Inside My Heart [part 5/END]

Author: Ewi

Main Cast: Lee ewi, Kim Heechul, Cho Kyuhyun

Support Cast: Lee Sungmin, Sulli, Sohee. Han Syeolli, Choi Febby

Rating: All Age

Genre: romance, drama

Ah akhirnya nyampe juga part 5. maaf yang udah nunggu lama ya. Dimohon commentnya hehe and no bash, thank you.

DISCLAIM    : ini semua bener-bener pengalamanku sendiri, no plagiarism at all. I am doing it by my self.

***

Entah disengaja atau tidak, aku diminta untuk membantu menjadi salah satu panitia graduationnya Heechul oppa. Apa mereka tidak mengerti, ditinggal Heechul oppa saja aku sudah sangat sedih apalagi harus mengurus graduation namjachinguku.

Pagi ini aku harus berangkat ke sekolah sendiri, Sungmin oppa sedang di Jepang dan Heechul oppa sedang sibuk mengurus persiapan kuliahnya. Sesampainnya di sekolah, di atas mejaku terdapat sesuatu, apa ini? Siapa yang melakukan ini?

***

Ewi’s POV

“AAaaaaaaaaa, igo mwoeyo?!” teriakku kaget, apa ini? Kenapa ada fotoku yang seperti habis di tusuk-tusuk di atas mejaku? Siapa yang tega yang melakukan ini? Apa jangan-jangan mereka lagi?

Tiba-tiba ada yang datang dan berdiri mengelilingi mejaku tempatku duduk sekarang. Mau apa lagi mereka? Apa masih tidak cukup yang kemarin mereka lakukan?

“Kau!! Sudah kubilang jangan berhubungan lagi dengan Heechul oppa. Jika tidak ingin menjadi seperti yang difoto itu, berhentilah mendekatinya” ucap Sohee lantang kepadaku.

“Apa salahku? Apanya yang salah kalau aku dekat dengan namjachinguku sendiri?!”balasku menahan tangis.

Aku sudah tidak tahan lagi. Mereka terlalu berlebihan hanya karena masalah seperti ini. Kenapa mereka harus mengganggu di pagi seperti ini sih? Disaat tidak ada orang yang bisa kumintai tolong.

“Salahmu?! Apa masih kurang jelas hah?! Salahmu karena kau merebut namjaku, yeoja murahan. Tidaka ada namja lain apa yang bisa kau ambil selain Heechul yang sudah jelas dia adalah milikku!” teriaknya lagi dan mendorong tubuhku hingga jatuh tersungkur.

Sudah, sudah, sudah aku benar-benar tidak tahan. Aku menangis sejadi-jadinya. “Kenapa kalian tega sekali? Heechul oppa kan sudah bilang dia tidak menyukaimu, apa susahnya sih menerima kenyataan itu?”tanyaku dengan isak tangis yang tidak bisa kutahan lagi.

Sohee terlihat tidak senang melihat diriku menangis, ia tiba-tiba terlihat  mengayunkan tangannya ingin menamparku. Lalu ada tangan yang menahan tangannya Sohee, seperti tangan seorang namja yang menahannya.

“Cukup” teriak namja itu pada Sohee, aku masih belum melihat wajahnya jelas karena aku masih berusaha untuk menghentikan tangisanku dengan menangkupkan kedua tanganku menutupi wajahku.

“Kalian sudah benar-benar kelewatan. Kalau kalian masih mengganggunya aku tidak segan untuk ikut turun tangan menghadapimu” ucap namja itu tegas terhadap mereka. Lalu para yeoja itupun pergi.

“Ewi-a, sudah ya ada aku di sini”ucapnya padaku.

“Kyuhyun-a? Hiks… hiks” akupun langsung memeluknya, meluapkan semua perasaanku.

=========

Kyuhyun’s POV

Yeojaku, ia menangis lagi “Ewi-a, sudah ya ada aku di sini”ucapku lembut  padanya.

“Kyuhyun-a? Hiks… hiks” ia pun langsung memelukku, mungkin ia hanya butuh tempat untuk meluapkan perasaannya sekarang. Ewi-a aku selalu siap untuk menjadi orang yang kau butuhkan. Aku akan selalu menjadi orang pertama yang ada untukmu.

