Different Love-Part15

Image and video hosting by TinyPic

Cast:

Kim Ki bum – Lee Hyuk Jae [Super Junior]

Choi Eunyoung – Kim Rae Ra – Han Je Mi – Choi In Hyeong [OCs]

DEG!!

Rasa apa ini? Kenapa aku? Astaga!!

Berapa lama aku tak melihat Han Jemiku? Perasaanku atau memang benar. Dia semakin cantik.

“Jangan melihatnya begitu dekat… Dia sudah mempunyai calon suami…” ujar Hyukjae pelan.

Aku menjauhkan tubuhku dari Jemi. Benar. Aku dengar dia sudah mempunyai calon suami. Dan aku? Aku juga sudah punya Raera kan?

“aku tak melihatnya…” desahku mendekat kearah Hyukjae dan Inhyeong.

“Hm? Benarkah? Kita sama-sama pria Kibum… aku tahu apa yang kau pikirkan saat melihatnya seperti itu…” ledeknya.

“Sstt!! Tak bisakah kalian tenang? Kimi terusik dengan keributan kalian…” ujar Inhyeong melihatku dan Hyukjae bergantian dengan kesal.

Aku mengurungkan niatku untuk membalas Hyukjae, saat melihat Kimi memang terusik dengan suaraku dan Hyukjae.

Inhyeong menenangkan Kimi, dan itu berhasil. Aku bisa merasakan bibirku tersenyum melihat Inhyeong seperti itu.

Dia benar-benar seperti seorang ibu.

Eunyoung-ah… lihatlah adikmu…

Dia benar-benar sepertimu… penyayang~

Aku melihat Hyukjae menguap. Hah… sepertinya memang mereka harusnya pulang.

“Inhyeong… pulanglah…sudah malam, besok kalian harus bekerja juga kan?” ucapku. Inhyeong melihatku, dia sepertinya sangat berat meninggalkan Kimi, tapi akhirnya dia mengangguk juga.

“Ne” jawabnya singkat.

“Ah..iya…Hyuk, kau tidur dirumahku?” selidikku. Hyukjae mengangguk.

“Jangan-jangan kalian…” “Oppa!! Jangan berfikiran macam-macam!!” Inhyeong memukul lenganku dan melihatku kesal. Aku tersenyum.

“Aku hanya mengira…” ucapku pelan. Hyukjae ikut tersenyum.

“Kalau aku melakukannya juga tak apa kan? Sebentar lagi kami akan menikah…” ucapnya, Hyukjae memainkan matanya kepada Inhyeong. Aku kira Inhyeong akan marah seperti biasanya. Tapi tidak.

Inhyeong hanya tersenyum. Eh? Dia berubah?

“Appa…” aku mendengar suara Kimi memanggilku. Aku membuka mataku, dan kulihat dia tersenyum melihatku.

“Pagi sayang…” sapaku tersenyum melihatnya. Kimi terlihat lebih sehat dan riang.

“Appa tak kerja?” tanyanya, aku tersenyum.

“Ani… Appa akan menemanimu Kimi…” ucapku mencubit pipinya gemas.

“Tapi kata Omma tadi, Appa akan kerja…” adunya. Aku mencari Jemi tapi tak ada. Kemana dia sepagi ini?

“Tidak Kimi…Appa akan menemanimu… seharian ini…agar kau bisa bermain bersama Appa…” ujarku senang. Aku melihat tangan Kimi, masih di infuse , dan tiang infuse-nya disampingnya. Jadi Kimi turun dari tempat tidurnya sendiri?

“Annyeong…” aku mendengar suara Jemi. Aku melihatnya membawa beberapa bungkus plastic hitam.

“Omma…Appa akan menemaniku…” adunya lagi. Jemi meletakkan plastic itu dimeja Kimi dan berjalan menuju kearahku.

“Em? Benarkah? Apa tak apa-apa?” tanyanya melihatku. Aku mengangguk.

