True Love [part 12]

 

Author           : Eunhaekyu

Main Cast       : Super Junior Lee Donghae, Choi Hye ri, Super Junior Cho Kyuhyun

Support Cast  : Super Junior Eunhyuk, Super Junior Yesung, Super Junior Leeteuk, Super Junior Heechul, Super Junior Ryeowook, Super Junior Siwon, Jessica SNSD, Member Super Junior, Manager Super Junior, Park Yunha, Shin Hyun Hee, Han Eun Soo.

Rating             : All Ages

Genre             : Romance, Love, Friendship, Commedy

Author’s POV

Yunha, Yesung, Kyuhyun dan Hyun Hee merasa khawatir karena belum ada kabar tentang mereka berdua. Akhirnya mereka berempat memutuskan untuk mengecek ke rumah Hye ri. Sedangkan member lain pulang ke dorm siapa tahu Donghae sudah pulang ke dorm mereka.

 

“Hyung sepertinya Hye ri sudah pulang. Lihat saja rumahnya sudah menyala seperti itu.” Kata Kyuhyun pada Yesung yang duduk disebelahnya.

 

”aku turun duluan untuk mengeceknya. Perasaanku benar – benar tidak enak sekarang ini.” Yunha turun dari mobil dengan sedikit tergesa – gesa dan langsung berlari ke arah pintu. Pintu kebetulan belum terkunci sehingga Yunha bisa masuk dengan gampang. Dengan setengah berlari dia langsung masuk ke dalam dan kaget saat mendapati Hye ri dalam keadaan pingsan dengan hidung berdarah.

 

“KYAAAAAAAAAAAA, Hye ri~ya. waeyo?“ Yunha berteriak dan membuat Yesung, Kyuhyun, dan Hyun Hee panik dan segera berlari masuk kedalam.

 

“Yak Yunha~ya, wae gurae?“ kata Kyuhyun sedikit menyentak Yunha. Mungkin karena kyuhyun terlalu khawatir sehingga membuatnya kehilangan kendali.

 

“aku….aku tidak tahu. Setelah aku masuk aku sudah melihat Hye ri seperti ini. Eottokhae? Oppa aku…..aku bingung“ Yunha gugup. Yesung mendekati Yunha dan memeluknya sambil menenangkan Yunha.

 

“tenang Jaggiya, gwenchanayo. Semua pasti baik – baik saja.“ Kata Yesung berusaha membuat yoejachingunya itu tenang.

 

“Tunggu apa lagi. Ayo bawa dia ke rumah sakit.“ Bentak Hyun Hee karena jengkel melihat yang lain hanya diam tanpa melakukan apa – apa. “Kyuhyun~ssi angkat Hye ri dan bawa masuk ke mobil. Kita bawa dia kerumah sakit. Yesung~ssi kau mengemudikan mobil karena aku lihat kau yang paling tenang disini. Aku dan Yunha akan menjaganya di belakang. Kajja. Jangan sampai dia kehabisan darah. Lihat darah nya sudah keluar banyak dari hidungnya.“

 

Semua menuruti perintah Hyun Hee dan langsung membawa Hye ri ke rumah sakit milik Siwon. Yunha menghubungi member yang lain dan menyuruhnya segera menyusul ke rumah sakit Siwon.

 

***

Sementara itu di dorm Super Junior semua menjadi kalang kabut setelah mendapat kabar dari Yunha tentang keadaan Hye ri. Eunhyuk terus berusaha menghubungi Donghae untuk menyampaikan kabar tersebut namun tiba – tiba Leeteuk mendapat telpon dari managernya bahwa Donghae kecelakaan dan sedang di larikan di Rumah Sakit milik keluarga Siwon juga.

 

 

Semua member langsung berlari menuju Van mereka. Mereka meminta bantuan salah satu manager mereka untuk mengemudikan mobil karena para member sedang panik dan akan bahaya sekali kalau mereka menyetir.

 

“Hyung, apa menurutmu ini tidak aneh?“ tiba – tiba Heechul bertanya pada Leeteuk.

 

“aneh bagaimana maksud kamu?“ kata Leeteuk heran.

 

“lihat saja Hyung. Hye ri tidak sadarkan diri dan Donghae kecelakaan dalam waktu yang bersamaan. Bahkan secara tidak sengaja mereka masuk rumah sakit yang sama. Aku seperti melihat ada ikatan yang sangat kuat diantara mereka Hyung. Ini membuatku ngeri.“ Kata Heechul sambil bergidik ngeri.

