TIME TO LOVE VER.6

Tittle : Time to Love
Author : Honey Park
Cast : Park Yoochun, Park Hyunjae, Shim Changmin (cameo), and others.
Genre : drama/romantic, Angst(?), character death.
Rating : PG17
Summary : Apakah serendah itu aku dimatamu? Aku hanya menjadi pemuas nafsumu. Apakah aku tak ada artinya dihatimu? Ini bukan kehidupan yang aku inginkan. Tapi, tanpa sadar aku mencintaimu.
Disclaimer : I own nothing except the plot and story. The PLOT and the STORY BELONG to ROYAL ENTERTAINMENT!

Hallooooooooooooooooooooooooooooo…..
TTL 6th Version released….
Ini agak beda sama cerita2 sbelum’nya…..
Oh ya,, ini juga merupakan request dari salah seorang teman….
Hope you all of you enjoy it….

Royal Company presented….

Royal Entertainment Company production…

Time to Love

Park Hyunjae, seorang gadis cantik yang sekarang tengah menangis dipojok sebuah ruangan gelap. Yang entah untuk keberapa kalinya ia disekap diruangan itu. Entah kenapa ia harus selalu disekap disana setiap teman-teman umma Yoochun datang kerumahnya, lebih tepatnya ummanya Yoochun atau ia melakukan kesalahan saat melakukan tugas dari umma Yoochun. Padahal ia berstatus sebagai istri dari seorang Park Yoochun, pengusaha terkaya di Korea bukan tahanan dari Mrs. Park.
Hyunjae mendekap lututnya. Ia takut. Sangat takut. Sebenarnya ia sangat takut gelap. Tapi ia tidak bisa melakukan apapun untuk melawan umma Yoochun. Yang bisa ia lakukan sekarang adalah menangis dan mencoba untuk tetap terjaga. Hyunjae selalu ditemukan tak sadarkan diri jika ia dikurung diruangan itu. Tapi umma Yoochun senang sekali menyekap Hyunjae disana.

Sementara Yoochun bekerja dan tak tahu apa-apa tentang hal ini. Yang ia tahu, saat ia pulang Hyunjae berada dikamar dan tengah tidur lelap. Padahal sebenarnya Hyunjae tak sadarkan diri alias pingsan. Umma Yoochun sangat pintar menutupi semua perbuatannya dari Yoochun dan sepertinya Yoochun memang acuh pada Hyunjae.

Selama ini Yoochun tak pernah memperlakukan Hyunjae secara spesial. Yang Yoochun tahu hanyalah, Hyunjae adalah istri yang ummanya jodohkan bersamanya dan ia melakukan tugasnya sebagai suami yang sebenarnya dipaksa oleh ummanya. Tujuan Mrs. Park menjodohkannya dengan Hyunjae adalah untuk mendapatkan keturunan karena Yoochun tak pernah memenuhi keinginannya untuk menikah dan memiliki keturunan. Meski sampai saat ini Yoochun belum juga membuat Hyunjae hamil.
Waktu sudah menunjuk angka enam saat seorang pelayan masuk kedalam ruangan tempat Hyunjae disekap. Ia menghampiri Hyunjae yang meringkuk memeluk lututnya dipojok ruangan itu. pelayan itu menatap Hyunjae dengan tatapan miris. Ia lalu dibantu beberapa pelayan memindahkan Hyunjae kekamarnya dan membiarkan Hyunjae beristirahat.

Satu jam kemudian Yoochun pulang dan kembali menemukan Hyunjae yang sudah tertidur pulas dikamarnya. Yoochun duduk ditepi tempat tidurnya dan melihat wajah Hyunjae yang terlihat polos. Ia menyingkirkan rambut yang menghalangi kening Hyunjae dan mengecupnya.

“Hyunjae-ah.” Bisik Yoochun lembut.

Hyunjae membuka matanya perlahan dan melihat wajah Yoochun dekat dengan wajahnya. Hyunjae masih belum sadar sepenuhnya dan Yoochun yang tetap pada posisinya menatap mata bening Hyunjae. Mereka bertatapan untuk beberapa saat lalu Yoochun bangkit dan meninggalkan Hyunjae yang masih belum sadar sepenuhnya. Ia masuk kekamar mandi dan membasuh wajahnya.

