Hyukkie’s Back! [part 1]

Author: myuniqueface

Main cast: Eunhyuk, Park Ha Rin (imaginary cast)

Support cast: Sungmin, Kyuhyun

Rating: 13

Genre: Romance, Humor

Ps: Happy reading J

<><><><><><><><><><><><>

“Hei, aku sudah di Seoul. Aku merindukanmu :*”

Isi pesan elektronik itu singkat tapi mampu membuat jantungku berdebar makin kencang. Sial, bahkan kini aku tak mampu untuk melanjutkan kembali pekerjaanku di kantor. Baiklah, kubiarkan emosi mengambil alih rasioku saat ini.

“Tenang, Ha Rin. Ini hanya sebentar.” seruku dalam hati.

Kulirik jam di pergelangan tanganku, sekarang pukul 03.00 sore. Berarti masih sejam lagi aku menjadi gila karena keinginan untuk melihatnya secara langsung makin besar.

“Kapan kau pulang? Apa aku perlu menjemputmu”

Bahkan aku belum membalas sms sebelumnya, tapi dia sudah mengirimiku pesan lagi. Ternyata rinduku yang besar ini tidak bertepuk sebelah tangan :p

“Tidak usah. Jam 4.30 aku sudah ada di hadapanmu. Sabar menunggu kan? J

Kubalas pesannya dengan cepat. Secepat balasan yang datang kemudian

“Hmmm, sayangnya tidak. Sebagai hukumannya, kau harus memasakkan sesuatu untukku di dorm”

Aku tersenyum. Tanpa kau minta, aku pasti memasakkannya, sayang.

“Baiklah, kau mau apa?”

“Samgyupsal dengan bumbu cinta J

“Jangan sok romantis seperti itu, membuatku ingin mual”

“Mual? Kau hamil? Bahkan kita belum pernah melakukan apapun selama 3 tahun ini -,-“

“Manusia yadong! Sudahlah, aku harus melanjutkan pekerjaanku.”

“Selamat bekerja, sayang. Aku merindukanmu”

Dasar, dia tak pernah gagal membuatku deg-degan dan senyum-senyum sendiri seperti ini. Bahkan hingga 3 tahun hubungan ini terjalin. Kurasa, aku terlalu jauh terjatuh dalam cintanya.

“Aku juga J

Kuakhiri pertukaran pesan ini, saatnya bekerja. Hmm, berarti setelah jam 4 aku harus segera pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan masakan. Berarti aku harus membeli, aish, kenapa aku malah memikirkan ini? Aku harus menyelesaikan laporan kerja ini. Masih sejam lagi waktu kerjaku. Fighting! Ehm, apa dia bertambah gendut? Sepertinya makin kurus, foto-foto yang sering aku lihat belakangan ini makin menunjukkan tulang belulangnya. Astagaaa, masih saja aku memikirkannya.

Tapi, kuakui susah sekali menyingkirkannya dari pikiranku. Bayangkan, sudah 3 bulan ini kami tidak pernah bertemu. Dia harus tinggal di Cina lalu pindah ke Taiwan untuk promosi album bersama teman-teman grupnya. Kalaupun dia sempat pulang ke Korea, aku juga tak pernah bertemu dengannya. Rasanya kangeeeen sekali. Dulu, sewaktu dia masih di Korea, paling tidak kami masih bisa bertemu dua hari sekali. Kini? Tiga bulan aku sama sekali tidak pernah melihat mukanya secara langsung. Menderitaaa L

Heh? Kalian masih belum tahu siapa pria yang membuatku seperti orang gila?

Kuperkenalkan, namanya Lee Hyuk Jae, tapi dia lebih sering dikenal dengan Eunhyuk dan aku selalu memanggilnya Hyukkie. Aah, aku rasa kalian juga sudah kenal dia. Member Super Junior, lead dancer dan rapper dalam boyband itu. Manusia yadong, tapi selalu membuatku rindu. Monyetku yang paling tampan, yang selalu membuat jantungku berdebar tidak karuan :p

Aku pun kembali melanjutkan pekerjaanku, walau sering terpikir mengenai dirinya. Haaah, dia benar-benar sudah merusak sistem otakku. Tiba-tiba, ada panggilan masuk. Whoaaa, dia menelponku >,<