 

’PLEETAAAKKK’ Leeteuk menjitak kepala Dongsaengnya itu. “Yak, apa yang membuatmu ngeri, hah? Siapa tahu mereka memang berjodoh. Bukannya bagus kalau mereka berjodoh? Itu artinya kita tidak perlu repot – repot mendekatkan mereka.“ Kata Leeteuk tegas.

 

“Tapi Hyung,bagaimana kalau yang terjadi sebaliknya? Bagaimana kalau mereka berdua…….“ ’PLETAAAAAKKKK’ lagi – lagi Leeteuk menjitak kepalah Heechul. “YAK, Hyung, appo!!!“ kata Heechul sambil mengelus kepalanya.

 

“itu tidak akan terjadi. Jauhkan fikiran jelekmu itu. Kau itu.“ Kata Leeteuk dengan jengkel.

 

Kyuhyun’s POV

Aku baru saja mendapat kabar dari Teukkie Hyung kalau Donghae Hyung kecelakaan dan dirawat juga di rumah sakit ini. Aku sedikit tersentak. Kenapa bisa kebetulan seperti ini? Mustahil sekali kalau mereka berdua dirawat dirumah sakit yang sama dan dan dalam waktu yang bersamaan pula.

 

“Hyung, Donghae Hyung kecelakaan dan dia juga dirawat di rumah sakit ini. Bagaimana kalau kita juga melihatnya sekarang. Manager Hyung sudah ada disini juga.“ Aku mengajak Yesung Hyung dan yang lain untuk melihat keadaan Donghae Hyung sementara dokter Lee yang dulu menangani Hye ri sedang memeriksa Hye ri.

 

“Mwo? Aiiisshh apakah hari ini hari terluka sedunia? Kenapa ada banyak sekali yang terluka hari ini? Kalau begini caranya Siwon bisa bertambah kaya dalam waktu yang singkat.“ Astaga Yesung Hyung ini benar – benar. Disaat seperti ini masih saja bisa bercanda. Mungkin rambutnya yang lebat dan banyak itu sudah menutupi syaraf –syaraf diotaknya sehingga dia tidak bisa menjalankan otaknya dengan benar.

 

***

Kami mendatangi manager Hyung yang sedang cemas dengan keadaan Donghae. Manager Hyung menjelaskan pada kami bahwa menurut beberapa orang yeng kebetulan sedang ada disana Donghae Hyung memang sengaja ingin menabrak pembatas jalan.

 

“aku heran sekali dengan Hyungmu itu Kyu. Bagaimana mungkin dia bisa mempunyai niat untuk bunuh diri seperti itu? Apa masalahnya sebesar itu sampai – sampai dia berniat mengakhiri hidupnya. Aiiissshhh untung saja ada orang yang segera menolongnya. Kalau tidak aku tidak yakin apa dia masih bisa diselamatkan.“ Manager Hyung terlihat beberapa kali mendengus kesal. Mungkin dia sedang kesal sekaligus khawatir pada Donghae Hyung. Apa pertengkarannya begitu hebat sampai Hyung berniat mengakhiri hidupnya?

 

Aku mundur kebelakang kemudian duduk di kursi tunggu. Aku merasa seperti menjadi Dongsaeng yang jahat kali ini. Seharusnya aku tidak memiliki perasaan pada Hye Ri. Seharusnya aku tidak mengajaknya ke taman hiburan saat itu. Kalau hal itu tidak aku lakukan pasti semua ini tidak akan pernah terjadi. Aarrrgghhh aku benar – benar jahat. Aku mengacak – acak rambutku dengan gusar kemudian menyandarkan kepalaku di tembok.

 

“yak, jangan seperti itu. Itu bukan salahmu.“ Aku menoleh kesampingku dan aku sudah melihat Hyun Hee disana. Kenapa selalu dia yang mengerti perasaanku? Siapa dia sebenarnya sampai – sampai dia tahu semua tentang apa yang sedang aku fikirkan?

 

“jangan memandangiku seperti itu. Aku juga tidak tahu kenapa, hanya saja aku seperti mengerti tentang perasaanmu. Jangan bersedih seperti itu terus. Ini tidak ada hubungannya denganmu. Semua ini sudah takdir dan kita tidak bisa menghindari takdir.“ Dia menatapku sambil tersenyum manis padaku. Aku sempat terpesona padanya namun aku langsung membuang fikiran itu jauh – jauh.