“Sudah ya, mereka sudah pergi kok. Kan ada aku sekarang, gwenchanha”ucapku menenangkannya sambil mengelus lembut kepalanya.

Mungkin memang selalu semua momen indahku bersama ewi terganggu oleh kehadiran dia, tiba-tiba saja si Heechul itu datang “Mwoha neun goya?”tanya Heechul padaku.

Aku benar-benar tidak tahan, apa yang dia lakukan sebenarnya sebagai namja chingunya ewi? Sepertinya tidak ada, yeojachingunya seperti ini saja ia masih tidah peka apa yang terjadi.

“Ewi-a neo gwenchanha?” ucapnya lalu merebut ewi dari pelukanku, membawanya pergi  entah kemana.

==========

Heechul’s POV

Ia menangis di pelukan Kyuhyun, kenapa bisa ia dipeluk Kyuhyun? Aku segera merebutnya dari pelukkan Kyuhyun dan membawa ewi ke ruang kesehatan.

“Mwoeyo Ewi-a?” tanyaku penasaran sambil membuatkannya minuman hangat.

“Anio oppa, keugo ehm Sohee ssi, ia menggangguku lagi tadi pagi dengan menaruh ini di atas mejaku” jawabnya sambil menyerahkan fotonya yang seperti sudah di tusuk-tusuk oleh pisau. Apalagi maunya yeoja psycho itu?

“Bisa oppa ceritakan apa yang terjadi antara kalian? Kenapa ia sangat menginginkanmu seperti itu?” tanyanya padaku.

“Ewi-a mian, Sohee sebenarnya adalah dongsaengku, kami beda ibu dan satu ayah. Dari kecil ia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan dari abeoji, sampai suatu saat ia bilang, ia menyukaiku. Tapi karena ia dongsaengku aku tidak bisa dan memang tidak ada perasaan padanya sama sekali. Sepertinya kebiasaan ia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan membuatnya tidak bisa menerima jawabanku” jelasku padanya.

Mendengar penjelasanku, ewi hanya terdiam saja menerawang kedepan dengan tatapan kosong. Apa aku sudahi saja hubungan ini? Aku yang terlalu menyayangi tidak tahan harus melihatnya seperti ini terus.

“Kalau begitu, apapun yang terjadi oppa jangan tinggalkan aku ya. Aku siap kok menghadapi ini asal ada oppa”terangnya tiba-tiba.

Baru aku ingin menawarkan untuk menyudahi hubungan ini jika ia tidak sanggup, tapi ternyata ia sangat siap menghadapi ini semua. Aku menghampirinya dan memeluknya erat, ia membalas pelukkanku.

“Saranghae jagi” ucapku sambil mempererat pelukanku.

“Ne oppa, na do” jawabnya.

Aku mencium bibirnya lembut, Ewi-a mungkin ini akan jadi yang terakhir kalinya aku memelukmu, menciummu, merasakan dirimu sebagai milikku seutuhnya. Mianhae, aku tidak tahan jika harus melihat orang yang aku sayang harus berkorban lebih dari yang aku lakukan. Kau berkorban terlalu besar untukku Ewi-a, tapi aku? Aku seperti tidak berguna untukmu.

“Nanti kau pulang sendiri bisakan? Aku harus melengkapi beberapa data untuk kepindahanku” ucapku padanya, mian Ewi-a.

“Ne oppa, gwenchanha. Oppa nanti belajar yang benar ya di sana. Oppa nanti kerumah?” jawabnya.

“Iya, nanti aku ke rumahmu kok” jawabku terpaksa, aku mencium keningnya lembut.

“yasudah, aku kembali ke kelas ya oppa. Takut Febby, Syeolli, sama Sulli khawatir. Annyeong” ucapnya lalu membuka pintu ruang kesehatan untuk keluar.

Andwae, jangan pergi dulu. Aku langsung memeluknya dari belakang, memeluknya erat seakan inilah hari terakhirku melihatnya. Setelah ini aku takut aku tidak bisa bersikap seperti ini lagi terhadapmu.

“Waeyo oppa?”tanyanya bingung. Aku tahu ia pasti sangat tidak mengerti dengan sikapku ini, mian aku tidak bisa menjelaskan ini.

“Ani, perginya nanti saja. Aku masih ingin bersamamu sekarang” jawabku masih terus memeluknya.

