Different Love-Part14

Image and video hosting by TinyPic

Cast:

Kim Ki bum – Lee Hyuk Jae [Super Junior]

Choi Eunyoung – Kim Rae Ra – Han Je Mi – Choi In Hyeong [OCs]

Aku beranjak, tapi Inhyeong menahanku… ah.. sebaiknya aku tunggu Inhyeong disini.

Aku tak tahu kenapa, tapi aku merasakan sakit yang luar biasa.

*****

“Kenapa kalian baru menceritakannya?” tanyaku geram. Inhyeong dan Hyukjae menceritakan semua yang dialami Eunyoung dan aku? Aku menjadi orang bodoh yang terakhir tahu. Aku menjadi orang tolol yang tak tahu keadaan istriku sendiri?

Hyukjae terdiam, sedang Inhyeong, sejak menceritakanya dia menangis.

Eunyoung…

Kenapa kau tak menceritakannya?

“Kenapa tak memberitahu Oppa?” tanyaku pada Inhyeong, dia menunduk, aku tahu dia merasa bersalah…

“Sampai kapanpun…yang akan Oppa cintai untuk selamanya adalah Eunyoung…sampai kapanpun…” ucapku, Inhyeong memelukku erat.

“Kau tahu saat aku berusaha keras mendapatkan cinta Eunyoung kan? Kau melihat kami bersatu kan?” tanyaku lagi,

“Mian..aku hanya ingin Eunyoung Unnie senang Oppa, ini semua rencana Eunyoung Unnie…” dia mengatakannya ditengah tangisnya.

Aku meminta Inhyeong dan Hyukjae menunjukkanku makam Eunyoung.

Aku tak melihatmu saat kau kesakitan… aku tak disampingmu saat kau merasa membutuhkan seorang suami… aku tak memelukmu saat kau ketakutan…

Dan kini…kau sendiri disana Eunyoung…

Kau tak mengajakku?

Bukankah kau berjanji akan bersamaku? Kau mengingkari janjimu Eunyoung…

Bukankah kau berjanji memberiku anak sebelas?

Apa aku terlalu menuntutmu?

Lalu sekarang?

Aku harus menikahi Raera tanpamu?

Sedangkan yang mendorongku untuk menikah dengan Raera itu adalah kau…kau Eunyoung…

Kubiarkan air mataku menghujani peristirahatan terakhir Eunyoung, aku tak tahu apa aku sanggup tanpanya sekarang.

Aku juga tak tahu bagaimana hidupku selanjutnya.

“Oppa…” suara Inhyeong memanggilku, menyuruhku segera beranjak karena hujan mulai turun.

Kugelengkan kepalaku, “Bawa Inhyeong pulang Hyuk”ucapku pelan

“Aku ingin kita pulang bersama Oppa~” ucapnya, dia masih dibelakangku, kugelengkan lagi kepalaku

“Hyuk” panggilku lagi

“Oppa~ Ani!!! Oppa” Inhyeong memanggilku, suaranya menjauh, mungkin sekarang Eunhyuk telah membawanya kedalam mobil

“Kau sangat tahu aku mencintaimu Eunyoung…kau tahu itu”

Hyuk Jae PoV

Inhyeong tetap melihat keluar jendela mobil, melihat Kibum yang masih terduduk bahkan kadang tersungkur di atas kuburan Eunyoung.

“Aku melakukan kesalahan yang sangat besar ya Hyuk?” tanyanya tanpa melihatku, air matanya terus mengalir, aku tahu ini sangat berat untuknya.

“Sayang~ kau tak salah” kuusap pundaknya, Inhyeong melihatku, “Aku bodoh sekali ya” ucapnya terus terisak.

*****

Inhyeong dan Kibum. Mereka tampak sama sekali tak punya nyawa sejak kepergian Eunyoung. Kibum lebih cenderung diam dan murung dibelakang kami, sama seperti sikap Inhyeong.