“Halo”

“Hei, ini sudah jam 4. Cepatlah”  Oh, ini sudah jam 4? Astagaaa, tidak terasa J

“Aku harus membeli bahan untuk memasak pesananmu, tuan” kataku menggodanya

“Tidak usah, di sini banyak bahan makanan. Kau tinggal datang saja”

“Benarkah? Baiklah kalo begitu, aku segera kesana”

“Langsung pulang, tidak perlu ngobrol dengan teman kerjamu”

“Iyaaa”

“Naik taksi saja”

“Iyaaa”

“Tidak boleh lama”

“Iya, baweeel”

“Aku mencintaimu”

Klik, dia memutuskan sambungan. Dan aku hanya bisa tersenyum sendiri setelah mendengar kata terakhir yang ia ucapkan. Aku juga mencintaimu, Hyukkie J

<><><><><><><><><><><><>

Akhirnya aku sampai juga di depan pintu dormnya. Kutekan bel dan menunggu pintu dibukakan. Kemudian pintu terbuka dan sebuah tangan segera menarik lengan kananku, lalu tubuhku sudah didekap erat oleh seseorang. Kejadian itu begitu cepat dan membuatku kaget setengah mati, tapi beberapa detik kemudian, aku menyadari jika orang yang mendekapku adalah Hyukkie.

“Yaaaa! Apa kau begitu merindukanku hingga berbuat seperti ini?” tanyaku sambil berusaha melepaskan diri. Sesak sekali rasanya.

“Darimana kau tahu kalau ini aku?” tanyanya, sambil bergerak melepaskan tubuhku dari dekapannya. Omoo, akhirnya aku bisa bertemu dengannya secara langsung.

“Aku kan hapal bau tubuhmu,” jawabku sambil terus menatap wajahnya lekat-lekat.

“Whoa, ternyata kau sangat mencintaiku, Ha Rin-ah,” timpalnya sambil mengacak-acak rambutku.

“Bukankau kau juga begitu padaku?” tanyaku balik dan wajah Hyukkie langsung merona merah.

“Apa kita akan terus mengobrol di sini?” tanyaku lagi

“Ah iya, ayo masuk” ajaknya sambil menarik tanganku.

Kami pun duduk bersebelahan di sofa ruang tengah. Rasanya sudah lama sekali kami tidak duduk bersebelahan seperti ini.

“Kapan sampai di Seoul?” tanyaku memulai pembicaraan

“Tadi siang, jam 1. Aku langsung tidur begitu sampai dorm. Makanya aku baru memberitahumu tadi sore.”

“Capek ya?” tanyaku, retoris

“Hmm” balasnya sambil memainkan rambutku.

“Mana yang lain? Sepi sekali.”

“Sungmin hyung dan Kyuhyun dari tadi tidur belum bangun. Yesung hyung masih ada schedule. Wookie pulang ke rumah” jelasnya

“Ooh. Btw, kau tambah kurus ya? Jangan-jangan abs-mu sudah hilang, hahaha” tanyaku menggoda.

“Heh? Kau ingin bukti?” tanyanya balik sambil memegangi ujung bawah kaos, seperti hendak membukanya.

“Yaa! Kau ini. Aku kan hanya menggodamu, malah dianggap serius” cegahku, sambil menahan gerakan tangannya.

“Hahaha. Wajahmumu lucu sekali kalau panik seperti itu,” dia malah tertawa sambil mencubit hidungku, ”Kau sendiri bertambah gemuk. Pipimu chubby sekali, hahaha” tangannya kini berpindah mencubit pipiku.

“Biar, berarti aku bertambah sehat. Tidak sepertimu.”

“Aku tidak banyak makan di sana.”

‘Makanya jangan pilih-pilih makanan. Kau ini seperti anak kecil saja” ujarku sambil menoyor kepalanya pelan.

“Hei, kau seperti tidak kenal aku saja. Perut dan lidahku ini banyak maunya” jawabnya sambil memegang tanganku yang tadi ada di kepalanya, lalu memainkan jari jemari tanganku. “Eh, sepertinya, kemeja yang kau pakai terlalu kecil. Nanti perutmu kelihatan kalau kau mengangkat kedua tanganmu” ujarnya tiba-tiba

Spontan aku membenarkan kemeja yang aku pakai. Tapi sepertinya tidak terlalu kecil, memang modelnya yang pas badan seperti ini -,-

“Sejak kapan kau senang mengomentari baju yang kupakai?”

