True Love [part 13/END]

Author           : Eunhaekyu

Main Cast       : Super Junior Lee Donghae, Choi Hye ri, Super Junior Cho Kyuhyun

Support Cast  : Super Junior Eunhyuk, Super Junior Yesung, Super Junior Siwon, Member Super Junior, Park Yunha, Shin Hyun Hee, Han Eun Soo.

Rating             : All Ages

Genre             : Romance, Love, Friendship, Commedy

Donghae’s POV

Perasaanku senang sekali hari ini. bukan karena aku siuman sekarang. Tapi aku senang karena dia tidak pernah melepas genggamannya dari tanganku. Hangat. Tentu saja. Tanganku selalu merasa hangat di genggamannya.

 

“Jaggiya. Waeyo? Kenapa kau menangis? Uljima… aku sudah bilang aku tidak bisa kalau melihatmu menangis.“ Aku mengusap air matanya yang jatuh di pipinya. Aku bingung dan panik melihatnya tiba – tiba menangis. Apa aku melakukan kesalahan lagi? Astaga kenapa dia sering sekali menangis karena aku?

“Babo. Aku menangis karena bahagia. Aku sempat takut melihatmu seperti itu. Aku…. aku…..“ dia tidak melanjutkan kata – katanya. Dia bilang apa? Bahagia? Jadi dia bahagia melihatku siuman. Dia sampai menangis karena bahagia melihatku sudah sadar seperti sekarang ini? Aku bahkan tidak lagi merasakan sakit di tubuhku. Yang aku rasakan hanya luapan rasa bahagia karena melihatnya menangis bahagia karena aku.

 

“uljima Jaggiya. Jebal. Aku ingin melihatmu tersenyum seperti biasanya. Kau semakin terlihat cantik kalau kau tersenyum.“ Kataku dengan lembut padanya. Aku rindu sekali dengan senyumannya yang sangat manis itu.

 

“kau fikir aku masih bisa tersenyum, hah?“ dia sedikit mendengus namun setelah itu aku melihat seulas senyum tersungging di bibirnya. Aku melihat senyum manis itu lagi. “Jeongmal Saranghae. Jangan melakukan hal bodoh itu lagi, arasseo!!“

 

Aku pun ikut tersenyum. Aku mendengarnya mengucapka kata Saranghae padaku. Jadi dia sudah tidak marah lagi padaku? Apa ini artinya aku tidak akan kehilangan dia lagi? Aku tidak akan kehilangan sumber kehidupanku kan? “kau tahu Jaggiya. Aku rela jika aku harus sekarat seperti ini jika pada akhirnya aku bisa melihat senyum manismu itu. Aku rela jika aku harus merasakan sakit yang bertubi – tubi jika pada akhirnya aku akan mendengarmu mengucapkan kata Saranghae padaku. Aku rela jika ajal memang harus menjemputku kalau pada akhirnya aku akan mendapatkan hatimu kembali. Naddo Saranghae Jaggiya.“ Ucapku pelan padanya. Dia tersenyum sangat manis namun matanya masih meneteskan air mata.

 

“jaggiya. Aku kan sudah bilang jangan menangis. Kau terklihat jelek kalau kau menangis.“ Ejekku

 

“kau fikir karena siapa aku menangis? Jangan pernah lagi membuatku menangis, arasseo!!“ ucapnya tajam namun terasa lembut di telingaku. Akhirnya dia kembali kepelukanku. Akhirnya aku tidak harus mengakhiri hidupku karena aku sudah mendapatkan apa yang aku butuhkan untuk terus hidup. Ya Hye ri adalah sumber kehidupanku. Tanpa dia aku tidak akan pernah bisa hidup.

 

“Yak, Yak sudah cukup kalian bermesra – mesraannya. Kalian ini tidak menganggap kami disini? Aiisshh kami sudah seperti kambing congek saja.” Yesung Hyung mendekati kami berdua diikuti oleh Yunha dibelakangnya. Lama sekali aku tidak melihat anak itu. Apa hubungannya dengan Yesung Hyung sudah tidak ada masalah?