 

“takdir? Kau percaya dengan hal – hal seperti itu? Aiiissshhh Itu konyol sekali.“ Aku menjawab sekenaku.

 

“tentu saja. Aku percaya pada takdir  dan jodoh. Apa kau tidak melihat seperti ada sebuah ikatan yang terhubung antara Hye ri dan Lee Donghae. Ikatan yang sangat kuat namun tidak terlihat. Perasaan dan jiwa mereka seperti bersatu. Mereka benar – benar seperti jodoh yang sudah dipasangkan Tuhan dari surga.“ Jawabnya sambil ikutan bersandar sepertiku.

 

“ciihh apa ada hal semacam itu? Tidak masuk akal sekali. Aku memang bukan atheis dan aku juga percaya pada tuhan. Tapi aku tidak  percaya kalau ada hal semacam itu.“

 

“tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini Cho Kyuhyun~ssi. semuanya adalah takdir dan sudah ada yang mengatur. Begitu juga dengan jodoh kita.“ Dia beranjak dari duduknya kemudian berdiri dan berjalan kearah ruangan Hye ri. Namun baru beberapa langkah dia menghentikan langkahnya dan berbalik menatapku.

 

“tidak ada yang salah dengan cinta dan perasaan Cho Kyuhyun~ssi. Semua itu pemberian tuhan dan kita wajib mensyukurinya. Setidaknya kau masih bisa merasakan hangatnya mencintai seseorang. Jangan salahkan dirimu karena hal ini.” Setelah mengucapkan itu dia kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Entah kenapa aku sedikit tenang setelah mendengarnya menasehatiku. “Gomawo Shin Hyun Hee” kataku pelan.

 

Author’s POV

Kondisi Hye ri dan Donghae sama – sama kritis saat ini. Mereka sama – sama banyak kehilangan darah. Keadaan Hye ri tidak separah keadaan Donghae. Pada hari ke empat Hye ri sudah mulai sadar namun keadaan Donghae masih sangat kritis.

 

Hari itu hari kelima Hye ri dirawat di rumah sakit. Member lain sedang sibuk, begitu pula Yunha dan Hyun Hee. Jadi tidak ada yang menjaga Hye ri dan Donghae hari itu.

 

“annyeong Choi Hye ri~ssi.“ Jessica masuk ke ruangan Hye ri sambil membawa sebuket bunga lily kesukaan Hye ri.

 

”ah Annyeong Jessica~ssi.” Kata Hye ri berusaha menenangkan dirinya. Dia berusaha bersikap sebiasa mungkin pada Jessica walaupun hatinya sedikit menyimpan rasa benci pada Jessica.

 

“bagaimana keadaanmu sekarang, gwenchanayo? Apa masih ada yang sakit?” tanya Jessica dengan sopan pada Hye ri kemudian duduk disamping ranjang Hye ri.

 

“Ne, nan gwenchana.” Hye ri menjawab sekenanya.

 

Jessica tersenyum pada Hye ri kemudian berbicara kembali. ”kau pasti benci padaku kan Hye ri~ssi?”

 

“mwo? Anni. Annimnida.” Hye ri sedikit gugup karena merasa bahwa tebakan Jessica sangat tepat dan mengena bagi Hye ri.

 

“gwenchanayo. Aku minta maaf karena aku kalian jadi seperti ini. Donghae dan yang lain tidak menceritakan padaku tentang hubungan kalian. Aku baru tahu saat setelah konser kemarin karena dia yang menceritakan padaku tentang masalah kalian. Aku benar – benar minta maaf.” Jessica menatap langit – langit dan seperti sedang memikirkan sesuatu. Hye ri hanya diam membisu karena dia sendiri tidak tahu apa yang harus dia katakan. Mereka berdua sama – sama membisu sampai beberapa menit berlalu. Namun tiba – tiba Jessica kembali bersuara.

 

” Aku memang menyukainya. Aku sudah menyukainya sejak dekat dengannya. Setelah ayahnya meninggal kami sangat dekat dan aku mulai menyukai kepribadiannya itu. Meskipun cengeng namun, aku sangat mengaguminya. Aku juga tahu dari awal aku sudah tidak ada tempat dihatinya. Dari awal aku mencoba untuk mendekatinya dan mencoba mengambil hatinya. Dua tahun aku mencobanya dan aku gagal. Aku sudah kalah telak pada seseorang yang bahkan belum pernah aku temui. Aku kalah darimu Choi Hye ri~ssi. Dia hanya mencintaimu.“

 

“Mwo? Apa maksud anda kalau sejak awal Donghae hanya mencintaku? Aku tidak mengerti!“ Hye ri menatap heran pada Jessica sambil mengeryitkan dahi. Jelas sekali Hye ri masih bingung dengan penjelasan Jessica.