“Aku ingin bersama Kimi seharian ini…kau?” tanyaku lagi. Dia terlihat berfikir, tak lama, dia mengangguk.

“Rencananya juga begitu…” ucapnya pelan.

“Jadi hari ini Kimi akan ditemani Appa dan Omma?? Yeay!!” Kimi sangat senang… dia tertawa bahagia.

Aku sedikit bangun dan mengangkat Kimi. Aku duduk disofa itu dan mendudukkan Kimi dipangkuanku. Sedang Jemi, dia mempersiapkan sarapan kami.

Aku mengambil ponselku di saku dan menelpon guru Kimi, mengijinkannya.

“Kimi…sarapan dulu ya…” Jemi melangkah kedekatku membawa sebuah mangkuk dan segelas air putih.

“Appa juga akan sarapan?” Tanya Kimi, aku mengangguk.

Jemi duduk disebelahku dan bersiap menyuapi Kimi yang berada di pangkuanku.

Ya Tuhan~ benar-benar keluarga kecil yang bahagia terlihatnya.

Walaupun Kimi sakit, dia terlihat sangat bahagia.

Jemi mulai menyuapi Kimi, sedang Kimi, dia sangat bersemangat sarapan pagi ini.

“An..nyeong…” Raera terlihat sedikit kaget saat masuk kedalam ruang rawat Kimi.

Astaga~ tentu saja dia kaget, melihatku, Kimi dan Jemi dalam posisi seperti ini.

“Mian…em, Kibum…aku hanya ingin mengantarkan ini…” ucapnya memberikan sebuah map padaku, lalu pergi… dia tak melihatku.

“Rae…” panggilku pelan, tapi Raera tak menggubrisku.

“Annyeong… maaf menganggu…” pamitnya, lalu keluar ruangan ini.

Aku mendudukkan Kimi di sofa dan keluar kamar rawat Kimi.

Aku melihat Raera berjalan cepat menjauh dariku.

“Rae…” panggilku, dia berhenti dan menoleh melihatku. Aku menghampirinya.

“Rae…aku…” “Aku mengerti Kibum…” ucapnya sebelum aku menyelesaikan perkataanku.

Aku rasa dia masih marah. Tentu saja marah… calon suaminya duduk satu sofa dengan mantan pacar dan anaknya.

Aku menarik tangan Raera dan menarik tubuhnya kepelukanku.

Dia tak bereaksi.

“Mianhe…jeongmal mianhe…” bisikku melihat kepalanya dipelukanku.

Raera diam. Aku tak merasakan dia menangis.

“Rae…” panggilku. “Ne” jawabnya singkat. Aku menjauhkannya dari pelukanku, tanganku masih ada di pundaknya.

“Aku senang kau cemburu…” ucapku pelan, Raera melihatku bingung.

“Mwo? Apa katamu?” tanyanya, aku tersenyum kecil dan melihatnya, aku menyentil hidung Raera.

“Aku senang kakasihku cemburu padaku…itu berarti, kau mencintaiku kan?” tanyaku, Raera tersenyum, lalu memukulku pelan.

“Mian…” ucapku, Raera mengangguk. “Aku memaafkanmu Kibum…” ucapnya tersenyum manis.

“Ingin menjenguk Kimi dulu?” tawarku, dia menggeleng.

“Aku langsung kekantor saja…banyak pekerjaanmu yang harus kuselesaikan” ucapnya, aku mengangguk mengiyakannya pergi.

“Annyeong…” salamnya. Aku melihat punggung Raera sampai menghilang dari pandanganku, setelah itu aku kembali kekamar Kimi.

*****

Kimi mulai terlelap tidur, aku melihat mata Kimi sudah tertutup. Dia lucu sekali~

Aku melihat wajah disebelah Kimi, Jemi. Dia juga sudah terlelap. Satu ranjang dengan 3 orang, keluarga kecil yang lucu… sayangnya itu tak bisa kunikmati saat Eunyoung ada…

Ah~ kenapa aku senang sekali melihat wajah mereka berdua.

