YongSeo A Day [PG +17]

Author : @Love_yongstar11

Main Cast : Jung Yonghwa CNBLUE, Seohyun SNSD

Support Cast : Member SNSD

Rating : Semi-NC

Genre : Romance

Warning: agak panjang

Note: salam kenal, ini pertama kalinya aku ngepost FF diluar FB. Dan pertama kali ngepost FF bertema yongseo . semoga pembaca sekalian gak ada yang silent reader. Selamat membaca

Seohyun keluar dari gedung apartemennya menuju tempat parkir dan melihat mobil sport merah itu disana, ia tersenyum dan segera memasuki mobil itu dan melihat yonghwa dengan senyum lebar telah menunggunya

“Seo Ju Hyun” seru yonghwa lembut penuh kerinduan menyebut nama itu

“lama tidak bertemu” seohyun menatap yonghwa yang segera meletakkan telapak tangannya di wajah seohyun.

“bogoshippoe” seru yonghwa tidak melepas tatapannya sedikitpun dari wajah seohyun, hal itu akan membuang waktu. Dia tidak akan melepaskan sedikitpun kesempatan ini. Saat tangannya berada di wajah seohyun, men-charger kembali seluruh kerinduannya, membuat satu lagi memori indah bersamanya. Sudah 3 bulan sejak terakhir kali yonghwa bertemu seohyun, sebelum SNSD memulai tour jepangnya dan sebelum ia sendiri sibuk dengan drama. Meskipun phonecall dan sms tidak pernah terlupakan, tetapi tetap saja hal itu tidak akan pernah sama dengan melihat wajahnya secara langsung, merasakan exsistensinya ketika ia berada disampingmu, melihat jauh ke dalam mata indahnya, menyentuh wajahnya yang sempurna. ‘aku merindukanmu aku mencintaimu’ teriak yonghwa dalam batinnya.

Seohyun menyentuh tangan yonghwa yang berada di wajahnya dan menggenggamnya, dan menurunkan tangan itu dari wajahnya karena ia tidak bisa berkonsentrasi terhadap hal lain saat yonghwa menyentuhnya, kulitnya yang tersentuh olehnya terasa terbakar dan seluruh pikirannya berada pada kulit yang tersentuh itu.

“apa yang akan kita lakukan hari ini?” Tanya seohyun,

“jam berapa kau memulai schedulemu hari ini?” Tanya yonghwa kembali

“uhhmm aku belum yakin aku belum bertanya dengan manager oppa tapi kurasa tidak sampai siang ini, bagaimana denganmu oppa??”

“tidak ada hingga malam nanti”

“sinca?? Itu jarang terjadi, seharusnya kau beristirahat” kata seohyun, yonghwa menghela nafas

“kita sudah pernah membahas ini, aku bersamamu untuk menghilangkan rasa lelahku-ku”

“uhhhmm” seohyun mengangguk

“apa ada yang ingin kau lakukan?”

“karna kita tidak bisa pergi ke tempat umum, apalagi sekarang jam 7 pagi”

“kau ingin ke busan?”

“neee??” seohyun terkejut

“aku hanya bercanda,, ibuku sangat merindukanmu terakhir kali aku menelponnya ia malah membicarakanmu denganku, aku benar-benar bukan anaknya lagi”

“eeyyy tentu saja tidak seperti itu” seohyun mengelak

“kau ingin ke apartemenku kalau begitu?”

“uhhmm aniyo, ah aku punya ide oppa aku sudah seringkali mengunjungi apartemenmu, 2 kali saat WGM dan 1 kali saat malam itu, tapi kupikir oppa tidak pernah ke apartemen kami SNSD, karena kita ada disini, kau mau mampir?”

“aku? Ke apartemen SNSD? Kau pasti bercanda” yonghwa mendengus

“ani… tiffany unni bilang itu hal yang biasa, lagipula unniedeul semua sedang berkumpul”

“apa? Tidak tidak aku tidak akan pergi kesana, apa kau ingin melihat aku disidang oleh semua unniemu? Mereka akan mengkeroyokku habis-habisan dengan hal-hal tentang kita” seru yonghwa. Selain takut akan hal itu yonghwa sebenarnya tidak pernah berada disekeliling banyak wanita sendirian. Sejak kecil teman-temannya kebanyakan para pria. Dan berada di sekeliling member SNSD ketika kau mengencani magnae kesayangan mereka adalah hal yang buruk, mereka semua akan mengadilinya, menanyakan semua hal tentang hubungan mereka. Itulah wanita.