“Pastikan ia baik-baik saja.” Lanjut Yoochun.
“Pasti tuan.” Lalu pria itu membungkukkan badannya penuh hormat saat Yoochun melewati dirinya.

Yoochun berlalu kekamarnya, menyiapkan peralatan untuk melakukan pekerjaannya besok siang. Ia melihat foto Hyunjae dan dirinya beberapa bulan yang lalu saat mereka menikah. Senyuman Hyunjae terlihat kaku. Sejak dulu Hyunjae memang takut padanya. Tapi Yoochun sangat menyayanginya, apa boleh buat iapun memaksa Hyunjae untuk menikah dengannya meski resikonya besar.
——————–
Seperti biasa Yoochun pergi sebelum Hyunjae bangun. Ia meninggalkan Hyunjae dengan setumpuk pekerjaan rumah. Semua pekerjaan rumah sengaja diserahkan pada Hyunjae dan para pelayan dilarang membantu Hyunjae. Yang tidak pernah dilakukan oleh Hyunjae hanyalah membeli keperluan sehari-hari, karena Yoochun melarang Hyunjae keluar rumah. Jadi jika kebutuhan sehari-hari habis, Hyunjae akan melaporkannya pada Sooman dan Sooman akam menyuruh pelayan atau anak buah Yoochun yang membeli semua keperluan yang dibutuhkan.

Hyunjae membuka matanya perlahan. Ia mengerjap beberapa kali sebelum ia benar-benar bangun. Ia turun dari tempat tidurnya dan mencuci muka. Selalu seperti itu. Setiap ia bangun, ia pasti sudah terbaring diatas tempat tidur dikamarnya.

Dan seperti biasa, ia bermimpi ada yang mencium kening dan bibirnya tapi ia tak bisa membuka matanya. Hyunjae selalu senang merasakan ciuman dimimpinya dibandingkan dengan ciuman yang diberikan Yoochun saat ia bernafsu. Rasanya pahit.
Hyunjae keluar dari kamarnya dan disambut oleh Sooman-ssi. Pelayan kepercayaan Yoochun untuk menjaga Hyunjae. Ia membungkukkan badannya saat Hyunjae keluar dari kamarnya.

“Sooman-ssi, Yoochun sudah pergi?” Tanya Hyunjae.
“Ne. Tuan sudah pergi sejam yang lalu.” Jawab Sooman sopan.

Hyunjae membulatkan bibirnya lalu mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Apa yang harus kukerjakan hari ini?” Tanya Hyunjae lagi.
“Hari ini anda harus menyiram bunga ditaman, membereskan kamar-kamar, dan terakhir mengajak Harang jalan-jalan dihalaman belakang.” Jawab Sooman patuh.

Hyunjae mendesah lalu melangkahkan kakinya ke taman bunga yang ada didepan rumah megah Yoochun. Semua yang dilakukan Hyunjae sudah diatur oleh Yoochun dan Yoochun selalu mencoba agar pekerjaan yang dilakukan Hyunjae tidak terlalu berat setiap hari. Hyunjae selalu merasa aneh pada Yoochun karena sikapnya. Dari apa yang Hyunjae lihat dari kacamata pribadinya. Yoochun bersikap dingin dan diktator hanya pada dirinya. Sementara pada pelayan dan anak buahnya Yoochun bersikap ramah dan selalu tersenyum.

“Sooman-ssi, aku akan membereskan kamar-kamar. Tolong siapkan Harang. Sejam lagi aku akan selesai dan membawa harang jalan-jalan.” Kata Hyunjae riang namun terlihat gurat kelelahan diwajahnya.
“Ne. Harang akan siap saat nona selesai.” Sooman lalu undur diri.