“Ayo Hyuk” Inhyeong memanggilku dari luar ruangan, aku beranjak dan mengantarnya pulang

Inhyeong masuk kedalam mobilku dan menatap lurus kedepan

“Kau ingin makan diluar dulu sayang?” tanyaku pelan, Inhyeong menggeleng.

“Tapi kau belum makan seharian ini Inhyeong”

“Bawa aku pulang Hyuk…aku ingin pulang” ucapnya lemas. Ya Tuhan~ sakit sekali melihatnya seperti ini…aku benar-benar tak ingin melihatnya seperti ini

Sepanjang jalan Inhyeong hanya melihat keluar jendela, kadang aku menangkapnya mengusap air matanya.

“Bye” ucapnya lalu turun dari mobilku, itu saja dia sama sekali tak melihatku. Kuikuti Inhyeong, aku masuk kedalam rumahnya.

Kulihat kedalam rumahnya, sepi sekali…yah, biasanya ada Eunyoung yang menyambut kami dari dapur itu…dan kini…semuanya benar-benar sepi.

Kulihat seseorang duduk di taman belakang, Kibum? Aku menuju kesana.

Dia duduk sendiri, memasukkan tangannya kedalam saku celananya, tatapan matanya lurus menatap sebuah ayunan didepannya.

“Kibum” panggilku, berdiri disampingnya, Kibum mendongak melihatku, tapi tak bergerak sama sekali dari posisinya.

“Kau sudah pulang” ucapnya

“Ingin kuberitahu sesuatu?” tanyaku, Kibum menggeleng

“Tentang Eunyoung” Kibum melihatku lagi saat aku menyebut nama istrinya itu

*****

Kibum PoV

“Jangan pernah mengecewakannya, karena hanya itulah keinginannya…”

Kata-kata Hyukjae itu masih terbayang dikepalaku, aku masih terus mengingat apa kata-kata Eunyoung padaku saat itu.

“Appa…” Kimi memanggilku, aku melihatnya dan mengangkatnya kepelukanku.

Pagi ini, hampir satu tahun dari kepergian Eunyoung.

Eunyoung…salah satu keinginanmu akan terwujud, Hyukjae dan Inhyeong akan menikah.

“Omma mana?” tanyaku pada Kimi.

“Omma masih berdandan…” jawab Kimi memainkan dasiku.

Aku bermain dengan Kimi.

Tak lama, Jemi keluar dari kamarnya. Dia sudah siap.

Aku mengantar Kimi ke sekolahnya, lalu mengantar Jemi kekantornya.

Jemi…bulan depan kabarnya dia akan bertunangan lagi dengan namja yang dinikahinya.

Aku pikir, dia ke Seoul untuk menemuiku dan mengatakan kalau dia masih mencintaiku, tapi… hanya untuk mengantarkan Kimi.

Aku sedikit kecewa… tapi apa boleh buat? Ah~ jangan memikirkannya!! Aku harus focus pada Raera…

Walaupun cukup berat untuk tak terus mengingat Eunyoung dipikiranku

Setelah mengantar Jemi, aku berencana menjemput Raera, tapi ternyata dia sudah sampai di kantor, jadi aku langsung menuju kekantorku.

Aku melihat Inhyeong berkutat dengan pekerjaannya, dia tak menyadari aku datang.

“Pagi…” sapaku, dia melihatku dan tersenyum.

“pagi Oppa… Raera sudah sampai dari tadi…” ujarnya.

“Aku tahu…aku mengantar Jemi dan Kimi dulu…” jawabku lalu pergi meninggalkan Inhyeong.

Sebentar lagi… satu wanita menemaniku akan pergi juga…tapi aku harus merelakan Inhyeong bersama Hyukjae. Yah!! Aku pasti merelakannya bersama Hyukjae, dia sangat mencintai Hyukjae, begitu juga sebaliknya.

Aku tak melihat Raera dimejanya? Kemana dia?

Aku masuk kedalam ruanganku, ah…dia disana.

“Pagi Raera…” sapaku. Dia tersenyum riang padaku.

“Pagi…ingin minum sesuatu?” tanyanya, aku menggeleng.

