Different Love-Part11

Image and video hosting by TinyPic

Cast:

Kim Ki bum – Lee Hyuk Jae [Super Junior]

Choi Eunyoung – Kim Rae Ra – Han Je Mi – Choi In Hyeong [OCs]

 

Aku tak sanggup, aku tak sanggup melihat wajah Kibum Oppa… aku tak sanggup memperlihatkan wajahku yang penuh kebohongan…

“Kibum… kau membuatnya takut!!” aku mendengar Hyukjae menahan Kibum Oppa melakukan hal ini padaku.

“Kibum-ah… sudahlah… In Hyeong, pulanglah… sudah hampir larut…” Eunyoung Unnie menyuruhku pulang.

Hyukjae menarik pelan tanganku, Kibum Oppa melepaskan tangannya dari bahuku.

“Ayo pulang…” ajaknya, aku mengangguk.

“Unnie… aku pulang… Oppa, aku pulang… annyeong…” pamitku pada mereka.

“Ne. hati-hati In Hyeong…” ujarnya, aku mengangguk, dan aku berharap Eunyoung Unnie bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik….

Aku berjalan menuju keparkiran, menahan tangisku sebisa mungkin, sedang Hyukjae, dia hanya mengikutiku tanpa bicara apapun.

Hyukjae membukakan pintu mobilnya, aku masuk kedalam mobilnya.

“In Hyeong… kau ingin makan diluar dulu?” tanyanya, aku menggeleng.

“Pulang saja Hyuk… aku lelah…” jawabku, Hyukjae mengangguk.

Aku masih memikirkan Eunyoung Unnie… bagaimana Eunyoung Unnie menghadapi Kibum Oppa? Apa Kibum Oppa akan memaksanya?

Atau Kibum Oppa akan tahu hal sebenarnya?

Astaga!! Aku tak ingin Kibum oppa tahu… ini akan membuatnya sangat sedih, tapi jika Kibum Oppa tak tahu, aku juga tak bisa membiarkan Kibum Oppa penasaran… hal yang menyakitkan disembunyikan istrinya sendiri…

“In Hyeong…kau menangis lagi?” Hyukjae memberhentikan mobilnya. Aku melihatnya dia sangat perhatian… sangat…

Aku memeluknya spontan.

Aku sangat beruntung, aku menangis di pelukan Hyukjae.

Hyukjae mengelus pundakku…

“Kau bisa menumpahkan semuanya In Hyeong…”

*****

“Gumawo…” ujarku saat Hyukjae mendudukkanku di sofa. Perasaanku sudah lebih baik.

Hyukjae berjalan menuju kearah dapur.

Tak lama, aku melihatnya membawa segelas air.

“Minumlah dulu…” ujarnya menyodorkan air minum itu, aku mengambilnya dan meneguknya habis.

“Istirahatlah In Hyeong…kau tampak lelah…” sarannya, aku mengangguk.

“Ne. gumawo…” ujarku, aku beranjak dari dudukku, menuju kekamarku.

Bagaimana dengan Hyuk? Aku tak mungkin meninggalkannya di ruang tamu begitu saja… tapi, aku juga tak mungkin menyuruhnya tidur dikamarku kan?

Aku menoleh melihatnya yang membawa gelas menuju kedapur lagi.

“Wae? Ada yang kau butuhkan In Hyeong?” tanyanya, aku menggeleng.

“Kau…” aku menunjuknya, aku bingung harus berkata apa… apa aku harus langsung bertanya, dia tidur dimana? Atau…

“Aku akan tidur di kamar tamu…” ujarnya, ah, dia tahu aku mencemaskan masalah itu. Aku mengangguk dan kembali menuju kamarku.

Aku masuk kedalam kamarku dan menutup pintunya.

Apa aku harus menguncinya? Tapi kenapa? Hyukjae kekasihku kan? Dia tak mungkin macam-macam denganku.

Bukankah tadi sore juga dia tak melakukan hal itu padaku?

Tapi dia telah melihat semuanya… dia telah melihat tubuhku… bagaimana jika tiba-tiba dia masuk kedalam kamarku dan melakukannya?

