.

“ Kau sangat menyeramkan Yeonghan-ah” Micha bergumam pelan sambil menggelidik ngeri.

“ Aku dengar itu noona~ “ Yeonghan memberatkan suaranya dan semakin membuat Micha ciut. “ Annyeong lagi unnie~” Yeonghan melembutkan suaranya kembali lalu turun dari bis.

Micha mengambil napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Dia masih tidak mengerti mengapa Yeonghan begitu panik saat tau Jinki sunbae naik setelah mereka. Apa ada sesuatu yang salah dengan pakaian Yeonghan? Pakaiannya normal, dan dengan balutan perban di kakinya. Dan Micha sangat tau Yeongan tidak akan malu dengan balutan perban yang ada di kakinya. Lalu apa? Micha masih berpikir keras. Micha terlalu banyak berpikir sehingga dia sendiri tidak sadar halte dimana dia akan turun. Setelah bus berhenti, Micha segera turun dan berjalan menuju rumahnya.

“ Aigoo! Aaaa aku akan mati besok ! “ Micha tiba-tiba saja berteriak sambil menghentakan kakinya saat dia tiba di rumah. Akhirnya dia tau alasan kenapa Yeonghan begitu panik tadi.

“ Jagiya, kalau mati jangan sekarang kapan-kapan saja.. “  eommanya Micha tiba-tiba saja menimpalinya. “ Kau kenapa jagi? “

“ Aniyo eomma~ Aku ke kamar ya eomma.. “

“ Ne~ Sudah makan siang? “

“ Already.. “ Micha segera melesat ke kamarnya dan mengganti pakaiannya. “ Setelah ini aku harus menelpon Yeonghan atau dia akan membunuhku besok, “ gumam Micha pelan.

* tbc *

Gimana lanjutannya? Membosankankah? Atau seru kah? Jangan lupa comment yaa J

10 thoughts on “Clumsy Love [part 2]

  1. lumayan lah.. bayangin si dubu dgn wajah bersemu merah >///< pengen culik terus bawa pulang /plakk
    eh tapi bukan'a agasshi itu nona yaa? kok si jinki dpanggil agasshi pas d'flashback? #readersotoy

    next part asap

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s