“I won’t go anywhere” jawabnya menenangkanku, untuk saat ini.

===========

Ewi’s POV

“Waeyo oppa?”tanyaku bingung. Kenapa Heechul oppa jadi aneh seperti ini? Akukan hanya ingin kembali ke kelas.

“Ani, perginya nanti saja. Aku masih ingin bersamamu sekarang” jawabnya masih terus memelukku lebih erat.

“I won’t go anywhere” jawabku, aneh? Heechul oppa aneh, tidak biasanya ia bersikap manja seperti ini. Tidak apa-apalah, sekali-kali ia yang manja padaku bukan aku lagi.

Aku memegang tangannya erat yang sedang memelukku dari belakang, merasakan kehangatan dari tangannya. Sebentar lagi aku akan sangat merindukan kehangatan ini, sebentar lagi oppa akan pergi jauh ke Jerman. Apa oppa akan merasakan hal yang sama denganku? Apa ia akan ingat padaku?

“Oppa, saat oppa di Jerman nanti apa oppa akan selalu mengingatku? Apa oppa akan merindukanku?” tanyaku terus terang.

“Tentu saja aku akan sangat merindukanmu, sangat sangat sangat merindukanmu meskipun setiap hari menghubungimu dan memikirkanmu aku pasti tetap merindukanmu” jawabnya lalu mencium kepalaku dari belakang. Jawabannya sangat melegakan mengetahui ia merasakan hal yang sama denganku.

“Oppa…”

“Wae?”tanyanya.

“Masih ingin terus memelukku seperti ini?” tanyaku balik.

Ia melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuhku menghadapnya, menatapku lekat. Aigo apa ia akan menciumku lagi? Aku menutup mataku.

“Kenapa menutup mata? Kembalilah ke kelas, sebentar lagi bel” ucapnya, aish wajahnya dekat sekali, kupikir dia mau menciumku lagi.

“Annyeong oppa, nanti jangan lupa ya ke rumah, kutunggu ^_^”jawabku lalu pergi meninggalkannya.

“Aaaa!! Aish jinjja Kyu, kenapa kau berdiri di sini? Mengagetkanku saja” Kyuhyun ada di depan pintu ruang kesehatan, membuatku terkejut saat keluar dari ruan kesehatan.

“Lama sekali di dalam, aku menunggumu tau”jawabnya datar.

“Ada apa? tumben sekali kelas kita padahal beda arah.

“Kan aku sudah bilang sekarang ada aku jadi tidak perlu khawatir”jelasnya. Oh iya tadi dia bilang gwenchanha karena sekarang ada dia. Jangan bilang maksudnya sekarang ada dia, dia ingin menjadi bodyguardku kemana-mana?

“Kajja” ajaknya sambil menggenggam tanganku.

Di depan kelas

“Gomawo Kyu sudah merepotkanmu” ucapku saat sudah di depan pintu kelasku.

Ia langsung melepas genggamannya dan pergi, aku menarik tangannya lagi.

“Kyu, jaga dirimu ya. Jangan buat dirimu terluka karena aku” aku langsung masuk ke kelas, terlihat ia masih diam di tempat setelah aku mengatakan itu. Mungkin ia bingung apa maksudku. Aku hanya sudah menganggapmu seperti pengganti Sungmin oppa sekarang. Jadi jangan lukai dirimu karena melindungiku, itu membuatku jadi lebih sakit Kyu.

Bel pulang sekolah

          “Ahh akhirnya pulang juga”ucapku senang.

“Febby-a, sudah ditunggu namjamu tuh” ucap Syeolli kepada Febby, sontak aku melihat ke arah pintu kelas. Siwon? Kyuhyun? Yang mana namjanya?

“Siapa namjamu Febby-a? Kyuhyun?”tanyaku pada Febby, ia hanya senyum malu sambil membereskan bukunya.

“Ewi-a neo babonikka?” ucap Syeolli padaku.

“Waeyo?”tanyaku

“Namjanya ya Siwonlah, masa Kyuhyun sih” jawab Syeolli tidak sabar.