 

”Yak, Donghae oppa. Jangan menatapku seperti itu. Kau mau aku dibunuh oleh yoejachingumu yang galak itu? Aku tidak tertarik padamu. Aku hanya tertarik pada Yesung oppa saja.” Aaiiisshh PD sekali anak itu. Aku juga hanya tertarik pada satu yoeja saja. Yaitu Choi Hye ri. Anni bukan Choi Hye ri. Tapi Lee Hye ri.

 

”Mwo? Aku galak? Aku tidak galak.” Kata Hye ri sebal.

 

“uri Donghae~ya, kekasihku. Akhirnya kau sadar juga Jaggi. Aku tahu aku sangat khawatir padamu. Aku tidak bisa tidur nyenyak karena kau seperti ini.“ Eunhyuk berlari kearahku kemudian memelukku. Namun dia langsung melepas pelukannya karena ditarik oleh Hye ri.

 

“Yak monkey. Jangan peluk – peluk dia seperti itu. Jangan panggil dia dengan sebutan Jaggi. Aiisshh kau ini. carilah kekasih sendiri. Kau selalu saja mengganggu kekasihku. Apa kau begitu kurang tampan sampai kau tidak bisa mendapatkan yoejachingu?“ Ucap Hye ri sebal

 

“Yak, Yak. Waeyo?? Aku yang lebih dulu dengan Donghae. aku ini pacar pertamanya. Kau hanya pacar kedua Hye ri~ya. YAK jangan mengataiku seperti itu. Aku juga sudah punya Yeojachingu. “ Eunhyuk berkata sambil menyombongkan diri.

 

“MWO? Itu tidak mungkin. Menjauhlah dari Donghaeku.“ Dia menyebut siapa tadi? Donghaeku?? Astaga aku selalu saja syok setiap kali dia mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya. Membuat hatiku tenang dan senang.

 

“lihatlah Hae, Hye ri memang galak. Ara ara aku takut padamu Nona Choi Hye ri. Sepertinya aku harus menjauhi mu Hae kalau aku ingin selamat.” Eunhyuk bergidik ngeri kemudian mundur kebelakang.

 

“aku sudah bilang, kalau aku ini tidak galak. Kenapa tidak ada yang mempercayaiku sih? Aku ini gadis yang lemah lembut dan bisa terluka hatinya.“ Ucapnya sambil memanyunkan bibirnya. Itu tandanya dia sudah benar – benar jengkel.

 

”kau memang sedikit galak Jaggiya. Tapi aku jatuh cinta padamu karena sifatmu itu.“ Kataku sambil menggenggam tangannya.

 

“Yak ikan. Kau mengataiku galak? Berani sekali kau.“ Hye ri mendelik tajam padaku. Aku hanya bisa tersenyum padanya. Senang sekali mendengarnya cerewet seperti itu.

 

“ara ara. Lee Hye ri ku bukanlah orang yang galak.“ Kataku berusaha menenangkannya.

 

“kau bilang apa? Lee Hye ri? Jelek sekali nama itu. Aku tidak mau mengganti margaku dengan marga Lee. Terlihat tidak cocok dengan namaku.“ Sungutnya

 

“Jaggiya, kalau kau menikah denganku secara otomatis namamu akan berubah menjadi Lee Hye ri. memangnya kau mau menikah dengan Siwon?.“ Ucapku sedikit kesal padanya.

 

“memangnya aku mau menikah denganmu? Lebih baik dengan Choi Siwon. Jadi aku tidak perlu mengganti margaku karena tetap terlihat keren dan pas dengan namaku.“ Ucapnya membanggakan diri. Aiiisshh membuatku jengkel saja. baru beberapa menit yang lalu dia beromantis ria padaku, tapi sekarang sifat evil nya sudah kembali lagi. Ternyata walaupun kondisinya masih lemah seperti itu tetap tidak membunuh sifat evil dari dalam dirinya.

 

“shireo!! mau tidak mau kau akan tetap memakai marga Lee. Cepat atau lambat namamu akan berubah secara resmi menjadi Lee Hye ri.“ ucapku tegas padanya.

 

“aiissh kau ini.“ ucapnya jengkel. yang lain hanya bisa tertawa melihat kami beradu mulut.

 

Kyuhyun’s POV

Aku sudah tidak tahan lagi melihat kemesraan mereka berdua. Aku memang senang Donghae Hyung sudah siuman. Namun melihatnya dengan Hye ri sudah baikan dan bercanda ria seperti itu membuatku sedikit cemburu. Aku keluar ruangan dan membuka pintu pelan. Sepertinya mereka juga tidak akan sadar kalau aku keluar.