Arrgggh!!! Aku bingung…

“Klek” aku menguncinya sekali, lalu aku menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahku dan mengganti bajuku, setelah itu, aku bersiap untuk tidur.

Tapi Eunhyuk mengetuk pintuku, jantungku berdebar… aku takut…

“In Hyeong… kau sudah tidur?” tanyanya dari luar kamarku, aku berjalan mendekat ke pintu kamarku.

“In Hyeong…” dia memanggilku lagi.

Aku menghela nafasku… aku harus yakin Hyukjae menyayangiku… dan dia tak mungkin melakukan hal itu padaku.

Aku membuka kunci pintuku, dan membuka pintunya.

Aku melihatnya tersenyum.

“kau belum tidur?” tanyanya, aku menggeleng.

“Jangan takut In Hyeong… aku telah berjanji kan tak akan melakukan hal itu lagi?” tanyanya, aku menunduk.

“Kau masih takut ya?” tanyanya lagi, Hyukjae memegang pundakku.

Aku mendengar Hyukjae menghembuskan nafasnya.

“Aku tak akan melakukannya… dan kau… kau juga harus janji untuk percaya padaku In Hyeong…” ujarnya. Hyukjae menggiringku menuju ketempat tidurku, dia mendudukanku di ranjang, sedang dia berjongkok sejajar dengan lututku.

Hyukjae menggenggam tanganku erat, perlahan dia mendekatkan kepalanya ketanganku dan menciumnya.

“Aku berjanji In Hyeong… aku mohon percayalah….” Ujarnya mengangkat kepalanya.

“Aku percaya Hyuk… maafkan aku…maafkan aku saat aku meragukan cintamu… maafkan aku saat aku meragukan janjimu…” aku berkata pelan dengan melihat wajahnya. Dia tersenyum kecil.

“Sekarang tidurlah…” sarannya, Hyukjae menyuruhku berbaring dan menarik selimutku sampai kedadaku.

“Mimpi indah In Hyeong…” ujarnya, Hyukjae mencium pelan keningku.

Hyukjae melihat mataku, astaga… ini dekat sekali… kenapa aku sangat gugup?

Dilihat sedekat ini dia sangat tampan…

“Saranghae…” bisiknya pelan, hya!!! Aku makin tak bisa berkutik…

“Na..nado…” ucapku pelan. Hyukjae keluar dari kamarku.

Aku meliatnya sampai keluar kamarku, Hyukjae menutup pintuku.

Hyukjae benar-benar tak melakukannya?

Aku tersenyum kecil.

Jemi’s POV

Benarkah yang Kibum tanyakan tadi? Dia tampak ragu aku menitipkan Kimi padanya? Dia tampak sedih aku akan pergi darinya?

Ah~ entahlah… aku rasa dia terlalu mencintai Eunyoung… yah… aku bisa merasakan Kibum terlalu mencintai Eunyoung…

Aku menuju kekamar Kimi, setelah selesai mengganti bajuku.

Aku melihat Kimi tertidur pulas…

Sanggupkah aku?

Kau yang membuatku bertahan hidup sampai sekarang… dan kau adalah hasil buah cintaku dan Kibum…

Bisakah aku pergi tanpa membawamu?

Masihkah aku bernafas tanpamu?

Apakah nantinya aku tak akan melihat wajah ini berubah?

Aku mengusap air mataku dan berusaha tenang.

“Omma…” Kimi terbangun, dia bangun dan mengusap air mataku.

“Wae?” tanyanya, Ya Tuhan… aku tak boleh menangis lagi… aku menahan tangisku…

Aku berusaha tersenyum, lalu menggeleng.

“Tak apa Kimi… Omma tak apa-apa…” ujarku pelan, tangan kecil Kimi terus mengusap air mataku.

“Tak apa-apa?” tanyanya lagi, aku tersenyum dan mengangguk lagi.

“Tidurlah sayang… Omma benar-benar tak apa-apa…debu masuk kemata Omma…” ujarku, aku membaringkan Kimi dan ikut berbaring disebelahnya.

Tak lama, aku melihatnya sudah menutup matanya…

Bayangan saat Kibum bermain dikamar ini kembali terulang.

