True Love [part 10]

Author           : Eunhaekyu

Main Cast       : Super Junior Lee Donghae, Choi Hye ri, Super Junior Cho Kyuhyun

Support Cast  : Super Junior Eunhyuk, Super Junior Ryeowook, Super Junior Leeteuk, Super Junior Sungmin, Park Yunha, Shin Hyun Hee.

Rating             : All Ages

Genre             : Romance, Love, Friendship, Commedy

Hye ri’s POV

Aku melihatnya dari balkon kamarku. Aku sebenarnya tidak tega melihatnya seperti ini. Tapi aku tidak boleh lemah. Aku tidak akan lagi tertipu oleh rayuannya itu. Meskipun hatiku menolak namun aku berusaha dan bersikukuh dengan egoku. Aku sudah mengeluarkan berliter – liter air mata untuk menangisinya dan aku tidak mau hal itu terulang kembali.

Aku berjalan menuju ranjangku kemudian melihat kembali foto kami berdua di Macbook ku tadi. “kau tahu,sebenarnya aku sangat mencintaimu“ ucapku lirih. Aku merasakan kembali air mataku jatuh dan menetes di pipiku. Aku membenamkan kepalaku di bantal untuk meredam tangisku. Aku membiarkan diriku kembali menangis dan berharap esok tidak ada lagi tangis dariku untuknya.

 

***

Aku mengeryipkan mataku kemudian menguceknya pelan. Sepertinya aku ketiduran saat menangis tadi. Aku melihat ke arah luar melalui jendela kamarku. Diluar sedang hujan deras dan petir menyambar – nyambar. Aku melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukan pukul 11 malam.

 

”ternyata lama juga aku tertidur” pikirku. Kemudian tiba – tiba aku mengingat seseorang. Apa mungkin dia masih berdiri diluar? “mana mungkin, dia pasti sudah pulang. Tidak mungkin dia akan berdiri terus disana” aku menjawab pertanyaanku sendiri kemudian berjalan menuju kekamar mandi. Namun aku tidak bisa tenang dan terus memikirkannya hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengeceknya.

 

Aku memegang kenop pintu dengan ragu  – ragu kemudian menariknya pelan. Ketika aku membuka pintu aku tersentak kaget saat mendapati ada tubuh yang ambruk di depanku.

 

”KYAAAAAAAA” aku langsung berteriak dan mendorong tubuhnya supaya tidak jatuh menimpaku. Aku mendekati tubuh itu dan aku sadar bahwa namja ini adalah Lee Donghae. OMO apa dia benar – benar berdiri diluar sana sampai pingsan seperti ini? Cuaca sedang seperti ini kenapa dia tidak kembali saja?

 

”babo, kau mau menyiksaku, hah?” kataku pelan padanya sambil menahan tangisku. Aku mencoba memapahnya menuju sofa kemudian melepas jaket yang ia kenakan dan menyelimutinya. Aku duduk disampingnya dan ku perhatikan wajahnya itu lekat – lekat.

 

“kenapa kau nekat sekali? Bukannya kau ada konser besar besok? Bagaimana kalau kau sakit, hah?“ aku berbicara pelan padanya. Aku menggerakkan tangan kananku dan membelai rambutnya. “kau harus jaga diri baik – baik. Jessica onnie pasti bisa merawatmu“

 

Aku bangkit dari duduk ku kemudian mengambil ponselku dan menelpon seseorang.

 

Author’s POV

“YAK, Teukkie Hyung. Kau tidak tahu Donghae pergi mana?“ Eunhyuk menghampiri Leeteuk yang sedang di ruang tengah. Dia terlihat sedikit panik dan khawatir.

 

“mollayo. Dia belum pulang dari tadi siang?“ kata Leeteuk namun pandangannya masih tidak terlepas dari televisi didepannya.

 

“kalau sudah pulang tentu saja aku tidak khawatir seperti ini Hyung. Aiisshh kemana anak itu. Hujan lebat begini kenapa belum pulang?“ Eunhyuk mondar mandir di depan televisi dan itu membuat Leeteuk sedikit terganggu.