“itu tidak akan terjadi, unnieku semua menyukai dan mengagumimu, mereka bilang kau adalah pria idaman. Karena itu mereka ingin bertemu denganmu juga, karena ketika kita bertemu di backstage tidak pernah ada kesempatan untuk mengobrol” kata seohyun. Itu memang benar, meskipun yonghwa beberapa kali memasuki dressing room SNSD di backstage, yonghwa tidak pernah benar-benar melihat member yang lain kecuali seohyun, ia hanya memberi salam sesaat kemudian tenggelam dalam obrolannya dengan seohyun.

“Oppa, tidak perlu khawatir, aku akan bersamamu” lagi-lagi mata itu, seru yonghwa, lagi-lagi seohyun mengeluarkan jurus mata itu, bagaimana bisa kau menolaknya jika dengan matanya saja ia bisa menyihirmu.

“oppa kau tidak seperti ini ketika di sangdo-dong dulu”

“itu berbeda, itu karena ada kamera tentu saja aku harus bersikap berani, lagipula hari itu mereka Cuma bertiga”

“Oppa, gwenchana!!” seohyun menggenggam tangan yonghwa lebih erat, setelah berpikir sebentar akhirnya yonghwa setuju

“arasseo” serunya pasrah

“yaaayyy” seru seohyun gembira seperti anak kecil

Yonghwa mempersiapkan mentalnya ketika berada didepan pintu apartemen itu.

“siap?” Tanya seohyun senang dan bersemangat.

“hufftt” yonghwa mengeluh menggenggam tangan seohyun lebih erat. Seohyun membuka pintu

“unnie aku pulang” serunya, dan terlihat sunny dan yuri sedang menonton TV dan tidak memperhatikan kedatangan mereka. Yoona yang baru keluar dari kamarnya dan terlihat sedang mengeringkan rambutnya yang basah-lah yang melihat kedatangan mereka

“OH!!! YONG SEOBAAAANNNGGG” teriaknya, membuat sunny dan yuri yang sedang menonton TV menoleh dan ikut terkejut juga. Yonghwa memberi salam pada mereka semua

“anyeonghaseyo” serunya.

“omo!!! anyeonghaseyo” seru sunny dan memberi salam juga

“yah!! Juhyun ada apa?? Kau membawa pacarmu kemari” Tanya yoona

“bukankah kalian bilang ingin bertemu dengannya?”

“apakah kami berkata begitu? Sudahlah yong seobang silahkan duduk, kami tidak menyangka seohyun memamerkan pacarnya seperti ini pada kami” kata yuri. Mendengar keributan seperti itu member yang lain akhirnya keluar dari sarangnya. Taeyon, tiffany dan Jessica keluar dari dapur. Sooyoung dan hyoyeon terlihat baru bangun tidur dan tidak terganggu atas kehadiran yonghwa. Beberapa saat kemudian semuanya berkumpul diruang tamu, sibuk membicarakan yonghwa dan seohyun.

“sudah lama tidak bertemu, kenapa kalian kemari?” Tanya sooyoung

“seohyun mengajakku jadi…”

“yong seobang, dramamu keren!! Seohyun tidak pernah absen menontonnya meskipun itu membuatnya jadi tidak mood seharian” kata hyoyeon

“ne?” yonghwa tidak mengerti, yang lain hanya tertawa

“aniyo unnie” seohyun mengelak

“awalnya kami juga tidak tahu mengapa saat itu ia tiba-tiba marah saat sedang tour di jepang, tapi ketika membuka internet kemudian, fotomu berciuman dengan park shinhye ada dimana-mana, dan dia marah untuk seminggu kemudian” taeyeon menjelaskan

