I Hate Soup But, He Loves It!


Author                         : Ang11Rach

Main Casts       : Kim Ryeowook as himself

Han Hyora

Support Casts   : other member of Super Junior

Rating              : All Ages

Genre               : Love/Friends

Oneshot

PS                    : Haihaihaihaihaihai

Author kembali dengan kegajean baru.

Please komen yaa buat kemajuan ff author selanjutnya.

FF yang ini kayaknya agak pendek deh…tp tetep please komen yaaaa

Don’t be silent reader please. Jeongmal gomawo (^^,)

Hyora POV

Aku benci soup. Wae? Karena menurutku soup adalah makanan dengan rasa yang ngga jelas, terasa hambar bagiku. Walau banyak orang yang menyukainya, tapi aku lebih suka makanan yang rasanya lebih mantap seperti masakan korea, masakan indonesia, hehehe ngaco. Aku juga tidak suka sayuran, aku bisa makan sayur, tapi tentu saja aku lebih suka makan daging.

 

Ryeowook POV

Aku senang sekali memasak! Ada perasaan puas yang kudapatkan saat aku melihat orang lain menyukai masakanku. Sekarang karena kesibukanku aku hanya bisa memasak di dorm untuk member Super Junior yang lain.

“Wookie hyuuung, hari ini kau masak apa untuk makan siang?” tanya Kyuhyun padaku dengan manja. Seingatku, dia hanya pernah mengeluhkan 3 hal saja padaku yaitu lelah, lapar dan kalah main game.

“Bagaimana kalau aku masak Corn Spinach Soup ditambah Chicken Fillet pedas dan Puding Melon. Tapi aku harus ke supermarket dulu, eoddeohge?” tanyaku.

“Arraseo hyung, panggil saja aku kalau sudah matang. Aku akan main psp dulu untuk mengalihkan rasa laparku. Kau tau hari ini aku tidak sarapan dengan baik,” katanya sambil memegang perutnya.

“Mwo? Bukankah tadi Sungmin hyung membuat sandwich strawberry untuk kita semua? Dan lagipula kau kan menghabiskan jatah Siwon hyung juga karena ia hanya sarapan dengan cappuccino saja?”

“Aish itu tidak cukup menahan rasa laparku sampai siang nanti hyung. Masak yang banyak ya hyung!” katanya lalu melompati sofa dan lari ke kamarnya.

Aku hanya tersenyum melihat magnae kami itu. Dasar!

***

Satu troli penuh bayam, 3 buah jagung, 3 kilo ayam, melon sudah ada di kulkas, agar-agar 2 bungkus, susu,…..Brukkk!!

Troliku menabrak seorang yeoja di supermarket sehingga ia dan keranjang belanjaannya jatuh. Aish, gara-gara sibuk menghitung sayuran yang harus kubeli dengan porsi makan jumbo untuk semua orang aku jadi tidak memperhatikan jalan. Untung aku tidak menabrak rak-rak dan menjatuhkan barang-barang yang dijual di supermarket.

“Jwoingsohamnida…jeongmal jwoingsohamnida agasshi, gwenchanayo?” kataku pada yeoja yang kutabrak tadi sambil membantunya mengambil barang-barang belanjaannya yang jatuh. Mayonaise, saus, kentang, cabai, nugget, ham, daging sapi cincang, daging ayam fillet.

Kulihat ia mengangkat wajahnya yang tadi tertunduk saat mengambil belanjaannya yang jatuh. Wow. Yeoja ini cantik, bukan kecantikan yang sempurna hanya saja ia terlihat berbeda. Sepertinya ia bukan orang Korea asli.

“Gwaenchana,” katanya sambil tersenyum.

Entah kenapa aku ingin melihat senyuman itu lebih lama. Aish, kenapa aku jadi aneh!

“Sebagai permintaan maaf, apa kau mau makan bersamaku dan teman-temanku. Aku yang akan memasak,” tawarku. Katakan ya, katakan ya agasshi.

 

Hyora POV

Brukkk!!

Aku terjatuh tertabrak troli. Aish! inilah akibatnya jika tidak memperhatikan jalan dan sibuk memikirkan urusan perpindahan kuliah.