“Sejak saat ini. Aku tidak suka kalau kau memakai baju yang memamerkan badan seperti itu”

Aku pun mengerutkan keningku lalu menarik tanganku yang semula ada di genggamannya. Tidak biasanya dia meributkan baju yang aku pakai, tapi sekarang ia mendadak menjadi fashion police.

“Aku juga tidak suka kalau kau terlalu sering memamerkan badanmu” keluhku

“Hei, itu kan tuntutan pekerjaan”

“Aku juga” jawabku tak mau kalah

“Hah? Pekerjaan? Apa aku tidak salah dengar? Konsultan sepertimu memangnya perlu memakai baju seksi yang pas badan?” nada bicaranya malah makin membuatku marah, tapi aku masih berusaha menahan dan memfilter kata-kata yang akan kukeluarkan.

‘Baju ini tidak seksi, Hyukkie. Memang modelnya seperti ini”

“Itu terlihat seksi dimataku dan dimata pria-pria lain”

“Astaga, kau ini. Ini kan..”

“Park Ha Rin, percayalah kata-kataku” ujarnya dengan tegas sambil memandangku tajam.

Aish, apa-apaan ini. Pertemuan indah yang kuharapkan malah menjadi pertengkaran gara-gara masalah baju.

“Bisakah kita tidak meributkan hal ini? Sudah 3 bulan kita tidak bertemu, sekalinya bertemu malah ribut seperti ini. Tau begini aku tidak usah datang ke sini”

Sesaat kami berdua diam. Aku malas berbicara dan sepertinya Hyukkie juga tidak tahu mau bicara apa lagi. Mendadak ia beranjak pergi dan masuk ke kamarnya.

Tak lama kemudian, ia keluar sambil membawa bungkusan berukuran besar dan kembali duduk di sebelahku.

“Ini untukmu,” katanya pelan sambil memberikan bungkusan itu padaku,”Setiap kali berjalan-jalan selama berada di Cina dan Taiwan, aku sering menemukan benda-benda lucu dan kupikir kau pasti menyukainya. Jadi aku beli saja dan kukumpulkan. Ternyata jumlahnya ada banyak” ujarnya sambil tersenyum kecil

“Kau ingin menyogokku dengan ini?” tanyaku ketus sambil memegang bungkusan itu.

“Tidak, memang dari awal aku ingin memberikan ini padamu. Maaf, aku malah membuat situasi menjadi tidak menyenangkan seperti ini”

Aku hanya tertunduk dan mengamati bungkusan itu. Sebenarnya aku masih kesal padanya, tapi mendengar permintaan maafnya, aku menjadi sedikit luluh.

“Sudahlah, besok-besok jangan seperti ini lagi” akhirnya aku pun mengangkat wajahku dan mencoba tersenyum padanya. Ia membalas senyumku dan mengusap pelan tanganku.

‘Maaf, aku sering membuatmu kesal”

“Sudahlah. Kenapa kau mendadak menjadi perhatian dengan baju yang kupakai? Tidak biasanya”

Dia tampak berpikir sebelum menjawab pertanyaanku ini.

“Ehm, ini gara-gara 3 bulan yang menyiksa itu. Di sana aku terus memikirkan dan mengkhawatirkanmu. Aku khawatir pria-pria lain akan menggodamu, sementara aku tidak berada di dekatmu. Begitu aku melihatmu memakai pakaian seperti itu, aku jadi berpikir kalaupun mereka tidak menggodamu, mereka pasti melihatmu berpakaian seperti ini. Dan aku tidak rela mereka melihatmu badanmu yang terekspos gara-gara baju yang kau pakai sekarang ini. Kau kan tahu, apa yang ada di pikiran pria-pria normal. Aku, aku sangat ingin menjagamu. Makanya, aku tidak suka kau memakai baju seperti ini,” jelasnya panjang lebar.