“Aa~ mian, akukan tidak tahu. Lalu kenapa ada Kyu?”tanyaku berbalik

“Kalian mau ikut pulang bareng gak?”tanya Febby yang sudah bersama Siwon ssi. Dan mereka seperti pasangan kecil saja, bergandengan tangan tapi malu untuk meihat satu sama lain, lucu sekali.

“Febby-a jamkanman, aku ikut” ucap Syeolli pada mereka. Febby dan Siwon, Kyuhyun dan Syeolli. Ah sebaiknya aku pulang sendiri saja, tidak enak mengganggu pasangan-pasangan itu.

“Ewi-a, mau pulang tidak?”tanya Syeolli lagi.

“Aa~~ je ga? Aku pulang sendiri aja, ada yang masih perlu kukerjakan” jawabku.

“Kalau gitu aku saja yang menemaninya” pinta Kyuhyun kepada mereka. Terlihat sekali Syeolli cemberut mendengar Kyuhyun bicara seperti itu. Apa Syeolli suka pada Kyu? Ah si Kyu ini tidak peka sekali sih sama perasaan yeoja.

“Gwenchanha, Kyu kau bersama mereka saja. Aku tidak apa-apa kok, lagipula aku masih cukup lama di sekolah. Ada rapat graduation” terangku secara halus, tapi sepertinya ia tidak sadar apa maksudku.

“Kalau begitu kami pergi ya, kataoke” ucap Siwon lalu menarik Febby pergi disusul Syeolli.

Tinggal aku dan Kyuhyun di dalam kelas, awkward!!! Kami diam saja, aku masih tetap melanjutkan menyalin catatan yang kupinjam dari Febby tapi Kyuhyun seperti menatapku. Apa ada yang salah dengan wajahku? Apa rambutku? Aku pun merapikan rambut dan meraba wajahku jika ada yang salah. Kyuhyun memegang tanganku yang sibuk menata rambut.

“Sudah manis Ewi-a, jangan diberantakin lagi” jawabnya datar sambil melihat ke mataku dalam.

DEG DEG DEG*

“Jeee…Je ga…harus pergi rapat dulu. Aku duluan ya” aku langsung pergi meninggalkannya.

Ia menarik tanganku lembut, “Aku tunggu di pintu gerbang ya.

Tanpa menjawab aku langsung pergi meninggalkannya, aduh kenapa aku tidak tenang begini.

Selesai rapat, di pintu gerbang

Ada Kyuhyun, ternyata ia benar menungguku. Ehm sepertinya aku masih ada minum, mungkin dia kehausan menungguku.

“Igo, gomawo sudah menungguku. Minumlah, sepertinya kau kehausan”ucapku lalu jalan duluan meninggalkannya.

“Kau mau kemana? Aku kan sudah menunggumu. Kenapa meninggalkanku?”

Aku diam saja, terus berjalan, ia mengejarku dan sekarang sudah sejajar denganku. Tiba-tiba ia menggandeng tanganku.

“Kyu, tidak perlu menggandengku. Aku bukan anak kecil” ucapku pura-pura marah, ingin menolaknya secara halus.

“Kau harus terbiasa dengan sikapku Ewi-a” jawab Kyu.

“Yogi kaji Kyu, gomawo sudah mengantarku. Mau mampir? Ini sudah malam,, mungkin kau ingin mampir dulu untuk makan malam?” tawarku sebagai ucapan terikma kasih.

“Baiklah” lalu aku mengajaknya masuk.

“Anggaplah rumah sendiri, kalau kau haus ambil saja langsung minumnya” terangku lalu aku masuk ke kamar mengganti baju dan meraih handphoneku, menghubungi Heechul oppa tentu saja. Tidak diangkat? Kemana oppa? Ia tidak jadi ke sini? Apa ia sudah ke sini saat aku tidak ada? Ah tidak mungkin, akukan sudah bilang akan pulang malam dan menghubunginya saat aku sudah sampai. Apa oppa tidak apa-apa ya? Aku keluar kamar dengan cemberut.

“Kyu, mau makan apa? aku buatkan kari saja ya, yang mudah” tanyaku lemas menuju dapur.

“Apa saja, semuanya pasti enak” jawabnya yang sedang duduk menonton TV di sofa. Aku menaruh hot chocolate di meja ruang TV untuknya.

“Ini minumlah, biar tidak terlalu dingin” akupun melanjutkan memasak.

