I’m Your Secret Admirer [part 3]

Author             : shineofshinee

Main cast        : Min Hyo Rin, Kim Kibum (Key), Hyun Jai, Kim Yoora
Support cast    : Hyun Ji, Shinee
Length             : Chapter

Rating             : PG-13

Genre              : Romance, Humor, Friendship

Warning!        : *kissing*
Ps                    : readers.. minhae!, cerita yang aku bua mungkint mengarah ke sinetron, maklum ini first FF ku. hehehe   jangan lupa tinggalin komen yaa!! Gamsahamnida   

I’m your secret admirer part 3

 

-KEY POV

“Ne, akan kukenalkan padamu kapan-kapan”, sahutnya sambil senyam senyum. Kurasakan air mataku mulai menggenang, sakit sekali rasanya. Jadi ternyata benar, Hyo Rin dan Hyun Jai berpacaran. Astaga!! Rasanya aku ingin cepat cepat pergi dari hadapan Hyo Rin, aku tak kuat menahan air mata, “Tapi, kenapa kau slalu pergi denganku? Apa namja mu itu tidak akan marah?”, tanyaku tanpa memperlihatkan wajah. “Karena aku senang berjalan denganmu ,lagi pula kau kan slalu memaksa”, jawabnya dengan sedikit tawa kecil. “Kalau begitu, ayo pulang! Kepalaku sedikit pusing!”, aku langsung beranjak dari tempat itu. “Loh? Kau kenapa? Makananku kan belom habis”, Hyo Rin mencegahku pergi. “Kau mau kutinggal?”, aku berusaha menerobos tangannya yang menghalangiku dan pergi menuju mobil. “Tunggu Key!”, terdengar suara sepatu Hyo Rin yang mengejarku.

Selama berada di dalam mobil, aku hanya fokus menyetir. Aku tak berani mengajaknya mengobrol, bahkan menatap wajahnya, takut air mataku ini menetes. “Key, matamu merah”, ucap Hyo Rin tiba tiba membuat suasana menjadi tak hening lagi. Aduh, sepertinya aku bakal ketahuan. “Benarkah? Mungkin aku sakit mata”, sahutku asal. “He? Sakit mata? Ko bisa? Lalu bagaimana kalau kau ada konser?”, dia mulai bertanya bingung. “Tenanglah, paling lusa juga sembuh”, jawabku. “Key, sebenarnya  yang aku katakan tadi, itu bohong!”, Hyo Rin mulai menatapku, dan kubalas sebentar tatapan itu. “Mwo? Apa maksudmu?”, tanyaku kaget. “Ya, aku tidak punya kekasih”, jawabnya. “He? Kau serius?”, sekarang rasa sedihku sudah mulai sedikit hilang. “Aku serius. Aku tak punya kekasih, dan Hyun Jai juga bukan kekasihku”, jelasnya. “Syukurlah kalau begitu”, uppss!! Keceplosan. “Mwo?”, Hyo Rin mulai bingung. “Berarti, Yoora bohong kepadaku? Anak itu, awas saja nanti!!”, aku mulai kesal. “Tidak, Yoora memang mengira aku dan Hyun Jai pacaran. Waktu itu Hyun Jai mengajakku untuk bertemu dengan hyungnya, dan posisiku saat itu adalah sebagai pacar pura-pura Hyun Jai. Nah, kebetulah sekali, hyungnhya itu membawa kekasihnya, Yoora. Jadi, Yoora mengira aku dan Hyun Jai pacaran”, dia kembali menjelaskan. “Kenapa kau mau menjadi pacar pura-pura nya? Padahal kan masih banyak yeoja lainnya”, tanyaku. “Sebenarnya aku juga tak mau Key. Tapi karena dia telah membantuku , jadi aku harus mau”, Hyo Rin menjawab. “Memangnya dia sudah membantumu  apa?”, rasa penasaranku mulai meluap. “Dia sudah membantuku membuatkan puisi yang aku kirim ke Sment.  Dan kau lihat kan, aku akhirnya bisa bertemu denganmu dan juga SHINee. Ya, itu semua karena Hyun Jai”, ucapnya. Jadi Hyun Jai lah yang membuat puisi itu, anak itu memang selalu melakukan hal apa saja untuk Hyo Rin, bahkan hingga saat ini. Tapi sebenarnya, bukan karena Hyun Jai juga Hyo Rin bisa bertemuku. Itu semua juga karena aku telah memilih puisinya, kekeke…. “Oh, jadi puisi aneh itu bukan kamu yang buat toh. Lalu sekarang, kau masih menjadi pcar pura-pura nya?”, aku bertanya lagi. “Tentu tidak, untuk apa aku menjadi pacar pura-puranya”, muka Hyo Rin mulai terlihat kesal. “Ya, sekarang kau sudah tidak berpacaran pura-pura lagi dengannya, tetapi berpacaran sungguhan, ya kan?”, candaku. “Hey Key!! Enak saja kau! Aku kan tadi sudah bilang tidak punya pacar, lagi pula aku tidak pernah menyukai Hyun Jai, dia itu hanya temanku sejak SMA”, Hyo Rin mencoba untuk memukuli ku, mungkin dia sangat kesal. “Aww!! Sakit sakit! Aku hanya bercanda Hyo Rin”, keluhku padanya. Obrolanku dengan Hyo Rin terlalu asik, hingga ia tak sadar bahwa kami telah sampai di depan rumahnya.