 

“dia pernah bercerita saat di Mokpo dia menyelamatkan seorang gadis yang ingin terjun kelaut. Dan dia jatuh cinta seketika dengan yoeja tersebut. Mungkin bisa diartikan lebih dari sekedar jatuh cinta. Awalnya aku menganggap kalau itu hanya cinta sesaat namun ternyata aku salah. Cintanya padamu begitu besar sehingga tidak ada lagi ruang untuk yoeja lain selain kau. Jadi aku sama sekali tidak ada hubungan dengan Lee Donghae. Kami hanya bersahabat. Aku tidak tahu bagaimana para papparazi itu mendapatkan foto – foto itu. Padahal kami sedang bersama dengan yang lain saat itu. Dan saat wawancara itu aku juga minta maaf karena aku terlalu dekat dengan Donghae sehingga membuat rumor semakin menyebar. Kalau saja aku tahu bahwa Donghae sudah menemukan belahan jiwanya tersebut aku pasti akan lebih menjaga jarak dengannya.“ Jessica menjelaskan masalah kesalahpahaman itu pada Hye ri namun sepertinya Hye ri masih belum mempercayainya.

 

“jinjjayo? Tapi sepertinya Lee Donghae juga menyukai anda Jessica~ssi. Dia terlihat seperti senang – senang saja dengan rumor itu. Dia bahkan tidak menghubungiku. Itu pasti karena sudah ada anda jadi dia tidak membutuhkan saya lagi.”

 

”aku rasa tidak Hye ri~ssi. Kalau dia mencintaku mana mungkin dia mau mengejarmu sampai seperti itu. Mana mungkin dia rela berdiri di depan pintu rumahmu sampai pingsan hanya karena ingin berbicara padamu. Mana mungkin dia berniat mengakhiri hidupnya hanya karena dia tidak bisa mencintai yoeja lain selain kau.“

 

Hye ri’s POV

”aku rasa tidak Hye ri~ssi. Kalau dia mencintaku mana mungkin dia mau mengejarmu sampai seperti itu. Mana mungkin dia rela berdiri di depan pintu sampai pingsan hanya karena ingin berbicara padamu. Mana mungkin dia berniat mengakhiri hidupnya hanya karena dia tidak bisa mencintai yoeja lain selain kau.“ Jessica berkata sambil menahan isak tangisnya. Aku kembali mencerna kata – kata yang keluar dari mulutnya barusan. Apa maksudnya Donghae berniat mengakhiri hidupnya?

 

       “Mwo? Andwae!! Aku tidak mau. Aku tidak mau berpisah denganmu. Setelah kau berhasil membuatku jatuh cinta setengah mati padamu, kau fikir kau bisa seenaknya saja menyuruhku pergi dan melupakanmu? Setelah aku bersusah payah mempertahankanmu disisiku, kau fikir kau bisa dengan mudah menyuruhku untuk meninggalkanmu? Apa kau ingin melihat pemakamanku, hah? Kau ingin melihatku mati? Kau ingin membunuhku?“

 

“JAGGIYA. JADI KAU BENAR – BENAR INGIN MELIHAT PEMAKAMANKU? KAU BENAR – BENAR TIDAK PEDULI LAGI PADAKU? AKU AKAN MEMENUHI PERINTAANMU JAGGI. AKU SUDAH TIDAK MEMERLUKAN NYAWAKU LAGI KALAU AKU TIDAK BISA BERSAMAMU. SARANGHAE JAGGIYA, JEONGMALL SARANGHAEYO.“

 

       Tiba – tiba aku teringat pada kata – katanya saat kami bertengkar waktu itu. Dan hal ini sukses membuatku syok dan hampir saja membuat jantungku berhenti berdetak. Dadaku sesak dan aku seperti sulit bernafas saat ini.

 

“astaga……“ aku menutup mulutku dengan kedua tanganku. Tanpa perlu di komando lagi air mataku sudah mengalir deras. Mengapa tidak ada yang memberitahuku tentang keadaan Donghae? Kenapa semuanya diam saja? Bagaimana keadaan Donghae sekarang?

 

“D…dimana dia sekarang? Ba….bagimana keadaanya?“ kataku pelan disela – sela tangisku.

