True Love [part 11]

Author           : Eunhaekyu

Main Cast       : Super Junior Lee Donghae, Choi Hye ri, Super Junior Cho Kyuhyun

Support Cast  : Super Junior Eunhyuk, Super Junior Yesung, Super Junior Leeteuk, Super Junior Heechul, Jessica SNSD, Member Super Junior, Member SNSD, Park Yunha, Shin Hyun Hee.

Rating             : All Ages

Genre             : Romance, Love, Friendship, Commedy

Hye ri’s POV

“Lee Donghae dan Jessica? benarkah itu mereka berdua? Kau sudah ketahuan seperti ini, bagaimana bisa kau mengelaknya?“ hatiku sakit melihat hal ini. Bagaimana mungkin member lain mengatakan mereka tidak ada hubungan apa – apa kalau aku bisa melihat jelas dengan mata kepalaku sendiri kalau mereka berdua bermesraan seperti itu.

Aku hendak berbalik dan berlari. Namun sial, aku menyenggol vas bsar yang ada di lorong ini dan sukses membuat Jessica dan Donghae tersentak kaget sehingga melihat kearahku.

Aku menoleh kebelakang dan tatapan mata kami bertemu. Aku sudah tidak bisa menahan air mataku. Aku mengalihkan pandanganku dan langsung berlari keluar. Aku tidak peduli ada suara – suara yang memanggilku, yang aku tahu aku hanya harus berlari dari tempat ini.

Donghae’s POV

Aku menceritakan masalahku pada Jessica dan berharap dia bisa membantu masalahku dengan Hye ri. Dia seorang yoeja jadi dia pasti tahu bagaimana membuat Hye ri bisa kembali percaya padaku. Namun saat aku sedang mengobrol dengannya tiba – tiba kepalaku pusing. Mungkin demamku masih belum sembuh total. Jessica menawarkan untuk istirahat sebentar dipangkuannya. Awalnya aku menolak namun akhirnya aku menurutinya. Aku juga sedang tidak ingin bergabung dengan yang lain. Aku butuh ketenangan saat ini.

’PRAAANGGG’ tiba – tiba ada suara benda pecah di dekat kami. Aku tersentak kaget kemudian bangun dan hendak melihat apa yang terjadi. Aku melihat seorang yoeja menatapku tajam sambil menangis. Astaga itu Hye ri. aku kembali menajamkan pandanganku dan aku yakin dia adalah Hye ri.

Dia mengalihkan pandangannya kemudian berlari ke arah pintu keluar. Aiiissshh dia pasti bertambah salah paham melihatku seperti ini. Aku refleks berdiri kemudian berteriak memanggil namanya untuk segera kembali. Aku tidak mau hubunganku benar – benar harus berakhir dengannya. Kalau sampai hal itu terjadi lebih baik aku mengakhiri hidupku karena sumber kehidupanku hanyalah Hye ri.

“Jaggiya, tunggu sebentar. Jangan lari. Jaggiya“ aku berlari mengejarnya. Semua member berlari keluar karena mendengar ada keributan. Tapi aku tidak mempedulikan mereka. Yang aku pedulikan hanyalah bagaimana caraku menjelaskan pada Hye ri tentang kesalahpahaman ini.

“Jaggiya, jebal. Dengarkan penjelasanku dulu.“ Aku terus berlari mengejarnya. Dan berhasil. Aku menarik lengannya sehingga dia tidak bisa lagi lari menghindariku.

“Lepaskan aku. Jangan sentuh aku lagi. Kembalilah pada yoejachingumu itu“ kata Hye ri kasar sambil mencoba melepaskan cengkramanku dari lengannya. Meskipun aku sedang tidak fit namun tenagaku masih lebih besar daripada dia.

“andwae!! Aku tidak akan melepaskanmu. Dengarkan aku Jaggiya. Kau hanya salah paham. Ini tidak seperti yang kau bayangkan. Jebal Jaggi. Dengarkan penjelasanku dulu.“ Kataku sedikit memohon padanya.

“kau bilang ini salah paham? Aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri dan kau masih menganggapnya salah paham. Kau fikir aku bodoh Lee Donghae~ssi? aku tidak sebodoh itu. Sekarang lepaskan tanganku“ Hye ri semakin menjerit histeris disela – sela tangisnya.

”aku berani bersumpah Jaggi. Aku tidak ada hubungan apapun dengan Jessica. Kami hanya bersahabat. Jebal percayalah padaku.“ Aku kini sudah berlutut dihadapannya sambil menggenggam tangannya. Air mataku sudah tidak bisa lagi ku tahan. Aku menangis dihadapannya dan berharap dia bisa memaafkanku dan mendengar penjelasanku.