“benar!! Dia sampai tidak makan” tambah tiffany lagi

“aniyo unnie” lagi-lagi seohyun mengelak,

“ah sincha?” yonghwa tertawa, “sekarang aku ingat ia pernah tidak membalas sms dan tidak mengangkat telponku selama satu minggu, dan saat itu memang saat adegan itu terbongkar, jadi begitu. Maafkan aku hyunn” yonghwa menepuk paha seohyun tersenyum

“aku sudah melupakannya, jadi jangan membuatku mengingatnya lagi” seru seohyun tegas

“uuuuu” yonghwa dan member SNSD menggodanya

“ngomong-ngomong tentang ciuman, kalian juga pasti penah melakukannya bukan?” Tanya sunny. Membuat semuanya mendadak terdiam, yonghwa menelan ludah dan seohyun menjadi salah tingkah.

“yah!! Kau gila” seru jessica memukul kepalanya pelan

“uhhmm seohyunnie kau tidak mau membuatkan minuman untuk pacarmu?? Aku yakin dia belum sarapan” seru taeyeon memecah suasana

“ah de!!,, oppa kau mau Ma?? Sudah lama kau tidak meminumnya bukan?” Tanya seohyun

“tentu”

“yah apa kau hanya menawarkan yonghwa? Kami juga mau” seru jessica

“tapi bukankah unnie tidak suka?”

“tidak masalah meminumnya sekarang” kata yuri

“baiklah, kalau begitu berapa orang?” ke 8 member SNSD mengangkat tangan namun seohyun menatap yonghwa merasa khawatir jika ia harus ke dapur membuatkan minuman untuk 9 orang dan meninggalkan yonghwa sendirian

“oppa kau mau membantuku untuk……” seru seohhyun dan kemudian dipotong oleh 8 gadis itu

“andwae andwaeeee,, apa kau menyuruh tamu membuat minuman untuk dirinya sendiri?” kata yoona. Seohyun dan yonghwa saling menatap, kemudian yonghwa memberikan senyuman dan mengangguk seolah-olah berkata ‘aku tidak apa-apa’

“baiklah kalau begitu, oppa aku tidak akan lama” seru seohyun menekankan

“kami tidak akan membunuhnya juhyun” seru sunny, setelah seohyun menghilang dibalik dapur semua mata tertuju pada yonghwa.

“jadi??” lanjut sunny membuat yonghwa bingung

“ne?” Tanya yonghwa

“dimana ciuman pertama kalian?” yonghwa shock mendengar pertanyaan itu. Itu hal pribadi, haruskah ia menjawabnya? Yonghwa tidak pernah kehabisan kata-kata seperti ini sebelumnya sehingga ia hanya bisa berkata

“ne?” lagi

“ayolah, beritahu kami”

“tidakkah ia memberitahu kalian?” Tanya yonghwa

“memang, tapi ia tidak menjelaskannya, kami ingin tahu lebih detil”

“itu pertanyaan pribadi”

“oh ayolah!!, setidaknya kau harus sharing pada seseorang”

“tapi kalian ada 8 orang”

“anggap saja kami satu”

“pria tidak menceritahan kisah cintanya pada siapapun” balas yonghwa

“sekali ini saja” yoona memohon

“aku bukan ajumma,, dan juga bukan gadis-gadis tukang gossip”

“kami bertanggung jawab atas seohyun” seru hyeoyeon

“setidaknya beritahu kami tempatnya, seohyun juga tidak ingin membuka mulut” tambah sunny

“hufftt” yonghwa menghela nafas

“ayolah” 8 gadis merengek

“ini benar-benar memalukan”

“sama sekali tidak” jawab mereka berbarengan

“aku tidak percaya aku bergosip dengan SNSD, seohyun lah yang seharusnya kalian tanyakan”

“sudah, tapi kami ingin mendengarnya darimu”

“baiklah aku hanya akan memberitahu tempatnya”

“yaayyyy” seru mereka kegirangan

“dimobilku” seru yonghwa singkat dan menutup wajahnya. Ini benar-benar memalukan serunya dalam hati

“uuuuuuu” gadis-gadis itu berseru bersemangat saling melihat satu sama lain

“berapa lama?” Tanya sunny lagi

“Yah!!! Tempat saja sudah cukup” yonghwa protes

“eeeyyy,,, lebih detail lebih detail” seru tiffany

“aku tidak tahan lagi!!” yonghwa bersandar disofa, menghindari tatapan gadis-gadis itu.