 

“aiisshhh Hyuk~ah, jangan mondar – mandir disitu. Aku tidak bisa menonton televisi dengan tenang“

 

“Hyung, aku sedang khawatir dengan Donghae, tapi kenapa kau malah tenang begitu? Dia kan Dongsaengmu juga Hyung“ kini Eunhyuk malah memarahi Leeteuk.

 

“aissshh kau ini. Telpon saja ponselnya“

 

“aku sudah menelponnya berkali – kali Hyung namun ponselnya tidak aktif. Aku jadi khawatir dengannya Hyung. Apa mungkin dia diculik alien?“ tanya Eunhyuk dengan bergidik ngeri.

 

’PLETAAAKKK’ sebuah jitakan keras mendarat di kepala Eunhyuk. Kyuhyun menjitak kepala Eunhyuk dengan buku yang sedang dibacanya.

 

“YAK, Cho Kyuhyun. Kenapa kau menggeplakku? Kau tidak sopan sekali dengan  Hyungmu?“ kata Eunhyuk sambil mengelus kepalanya.

 

“tidak ada alien disini Hyung. Kau ini selalu saja ngawur. Anak sekolah saja tahu kalau tidak ada alien disini. Tenanglah mungkin pasangan ikanmu itu sedang menenangkan diri.“ Kata Kyuhyun dengan datar.

 

“ahhh aku ingat, tadi pagi aku dan Donghae pergi ketaman hiburan. Setelah dari sana aku melihatnya seperti sedang memikirkan sesuatu. Dan…. dan tadi sebelum keluar dia sempat mengobrol denganmu. Kalian bertengkar?“

 

“MWO? Taman hiburan? Tadi pagi?“Kyuhyun kaget dan bingung. Dia baru menyadari alasan mengapa Hyung nya menggebrak meja tadi siang.

“Ne, waeyo? Aku yang mengajaknya kesana tadi pa….“ Eunhyuk belum selesai mengucapkan kalimatnya saat tiba – tiba ponselnya berbunyi.

 

Bounce to you Bounce to you nae gaseumeun neol
Hyanghae jabhil sudo eobseul mankeum ddwigo itneungeol
Break it down to you down to you nae gaseumi neo

 

”yeoboseyo, Donghae~ya ini kau kan?” Eunhyuk mengangkat telponnya tanpa melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

 

“annyeong Lee Hyukjae`ssi. Mianhae mengganggumu. Aku hanya ingin memberitahu bahwa Donghae sedang ada disini. Dia….. dia…..” belum sempat Hye ri menjelaskannya Eunhyuk sudah memotong pembicaraannya.

 

”Hye ri~ya ini kau? Kapan kau pulang? Donghae ada disitu? Aisshh membuat khawatir saja. bisa aku bicara padanya?“

 

“mianhae Eunhyuk~ssi. Donghae pingsan maka dari itu aku menelponmu untuk meminta tolong. Bisakah kau menjemput Donghae di rumah? Aku tidak bisa mengantarkannya kesana. Annyeong“

 

’TUUUTT TUUTTT’

“Yak YAK, Hye ri~ya. aiisshhh kenapa ditutup sih. Hyung bisakah kau menemaniku ke rumah Hye ri? Sepertinya ada yang tidak beres disana“ Eunhyuk khawatir pada Hye ri dan Donghae sehingga merasa bahwa dengan mengajak Leeteuk akan lebih aman karena Leeteuk yang paling bisa berfikir dewasa disini.

 

“wae gurae? Apa mereka bertengkar? Aiisshh selalu saja seperti itu. Ara ara aku ambil jaket dulu“ Leeteuk beranjak dari tempatnya kemudian masuk kedalam kamarnya untuk mengambil jaketnya.

 

“Hyung boleh aku ikut?“

 

“kau disini saja Kyu. Biar aku sama Teukkie Hyung yang kesana. Hyung kajja.“

 

Kyuhyun’s POV

Apa yang sedang terjadi sebenarnya? Donghae Hyung pasti sudah tahu semuanya. Pantas saja dia marah saat aku tidak menjawab jujur pertanyaannya tadi siang. Arrgghhh oettokhae? Apa yang harus aku lakukan? Aku … aku… aku benar – benar bingung sekarang.