Hyunjae menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu sejam dan setelah beristirahat sejenak Hyunjae segera berjalan ketempat dimana Harang berada. Harang sedang duduk didekat kandangnya. Hyunjae tersenyum dan segera memasang tali dileher Harang. Ia segera membawa Harang jalan-jalan dan bermain. Harang adalah anjing milik Yoochun. Tapi karena ia alergi anjing, maka Hyunjaelah yang merawat dan lebih dekat dengan anjing itu. Taman yang mengelilingi rumah Yoochun sangat luas. Hyunjae bermain-main disana hingga sore hari dan saat ia hendak masuk kerumah. Ia melihat Yoochun sedang bicara dengan seseorang.

Saat Yoochun menoleh, ia melihat Hyunjae berjalan bersama Harang. Yoochun segera menghampiri Hyunjae dan merangkul Hyunjae dalam pelukannya. Hyunjae terperanjat dan sontak melepaskan tali yang ia pegang. Yoochun menyembunyikan wajah Hyunjae didadanya. Hyunjae membeku beberapa detik lalu mencoba untuk memberontak.

“Diamlah. Aku tidak ingin kau terluka.” Bisik Yoochun lirih pada Hyunjae.
“Jadi itu istrimu, Park Yoochun?” Tanya orang itu.
“Bukan urusanmu Youngmin! Sebaiknya kau enyah dari sini!” bentak Yoochun.

Hyunjae meremas kuat kerah jas Yoochun. Ia paling takut mendengar Yoochun berteriak. Yoochun memeluk erat tubuh Hyunjae, ia tahu Hyunjae ketakutan.

“Jangan takut, aku akan melindungimu.”Bisik Yoochun lalu ia menggendong Hyunjae.

Hyunjae menyusupkan wajahnya keleher Yoochun. Hyunjae mencium bau tubuh Yoochun yang maskulin. Tiba-tiba saja Hyunjae merasa otot perutnya menegang dan isi perutnya bergejolak. Hyunjae sedikit terbatuk.

“Uhuk.”

Yoochun mencium puncak kepala Hyunjae saat mendengar Hyunjae terbatuk.

“Urusan kita belum selesai Park Yoochun!” teriak lelaki bernama Youngmin itu.

Yoochun tak menggubrisnya. Ia khawatir karena Hyunjae memeluknya dengan erat. Ia segera membawanya kekamar dan saat ia menurunkan Hyunjae, Hyunjae segera berlari kekamar mandi. Yoochun hanya menatap tingkah Hyunjae heran.

“HOEK… HOEK…”

Yoochun mendengar Hyunjae muntah-muntah dikamar mandi.

“SHIT!” umpat Yoochun lalu keluar dari kamar Hyunjae.

Saat ia bertemu Changmin ia segera menyuruh Changmin.

“Changmin, panggil dokter dan periksa Hyunjae. SEKARANG!” teriaknya.
“Ne, hyung.”

Changmin yang merupakan tangan kanan Yoochun segera melaksanakan perintah Yoochun. Sementara Yoochun terlihat frustasi. Ia menatap foto Hyunjae sedih. Sesuatu yang ia hindari sepertinya terjadi. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya.

“Hyung, Hyunjae noona pingsan. Kau mau memindahkan atau aku saja?” terdengar suara Changmin dari luar. Yoochun membuka pintu dan keluar dari ruangannya.
“Biar aku saja.” Yoochun mendahului Changmin.

Sesampainya dikamar mandi Hyunjae, Yoochun segera mengangkat tubuh Hyunjae. Tak lama kemudian dokter datang dan segera memeriksa Hyunjae.

“Hyunjae-ssi baik-baik saja. Dia hanya kelelahan dan stress. Oh ya, selamat Yoochun-ssi. Hyunjae-ssi sedang mengandung delapan minggu.” Jelas sang dokter setelah selesai memeriksa Hyunjae.

Yoochun tersenyum miris. Ia membelai lembut wajah Hyunjae. Dokter itu segera pergi setelah menyerahkan resep untuk Hyunjae. Ia menatap wajah Hyunjae yang terlihat damai.