 

Aku berjalan disepanjang koridor rumah sakit. Meskipun sudah hampir jam 3 namun disini tidak terlalu sepi. Aku melangkahkan kaki ku menuju kantin rumah sakit dan duduk di pojok kantin. Ya Tuhan, kalau rasanya seperti ini, aku tidak ingin jatuh cinta pada seseorang. Aku tidak ingin merasakan yang namanya cinta.

 

“kau selalu saja seperti ini Cho Kyuhyun~ssi.“ aku mendengar suara didekatku. Aku kenal suara ini. pasti yoeja itu lagi. Hanya dia yang faham tentang perasaanku.

 

“selalu saja kau Hyun Hee. Aku sudah tidak kuat dengan perasaanku kali ini. Kalau aku tahu rasanya jatuh cinta begini menderita, aku tidak ingin merasakan yang namanya cinta.“ Kataku pelan namun ada banyak kebencian disana.

 

“Yak, kau tidak boleh berkata seperti itu. Mungkin sekarang percintaanmu sedang buruk seperti ini. tapi tidak selamanya jatuh cinta itu menyakitkan. Kau hanya perlu…… ehm…… memikirkan cinta yang baru.“

 

“ciihh apa kau fikir aku bisa melakukannya. Kau tahu sendiri, fikiranku selalu terfokus pada Hye ri. seolah – olah tidak ada hal lain diotakku selain dia. Dia benar – benar…..“ aku tidak melanjutkan kata – kataku karena tiba – tiba saja Hyun Hee sudah menggenggam tanganku. Rasanya…. hangat sekali. Tiba – tiba aku merasakan suatu kehangatan merasuki tubuhku. Begitu juga dengan hatiku. Aneh.

 

“kau pasti bisa Kyuhyun~ssi. Kau hanya perlu mencoba mengalihkan perhatian mu dari Hye ri.“

 

“aku sudah mencobanya, tapi tetap saja tidak bisa.“ Kataku kesal.

 

“kau bukannya tidak bisa, hanya belum bisa.“ Hyun Hee memegang pipiku dengan kedua tangannya sehingga pandangan kami salin beradu sekarang. “cobalah untuk memikirkanku. Aku tahu aku mungkin lancang seperti ini. aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku kalau aku menyukaimu. Aku seorang ELF dan aku sangat mengangumimu. Awalnya aku merasa kalau aku mengagumimu hanya sebatas seorang fans mengagumi bias nya. Namun ternyata aku salah. Aku menyukaimu dan mengagumimu sebagai seorang namja. Bukan sebagai Cho Kyuhyun Super Junior. Jeongmal joeahae.“ Setelah mengatakan hal itu dia beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkanku.

 

Aku benar – benar bingung sekarang. Aku memang sempat mengaguminya karena dia bisa memahami perasaanku begitu dalam. Namun menyukainya atau mencoba memikirkannya…….. apa aku bisa?

 

Author’s POV

Kondisi Hye ri dan Donghae berangsur – angsur mulai membaik sekarang. mereka sudah boleh pulang ke rumah hari ini. orang tua Hye ri hanya bisa menjenguk Hye ri sebentar kemudian kembali lagi ke New York. Mereka mempercayakan Hye ri pada Yunha dan yang lainnya.

 

Hye ri membereskan pakaiannya yang ada di lemari dibantu oleh Yunha dan Hyun Hee. Sedangkan para member lain membantu Donghae berkemas di ruangan Donghae. mereka semua senang karena hari ini Hye ri dan Donghae sudah diperbolehkan untuk pulang.

 

“Hye ri~ya apa kau akan datang ke pertunangan Siwon oppa besok?“ Yunha memulai pembicaraan ketika matanya melihat sebuah undangan yang tergeletak di ranjang Hye ri.

 

“tentu saja. mana mungkin aku tidak akan datang. Dia sudah begitu banyak membantuku selama ini. Lagipula si ikan itu memaksaku untuk menemaninya dipertunangan Dongsaengnya itu. Yunha~ya apa Han Eun Soo yang dimaksud adalah……”

 

“tepat sekali. Hyun Hee~ya kau juga diundang kan? Kau akan kesana kan?“ kini Yunha melirik kearah Hyun Hee.