 

”kau belum tahu tentang hal ini? Dia juga dirawat disini. Ruangannya tepat di depan ruanganmu. Dia belum sadarkan diri sekarang. Kondisinya memang parah saat itu. Dia sengaja menabrak pembatas jalan untuk mengakhiri hidupnya. Untung saja dia segera ditolong. Kalau tidak…… kalau tidak mungkin nyawanya tidak akan bisa diselamatkan.“

 

“mengapa tidak ada yang memberitahu aku kalau ada kejadian ini? Aku ingin melihatnya. Aku ingin bertemu dengannya.“ Aku tidak ingat kondisiku yang belum pulih saat ini. Aku turun dari ranjang namun saat aku menginjakkan kaki di lantai aku terjatuh. Kakiku sangat lemas.

 

“Hye ri~ssi. Hati – hati. Sebentar aku ambilkan kursi roda.“ Jessica mengambil kursi roda yang ada di dekat lemari kemudian membantuku naik ke kursi roda. Dia mengantarku ke ruangan Donghae. Begitu aku masuk aku sudah tidak bisa lagi menahan air mataku. Aku kembali menangis melihat keadaannya saat ini. dia terbaring lemah di ranjangnya. Dia nampak pucat sekali.

 

Jessica mendekatkan kursi rodaku ke ranjang Donghae kemudian pamit pulang.

“mian Hye ri~ssi. Aku ada jadwal setelah ini. Mianhae, jeongmal mianhae karena membuat kalian seperti ini.“ Jessica membungkuk beberapa kali padaku. Aku mengangguk padanya dan untuk pertama kalinya aku tersenyum tulus padanya. Setelah Jessica keluar dari ruangan ini aku kembali menatap namja yang terbaring lemah didepanku.

 

“kau ini bodoh sekali Hae. Kenapa kau berniat mengakhiri hidupmu? Kau ingin membuat semua khawatir, hah?“ aku berkata pelan padanya kemudian aku menggenngam tangan kanannya. “mianhae, jeongmal mianhaeyo. Seharusnya aku mempercayaimu saat itu. Seharusnya aku tidak terlalu mempertahankan egoku. Kalau saja aku memaafkanmu, ini semua pasti tidak akan terjadi. Bangunlah Hae~ya, jebal. Aku masih membutuhkanmu disini.“ Aku mengecup tangannya sekilas dan membenamkan kepalaku disana. Aku membiarkan diriku menangis di tangannya. Ternyata hatiku lebih sakit saat aku kehilangan dia. Tidak peduli beberapa kali aku tersandung jatuh, aku akan berusaha berdiri seperti sediakala. Aku hanya memiliki satu hati, dan sampai mati hanya ada dia dihatiku. Aku mencintainya sepenuh hatiku.

 

Kyuhyun’s POV

Aku baru saja selesai latihan koreo dance dengan member – member yang lain. Setelah latihan selesai kami langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Hye ri dan Donghae Hyung. Kami sedikit lega karena setidaknya Hye ri sudah siuman. Jadi doa kami sekarang bisa terfokus hanya untuk Donghae Hyung. Kalau yang sakit berdua doanya jadinya terbagi – bagi. Itu kata Yesung Hyung sih. Yesung Hyung memang aneh. Aku tidak tahu apa yang dia fikirkan dikepalanya yang besar itu.

 

“Hyung, aku ke Rumah sakit duluan ya, nanti kalian menyusul lah.“ kataku pada Hyungdeul. Tanpa menunggu jawaban yang lain aku sudah berlalu meninggalkan mereka dan langsung menuju Ferrari kebanggaanku.

 

***

Setelah sampai di rumah sakit aku langsung menuju ruangan Hye ri. Dia sudah sadar kemarin jadi aku ingin menjnguknya. Aku memasuki ruangannya namun aku tidak melihat dia disana. Astaga kemana dia?

 

Aku panik kemudian keluar ruangan dan hendak menanyakannya pada perawat disana. Namun aku mendengar isak tangis dari ruangan Dongahe Hyung. Aku mengintip dari kaca dan aku melihat Hye ri disana. Dia senang menangis sambil menggenggam tangan Donghae Hyung.

Meskipun aku sedang berusaha untuk memendam perasaanku padanya dalam – dalam. Tapi tetap saja melihatnya seperti itu membuatku sakit. Kenapa aku harus mengalami percintaan seperti ini? Apa benar mereka memang ditakdirkan untuk bersama? Mereka selalu bertengkar dan seolah-olah akan berpisah. Namun pada kenyataannya mereka tidak berpisah dan malah semakin dekat.