* * * * * *

            “Hey noona!! Kapan kau akan pulang?”, tanyaku pada Yoora yang sedang asik menyisir rambut panjangnya di depan cermin. “Sepertinya aku akan lebih lama disini. Memang kenapa? Kau ingin mengusirku?”, sahutnya ketus. “Bukan, aku kan selalu sibuk, jadi tidak bisa menemanimu disini”, jelasku. “Tak masalah Key, jarak dari rumahmu menuju apartemen pacarku sangat dekat, jadi aku akan lebih sering kesana”, katanya bangga. “Oh yasudah”, aku langsung beranjak pergi meninggalkannya. Belum telalu jauh dari kamarnya, aku kembali lagi dengan berjalan mundur, “Noona, jika kau pergi ke tempat namja mu itu, aku titip salam yaa untuk Hyun Jai, dia sahabatku saat di SMA. Bilang padanya aku sangat rindu!”, pintaku. “Ne”, jawabnya.

* * * * * *

-YOORA POV

            Aku tak menyangka Key itu teman SMA Hyun Jai, bahkan mereka bersahabatan katanya. Dan Hyun Jai adalah kekasih Hyo Rin, teman dekat Key. Rasanya dunia ini memang benar benar sempit.

Hari ini aku akan mengunjungi Hyun Ji.  Mudah-mudahan saja Hyun Jai juga ada, jadi aku bisa langsung menyampaikan salam dari Key untuknya. Setelah sampai, ternyata aku disambut oleh Hyun Jai, waah kebetulan sekali. “Annyeonghaseyo!”, aku membungkukan setengah badanku padanya, dan dia pun membalas. “Annyeonghaseyo noona! Hyung sedang mandi, mari menunggu di dalam!”, ajaknya mempersilahkan aku masuk. “Ne, gomawo”, jawabku. “Oh iya Hyun Jai, kau mendapat salam dari Key”, ucapku. “Mwo? Key? Key SHINee? Sepupumu itu?” tanyanya kaget dan sedikit tertawa. “Ya, kau kenapa malah tertawa?”, tanyaku kemudian. “Noona, sejak kapan dia mengenalku?”, dia balik bertanya dengan ekspresi tak percaya. “Loh? Bukannya kau dan Key itu sa…..”, belum sempat bicara, mulutku ditutup dan aku ditarik Hyun Ji keluar. “Hey! Kau ini kenapa?”, tanyaku kesal padanya. “Benar, Key menitip salam untuknya?”, kulihat wajah Hyun Ji mulai panik. “Ne, untuk apa aku berbohong. Tapi kenapa Hyun Jai malah terlihat kaget mendengarnya? Padahal mereka itu bersahabat kan sejak SMA?”, aku mulai bingung sekarang. “Ya, mereka dulu memang bersahabat, tapi sayang, sekarang Hyun Jai telah lupa dengan Key”, jelasnya. “Mwo?? Kenapa bisa?”, tanyaku kaget. “Belum lama setelah lulus SMA, Hyun Jai mengalami kecelakaan dan dia hilang ingatan. Tapi, hanya Key yang dia lupa. Aku juga bingung kenapa bisa begitu. Seperinya saat itu, dia sedang memiliki masalah dengan Key”, jawabnya panjang lebar. “Memangnya kecelakaan apa? Tertabrak truk? Atau tronton?”, tanyaku kacau. “Husssh!! Tidak sesadis itu jaggie!! Waktu itu, aku sedang bermain lempar – tangkap piring dengannya. Tapi tak sengaja, piring yang aku lemparkan sukses pecah tepat di kepalanya. Aku sangat menyesal dengan kejadian itu”, kulihat Hyun Jai mulai murung dan bersedih. “Wow!! Ternyata itu lebih sadis daripada tertabrak tronton”, ucapku tanpa memikirkan perasaannya. Jahat sekali aku ini!