“tak usah…ah iya… hari ini Inhyeong berencana mencocokkan gaun pengantinnya…ikutlah dengannya…” ucapku, Raera melihatku.

“Pilihlah gaun yang kau suka Raera…setelah Inhyeong menikah, aku akan melamarmu…” ucapku pelan, Raera terlihat sedikit kaget.

“Tapi Kibum…” “Aku sudah tak apa-apa Rae…” dia terlihat sangat merasa tak enak.

“Kita…sudah sama-sama mencoba saling mencintai kan?” tanyaku, Raera mengangguk.

“Aku rasa, satu tahun sudah cukup Rae…”

“Aku tahu dihatimu, Eunyoung tak bisa tergantikan…dia akan sangat bangga padamu Kibum… sangat…” ucapnya, dia mengelus punggungku.

Aku memeluk Raera…dia terkejut, yah… aku tahu dia terkejut.

“Terimakasih sudah membantuku Raera…” ucapku pelan.

Raera POV

Kibum menarikku kedalam pelukannya, astaga!! Apa yang dia lakukan?

“Terimakasih sudah membantuku Raera…” ucapnya pelan, aku mengangguk dipelukan Kibum.

Satu tahun perjalanan, dia belum bisa melupakan Eunyoung… yah, aku tahu itu terlalu sulit untuknya.

Tapi sekarang, aku harus menjalankan janjiku pada Eunyoung…ini menyakitkan, terkadang Kibum masih mengingat Eunyoung…bahkan saat kutemukan dia tertidur, dia mengigau Eunyoung.

^^^^^

Aku mengambil tasku dan menuju ketempat Inhyeong. Aku menyetujui Kibum untuk ikut bersama Inhyeong…

“Unnie… tunggu sebentar, aku ijin dengan Hyuk…” ujarnya, lalu masuk kedalam ruangan Hyukjae.

Aku menunggunya diluar.

Tak lama, Inhyeong kembali.

“Ayo…” ajaknya.

Ditempat pemilihan baju pengantin, dia terlihat sangat senang…

Inhyeong mencoba beberapa baju yang dipesannya, dan ada juga baju yang dipilihkan oleh Hyukjae.

“Unnie…bagaimana  yang ini?” tanyanya, Inhyeong berputar didepanku. Astaga~ wajahnya benar-benar merona.

“Kau cantik Inhyeong…sangat cantik…” ucapku melihat Inhyeong mengenakan gaun pengantin pilihan Hyukjae, gaun itu sangat cocok dengannya. Ah~ pasti jika sekarang Hyukjae disini, dia akan terpaku melihat Inhyeong seperti ini.

“Unnie…aku ingin mencoba yang satunya lagi…kau? Tadi Kibum Oppa memesaniku agar kau mencari gaun untukmu nanti…” ujarnya, ah? Benarkah? Sebenarnya lebih enak jika Kibum menemaniku mencarinya, dan nanti aku hanya mengambil dan mencobanya. Ah!! Aku ini berfikir apa!! Aku kan menikah hanya karena janjiku pada Eunyoung, selebihnya… itu adalah bonus dari janjiku.

Inhyeong mengambil gaun yang dipilih Hyukjae satu dan pilihannya satu, dan sekarang, tinggal Hyukjae yang mengambil jas miliknya.

*****

Huft!!!

Apakah jika nanti aku menikah dengan Kibum, dia akan bahagia?

Eunyoung-ah…

Kalau saja aku tak berjanji padamu, mungkin aku tak akan mungkin menikah dengan Kibum sekarang.

“Annyeong…” suara Kibum mengagetkanku. Astaga!! Sejak kapan dia melihatku melamun?

“Rae?” dia memanggilku lagi, aku melihatnya dan tersenyum.

“Hei…Kibum-ah…mian..” ujarku. Kibum mengangguk dan duduk disebelahku.

“Kenapa malam-malam begini masih diluar?” tanyanya, aku melihat jam tanganku…ah~ jam 10 malam.