“Dinner is ready!!” ucapku cukup kencang.

“Aa~~ kamsahamnida, selamat makan” ucapnya seperti anak kecil yang baru dapat permen.

“Makan yang banyak ya uri Kyu”eh apa yang kukatakan? Uri kyu? Apa maksudnya? Aduh Ewi, mulutmu sedang kenapa sih?

“Kau tidak makan?” tanya padaku yang daritadi hanya melihatnya makan masaknku.

“Ani, gwenchanha aku tidak lapar. Makanlah yang banyak, kau kurus sekali” jawabku yang masih setengah melamun.

“Kau kenapa sih? Ini makanlah, kau juga harus makan yang banyak” ia menyuapiku tiba-tiba dengan paksa.

“Heechul oppa, kenapa belum datang ya?”  tanyaku melamun.

“Kyu kalau sudah selesai letakkan di wastafel saja. Biar kucuci besok, aku pusing sekali, mau tidur. Nanti kalau kau pulang jangan lupa tutup pintunya rapat. Pintunya otomatis terkunci kok” lalu aku meninggalkannya ke kamar.

==========

Kyuhyun’s POV

“Heechul oppa, kenapa belum datang ya?”  tanyanya tiba-tiba.

“Kyu kalau sudah selesai letakkan di wastafel saja. Biar kucuci besok, aku pusing sekali, mau tidur. Nanti kalau kau pulang jangan lupa tutup pintunya rapat. Pintunya otomatis terkunci kok” ucapnya lagi dan meninggalkanku ke kamar.

Kenapa lagi dia? Aneh. Meninggalkanku sendirian lagi, untung aku temannya kalau bukan mungkin dia tidak akan selamat membiarkan orang asing dirumahnya melakukan apa saja. Apa aku tinggal saja?

“Yoboseyo, eomma aku hari ini tinggal dirumah teman. Besok aku pulang, iya-iya arasseo. Ne annyeong”ucapku pada eomma.

Aku tidur di sofa ruang TV, benar-benar tidak sanggup jika harus meninggalkannya dengan perasaannya yang sedang seperti itu. Aneh sekali ia ngelantur lalu ingin tidur.

Pagi harinya,

Tiba-tiba bel berbunyi, aku melihat di intercom tidak terlihat siapa-siapa, tapi seperti ada bingkisan kecil di depan pintu, akupun mengambil bingkisan itu dan membawakannya ke kamar Ewi.

Ia masih tidur, walaupun ini hari Minggu tapi sebagai seorang yeoja jam segini harusnya ia sudah bangun. Wajahnya lucu sekali saat tidur, menggodaku untuk menciumnya. Aku mencium bibirnya pelan, ah apa sih yang aku lakukan? Mungkin aku bisa menciummu Ewi-a, tapi tidak memilikimu. Tiba-tiba ia menggeliat dari tidurnya.

“Hoooam” dia menguap kencang sekali, cara ia menguap juga lucu. Ia menggulung tubuhnya dengan selimut baru menguap, dan melepaskan dirinya dari selimut itu setelah menguap. Aku merapikan rambutnya yang menutupi wajah manisnya itu. Sepertinya ia sadar dengan kehadiranku, ia memegang tanganku yang merapikan rambutnya.

“Nugu ya?” tanyanya masih setengah tidak sadar.

“Kyuhyun” jawabku datar.

“Oh Kyu” lalu ia kembali tidur lagi.

“Hah?! Kyu?! Sedang apa kau di sini? Bukannya kau sudah pulang kemarin?” jawabnya yang langsung terbangun kaget.

“Ya! Baboya!”sambil merapikan rambutnya yang menutupi wajahnya. “Bagaimana aku bisa pergi kalau ekspresimu seperti tadi malam” sambungku.

“Ini apa?” ia sepertinya menyadari apa yang kubawa.

“Ini tadi ada di depan pintu” aku memberikan bingkisan itu padanya.

“Heechul oppa!”ucapnya senang

“Aa~~ ada suratnya” ucapnya senang lalu membaca surat itu. Setelah selesai membaca itu, ekspresi wajahnya langsung berubah.

“Waeyo? Apa yang dia bilang?” tanyaku penasaran.