 

Aku meremas rambutku dengan gusar kemudian masuk ke dalam kemarku. Aku merebahkan diriku di ranjangku kemudian menutup kedua mataku dengan tanganku. Apa aku sudah menyakiti Hyungku sendiri? Apa aku sudah membuat hatinya terluka? Tapi…. tapi…. aku juga tidak bisa melakukan apa – apa dengan perasaanku. Aku seperti dilema dengan perasaanku. Di satu sisi aku begitu mencintai Hye ri dan ingin selalu didekatnya. Tapi disis lain aku tidak tega kalau aku harus merebutnya dari Hyungku sendiri.

 

“mianhae Hyung. Jeongmal mianhae“

 

Hye ri’s POV

’TING TONG’ aku langsung berlari menuju pintu saat mendengar bel berbunyi. Itu pasti Eunhyuk. Aku membukakan pintu kemudian menyuruhnya segera masuk kedalam. Ternyata dia tidak datang sendirian. Dia datang bersama Teukkie oppa.

 

”annyeong Euhyuk~ssi, Teukkie oppa. Mianhae merepotkan kalian berdua” kataku ramah pada mereka berdua.

 

”dimana Donghae sekarang? Kau tadi bilang dia pingsan?” Eunhyuk bertanya padaku dengan tergesa – gesa. Aku yakin dia sedang khawatir dengan pasangannya itu. Mian Eunhyuk~ssi. jeongmal mianhae.

 

“ah dia tertidur di sofa. Masuklah.“ Aku berjalan mendahului mereka dan mengantarkan mereka pada Donghae.

 

“Hye ri~ya. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bisa seperti ini?“ Teukkie oppa bertanya padaku dan meminta penjelasan padaku. Sebenarnya aku bingung aku harus menjelaskan dari mana. Namun aku tetap menceritakannya pada mereka berdua.

 

***

“geuraeyo? Jadi karena hal itu kalian bertengkar seperti ini?“ Eunhyuk mendelik kearahku. Apa katanya tadi? Seperti ini? Apa menurutnya ini masalah sepele? Aiisshh dia pernah pacaran tidak sih?

 

“kau hanya salah paham Hye ri~ya. Donghae tidak mungkin seperti itu. Dia hanya cinta padamu“ kini Teukkie oppa yang berbicara padaku.

 

“itu tidak mungkin oppa. Aku melihatnya dan mendengar berita itu sendiri. Dia bahkan tidak berusaha menghubungiku.“ Aku tetap ngotot dan mempertahankan pendapatku. Donghae kan Dongsaeng dan pasangannya mereka berdua. Tentu saja mereka akan membela nya.

 

“kau ini keras kepala sekali. Kau bahkan tidak tahu kan dia selalu memeluk foto kalian berdua saat tidur? Dia bahkan sering mengigau dan menyebut namamu saat tertidur. Dia juga sangat khawatir saat beberapa kali nomormu tidak bisa dihubungi. Dia sangat mencintaimu dan tidak mungkin dia akan selingkuh dengan Jessica“ Eunhyuk menjelaskan panjang lebar padaku. Namun aku masih sangsi dengan penjelasannya itu.

 

“jinjjayo? Kalau begitu kenapa saat aku menelponnya dia tidak mengangkatnya? Dia juga tidak berusaha untuk menghubungiku. Dan dia tidak mungkin akan bermesraan dengan Jessica kalau dia tidak ada hubungan dengannya.“

 

“tapi….. kau….“ Eunhyuk berusaha menjelaskannya padaku namun aku segera memotong perkataannya. Aku tidak mau menangis lagi didepan mereka. Sudah cukup aku mengeluarkan air mata ku untuk menangisinya.

 

“sudahlah oppa, aku tidak ingin membahas masalah ini.“ kataku pelan pada mereka berdua.

 

“ara ara. Kami pulang dulu. Fikirkan masalah ini baik – baik Hy ri~ya.  Donghae masih mencintaimu dan dia hanya mencintaimu saja. dan aku yakin kau juga masih mencintainya. Kami hanya tidak ingin kalian berdua berlarut – larut dalam kesalah pahaman ini.“ Teukkie Hyung menasehatiku kemudian mengacak rambutku pelan. Aku hanya bisa tersenyum menahan air mataku supaya tidak jatuh didepan mereka berdua karena perkataannya barusan. Aku harus kuat. Aku tidak boleh lemah.

