SINCE I FOUND YOU [part 2]

Title: Since I Found You
Author: Honey Park
Starring: Shim Changmin, Kim Jaejoong (cameo), Park Jungmin, OC, and others.
Genre: drama/romance, fluff.
Rating: PG15
Length: 2/?
Summary: Changmin akhirnya menemukan orang yang ia cari selama kurang lebih lima tahun lamanya.
Disclaimer: the story, plot, and OC belong to ROYAL COMPANY, that’s mean MY COMPANY!

Halohalohalo….
Setelah sekian lama author ga nongol2,, akhirnya author nongol…*digebukin readers*
Ni lanjutannya wahai para readersku yang tercinta… *muntah2*
Semoga kalian suka….
Saya juga memutuskan cerita ini ga bakalan panjang2…
4-5 chapter end,, author pusing kalo kudu panjang2…
Hehe… enjoy it….

Royal Company presented …

Royal Entertainment production …



Since I Found You

“O….”

Tiba-tiba pintu ruang rawat Hyunbin terbuka. Jungmi dan Jungmin menoleh.

“Changmin-ah?!”
“Jungmin hyung.”
“Lama tidak bertemu. Kau kerja disini?” Tanya Jungmin.
“Ne.” jawab Changmin singkat lalu berjabat tangan dan berpelukan dengan Jungmin. Jungmi menatap mereka berdua dengan tatapan bingung. Changmin yang melihatnya tersenyum.
“Jungmi-ssi, waeyo?” tanyanya.
“Ani. Aku bingung kenapa kalian bisa saling kenal?” kata Jungmi bingung.
“Changmin itu hoobaeku saat di universitas.” Jelas Jungmin. Jungmi mengangguk mengerti.
“Hyung, Jungmi-ssi yodongsaengmu?” Tanya Changmin.
“De. Tidak mirip kan?” goda Jungmin.
“OPPA~!” Teriak Jungmi. Changmin tergelak melihat tingkah laku kakak beradik itu.
“Hiks,, hiks,, umma~!” tiba-tiba saja Hyunbin menangis. Jungmi segera menggendong anak semata wayangnya itu.
“Shhh… Umma disini jagi. Waeyo? Hm…” bisik Jungmi.

Hyunbin memeluk Jungmi erat, kepalanya bersandar dipundak Jungmi dan matanya terlihat masih mengantuk. Jungmi sedikit menggoyang-goyang tubuh Hyunbin dan Hyunbin kembali tertidur. Jungmi masih terus menggendong Hyunbin sementara Jungmin dan Changmin mengobrol disofa yang ada dipojok ruangan itu.

“Hyung, sudah lama tidak bertemu. Kau kemana saja?” Tanya Changmin.
“Oh, itu… aku sibuk mencari Jungmi ditengah-tengah kesibukanku bekerja diperusahaan appa. Kau tahu kan jika appaku tahu aku menemukan dan menemui Jungmi sekarang? Appa bisa membunuhku.” Jelas Jungmin.
“Wae?” Tanya Changmin.
“Appa sudah tidak pernah lagi mengungkit tentang Jungmi sejak lima tahun yang lalu. Aku mencari Jungmi karena umma. Umma sangat ingin bertemu dengan Jungmi. Kuharap setelah ini aku bisa membawa umma bertemu dengan Jungmi.” Raut wajah Jungmin berubah sayu. Ia menatap Jungmi yang sedang menggendong Hyunbin. “Aku tidak pernah menyangka Jungmi yang manja bisa membesarkan Hyunbin sendirian.” Sebuah senyuman terukir dibibir Jungmin.

Changmin menatap Jungmi dan Hyunbin. Jika benar Jungmi adalah gadis itu maka ia merasa sangat bersalah karena membuatnya menderita.

