Married to Cho Kyuhyun

Sunghyo POV

Senyuman dari pegawai kantor ini membuat moodku menjadi semakin baik di pagi yang cukup cerah ini. Aku membalas senyuman mereka dengan senyuman termanis yang kupunya. “selamat pagi Sunghyo eonni,” sapa Park Jae In, juniorku, dengan eyesmilenya saat aku memasuki ruangan divisiku

“selamat pagi juga Jae In-ah,” aku membuat lengkungan bibirku sehingga lesung pipi ku terlihat .

“sepertinya pagimu indah eonni,” ucapnya sambil mengangkat cangkir kopi yang telah disiapkan oleh office boy lalu meminumnya

“eo, kurasa begitu juga denganmu,” aku meletakkan tasku dimeja, lalu menghidupkan Ipadku untuk mengecek jadwalku hari ini. Mmm, meeting dengan dewan direksi pukul 09.00, lalu menyambut klien dari London pada pukul 11.00 sekaligus menjamu mereka makan siang.

“mm, kau tahu eonni? Semalam Joongki oppa menyatakan perasaannya padaku,” ucapnya dengan mata yang berninar-binar. Aku tahu, ia pasti sangat senang karena akhirnya mendapatkan pujaan hatinya

“cukhae Jae In-ah. Dan bersikaplah dewasa, jangan terlalu sering memperlihatkan sikap childismu itu, kau sudah memiliki kekasih sekarang,” nasihatku dan hanya dibalas anggukan olehnya

“eonni do, carilah kekasih eonni. Sudah cukup kau sendiri selama satu setengah tahun,” Jae In menghampiri mejaku lalu duduk diatas mejaku. Hal ini sudah biasa ia lakukan jika hanya ada kami berdua diruangan ini. Aku dan Jae In sangat dekat. Dia sahabatku dan juga Song Ji Eun, novelis yang cukup terkenal di Asia

Aku menghela napas mendengar ucapannya, “kau tahu Jae In-ah, kalau aku ingin fokus pada pekerjaanku dulu,” entah sudah berapa kali aku mengulang ucapanku ini. Aku selalu menjawab seperti ini jika Jae In menyuruhku mencari kekasih. Bukannya aku tak mau, hanya belum

“terus saja seperti itu eonni, kau itu selalu saja beralasan seperti itu,” dia turun dari mejaku lalu kembali ke mejanya. Sekarang pukul 07.30 dan belum ada yang datang selain aku dan Jae In untuk divisi pemasaran

“ayolah eonni, kau itu cantik, cerdas, anggun, elegant, ditambah hatimu yang selembut kapas itu, aku rasa banyak namja yang mengantri untukmu,” ia memencet tombol smartphonenya, pasti dia sedang bermessenger ria dengan Joongki oppa.

“aku tahu kalau aku itu cantik, cerdas, anggun, elegant, berhati lembut, dan aku juga tahu kalau banyak namja yang mengantri unntukku seperti yang kau bilang itu. Dan kau tahu sendiri kalau aku tidak tertarik pada mereka,” aku mulai menyiapkan materi yang diperlukan untuk rapat direksi nanti

“oh eonni! Kau yakin kalau kau tidak tertarik satupun dari mereka? Choi Siwon dari Hyundai corp dan Lee Donghae dari Life’s Good corp? Mereka idola para wanita eonni, dan perlu kau tahu kalau mereka menyukaimu,” ucapnya padaku menatapku tajam

“tapi tidak denganku Jae In-ah, oh ayolah, kenapa kau harus memikirnya kisah cintaku. Pikirkan saja Joongki oppa-mu itu,” aku meninggalkannya menuju ruangan Cho sajangnim – presiden direkur kami – untuk menyerahkan materi untuk rapat direksi nanti

—-…—-

Kyuhyun POV

Aku duduk diruang tunggu bandara untuk menunggu seseorang yang eomma kirim untuk menjemputku. Aku menyenderkan tubuhku pada bangku yang tersedia lalu aku mengeluarkan pspku dan memainkannya.

Belum lima menit aku memainkan game di psp-ku, handphoneku berbunyi.

Incoming call

Noona bawel…

Aku mengangkat panggilan dari Ahra noona “ya Cho Kyuhyun! Neo oddiya?! Sudah setengah jam aku menuggumu di parkiran. Cepat kesini!” klik. Noona memustus panggilannya. Ah, ternyata noona yang menjemputku. Benar benar noona yang bawel. Bahkan dia tidak memberiku waktu unutuk berbicara. Aku menghela napas lalu bangkit dari dudukku dan berjalan menuju tempat parkir.