“Jwoingsohamnida…jeongmal jwoingsohamnida agasshi,gwenchanayo?” kata namja yang trolinya menabrakku tadi sambil membantuku memungut barang-barang belanjaanku yang jatuh.

Aku mengangkat wajahku setelah selesai memungut barang belanjaanku yang jatuh. Wow. Namja ini… terlihat sangat imut dengan tulang pipi yang tinggi. Be cool Hyora! It’s just a boy. Hanya saja ia memang imut sekali walau badannya lebih tinggi dariku dan kurus sekali!

“Gwaenchana,” kataku sambil tersenyum padanya. Wajahnya terlihat masih khawatir dan merasa bersalah.

“Sebagai permintaan maaf, apa kau mau makan bersamaku dan teman-temanku. Aku yang akan memasak,” katanya. Wah, aku jadi tidak tega melihat wajah bersalahnya. Eh? What? Pardon me? Apa tadi dia bilang? Memasak untukku? Namja ini bisa masak atau tidak. Jangan-jangan masakannya bisa meracuniku nanti.

“Kau bisa masak?” tanyaku ragu. Tidak ada tampang tukang masak sama sekali. Meragukan. Dia lebih cocok jadi model atau semacamnya.

“Ne agasshi, aku sering memasak untuk teman-temanku yang tinggal bersamaku,” jelasnya.

Aku melirik troli belanjaannya. Ada bayam yang kukira cukup untuk makan se-RT, ayam dan banyak lagi belanjaan yang lain.

“Aku juga suka masak, keundae, aku tidak terlalu suka sayuran. Eoddeohge? Jwoingsohamnida.”

“Gwaenchana agasshi, akan kubuatkan fillet ayam dan puding juga,” katanya.

“Geurae? arraseo,” kataku.

“Oiya,chonun Kim Ryeowook imnida, panggil saja Wookie,” ucapnya sambil mengulurkan tangannya.

“Ah, Han Hyora imnida,” kataku menjabat tangannya.

Kami pun berjalan menuju kasir bersama.

“Apakah kau orang Korea asli?” tanyanya saat kami berjalan keluar dari supermarket.

“Aniyo. Appaku memang orang Korea, tapi eommaku adalah orang China. Selama ini kami tinggal di California. Tapi aku memutuskan untuk kuliah di Korea saja dan ini baru minggu pertamaku disini.”

“Geuraeyo? Tapi kudengar bahasa Koreamu cukup lancar?” tanyanya lagi.

“Ne, aku diajari bahasa Korea oleh appa, bahasa Mandarin oleh Eomma dan juga bahasa Inggris karena aku tinggal di Amerika. Jadi aku cukup lancer menggunakan 3 bahasa itu. Bagaimana kau tau aku bukan orang Korea asli? Apakah terlihat sejelas itu?” kataku.

“Ah, aniyo,  kulihat kau agak berbeda dari orang Korea biasa. Aku sudah sering melihat orang China dan orang Korea tapi kau tidak benar-benar mencerminkan salah satunya. Kebetulan pekerjaanku juga memberiku kesempatan untuk belajar sedikit bahasa mandarin,” katanya. Namja ini kelihatannya adalah namja yang baik. Ia sangat sopan.

“Geuraeyo? Wah keren sekali. Berbeda? Dalam artian baik atau tidak?” tanyaku berusaha bercanda.

“Tentu saja sangat baik,” katanya.

 

Ryeowook POV

“Tentu saja sangat baik,” kataku cepat. Hampir spontan dan berhasil membuatnya terkejut.

Aish, aku keceplosan. Malu sekali. Gara-gara terpesona aku sampai tidak mengendalikan diri dengan benar. Aish babo Wookie! Kalian kan baru saja saling mengenal! Bisa-bisa dia takut padamu jika kau bersikap seperti itu. Keadaan pun berubah menjadi canggung sejenak.

“Kau tinggal dimana?” tanyaku untuk menutupi kegugupanku.

“Aku tinggal di apartemen itu,” katanya sambil menunjuk apartemen yang sudah terlihat dari jalan tempat kami berjalan.

“Wah, jadi kita satu apartemen. Kami tinggal di lantai 11 dan 12, kau?” tanyaku senang.