“Oh iya, kau tidak bertugas?” Tanya Jungmin.
“Kebetulan aku sudah selesai bertugas hari ini, makanya aku kesini. Tadinya aku mau mengajak Hyunbin jalan-jalan ditaman.” Jawab Changmin jujur.
“Begitu. Changmin-ah, menurutmu bagaimana adikku?”
“Mwo?” Tanya Changmin bingung.
“Menurutmu Jungmi itu menarik tidak? Karena sepertinya sejak ia memiliki Hyunbin, ia tidak seperti dulu saat SMA.” Jelas Jungmin.
“Menurutku, Jungmi cantik dan menarik.” Kata Changmin pelan.
“Kalian sedang membicarakan aku ya?!” bentak Jungmi pura-pura marah.
“Kau ini pede sekali.” Jungmin mengetuk kening Jungmi.
“Appo.” Jungmi mengusap keningnya.
“Jung, oppa pulang dulu ya. Oppa harus melanjutkan pekerjaan dan memberi tahu umma kau baik-baik saja.” Pamit Jungmin.
“Oppa, umma gwenchana?” Tanya Jungmi.
“Ne, umma gwenchanayo. Nanti aku akan membawa umma bertemu denganmu. Jangan ganti nomor handphonemu!” seru Jungmin.

Jungmi mengangguk dan Jungmin meninggalkan ruangan itu.
Jungmi duduk disebelah Changmin. Ia menghela napas panjang dan bersandar kesandaran sofa lalu memejamkan matanya. Changmin memperhatikan sejenak wajah Jungmi yang terlihat lelah.

“Bagaimana kalau kita jalan-jalan ditaman?” tawar Changmin. Jungmi menoleh kearah Changmin dan menatapnya sebentar lalu menoleh kearah tempat tidur Hyunbin.
“Bagaimana dengan Hyunbin?” Tanya Jungmi sambil menunjuk Hyunbin yang tengah tertidur.
“Biasanya Hyunbin tidur bearapa lama? Hanya sebentar saja.” Pinta Changmin.

Jungmi mengangguk lalu mengikuti Changmin keluar dari ruang rawat Hyunbin. Mereka menikmati udara sore ditaman rumah sakit yang terlihat lengang. Mereka berjalan dalam diam hingga Changmin memecah kesunyian itu.

“Jungmi-ssi, bagaimana bisa kau mabuk dan tidak mengetahui dengan siapa kau pergi?” Tanya Changmin hati-hati.
“Oh, keuge… aku dijebak.” Kata Jungmi lalu menundukkan kepalanya.
“Aku baru saja lulus dari SMA saat teman-temanku mengajakku ke bar. Aku berusaha untuk tidak minum alkohol karena aku tidak pernah meminum alcohol sebelumnya. Tapi ada salah satu temanku yang memasukkan alcohol kedalam minumanku dan dengan mudah aku mabuk. Dan kurasa saat itu ada beberapa kakak kelas yang kutahu teman-teman oppaku, tapi aku tidak mengenalnya. Dan sepertinya hal yang sama terjadi padamu.” Jungmi berhenti sejenak dan menatap Changmin.
“setelah itu yang kutahu aku terbangun dikamar hotel dalam keadaan telajang seorang diri dan aku kehilangan keperawananku. Aku segera berpakaian dan menemukan kalung yang Hyunbin pakai sekarang. Aku tidak tahu kalung siapa, sepertinya kalung itu milik ayah Hyunbin. Sebulan kemudian aku hamil dan appaku mengusirku dari rumah. Aku berusaha mencari pekerjaan dalam kondisi hamil muda dan aku beruntung bertemu dengan Jaejoong-ssi.”

~flashback~

Jungmi keluar dari toilet dan bertabrakan dengan seseorang.

“Mian.” Jungmi membungkukkan badannya.
“Gwenchana. Apa kau Park Jungmi-ssi?” tanyanya.
“Nde.” Jawab Jungmi pendek.
“Kukira kau sudah pulang. Kau yang mengirimkan surat lamaran inikan?” tanyanya lalu menunjukkan sebuah map merah dengan nama Jungmi tertera disana.
“Nde.” Jawab Jungmi lagi.
“Kalau begitu ayo ikut keruanganku.” Katanya lalu berbalik.

