Janda Ketemu Duda II

“Jihyun-ah ayo sayang, halmeoni udah telfon terus nih dari tadi,” aku memasukan dompet dan handphoneku kedalam tas dan mengambil tas milik Jihyun diruang tamu
“ne eomma, kajja,”
Hari ini aku dan Jihyun akan bertemu dengan Jihyun’s dad and brother soon to be. Eomma bilang mereka akan datang kerumah keluargaku

—-…—-

Aku memarkirkan mobilku dihalaman rumahku. Kulihat ada dua mobil lain disana yang kuyakini milik tamu kami. Aku menggandeng tangan Jihyun memasuki rumah
“halmeoni!” teriak Jihyun saat memasuki rumah. Eomma dan appa langsung menghampiri kami
“Jihyun sayang cucu haraboji,” appa langsung menggendong Jihyun
“Jihyun sayang, lain kali jarang teriak kaya tadi lagi ya sayang,” nasihatku pada Jihyun yang hanya dibalas dengan anggukan kepalanya

Aku memasuki rumah, dan tersenyum saat melihat sepasang suamu istri yang mungkin seumuran dengan orangtuaku dan seorang anak lelaki. Tetapi kenapa mereka hanya bertiga?

“annyeonghaseyo, maaf kami terlambat, sedikit macet tadi,” aku membungkuk sembilan puluh derajat
“gwenchana, kami juga belum lama sampai,” ucap wanita itu sambil tersenyum
“Hyo-ah, ini tuan dan nyonya Cho, dan itu Jino, cucu mereka,” jelas eomma
“naneun, Nam Sunghyorago imnida, dan ini Jihyun putriku,” aku memperkenalkan diri diikuti Jihyun yang membungkuk sopan pada mereka

“ah ternyata ini calom menantuku, tidak salah pilih, cantik sekali,” ucap Cho ajumma. Aku tersipu mendengar pujian beliau. Lalu, bocah bernama Jino itu menghampiriku dan Jihyun

“annyeonghaseyo, naneun Jino imnida, banggabseumnida,” ucapnya dengan mata berbinar
“ne, annyeong Jino-ya,” aku mengelus rambutnya, halus. “Jihyun-ah, ayo beri salam pada keluarga Cho,” ucaplu pada Jihyun
“annyeonghaseyo, Jihyun imnida, banggapseumnida,”
“aigo, imutnya,” ucap Cho ajumma yang diikuti cubitannya pada pipi Jihyun. “Jino-ya, lihat adikmu ini, yeppeoda,” aku tersenyum mendengar pujian Cho ajumma

“ne, halmeoni, Jihyun cantik, kaya eomma, bolehkan aku panggil ajumma dengan eomma?” tanya Jino beralih padaku “kan nantinya ajumma yang jadi eommaku,” tambahnya dengan wajah polos dan tampannya. Membuatku tidak bisa menolak permintaanya

“ne, Jino-ya,” aku tersenyum padanya. Dia membalasnya dengan senyumannya disertai tatapan matanya yang berbinar. “Jihyun-ah, mulai sekarang, kamu panggil aku oppa ya,” pintanya pada Jihyun. Jihyun hanya mengangguk mengiyakan

Aku mendengar langkah kaki mendekat kearah ruang tamu, “mianhae lama menunggu,” ucap seseorang dengan suara bassnya. Aku menongakan kepalaku untuk melihat lelaki tersebut. Seketika aku membeku melihat lelaki tersebut. Bukankah dia Cho Kyuhyun dari Cho enterpraise?
“Sunghyo-ssi,”ucapnya saat melihatku
“ah, nde, Kyuhyun-ssi,” aku masih sedikit bingung dengan situasi saat ini. Kenapa Cho Kyuhyun bisa ada dirumahku?

“jadi kalian sudah saling kenal? Bagus kalau begitu,” ucapan eomma membuatku mematung. Apa maksudnya? Apa jangan jangan calon suamiku itu Cho Kyuhyun? Cho, eh? Ah, matda. Kalau calon suaminya seperti ini, rasanya akut idak akan menolak. Siapa yang akan menolak jika dijodohkan dengan pria tampan macam Cho Kyuhyun yang sangat terkenal dikalangan bussines women ini. Ah! Ani! Ani! Buang jauh jauh pikiranmu itu Hyo-ah.