Mata Jemi terbuka, astaga!! Dia melihatku sedang melihatnya.

Jemi POV

Astaga!! Aku terlalu lama tidur. Bisa-bisa Kimi sudah tertidur.

Aku membuka mataku dan kulihat Kimi sudah terlelap, dan Kibum… aku benar-benar terpaku melihatnya. Dia menatapku. Apa Kibum menatapku dari aku tertidur tadi? Ah~ jangan bilang sekarang dadaku sedang berdegup kencang?

Aku menarik tanganku dari bawah tangan Kibum yang sedang berada di atas perut Kimi. Aku bangun dari tempatku dan menuju ke luar kamar.

Aku tak tahu apakah Kibum melihatku atau tidak, aku sama sekali tak berani melihatnya lagi.

Harusnya aku menikmati masa-masa seperti ini. Sebentar lagi aku, Kimi dan Kibum tak bisa merasakan hal seperti ini lagi kan?

Kimi akan bahagia disini bersama Kibum, dan aku… aku juga akan bahagia kan?

Kimi~ Omma pasti akan merindukanmu saat Omma jauh darimu sayang…

Ah~ semua bayangan Kimi dan Kibum bermain dikepalaku, bayangan yang bisa membuatku tidur lelap.

*****

Aroma susu menggugahku. Apa aku tertidur disofa semalam?

Aku membuka mataku dan kurasakan selimut tebal menyelimutiku. Hangat~

Aku melihat susu coklat dimeja didepanku. Kimi? Diakah yang membuatnya?

dia tersenyum padaku… manisnya.

Bukan Kimi, tapi Kibum. Senyum manis itu. Aku benar-benar bisa berhenti bernafas hanya karena melihat senyumnya.

“kau sudah bangun?” tanyanya, aku tersenyum pada Kibum dan bangun dari posisiku.

“Kau yang menyelimutiku?” tanyaku, tanpa menggubris pertanyaannya yang seharusnya tak perlu dijawab itu. Kibum mengangguk.

“Tentu saja…mana mungkin aku membiarkan wanita yang pernah kucintai kedinginan begitu saja semalam…” ujarnya. Apa? Wanita yang pernah dicintai? Apa sekarang dia tak mencintaiku?

“Gumawo…” ucapku. Kibum menggeleng.

“Aku yang seharusnya mengatakan itu Jemi…” ucapnya, aku mengerenyitkan alisku.

Kibum duduk disebelahku. “Aku yang seharusnya mengatakan terimakasih karena kau sudah melahirkan Kimi…aku yang seharusnya mengatakan itu karena kau sudah membesarkannya, tanpa pernah berfikir membuangnya atau menyia-nyiakannya…” ucapnya, tentu saja Kibum!! Mana mungkin aku bisa menyia-nyiakan hasil cinta kita!!

Aku mengangguk.

Aku benar-benar kembali terpaku melihatnya tersenyum. Manis sekali.

Dia diam. Aku juga. Keadaan rumah sepi. Kimi masih terlelap tidur.

Ah~ Masih dapatkan ini terulang lagi? Atau mungkin nanti yang akan menggantikanku adalah Raera…

*****

Lusa sudah pernikahan Inhyeong, kusempatkan datang sebentar, lalu pergi dari Seoul.

Inhyeong dan Hyukjae sedang sibuk, sangat sibuk malah. Pesta pernikahan mereka cukup sederhana, Inhyeong menolak Hyukjae untuk merayakan pernikahannya secara mewah.

Aku membantu mempersiapkan pernikahan mereka, bersama Raera dan Kibum.

“Rae…ini” aku mencuri pandanganku melihat Kibum dan Raera saling membantu. Huft!! Lebih baik aku membantu ditempat lain.