 

“Apa kau tidak melihat seperti ada sebuah ikatan yang terhubung antara Hye ri dan Lee Donghae. Ikatan yang sangat kuat namun tidak terlihat. Perasaan dan jiwa mereka seperti bersatu. Mereka benar – benar seperti jodoh yang sudah dipasangkan Tuhan dari surga.“

 

       “Kalau memang benar seperti itu, apa yang bisa aku lakukan sekarang?“ kataku pelan pada diriku sendiri sambil menahan gemuruh dihatiku karena cemburu melihat Hye ri menggenggam tangan Hyung dengan penuh kasih sayang seperti itu.

 

“kenapa tidak langsung masuk“ suara Hyun Hee mengagetkanku. Aku secara refleks langsung membungkam mulutnya itu agar tidak berisik.

 

“jangan keras – keras. Hye ri sedang ada di dalam. Aku tidak ingin mengganggu mereka.“ Kataku setengah berbisik pada Hyun Hee. Hyun Hee hanya bisa mengangguk dan ikut mengintip bersamaku.

Author’s POV

“KYAAAAAAAAAAA, oppaaaaaaa Hye ri menghilang. Aiissshhh eottokhae? Kemana dia? Dia kan belum sembuh total? Apa mungkin dia di culik? Apa Jong Hun kembali lagi lalu menculik Hye ri?“ Yunha berteriak sangat keras sehingga membuat member yang masih diluar kaget dan langsung masuk ke kamar Hye ri.

 

“waeyo Yunha~ya? kau inii suka sekali sekali berteriak.“ Celetuk Heechul dengan jengkel.

 

“Yak, Jaggiya pelankan suaramu. Meskipun ini rumah sakit milik Siwon ini tetap saja Rumah sakit. Kau ingin Siwon bangkrut, hah?“ Yesung menimpali perkataan Heechul.

 

“Hyung, memang apa hubungannya Bangkrut dengan suara Yunha?“ Ryeowook bertanya pada Yesung dengan muka polosnya.

 

“aiiissshhhh. Kau ini. yak Wookkie~ya. kau jangan jadi lemot begitu.“ Yesung jengkel karena melihat magnae kesayangannya jadi lemot begitu.

 

“sudah – sudah. Kenapa kalian jadi berbicara yang tidak penting begitu? Yunha~ya kenapa kau berteriak sampai seperti itu?“ Leeteuk berkata ramah pada Yunha. Disini sepertinya hanya Leeteuk yang paling mengerti situasi sekarang ini.

 

“Teukkie oppa. Hye ri menghilang. Aku sudah mencarinya di kamar mandi, dia juga tidak ada. Dia kan belum boleh berjalan – jalan. kondisinya masih sangat lemah. Aku takut kalau dia kenapa – napa.“ Yunha sudah hampir menangis karena panik.

 

“ahhh itu. Kalian tidak perlu khawatir. Hye ri baik – baik saja. dia ada di ruangan Donghae sekarang. Aku tadi sempat mau masuk kesana namun aku melihat seorang yoeja tertidur disamping ranjang Donghae. Setelah aku lihat ternyata yoeja tersebut Hye ri. Tapi…… siapa yang memberitahukan pada Hye ri tentang keadaan Donghae? bukankah kita sepakat tidak akan memberi tahunya dulu?“ kini Leeteuk memandangi semua yang ada di ruangan Hye ri satu persatu.

 

“mollayo. Sepertinya bukan salah satu dari kita yang memberitahukannya. Mungkin………” Yunha memandang sekeliling dan melihat ada bunga yang tergeletak disana. “hmm bunga.” Kata Yunha setengah berbisik.

 

”Ne? kau berkata apa Jaggi?” yesung mendekati Yunha untuk lebih mendengarkan kata – kata yang keluar dari mulut Yoejachingunya itu.

 

”lihat ada bunga disini. Sepertinya ada yang mengunjungi Hye ri.” Yunha mengambil buket bunga itu dan menunjukannya pada yang lain.

 

”mungkin Jessica nunna yang memberitahukannya pada Hye ri. Tadi saat aku berkunjung ke toko bunga langgananku milik Eun soo aku melihat Jessica nunna membeli bunga ini. Kami berpapasan. Mungkin dia tidak tahu kalau aku juga disana.” Siwon mengamati buket bunga yang sedang dipegang oleh Yunha. ”sepertinya dia baru saja kemari dan menjernihkan kesalah pahaman mereka. Makanya Hye ri ada di ruangan Donghae sekarang. Semoga saja masalah mereka cepat selesai.”