“Kyu, ini wanita yang eomma ceritakan padamu kemarin. Dan ternyata kalian sudah saling mengenal,” ucap Cho ajumma senang
“ne eomma, kami megerjakan proyek yang sama saat ini,” jelas Cho Kyuhyun

“eo, arraseo, Kyu ini Jihyun, calon putrimu,” Cho ajumma menjelaskan “dan Hyo yang akan menjadi istrimu,” ucap eomma “ Jihyun-ah ayo beri salam pada appa,” perintah eomma pada Jihyun
“annyeonghaseyo ajjushi, ani, maksud Jihyun, annyeonghaseyo appa,” Jihyun membungkukkan badannya sopan. Tangan Kyuhyun terangkat menuju puncak kepala Jihyun dan mengelusnya gemas

“aigo, yeppeoda,” kini tangan Kyuhyun mencubit gemas pipi gembul Jihyun. “iyadong appa, Jihyun kan anak eomma, jadi Jihyun cantik kaya eomma,” ucap Jihyun diikuti senyum manisnya yang dibalas dengan senyuman oleh Kyuhyun
“karena semua sudah berkumpul, lebih baik kita makan sekarang, silahkan tuan Cho,” appa mempersilahkan keluarga Cho diikuti aku, Jihyun dan eomma
Selama makan, kami banyak berbicang, maksudku kedua orangtuaku dan kelurga Cho sedangkan aku lebih fokus pada Jihyun, karena walaupun dia bisa makan sendiri tapi masih sering berantakan

“eomma, aku mau daging itu lagi,” Jihyun menunjuk daging sapi lada hitam. Jihyun makan dengan lahap. “eomma aku juga mau daging itu lagi,” ucap Jino yang duduk disebelah kiriku saat aku mengambil daging untuk Jihyun. Aku mengambilkan daging sapi lada hitam untuk Jino setelah meletakan daging sebelumnya pada piring Jihyun
“gomawo eomma,” ucap Jino dan Jihyun berbarengan. “wah, kalian kompak sekali,” ucap Cho ajumma. Aku hanya tersenyum, “ne, cheonmaneyo sayang,”
—-….—-

Jihyun dan Jino sedang menonton kartun bersama orangtuaku dan orangtua Kyuhyun. Aku dan Kyuhyun duduk di saung kecil yang terletak dihalaman belakang rumah. Didepan saung ini terdapat kolam ikan dan air mancur kecil yang menimbulkan suara gemercik air.
Aku dan Kyuhyun duduk berdampingan. Tidak ada yang memulai pembicaraan diantara kami. Kami sama sama menggoyangkan kaki kami yang menggantung bebas dan tertawa bila kaki kami bertemu

“aku tidak menyangka kalau wanita yang dipilihkan oleh eomma adalah kau, Hyo-ah,” ucapannya memecahkan keheningan diantara kami
“nde, aku juga tidak menyangka kalau kita akan bertemu disini,” keheningan itu datang lagi. “Jihyun sangat senang saat eomma memberitahunya kalau dia akan memiliki seorang ayah dan seorang oppa,” tambahku, agar suasana diantara kami tidak canggung

“Jino do, dia senang karena akhirya dia bisa memiliki eomma. Aku kadang merasa bersalah pada Jino…” Kyuhyun menggantungkan kalimatnya
“waeyo?” aku memiringkan kepalaku menghadapnya. Kami masih memainkan kaki kami

“aku selalu sibuk, sehingga aku jarang bisa menemani Jino bermain atau belajar. Bahkan kadang kami hanya bertemu saat sarapan, karena saat aku pulang Jino sudah tertidur. Mungkin hanya pada hari minggu kami bisa benar benar bersama,” Kyuhyun menundukan kepalanya dan menhentikan ayunan dikakinya, yang membuatku ikut menghentikan ayunan kakiku.