Aku melangkahkan kakiku meninggalkan mereka.

Raera POV

Bukannya aku tak tahu Jemi memperhatikan kami daritadi. Aku tahu… yah… aku dan dia sama-sama wanita dan kami tahu walaupun dari gerakan tubuh sedikit saja.

“Raera…” panggilnya, aku melihatnya.

“Ne. waeyo?” tanyaku.

“Aku keluar sebentar…” pamitnya, aku mengangguk.

Aku berjalan menuju tempat Jemi. Dia sedang bercanda bersama Kimi.

“Kimi…” sapaku, mencubit gemas pipi Kimi, dia tersenyum melihatku.

“Dia lucu sekali…” ucapku, Jemi tersenyum mendengar ucapanku.

“Ne. lucu… seperti kibum kan?” tanyanya, ah~ iya… benar, bukankah dia memang anak Kibum? Apa Kibum saat kecil seperti ini?

“Ne….tentu saja jemi… dia kan anak Kibum…” ucapku, lalu tertawa kecil.

“Kau harus menjaganya setelah aku pergi ya?” ucapnya, aku mengangguk pasti.

“Tentu Jemi…aku pasti akan menjaganya. Percayakan padaku” ucapku pasti.

Aku menggendong Kimi. Aku mencoba mendekatkan dia padaku. Dia tak rewel. Dia juga tak memberontak. Apa ini artinya dia menyukaiku?

Kimi melihatku, dan memegang wajahku. Aku tersenyum melihatnya.

“Kimi…” panggilku. “Ne…” suara mungilnya menjawab. Dia lucu sekali.

Aku bermain dengannya. Ah~ untungnya Kimi itu anak yang penurut ya…

Inhyeong POV

“Mereka terlihat akrab ya Hyuk…” ucapku, duduk disofa setelah hampir seharian mengurus pernikahanku.

“Ne…bukannya itu memang sudah seharusnya ya? Bukankah Kimi akan segera menjadi anak Raera?” tanyanya, aku mengangguk.

“Itu benar…Raera dan Kibum Oppa akan segera menikah, menyusul kita…” ucapku pelan.

Hyukjae mengelus kepalaku lembut. “Eunyoung pasti akan bahagia disana Inhyeong…” ucapnya, eh? Aku melihatnya.

“Ne…sayangnya Unnie tak bisa melihatmu menikahiku…” lirihku. Hyukjae memelukku erat.

“Jagi…aku sudah meminta ijin pada Eunyoung kan…dia juga pasti akan bangga padamu, pada adiknya yang sudah berubah” ucapnya. Ah~ beruntung sekali aku memilikimu Hyuk~

“Oia…kapan Jemi akan berangkat?” tanyanya, aku melepaskan pelukanku. “Lusa” jawabku.

“Mwo? Jadi…” “Setelah acara pernikahan kita, dia akan segera pergi, katanya kekasihnya sudah lama menunggu” jawabku. Hyukjae manggut-manggut.

“Eum…begitu ya….aku juga…” ucapnya pelan, aku mengerenyitkan alisku.

“kau juga akan pergi?” tanyaku bingung, Hyukjae tersenyum.

“aku juga sudah lama menunggu kekasihku menerimaku…” jawabnya, astaga~ dia ini!!

*****

“Inhyeong…ayo keluar…” Raera Unnie memanggilku. Dadaku tak bisa berhenti berdegup kencang. Aku melihat kembali dicermin besar, sebesar ruangan.

Aku sudah siap dengan gaun pengantinku, tapi dadaku tak bisa kukontrol.

Aku membuka pintu kamarku perlahan, Raera Unnie melihatku. Dia terlihat sedikit kaget.

“Unnie… apa buruk?” tanyaku, Raera Unnie menggeleng.

“Kau cantik Inhyeong…sangat cantik…” ucapnya, dia tak bisa melepaskan pandangannya dariku. Aku tersipu. Jelas tersipu.