Itu pertama kalinya…

Kimi…Omma tak ingin kau jauh dari Omma… tapi Omma juga tak ingin kau jauh dari Appa sayang…

Sehari tanpa Kimi saja… rasanya aku bisa menangis… bagaimana Kibum? Hampir lima tahun dia tak melihat Kimi…

Telepon rumahku berbunyi, aku bangun dari ranjang Kimi perlahan, dan mengangkat teleponnya.

“Yobseo…” suaraku

“Yobeso… Jemi-ah…” aku mendengar suara Raera. Heh? Tumben sekali…

“Ne. Waeyo Raera?” tanyaku pelan.

“Em, kau… ada di rumah?” tanyanya,

“Ne. ada…”

“Bisa kita bicara? Aku akan kerumahku, lima belas menit lagi…” ujarnya.

“Hm. Ne… datang saja… aku tunggu…”

“Ne. baiklah.. annyeong…” aku menutup teleponnya.

Ada apa?

Raera? Tumben sekali…

Apa yang ingin dia bicarakan denganku?

Apa tentang Kibum?

Ah~ entahlah… aku semakin bingung…

Lima belas menit tepat, Raera datang kerumahku.

Aku menyambutnya dengan ramah.

“Duduklah… aku ambilkan minum ya…” tawarku, Raera menggeleng.

“tak usah Jemi…” Raera menarik tanganku agar duduk bersebelahan dengannya.

“Wae?” tanyaku pelan.

“Eunyoung menceritakan semua padaku… semuanya yang terjadi, antara kau dan Kibum…” ujarnya pelan, dia sudah tahu semua? Apa itu menyakitinya? Ya Tuhan~ seharusnya aku tahu perbuatan itu salah!!

“Mian…” ujarku pelan.

“Jemi-ah… apa menurutmu… Eunyoung tak terburu-buru?” tanyanya, aku melihatnya.

“Tentang apa?” tanyaku bingung

“Semuanya…aku takut, Eunyoung menyembunyikan hal lain dari kita Jemi… jujur saja, aku tak merasa nyaman dengan Kibum… dia orang yang baik, tapi… apa kau rasa ini tak terlalu cepat?” tanyanya lagi.

“Ne. kau benar Raera… aku rasa ini terlalu cepat, tapi… Eunyoung ingin semua yang terbaik untuk suaminya kan? Dan kau… bukankah kau sudah setuju?” tanyaku.

“Ne. itu benar…dan kau… kenapa kau juga ingin pindah ke Jepang?” tanyanya, eh? Dia tahu

“Kau?” “Aku tahu dari Eunyoung… selepas kau pulang, Eunyoung menelponku dan mengatakan semuanya… kau tahu Jemi, awalnya Eunyoung ingin menjodohkanmu dengan Kibum saat tahu kau ibu dari anak Kibum… tapi saat tadi kau mengatakan ingin keJepang… Eunyoung tak ingin mengganggu studymu, juga namja yang kau pilih…” jelasnya.

Apa?

Yang kudengar?

Benarkah itu?

Aku terdiam mendengar penjelasan Jemi…

Kenapa begini?

Aku mengatakan aku mempunyai namja lain karena aku tak ingin mengganggu hubungan Raera dengan Kibum lagi…

Tapi… kenapa eunyoung bertanya tak langsung pada pokoknya?

Kenapa dia harus berbelit?

“Jemi…” Raera membuyarkan lamunanku. Aku tersenyum melihatnya.

“Ne. kau benar Raera… aku memang ingin melanjutkan ke Jepang dan tentang namja itu… nanti jika aku sudah menjalin hubungan yang lebih serius dengannya… akan kuperkenalkan padamu…” ucapku.

“Apa kau, masih mencintai Kibum?” tanyanya, berapa kali aku harus masih berbohong seperti ini?

Aku menggeleng.

“Kibum masa laluku Raera…” ucapku pelan. Raera memelukku spontan.

“Berbahagialah dengan Kibum, Raera… nanti jika hari pernikahan… undang aku ya…” ucapku pelan, raera mengangguk.