“ayolahh yong seobang ceritakan pada kami”

“memangnya kalian tidak punya pacar?? Jika pacar kalian ditanya seperti ini, dia akan lari aku yakin”

“aku punya! Dan ia menceritakan tentang ini ketika mereka bertanya” seru Jessica

“ah sincha?? Nugu??” Tanya yonghwa tertarik

“heechul oppa” seru Jessica

“Ahh,, aku tidak sama dengannya!” protes yonghwa menghempaskan dirinya bersandar di kaki sofa dan menutup dahinya dengan telapak tangan

“Kau bersikap berlebihan yong seobang” seru Jessica

“yah yong seobang cepat ceritakan pada kami sbelum seohyun kembali” desak hyeoyeon

Yonghwa terdiam sesaat “aku rasa aku tidak punya pilihan”

“Benar” kata mereka serempak

“baiklah, saat di mobil hanya 2 detik, tapi terakhir kami bertemu saat ia ke apartemenku disanalah kami benar-benar berciuman” kata yonghwa merasa sangat malu, berharap seohyun tidak mendengar ini

“kyaaaa” gadis-gadis itu merasa excited sendiri. Saat itulah seohyun keluar dari dapur dan membawa 10 gelas minumannya

“apa yang kalian bicarakan?” tanyanya

“kau tidak perlu tahu” ujar sooyoung

“waeyo?”

“sudahlah, sini berikan minumannya. Kenapa kau cepat sekali membuatnya? Kau merasa khawatir pada yonghwa ya? Kami tidak melakukan sesuatu yang buruk padanya” kata yoona sambil meminum minumannya. Yonghwa berteriak memprotes namun hanya dalam hati. Seohyun melihat ke arahnya dan melihat perbedaan dari tatapannya

“jongmal?” Tanya seohyun pada yonghwa. Yonghwa hanya menghela nafas

“ya” katanya pasrah, gadis-gadis itu terkikik sendiri. Setelah itu mereka mengobrol banyak hal tentang CNBlue, tentang SNSD, tentang seohyun, tentang yonghwa….

“aku harus ke kamar mandi sebentar” seohyun meminta izin dan segera menuju kamar mandi. Saat itulah manager SNSD datang dan melihat yonghwa ada disana

“oh! Yonghwa!” serunya

“hyung anyeong haseyo” sapa yonghwa sopan

“apa kami punya schedule hari ini oppa?” Tanya taeyeon

“tentu!! Bersiaplah jam 10 kalian harus ke kantor SM untuk berlatih dance untuk album baru kalian”

“oppa kami semua sudah bisa melakukannya dengan sempurna, lagipula sekarang jam 10”

“aku tahu! Karena itulah kalian harus tetap berlatih” manajer oppa menjawab tegas.

“oppa ada yonghwa disini!” tegur sunny

“oppa bisakah kau membiarkan seohyun diantar olehnya? Oppa kau pasti tau mereka tidak pernah bertemu untuk waktu yang lama” kata sooyoung

“benar! Lagipula kemarin oppa bilang kalau tarian seohyunlah yang paling sempurna, jadi kurasa ia tidak perlu berlatih untuk hari ini, biarkan ia bersama yonghwa” tambah hyeoyeon

Yonghwa terdiam, ternyata gadis-gadis ini tidak terlalu buruk, mereka sangat peduli terharap saudara mereka. Disamping sikap mereka yang selalu ingin tahu urusan orang tapi mereka benar-benar saling menjaga. Diam-diam yonghwa berterima kasih kepada gadis-gadis ini.

Setelah lama berdebat dengan manajer mereka akhirnya sang manajer mengizinkan seohyun diantar oleh yonghwa jam 3 siang nanti karena seohyun ada rekaman untuk lagu baru. Member SNSD bergegas pergi keluar dari apartement.

“yong seobang jaga seohyun yah!!”