“Ommo!! Siapa ini?” tanya Kibum Oppa, dia melihatku tersenyum.

“Kau cantik sekali Inhyeong…sangat cantik…” ucapnya, Kibum Oppa tertegun, sedang aku , lagi-lagi hanya bisa tersipu.

“Kau…seperti Eunyoung…” lirihnya, apa? Seperti Unnie?

Oppa~ mianhe…

“Aku secantik Eunyoung Unnie?” tanyaku, Kibum Oppa mengangguk.

“Eunyoung pasti sangat bahagia melihatmu Inhyeong…” ucapnya, yah… seandainya Eunyoung unnie ada disini, aku pasti senang…

“Ya!! Jangan sampai menangis!!” ucapnya, Kibum Oppa mengeluarkan tissue dari sakunya dan mengusap mataku perlahan. “Hehe..mian…” ucapku kecil.

^^^^^

Aku melihat Jemi, dia cantik, bersama Kimi… astaga~ dia benar-benar Kibum Oppa versi mini. Dia sangat tampan.

Dan sekarang…aku melihat Hyukjae, dia sangat tampan… Hyukjae memotong rambutnya, dia benar-benar tampan~

Ah~ aku menikah dengannya? Pria yang selama ini kucintai? Dan selalu kutolak saat dia melamarku?

“Aku hampir tak bisa bernafas melihatmu…” bisiknya, ah~ Hyuk!! Kau membuat make-upku tebal!! Pasti sekarang wajahku sangat merah.

Pernikahanku berjalan lancar. Bahagia. Benar-benar sangat bahagia, tapi aku akan lebih bahagia lagi jika ada Eunyoung Unnie disini. Sedang ada pesta sederhana di rumahku. Cukup ramai.

Unnie…tak lengkap tanpamu… ada Kibum Oppa, ada Raera Unnie, Kimi, dan Jemi… eh? Jemi mana?

Aku tak melihatnya?

Aku menghampiri Kibum Oppa yang sedang menggendong Kimi.

“Oppa…kau lihat Jemi?” tanyaku, Kibum Oppa menggeleng. Kemana dia? Apa sudah pergi?

Kenapa dia tak pamit padaku?

Hyukjae menepuk pundakku. “Wae?” tanyanya, “Jemi tak ada…” lirihku.

Kibum POV

Aku menyuapkan kue kecil pada Kimi, dia terlihat senang.

“Appa…Omma mana?” tanyanya, oia… Jemi kemana? Aku tak melihatnya dimanapun. Tadi Inhyeong juga bertanya tentang Jemi.

“Appa… ayo cari Omma!!” Kimi merengek, aku mengangguk mengiyakan ajakan Kimi. Untungnya acara pernikahan sudah selesai.

Aku meninggalkan taman belakang rumah, menuju kedalam rumah. Tak ada. Dimana Jemi?

Apa dia benar-benar sudah pergi?

Kenapa aku jadi kacau begini?

“Saat waktunya kau akan tahu siapa yang kau cintai…” kata-kata itu, Eunyoung pernah berkata seperti itu kan? Apa ini berarti…

Jemi POV

Aku memang harus meninggalkan mereka.

Ini terlalu sakit, tapi jika terus disini, aku akan terus mengganggu mereka.

Aku turun dari taxi dan mengangkat koperku.

Bayangan Kimi dan Kibum kembali bermain dipikiranku, semuanya terekam dengan jelas.

Masa-masa indah yang harusnya kulalui saat Kibum tahu bahwa Kimi anaknya…

Aku kembali menengok kebelakang, berharap Kibum mengejarku… bodoh!!

Mana Mungkin, sekarang Kibum dan yang lainnya sibuk dengan pesta Hyukjae dan Inhyeong, mereka tak akan menyadari jika aku tak ada disana…

Aku berjalan kearah pesawat yang sudah siap.