“Jinjja? Syukurlah aku bisa mempunyai teman yang tinggal dekat denganku. aku belum hafal daerah sini, kelak akan banyak minta bantuanmu. Mohon bantuannya,” katanya sambil membungkukkan badannya sedikit,” ah ya, aku tinggal di lantai 9.”

“Arraseo, tentu saja aku akan membantumu,” kataku cepat.

“Jeongmal gamsahamnida,” katanya sambill tersenyum. Kami pun sampai di apartemen kami. Aku membantunya meletakkan barang di apartemennya lalu kami menuju dorm di lantai 11.

 

Hyora POV

“Wookie, kau baru datang? Mau masak apa kau hari ini, mari kubantu,” kata seorang namja yang sangat imut yang sekilas melihat kearah Ryeowook-ssi. Aku masih terpaku di pintu.

“Corn Spinach Soup, Chicken fillet pedas dan pudding melon. Oiya hyung, ada tamuku disini. Tadi aku tidak sengaja menabraknya sewaktu di supermarket jadi aku membawanya kesini untuk makan bersama kita sebagai ucapan permintaan maaf,” jawab Ryeowook-ssi sambil menarik tanganku agar aku masuk ke dalam dorm setelah meletakkan belanjaannya yang sangat banyak.

“Annyeong haseo, Han Hyora imnida,” kataku sambil membungkukkan badanku.

“Lee Sungmin imnida. Anggap saja rumah sendiri Hyora-ssi,” kata namja itu sambil tersenyum manis.

“Yang lain kemana hyung?” tanya Ryeowook.

“Sedang sibuk di kamar mereka masing-masing. Waktu makan siang kita kan satu jam lagi. Nanti pasti mereka langsung kesini begitu masakan matang,” katanya.

“Ne hyung. Kalau begitu tolong antarkan Hyora ke ruang TV hyung. Aku akan menyiapkan makanan,” kata Ryeowook pada Sungmin,“duduklah dan menonton tv selama aku memasak hyora-ssi,” katanya padaku kemudian.

“Andwae, aku ingin membantumu Ryeowook-ssi,” kataku padanya dengan tidak enak hati.

“Aniyo…kau harus duduk dan menikmati masakanku. Anggap saja permintaan maaf atas yang tadi,” katanya lembut.

“Arraseo,” kataku.

“Kajja Hyora-ssi, kutunjukkan jalan,” Sungmin pun membawaku ke ruang tv.  Disana aku bertemu dengan 4 orang namja yang sedang bersantai.

“Wonnie-ah, Teukie hyung, Hyukkie-ah, Hae-ah, kenalkan ini adalah Han Hyora, tamu Wookie,” kata Sungmin memperkenalkanku pada namja-namja itu.

“Annyeong,” kata mereka bersamaan.

“Annyeong,” kataku sambil menundukkan kepalaku.

Kami pun mengobrol di ruang tv itu.

“Hyora-ssi, aku permisi dulu. Aku akan membantu Wookie memasak,” kata Sungmin sambil berjalan menuju dapur.

“Ne,” kataku.

“Jadi Hyora-ssi, dimana kau bertemu Wookie?” tanya namja yang dipanggil Leeteuk itu.

“Tadi pagi saat berbelanja di supermarket ia menabrakku dengan trolinya, lalu ia membantuku membereskan barang belanjaanku dan kami berkenalan. Sebagai permintaan maaf ia membawaku kesini dan memaksa memasak untukku,” jelasku

“Waah, lalu berapa umurmu Hyora-ssi?” tanya Donghae

“20 tahun,” kataku.

“Wah, jadi kau lebih muda dari kami semua. Panggil saja kami oppa kalau begitu,” kata Leeteuk

“Ne, oppa”

“Makanan sudah siap!!!!!” teriak Sungmin dari dapur.

“Kami berlima pun berjalan menuju dapur. Ternyata masih ada 4 orang lagi yang ada di dorm itu saat kami sudah duduk di meja makan.

“Annyeong,” kataku pada namja-namja yang baru datang itu.

“Annyeong,” kata mereka.

“Siapa yeoja ini hyung?” tanya namja berwajah jahil.

“Kenalkan ini Han Hyora, teman Wookie,” kata Eunhyuk.

“Han Hyora imnida,” kataku sambil menundukkan kepalaku.