 

“kami pulang dulu. Ingat pesan Teukkie Hyung Hye ri~ya. kau harus memikirkannya baik – baik. Kami permisi. Annyeong.“ Eunhyuk dan Teukkie oppa membopong Donghae dan membawanya masuk ke mobil. Aku memayungi mereka agar tidak kehujanan. Teukkie Hyung mengendarai AUDI milik Donghae sedangkan Eunhyuk mengendarai mobilnya sendiri. Setelah mobil mereka hilang dari pandanganku aku masuk kerumah dan langsung naik ke atas.

 

Aku merebahkan tubuhku di ranjangku kemudian melihat keluar jendela. Aku masih terngiang – ngiang dengan perkataan Teukkie Hyung tadi. Donghae masih mencintaimu dan dia hanya mencintaimu saja. dan aku yakin kau juga masih mencintainya.

 

“mereka benar, aku memang mencintainya. Ani tapi sangat mencintainya. Apa aku perlu memberikan kesempatan lagi padanya? Apa aku sanggup kalau aku harus mengeluarkan air mataku lagi untuknya? Dan apa aku benar – benar sanggup kalau aku harus berpisah dengannya? Berpisah dengan sumber kehidupanku.“

 

Author’s POV

Donghae demam hari ini. Padahal hari ini adalah konser kolaborasi mereka. Semua member bingung dan nampak sekali mereka khawatir dengan keadaan Donghae. Donghae hanya bisa tiduran dan saat tertidur dia selalu saja mengigau menyebut nama Hye ri.

 

“Jaggiya, jebal buka pintunya“ Donghae lagi – lagi mengigau. Eunhyuk yang ada disampingnya hanya bisa melihat pasangannya itu dengan prihatin.

 

“Teukkie Hyung, apa kita perlu menelpon Hye ri dan menyuruhnya ke dorm? Aku tidak tega melihat Donghae seperti ini terus Hyung.“ Eunhyuk bertanya pada Leeteuk yang juga ada di kamar mereka.

 

“mollayo. Aku juga tidak yakin Hye ri mau datang kemari. Bangunkan dia sebentar dan suruh dia minum obat.“ Perintah Leeteuk pada Eunhyuk. Eunhyuk hanya bisa mengangguk dan menuruti semua perkataan leader nya tersebut.

 

“Hae~ya, ireona. Kau harus minum obat.“

 

Donghae membuka matanya pelan. Wajahnya terlihat sangat pucat. Eunhyuk menyuapi Donghae dengan bubur yang dibuat oleh Ryeowook dan setelah itu membantunya minum obat.

 

“Donghae Hyung, bagaimana perasaanmu sekarang?“ Ryeowook bertanya pada Donghae sambil mengambil membereskan mangkok dan gelas di meja.

 

“gwenchana, aku sudah mendingan sekarang. Hyuk~ah, kau mau membantuku?“

 

“waeyo? Membantu apa?“ jawab Eunhyuk dengan mengeryitkan dahinya.

 

“aku harus berbicara dengan Hye ri. Aku harus menjelaskan sesuatu padanya. Aku….. aku…… aku….. tidak bisa kalau harus berpisah dengannya.“ Donghae berkata pelan sambil meneteskan air matanya. Kalian pasti juga tahu kalau Donghae adalah member yang paling cengeng.

 

“Yak, pikirkan kesehatanmu dulu. Jangan selalu memikirkan Hye ri. Lihat gara – gara hal konyolmu ini, kau jadi demam kan? Kau tidak ingat malam ini konser kolaborasi kita,hah? Aiisshhh membuatku jengkel saja kau Hae.“ Eunhyuk berkkali – kali terlihat mendengus kesal pada Donghae.