“Mianhae, Hyunjae-ah.” Yoochun mengecup kening Hyunjae.
“Apa yang akan kau lakukan hyung?” Tanya Changmin saat Yoochun keluar dari kamar Hyunjae.
“Aku akan membuat Hyunjae sangat benci padaku. Jika ia meminta cerai aku akan memenuhinya. Aku tidak mau Hyunjae dan anakku terluka. Aku akan merelakannya pergi, Changmin-ah.” Tanpa terasa, air mata meluncur turun kepipi Yoochun.
“Bagaimana kalau Hyunjae noona tidak mau?” Tanya Changmin lagi.
“Aku akan memaksanya.” Kata Yoochun lirih.

Changmin manatap Yoochun iba. Jika ia jadi Yoochun, ia bisa gila. Changmin hanya bisa tersenyum miris. Itulah sebabnya kenapa sampai saat ini ia belum kembali pada kekasihnya. Ia tak mau seperti Yoochun.
———————
Hyunjae membuka matanya perlahan. Ia kenal pemandangan ini. Ia duduk diranjangnya dan Sooman membungkuk kearahnya.

“Apa anda baik-baik saja agaessi?” Tanya pada Hyunjae.
“Ne. Apa yang terjadi padaku, Sooman-ssi?” Hyunjae balik bertanya.
“Anda pingsan dikamar mandi.” Hyunjae mengangguk. “Anda harus lebih menjaga kesehatan anda mulai sekarang, karena anda sedang mengandung dua bulan. Tuan muda Yoochun sudah mengubah semua jadwal anda.” Lanjut Sooman.

Hyunjae menatap Sooman. Tubuhnya menegang dan air mata menitik dari sudut matanya. Ia hamil disaat yang tidak tepat. Hyunjae memukul-mukul perutnya dan Sooman memegangi tangan Hyunjae agar Hyunjae berhenti. Hyunjae lalu menangis sesenggukan. Yoochun mendengar tangisan Hyunjae diluar pintu kamar Hyunjae. Ia ikut menitikkan air matanya.

“Hyung…” Changmin menepuk pundak Yoochun.
“Kajja…” Yoochun lalu mendahului Changmin.
———————
#Background song : 사랑아 울지마 – 동방신기#

Hyunjae mengetuk pintu ruang kerja Yoochun. Tak ada jawaban. Hyunjae akhirnya memberanikan diri memanggil Yoochun.

“Yoochun-ah, boleh aku masuk?” Tanya Hyunjae.
“…..” tak ada jawaban.
“Aku masuk.”

Hyunjae masuk dan melihat Yoochun sedang berkutat dengan laptopnya. Hyunjae menelan ludah lalu mendekati Yoochun. Ia
sedikit takut. Perutnya terasa tegang. Ia mengelus perutnya yang sudah mulai terlihat.

“Chunnie, aku… mau pulang kerumah onniku.” Kata Hyunjae takut.
“Keunde.” Jawab Yoochun tanpa mengalihkan pandangannya pada Hyunjae.
“Aku tinggal disana sampai anak kita lahir.” Lanjut Hyunjae.
“Arasso. Aku akan menyiapkan surat cerai. Setelah anakmu lahir, kita akan bercerai.” Kata Yoochun tenang. Sebenarnya hatinya menjerit saat mengucapkan kata itu.

Hyunjae terperanjat. Air mata menggenang dipelupuk matanya. Ia menatap Yoochun. Yoochun tidak berani menatap Hyunjae. Ia tetap terpaku kearah laptopnya.

“Bagaimana dengan anak kita?” Tanya Hyunjae tersendat.
“Itu bukan anakku.” Jawab Yoochun tersendat.

Sakit sekali rasanya mengucapkan kata itu. Yoochun menggigit bibir bawahnya.

“Lalu anak siapa? Aku tidak pernah melakukan hal itu dengan laki-laki lain. Ini anakmu!” teriak Hyunjae.

Yoochun bangkit lalu mendekati Hyunjae dan tak disangka Yoochun menampar pipi Hyunjae hingga Hyunjae sedikit terhuyung.