Jungmi mengekor dibelakangnya dan merekapun masuk kesebuah ruangan dengan plang bertuliskan manager Kim Jaejoong. Jungmi ikut duduk dihadapan Jaejoong sementara Jaejoong kembali membaca surat lamaran Jungmi.

“Kebetulan sekali aku sedang membutuhkan pekerja baru. Apa kau tidak keberatan bekerja menjadi kasir sekaligus melayani pelanggan?” tanyanya.
“Nde. Gwenchanayo. Aku sangat membutuhkan pekerjaan.” Jawab Jungmi berseri-seri.
“Syukurlah. Aku tidak memiliki banyak karyawan karena tokoku terbilang toko kecil.” Katanya lalu menandatangani sesuatu. “Silakan ditanda tangani. Kau mulai bekerja besok, Jungmi-ssi.”
“Khamsahamnida, sajang-nim.” Kata Jungmi pelan.
“Panggil saja aku Jaejoong.”
“Nde.”
———————-
“Jungmi-ah, jangan bekerja terlalu berat. Sudah kubilang kau duduk saja dibelakang meja kasir. Biar Jooeun dan Hyejin yang membereskan dan membersihkan barang-barang.” Jaejoong mendorong punggung Jungmi agar kembali kebelakang meja kasir.
“Jaejoong-ssi, nan gwenchana. Lagipula aku pegal harus duduk terus. Biarkan aku bekerja seperti yang lain, lagi pula mumpung tidak ada pelanggan.” Rengek Jungmi.
“Kubilang tidak. Aku tidak mau dicap sebagai bos yang tidak punya perasaan. Menyuruh karyawan yang sedang mengandung menganggkat barang.” Keukeuh jaejoong dan akhirnya Jungmi menyerah.

Jaejoong mengetahui kondisi Jungmi sebulan setelah Jungmi bekerja dan ia mulai membatasi pekerjaan Jungmi. Sekarang usia kandungan Jungmi sudah menginjak enam bulan dan perutnya sudah terlihat membesar. Jaejoong memberikan Jungmi ijin check up setiap satu bulan sekali dan akan mengunjungi Jungmi sekedar menanyakan keadaan bayinya.
Jungmi menganggap Jaejoong seperti kakaknya sendiri. Jaejoong sangat baik padanya selama ini dan Jungmi mencoba membalasnya dengan bekerja sebaik mungkin ditoko milik Jaejoong.

“Jungmin-ah, kau sudah Check up kedokter bulan ini?” Tanya Jaejoong sambil membawa sebuah box berukuran sedang.
“Oh, minggu depan aku baru check up lagi.” Jawab Jungmi lalu mengambil rincian barang dari tangan Jooeun.
“Ya, Jungmi-ah. Kau tahu, perutmu besar sekali. Kau yakin umur kandunganmu enam bulan?” Tanya Jooeun.
“Mmm, aku yakin. Dokter juga bilang begitu seminggu yang lalu. Dia juga bilang kalau bayiku tumbuh dengan cepat. Asal kau tahu, sulit sekali untuk bangun untukku saat ini. Anakku ini berat sekali.” Kata Jungmi lalu tertawa.
“Kau belum menemukan ayahnya?” Tanya Hyejin.

Jungmi menggelengkan kepalanya dan mengusap lembut perut buncitnya.

“Lagi pula aku tidak tahu wajahnya seperti apa.” Kata Jungmi sedih.
“Gwenchana. Masih ada Jaejoong-ssi bersamamu. Dia bisa menjadi ayah yang baik untuk anakmu.” Goda Jooeun.
“Yah~!” bentak Jungmi. “Dia itu seperti oppaku tahu.”
“Whatever…” Hyejin dan Jooeun lalu segera berlari meninggalkan Jungmi sebelum Jungmi melempar mereka dengan berkas yang ada ditangannya.
“Aish, jinja.” Desah Jungmi.

Saat tiba waktunya makan siang Hyejin dan Jooeun pergi ketoko makanan, sementara Jaejoong sedang pergi entah kemana. Jungmi tengah asik membaca buku tentang bayi saat seorang anak kecil masuk.