 

“sudahlah Hyung, ikuti saja kata – kata Eunhyuk Hyung. Istirahatlah jadi saat konser nanti kau sudah agak mendingan. Kami janji, kami pasti akan membantu menyelesaikan masalah kalian berdua.“ Ryeoeook ikutan menasihati Hyungnya karena tidak tega melihat keadaan Hyungnya itu.

 

Sementara itu Kyuhyun hanya bisa berdiri mematung duluar pintu kamar Donghae sambil menatap iba pada Donghae. Dia tidak berani masuk ke kamar. Dia takut malah akan membuat Hyungnya semakin terpuruk.

 

“mian Hyung. Jeongmal mianhae. Tidak seharusnya aku berbohong padamu. Seharusnya aku langsung memberitahumu saat Hye ri kembali. Seharusnya aku tidak mengajak Hye ri jalan – jalan. Seharusnya aku tidak memiliki perasaan pada Hye ri, seharusnya aku…….“ Kyuhyun  tidak melanjutkan kalimatnya. Dia kaget melihat Sungmin sudah berdiri dibelakangnya.

 

“Kajja, jangan disini terus. Aku tahu perasaanmu. Cinta memang seperti itu. Tidak ada yang bisa menolak kehadirannya. Jadi ini bukan salahmu. Jangan salahkan dirimu sendiri seperti itu.“ Sungmin menarik Kyuhyun untuk menjauh dari kamar Donghae.

 

***

Konser hari ini berlangsung dengan meriah. Konser nya sukses besar. Meskipun Donghae kurang enak badan saat itu namun konser kali ini tetap berjalan lancar. Untuk merayakan keberhasilan mereka, Super Junior dan SNSD berniat untuk melakukan party setelah konser selesai. Mereka bisa mengajak kekasih mereka untuk merayakan semua ini.

 

Hye ri’s POV

Aku sedang membuat ramyeon untuk makan malamku. Aku sedang tidak ingin ribet dengan makanan – makanan yang rumit untuk dimasak. Saat aku sedang memasukkan bumbu tiba – tiba ada yang mengagetkanku dari belakang.

 

”Hye ri………… I miss you so much” Yunha mengagetkanku dan memelukku dari belakang. Aiiissshhh anak ini. Setelah dari London ternyata kelakuannya bukannya seperti bangsawan – bangsawan disana tapi malah membuatnya seperti rocker saja. Suaranya keras sekali dan kalau hal ini terus berlanjut bisa berpotensi menjadi tuli.

 

“YAK, YAKK BABO. Kau mau membuatku tuli, hah? Aiisshh bersikaplah seperti bangsawan – bangsawan yang lemah lembut itu. Kau itu benar – benar keturunan bangsawan bukan siih?“ kataku ketus pada Yunha

 

“hehehehe mian Hye ri~ya. Aku hanya sangat merindukanmu. Aisshh jangan panggil aku bangsawan. Karena hal sepele semacam itu aku hampir saja berpisah dengan Yesung oppaku. Aarrgghh untung saja keluargamu menyetujui hubunganmu dengan Donghae oppa. Setidaknya meskipun kau keturunan bangsawan juga, tapi pemikiran orang tuamu tidak sekolot orang tuaku. Cihh enak saja asal menjodohkanku dengan namja pilihan mereka“ sungutnya. Yunha juga keturunan bangsawan dan itu sedikit membuatnya sulit untuk menentukan jodohnya. Namun sepertinya takdir berkehendak lain padanya. Sampai akhirnya kedua orang tuanya menyetujui hubungan mereka berdua.

 

Sedangkan aku? Meskipun keluargaku menyetujui hubunganku sejak awal dengan si ikan itu, tapi takdir juga berkehendak lain padaku.

 

“Yak, Yakk. Jangan cengeng seperti itu. Kau ini. Kajja aku akan mengajakmu kesuatu tempat. Kalian harus segera menyelesaikan masalah kalian ini. Membuat semua pusing saja“ Yunha menarik tanganku dan mengajakku ke kamar.

 

“mau apa kau? Apa maksudmu menyelesaikan masalah? YAKK PARK YUNHA. Jawab pertanyaanku. Jangan diam saja dan malah mendandaniku seperti ini. Kau kan tahu aku tidak suka seperti ini.”