“Jadi kau tak mau berjuang untuk cintamu sendiri!!” ah! Bahkan bayang-bayang Kibum terus menghantuiku…

“Han Jemi!!” aku kembali mendengar suara Kibum, aku menoleh, dan itu benar-benar Kibum.

Dia berjalan kearahku. Kenapa dia disini?

Kibum berdiri dihadapanku.

Aku tak tahu apa yang terjadi, Kibum menarikku kedalam pelukannya…

“Aku mencintaimu…” ucapnya, dia mendekapku erat.

Mencintaiku?

Benarkah yang dia katakan?

“Tapi Kibum… Raera…” “Aku merestui kalian Jemi…” aku mendengar suara Raera, kulepaskan pelukan Kibum, Kibum bergeser dari tempatnya berdiri, kini aku bisa melihat Raera tak jauh dari tempatku dan Kibum berdiri, dia menggendong Kimi.

“Omma…” Kimi meneriakiku… aku tersenyum melihatnya.

“Eunyoung hanya ingin Kibum mempunyai anak, dan bahagia… dan ternyata, kebahagiaan Kibum adalah bersamamu Jemi…” ujarnya, aku tak tahu harus berkata apa… jujur saja aku masih bingung dengan keputusan mereka.

“Tapi Eunyoung bilang…” “Eunyoung bilang…dengan siapapun aku bahagia, dia akan ikut mendukungnya Jemi…” Kibum tersenyum kepadaku.

“Omma~ Appa bilang, Appa sangat mencintai Omma…” ujar Kimi, ah? Kibum mengatakan pada Kimi? Mungkinkah ini mimpi?

“Jangan menangis didepan Kimi…” bisik Kibum mengusap air mataku yang entah bagaimana turunnya. Aku tersenyum melihat Kibum.

“Jemi!! Kau bilang kau ke Seoul untuk bertemu ayah Kimi kan? Kau berbohong padaku?” tanya seseorang, seperti suara Inhyeong. Aku melihatnya, yah… dia masih memakai gaun pengantinya, dia berjalan menuju ketempatku bersama Hyukjae.

“Kau sudah bertemu Ayah Kimi kan?” tanyanya lagi.

“Aku mohon bahagiakan Kibum Oppa…” ucapnya, Inhyeong menangis dan tersenyum bersamaan? Aku tersenyum dan mengangguk.

Kibum menggendong Kimi.

“Eunyoung Omma bilang, Appa dan Omma harus bahagia…” ucap Kimi. Aku tersenyum melihat Kimi.

Kibum memelukku.

Ah~ inikah akhir hubunganku…

Raera POV

Yah, inilah akhirnya!! Akhirnya mereka bersatu.

Eunyoung-ah!! Tugasku selesai. Aku sudah membuat Kibum bahagia kan?

-End-

Gimana endingnya???

semoga nggak mengecewakan readers ya :D

makasih udah mw baca ff saya ini ^^

16 thoughts on “Different Love-Part15

  1. 1st????? asiikkk
    hmmm,,, tnyta kibum oppa sm Jemi yahhh..
    kasian yah Raera .. gpp kan msh ada yeye (?) hahaa
    ditunggu FF yg laen ya chingu.. hwaiting

  2. Raera gimn jdnya? Kibum koq g kayak g punya pndirian gitu? mian yah chingu, aq kurang sreg ama endingnya. Tapi secara keseluruhan aq suka bgt ama cerita yang chingu buat. just for ending, kurang klop aja rasanya….
    Gomawo buat ceritanya…hwaiting!!!