“Semua yang dilakukan eunyoung, dia pasti mempunyai niat yang baik untuk semuanya Raera…” ucapku pelan. Raera mengangguk menyetujui perkataanku.

“Oh iya… Kimi…”

“Kimi akan kutitipkan pada Kibum… kau mau menjaganya kan?” tanyaku, Raera mengangguk.

“Ne… Kimi anak yang lucu Jemi…” ujarnya, terlihat sekali dia sangat menyukai Kimi.

“Kau sanggup meninggalkan Kimi?” tanyanya, aku menggeleng.

“sebernarnya tidak… tapi, Kibum lebih membutuhkannya disini Raera… Kimi sangat membutuhkan Kibum juga…” jawabku pelan.

“Aku berjanji akan menjaga Kimi seperti anakku sendiri Jemi…” ujarnya, aku tersenyum kecil melihatnya.

Usai bercerita panjang lebar, Raera pamit untuk pulang.

Aku mengantarnya keluar rumah.

“Hati-hati Raera… sudah larut malam…” saranku, Raera mengangguk dan masuk kedalam mobilnya.

“Annyeong Jemi…” Raera melabaikan tangannya, kusambut lambaian tangannya dan tersenyum.

 

To be continued…

14 thoughts on “Different Love-Part11

  1. bego jemi, gimana sih hrsnya dia ngmng eunyoung juga appan sih serasa paling dicintai sana sini banget, udalah di part selanjutnya dia dibikin dead aja wkwk
    #justsaying

  2. tumben publishnya cepet *peluk author*
    hikzzzz ak super gregetan neh baca part yg ini, tuch kan jemi boong kan, boong iihhhh, sebeeeel *jewer jemi*
    aduh eunyoung nyebelin dech, udah ceritain aja smuanya, nie mslhnya jd berbelit2 gni, kasian smua org tauuu, kasian kibum jg djodohin sana sini, euh dkira dy ga pny prasaan apa ya, kasian raera, jemi ama kimi jg, euh~~ *reader emosi* hahahhahaa….

    authooorrr *kedip2 geniiit*
    ntr part slanjutnya cepeeetan ya kya part yg ini, hehehehehe…

  3. So sweet bgt lah hyuk-pa,, dewasa :)
    Unyu bgt kimi ^-^
    Ada slh ktik ,mgkn mksd raera aq akan krmh-mu kali y @_@

    Eunyoung emank trll baik, trll sabar,, salut de!!
    LANJUUTT!!
    Aq harap kibum oppa scepet’a tw tt pnyakit istri’a, biar dy ga trll sakut klo ssuatu trjd ama eunyoung :(

    FIGHTING~

  4. bagus….
    makin penasaran..
    jangan lama lagi yah…
    publish cepet kan enak juga……
    Eunyoung bisa sembuh nggak…. yaaa?????????///

  5. beeuuuhhh,,,blm puas bcany tb2 ud TBC…koq pendek yak…???-.-
    tp gpp d,,ttp stia nunggu next partny…
    annyeong cingu-ya…
    ttp smgt..!!
    :)

  6. eunhyong kenapa ngak jujur ja, jadi y kan ngak ribet begini. . .
    Aku kasian jg ma nasib eunhyong, kibum ma eunhyong ja ya author kalo ngak dr pada jd rebutan kibum y ja deh jadiin meninggal *kidding* he he he
    hyuk romantis bgt dah ampe meleleh tuh in hyeong. . . .

  7. ahh pendek banget sh thor.. Next part agak panjang ma agak cepet ya publish’y hehehe

    ahh kasian jemi, masa mau ninggalin kimi,, lagian knapa jemi pke boong ada namja baru sgala lg,,
    eunyoung knapa mau ngjodohin kibum oppa ma raera sh ? Pdahal ma jaemi aja,
    aduuh gregetan baca ni ff, nice ff
    lanjuut thor. . .

  8. agak bingung pas dipercakapan jemi-raera
    kayanya ada typo deh disitu thor
    menurut ku sih hehe
    8D

    aaahhh
    suka banget hyukjae kaya gitu
    jauh dari image yadong LOL

    i’ll always wait for this fanfiction!
    fighting author!^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s