“PERGIIIIIII“ Hye ri menyentakkan tanganku dan kembali berlari meninggalkanku. Aku bangkit dan menyusulnya berlari. Aku menyusulnya sampai keparkiran. Namun aku tidak melihat sosoknya disana? Aku langsung menuju AUDI ku kemudian mengarahkannya menuju rumahnya.

Kyuhyun’s POV

“aiisshhh bising sekali disini. Membuatku tidak konsentrasi saja dengan PSP ku. Aku hendak melangkah keluar sampai aku mendengar suara keributan diasana dan mematikan home teather agar yang lain juga mendengarkan. Aku mendengar suara Donghae Hyung sedang berteriak memanggil nama Hye ri. astaga jangan – jangan mereka berantem lagi.

“Hyung sepertinya ada yang tidak beres. Kita keluar saja, kajja.” Aku mengajak member lain keluar dan melihat keributan itu. Aku melihat Donghae Hyung berusaha meminta maaf pada Hye ri. bahkan dia sampai berlutut dihadapan Hye ri. Apa sebegitu besarnya cinta Hyungku itu pada Hye ri? aku merasa cemburu melihat mereka seperti itu. Meskipun mereka sedang bertengkar hebat tetap saja hatiku bergemuruh saat melihat Donghae Hyung menggenggam tangan Hye ri mesra seperti itu.

“aaaiiissshhh, eottokhae. Perasaanku benar – benar tidak bisa dibendung sekarang“ kataku pelan sehingga aku yakin tidak akan ada yang mendengarku. Aku membalikkan tubuhku untuk pergi dari situ namun aku melihat seorang yoeja sudah berdiri di depanku sekarang.

“annyeong Cho Kyuhyun~ssi.“ yoeja itu menyapaku. Aku memperhatikannya lekat – lekat dan aku ingat sekarang. Dia Shin Hyun Hee. Teman dekat Hye ri.

“ah, annyeong“ kataku dengan sedikit malas padanya. Bukannya aku tidak sopan namun fikiranku sedang berkecamuk sekarang.

“kau menyukainya kan? Anni lebih tepatnya mencintainya“ kata Hyun Hee pelan namun sukses membuat jantungku seakan ingin berhenti berdetak. Bagaimana dia tahu? Apa sudah tertulis jelas dikeningku? Bagaimana kalau member lain juga mengetahuinya? Selain Sungmin Hyung aku tidak menceritakan masalah ini pada siapapun.

“Mwo? Anniyo. Apa maksud pembicaraan mu Hyun Hee~ssi? Aku tidak mengerti.” Elakku

“sudahlah, aku sudah tahu semuanya, terlukis dengan jelas di matamu. Pasti peperangan batin? Antara Cinta dan Sahabat. Kau pasti sedang bingung kan dengan perasaanmu?” aiissshh bagaimana mungkin yoeja yang baru bertemu dua kali denganku bisa tahu dengan jelas perasaanku?

“k…kau bisa membaca fikiran orang, hah? Aiiissshhh sial. Yak, jangan beritahukan hal ini pada yang lain. Arassheo!!“ kataku tajam padanya

“aiisshhh kau ini. Apa begitu caranya meminta tolong pada orang? Kau benar – benar evil. Ternyata benar apa yang dikatakan Hye ri, kau memang setan” balasnya

Aiisshh yoeja ini. Mau mengajakku bertengkar saja.

“YAK, kau berani sekali memanggilku evil. Pokoknya jangan sampai yang lain tahu tentang ini. Atau kau tidak akan pernah ku ampuni“ kataku sambil berlalu dari hadapannya.

“geuraeyo? Kau mengancamku? Tapi tenang saja Cho Kyuhyun~ssi. Aku bisa pastikan kalau kau akan segera melupakan Hye ri“ kata Hyun Hee pelan. Namun aku masih sempat mendengarnya walaupun hanya samar – samar.

Hye ri’s POV

Aku terus saja berlari tanpa mempedulikan air hujan yang mengguyur tubuhku. Dingin, itu sudah pasti. Namun panasnya hatiku saat ini seakan – akan membakar dan meniup seluruh hawa dingin disekitarku. Yang aku rasakan hanyalah sakit hati yang teramat sangat. Bahkan lebih sakit daripada saat aku putus dengan Jong Hun. Ya Tuhan, apa sebenarnya yang terjadi padaku? Kenapa selalu berakhir seperti ini?