 

“ehm…… mollayo. Aku…… ehm….“

 

“tentu saja dia ikut.“ Semua menoleh ke sumber suara. Ternyata Kyuhyun dan yang lainnya sudah selesai berkemas. “dia akan datang bersamaku.“ Ucap Kyuhyun dengan tegas.

 

“MWO?“ Semua seperti sedang paduan suara karena mengucapkan kata ini secara bersamaan.

 

“Kyuhyun~ssi apa maksudmu?“ Hyun Hee bingung den mendelik kearah Kyuhyun untuk meminta penjelasan.

 

“aku akan mencobanya. Seperti kata – katamu semalam. Kajja. Kita pulang sekarang. sebagian sudah menunggu di mobil“ kyuhyun mengedipkan matanya kearah Hyun Hee kemudian berlalu meninggalkan Hyun Hee yang masih syok itu.

 

Di rumah Siwon

 

          Tidak banyak yang diundang. Hanya kerabat dekat dan anggota super junior saja. pihak SM memang mengijinkan Siwon bertunangan namun statusnya itu masih harus disembunyikan dari publik. Itu sudah tertera dalam kontrak yang menyebutkan bahwa dalam masa kontrak mereka masih harus berstatus lajang.

 

Hye ri’s POV

Aaiiissshh meriah sekali pertunangannya. Padahal masih pertunangan. Bagaimana kalau pernikahan nanti? Aku mengamati setiap detail dekorasi pertunangan Siwon dan Eun Soo. Sangat meriah. Bunga – bunga lily putih dan mawar banyak tertata rapi disana. Dan ini menambah dekorasi semakin cantik. Aku suka sekali lily putih, maka dari itu aku sangat mengagumi dekorasi ini.

 

”Jaggiya, waeyo? Kau juga ingin segera bertunangan denganku, hah?” Donghae mengagetkanku. Aiisshhh anak ini. bagaimana kalau sampai aku jantungan?

 

“Mwo? Percaya diri sekali kau Lee Donghae. Aku hanya mengagumi dekorasinya. Lihat banyak sekali bunga lily putih disana. I really like it.“ Kataku sambil terus mengamati lily – lily tersebut.

 

”kau ini seperti melihat uang saja kalau melihat lily putih. Kajja, kita beri selamat pada Siwon dan Eun Soo. Aiisshh cantik sekali Eun Soo itu.” Donghae menarik tanganku pelan. Yang membuatku sebal adalah karena dia memuji Eun Soo didepanku.

 

“sekali lagi kau memuji yoeja lain di hadapanku, saat ini juga aku akan membunuhmu.“ Kataku tajam padanya. Dia hanya tersenyum jahil pdaku. Aigooo senyumnya manis sekali. Dia juga terlihat tampan memakai kemeja putih dan jas hitam seperti ini. Bodoh sekali aku ini. Tentu saja dia terlihat tampan. Dia kan seorang idola. Puluhan ribu orang juga sudah mengatakannya kalau dia benar – benar tampan. Aiiissh beruntungnya aku memilikinya sebagai namjachinguku.

 

“Chukkae Eun Soo~ya. Aku tidak menyangka kalau tunanganmu ternyata seorang Choi Siwon. Aiiisshh kau pasti bahagia sekali kan?“ kataku ramah sambil mencium kedua pipi Eun Soo. Kami tidak perlu berkenalan karena aku sudah pernah berkenalan dengannya saat membeli bunga di ordinary flower.

 

“gomawo Hye ri~ya.“ jawabnya sambil tersenyum manis. Donghae benar, dia sangat cantik dengan balutan gaun Hijaunya itu.

 

“Yak uri Dngsaeng. Chukkae. Berani sekai kau mendahului Hyungmu.“ Kata Donghae sambi memeluk Siwon.