 

”diamlah Choi Hye ri~ssi. Atau aku akan mendandanimu seperti topeng monyet. Kalau kau bergerak terus seperti ini mana bisa aku berkonsentrasi. Kau itu cerewet sekali” Yunha memarahiku dan alhasil aku hanya bisa pasrah sekarang. Whatever apa yang akan terjadi. Kalau sampai dia membuatku seperti ondel – ondel aku tidak akan membiarkannya begitu saja,

 

***

Setelah selesai dia langsung mengajakku kemobilnya. Ternyata dia mengajakku ke sebuah Cafe milik Yesung untuk merayakan keberhasilan konser kolaborasi mereka. Awalnya aku menolak namun Yunha terus saja memaksa. Aarrgghhh bisa – bisa aku jadi kambing congek kalau seperti ini. Dia pasti akan bermesraan dengan ajusshi aneh itu. Sedangkan aku? Harus melihat Donghae dan Jessica begitu? Andwae!!! Aku tidak mau seperti itu.

 

“Yunha~ya. tunggu sebentar. Aku mau mau kesana tapi aku ada satu syarat“ kataku pada Yunha sambil menyuruhnya meminggirkan mobil sebentar. Dia menurutiku dan meminggirkan mobilnya di tempat yang tidak terlalu ramai.

 

“syarat? Kenapa harus ada syarat? Aiisshh kau ini seperti sedang taruhan saja. ara ara katakan syaratmu. Kalau syaratmu itu aneh – aneh aku tidak janji akan mengabulkannya“ balas Yunha tajam.

 

“temanku penggemar berat Super Junior. Boleh kan aku mengajaknya kesana? Namanya Shin Hyun Hee. Dia teman satu timku dari korea saat di jerman. Aku ingin mengajaknya juga, bagaimana?“ kataku dengan menunjukan puppy eyesku pada Yunha. Biasanya dia akan luluh dengan puppy eyesku ini.

 

“Hanya itu? Baiklah kita jemput temanmu itu. Beri tahu dia kita akan sampai dalam 10 menit.“ Yunha berkata mantap kemudian langsung mengemudikannya dengan cepat. OMO OMO. Setelah pulang dari London kemampuan menyetirnya menjadi sangat meningkat. Apa dia belajar dari para pembalap – pembalap disana?

 

Author’s POV

Yunha memarkirkan mobilnya di parkiran Café milik Yesung. Kemudian langsung menarik Hye ri dan Hyun Hee untuk segera masuk kedalam. Yunha sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan kekasihnya itu.

 

“YAK, YAKK Yunha~ya. Jangan tarik – tarik seperti itu. Kau tidak lihat aku memakai High heels, hah?“ Hye ri berteriak pada Yunha dan sukses membuat Yunha berhenti.

 

“aiissshhh kau ini. Seperti tidak pernah memakai high heels saja. Kita harus cepat – cepat kesana. Mereka sudah menunggu kita dari setengah jam yang lalu.”  Yunha kelihatan tidak sabar untuk segera bertemu dengan Yesung.

 

”kau ini tidak sabaran sekali. Ara ara kau duluan saja. Nanti aku dan Hyun Hee menyusul. Aku mau ke toilet sebentar.“ Hye ri menarik lengah Hyun Hee menuju toilet dan membiarkan Yunha sendiri ke ruangan yang telah disiapkan.

 

“baiklah, aku duluan. Ruangannya ada di ujung sana. Ruangan yang paling besar.“ Kata Yunha sambil setengah berlari meninggalkan Hye ri dan Hyun Hee.

 

Hye ri berjalan dengan pelan – pelan sambil mengobrol dengan Hyun Hee. Mereka asyik mengobrol melewati sebuah lorong panjang yang ada berbagai macam lukisan di sisi kanan dan sisi kiri.

 

“Ternyata ada galeri juga di Cafe nya ini? Aiishh bagaimana mungkin Ajusshi aneh seperti itu bisa menyukai seni seperti ini? Membuatku iri saja. padahal aku berencana mau membuat Cafe lengkap dengan galeri dan karaoke. Tapi ternyata sudah didahului olehnya. Awas saja aku akan membuat yang lebih lengkap dengan menambahkan butik disana“ kata Hye ri dengan sedikit jengkel.