“Dia mengajakku ketemuan jam 12 ini, di atap sekolah. Inikan hari Minggu, memang tidak ada tempat lain ya?” ucapnya masih bingung. Sepertinya ia belum 100% sadar.

“Ya! Cepatlah bersiap-siap, ini sudah jam 11.30” ucapku padanya lalu meninggalkannya.

==================

Ewi’s POV

“Ne ahjussi, algesumnida” jawabku kepadanya.

Kyu aneh, tadi seperti semangat sekali, tiba-tiba jadi seperti orang yang kehilangan jiwanya saja. Aku segera bersiap, memakai baju yang paling bagus menurutku dengan memakai warna kesukaannya, pink.

“Kyu kataoke, aku titip rumah. Tidak akan lama kok” ucapku lalu pergi meninggalkan apartemenku itu.

Sesampainya di sekolah, aku segera ke atap sekolah, Heechul oppa sudah menunggu di sana. Ia terlihat gagah dengan memakai kemeja lengan putih dipadu celana jeans dan jas semi formal.

“Oppa” panggilku padanya senang, ia terlihat dingin.

“Ewi-a, aku mau kita sudahi saja hubungan ini” ucapnya dingin tanpa memandangku. Sontak aku diam, terlalu kaget, ada apa ini? Rasanya kemarin kita tidak ada masalah apa-apa.

“Waeyo oppa? Ada yang salah dengan hubungan ini?” tanyaku hati-hati, tidak mau ia semakin kesal. Aku tidak suka nada bicaranya padaku, ini pertama kalinya ia berbicara padaku dengan nada bicara yang seperti ini.

“Aku hanya merasa tidak ada perasaan lagi denganmu, aku ingin ini disudahi saja” ucapnya ketus dan meninggalkanku yang sedang menahan tangis. Kenapa semua jadi meninggalkanku? Sungmin oppa pergi membantu appa! Tapi Heechul oppa pergi hanya karena sudah tidak menyayangiku lagi!

Waeyo? Aku salah apa? aku hanya ingin bahagia saja. Mungkin aku sebaiknya pergi saja, di rumah kosong. Saat aku berbalik, aku menabrak orang lagi. Kenapa di saat aku sedang kusut seperti ini aku harus menabrak orang lain.

“Jweisonghamnida”ucapku menundukkan badan lalu pergi meninggalkan orang itu. Tiba-tiba orang itu menarik tanganku dan memelukku.

“Menangislah kalau kau mau memang menangis, jangan ditahan tidak baik” ucapnya datar lalu merengkuhkan kepalaku di dadanya. Ternyata Kyu,

“Kyu~~” ucapku lesu lalu menangis lagi, hanya Kyu yang mengertiku untuk saat ini. Di saat kupikir ada dua orang yang bisa menemaniku untuk saat ini ternyata aku salah. Heechul oppa tidak benar-benar tulus, seharusnya aku menyadarinya dari awal.

“Menangisnya sudah ya, kau harus makan. Kupikir kau sedang apa sampai malam sekali belum pulang. Ternyata sedang menangis di sini” ucapnya sambil tertawa kecil, sepertinya ia menghinaku.

“Kau ada apa lagi, kalau tidak menangis pasti sedang melamun” tanya lembut padaku sambil mengelus pelan kepalaku lalu menaruh kepalaku di bahunya sambil terus berjalan.

Aku merasa seperti pacaran dengan Kyu, bukan dengan Heechul oppa. Aish mengingat namanya membuatku mengingat kejadian tadi siang. Mian Kyu, aku masih belum bisa menceritakannya padamu.

Kami sampai di rumah, aku masih belum bisa berpikir jernih. Masih tidak terpikir olehku, Heechul oppa yang dulu sangat ramah sekarang jadi tega seperti ini. Kata-katanya tidak seperti dirinya yang sebenernya, aeperti ada yang ditutupi. Kyuhyun pergi ke dapur, terdengar bunyi berisik lalu ia kembali menghampiriku yang sedang terduduk di sofa ruang TV.

“Ini makan, tadi aku beli kimbap. Aku tahu kamu suka kimbap” ucapnya sambil menyuapiku kimbap. Entah kenapa aku membayangkan bahwa Kyuhyun itu Heechul oppa. Ah lupakan Ewi, Heechul oppa sudah mencampakkanmu.