Aku pun berkenalan dengan Kyuhyun, Heechul, Shindong dan Yesung.

Satu dua tiga empat…pantas belanjaan Ryeowook sangat banyak. Kukira tadi ia membeli stok makanan untuk satu minggu karena sayuran yang ia beli banyaknya seperti akan memberi makan sapi saja. Ternyata ia memasak untuk 10 orang…eh, 11,5 orang termasuk aku jika shindong kau hitung satu setengah.

“Mwo? Kau tidak tau super junior?” tanya Heechul kaget.

“Ne oppa, aku baru seminggu disini. Selama ini aku tumbuh di Boston dan California jadi aku hanya tau tentang Usher, Eminem, atau Lee Hom karena ia besar di Amerika. Sini kubantu Ryeowook oppa,” kataku sambil membantu Ryeowook oppa mengedarkan piring untuk kami.

“Ah, kau pasti akan menjadi elf sebentar lagi,” kata Leeteuk oppa.

“Elf?” tanyaku

“Elf adalah singkatan dari everlasting Friends. Fans dari Super Junior, boyband terbaik di Korea, that’s us,” kata Eunhyuk oppa pede.

“Jinjja?” tanyaku “kalian harus menunjukkan padaku dulu kehebatan kalian baru yakin aku akan menjadi elf,” tantangku padanya. Sebenarnya melihat ketampanan mereka semua aku tidak ragu bahwa aku akan menjadi salah satu elf hanya saja senang menggoda Eunhyuk oppa sampai wajahnya terlihat lucu. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan seorang artis di supermarket, bahkan diperkenalkan dengan 10 orang terpopuler se-Korea (kata Eunhyuk oppa) setelah itu. Mereka benar-benar orang yang lucu, ramah dan menyenangkan.

Kami pun mulai membagi makanan yang tersedia di meja.

“Waeyo Hyora-ssi? Apa kau tidak suka makanannya?” tanya Shindong oppa melihatku hanya diam sementara yang lain mulai makan.

“Ah, aniyo oppa, aku hanya tidak terlalu suka sup apalagi sayuran,” kataku dengan tidak enak hati.

“Gwenchana Hyora-ssi, kau makan chicken fillet nya saja. Keundae aku tidak tau apakah kau terbiasa dengan makanan pedas atau tidak. Lalu masih ada pudding melon,” kata Ryeowook oppa cepat.

Aku terdiam. Merasa bersalah.

“Aniyo oppa! Karena kau sudah memasak untukku juga maka aku akan memakan semuanya,” kataku.

“Gwenchana Hyora-ssi, tidak usah dipaksakan,” kata Sungmin oppa juga.

“Aniyo oppa, aku ingin memakan masakanmu,” kataku tegas.

 

Ryeowook POV

“Ne oppa, aku baru seminggu disini. Selama ini aku tumbuh di Boston dan California jadi aku hanya tau tentang Usher, Eminem, atau Lee Hom karena ia besar di Amerika. Sini kubantu Ryeowook oppa,” katanya sambil membantuku mengedarkan piring untuk kami semua makan. Eh? mwo? dia memanggilku oppa?

“Ah, kau pasti akan menjadi elf sebentar lagi,” kata Leeteuk hyung

“Elf?” tanyanya

“Elf adalah singkatan dari everlasting Friends. Fans dari Super Junior, boyband terbaik di Korea, that’s us,” kata Eunhyuk hyung sambil membusungkan dadanya dan nyengir pede.

“Jinjja?” tanyanya “kalian harus menunjukkan padaku dulu kehebatan kalian baru yakin aku akan menjadi elf,” katanya cuek.

Kami pun mulai membagi makanan yang tersedia di meja.

“Waeyo Hyora-ssi? Apa kau tidak suka makanannya?” tanya Shindong hyung melihat Hyora hanya diam memegang sendoknya sambil menatap mangkuk di hadapannya yang berisi sup bayam dan jagung sementara yang lain mulai makan.

“Ah, aniyo oppa, aku hanya tidak terlalu suka sup apalagi sayuran,” katanya terlihat tidak enak hati.

“Gwenchana Hyora-ssi, kau makan chicken fillet nya saja. Keundae aku tidak tau apakah kau terbiasa dengan makanan pedas atau tidak. Lalu masih ada pudding melon,” kataku cepat.