“ARRRGGGHHHHHHHHH“ aku menjerit sekeras mungkin. Aku menangis sejadi – jadinya. Aku berhenti di pinggir jalan kemudian duduk di bawah lampu jalan. aku membenamkan kepalaku di kedua tanganku kemudian kembali menangis. Seandainya bisa aku ingin air hujan yang membasahi tubuhku membuat kesedihanku ikut mengalir. Padahal aku sudah menangis untuknya akhir – akhir ini. Tapi mengapa air mataku belum juga habis dan masih saja bisa mengalir deras?

“Jaggiya, kenapa hujan – hujanan seperti ini. Kau bisa sakit nanti.“ Aku mendengar seseorang yang memanggil ku. Aku tahu itu pasti Lee Donghae. aku sudah tidak mau mempedulikannya lagi. Kalau saja bisa terjadi, rasanya aku ingin amnesia dan melupakan semuanya.

“Jaggiya. Jangan seperti ini terus. Kajja aku antar kau pulang. Aku tidak mau kau sakit Jaggi.“ Katanya lagi. Kini dia menarik lenganku dan aku menepisnya keras. Dia fikir siapa yang membuat aku jadi seperti ini?

“Jangan sentuh aku.“ Kataku tajam sambil menahan isak tangisku. “dan jangan panggil aku dengan kata – kata itu lagi.“ Aku berdiri kemudian berjalan dengan sedikit sempoyongan menjauh darinya.

“Jaggiya, kau hanya salah faham jaggi. Aku tahu aku salah. Tidak seharusnya aku tidur dipangkuan Jessica. Tapi aku tidak ada hubungan apa – apa dengannya Jaggi. Jebal!! Percayalah padaku. Aku tidak mungkin menghianatimu.“ Donghae masih mengejarku dan berusaha menarik tanganku. Dengan secepat kilat aku menepisnya.

“JANGAN GANGGU AKU“ aku berbalik dan berkata kasar padanya. “AKU SUDAH TIDAK INGIN MELIHATMU LAGI. PERGILAH DARI HADAPANKU. PERGIIIIIIIIII“ aku menjerit kemudian mendorong tubuhnya sampai dia tersungkur ke tanah. Sekali lagi aku tidak peduli. Luka ditubuhnya akan hilang dengan cepat, tapi luka hatiku? Siapa yang akan tahu kapan aku bisa menyembuhkannya? Siapa yang menjamin bahwa aku akan bisa mengobatinya?

Aku kembali berlari dan menyetop taksi yang kebetulan lewat disana. Aku mendengar Donghae berteriak memanggil namaku namun aku tidak menghiraukannya. Aku masuk ke taksi tersebut dan langsung menyuruh supir taksi itu mengebut menuju ke rumahku.

Donghae’s POV

Aku berteriak memanggil namanya dan menyuruhnya untuk tidak masuk ke taksi tersebut. Tapi dia tidak menghiraukanku. Aku mencoba berdiri dan berjalan menuju AUDI ku.

“arrghhh kakiku sepertinya luka akibat jatuh tadi“ umpatku. Aku tidak peduli dengan luka kakiku dan terus memaksanya untuk berjalan kearah AUDI ku. Aku harus segera menyusul Hye ri dan menjelaskannya. Aiisshh kenapa masalahnya jadi rumit begini?

***

Aku sudah berhenti didepan rumahnya. Aku yakin dia belum sampai karena pada saat aku masuk pagar masih tertutup. Aku menunggunya di depan pintu. Aku tidak peduli aku masih demam ataupun hujan deras sedang mengguyur tubuhku.

Setelah beberapa menit menunggunya aku melihat sebuah mobil memasuki gerbang. Aku melihat Hye ri turun dari taksi dengan sedikit sempoyongan. Dia bahkan sempat terjatuh. Aku berlari untuk membantunya berdiri namun dia menolaknya. Hatiku mencelos melihat perlakuannya padaku. Dia bangkit dengan sedikit susah payah lalu berjalan kearah pintu. Aku mengikutinya dari belakang. Saat dia kembali ingin jatuh kebelakang aku dengan sigap menangkapnya.

“Lepaskan aku.“ Bentaknya padaku. Aku membantunya berdiri namun tidak melepaskan tanganku dari pinggangnya. Aku takut dia terjatuh kembali. Keadaannya sudah benar – benar parah sekarang. Kau pernah melihat zombie? Aku rasa keadaan Hye ri saat ini lebih parah daripada Zombie.