Aku tersentuh setelah mendengar penjelasannya. Sebegitu besar keinginannnya untuk melindungiku, hingga ke masalah baju yang kupakai. Kurasa kekesalanku tadi tidak berguna sama sekali.

“Aku tidak pernah tahu kalau kau bisa berpikir sedalam itu. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku”

Ia lalu tersenyum dan menggenggam tanganku. Lagi. Kemudian kami saling memandang dan mengamati wajah masing-masing.

“Noona, kau disini?” tiba-tiba ada suara yang mengagetkan kami berdua. Ternyata itu suara Kyuhyun yang keluar kamar.

“Ah, Kyuhyunie. Iya, aku baru saja sampai” jawabku

“Hei magnae, masuk lagi ke kamar. Jangan mengganggu hyungmu,” Hyukkie ikut menimpali sambil menunjukkan tangan kami yang sedang berpegangan.

“Aku kan cuma mau ambil minum. Makanya kalau mau pacaran dengan nyaman, aman, dan tidak terganggu, di dalam kamar saja. Ah, jangan. Itu terlalu berbahaya untuk Ha Rin noona. Nanti dia diterkam Eunhyuk hyung” kata Kyuhyun sambil nyengir

“Aish, kau ini! Pergi sana!” usir Hyukkie sambil melemparkan bantal sofa ke arah Kyuhyun.

“Iyaaaa. Noona, hati-hati. Kalau Eunhyuk hyung macam-macam, teriak saja. Aku pasti akan menolongmu” ujar Kyu genit sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Tolong saja dirimu sendiri yang belum punya pacar sampai sekarang” tukas Hyukkie

“Ah hyung, jangan sebut itu. Merusak harga diri seorang Cho Kyuhyun”

“Apapun katamulah. Pergi sana, main game saja. Jangan ganggu kami”

“Iya ini juga mau pergi. Weeeek,” jawabnya sambil menjulurkan lidah.

Aku hanya tersenyum geli melihat pertengkaran mereka. Memiliki hubungan dengan Hyukkie selama 3 tahun membuatku juga kenal akrab dengan member Super Junior yang lain. Mereka senang sekali menggoda kami jika sedang berdua seperti ini.

“Senang sekali melihat kami bertengkar seperti itu? Atau kau senang melihat Kyu mengedipkan matanya padamu?” tanyanya sambil memandangku, tajam.

“Hah? Tidak. Bukannya dia suka begitu padaku? Apa kau cemburu jika Kyu berlaku seperti itu”

“Tentu saja. Apalagi jika melihatmu ngobrol dengan Eetuk hyung atau Sungmin hyung sampai tertawa terbahak-bahak. Melihatmu memasak bersama Wookie, ngobrol dengan Siwon memakai bahasa Inggris, bermain bersama Donghae dan Yesung hyung. Itu semua membuatku cemburu.”

Aku hanya bisa melongo dan kemudian tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasannya.

“Ya! Kenapa kau tertawa, aku serius” katanya ketus

“Hahaha, iya iya. Maaf, aku hanya tidak mengira sampai sejauh itu. Mereka sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri, Hyukkie. Jadi kau tak perlu cemburu jika aku dekat dengan mereka”

“Iya aku tahu. Tapi tetap saja…”

“Baiklah, baiklah. Percayalah padaku, Hyukkie. Kau punya tempat paling spesial di hatiku. Mengalahkan Eetuk oppa, Sungmin oppa, Wookie, Siwon oppa, Donghae oppa, Yesung oppa, Kyuhyunie, dan teman-teman priaku yang lain”

“Iya, aku percaya padamu. Tapi kan,..”

“Sudahlah, katanya kau ingin kumasakkan sesuatu. Jadi tidak?” potongku. Aku agak malas berdebat lagi dengannya. Capek.

“Jadilah. Itu bahannya ada di kulkas, ambil saja” baguslah, perhatiannya teralihkan setelah mendengar  pertanyaanku tadi. Hehehe :p

“Oke”

Aku pun beranjak ke dapur, sementara Hyukkie mengikutiku di belakang. Aku pun melihat isi kulkas, mengambil bahan yang diperlukan dan mulai meracik. Hyukkie duduk di kursi makan yang terletak tepat di belakang tempatku memasak, sambil memainkan handphonenya.