 

”tunggu sebentar. Siwon oppa kau tadi mengatakan Eun Soo. Apa yang kau maksud adalah Han Eun Soo di ‘ordinary flower’? apa kau tuan choi yang dimaksud dengan calon tunangan Eun soo itu?” Yunha bertanya penuh selidik kearah Siwon.

 

”bagaimana kau bisa tahu?” tanya Siwon kaget.

 

”tentu saja aku tahu. Eun soo itu adalah orang kepercayaanku untuk mengurus ordinary flower. Ordinary flower adalah toko bunga milik kami. Aku sempat mendengar bahwa kau pelanggan setia toko kami. Tapi aku tidak sadar kalau tuan choi yang dimaksud adalah kau oppa. Waaahh Eun soo sangat beruntung memiliki namjachingu seperti dirimu.” Yunha berdecak kagum dan hal ini membuat Yesung cemburu.

 

“yak Jaggiya. Kau tega sekali memuji namja lain didepanku.”

 

“hehe mian yoebo. Tapi aku hanya mencintaimu yoebo. Kau ini pencemburu sekali.”

 

‘BRAKKKK’ pintu terbuka lebar dan secara otomatis mereka melihat kearah pintu. Dan disana sudah ada Kyuhyun dan Hyun Hee.

 

“Hye ri sepertinya sudah tahu semuanya. Aku sempat melihatnya menangis sambil menggenggam tangan Donghae tadi.“ Kyuhyun tiba – tiba muncul dan ikut menimpali perkataan Hyung – Hyungnya.

 

“ara ara. Jadi masalah mereka sudah beres sekarang. Kajja kita ke ruangan Donghae. jangan berisik. Jangan sampai mengganggu Hye ri dan Donghae.“ Leeteuk memperingatkan semuanya agar tidak berisik di ruangan Donghae.

 

***

Tidak semuanya diperbolehkan masuk ke ruangan Donghae. Hanya beberapa saja yang ada didalam. Leteeuk, Yesung, Yunha, Kyuhyun, Eunhyuk, dan Hyun Hee yang ada diruangan itu. Oleh karena itu sebagian member kembali ke dorm untuk istirahat.

 

Hye ri’s POV

Aku memegangi kepalaku yang sedikit pusing dengan tangan kananku. Sepertinya aku terlalu lama tertidur. Aku melihat sekeliling kemudian mengeryitkan dahiku. Aku melihat Teukkie oppa tertidur di karpet. Yesung oppa tertidur di sofa dan Yunha tertidur di bahu namjachingunya. Begitu juga dengan Eunhyuk, Kyuhyun dan Hyun Hee. Semuanya sedang tertidur lelap. Aku melihat kejam dinding dan ternyata sudah menunjukan pukul 2 dini hari.

 

“pasti mereka semua tertidur saat menjaga Donghae.“ setelah mengamati mereka semuanya pandanganku kini beralih ke sosok yang terbaring di depanku. Aku menatapnya sedih. Rasanya aku ingin menangis lagi. Aku merasa bersalah dengan semua yang terjadi pada dirinya saat ini.

Aku merasakan ada yang bergerak di tangan kiriku. Aku mengalihkan pandanganku ke tangan kiriku dan aku melihat tangan Donghae bergerak pelan. Aku kaget sekaligus senang. Aku juga melihat kalau kedua mata Donghae seperti mengeryip pelan.

 

Saking senangnya aku lupa kalau aku sedang duduk di kursi roda. Aku berdiri dan karena kondisiku saat ini aku terjatuh dari kursi rodaku sehingga menimbulkan suara berisik diruangan ini.

 

“Hye ri~ya. gwenchanayo? Kenapa bisa jatuh seperti ini? Membuat berisik saja. aiisshh kau ini, selalu ceroboh.“ Kyuhyun bangun dari tidurnya dan membantuku duduk di kursi roda.

 

“Dokter…. cepat panggil dokter. A…a….aku melihatnya bergerak. Ta….tangan…tangannya bergerak. Kedua matanya juga. Jebal cepat panggilkan dokter untuk memeriksanya.“ Aku gugup sehingga bicaraku sedikit acak – acakkan. Kyuhyun sepertinya mengerti dengan maksdudku langsung berlari keluar memanggil dokter. Aku mengarahkan kursi rodaku ke samping Donghae dan menggenggam lagi tangan nya. Astaga….. dia siuman. Entah kenapa aku seperti bisa kembali bernafas dan jantungku bisa kembali berdetak dengan normal.