Dia membuka pintu rumah kemudian masuk ke dalam. Saat hendak menutupnya aku menahan pintu itu. Aku tidak mau berakhir seperti ini. Aku tidak ingin melepaskannya setelah aku bersusah payah mendapatkannya.

”Jaggiya, dengarkan penjelasanku kali ini saja. jebal!!”

”tidak ada yang perlu dijelaskan lagi Lee Donghae~ssi. Pergilah dari hadapanku saat ini juga” dia berkata tajam padaku sambil menahan isak tangisnya.

“shireo! Aku tidak akan beranjak dari sini. Jaggiya please trust me. Aku hanya mencintaimu. Aku sudah pernah mengatakan padamu kalau aku tidak mungkin bisa mencintai yoeja lain selain kau karena kau sudah menguras habis seluruh rasa cintaku. Kalau aku mencintai Jessica mana mungkin aku mengejarmu dan menjelaskan hal ini padamu. Jebal Jaggiya. Kita bicarakan hal ini baik – baik.“ Aku memegang kedua pipi nya dan menghadapkannya ke mukaku. Aku ingin dia tahu kalau aku tulus padanya. Aku ingin dia tahu kalau hanya ada dia dimata maupun hatiku.

“aku tidak percaya lagi padamu Lee Donghae~ssi. mulai detik ini juga jangan panggil aku dengan kata – kata menjijikkan itu lagi. Aku tekankan sekali lagi bahwa mulai detik ini juga kita sudah tidak ada hubungan apa – apa lagi. Kembalilah pada Jessica mu itu dan jangan lagi menemui ku ataupun mengganggu kehidupanku. Arasseo!“ dia menatap mataku tajam dan aku melihat ada keseriusan disana? Apakah ini berarti aku harus benar – benar berpisah dengannya? Andwae, andwae!! Itu tidak boleh terjadi. Aku bisa gila kalau aku benar – benar harus kehilangan dia. Aku tidak mungkin bisa hidup dengan baik tanpa ada jantungku. Tanpa sumber kehidupanku.

“Mwo? Andwae!! Aku tidak mau. Aku tidak mau berpisah denganmu. Setelah kau berhasil membuatku jatuh cinta setengah mati padamu, kau fikir kau bisa seenaknya saja menyuruhku pergi dan melupakanmu? Setelah aku bersusah payah mempertahankanmu disisiku, kau fikir kau bisa dengan mudah menyuruhku untuk meninggalkanmu? Apa kau ingin melihat pemakamanku, hah? Kau ingin melihatku mati? Kau ingin membunuhku?“ aku mencengkeram bahunya agak keras. Aku sudah seperti orang gila sekarang. Aku akan menjadi lebih gila kalau sampai aku benar – benar kehilangan dia. Bukan hanya gila. Aku rasa aku sudah tidak menginginkan nyawaku lagi. Aku hanya akan hidup kalau Hye ri ada disisiku. Aku dan Hye ri, itu baru yang namanya hidup.

“aku tidak peduli. Aku tidak mau lagi peduli dengan apapun yang menyangkut tentang dirimu.“ Hye ri melepaskan cengkraman tanganku kemudian dengan secepat kilat menutup pintunya dengan kasar.

“JAGGIYA. JADI KAU BENAR – BENAR INGIN MELIHAT PEMAKAMANKU? KAU BENAR – BENAR TIDAK PEDULI LAGI PADAKU? AKU AKAN MEMENUHI PERINTAANMU JAGGI. AKU SUDAH TIDAK MEMERLUKAN NYAWAKU LAGI KALAU AKU TIDAK BISA BERSAMAMU. SARANGHAE JAGGIYA, JEONGMALL SARANGHAEYO.“ Aku berteriak sambil menangis. Kemudian aku memasuki AUDI ku dan mengendarainya dengan cepat kejalanan. Aku tidak peduli jalan licin karena hujan. Aku juga tidak peduli dengan kemampuan menyetirku. Aku hanya mengikuti instingku untuk mengemudikannya dengan cepat.

Hye ri’s POV

“JAGGIYA. JADI KAU BENAR – BENAR INGIN MELIHAT PEMAKAMANKU? KAU BENAR – BENAR TIDAK PEDULI LAGI PADAKU? AKU AKAN MEMENUHI PERINTAANMU JAGGI. AKU SUDAH TIDAK MEMERLUKAN NYAWAKU LAGI KALAU AKU TIDAK BISA BERSAMAMU. SARANGHAE JAGGIYA, JEONGMALL SARANGHAEYO.“ Aku mendengarnya berteriak dari balik pintu. Aku menahan suara tangisku agar tidak terdengar olehnya diluar.