Dia terdiam sebentar. Aku mulai merasa khawatir.

“Aniyo oppa! Karena kau sudah memasak untukku juga maka aku akan memakan semuanya,” katanya tiba-tiba.

“Gwenchana Hyora-ssi, tidak usah dipaksakan,” kata Sungmin hyung juga.

“Aniyo oppa, aku ingin memakan masakanmu,” katanya tegas.

Ia terlihat ragu sejenak, lalu menarik napas dan mengambil nasi serta sup bayam dan chicken fillet itu. Ia menyendokkan ke mulutnya. Aku menahan napasku saat ia menatapku terkejut.

“Ini enak sekali oppa…” katanya.

“Mwo?” aku menghembuskan napas lega,” jinjja?” tanyaku.

“Ne..ne.. aku belum pernah makan sayuran seenak ini. Kalau ayamnya…” ia mengacungkan kedua jempolnya sambil tersenyum. Aku tersipu,” gamsahamnida.”

Kami ber-11 pun melanjutkan makan kami dengan gembira. Sesekali acara makan itu diselingi dengan tingkah Kyuhyun oppa atau Shindong oppa atau Eunhyuk oppa yang menyambar jatah makan yang lain.


Hyora POV

Setelah makan kami semua bersama-sama menuju ke ruang tamu, kecuali Shindong oppa karena ia piket mencuci piring hari ini. Kata mereka, mereka sedang tidak ada jadwal hari ini. Mereka pun berjalan sambil melompat-lompat seperti anak kecil yang kesenangan. Hanya Ryeowook oppa yang berjalan dengan tenang di sebelahku dan Siwon oppa yang melihat tingkah teman-temannya sambil nyengir kuda (gile ye author, cengiran Siwon  disamain ama kuda! Nyari mati ama fans Siwon…) Menurutku, untuk ukuran artis, tingkah mereka agak abnormal. Sama sekali tidak ada sikap jaga image atau berpura-pura di depan orang luar sepertiku.

Kami bermain tebak-tebakan sampai sore lalu Ryeowook oppa mengantarku kembali ke apartemenku sementara Leeteuk oppa menyiapkan ramyeon untuk makan malam. Leeteuk oppa sudah menawariku untuk ikut makan malam tapi aku menolak karena merasa tidak enak merepotkan mereka. Jadi aku berkata bahwa aku belum selesai membereskan barang-barangku di apartemen karena sebagian barang ku yang dikirim dari amerika sampai tadi pagi sebelum aku belanja dan sebagian lagi akan sampai dua minggu lagi. Kata appa sebaiknya aku membawa sedikit barang di pesawat agar aku mudah membawanya karena aku kesini sendiri jadi barang-barangku yang lain akan dikirim dua kali.

“Gamsahamnida oppa atas masakanmu, enak sekali,” kataku saat sampai di depan pintu apartemenku.

“Ne, cheonmaneyo Hyora-ssi. Mau aku bantu membenahi barang-barangmu?” tawarnya. Dia benar-benar namja yang baik.

“Aniyo oppa, aku bisa melakukannya sendiri. Kiriman kali ini tidak begitu banyak. Kiriman selanjutnya baru…” kataku sambil melanjutkan dengan merentangkan tanganku untuk menggambarkan banyak barang.

“Geurae, kalau begitu aku pulang dulu ya,” katanya.

“Ne oppa, gamsahamnida sudah mengantarku.” Ia pun berbalik.

“Aku memutar tubuhku dan memasukkan kode pin apartemenku.

“ Hyora-ssi?” ia memanggilku sambil berbalik.

“Ne?” kutolehkan kepalaku ke arahnya.

“Bagaimana jika kita bertukar nomor handphone? Bolehkah? Emmm aku ingin belajar memasak Western Food atau Chinese Food padamu sesekali,” katanya ragu.

“Ah, ne, tentu saja boleh oppa,” aku pun menyebutkan nomor HP ku padanya ,” mungkin aku yang akan sering minta bantuanmu karena aku masih baru di tempat ini,” kataku. Lalu HP ku berbunyi.