“aku merasa gagal menjadi seorang appa,” ucapnya lalu memalingkan mukanya menghadapku. Aku hanya diam, tidak tahu harus berkata apa, karena kadang aku juga merasakan apa yang dia rasakan. Aku dapat mengerti, sangat mengerti malah bagaimana rasanya menjadi orangtua tunggal yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Kyuhyun lalu menggenggam kedua tanganku, menempatkan tanganku dipangkuannya

“maka dari itu, bantu aku agar menjadi orangtua yang berhasil dengan menempatkanmu disisiku, sebagai ibu dari Jino dan sebagai istriku,” ucapannya kali ini membuatkan berdiam seperti batu
“aku juga akan berusaha menjadi ayah dan suami yang baik untukmu dan Jihyun,” aku masih terdiam. Aku merasa ini seperti mimpi dilamar oleh seorang pangeran

“aku tahu ini terlalu cepat, tapi maukah kau menikah denganku? kita bisa saling melengkapi. Entah, rasanya aku sangat yakin kali ini. Yakin kalau kau adalah pendamping yang tepat untukku,” Kyuhyun mengeluarkan sebuah kotak beludru dari saku jas yang ia kenakan dan membuka kotak tersebut

Disana ada sebuah cincin berwarna perak, tekesan sangat elegan dan mewah. Aku bingung harus menjawab apa. Aku sangat, sangat terkesan dengan ucapannya yang terdengar tulus. Dan aku bisa melihat ketulusan itu dari matanya. Dan juga, aku memikikan perasaan Jihyun yang sudah sangat senang memiliki ayah dan kakak. Kepalaku mengangguk dengan sendirinya. Dia tersenyum, senyum yang telihat tulus dari lubuk hatinya

“jeongmalyo?” tanyanya tak percaya
“hem, aku harap kita bisa saling melengkapi, dan menjadi orangtua yang baik untuk Jino dan Jihyun,” ucapku mantap. Bukankan sudah kukatakan, hidup adalah pilihan. Dan inilah pilihanku. Membangun sebuah keluarga baru dengan Cho Kyunyun yang akan diwarnai dengan kehadiran Jino dan Jihyun yang akan membuat hidupku lebih berwarna

“dan aku harap aku bisa menjadi figur suami yang sesuai untukmu,” aku mengangguk sambil tersenyum. Kyuhyun ikut tersenyum lalu menyematkan cincin itu di jariku lalu mengecup punggung tanganku dan memelukku. Aku tersenyum dalam pelukannya.

31 thoughts on “Janda Ketemu Duda II

  1. Si Jino ama Jihyun kaga sabaran amat. Langsung manggil eomma en’ appa aja. Hahahahaha.. Seru bgt ff-nya. Tp itu masih tbc atau udah ending ya? *bingung*

  2. Aigoo.. Abang kyu duda??

    Bwahahaha…author kreatif dh ah,
    udh gt jino lg yang jadi anakny..OMO,
    i like..

    Lanjut yaa..
    Ampe mreka pny anak..hahahaOMO,
    i like..

    Lanjut yaa..
    Ampe mreka pny anak..hahaha

  3. Keluarga yg Bahagia ^^

    ehtapi… Ini udah END apa msh TBC thor? o,O
    *bingung*
    tp TBC ajadeh… Soal.a msh gantung!
    Aku pgn tau merriadelife mreka! Ckck :P

  4. dapet duda kyk kyu siapa yg nolak, kalo aku dapet kyu aku bakal bikin syukuran n bikin nasi tumpeng bersyukur dpt suami guanteng ha ha ha ha
    *sarap*
    ini TBC ya, Lanjut. . .ikin syukuran n bikin nasi tumpeng bersyukur dpt suami guanteng ha ha ha ha
    *sarap*
    ini TBC ya, Lanjut. . .

  5. lah ini tbc ato end??
    lanjut ajalahh, thor…biar tau kehidupannya keluarga bahagia satu ini :D
    eh, kyu tambah keren deh kalo gak evil begini, hhe

  6. D…D……..D…..D………..DAEBAAAK><

    Perjuangan mereka jadi single parent berasa banget(?)~ kkk :p agak2 gimana gitu juga sih bacanya pas di bagian ngelamar-_- wakaka

    Tapi keren, author :D lanjutkan yah? Lanjut lah^^ *plak*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s