One week

Two weeks

Three weeks

Aku melewati hari-hari tanpa Heechul oppa, ditemani Kyuhyun yang selalu disampingku. Entah kenapa aku merasa nyaman dengannya, ia mau mendengarkan semua keluh kesahku, entah itu mengenai perubahan sikap Heechul oppa kepadaku sekarang ataupun rasa rinduku terhadap Sungmin oppa.

“Ewi-a bagaimana hubunganmu dengan Kyuhyun?” tanya Syeolli padaku, selalu saja pertanyaan itu. Sudah kubilang tidak ada hubungan yang khusus antara aku dan Kyu kami…

“Kami hanya berteman saja” jawabku malas, sambil menghabiskan bekal makananku. Tiba-tiba ada yang menghampiriku dari belakang, memegang bahuku dan mencium kepalaku.

“Kau masih makan?” tanyanya padaku.

“Ehm…”jawabku sambil menganggukkan kepala karena masih penuh makanan dalam mulutku.

“Aigo aigo, pasangan suami istri ini berulah lagi” ujar Siwon yang sedang duduk satu bangku dengan Febby.

“Aniyo” ucapku dan Kyuhyun berbarengan.

“Aish lihat wajah mereka, merah seperti itu masih bisa menyangkal” timpal Febby dengan semangat mendukung namjachingunya itu.

Semenjak kejadian waktu itu aku dan Kyuhyun jadi semakin akrab. Ia pasti selalu ada untukku, banyak orang yang menganggap aku dan Kyu berpacaran tapi kita hanya berteman kok.

Persiapanku sebagai panitia Graduation juga sudah selesai, besok hari-H nya. Ahh jadi membuatku mengingat Heechul oppa saja.

“Ewi-a, ayo pulang”ajak Kyu padaku.

Di jalan kami hanya diam saja, aku bingung dengan hubunganku ini. Aku takut dibilang egois, dekat dengan Kyu tapi hanya berteman, tapi aku juga nggak mau dia dekat dengan yeoja lain.

“Kamu kenapa?” tanya Kyu lalu merangkulku.

Jantungku terasa tidak tenang, perasaan apa ini? Berada di pelukan Kyu membuatku nyaman, aku menyandarkan kepalaku di dadanya yang nyaman.

“Kyu, aku tahu aku egois. Gara-gara aku kamu jadi nggak bebas dekat dengan yeoja lain. Siswa lain mengira kita pacaran, mungkin ini saatnya aku ngelepas kamu. Aku nggak bisakan selamanya egois” ucapku menahan tangis ini, entah kenapa aku sedih untuk mengungkapkannya. Takut Kyu tidak akan ada lagi untukku, aku sudah merasa seperti ketergantungan olehnya.

“Aku senang kok”jawabnya singkat.

“Heh?”

“Saranghae Ewi-a, would you be mine?”

Kyuhyun’s POV

Dia diam saja, mungkin memang belum saatnya bagiku menggantikan tempat Heechul hyung. Melihat reaksinya, aku melepaskan rangkulanku.

“Aku duluan ya, maaf tidak bisa mengantar”

“Jamkamman”ia memelukku dengan erat.

“Saranghae, maaf bikin kamu kayak gini” aku menghadapkan tubuhku agar berhadapan dengannya, mencium bibirnya lembut.

“Jangan ninggalin aku, jangan pernah” pintanya.

“Ne sajangnim, ayo masuk sana” ucapku sambil mendorongnya ke arah pintu rumahnya.

“Kamu mau mampir?”

“Mungkin sebentar, hehe”

Kami menonton DVD bersama, aku memaksanya menonton drama kesukaanku. Ia tertidur di pangkuanku, Ewi-a aku nggak akan pernah ninggalin kamu. Aku memeluk tubuhnya erat.

THE END

Ahhh kayaknya endingnya gagal…aku nggak jago bikin ending nih, ditunggu commentnya ya readers. Kalo jelek ya bilang aja, jeongmal gomawo readers.

2 thoughts on “Inside My Heart [part 5/END]

  1. Annyeong
    ahh akhirnya si Ewi sama Kyu >.<
    trus nasib si Heecul gimana ya?
    tuh si Sungmin juga ngax ada kabarnya
    hehehe

    mian klo bnyk nanya

    gomawo ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s