125

my wedding [3rd anniversary!] PG-15

Lagi-lagi FF abal yang saya tulis, dan entahlah saya ngetik ini kesambet apaan hahaha yang jelas, sedia kantong keresek disebelah kalian. Oh iya, seperti biasa saya hanya sanggup bikin PG-15, semoga gak bosen (._____.)

Chaejin pov

“Chaejin-ah.. bagaimana jika kita bercerai saja?”

Aku menatap pria yang memakai sweater hijau dihadapanku. Kami ada disebuah cafe, lihatlah.. dia terlihat sangat tampan tapi kata-katanya itu sangat menyebalkan! Cho Kyuhyun.. kau tidak sedang mengerjaiku kan?

Continue reading

20

Dandelion #4 (Why, Baby? Sequel Edition)

sebelumnya…

#1 #2 #3

Dandelion #4 (Why, Baby? Sequel Edition)

…sick…

 

Sejak saat itu, aku jarang bertemu dengannya lagi. Bahkan hampir tidak pernah. Hari itu saat aku bangun, Yunho oppa sudah tidak ada di sampingku. Dia hanya meninggalkan sebuah pesan berisi permintaan maaf dan menyuruhku untuk tinggal sementara di rumahnya. Dia meninggalkanku tanpa sempat berterimakasih dan mengatakan mengapa aku pergi dari rumah. Tentu saja karena dia harus pergi ke dorm untuk debutnya. Dan aku memakluminya.

Aku menjalani hari-hari dengan semangat yang baru sesudahnya. Aku benar-benar ingin membuktikan pada orangtuaku bahwa aku bukan aib yang akan memalukan keluarga. Aku berusaha sekuat tenaga untuk menjalani tes masuk SNU dan tinggal di rumah kecil milik Yunho oppa dengan uang hasil bekerjaku selama ini. Tanpa orangtua, GO, bahkan Yunho oppa.

Aku tidak mau mengganggunya. Tidak untuk saat ini. Baru saja dia debut, dia sudah mendapatkan banyak cinta dari fansnya. Banyak sekali, hingga aku bisa melihatnya setiap hari di televisi dalam acara yang berbeda. Penampilannya pun berubah. Jika dulu aku sempat mengatakan bahwa dia tidak begitu tampan, setelah debut dia terlihat tampan sekali. Dan tetap berwibawa, tentunya.

Dengan usaha dan doa, akhirnya aku berhasil masuk SNU jurusan hukum, sesuai apa yang aku inginkan. Orangtuaku akhirnya membelikanku sebuah apartemen dan mobil. Sebenarnya mereka menyuruhku pulang, tetapi aku tidak mau. Lebih baik aku tinggal di rumah kecil ini daripada melihat mereka bertengkar lagi. Cukup tiga tahun terakhir ini saja.

Aku hanya mengirimkan pesan singkat untuk memberitahu Yunho oppa bahwa aku berhasil, dan dia hanya membalasnya dengan kata ‘selamat!’ saja. Sedikit merasa kehilangan, tetapi setidaknya aku masih bisa melihatnya setiap hari di televisi, sebagai pengobat rindu.

Aku sudah mengatakan bahwa aku mencintainya, kan? Continue reading