Ketika kedua tanganku sedang sibuk mengolah makanan dan belepotan dengan bumbu, tiba-tiba handphoneku berdering yang menandakan ada pesan masuk. Aku hanya membiarkannya dan bermaksud untuk melihat isi pesan setelah selesai memasak. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berdering, kali ini ada telepon yang masuk. Sempat kubiarkan, tapi deringnya tidak mau berhenti. Tandanya itu telepon penting.

“Hyukkie, tolong ambilkan handphoneku” pintaku sambil menengok ke arahnya.

“Dimana?” tanyanya

“Di saku depan celanaku”

Dia pun mendekatiku dari belakang, lalu merogoh saku depan celanaku dan mengambil handphone dengan tangan kirinya. Astagaaa, jika dilihat dari belakang, kami terlihat seperti sedang berpelukan. Bahkan kini tangan kanannya malah memegangi pinggangku.

“Apa aku harus meletakkan handphone ini di telingamu dan memeganginya sepanjang kau bertelepon?” tanyanya tepat di telinga kiriku.

“Hmm, iya deh. Tolong yaa, tanganku kotor. Ah, tolong lihat siapa yang menelpon”

Gezz, jika bukan karena tanganku kotor dan sayang dengan handphoneku yang baru, aku sudah menolak mentah-mentah tawarannya. Berdekatan dengannya seperti ini membuat jantungku berdebar sangat kencang, keringat mengalir deras, dan muka memerah. Wow, betapa hebatnya Hyukkie dalam mengacaukan fungsi organ tubuhku.

“Namanya Tae Sung. Siapa dia?

‘Teman sekantorku, tolong dong tekan tombol hijaunya”

Dia pun menekannya, lalu mengarahkan handphoneku ke telinga kiriku dan menempelkannya di sana. Tangan kanannya masih saja memegang pinggangku. Cara menerima telepon yang paling aneh dan paling membuatku salah tingkah.

“Halo” aku mencoba mengeluarkan suara senormal mungkin.

“Ha rin~ah, aku sudah mengirim email tentang pekerjaan yang tadi siang kita diskusikan. Tolong dicek, kerjakan, dan kirim kembali ke emailku paling lambat hari Minggu jam 8 malam.”

“Baiklah. Kenapa kau tidak sms saja? Harus telepon segala” ujarku sambil melihat ke arah Hyukkie yang kini menyandarkan kepalanya di bahu sebelah kananku. Dia malah tersenyum kecil melihat mukaku yang kupastikan sangat merah. Astagaaa, apa-apaan sih dia ini.

“Tadi aku sudah sms, tapi kau tidak membalas. Ini kan pekerjaan penting, butuh respon yang jelas dan cepat. Makanya aku menelponmu”

“Ah, maaf, tadi aku sedang sibuk di dapur. Jadi tidak merespon smsmu.”

“Baiklah kalo begitu. Sudah yaa, jangan lupa hari Minggu”

“Oke, terima kasih sudah memberitahu. Bye”

“Sudah?” tanya Hyukkie, segera setelah mendengarku mengatakan kata “Bye”

“Sudah, terima kasih yaa” ujarku.

Kemudian, kami berdua sama-sama terdiam.

“Ehm, bisakah kau melepaskan tanganmu?” tanyaku memecah keheningan

“Bagaimana kalau aku tidak mau? Hmm?” dia memang melepaskan handphoneku dan meletakannya kembali ke saku celana. Tetapi tangan kirinya yang tadi dipakai untuk memegang handphone, malah ikut-ikutan memegang pinggangku.

“Kau kenapa? Mukamu merah sekali” dia kembali bertanya sambil memandangi wajahku

“Ah, tidak apa-apa kok.”

“Kau malu kupeluk seperti ini?” tanyanya sambil tersenyum menggoda

“Yaaa, Hyukie!” aku sedikit berteriak dan merajuk padanya

“Kenapa? Apa salah jika aku ingin memeluk pacarku sendiri, yang sudah lama kurindukan? Hmm?” tanyanya sambil kembali meletakkannya kepalanya di bahuku. “Kau juga suka kan kupeluk seperti ini, hahaha” tawanya.