“jangan berbuat macam-macam”

“kami akan selalu tahu apa yang kalian lakukan”

“yonghwa jangan sampai lewat jam 3,, kau harus mengantarnya tepat waktu” kata manajer

“Ye Hyung algessimnida, kamsahamnida yorobun, hati-hati dijalan”

“anyeong” sapa mereka semua lalu menghilang dibalik pintu.

Seohyun belum juga keluar dari kamar mandi. Yonghwa terduduk sendiri sambil menontonn TV dan tidak lama kemudian seohyun keluar dan menemukan ruang tengah sudah sepi, hanya yonghwa yang terduduk sambil menonton tv

“oppa kemana unnie-ku? Kenapa jadi sepi?”

“manajermu datang dan membawa mereka”

“Ne? kemana?”

“ke studio berlatih dance”

“kenapa mereka tidak menungguku? Aku juga harus pergi”

“mereka bilang kau bisa membolos latihan, jam 3 siang nanti aku akan mengantarmu kesana untuk rekaman”

“apakah manajer oppa mengizinkannya?”

“unniemu merengek padanya”

“ah sinca?”

“ya,, aku berterima kasih pada unniemu, mereka benar-benar pengertian!” yonghwa tersenyum menatap seohyun. “aku membutuhkan waktu berdua denganmu” lanjutnya. Seohyun hanya terdiam melihat matanya.

“apa kau merindukanku seohyun?”

“uhhmm” jawabnya singkat ketika yonghwa menggenggam tangannya dan mendekatkan wajahnya dan mengecup bibirnya. Hanya 1 detik.

“oppa kau lapar?” Tanya seohyun “kau pasti belum sarapan”

“tidak terlalu” sebenarnya yonghwa sudah sangat kelaparan tapi ia menahannya karena tidak ingin membuang waktunya bersama seohyun. Seohyun mengetahui hal itu. Ia pun kembali ke dapur menyiapkan makanan untuk yonghwa. Memperhatikan yonghwa yang sedang sarapan didapurnya

“kau tidak makan?” Tanya yonghwa di sela-sela makananya

“aku sudah”

“seohyunah gomapta. Aku akan mencuci piring sebagai gantinya”

“haha itu tidak perlu, aku senang melihatmu disini” kata seohyun. Melihat yonghwa sudah selesai dengan sarapannya. Ia segera membereskan piring dan mencucinya. Kali ini untuk pertama kalinya akhirnya yonghwa mendapat kesempatan melihat punnggung seohyun lagi. Ia benar-benar merindukannya. Ketika di rumah WGM mereka dulu yonghwa paling menyukai seohyun yang sedang berada didapur sementara ia melihatnya melalui sofa, menikmati punggungnya. Namun hanya sebatas itu yang bisa dilakukannya, karena ada banyak camera. Tapi kali ini berbeda, mereka hanya berdua dan yonghwa sedang melihat seohyun dalam posisi favoritnya karena itu ia beranjak dari kursi dan memeluk seohyun dari belakang

“oppa apa yang kau lakukan?” seohyun terkejut namun tetap melanjutkan pekerjaannya

“memelukmu” jawab yonghwa singkat. Menghirup aroma rambut seohyun, aroma tubuhnya yang sudah lama ia rindukan. Wanginya tetap sama. Ia mengumpulkan rambut seohyun di satu bagian smentara dagunya bersandar pada bahu seohyun. Seohyun selesai dengan pekerjaannya namun ia hanya bisa berdiam diri merasakan debaran jantung yonghwa memukul punggungnya, merasakan pelukan yonghwa ditubuhnya sementara jantunya juga berdebar sangat keras.

Yonghwa menarik sedikit baju seohyun yang menutupi bahunya sehingga ia bisa menciumnya.