Aku tersenyum saat melihat Mazda 2 berwarna hijau. Dasar maniak hijau, pikirku. Noonaku itu tak bisa jauh dari warna hijau, biru dan tosca. Aku membuka pintu mobil itu, duduk dikursi samping kemudi.

“aigoo! Captain Cho! Where have you been? masih ingat pulang rupanya. Kupikir kau sudah lupa dimana rumahmu,” ucap Ahra noona ketus. Tapi sedetik kemudian ia mencubit gemas pipiku lalu menarikku kepelukkannya. Aku membalas pelukannya

“kau ini! Sudah jarang pulang, jarang menghubungiku pula,” ia mengelus kepalaku. Hal yang selalu dilakukannya jika sedang memelukku. “rambutmu semakin halus,” tambahnya. Aku hanya tersenyum

“mianhae noona, aku sibuk sehingga jarang menghubungimu,” ucapku penuh nada penyesalan. Aku tahu, noona pasti kesepian jika tidak ada aku.

“gwenchana, kajja, kita pulang. Akan kubuatkan kau blueberry pancake kesukaanmu,”

—-…—-

Author POV

“yeobo, siapa gadis tadi?” tanya nyonya Cho pada suaminya

“siapa jagi?” tanya tuan Cho tetap fokus pada materi yang baru saja Sunghyo berikan

“gadis yang barusan kesini yeobo, siapa dia?”

“Nam Sunghyo penanggung jawab pada divisi marketing. Waeyo?” kali ini tuan Cho memandang istrinya, heran. Tidak biasanya istrinya menanyakan siapa pegawainya

“dia cantik dan terlihat cerdas,” ucap nyonya Cho sambil tersenyum

“ne, dia memang cantik, dia itu incaran para bussines man muda dan dia memang pintar, dia lulus dengan gelar cumlaude dari Oxford,” jelas tuan Cho

“waah, daebak! Kurasa dia akan cocok dengan Kyu,”

“apa maksudmu jagi?” tanya tuan Cho bingung, sedangkan nyonya Cho hanya tersenyum evil –kau tahu sekarang darimana Kyuhyun mewarisi senyum evilnya- sambil memandang tuan Cho penuh arti. Tuan Cho mengangguk mengerti maksud istrinya.

—-…—-

Sunghyo POV

Aku menghempaskan tubuhku pada kursiku, lalu menarik napas dalam. Aku menepuk pipiku, menyadarkanku dari mimpi yang baru saja kualami. “akh sakit,” erangku pelan. Ternyata ini bukan mimpi, ini nyata. Tapi apa-apaan ini?

-flashback-

“Hyo-ah,” panggil Cho sajangnim saat aku hendak keluar ruang rapat. Aku memang cukup dekat dengan Cho sajangnim. Beliau sudah seperti ayahku di kantor ini.

“ne sajangnim?” tanyaku

“duduklah dulu, aku ingin bicara denganmu,” aku duduk ditempatku saat rapat

“waegeureyo sajangnim?” aku menautkan alisku. Aku penasaran dengan apa yang akan beliau bicarakan, apalagi empat mata seperti ini

“ada lelaki yang sedang dekat denganmu?” tanyanya sambil tersenyum. Aku menggelengkan kepalaku. Kenapa beliau bertanya seperti ini? Tidak biasanya, pikirku “lalu, ada orang yang kau suka?” aku menggelengkan kepalaku

“geure, namjachingu iseosso?” lagi-lagi aku hanya menggeleng. Karena aku memang tidak memiliki pacar

“keromyeon, ani, wae sajangnim? Wae kabjagi?” aku risih beliau bertanya seperti itu. Entahlah, kurasa itu sudah memasuki wilayah pribadiku

“kalau begitu, menikahlah dengan putraku,” pintanya sambil tersenyum

“MWO?! Apa maksud sajangnim?” aku rasa indra pendengaranku masih sangat baik, atau Cho sajangnim sedang mabuk sehingga berbicara seperti itu?

“kau mendengar dengan telingamu sendiri kan Hyo-ah? Aku memintamu menikah dengan anakku,” Cho sajangnim masih saja tersenyum. Apa beliau pikir ini lucu? Meminta pegawainya menikah dengan anaknya? Siapa anaknya saja aku tidak tahu

“sajangnim bercanda kan?”

“ani. Aku serius Sunghyo-ah, kuminta kau pikirkan lagi tawaranku itu. Dan ingat, aku tidak menerima penolakan,” ujarnya lalu meningglkan aku sendiri diruang rapat.

Apa itu katanya barusan? Aku tidak menerima penolakan? Itu artinya aku harus menerima tawarannya?