“Itu nomorku,” katanya sambil tersenyum. Aigooo imutnyaaa, jadi gemas! “sampai jumpa Hyora-ssi, senang berkenalan denganmu,” katanya sambil melambaikan tangannya dan pergi.

“Sama-sama oppa,” kataku lalu masuk ke apartemenku.

 

Ryeowook POV

Yes! Aku berhasil mendapatkan nomor HP nya. Untung tadi aku sadar tepat waktu bahwa kami belum bertukar nomor HP. Ah, chakkaman! Kenapa aku begini senang mendapatkan nomor HP seorang yeoja? Seingatku aku tidak pernah bertingkah heboh seperti ini? Aish aneh sekali aku ini! Sudahlah sebaiknya aku pulang ke dorm. Pasti ramyeon nya sudah matang.

***

Minggu ini jadwal kami padat jadi aku hanya sempat bertemu sesekali dengan Hyora saat keluar dari apartemen atau saat di lift. Aish kenapa jadi Hyora lagi yang kupikirkan? Minggu depan jadwal kami juga lumayan padat. Bagaimana ya aku bisa bertemu dengannya. Hari ini saja aku baru sampai ke dorm pukul 7 malam setelah syuting seharian. Lelah sekali. Tapi aku penasaran bagaimana ia menjalani minggu ini. Bagaimanapun juga ia orang baru disini. Wajar saja jika aku memikirkannya. Aku kan tetangga yang baik.

Lebih baik kutelepon saja dia untuk meredakan rasa penasaranku. Terdengar nada sambung di ujung sana. Aku pun gugup. Ini pertama kalinya aku meneleponnya. Biasanya ketika bertemu pun kami hanya saling berkata ‘hai’ saja karena tidak pernah lebih dari 2 menit kami berpapasan.

“Yoboseyo?” terdengar suaranya diujung telepon.

“Yoboseyo Hyora-ssi?” ajaibnya suaraku terdengar tenang, berlawanan dengan hatiku yang campur aduk. Aish Wookie! Tunjukkan sifat namja sejatimu!

“Ne oppa? Ada apa?” jawabnya.

“Ah aniyo, aku hanya ingin bertanya bagaimana keadaanmu?”

“Baik oppa, bagaimana denganmu? Kelihatannya kalian sedang sibuk. Aku sering menonton acara kalian di TV. Kebetulan kuliahku sedang tidak sibuk jadi aku sering menonton acara kalian,” katanya.

“Jinjja? Bagaimana penampilan kami? Apakah kami sudah berhasil membuatmu menjadi elf?” tanyaku berusaha bercanda.

“Itu rahasia oppa, hahaha…”

“Arra..arra..kau sedang sibuk tidak?” tanyaku.

“Ani oppa, wae?” tanyanya

“Boleh aku datang berkunjung?”

“Tentu saja oppa, apa kau sudah makan? Aku baru akan masak,” katanya.

“Belum, tapi aku tidak ingin merepotkanmu.”

“Aniyo oppa, kali ini kau harus merasakan masakanku, arraseo?” katanya lalu tertawa.

“Arraseo, aku mandi dulu. Lelah sekali syuting seharian. Aku akan datang 30 menit lagi.”

“Geurae oppa, aku akan memasak dulu untuk makan malam kita.”

Lalu aku cepat-cepat menyambar handukku dan mandi. Hyungdeul sampai heran karena tadinya aku benar-benar sudah lemas karena lelah. Aku pun mengenakan celana hitam, kaus hitam dan jaket kain warna hitam. Aku setengah berlari ke luar pintu dorm.

“Mau kemana wookie?” tanya Yesung hyung.

“Hanya ke lantai 9 hyung!” jawabku tergesa-gesa.

“Telanjang kaki?” tanyanya geli.

Mwo? Aku lupa memakai sepatu! Babo! Aku pun menyambar sepatu sneakers converse hitam ku. Untung Yesung hyung memperhatikanku.

“Gomawo hyung! Aku pergi sebentar!” teriakku sambil lari menuju pintu.

Aku memencet bel apartemennya. Semenit kemudian ia membukakan pintu untukku. Woow ia mengenakan celemek berwarna biru muda yang bertuliskan ‘Cooking is Fun!’. Dibaliknya ia mengenakan jeans abu-abu muda dengan kemeja putih longgar dengan tank top hitam di dalamnya. Seksi!