“AKU BILANG ITU BUKAN ANAKKU!” bentak Yoochun.
“Yoochun-ah… setidaknya akui bayi yang sedang aku kandung ini. Kau boleh membenciku, tapi kumohon jangan benci bayi yang kukandung.” Hyunjae menangis memeluk sebelah kaki Yoochun.
“Lepaskan dan cepat pergi dari sini!” Yoochun mengibaskan Hyunjae.

Hyunjae menatap Yoochun dengan air mata membasahi pipinya. Yoochun memalingkan wajahnya. Sudut matanya sudah tergenang air mata.

“Changmin! Bawa dia keluar! Aku tidak sudi melihatnya lagi!” perintah Yoochun pada Changmin.

‘Yoochun-hyung sudah memulainya.’ Batin Changmin lalu menghampiri Hyunjae yang terduduk dilantai.
Changmin mendekati Hyunjae dan membantunya berdiri. Hyunjae lalu dituntun Changmin menuju kamarnya. Yoochun menatap pintu yang tertutup. Air mata membasahi pipinya.

“Uljima, Hyunjae-ah.” Bisik Yoochun lirih.

Tiga puluh menit kemudian terdengar deru mobil meninggalkan rumah besar Yoochun. Yoochun menatap kepergian mobil itu. Menatap mobil yang membawa istrinya ketempat yang lebih aman.

“Mianhae, Hyunjae-ah. Jongmal mianhae.” Bisik Yoochun.
“Hyung, ayahmu ingin bicara denganmu.” Changmin menghubungi Yoochun lewat microchip.
“Ne.”

Yoochun lalu meninggalkan tempatnya dan mulai mengemudikan mobilnya menuju tempat orang tuanya. Yoochun sedikit tenang karena sekarang ia tidak perlu mengkhawatirkan lagi keadaan Hyunjae.
————————-
Yoochun melakukan semua pekerjaannya dengan baik tanpa harus mengkhawatirkan Hyunjae. Ia bahkan lebih menyibukkan diri dengan pekerjaan sampingannya sebagai penerus ayahnya. Sudah empat bulan sejak Hyunjae pulang kerumah onninya. Kadang-kadang Yoochun mengamati Hyunjae secara sembunyi-semnbunyi dan ia senang karena Hyunjae lebih bahagia berada jauh darinya.

Yoochun tahu semua kegiatan sehari-hari Hyunjae. Mulai dari bermain dengan keponakannya, periksa kedokter kandungan sampai Hyunjae membeli keperluan bulanannya. Kadang Yoochun juga melihat Hyunjae memandang langit malam dari jendela kamarnya.

Hari ini sangat cerah, tapi Hyunjae lebih memilih untuk berada dirumah. Onninya pergi ke Amusement Park bersama suami dan anaknya. Saat Hyunjae sedang menonton TV, ada yang memencet bel rumahnya.
“Loh, siapa yang datang pagi-pagi begini?” Tanya Hyunjae heran pada dirinya sendiri.
Dengan sedikit terseok karena kandungannya yang sudah delapan bulan. Saat Hyunjae membuka pintu….
—————————
Yoochun seperti biasa sedang menganalisis kasus yang dipimpinnya saat ponselnya berdering. Yoochun melihat jam yang menempel didinding. Pukul 11.45, dengan malas Yoochun mengangkat telepon itu. Dilubuk hatinya ia merasa sangat khawatir.

‘Park Yoochun.’ Kata orang disebrang sana.
“Kim Youngmin. Ada apa kau menghubungiku?!” Kata Yoochun geram.
‘Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Setelah sekian lama, akhirnya aku menemukan kelemahanmu.’ Kata orang bernama Youngmin itu.
“Apa maksudmu?” Tanya Yoochun tidak sabar.
‘Aaaaaaaakh…!’ terdengar teriakan disebrang sana.
Yoochun kenal suara itu. “Apa yang kau lakukan padanya?!” teriak Yoochun.
‘Kenapa kau tidak datang kesini dan melihatnya?’ tantang orang itu.
“Dimana dia?!” Tanya Yoochun emosi.
Setelah mendengar perkataan itu Yoochun segera menyambar jas dan mengambil sesuatu dari laci mejanya.
“Changmin, datanglah ketempat XXXX bersama pasukan khusus. Kita selesaikan misi kita dan menyelamatkan Hyunjae.” Yoochun lalu memutuskan hubungannya dengan Changmin sebelum Changmin sempat menjawab.