Aku ingin pergi keluar dan memeluknya dengan sesegera mungkin. Mana mungkin aku mau melihat pemakamannya? Mana mungkin aku bisa tidak peduli padanya kalau hatiku selalu memikirkannya. Namun sepertinya ego dan kemarahanku mengalahkan rasa cintaku padanya saat ini. Aku hanya bisa menangis dan berharap bahwa dia tidak akan melakukan hal bodoh itu.

“mianhae Hae~ya. jeongmall mianhae. Aku masih terlalu sakit hati dengan semua ini.“ Kataku pelan disela – sela isak tangisku. Aku mencoba berdiri kemudian berjalan menuju tangga. Namun belum sempat aku mencapai ujung tangga, tiba – tiba semuanya gelap.

Author’s POV

Semua orang bingung karena tidak ada yang tahu tentang kabar Hye ri dan Dongahae. Semua berusaha menghubungi mereka namun ponsel mereka tidak aktif. Hal ini tentu saja menjadi bahan pembicaraan semua member SNSD dan Super Junior.

“Hyung, bagaimana ini? Donghae sama sekali tidak bisa dihubungi. Begitu juga Hye ri. nomor mereka tidak ada yang aktif.“ Kata Eunhyuk pada Leeteuk yang juga nampak cemas dan berkali – kali mencoba untuk menghubungi Hye ri maupun Donghae.

“Arrrghhhhh, aku juga sudah menghubungi rumah Hye ri namun juga tidak ada jawaban. Aku takut terjadi apa – apa dengan mereka.“ Kini Yunha yang berteriak sambil mondar mandir karena khawatir.

Kyuhyun berjalan mendekati Jessica kemudian mengajaknya agak ketengah. Seperti sedang menginterogasi.

“apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tiba – tiba ada keributan seperti itu? Apa yang kau lakukan dengan Lee Donghae?“ kata Kyuhyun tajam ke arah Jessica. Tentu saja itu membuat Jessica agak takut namun tetap menceritakan yang sebenarnya. Juga tentang kedekatan mereka. Hyun Hee yang saat itu sedang bersama dengan Hye ri juga ikut menjelaskan bagaimana awal mulanya mereka berdua bisa bertengkar hebat.

Kyuhyun seperti menahan amarahnya dengan mengepalkan kedua tangannya. Hyun Hee yang menyadari hal itu langsung menarik Kyuhyun menjauh dari orang – orang agar tidak ada yang memperhatikannya.

Kyuhyun’s POV

Aiiissshhh apa sih yang difikirkan Hyungku itu. Bagaimana mungkin dia bisa tidur di pangkuan Jessica seperti itu. Kalau dia tidak ada perasaan pada Jessica seharusnya dia menolaknya. Aku jadi menyesal mengikuti ide Hyung – Hyungku untuk membuat mereka baikan kalau tahu hasilnya akan berantakan seperti ini. Aku mengepalkan kedua tanganku dan berusaha menahan emosiku.

Tiba – tiba Hyun Hee menariku untuk menjauhi kerumunan dan herannya aku mengikutinya begitu saja. sepertinya dia tahu kalau aku seperti ini aku bakalan ketahuan oleh Hyung – Hyungku.

FLASHBACK

       “kita tidak bisa membiarkannya seperti ini. Kita harus mencari cara agar mereka bisa berbaikan secepatnya. Aku sudah tidak tahan dengan Donghae yang seperti ini terus.” Teukkie Hyung mengadakan rapat dadakan yang membahas tentang bagaimana agar Hye ri dan Donghae Hyung bisa segera berbaikan. Aku sebenarnya malas mengikutinya namun melihat tatapan Heechul Hyung yang tajam padaku membuatku takut dan akhirnya mengalah mengikuti rapat ini.

“Hyung, setelah konser kita adakan saja party untuk merayakan konser kita. Kita undang saja Hye ri kemari. Setelah mereka sampai disini kita kuncikan mereka berdua di dalam sebuah kamar. Pasti setelah itu mereka akan berbaikan.“

’PLETAAAKKK’ aku memukul kepala si monyet itu. Aku tahu apa yang difikirkannya. Dasar otak yadong. “YAK, Monyet babo. Aku tahu isi otak yadongmu itu. Aku tidak setuju. Donghae Hyung bukan orang yadong seperti dirimu. Lagipula aku tidak yakin Hye ri mau datang.“

“aiissshhh, kau tidak sopan sekali padaku. Aku ini Hyungmu.“ Kata Eunhyuk sambil membalas memukulku.