“Ah, ada yang bisa onni bantu?” Tanya Jungmi.
“Aku mau beli pelmen.” Jawabnya.

Jungmi tersenyum lalu keluar dari belakang meja kasir dan menuntun anak kecil itu menuju rak tempat permen dan makanan kecil.

“Mau permen yang mana?” Tanya Jungmi lagi. Ia sedikit membungkukkan badannya.
“Aku mau ChooDie Candy.”
“Tunggu sebentar, ne. Onni carikan dulu.”

Jungmi mencari permen yang dimaksud dan tidak menemukannya. Jungmi lalu mengajak anak kecil itu ke gudang dan Jungmi menemukannya dirak atas tempat permen dan coklat. Jungmi sedikit berjinjit dan saat tangannya berhasil menyentuk kardus permen itu ia kehilangan keseimbangan dan jatuh menyamping.

“AAAAKH!” erang Jungmi menahan rasa sakit yang menjalar diperutnya.
“Onni… hiks… gwenchana…hiks…onni…” anak itu mulai menangis.

Jungmi menggigit bibir bawahnya dan merasakan sesuatu mengalir keluar diselangkangannya. Jungmi mencoba tersenyum dan berusaha bangkit.

“Mian, onni tidak bisa mengambilkan permen untukmu. Sebaiknya, aaakh… kita kembali.” Kata Jungmi sambil menahan sakit.

Jungmi melihat cairan merah mengalir dikakinya. Saat sampai ditoko ia melihat seorang ajumma mencari-cari sesuatu dan anak kecil itu berlari menghampirinya.

“Umma, tolong onni.” Katanya sambil terisak.
Jungmi menopang tubuhnya kesalah satu rak dan sebelah tangannya memegangi perutnya. Ajumma itu menghampiri Jungmi dan terkejut.
“OMO! Agassi, kau harus cepat-cepat kerumah sakit. Kau pendarahan. Ya tuhan.” Katanya panic.
“Ajumma…haaah… tolong panggilkan ambulance…”

Jungmi tak kuat untuk berdiri dan ajumma itu membantu Jungmi duduk dilantai. Saat ajumma itu akan menelpon pintu toko terbuka dan Jaejoong masuk bersama Jooeun dan Hyejin dibelakangnya.

“Ajumma, waeire?” Tanya Jaejoong.
“Tuan, kita harus memanggil ambulance. Palli.” Katanya panic.
“Wae?” Tanya Jooeun bingung.
“Soerang Agassi pendarahan dibelakang sana.” Katanya.

Jaejoong terbelalak dan segera berlari kearah telunjuk ajumma itu. ia melihat Jungmi yang duduk berlumuran darah bersama seorang gadis kecil disampingnya.

“Jungmi!” Jaejoong menghampiri Jungmi.
“Jaejoong-ssi…haaah… aegi…” air mata mengalir bebas dipipi Jungmi.
“Bertahanlah.” Kata Jaejoong lalu menggendong Jungmi. Jooeun, Hyejin, dan ajumma juga anaknya melihat adegan itu dengan wajah yang sangat khawatir.
“Jooeun, Hyejin, kalian bersihkan darah Jungmi. Aku akan membawanya kerumah sakit.” Kata Jaejoong lalu berlari keluar dari toko.

~Dirumah sakit~

Sudah satu jam Jungmi berada diruang UGD, akhirnya dokter keluar. Jaejoong segera bangkit dan menanyakan keadaan Jungmin.

“Uisanim, bagaimana keadaan Jungmi?” tanyanya khawatir.
“Jungmi-ssi dan bayinya baik-baik saja. Kami sudah mentranfusi darah untuk Jungmi-ssi. Sekarang kita tinggan menunggunya siuman.” Jelas sang dokter.
“Khamsahamnida, uisanim.” Jaejoong membungkukkan badannya dan Jungmi yang terlelap diatas ranjang didorong beberapa suster menuju ruangannya.