“Mencari angin saja…” jawabku, pelan… tunggu, dan dia juga… kenapa masih disini?

“Dan kau, sedang apa disini? Bukannya sudah malam?” tanyaku. Kibum memainkan alisnya.

“Kau kan kekasihku… memangnya tak boleh aku main kerumah kekasihku?” tanyanya. Astaga~ dia bilang apa? Kekasihnya?

“Rae…” dia memanggilku, mungkin karena aku terlalu lama merespon ucapannya tadi. Aku melihatnya.

“Eunyoung sedang melihat kita…” ujarnya, eh? Darimana dia tahu?

“Dia dimana?” tanyaku. Kibum melihat langit dan menunjuk satu bintang yang bersinar.

“Itu, Rae…dia yang paling terang…” jawabnya, terlihat sekali dia masih sangat mencintai Eunyoung…

Kibum mengambil ponselnya didalam saku celananya, aku juga bisa mendengar getaran yang cukup hebat.

“Yobseo…” suara Kibum terdengar setelah dia mengangkat teleponnya.

“Mwo!!” astaga!! Mendapat telepon dari siapa Kibum? Kenapa begitu terkejut?

“Ne. aku kesana…” ujarnya lagi. Ada apa ini?

Kibum POV

Astaga!! Kenapa bisa demam lagi Kimi…

“Wae?” Tanya Raera, dia juga terlihat khawatir.

“Kimi, badannya panas lagi…” jawabku.

“Pergilah cepat…” suruhnya, aku mengangguk dan mengambil kunci mobilku.

Aku mengajak Raera ikut kerumah sakit.

Setelah itu, aku melajukan mobilku kerumah sakit dimana Kimi dirawat.

^^^^^

Aku melihat Jemi didalam ruangan Kimi, dia terlihat sedih.

Kuhampiri Jemi, dia menyadari kedatanganku dan Raera.

“Jemi…” Raera memeluk Jemi. Ah~ mereka terlihat dekat.

Aku melihat Kimi ditempat tidur, tubuhnya lemas sekali…pasti yang membuat Kimi menangis adalah infusnya… Kimi memang sangat merasa tersiksa jika jarum suntik menyentuhnya, sama seperti aku… tak menyukai Rumah Sakit.

“Kenapa bisa begini?” tanyaku, aku duduk diseberang Jemi dan Raera yang duduk berdua.

“Dari dua hari lalu dia ingin bertemu denganmu Kibum…tapi…aku tahu kau sangat sibuk, jadi…tak kubolehkan dia menganggumu…” ujar Jemi. Astaga~ Kimi sakit karena aku lagi…

“Sebaiknya kau menunggu Kimi disini Kibum…” ujar Raera.

Aku mengangguk. “Ne. aku mengantarmu pulang” “Tak usah Kibum…aku bisa naik taksi saja…” tolaknya. Aku menggeleng.

Jemi POV

“Sebaiknya kau menunggu Kimi disini Kibum…” Ujar Raera, ah~ menunggu Kimi disini? Mungkinkah?

Aku melihat Kibum mengangguk. Eh? Benarkah?

“Ne. aku akan mengantarmu pulang” tawar Kibum. “Tak usah Kibum…aku bisa naik taksi saja…” tolak Raera. Eh? Kenapa tak ingin diantar?

“Aku mengantarmu dulu Raera…” aku melihat Kibum memaksa Raera, tapi Raera kekeh menggeleng.

“Tidak Kibum!! Kau tetap menjaga Kimi disini…” kekehnya.

“Rae…” “Appa…” suara Kimi lemah. Kimi siuman dan langsung memanggil Kibum, mungkin dia tahu Kibum ada disebelahnya.

“Kimi…Appa disini sayang…ini Appa…” Kibum langsung merespon Kimi… dia terlihat sangat khawatir. Kibum memegang tangan Kimi dan menyentuhkannya diwajahnya.

Kimi membuka matanya dan melihatku. Keadaannya lemah sekali.