Ia tersenyum. “Kau terlalu cepat 10 menit oppa, aku belum selesai memasak, silakan masuk, maaf masih agak berantakan. Aku belum menatanya dengan baik, setidaknya bersih oppa,” katanya malu-malu.

Mwo? Aku melihat jam tanganku. Ternyata benar. Kuharap ia tidak menyadari ketergesaanku. “Gwaenchanayo, ini sudah cukup rapi dibanding dorm kami sebenarnya. Mau kubantu memasak?” tawarku saat aku masuk ke ruang tamunya.

“Tidak usah oppa, aku hanya memasak sesuatu yang praktis, lagipula sudah akan matang, kau duduk saja di sofa atau main piano itu,” katanya,” aku akan kembali 10 menit lagi,” lanjutnya.

“Ah, kau punya piano?” tanyaku terkejut.

“Ne oppa, di sebelah sana,” katanya menunjuk piano putih di sudut ruang TV ,” mainkan saja lagu kalian untukku,” katanya sambil melangkah menuju dapur.

“Arra,” aku melangkah menuju piano itu. Aku pun memainkan lagu Sorry Sorry Answer untuknya.

 

 Hyora POV

Aku kembali ke dapur untuk melihat masakanku. Terdengar alunan piano dari lagu yang belum pernah kudengar. Indah. Tapi mungkin aku yang baru di Korea ini belum tau lagu apa itu. Namja itu…terlihat sangat keren dengan gayanya. Mungkin penampilan artis disini memang seperti itu. Berbeda dengan American Boys yang cenderung agak cuek dengan penampilan atau berpenampilan ala hip hop.

Ah fetuccini nya sudah matang. Aku pun menyajikan masakan-masakanku di meja makan dekat dapur lalu merapikan alat-alat masak dan dapurku sebentar.

“Oppa..ayo kita makan,” kataku padanya.

Ia pun menghentikan permainan pianonya lalu berdiri dan melangkah menuju dapur.

“Kau tidak keberatan makan western food kan oppa?” tanyaku

“Ani. Aku akan mencoba semua masakanmu,” katanya sambil tersenyum,” kau memasak apa saja?” tanyaku saat melihat menu yang ada di meja.

“Fetuccini dengan ham yang kuberi saus pedas sesuai selera orang Korea, Onion ring dengan tepung bumbu yang pedas, dan Kentang nugget dadu mayonnaise,” kataku menunjuk semua makanan di meja.

“Baiklah, ayo kita makan,” kataku lagi. Kami duduk berseberangan. Ia pun mulai mencicipi masakanku satu per satu. Aku menunggu reaksinya. Wajahnya tampak tidak terbaca. Apakah ia menyukainya? Atau ia tidak suka makanan eropa?

“Ini enak sekali, maukah kau mengajariku memasak ini kapan-kapan?” katanya sambil tersenyum

Aku tersenyum lega, “ tentu saja oppa, aku juga akan memintamu mengajariku memasak masakan Korea, terutama sayuran. Baru kali ini aku ingin makan sayuran kau tau dan itu karena masakanmu waktu itu,” kataku lalu memakan makananku.

 

Ryeowook POV

“Baiklah, ayo kita makan,” ajaknya. Kami duduk berseberangan. Aku pun mulai mencicipi masakanku satu per satu. Ini enak sekali. Tapi aku tidak mengatakan apa-apa. Ia seperti menunggu reaksiku dan belum memakan makanannya juga. Aku ingin sekali tertawa melihat ekspresi khawatirnya yang lucu itu.

“Ini enak sekali, maukah kau mengajariku memasak ini kapan-kapan?” kataku sambil tersenyum

Dia tersenyum lega, “ tentu saja oppa, aku juga akan memintamu mengajariku memasak masakan Korea, terutama sayuran. Baru kali ini aku ingin makan sayuran, kau tau dan itu karena masakanmu waktu itu,” katanya lalu memakan makanannya. Aish, untung ia sedang menunduk kalau tidak bisa-bisa ia melihat wajahku yang memerah ini. Wajahku terasa panas.

“Oiya, kiriman barang-barangmu yang kedua kapan sampai?” tanyaku.