 

“mian Hyung. Aku hanya tidak ingin kehilangan Eun Soo saja. Aku takut akan seperti dirimu kalau aku sampai kehilangan dia. Kau juga segeralah bertunangan Hyung. Aku takut kalau kau tidak segera bertunangan dengan Hye ri, dia akan lepas lagi dari tanganmu dan aku akan melihatmu sekarat seperti waktu itu.“ Ucap Siwon sambil tersenyum jahil. Dan aku bisa melihat Eun Soo tersipu malu karena ucapa Siwon barusan. Aaiiissshh beruntung sekali Eun Soo memiliki namja seperti dia.

 

Donghae’s POV

“mian Hyung. Aku hanya tidak ingin kehilangan Eun Soo saja. Aku takut akan seperti dirimu kalau aku sampai kehilangan dia. Kau juga segeralah bertunangan Hyung. Aku takut kalau kau tidak segega bertunangan dengan Hye ri, dia akan lepas lagi dari tanganmu dan aku akan melihatmu sekarat seperti waktu itu .“ Kata Siwon sambil tersenyum jahil. Aiiissshh menyebalkan sekali dia. Apa dia mendoakanku kehilangan Hye ri, hah?

 

“geureum. Aku akan segera memintanya saat ini juga.“ Kataku dengan pasti kepada Siwon. Aku mengedipkan mataku pada Hye ri kemudian berjalan menuju panggung yang ada di depan. Aku hanya melihat Hye ri mengeryitkan dahinya padaku karena heran dan bingung dengan sikapku. Aku hanya membalasnya dengan senyuman termanisku.

 

Aku naik kepanggung kemudian mengambil mic yang sedang dipegang oleh MC. Aku mendekatkan mic tersebut ke bibirku kemudian kembali memandang Hye ri lekat – lekat.

 

“aku akan mempersembahkan lagu ini untuk seorang gadis yang memakai gaun biru muda selutut dengan pita kupu – kupu dikepalanya. Untuk seorang gadis yang telah mengambil hatiku sejak pertama kali aku melihatnya. Untuk seorang gadis yang menjadi sumber kehidupanku. Choi Hye ri.“

 

Semua orang menatap ke arah Hye ri. dia menundukan wajahnya karena malu. Semburat merah muncul di kedua pipinya. Dia semakin terlihat cantik kalau malu seperti itu.

 

na oerowododoe neol saenggakhalddaen
Tidak masalah jika aku kesepian. Setiap kali aku teringat padamu
misoga naui eolgule beonjyeo
Senyum menyebar di wajahku

na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen
Tidak masalah jika aku lelah. Setiap kali Kau senang

sarangi nae mam gadeukhi chaewo
Hatiku penuh dengan cinta


oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman
Hari ini aku bisa hidup di dunia yang sangat keras

himdeuleodo nungameumyeon ni moseubbun
Bahkan jika aku lelah, ketika ku menutup mata, aku hanya melihat wajah mu

ajikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli
Mimpi yang masih terngiang di telinga ku

naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjana
Apakah meninggalkan sisi ku terhadap mu

nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
Setiap hari hidup ku seperti mimpi

neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai

dasi ileoseol geoya
Aku akan berdiri lagi

naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul
Bagi ku, kebahagiaan adalah kenangan berharga
himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon
Akan lebih hangat selama masa-masa sulit
huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum
Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur


neul naui gyeoteseo geurimjacheoreom
Seperti bayangan di sisiku kau selalu

joyonghi neoneun naegero waseo
Diam-diam datang kepada ku

na apahaneunji maeil oerounji
Untuk melihat apakah aku sakit, untuk melihat apakah aku kesepian setiap hari geuriumeuro neoneun naege danyeoga
Dengan perasaan kerinduan, Kau datang kepada ku

sesangi nal ulge haedo naneun gwaenchana
Bahkan jika dunia ini membuat ku menangis, aku baik-baik saja

hangsang niga naui gyeote isseunigga
Karena Kau selalu di sisiku

meonjicheoreom chueoki byeonhaeseo ddeonalgga
Seperti debu, yang akan berubah dan meninggalkan kenangan

geujeo useumyeo maeumeul dalraeeo bwado
Aku akan tetap tersenyum untuk memudahkan hatiku


nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
Setiap hari hidup ku seperti mimpi
neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai

dasi ileoseol geoya
Aku akan berdiri lagi


naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul
Bagi ku, kebahagiaan adalah kenangan berharga
himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon
Akan lebih hangat selama masa-masa sulit
huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum
Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur


sueobsi neomeojyeo biteuldaedo
Tidak peduli berapa kali aku tersandung dan jatuh
naneun ireohgeseo itjana
Aku masih berdiri seperti ini

nae mam hanabbuninde
Aku hanya memiliki satu hati

himdeul ddaemyeon niga ireohge himi dwaejulrae
Saat aku lelah Kau menjadi kekuatanku

neoreul hyanghae yeongwonhi
Hati Ku terhadap Mu selamanya

ireohge sangcheo soke seulpeumdeuleul samkinchae
Jika Aku menelan sakit dan kesedihan

miso jitneun nae moseubeul neoege boyeo julge
Aku hanya akan menunjukkan kepada mu Senyuman Indah

ijeneun apeuji ana
Sampai aku mati kau selalu ada di hatiku


eonjena neowa hamgge irugopeun kkum ango
Aku akan selalu berpegang pada mimpiku dan ingin selalu denganmu Mu

galsu eobdeon jeopyeoneseo neoreul bulreobolgge
Aku akan mencoba tuk memanggil Namamu di tempat Aku tak dapat lagi mencapainya nae maeum dahae saranghaneun neoreul
Aku mencintaimu sepenuh hatiku

 

          setelah selesai menyanyikan bait terakhir aku turun dari panggung dengan masih membawa mic dan berjalan kearah Hye ri. Semua terdiam dan memandangi kami berdua. Aku berlutut didepannya sambil menggenggam tangannya.

 

“Joeneun Lee Donghae akan bersumpah dihadapan semua yang ada disini. Aku tidak akan bersumpah demi cinta karena cinta itu selalu berubah – ubah. Aku akan bersumpah atas nama diriku sendiri dari hatiku yang paling dalam bahwa aku hanya mencintaimu. Selamanya akan mencintaimu. Choi Hye Ri, would you marry me?” aku mengeluarkan kotak cincin dari sakuku dan memberikannya pada Hye ri. Aku memang berencana melamarnya malam ini. Seperti yang dikatakan oleh Siwon. Aku juga tidak ingin kehilangan Hye ri lagi. Dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

 

Hye ri’s POV

Aiiissshhh apa yang dilakukan ikan itu. Membuatku malu saja. apa dia tidak lihat pipiku sudah memanas sekarang. aku benar – benar malu menjadi pusat perhatian seperti ini. Aigooo dadaku berdegup sangat cepat sekarang. aisshh eottokhae? Ikan ini membuatku gila.

 

“Yak Lee Donghae, apa yang kau lakukan, hah? Kau membuatku malu saja. sudahlah cepat berdiri. Aku malu sekali Hae.“ Kataku pelan sambil berbisik padanya. Aku benar – benar malu sekarang. Wajahku pasti sudah sangat merah karena malu.

 

“shireo!! aku tidak akan beranjak dari sini sebelum kau menerima cincin ini dan mengatakan kalau kau mau menikah denganku. Jadi cepat katakan kalau kau mau menikah denganku Choi Hye ri.“ dia mengatakannya dengan tegas sambil menatap kedua mataku. Aku gugup. Tentu saja aku gugup. Aku baru saja dilamar oleh namja yang sangat aku cintai di depan umum. Kalau kau jadi aku, aku yakin sekali kau ingin pingsan sekarang. aku harus rileks. Aku tidak boleh terlihat gugup seperti ini.

 

Aku mengambil mic yang di pegang oleh Lee Donghae. aku mendekatkan mic itu di bibirku. “i do.“ Setelah mengucapkan itu aku menyunggingkan senyum termanisku padanya. Semua orang terlihat bertepuk tangan untuk kami. Donghae memakaikan cincin di jari manisku kemudian mengecup keningku.

 

”saranghae Jaggiya.” Bisiknya ditelkingaku. Astaga….. beginikah rasanya dilamar oleh seseorang?

 

Kyuhyun’s POV

Aku mendengar Hye ri mengatakan ‘I do’ pada Donghae Hyung. Itu artinya sudah tidak ada lagi celah untukku mendapatkannya. Hatiku sakit. Tentu saja. Tapi tidak sesakit dulu.