 

Tidak lama kemudian dokter datang dengan diikuti perawat dan Kyuhyun dibelakangnya. Semua terbangun dari tidurnya dan mengamati dokter yang sedang memeriksa Donghae. aku sama sekali tidak beranjak dari sisi Donghae dan terus menggenggam tangannya.

 

“ Chukkae. Saya tidak menyangka Tuan Lee Donghae bisa siuman secepat ini. Padahal kondisinya saat itu cukup parah. Meskipun begitu anda masih harus dirawat disini beberapa hari sampai kondisi anda pulih kembali. Permisi.“

 

“kamsahamnida.“ Kami semua mengatakan terima kasih secara bersamaan. Aku kembali menangis sambil terus memandangi Donghae yang masih lemah itu. Ini bukan tangis sedih. Tapi ini tangis bahagia karena aku bisa melihat lagi pandangan matanya itu. Aku juga bisa melihat lagi dia tersenyum padaku. Aku bahkan bisa merasakan dia membalas genggaman tanganku. Kau tahu, saat ini aku merasa bahwa semua yang ada di dunia ini jadi tidak berarti lagi saat dia membalas genggamanku. Aku merasa hanya dengan menggenggamnya, aku sudah memiliki apapun yang aku butuhkan untuk bisa terus hidup.

 

“Jaggiya. Waeyo? Kenapa kau menangis? Uljima… aku sudah bilang aku tidak bisa kalau melihatmu menangis.“ Donghae berkata pelan padaku sambil mengusap air mataku. Aku masih tidak percaya dengan semua ini. Aku merasa sepertinya sedang bermimpi. Tuhan, jika ini memang mimpi. Aku ingin selamanya bermimpi seperti ini. aku tidak ingin terbangun dari mimpiku ini.

 

“Babo. Aku menangis karena bahagia. Aku sempat takut melihatmu seperti itu. Aku…. aku…..“ aku tidak bisa melanjutkan kata – kataku. Aku hanya bisa menangis sekarang.

 

TBC

Hahahahaha. Sepertinya part ini semakin hancur. Mian jeongmal mianhae. Tiba – tiba ada cast baru yang nyasar yaa?? Hehehe mian kalkau jelek. Comment tetap ditunggu.

12 thoughts on “True Love [part 12]

  1. chukkae
    Gk sia” donghae kritis jdi baikan deh sma hye ri
    #dilemparfishy
    Waah hyun hee cocok tuh sma kyu.bikin crtanya jg chingu
    Keren tuh

  2. wah mereka emang jodoh… sakit aja barengan
    untunglah karena ini mereka jadi baikan…akhirnya mereka bersatu kembali

    yesung ada2 aja yang dipikirkannya..
    kapan thor kyunya suka dengan hyun hee??
    ditunggu lanjutannya ya thor :)

  3. wah sadar juga tuh hyeri …klo dia mang cinta mati ma donghae…
    truz kyu gimana …..

    next part pleaseee…
    gomawo

  4. ga ancur koq, malah makin bgus. lanjut thor. semangat. aku ska bnget ff ni. terharu bnget. jd mkin cinta dah ma haeppa. hhehe . . aku tnggu part slnjut.a …….tambah cinta dah ma haeppa. hhehe . . aku tnggu part slnjut.a …….

  5. ngebut baca FF ini dr part 1-12 dr kmrn. nice FF author.
    sedih deh Haeppa nelangsa bgt dsni T_T
    LANJUTKAN !!!!

  6. Sehati :)
    Jodoh emank ga akan kemana y =)

    Air mata bahagia,, senang’a mlihat klian clbk @_@d
    Kyu jd bisa ama aq \(‾▿‾\) ┌(_o_)┐(/‾▿‾)/

  7. nahh lohh hye ri na kena batu na khan!!!
    but, it is really a relief if they ended like this..

    kyuu oppa don’t be sad. sparkyu byk yg ngantri kok… hehehe..

  8. haaaa leganya. Akhirnya donghae sadar juga. Makasiiiii author ^^,

    seneng dah kalo liat hae-ri couple baikan. Seneeeeng banget dah pokoknya.

    Lanjuuuut ah :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s