#Background song : Dangerous Mind – 동방신기#

Yoochun mengemudikan mobil layaknya pembalap dilintasan balap. Ia sampai didepan sebuah gudang barang tak jauh dari pelabuhan. Yoochun membanting pintu mobilnya dan segera masuk ke salah satu gudang yang ada disana.

“Akhirnya kau datang.”

Yoochun menatap tajam orang yang ada didepannya. Ia lalu mengedarkan pandangannya.

“Dimana dia?” Tanya Yoochun tajam.
“Siapa?” Tanya orang itu tersenyum sinis.
“DIMANA ISTRIKU?!” teriak Yoochun.

Orang itu lalu menjentikkan jarinya dan beberapa orang membawa keluar seseorang . Mata Yoochun melebar saat melihat Hyunjae diseret oleh pria-pria berbadan kekar. Sudut bibir Hyunjae mengeluarkan darah dan pipinya lebam membuat Yoochun geram. Hyunjae menatap lemah Yoochun. Tubuhnya terlihat sangat lemah.

“Lepaskan Hyunjae!” bisik Yoochun.
“Tidak semudah itu. Aku harus membunuh apa yang dibawa istrimu.”
Yoochun menatap nanar pria menjijikan dihadapannya. “Kau menginginkanku kan?! Kenapa kau harus melukai HYUNJAE DAN ANAKKU!” teriak Yoochun.

Hyunjae terperanjat. Ia menatap Yoochun. Air mata mengalir semakin deras membasahi pipinya. Bukan karena kesakitan, tapi karena senang mendengar perkataan Yoochun. Akhirnya ia bisa tahu perasaan Yoochun terhadapnya. Tiba-tiba Hyunjae terjatuh. Seseorang memukul punggungnya. Hyunjae sebisa mungkin melindungi anak yang sedang dikandungnya tapi tetap tak bisa menghindarinya dari terbentur lantai.

“Aakh.” Erang Hyunjae pelan. Perutnya terasa sangat sakit dan kemudian tubuhnya kembali terangkat. Yoochun yang melihatnya semakin geram. Ia tak bisa melakukan apa-apa karena tubuhnya ditahan oleh anak buah Youngmin.
“Lepaskan dia. Kumohon.” Yoochun berlutut dihadapan pria itu. kepalanya tertunduk menatap lantai.
“Jangan lukai Hyunjae dan anakku.” Bisik Yoochun.

Lalu terjadi sesuatu yang membuat semua orang menoleh kearah dinding yang berlubang diterobos sebuah mobil. Polisi berdesakan masuk dan Hyunjae merasa genggaman dikedua tangannya terbebas. Ia melihat orang yang membawanya menjauh dari keributan itu. Changmin. Hyunjae mengernyit saat rasa sakit diperutnya semakin parah.

Setelah melihat Changmin membawa Hyunjae keluar dari ruangann itu, Yoochun segera menghajar orang-orang yang menahannya. Kemudian ia menerima sebuah pistol yang diserahkan salah satu anak buahnya. Yoochun menyeringai dan mulai membabi buta membunuh anak buah musuh bebuyutannya, Kim Youngmin. Terakhir Yoochun mengarahkan pistolnya pada Youngmin dan menembakkan peluru yang masih tersisa.

DOR!

Dalam sekali tarikan, peluru yang ditembakkan Yoochun segera melesat dan menembus jantung KimYoungmin. Pria itu ambruk ketanah dan Yoochun meneruskan membekuk anak buah Youngmin.

Sementara itu Changmin menggenggam erat tangan Hyunjae yang mengerang diruangan sebelah. Ia mencoba menenangkan Hyunjae yang mengalami pendarahan. Ia segera menghubungi Yoochun saat Hyunjae terus memanggil nama Yoochun.