Aku melihat bibir Kibum tersenyum. “Appa disini…” Bisiknya dan Kimi, dia terlihat senang.

“Kau ingin minum?” tanyaku, Kimi menggeleng.

“Appa disini saja…” ujarnya pelan. Kimi~

aku melihat Kibum melihatku, bukan… sepertinya dia mencari Raera…

“Dia baru saja pulang…” ujarku pelan. Kibum terlihat menyesal. Pasti dia kecewa tak bisa mengantarkan pulang Raera.

“Lebih baik kau kejar dia Kibum… antarkan dia pulang, Kimi akan bersamaku…” ujarku, Kibum mendengarkan perkataanku, dia beranjak, tapi Kimi menggenggam erat tangannya.

“Appa~” panggil Kimi.

“Sayang…Omma disini…” ujarku, aku mencoba mengalihkan perhatian Kimi, tapi tak berhasil, dia tetap memegang erat tangan Kibum, walaupun mata Kimi melihatku.

“Tak apa Jemi…aku akan disini…” ujarnya, astaga~ aku jadi tak enak… benar-benar tak enak.

Bagaimana jika Raera berfikir kalau aku tak menyuruh Kibum mengejarnya?

“Kibum…” “Sstt…” aku baru saja ingin menyuruhnya lagi mengejar Raera, tapi Kibum tak memperbolehkanku berbicara lagi.

Aku melihat Kibum… dia terlihat mulai asik dengan Kimi.

Mereka bercanda…

Ah~ senang sekali melihat Kimi tertawa seperti itu… dan Kibum, dia juga terlihat senang.

Aku membaringkan tubuhku disofa tak jauh dari ranjang Kimi.

Huft~ nyaman sekali… sangat nyaman…

Dari tadi pagi aku belum berbaring sama sekali…

Kibum POV

Kimi sangat senang… ah~ senang sekali bisa membuatnya tertawa seperti ini…

Sebenarnya aku berniat mengajak Jemi bercanda bersama kami… tapi aku melihatnya terlelap di sofa panjang tak jauh dari tempatku dan Kimi bercanda. Dia terlihat lelah.

“Kimi… tidurlah sayang…  ini sudah malam…” ujarku, aku mengelus kepala Kimi sayang.

Dia mengangguk.

Kutarik selimut Kimi sampai dadanya, dan kuusap kepalanya.

Tak lama, Kimi masuk kedalam alam mimpinya.

Aku mengirim pesan kepada Inhyeong agar membawakan selimut untukku dan Jemi.

Aku fikir, malam ini sebaiknya aku menemani Jemi disini…

Kenapa tiba-tiba ingin menelpon Raera?

Ah, benar… sebaiknya aku menelponnya. Tadi dia tak pamit padaku.

Aku mengeluarkan ponselku dari saku celanaku dan menelpon Raera.

Tersambung….

“Yobseo…” suaranya, sepertinya serak.

“Rae…kau baik-baik saja? Suaramu serak?” tanyaku, aku sedikit khawatir dengannya.

Jangan-jangan dia menangis karena aku?

“Ne. aku baik-baik saja Kibum-ah…Kimi bagaimana?” tanyanya.

“Dia tidur…ah iya… aku akan menginap disini, tak apa kan?” tanyaku.

Dia tak menjawab.

“Rae… tak apa kan?” aku kembali bertanya.

“Ne. tak apa Kibum… bukankah kau seharusnya disana… bersama Kimi…” ujarnya.

“Hm…iya… kau tak cemburu kan?” godaku.

“Em? Ani…” jawabnya singkat, seperti marah. Benarkah Raera marah?

Yah…mungkin saja… hampir setahun aku menjalin kasih dengannya…

Dan aku? Apa aku mulai mencintai Raera? Selama ini aku rasa aku hanya menjalankan keinginan Eunyoung.

“Oppa…” Inhyeong menepuk pundakku, aku melihatnya datang bersama Hyukjae.

“Hei…sudah datang?” tanyaku.

“Melamun apa kau? Daritadi aku disini Oppa…” ujarnya. Inhyeong memandang Kimi.