 

“kau ini selalu saja seperti itu Hye ri~ya. Ah iyaa ternyata yang mengantarmu waktu itu Cho Kyuhyun Super Junior? Aisshh bagaimana bisa aku tidak mengenalnya. Kalau aku tahu itu dia aku akan meminta tanda tangannya dan berfoto bersamanya. Aiisshh kau beruntung sekali Hye ri~ya“ kata Hyun Hee sedikit cemberut.

 

“jadi waktu itu kau tidak tahu kalau itu si setan magnae? Aigoo awalnya aku malah mengira kalau dia itu supir kenalanmu. Kau aneh sekali. Bagaimana mungkin kau bisa tergila – gila pada evil seperti dia?“

 

“dia itu sangat amat tampan. Aku benar – benar mengaguminya. Ketampanannya benar – benar membutakan mataku sehingga aku tidak bisa melirik kearah namja lain. Aiisshh eottpkhae? Kalau begini terus aku bisa – bisa jadi perawan tua karena terlalu mengagumi Cho Kyuhyun itu“

 

Hye ri melirik kearah Hyun Hee kemudian tersenyum kearahnya. “apa kau begitu mengaguminya? Kalau kau tahu sifat aslinya aku yakin kau akan berubah fikiran. Tapi aku akan membantumu untuk dekat dengannya.“ Kata Hye ri sambil mengedipkan matanya kepada Hyun Hee. Hyun Hee hanya tersenyum malu pada Hye ri.

 

Hye ri berjalan sambil melihat – lihat lukisan disana namun di ujung lorong ini dia melihat seorang namja sedang tertidur di pangkuan seorang yeoja. Hye ri mendengus kesal karena harus melihat adegan mesra seperti itu disini. Namun mereka berdua tetap berjalan kearah kedua orang tersebut karena toliat berada di paling ujung lorong ini. Saat hendak melewati pasangan tersebut Hye ri mengamati mereka berdua. Yoeja itu membelai rambut sang namja mesra dan sang namja seperti sedang menikmati momen itu.

 

Saat semakin dekat Hye ri baru sadar kalau wajah mereka berdua sangat familiar.

 

TBC

Hehehe mian ya para readers. Ceritanya semakin ngawur. Aku sendiri tidak tahu bagaimana jaan ceritanya bisa jadi seperti ini. Hehehehehe jengma mianhae. Tetep comment yaa.

15 thoughts on “True Love [part 10]

  1. thor itu siapa?
    Tbc lagi
    hae ya thor ?
    Kapan selesai masalah mereka kalau kek gini terus?
    Hyun hee nanti ma kyu ya thor?
    Kalau benar hae, hae sama jes ya thor?
    Ya ampun.. Makin rumit aja konfliknya
    ditunggu lanjutannya ya thor :)

  2. aigoooo, ribeet amat sich kisah cintanya donghae oppa sma hye ri…
    donghae oppa chinjja….

    haduhh, pnsran saya sma klnjtan na thor…

  3. apa itu donghae ma jessica ? omo.. klu bnr hye ri psti bkal nangis lg. part slnjut.a jgn lma2 yg thor ? gomawo bwt ff nya

  4. Waahhhh…
    Maaf ya chingu, semua comment sy, sy kumpulin disni ya (?)
    Atmosfernya tmbh panas saja..
    Hahahahahaha XD
    Ini cinta segitiga diantara kyu, hyeri dn hae…
    Daebakkk!! :)

  5. wah author saya reader baru!
    salam kenal ya, saya bacanya ngebut banget!
    untung udah sampe part ini
    Hwaiting

  6. iny komen pertama ak,
    tpi sbenarnya ak udah bca nie dri prtma x d publish smpe skrg… Mian thoor ><
    *pengakuan dosa* * bow brkali-kali*
    aku ska HaeRi couple!

  7. kasian donghae, sampe sakit begitu.#pelooook donghae, sambil tepok2 bahunya

    waduh, sapa tu yeoja n namja yang diliat hyeri? Moga2 bukan donghae. Amin…

    Makin penasaran, Lanjut baca ah…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s