-flashback end-

“aaaaa molla molla molla!” aku berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalaku. Eomma na ottokhae? Disuruh mencari pacar saja aku malas, ini, aku disuruh menikah dengan orang yang tidak aku ketahui asal-usulnya. Ralat, aku tahu asal-usulnya. Dia berasal dari keluarga Cho, keluarga terpandang di Korea. Aku yakin dia lelaki yang cerdas, attitude yang aku yakini pasti sangat baik, dan kurasa dia tampan, mengingat Cho sajangnim yang cukup tampan untuk pria seumurannya.

Tapi pasti akan sulit menikah dengannya. Bagaimana dua orang yang tidak pernah bertemu, tiba-tiba harus menikah? “aaaaaa eomma!”

“eonni waeyo?” tanya Jae In yang baru saja memasuki ruangan. Aku menceritakan semua yang Cho sajangnim katakan padaku. Seluruh nya aku ceritakan pada Jae In tanpa dikurangi atau ditambahkan

“itu bagus eonni! Akhirnya kau akan segera menikah,” ucapnya gembira sambil berputar-putar kecil

“ya! Bagus dari mana? Aku tidak tahu siapa dia? Bagaimana orangnya. Kau malah dengan ringannya bilang kalau itu seuatu yang bagus?!” aku kesal dengan respon yang Jae In berikan, harusnya aku tak usah memberitahunya

“jeongmallyo? Eonni tak tahu siapa itu Cho Kyuhyun?” Jae In mendekatkan wajahnya kedepan wajahku

“Cho Kyuhyun? Nugu?” siapa lagi itu Cho Kyuhyun. Dan kenapa Jae In tahu banyak orang? Mulai dari Choi Siwon, Lee Donghae, dan sekarang Cho Kyuhyun?

“aish! Eonni tidak tahu siapa dia? Padahal kau yang akan menikah dengannya. Dia itu putra satu-satunya keluarga Cho yang sedang mengurus Cho corp di Australia, tiga tahun belakangan ini,” jelasnya. Tuh kan, dia tahu lebih banyak dari pada aku. Padahal aku yang lebih dulu bekerja disini

“kau itu jangan asal bicara, siapa yang akan menikah, huh?” ucapku kesal

“terserah kau eonni, asal kau tahu, dia itu perfect. Jadi jangan ragu, oke?” ucapnya lalu berlalu keluar ruangan.

To be continued…

58 thoughts on “Married to Cho Kyuhyun

  1. seru, aku jd ngak sabar nunggu lanjutan y. . . .
    Kyu pasti sikap y ngeselin dah. . .
    Hyo d sukain bang hae n bang siwon malah nolak, kalo aku bakal terima n jd pacar 1 n 2

  2. Kurang panjang thor.. *plak
    Penasaran ma lanjutannya..
    Gmana reaksi kyu pas tw dijodhin..
    N kesan pertama ketemu tu..
    Ditunggu lanjutannya ya..

  3. TBC ????!! kirain oneshoot, kekeke~
    crtanya interesting bgt, bkin pnasaran reader nih..
    Lanjut yaaaaTBC ????!! kirain oneshoot, kekeke~
    crtanya interesting bgt, bkin pnasaran reader nih..
    Lanjut yaaaa

  4. aku kirain oneshot, ternyata TBC toh… -___-
    ntar di ff ni kyu bakal evil gak yah??? hhehew…penasaran, thor >.<
    ayook thor, dilanjut ffnya ^^

  5. hah? TBC? kukira oneshoot, aqhhh pdhal lagi rame-ramenya nieh….*kacak pinggang*
    terusin donk thor lagi rme nieh….
    wkwkwkwkwkwk

  6. kenapa bersambung… sampe geliat2 di tempat tidur karna bersambung… min….. buat selanjutnya ya… fighting!!!

  7. Annyeong

    wahhhhh ff ny bikin penasaran
    iy jg sih kalo blm kenal biarpun predikat th cwo baik
    ttp susah apalagi buat nikah

    Sunghyo beruntung bgt sih
    dptn kyu
    *ahhh mau*
    hahaha

    kalo aku yg diminta mah
    ga pke mikir kali
    langsung jwb iya
    hehehe

    lanjut
    gomawo ^^

  8. Ok onnie. Aku baca dari part 3 habis itu kejar tayang ke part 1 n 2.
    Keren deh.
    Suka banget sm married life gini.
    Terus berkarya ya

  9. haloo saya new reader dan saya baru baca ffnya. bagus lohhh. klo aku jd ceweknya ga bakal nolak. andai bapakku ngejodohin aku sm kyu. mimpi apa semalem hehehe.

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s