Jaejoong mengikutiny sambil menggenggam tangan Jungmi. Ia sangat terkejut saat melihat Jungmi yang mengalami pendarahan ditoko tadi. Ia menghela napas lega karena Jungmi dan bayinya bisa bertahan.
Jaejoong semakin protektif terhadap Jungmi setelah insiden itu hingga Hyunbin lahir kedunia ini, Jaejoonglah yang menemani Jungmi menjalani kehidupannya yang sulit. Jaejoong bahkan membantu Jungmi mengasuh Hyunbin. Jungmi sangat berterima kasih pada Jaejoong yang tak bosan membantunya juga Hyunbin.

~flashback end~

“Jadi, kau hampir kehilangan Hyunbin?” Tanya Changmin.

Jungmi mengangguk dan tersenyum kearah Changmin.

“Makanya aku sangat panic saat Hyunbin sakit kemarin. Aku sangat berterima kasih padamu, Changmin-ssi.” Kata Jungmin. “Sebaiknya kita kembali. Aku takut Hyunbin bangun.”

Jungmi meninggalkan Changmin yang terpaku ditempatnya.

‘Seandainya kau tahu bahwa akulah ayah Hyunbin. Apa yang akan kau lakukan, Jungmi-ah? Apa kau akan marah padaku? Apa kau akan memaafkanku?’ batin Changmin.

“Changmin-ssi… kau mau masuk tidak?” teriak Jungmi.
“Ne.” balas Changmin lalu melangkah dengan gontai.

Changmin baru saja mendapatkan pesan dari Kyuhyun tentang hasil tes DNA Hyunbin dan hasilnya positif. DNA Hyunbin 98.99% cocok dengan DNA milik Changmin. Changmin melihat Jungmi membenarkan selimut Hyunbin. Changmin tersenyum getir lalu meninggalkan Jungmi menuju ruangan Kyuhyun untuk mengambil hasil tes DNA Hyunbin.
————————-
Changmin keluar dari mobilnya dan segera masuk kerumahnya.
“Changmin-ah, kau sudah pulang?” Tanya Mrs. Shim.
“Ne, umma. Umma…” Changmin terdiam.
“Ada apa?” Tanya Mrs. Shim bingung dengan tingkah anaknya.
“Aku menemukan mereka umma.” Kata Changmin pelan.
“Mereka?” Tanya Mrs. Shim semakin bingung.
“Anakku dan ummanya.” Jelas Changmin Singkat.
“MWO?! Dimana kau menemukan mereka? Kenapa kau tidak membawanya kesini?” Tanya Mrs. Shim.
“Anakku sedang sakit. Aku melakukan tes DNA diam-diam dan hasilnya positif, Hyunbin memang anakku.”
“Akhirnya umma bisa bertemu dengan gadis itu. Umma ingin meminta maaf padanya. Umma merasa sangat bersalah.” Kata Mrs. Shim sedih.
“Seharusnya aku yang berkata begitu umma.” Sela Changmin.
“Tetap saja Changmin-ah, umma juga merasa sangat bersalah. Sudah 5 tahun sejak kejadian itu, umma merasa sangat senang kau bisa menemukan mereka.” Kata Mrs. Shim.
“Umma, apa dia akan memaafkanku?” Tanya Changmin.
“Umma tidak tahu. Hanya ia yang bisa menjawabnya. Ajak mereka kesini, umma ingin bertemu calon menantu dan cucu umma.” Kata Mrs. Shim senang.
“Aku akan mengajak mereka kesini setelah Hyunbin benar-benar pulih.” Kata Changmin.

‘Jungmia-ah, apakah kau akan memaafkanku?’ pertanyaan itu selalu memenuhi pikiran Changmin dan membuatnya kurang berkonsentrasi.
————————–
Keesokan harinya Hyunbin diperbolehkan pulang dan mau tak mau Changmin harus mengantarkan Hyunbin pulang karena ia tak mau pulang jika tidak bersama Changmin. Jungmi terus meminta maaf pada Changmin selama perjalanan pulang.

“Changmin-ssi, mianhae. Maafkan tingkah Hyunbin.”
“Gwenchana, Jungmi-ah. Kebetulan juga sedang istirahat makan siang.” Kata Changmin tersenyum tipis.