“seojuhyun” ia hanya bisa menyebut nama itu berkali-kali sementara ia mencium bahunya yang harum lalu berpindah ke lehernya perlahan dan menggigitnya tiba-tiba

“Akh” seohyun terkejut namun yonghwa dengan cepat mencium bagian itu, menghisap dan menjilatinya. Seohyun hanya bisa mengatur nafasnya yang semakin memburu merasakan kecupan yonghwa “o..ppa” seohyun menyebut nama yonghwa dan membuat yonghwa semakin bersemangat menciumi lehernya, telinganya yang tanpa tindik yang sangat disukai yonghwapun tak lepas dari jilatannnya. Yonghwa menyusuri seluruh bagian leher gadis itu, kiri dan kanan lalu kembali lagi ke kiri. Sementara seohyun hanya bisa menutup mata sambil menggenggam tangan yonghwa yang sedang memeluk pinggannya, tidak tahu harus berpegangan pada apa.

Yonghwa berhenti sejenak. “seohyunah.. maukah kau memperlihatkan aku kamarmu?? Supaya adil karna kau juga pernah mengunjungi kamarku”

“itu… sedikit berantakan”

“memangnya ada kamera disini?? Aku sudah pernah bilang kau tidak perlu menjaga imagemu didepanku, aku menyukai semua yang ada padamu. Baik dan buruk” yonghwa berbisik didekat telinga seohyun

Seohyun menghela nafas. Berfikir sebentar. “baiklah, tapi jangan melewati daerah hyoyeon unnie”

“aku hanya tertarik dengan daerahmu”

“aigo…” seohyun menghela nafas, yonghwa menggandeng tangan seohyun sambil tersenyum. Seohyun membukakan pintu kamarnya.

Ada 2 tempat tidur disana. Tidak luas namun semua tersusun rapi. Dipojok terdapat meja belajar yang yonghwa yakin itu milik seohyun. Yonghwa melihat meja itu dan disana ada banyak barang yang menyangkut hubungan mereka. Beberapa fangift dari yongseo fans yang disuka seohyun juga ada disana.

Yonghwa mengambil salah satu foto wedding saat adegan ia mencium seohyun. “kau masih menyimpannya”

“tentu saja”

Yonghwa menuju tempat tidur yang ia yakini milik seohyun karena ada boneka teddy bear besar diatasnya dan ia melihat gitar pink yang ia berikan bertengger disampingnya. “kau sering memainkannya?” Tanya yonghwa

“tidak terlalu, aku meletakkannya disana untuk mengingatmu” yonghwa tersenyum.

“mainkan sesuatu untukku” minta yonghwa

seohyun duduk ditempat tidurnya disamping yonghwa. Seohyun menghela nafas.

“jangan sekarang, tanganku sakit” seohyun menolak. Yonghwa terdiam dan tanpa sengaja melihat leher seohyun yang penuh oleh kissmark-nya

“sepertinya kau harus menggunakan syal yang aku rajutkan untukmu”

“ah waeyo?”

“lihat lehermu”

Seohyun mengambil kaca dimeja sebelah tempat tidurnya dan melihat pantulan lehernya dicermin

“omo… oppa ini salahmu”

“mian”

“bagaimana mungkin aku menggunakan syal.. ini musim panas!!”

“lalu harus bagaimana?”

“aigoo…” seohyun merebahkan dirinya namun segera kembali lagi ke posisi duduk

“kau mau membalasku?”

“ne?”

“ini” yonghwa menepuk-nepuk lehernya namun hanya mendapat pukulan dari tangan seohyun. Yonghwa tertawa

“oppa aku harus ke studio nanti, bagaimana jika unnie-ku melihat?”

“mereka tidak akan mempermasalahkannya”

“hah!!” seohyun menghela nafas. Gadisku benar-benar imut yonghwa berujar dalam hati melihat tingkah seohyun lalu Yonghwa meraih tangannya dan mendekatkan wajahnya ke arah seohyun dan mencium bibirnya. Namun hanya sebentar. Yonghwa menarik wajahnya kembali dan melihat reaksi seohyun yang memejamkan matanya. Yonghwa tersenyum melihat gambar itu dan kembali menciumnya. Kali ini lebih dalam dan lebih lama berharap seohyun akan meciumnya kembali.

Yonghwa menhisap bibir seohyun, menjilatnya dan merasakan kontur manisnya.