“Hai… keponakanku…kau sakit lagi…” ujarnya berbicara dengan Kimi, padahal dia tahu kalau Kimi sedang terlelap. Inhyeong merapikan rambut Kimi lembut. Dia sangat menyayangi keponakannya itu.

Aku membuka tas yang dibawa Inhyeong dan mengambil selimutku, dan berjalan menuju ketempat Jemi.

Kututupi tubuh Jemi dengan selimutku.

DEG!!

Rasa apa ini? Kenapa aku? Astaga!!

To be Continued…

18 thoughts on “Different Love-Part14

  1. kasian kibum..
    msh gak rela eunyoung’y meninggal,,
    tp penasaran jg kibum ntar pilih siapa..
    masa dy jatuh cnta ma dua2’y, tmbh rumit donk… :)

  2. ahh part 14, yee ^^/
    aduh kasian bumm oppa d tinggal eunyoung
    ahh kira kira bumm bakal pilih siapa ya ?
    Ahh jemi aja jangan raera. . .

  3. ah akhirnya part 14 muncul…
    ksian kibum d’tnggal eunyoung…
    tp bnr sih soalnya d’saat eunyoung sakit kibum ga ada d’smping eunyoung dan eunyoung mrhsiakan smuanya…
    jd wjr laaah klo kibum mrsa sedih…
    wah dr raera sma Jemi kibum bkl mlh siapa yaaaa…

  4. disini gaada adegannya Inyeong-Hyukjae ya #plak
    kasian jg Hyukjae di cuekin sama Inyeong :( Raera jg kasian di gituin sama Kibum :(
    Kibum kenapa? sakit jantung ya? #plak O.o

  5. yeeee akhirnya nongol jg nie part, kangeeen ah kangeeeen….
    eh, eunyoung meninggal???euh~~kibum ama raera, aaaah ga rela (?) hikzzzz….
    kibum msh galau yeeee blm bsa nentuin pilihan, hahaha…
    aduh, kibum ama jemi aja dech, msa iya jemi tunangan lagi ama suaminya, ga mauuuu ga mauuuuu…
    jemi ama kibum + kimi aja, ah keluarga bahagia kan, hehehehe….
    he’em asiiiik hyuk-inyoung akhirnya mau nikah juga, aseeek aseeek aseeeek….

    Kelanjutannya dtunggu ya author, jgn lama2 :)

  6. OMG!
    Inhyeong dan Hyukjae akhirnya bakal nikah!
    *happy!*

    tp.. ada dg raera?
    pasti cemburu
    daaannn jgn bilang klo kibum jg mencinta jemi
    aahh~

    ayo ayo thor lanjutan nya!
    hoho

  7. DEG …………
    aaaaarrrrrggggghhhhhhh……………….
    rasa apa ituuu……………..

    pasti masih cintaaaaa…………………….. ????????????

    sudah aaahhh…. balikan sama JEMI aja……… kan ada KIMI ………..

  8. Aku akuin dech ceritanya benar-benar bagus. setiap part nya selalu membuat g sabaran pengen tahu kelanjutannya. Anyway Kibum itu sebenarnya suka sama siapa sich? Raera atau jemi? kasian raeranya kan?
    Fighting buat authornya..gomawo buat cerita nya…top abis..

  9. Tuh kan, ksian kibum oppa’a krn ga dksih tw! Dy ngrasa bersalah kn?!

    Aq ga rela kibum oppa nikah sama raera! Datengin ajj deh yeoja bru yg muka’a mirip bgt sama eunyoung : aq rela ridho lilla hitaa’la!! ^-^d

    bnr2 ga tega liat kondisi inhyeong & bum-pa :( aq jd nangis jg kn :'(

    FIGHTING~

    LANJUUTT!!
    Cepet pny baby y hyuk & inhyeong ^_~

    Bum-pa ga blh suka ama jemi! Cariin ajj yeoja yg mirip eunyoung! Harus! *maksa bgt* ga rela abis’a =(

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s