 

Hyun Hee benar. Aku memang belum berusaha melupakan Hye ri dulu. Aku masih selalu memikirkan bagaimana kalau aku merebutnya dari Donghae Hyung. Namun sekarang aku sudah benar – benar bertekad tidak memperhatikannya dan berhasil. Aku bisa menguasai perasaanku sekarang. walaupun masih merasakan sakit tapi setidaknya sakit hatiku berkurang sekarang.

 

“ingin menangis Cho Kyuhyun~ssi?“ Hyun Hee memberikan sapu tangan merah muda miliknya padaku. Yak apa dia fikir aku namja cengeng seperti Lee Donghae? menyebalkan sekali.

 

“Yak kau fikir aku ini Lee Donghae yang cengeng itu? Aku tidak akan menangis.“ Jawabku ketus padanya.

 

“jeongmall? Apa kau sudah melupakannya? Cepat sekali.“

 

“itu berkat kau. Aku sudah mengubah fokusku sekarang. Aku sudah mencoba untuk memikirkan orang lain selain Hye ri. Aku memang masih sakit hati namun tidak sesakit dulu. Gomawo Shin Hyun Hee.“ Kataku pelan kemudian mengacak rambutnya. Ada semburat merah di pipinya. Aiissh ternyata dia malu. Apa – apaan dia. Saat mengucapkan suka padaku saja dia tidak malu. Dia benar – benar berbeda.

 

***

Hye ri’s POV

       Hari ini Donghae mengajakku liburan ke Mokpo selama satu minggu. Awalnya aku menolak karena aku masih belum siap bertemu dengan Eomma dan Hyungnya. Ini semua karena si ikan Babo itu bilang ingin menikah pada Eommanya. Tentu saja eommanya kaget dan akhirnya menyuruhnya membawaku kesana.

 

“Kajja, kita ke bandara sekarang. nanti terlambat.“ Aku masuk ke kamarnya dan duduk di ranjangnya. Aku mengambil ponselnya yang tergeletak di ranjang kemudian mengutak atik ponselnya itu.

 

“sebentar Jaggi, sudah hampir selesai.“ Katanya sambil mengunci kopernya. “kau yakin tidak ada yang ketinggalan Jaggiya?“ tanyanya memastikan padaku. “kalau sampai ada yang ketinggalan kita sudah tidak ada waktu untuk kembali kerumahmu.“

 

“tidak ada.“ Jawabku yakin. “Hae~ya apa kau yakin kita harus kesana? Aku…. aku takut sekali.“ Kataku gugup. Bagaimana tidak. Aku akan bertemu dengan keluarga calon suamiku. Dan itu membuatku tidak bisa tidur beberapa hari ini.

 

“kau sudah berkali – kali mengatakan hal ini Jaggi. Tenanglah. Eomma sangat baik. Eomma hanya ingin bertemu dengan calon menantunya itu saja. kajja.“ Dia menarik lenganku pelan dan aku hanya mengikutinya.

 

“Donghae~ya.“ panggilku

 

Dia memutar tubuhnya kemudian menatapku. “aiisshhh kau ini selalu memanggilku seperti itu. Sekali – kali panggillah aku oppa jaggi. Kau ini. waeyo?“

 

“aku tidak akan pernah memanggilmu oppa. Ehm… ini. kenapa aku ada di nomer sembilan ponselmu? Kenapa tidak di nomor satu?“ tanyaku heran. Apa aku bukan nomer satu dihatinya?

 

“aiiigooo aku kira kenapa. Ternyata hanya masalah itu.“ Katanya sambil tersenyum padaku.

 

“aku hanya penasaran saja. Apa itu artinya aku bukan nomor satu dihatimu?“

 

“ yak, bagaimana mungkin kau bisa punya fikiran seperti itu Jaggiya? Kau akan selalu jadi nomor satu di hatiku. Aku menyukai angka sembilan dan aku rasa kau cocok dengan angka itu.”

 

”hanya karena itu? Kau ini aneh sekali.” Sungutku.

 

“Kajja. Kita harus segera ke bandara agar tidak ketinggalan pesawat.“ dia memeluk pingganggku kemudian mengajakku keluar dari dorm.

 

”ini salahmu karena kau tidak berkemas dari kemarin.“ Kataku jengkel padanya. Padahal dia yang mengajakku tapi malah dia yang tidak bersiap – siap sejak awal. Menyebalkan sekali.