“seojuhyun” desahnya lagi “aku merindukanmu”, seohyun merasakan jantungnya kembali berdebar keras. Akhirnya mengambil inisiatif untuk mencium yonghwa kembali. Seohyun membuka bibirnya dan langsung terisi oleh lidah yonghwa. Yonghwa meraih kedua tangan seohyun dan meletakkannya di lehernya. Membuat seohyun otomatis menarik yonghwa lebih dekat. Tidak ada jarak diantara mereka. Yonghwa memperdalam ciumannya, menghisap lidah seohyun, meraba seluruh bagian dalam mulutnya, menjilati bibirnya. Hal itu membuat seohyun terdorong dan berbaring di tempat tidurnya.

“seohyun..” yonghwa menyebut nama itu disela-sela ciuman mereka. Seohyun berbaring sementara yonghwa berada diatas tubuhnya, menciuminya, mendesahkan namanya. Membuat seohyun membalas ciuman yonghwa lebih dalam juga. Lidahnya kini berada dalam mulut yonghwa, malu-malu ia juga menikmati kontur mulut itu. Rasa manis dan harum yang dirasakan keduanya membuat mereka lupa akan segalanya. Seohyun mendesah mencoba mencari udara untuk bernafas namun yonghwa terus menciuminya. Bibir yonghwa berpindak ke leher seohyun. Seohyun sedikit terkejut, mengingat kissmarknya yang sudah ada sebelumnya, jika yonghwa menciumnya lagi itu akan bertambah banyak pikirnya. Karena itu ketika bibir mereka terpisah seohyun langsung menancapkan bibirnya dileher yonghwa, bermaksud membalas perbuatannya dan agar yonghwa tidak menambah kissmarknya lagi di leher seohyun. Berhasil. Yonghwa membeku dalam posisinya. Bibir yonghwa masih tertancap dileher seohyun namun ia tidak melanjutkan aksinya karena terkejut seohyun akan membalas tindakannya. Dan kini yonghwa sibuk merasakan sensasi yang dihasilkan seohyun. Seohyun menghisap leher yonghwa, menjilati dan menciumnya seperti apa yang dilakukan yonghwa padanya. Bibir seohyun menyisiri seluruh bagian leher itu. Ia menjilati belakang telinga yonghwa dan membuat yonghwa semakin membeku, mengencangkan pegangannya dibahu seohyun sampai seohyun berbisik tepat ditelinganya

“oppa… aku mencintaimu” membuat yonghwa kalang kabut dan langsung menciumi bibir gadis itu lagi, lebih dalam dan lebih bersemangat. Ia menekankan wajahnya di wajah seohyun menciuminya lebih lama menikmati seluruh sensasi yang ditimbulkan. Seohyun menarik rambut yonghwa sehingga wajahnya bisa lebih dekat. Sampai akhirnya yonghwa tidak bisa mengendalikan hasratnya, ingin rasanya ia menikmati tubuh seohyun. Dan stop. Yonghwa menghentikan kegiatannya begitu ia memikirkan hal itu. Itu tidak bisa terjadi. Yonghwa kembali ke posisi duduk, seohyun mengikutinya, sepertinya ia juga merasakan hal yang sama. Mereka berdua tidak boleh terlalu jauh. Seohyun melihat cerminan dirinya dikaca

Rambutnya yang berantakan, bibirnya yang merah dan basah, dan bajunya yang terlihat tidak rapi lagi. Begitu juga dengan yonghwa. Mereka masih mencari oksigen dan menenangkan debaran jantung mereka ketika akhirnya mereka melihat satu sama lain.

“kau harus bersiap” yonghwa memecah keheningan

“ya.. sudah hampir jam 3”

“benar, aku akan menunggu diluar”

“ne.. aku tidak akan lama” lalu yonghwa keluar dari kamar seohyun dan duduk kembali di sofa ruang tengah. Mengumpulkan semua energinya. Yonghwa melihat cermin dan merapikan penampilannya. Tapi kissmark itu tertera disana, tidak banyak memang tapi cukup menyita perhatian jika sampai terlihat. Ia tersenyum mengingat saat seohyun memberikan kissmark itu, dia imut dalam hal apapun yang dilakukannya. Beberapa menit kemudian seohyun keluar dari kamarnya dengan menggunakan syal untuk menutupi kissmark-nya

“apa kau gila?” yonghwa protes melihat penampilan seohyun

“ne?” seohyun tidak mengerti

“itu terlalu kentara, kau menggunakan syal dimusim panas ketika orang-orang tau kita baru saja berduaan”

“tapi oppa yang menyuruhku”

“lepaskan!”