  3. huaaaaah~ kasian raera~
    aku ngikutin banget ff ini dan menanti-nantikan NC nya HyukJae sama Inyeong~ karenan finally gitu si HyukJae dapetin Inhyeong tapi endingnya ga sesuai sama yang aku perkirakan.
    *sedih* semoga dibikin NC version buat HyukJae sama Inhyeong ya. x)

  4. this a great ending.
    Meskipun kasian sama raera, tp aku emg lbh setuju kibum ama jemi.
    Akhirnya kibum nemuin siapa cnta sejatinya. Buat raera km pasti nemu laki2 yg lbh baik dr kibum^^
    Fighting author!

  5. pertama,selamat buat inhyeong and hyujae atas pernikahannya……..

    kedua,selamat buat kibum and jemi plus kimi atas bersatunya keluarga mereka……

    ketiga,senengnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa happy ending….and buat raera kamu pasti dapat jodoh yang laennya and lebih pastinya….semuanya ikhlas,eunyoung aja ikhlas kok kibum buat sapa aja asalkan kibumnya bahagia….daebaakkk di tunggu epilognya thor…gomawo…….

  6. akhr’y hyukjae ma inhyeong menikah..
    nunggu after story hyukjae-inhyeong, hihi

    ending’y bgs..
    walaupun aku mau’y kibum ma eunyoung tp aku lbh suka kibum ma jemi drpd ma raera..

  7. Akhhh aq kurang PUAS .. Udah ikutin ampe part ini …
    Tapi malah ma jemi …
    Aishhh author …
    Buat ff maried life KIBUM ma EUNYEONG ….
    Aq suka bgt ma mereka brdua ..
    Dari part 1 kan emang itu istrinya kibum … #maksa …

  8. ini udah END?? O.o
    author pliiiiiiissss bikin ceritanya Inyeong sama Hyukjae dongss XD
    jujur ak kurang puas nih sama endingnya kkk~ mianhe :p *bow

  9. alhamdullilah yah~~
    akhirnya END jg nie ff….
    sesuatu banget dech nie ff, hehehehe….

    Fiuuuhhh~~~endingnya ak suka banget chingu, akhirnya Kibum-Jemi-Kimi bersatu kembali, bukankah ini emg sudah seharusnya, Kimi dapet keluarganya kembali *chu author*

    Buat raera?yah smg nanti km bsa ktmu sama org yg bener2 km cintai n yg bener2 mencintai kmu :)

    Buat Hyuk-Inhyeong~~~~
    Chukkae akhirnya menikah jg, fiiiuuuhh ga sia2 penantian hyuk selama ini :)

    uuuuhhhh~~~bkin after story buat hyuk-inhyeong & Kibum-Jemi-Kimi dunkz pasti seru dech *kedip2 ke author*
    eeh eeh setuju dech ama komen vally di atas *nunjuk2 ke atas* buatin dunkz buatin, hehehe…

  10. uhmm sorry..
    ending nya gitu doang?
    yaahhh
    bikin yg after Hyuk & Inhyeong’s Wedding Story dong plissss
    jujur sbnrnya aku suka bgt part2 hyuk sm inhyeong di ff ini
    plis ya author :)

  11. huaa finnaly bumm oppa ma jemi + kimi yeee ^^b
    Abis author tega si eunyoung’y meninggal, jd bum oppa ma jemi aja, kalo ma raera feel’y kurang dapet
    Tp kasian banget raera, pasti raera dapet pasangan yg lebih cocok dr pda bum,
    Hyuk inhyeong chukhae ^^ akhirnya jd nikah juga
    Whaa cwe2 d ni ff baik smua yaa keren
    Nice ff, like this
    Thor d tunggu ff lainnya kalo bisa ada kibum’y yaa
    Hehe

  12. Yud de turut seneng ajj..
    Msh blm Ngeh bumpa sama jemi! Msh pgn sama eunyong :'(

    AYo ayo inhyeong cpt pny anak 13 yah pliiisss ^-^
    SEQUEL’a inhywong ajj deh ama hyukie pa!!

    Ceritain donk kisah kasih eunyong & bumpa sblm nikah pliiisss :) :) :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s