Sial. Aku terlihat bodoh saat ini

“Jangan berbohong padaku, sayaaang. Aku terlalu mengenalmu” ujarnya sambil mencium pipiku lembut.

“Hei, kalian ngapain?” tiba-tiba ada suara lain di dapur.

Kami berdua spontan menengok ke arah belakang dan melihat Sungmin oppa sedang berdiri dengan mengucek-ngucek mata. Sepertinya dia baru saja bangun tidur.

“Ah, oppa, kami tidak ngapa-ngapain,” aku pun segera melepaskan tangan Hyukkie dari pinggangku.

“Ya, hyung! Kau merusak momen indah kami” protes Hyukkie sambil memanyunkan bibir.

“Hei, jangan berbuat mesum di dorm” kata Sungmin oppa sambil berkacak pinggang.

“Oppa, jangan salah paham. Tadi Hyukkie hanya membantuku mengangkat telepon” jelasku.

“Hah? Mengangkat telepon? Tapi aneh sekali caranya” Sungmin oppa terlihat tidak percaya.

“Itu cara baru, Hyung” jawab Hyukkie asal

“Alasan! Nanti aku bilang ke Eetuk hyung, biar kalian dilarang pacaran di dorm lagi” kata Sungmin oppa sambil bergerak ke arah kami dengan pandangan menyelidik

“Hyuuung, tega sekali kau” kini Hyukkie yang merajuk

“Habisnya kalian ditinggal tidur sebentar saja sudah berani peluk-pelukan seperti itu. Mencemari kesakralan dorm ini.”

“Oppaaa, kami tidak ngapa-ngapain”

“Bohong, Hyung! Tadi mereka juga pegangan tangan, aku melihatnya.”

Aish, sekarang Kyuhyun yang ikut-ikutan. Entah sejak kapan dia sudah berada di dapur -,-

“Yaa! Kyuhyun~ah, kau tidak usah ikut-ikutan!” teriak Hyukkie.

“Aku hanya membicarakan kenyataan, Hyung” Kyuhyun tidak mau kalah.

“Lihat, Kyuhyun juga melihatnya. Ckckck, nanti malam aku akan bicarakan hal ini dengan Eetuk hyung. Kalau perlu, kita adakan rapat untuk membahas masalah ini dengan member yang lain.”

“Benar, Hyung. Aku setuju!” teriak Kyuhyun girang.

“Hei, kalian berlebihan sekali. Sebenarnya kalian hanya iri kan, gara-gara tidak punya pacar?” Hyukkie malah menggoda mereka berdua

“Tentu saja tidak!” jawab Kyuhyun

“Ya! Aku tidak berpikiran sesempit itu, Eunhyuk~ah” Sungmin oppa juga menjawab dengan sengit.

“Tidak laku, tidak laku, tidak laku” ujar Hyukkie sambil tersenyum menggoda.

“Ya! Eunhyuk~ah!” Sungmin pun memukul Hyukkie, Kyuhyun juga ikut-ikutan.

“Aish, sakit woy. Sakit!” teriak Hyukkie

“Sudahlaah, aku pusing mendengar ocehan kalian. Mau makan atau tidak?” potongku sambil berkacak pinggang.

“Mauuu” serentak tiga pria itu menjawab. Dasar! Kalau masalah makanan saja mereka kompak.

“Diam lah dan tunggu aku hingga selesai memasak” perintahku.

Mereka pun menurut, Sungmin oppa keluar dari dapur dan masuk kamar mandi, Kyuhyun kembali ke kamarnya, dan Hyukkie duduk lagi.

Sedang asyik-asyiknya memasak setelah keadaan kembali tenang, tiba-tiba Hyukkie memegangi pinggangku lagi dari belakang dan membisikkan kata tepat di telingaku.

“Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, Ha Rin~ah. Dan sepertinya tidak ada yang mengganggu kita lagi.”

Kemudian ia memalingkan wajahku dengan tangan kanannya dan lambat laun memperkecil jarak diantara wajah kami………

<><><><><><><><><><><><>

Mau tau lanjutannya? Follow @myuniqueface dan kalian akan tau kelanjutan kisah Hyukkie dan Ha Rin  :p

3 thoughts on “Hyukkie’s Back! [part 1]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s