* * * * * *

            “Noona, kau sudah pulang?”, tanya Key padaku. Kulihat ada serangkaian mawar merah di tangannya. “Ye, mau kau apakan mawar mawar itu?”, rasa penasaranku mulia keluar sekarang. “Tentu untuk yeoja yang sering aku ceritakan padamu”, haha, Key tersipu malu menjawabnya. “Oh iya, kau sudah sampaikan salamku pada Hyun Jai, noona?”, sambung Key bertanya padaku. “Sudah. Tapi sayang, Hyun Jai lupa denganmu!” ucapku yang membuat raut mukanya berubah. “Mwo? Dia lupa denganku? Mudah sekali dia melupakan sahabatnya ini! Jahatnya dia kepadaku! Tapi, kau bercanda kan?”, kulihat raut muka Key tak percaya mendengarnya. “Key, setelah lulus SMA, dia kecelakaan dan hilang ingatan. Tapi yang ia lupa hanyalah kau!”, jelasku ingin menenangkan emosi Key. “Kenapa kau tak berusaha mengingatkanku padanya?” protes adik sepupuku ini. “Hyun Ji melarangku, dia takut terjadi apa-apa dengan adiknya”, aku berusaha menjelaskan lagi. “Memang kecelakaan apa?”, tanyanya penasaran. “Kepalanya tertimpuk piring”, jawabku. “Kau serius?”, Key meyakinkan jawabanku. “Ne aku serius”, balasku. “Aku masih tak percaya kalau Hyun Jai lupa denganku, noona!!”, Key begitu saja pergi meninggalkanku dengan raut wajah yang sangat kecewa.

* * * * * *

KEY POV

Aku sudah menyiapkan serangkai mawar merah yang akan kuberikan saat menyatakan perasaanku pada Hyo Rin. Ya, kali ini aku harus menyiapkan nyaliku sebesar mungkin, agar bisa menyampaikan perasaan yang sudah kupendam sejak lama. Kuambil ponselku untuk menghubungi Hyo Rin, “Tuuuut…tuuut…”, mulai tersambung. “Yeoboseyo?”, terdengar jawaban dari seberang sana. “Hyo Rin?” aku mulai bertanya. “Ya Key, ada apa menelponku?”, sahutnya. “Aku ingin mengatakan hal penting padamu”, ucapku. “Hal apa? Katakana saja Key!”, Hyo Rin menjawab. “Aku tidak ingin mengatakannya lewat telpon, jadi nanti malam kuharap kau mau datang ke taman”, jantungku mulai berdetak cepat. “Ne, jam berapa?”, tanyanya. “Jam 7, bagaimana?”, aku mulai senyam-senyum kegirangan. “Baiklah, jam 7 aku akan kesana”, kudengar suara lembut Hyo Rin menerima ajakanku. “Oke, sampai jumpa nanti Hyo Rin!”, kuputus pembicaraanku dengan Hyo Rin.

* * * * * *

HYO RIN POV

Key menelponku, katanya dia ingin mengatakan suatu hal penting padaku. Apa yang ingin dikatakannya? Apakah dia ingin mengatakan, kalau hatinya telah kumbil? Aigoo, tak bisa kubayangkan jika Key berkata seperti itu. Tapi, ataukah dia ingin mengatakan bahwa kehadiranku telah mengganggunya? Aku tak mau hal itu terjadi. Rasa penasaranku tak bisa kutahan, aku benar-benar penasaran dengannya.

Kulirik jam yang menggantung di dinding kamarku. Jarum jam telah menunjuk pukul 7 kurang 10 malam. Baiklah, aku akan segera menuju taman. “Eomma!! Aku pergi dulu yaa!” pamitku pada Eomma yang sedang merapikan meja makan bekas makan malam tadi. “Mau kemana Hyo Rin?”, sepertinya eomma khawatir. “Aku hanya ingin pergi ke taman sebentar eomma”, jawabku. “Yasudah, hati hati yaa! Jangan pulang terlalu larut!”, pesannya. “Ne”, sahutku lembut dan langsung beranjak keluar rumah. Sesampainya disana, aku belum melihat Key, bahkan di taman tidak ada siapa siapa. Kuputuskan untuk duduk menunggu Key, mungkin sebentar lagi dia datang. Aku mulai bosan, sudah hampir setengah jam aku menunggunya, tapi dia belum datang juga. Jarum jam pada jam tanganku sudah menunjuk angka 7 lewat 15 menit, lama sekali dia. Apa Key lupa? Tapi tak mungkin. Atau dia mengerjaiku? Setahuku Key bukanlah anak yang sekonyol itu. “Ayo Key cepat datang! Aku masih menunggumu disini! Ada apa denganmu?”,aku hanya bertanya-tanya sendiri dalam hati. Kutengokkan kepalaku keatas, ternyata langit mulai mendung. Bulan dan bintang sudah terkalahkan oleh awan gelap yang menyeramkan. Tak ada yang menemaniku di taman ini, aku hanya sendiri, seorang diri menunggu Key. “Hyo Rin!”, terdengar suara seorang namja memanggilku dan berlari meuju tempatku berdiri. Aku yakin itu Key, tapi wajah namja itu masih tertutup oleh gelapnya malam.