 

“hehehe mianhae Jaggiya. Aku sibuk kemarin. Kajja.“

 

FLASHBACK

“Hae~ya kenapa Hye ri ada di nomor sembilan ponselmu.“ Eunhyuk duduk disampingku sambil memegang ponselku. Aiiissshh pasti dia mengutak – atik ponselku lagi.

 

“kau ini selalu saja mengutak atik barang milik orang lain Hyuk.“ Sahutku jengkel.

 

“aku hanya pinjam sebentar Hae. Aku ingin menghubungi Teukkie Hyung tadi. Kau belum jawab pertanyaanku Hae, kenapa kau menempatkan Hye ri di nomor sembilan ponselmu?“ tanya Eunhyuk yang masih penasarn.

 

“oh itu. Kau tahu kan Hyuk kalau aku suka bisbol“ jawabku enteng.

 

“hmmmm dan apa hubungannya bisbol dengan Hye ri yang ada di nomor sembilan ini?“

 

“aiissh kau ini,masa begitu saja kau tidak faham Hyuk? Dalam bisbol ada sembilan pemain. Kurang satu saja tidak bisa. Sembilan itu artinya lengkap. Kenapa aku menyimpan nomor Hye ri di nomor sembilan? Itu karena kalau ada dia, aku baru merasa kalau itu benar – benar diriku, aku merasa lengkap. Dia nomor sembilanku.“ Jawabku sambil tersenyum puas dan membayangkan wajah Hye ri.

 

END

Akhirnyaaa Finish juga. Aku benar – benar bingung gimana buat endingnya. Aku sedikit mengambil dari salah satu novel kesayanganku untuk endingnya. Benar – benar buntu saat itu.  Mian kalau translate an lagunya berantakan. Aku copas dari internet. Hehehehe. Mian juga kalau lagi – lagi part ini hancur. Mohon comment nya.

 

20 thoughts on “True Love [part 13/END]

  1. Ah endingnya dr summer in seoul ya, aq jg suka novel itu thor >.< Tp intinya ini cerita bagus akhirnya hae-ri bersama
    Emang dlm hub itu kepercayaan penting bgt
    Apa sih ni comment aq jd pjg, tp yg pasti keren dan akhirnya end jg ^o^

  2. Maaf Ɣª chingu, di part sebelumnya belum comment.. Heehehehe..
    Sdh finish Ɣª..
    Lagunya bagus! :)
    Ska sma ffnya! :)
    Daebak! :)
    Ditunggu ff lain..

  3. Endingnya Summer In Seoul..
    Itu jga novel k’sukaan qu thor…
    *kaga ada yg nanya*
    kerend bangeddd ni FF…
    Stiap hari yg qu tggu cma FF ini..
    *Pengakuan*
    keke~…
    Akhirnya slsai juga….
    Msii pengen liat klanjutannya…
    Thor…
    Buatin sequel nAa donk ato After Storynya ???…
    Pleasssseeee ???…
    *narik2 baju Authornya*

  4. happy ending,,,johaaaa…..
    chukae hae ….
    and kyu moga kau menemukan cinta sejatimu…

    gomawo ff nya daebak,,,,,

  5. Yes yes yeah~ happy ending (>ˆ▽ˆ)> <(ˆ▽ˆ<)
    Bwt sequel'a,, ampe mreka pny anak 13 :)
    Mian aq bru comment,, aq lbh ska nunggu ff ini posr dlu smw bry bca dr awal ^^V

    Daebak!! LANJUUTT!! Kyu ama aq =(

  6. happy ending..;-)
    thor, ending nya kok kayak di “summer in seoul” y..?
    w pernah baca tuh….
    tapi TOP dech..

  7. Ffnya bagus,,, walaaupun belum baca part awalnya sih,, langsung baca part endnya,,, tp endingnya ngingetin aku sama novel summer in seoul,,,

  8. akhirnya selese juga. Tapi kok gak sampe tunangan ato mnikahnya? Bikin squelnya dong author. Nanggung ni, msi pengen liat mereka lebih bahagia.#saran aja si.

    Overall ceritanya aku sukaaaaa banget. Bisa bikin terbawa esmosi gitu deee. Semua jempolku buat authornya deh ^^,

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s