“Chunnie… Chunnie… Aaakh…” panggil Hyunjae.
“Hyung, sebaiknya kau serahkan urusan disana pada Yunho-hyung dan Jaejoong-hyung. Cepat kesini.” Lapor Changmin.
Yoochun yang mendengarnya segera menuju ketempat Changmin dan Hyunjae berada. Ia melihat Hyunjae sedang mengerang kesakitan. Terlihat sedikit genangan darah disekitar tubuh Hyunjae. Yoochun segera merengkuh tubuh kecil Hyunjae.
“Hyunjae-ah~” panggil Yoochun.
“Chu…Chunnie…” panggil Hyunjae lemah.
“Bertahanlah, Hyunjae-ah.”

Yoochun segera menggendong Hyunjae dan berlari menuju mobilnya yang terparkir diluar bangunan. Ia segera melesat pergi meninggalkan tempat itu. Dengan erangan lemah Hyunjae yang membuat Yoochun mengemudi seperti orang gila.
Sesampainya dirumah sakit. Yoochun segera membawa Hyunjae keruang UGD dan ia menunggu diluar ruangan itu. Keadaan Yoochun sendiri sebenarnya tidak jauh lebih baik. Beberapa luka mewarnai beberapa bagian tubuhnya, tapi ia tak peduli karena ia sangat mengkhawatirkan Hyunjae dan anaknya. Yoochun mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Ia berdoa agar Hyunjae dan anaknya baik-baik saja.

#Background song : You Only Love – 동방신기#

Sudah sejam Yoochun menunggu didepan ruang UGD. Onni Hyunjae dan keluarganya sudah datang beberapa menit yang lalu. Changmin, Jaejoong, Yunho, Sooman, dan orang tua Yoochun juga ada disana. Onni Hyunjae menangis khawatir. Sementara Yoochun, tatapannya terlihat kosong. Ia tidak mengatakan sepatah katapun sejak menginjakkan kakinya di rumah sakit.
Dua jam kemudian terdengar suara tangisan bayi yang melengking. Yoochun mengangkat kepalanya. Dokter keluar dari ruangan UGD.

“Park Yoochun-ssi.” Panggil sang dokter.
“Ne.”

Yoochun menghampiri sang dokter.

“Bayinya selamat, tapi mianhae…” dokter berhenti sebentar. “Hyunjae-ssi mengalami pendarahan berat, kami tidak bisa menyelamatkannya.” Lanjut sang dokter.

#Background song : TAXI – Tohoshinki#

Air mata Yoochun jatuh kelantai. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Mrs. Park memeluk tubuh kaku Yoochun dan menangis sejadi-jadi. Begitu pula dengan onninya Hyunjae. Changmin dan yang lain hanya menundukkan kepalanya.
————————
#Background song : Insa – 동방신기#

Suasana pemakaman Hyunjae terlihat kelam. Yoochun menyimpan seikat bunga mawar putih. Ia menyembunyikan wajahnya dibalik kaca mata hitamnya. Ia menatap tanah yang masih basah itu dan mengusap pusara yang menghiasinya.

“Hyunjae, saranghae…” bisik Yoochun. “Mianhae…” lanjutnya.

Angin lembut menerpa wajah Yoochun.

“Na do…” terdengar bisikan lembut ditelinga Yoochun.

Yoochun dan yang lain meninggalkan pemakaman. Yoochun menatap pemakaman itu untuk terakhir kalinya. Yoochun segera
kembali ke rumah sakit untuk menjemput bayinya. Setelah itu ia akan membawa anaknya pindah ke Amerika. Yoochun akan memulai sebuah hidup baru bersama anaknya disana.
————————–
“Daddy, mommy, ayo cepat.” Seorang anak laki-laki berumur lima tahun berlari mendahului seorang pria.
“Michael Park, sabar sedikit.” Pria itu menyusul anaknya dan mengacak rambut anak semata wayangnya itu.
“Aku ingin segera bertemu umma.” Katanya riang.