* * * * * *

-KEY POV

Masih saja kupandangi penampilanku di depan cermin. Aku harus terlihat tampan di depan Hyo Rin *tapi biasanya sudah tampan ko Key!! Hahaha*. Baiklah sekarang aku sudah siap. Kulirik jam tanganku, “Mwo?? Jam 7 lewat 10? Oh tidak aku telat, padahal janjinya jam 7 teng. Langsung saja kuambil kunci mobil dan mawar merah yang telah kusiapkan, sekarang raut wajahku mulai terlihat panik. Udara malam ini terasa sangat dingin, langit pun mulai mendung ,sepertinya aku salah tempat untuk bertemu Hyo Rin. Mudah-mudahan saja dia masih menungguku. Tapi pasti Hyo Rin sudah mulai bosan menungguku di taman dengan angin malam yang dingin. Oh tidak!! Aku harus cepat, kasihan Hyo Rin, nanti dia bisa sakit.

Akhirnya sampai juga. Tapi ketika aku keluar mobil, kurasakan tetesan-tetesan air hujan yang membasahi wajahku. Awan hitam diatas sana mulai menjatuhkan butir butir air. Segera aku menuju taman tempat Hyo Rin menunggu sambil melindungi mawar merah yang aku bawa. Diujung taman sana, dengan cahaya malam yang gelap, kulihat seorang yeoja berdiri tegap dengan ekspresi muka yang terlihat sudah lelah menunggu. Tapi tepat di depannya, tanpa jelas kulihat, ada seorang namja yang berdiri menatap wajahnya dan kemudian dia menggenggam kedua tangan Hyo Rin dengan erat. Siapa namja itu?  Aku tak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Model rambutnya seperti Onew hyung, tapi untuk apa dia bertemu dengan Hyo Rin. Atau mungkin itu Hyun Jai? Setahuku model rambutnya tak seperti itu saat 5 tahun lalu. Aku belum berani menghampiri mereka berdua. Jantungku mulai terasa seperti berlari-lari, kaki ku juga gemetar. Tiba-tiba saja hujan mulai turun lumayan deras. Kulihat lagi Hyo Rin dengan namja itu. Tapi, wajah mereka benar benar terlihat sangat dekat, dan benar benar dekat. Air mataku mulai menggenang ketika kulihat bibir mereka saling menempel, membuat hatiku seperti hancur  lebih dari berkeping-keping, seperi sudah menjadi bubuk. Jiwaku benar benar remuk, aku tak sanggup lagi melihatnya. Mereka berdua begitu menikmati, tapi disini aku hanya terbujur kaku melihat itu semua. Air mataku mengalir deras tercampur derasnya hujan malam itu. Aku benar benar tak kuat menopang tubuhku, dan lututku terjatuh seketika menyentuh aspal yang begitu dingin. Jari jariku sudah benar benar lemas memengang rangkaian bunga yang hendak kuberikan pada Hyo Rin. Mawar itu jatuh terguyur derasnya hujan, dan hancur sekejap mata seperti hatiku yang benar benar hancur, hancur tak bisa lagi aku satukan.

Tiba tiba kurasakan ada yang menggenggam kedua bahuku. Dia berusaha membangkitkan diriku. Aku segera mencari wajahnya, berharap itu adalah Hyo Rin. Karena kulihat di ujung taman sana, yeoja yang sangat aku cintai itu sudah tak ada. Yang ada hanyalah hembusan angin dan tetesan air hujan yang begitu deras. Tapi, harapanku pudar seketika. Dia bukanlah Hyo Rin, melainkan Onew hyung. Untuk apa hyung ku itu ada disini? Atau jangan-jangan dugaanku benar, bahwa yang bersama Hyo Rin tadi dan menciumnya adalah Onew hyung??

To be continue…

 

 

4 thoughts on “I’m Your Secret Admirer [part 3]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s