“begini saja. Aku meminta bantuan Yunha untuk memaksanya datang. Kebetulan Yunha pulang dari London kemarin. Aku yakin dengan segala jurus yang dimiliki Yunha dia bisa mengajak Hye ri kemari walaupun dengan terpaksa.” Kata Yesung Hyung tiba – tiba.

“aigooo kau pintar sekali Yesung~ah. Baiklah kita minta bantuan Yunha untuk mengajak Hye ri kemari. Sementara itu kita siapkan candle light dinner untuk mereka berdua. Ah Yesung~ah kami pinjam Café mu juga.” Leetuk Hyung membuat suatu keputusan final dan para member setuju. Aku pun jadi terpaksa menyetujuinya.

FLASHBACK END

Donghae’s POV

Aku mengebut di jalanan kota Seoul. Meskipun sudah hampir lewat tengah malam tapi jalanan masih belum sepi. Aku terus saja mengebut mengikuti instingku. Aku sudah tidak peduli dengan sekitarku dan diriku sendiri. Apa gunanya aku hidup kalau aku tidak bisa bersama dengan orang yang aku cintai? Apa gunanya aku hidup kalau aku harus melihatnya bersama dengan namja lain?

“i’m praying to the sky i want see you and hold you more, it can’t be if it’s not you. I can’t be without you. It’s okay if I’m hurt for a day and year like this, it’s fine even if my heart’s hurts. Yes because I’m just in love with you. I cannot send you away one more time. I can’t live without you. Jeongmal Saranghaeyo Choi Hye ri.“

Setelah mengucapkan itu aku mengemudikan mobilku lurus kedepan. Aku tahu didepanku ada pembatas jalan. namun aku tetap mengemudikan mobilku lurus dan tidak ada niat untuk membelokkan mobilku ke arah kiri. Aku melihat orang – orang yang kebetulan masih ada disekitar itu memberi aba – aba supaya aku berbelok. Namun aku sudah tidak peduli. Aku sudah tidak menginginkan nyawaku sekarang.

Aku menekan pedal gas ku semakin kencang. Apa kau fikir aku sudah gila? Ya aku memang sudah gila. Aku gila karena Hye ri. aku gila karena aku begitu mencintainya. Dan aku akan benar – benar gila kalau aku tidak segera mengakhiri hidupku saat ini juga. Aku memejamkan mataku sambil terus menginjak pedal gas. Lalu tiba – tiba semuanya menjadi gelap.

TBC

17 thoughts on “True Love [part 11]

  1. sedih bacanya thor.. jadi nangis sendiri…
    hae segitu cinyanya dengan hye ri…tapi jangan sampai mati juga hae…
    haenya jangan mati ya thor..
    lagi galau padahal,,, yaaa baca ni makin galau…
    huaaa apa yang terjadi habis ni??
    kayaknya hyun hee bakalan dengan kyu ni… hyun hee buat kyu cinta sama kamu.. semangat!!
    thor haeri couple harus bersama selamanya…
    ditunggu lanjutannya thor :)

  2. huhu
    trharu bcanya…
    andwaeeeeeee msa hae oppa bnran mti sii…
    hyeri maafkanlah hae oppa hikz hikz
    nice ff thor maafkanlah hae oppa hikz hikz
    nice ff thor

  3. jgn mati ,,, jeballl
    donghae ttp hidup yahhh….
    hiks..hiks..hiks

    *readers sedih nih

    lanjutttttt thor ….daebak chingu ,,bravo

  4. OPPAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!
    Bunuh diri sendiri???
    oppa odoooonnnnnn!!
    tapi y dah lah toh authornya dah buat kaya gitu kan???
    aaaahhhh..
    penasaran…
    lanjutannya aku tunggu admin…
    penasaraaaannn..
    Gomawo~

  5. jujur…
    aku nangis bcanya,,,
    gak bisa byangin bsarnya rsa cinta donghae sma hyerii…
    oppaaaa,, T.T
    hiks..hiks..
    hyeri jgn egois,, ksian haeppanya..

  6. ya ampun donghae, apa yang kau lakukaaaaaan?? ANDWAEEEEE… T.T
    andwae andwae T.T

    donghae, kau tega banget berbuat begitu T.T

    author, ceritanya bikin sesek.

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s