“wae??”

“gunakan make-up saja”

“tapi…”

“bawa kemari alat make-up mu, gara-gara perbuatanmu aku juga membutuhkannya”

“arasseo” seohyun kembali kekamarnya mengambil alat make up “ini” seohyun menyerahkan make up itu pada yonghwa

“bantu aku menutupi tanda ini” kata yonghwa. Lalu seohyun mulai memberi banyak pondation dan bedak yang tebal didaerah itu, ia memfokuskan matanya ke leher yonghwa

“jangan berpikir untuk menambahnya lagi ketika kau melihat leherku”

“tentu saja tidak, aku tidak percaya bagaimana aku membuat hal ini” ujar seohyun

“benar-benar ironis, orang-orang menganggapmu yoshin padahal aslinya kau vampire yang jahat terhadap pacarmu sendiri, ckck” goda yonghwa

“mwo?? Apa kau bilang??” seohyun mendekatkan wajahnya dan menggigit lagi leher yonghwa karena marah

“yah!!!” yonghwa terlonjak kaget menjauhkan dirinya

“selesai!!” seru seohyun dingin, yonghwa segera mengambil cermin dan melihat bekas gigitan seohyun barusan, tidak terlalu terlihat untuk yang satu itu.

“kau benar-benar vampire kejam” seru yonghwa lagi tidak percaya

“memangnya oppa bukan?? Liaht ini?? kau bahkan memberiku lebih banyak” seohyun memperlihatkan lehernya

“setidaknya image-ku bukan yoshin, aku dengan senang hati memiliki image vampire”

“aigo” seohyun menghela nafas, lalu memulai me-make-up-pi lehernya

“mau aku bantu?” tawar yonghwa

“kau bercanda? Kalau kau melakukannya tanda ini akan semakin banyak”

Yonghwa tertawa. Lalu mecium pipi seohyun karena gemas akan tingkah lakunya. Ia memperhatikan seohyun yang sedang me-make-up-pi lehernya. Seohyun membutuhkan waktu lebih banyak dibanding dirinya, kissmark itu banyak sekali.

“oppa kau akan menemaniku ke studio kan?? Kau bisa bersamaku sampai malam nanti”

“kau mau aku menemanimu sampai malam nanti?”

“tapi jika kau butuh waktu untuk istirahat, tidak perlu juga”

“aigo uri seohyun.. kau benar-benar merindukanku,, tidak ingin berpisah denganku” yonghwa mendekatkan duduknya dan memeluk pinggang seohyun yang masih sibuk dengan make up leherya. Dan lagi-lagi menghirup aroma gadis itu. “baiklah kalau begitu, aku akan menemanimu, tapi kau juga harus menemaniku dengan schedulku malam nanti, bagaimana?”

“apa schedulmu nanti malam?”

“hanya rekaman night after night, kau bisa menungguku didressing room”

“apa itu baik-baik saja?”

“tentu saja, mereka sudah tau mengenai hubungan kita UEE, daesung, myungsoo hyung sejak awal sudah mengetahuinya”

“baiklah kalau begitu” seohyun setuju. Menyelesaikan make-up nya “ayo pergi, sudah pukul 2 kita akan terlambat”

“ok princess”

Mereka berjalan menuju tempat parkir mobil, berharap tidak ada seorangpun yang melihat mereka dan merasa sangat aman ketika keduanya sudah ada didalam mobil.

“jubal…” seru yonghwa

**

Ottohkeeeee?????? Para reader yang baik hati mohon kritik dan sarannya, semoga tulisan saya tidak mengecewakan.

36 thoughts on “YongSeo A Day [PG +17]

  1. daebaaak!!!! Bikin lagi lagi lagi!! Seru bukan romantisnya aja tapi jadi ngebayangin anak Snsd yg rumpi dan rameee kereen!!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s