‘Seharusnya aku yang meminta maaf padamu, Jungmi-ah.’ Batin Changmin.

Ketika sampai, Hyunbin menarik Changmin masuk kerumah. Changmin hanya tersenyum dengan tingkah laku Hyunbin. Sementara Jungmi terlihat tersenyum bahagia melihat Hyunbin yang sudah kembali menjadi Hyunbin yang hyperaktif.

“Binnie, jangan terlalu banyak bergerak. Sebaiknya sekarang Binne bobo siang ya.” Bujuk Jungmi.
“Binnie mau dokter-ssi yang nina bobo Binnie.” Pinta Hyunbin.
“Ye…?” Jungmi melongo mendengar permintaan Hyunbin.
“Gwenchana, Jungmi-ssi. Kajja Binnie.”

Hyunbin terlihat sangat senang dan mangajak Changmin kekamarnya. Hyunbin berbaring diatas tempat tidurnya dan Changmin duduk disampingnya.

“Kenapa tidak tidur?” Tanya Changmin heran.
“Umma…!” teriak Hyunbin sambil menggosok matanya.
“Ne, jagi.” Jungmi melongokkan kepalanya dipintu. Hyunbin menepuk-nepuk tempat tidur disampingnya. Jungmi melongo dan tersadar saat Hyunbin memanggilnya.
“Umma…!”
“Nde…” Jungmi menyerah dan duduk disambil Hyunbin lalu menepuk-nepuk pantat Hyunbin.
“Jungmi-ssi, hari sabtu ada waktu tida?” Tanya Changmin. Hyunbin sudah setengah tertidur.
“Ani. Wae?” Jungmi menatap Changmin.
“Aku ingin mengajakmu dan Hyunbin ke Amusement Park.”

~TBC~

Welehweleh….
Chapter kali ini panjang juga….
Oh iya,, kayanya crita nie gad a NC’na deh…
Tapi ga tau juga sie… hehe…
Comment always loved….^^

9 thoughts on “SINCE I FOUND YOU [part 2]

  1. aku hampir lupa ma cerita y, buru2 cari part 1 baca ulang. . .
    Changmin udah ngaku ja bkn y jungmi y udah bilang nyari appa hyunbin n bakal nerima appa hyunbin. . . . .
    Jj y gmn? Buang k aku aja deh. . . .

  2. aku hampir lupa ma cerita y, buru2 cari part 1 baca ulang. . .
    Changmin udah ngaku ja bkn y jungmi y udah bilang nyari appa hyunbin n bakal nerima appa hyunbin. . . . .
    Jj y gmn? Buang k aku aja deh. . . .!!!

  3. haah panjang???
    menurutku terlalu singkat
    apa karna nunggunya kelamaan kali yaa
    hahahahhaaa
    perasaan yg pertama nama panggilan Hyunbin itu Hyunnie knp skrng jd binnie
    lanjutnya jgn lama2 yaaaa ^^

  4. Jd pnsrn pgn tw gmn masa lalu changmin oppa ama jungmi!
    AYo rajut kisah cinta manis antara changmin & jungmi ^_-
    Jaepa so sweet & baek bgt ih bnr dh aq mw dh jd bini’a :) *d talak 13 kyu*
    DAEBAK!! [^^]d Salut ama jungmi!! Perjuangan’a itu loohh~

    Hahahasek, lmyn kyuhyun nongol sdkt deh =)
    Bnrn deh aq makin cinta sama jaepa @_@

    Blm nikah ajj ud jd keluarga bahagia, apalagi mreka nikah y?! *menerawang

    LANJUUTT!!

  5. waah, kira2 changmin mau ngajak jungmi kemana ya? Hmm mungkin kerumah orngtuanya. Tapi, kasian juga sama jaejoong, padahal selama 5 thun ini dy yg menjaga jungmi dan hyunbin.. Dan ujung2 jae yg terluka..semoga jae bisa mendapatkan gadis yg lebih baik dari jungmi,

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s