Pria itu Park Yoochun. Dia bersama putranya Michael Park atau Park Yoohyun dan istri barunya Jasmine mengunjungi makan Hyunjae. Sudah enam tahun sejak ia meninggalkan tempat itu, tak ada yang berubah. Yoochun menyimpan seikat bunga mawar putih persis seperti yang ia lakukan enam tahun yang lalu. Begitu juga dengan Yoohyun.

“Umma, akhirnya aku bisa bertemu umma. Meskipun tidak bisa melihat wajah umma. Tapi daddy bilang wajah umma sangat mirip dengan mommy dan sepertinya memang begitu. Karena saat Mich melihat foto umma, umma sangat mirip dengan mommy. Mich sayang umma.” Celoteh Yoohyun.

Yoochun tersenyum mendengar perkataan Yoohyun. Yoohyun lebihsering dipanggil Mich di Amerika sehingga ia selalu memakai nama itu. Wajahnya mirip Yoochun, hanya saja mata dan bibirnya lebih mirip Hyunjae. Yoochun mengacak pelan rambut anaknya dan memeluk Jasmine. Yoochun bertemu dengan Jasmine yang juga berasal dari Korea. Jasmine tidak pernah keberatan jika selalu dibandingkan dengan Hyunjae. Ia senang hanya dengan hidup bersama Yoochun dan Yoohyun.

“Hyunjae-ah, mianhae aku baru datang. Semoga kau bahagia disana karena aku bahagia disini bersama Yoohyun dan Jasmine.” Kata Yoochun parau. Jasmine mengusap punggung Yoochun.
“Daddy, ayo kita kerumah grandpa dan grandma.” Rengek Yoosu.
“Okay, do you think we have to buy something?” Tanya Yoochun menyelidik.
“Of course.” Jawab Yoosu bersemangat.
“Then, let’s go.”

Yoochun dan Jasmine mengikuti Yoohyun yang berlari. Mereka tersenyum melihat Yoohyun yang terlihat sangat senang karena bisa mengunjungi makam ummanya. Hari-hari Yoochun berubah semenjak ada Yoohyun dan Jasmine yang membantunya keluar dari masa lalunya yang kelam.

“Saranghae, Hyunjae-ah.”

~FIN~

Gimana….?? Geje ya…..??
Ga seru ya….??
Mirip kaya TTL 4 ya…??
Iyalah,, author Cuma edit beberapa bagian dan ganti castnya….
HaL ini tidak dilarang selama yang melakukannya saya,, karena saya yang punya plotnya…*plak*
Ok,, hanya untuk memberitahukan reader…
Disini Uchun bukan mafia,, Uchun itu detektif…
Trus yg pas Youngmin kerumah Uchun itu,, polisi gada urusan ma Youngmin soalnya blum ketauan kedoknya Youngmin….
Begitu…. Hehe….
OKEH!! Silakan keluarkan semua protes dan kritik anda dibawah ini….

14 thoughts on “TIME TO LOVE VER.6

  1. Dasor ibu mertua yg kejem!! ~_~
    Kesian amay seperasa babu, mn sommay ahjussi jd turun pangkat lg jd pembantu ckckck *-* cucian! Sbr eaahh..

    Klo kissing chunpa pait ksih ajj gula jd manis :)
    Dasar chunpa aneh yah ~(‘0’~)
    Kta’a alergi tp pny doggy! SOk aya2 wae attuh..

    Awal’a aq ga ngerti loh crita’a, koq tba2 hamil & koq tba2 chunpa mw ninggalin hyunjae..
    Chunpa JAHAT!

    LANJUUTT!!

  2. Suka sama alurnya,tapi agak nyesek juga di endingnya,soalnya hyunjae nya mati :( hiksss

    Oiya,time to love byk versi nya ya ?
    Jadi pengen baca juga deh
    \(^▿^)/

  3. hueee…mewek sedihbbaget kisahnya…
    esti dibaca berulang ulang tetep mewek..pasti yoonho eyesal y g bisa engutarakan perasaanya sejak dulu…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s