“3 hari lagi oppa. Appa dan eomma juga menanyakan keadaanku disini dan aku menceritakan tentang kau juga,” katanya polos.

Yeoja ini benar-benar yeoja yang terbuka. Mungkin gaya hidup di Amerika memang membuat orangnya terbiasa bicara blak-blakan begini. Dan hal itu sukses membuatku gugup karena malu.

“Benarkah? Apa yang kau ceritakan?” tanyaku penasaran.

“Bahwa aku beruntung bertemu seorang namja di supermarket yang lalu memasak untukku dan mengenalkanku pada banyak orang dan juga sangat ramah dan baik. Aku juga bilang bahwa kau adalah anggota boyband yang terkenal disini. Appa berkata syukurlah aku bisa bertemu dengan orang baik jadi ia tidak terlalu mengkhawatirkan aku lagi. Gomawo oppa,” katanya lalu tertawa riang

“Ah, ne. Katakan pada appamu bahwa aku akan menjagamu dengan baik di sela-sela kesibukanku. Aku akan memperkenalkanmu pada kota ini,” kataku.

“Geurae?jinjja? Asiiikkkk…” katanya

Kami pun makan malam sambil ngobrol dengan riang. Lalu ia memintaku bermain piano lagi.

***

Hyora POV

Aku baru mulai kuliah  minggu depan jadi minggu ini aku akan menyelesaikan acara beres-beres apartemen. Aku senang menata rumah jadi berhubung aku tinggal sendiri apartemen ini harus ku desain sesuai dengan seleraku. Jadi aku memutar music-musik upbeat dari Super Junior dan lagu-lagu Hip hop lalu membersihkan barang-barangku yang masih tertumpuk di dalam kardus-kardus di gudang sambil menyanyi. Aku terus beres-beres sampai malam lalu beristirahat karena lusa barang-barang yang lain masih akan datang jadi aku akan menata rumah saat barang-barang itu datang.

Aju meolli, aju meolli meon gose ineyo geudaeye maeireun bom narira mideo

Aju meon nal, aju meon heunal geudae nareul mannamyeo neul hamkke yeotago yaegi haejwo

Nada dering ponselku terdengar saat aku merebahkan diri di tampat tidur setelah aku mandi untuk melepas lelah.

“Yoboseyo?” jawabku.

“Yoboseyo Hyora-ssi, ini aku,” terdengar suara Wookie oppa di seberang sana.

“Ne oppa? kau baru pulang? Kau terdengar sangat lelah.” tanyaku khawatir.

“Ne. Hari ini melelahkan sekali. Kegiatannya lebih sedikit dari kemarin tapi entah mengapa aku merasa lebih lelah. Apa yang kau lakukan hari ini?”

“Hari ini aku mengeluarkan sebagian barang-barangku yang masih di kardus dan membereskannya seharian. Aku ingin menata apartemen tapi belum kulakukan karena aku menunggu barang-barang yang akan sampai lusa. Jadi aku hanya membereskan barang-barang yang mudah dipindahkan saja. Istirahatlah oppa, apa kalian semua sudah makan?Mau aku masakkan?”

“Aniyo Hyora-ssi, kau juga istirahatlah saja. Tadi kami sudah membeli jajangmyeon dan ddukboki untuk makan malam. Kau sudah makan?”

“Sudah oppa, hari ini aku hanya menggoreng chicken nugget karena tidak sempat masak macam-macam.”

“Geuraeyo? Beristirahatlah dengan baik. Minggu ini aku masih agak sibuk. Minggu depan aku akan menemanimu keliling kota ini. Kapan kau mulai masuk kuliah? Apakah kau sudah mengurus surat kepindahanmu dari Cambridge ke Inha?”

“Sudah oppa, aku mulai kuliah minggu depan,” kataku.

“Arraseo, jangan terlalu lelah, beristirahatlah besok. Kami ada talk show dan acara musi di TV besok jadi kau harus menontonnya ya?”

“Ne..ne..tentu saja oppa! Hwaiting!“ kataku

“Geurae. Kami akan makan malam sebentar lagi. Selamat malam hyoora-ssi.”

“Istirahatlah dengan baik oppa. Selamat makan dan selamat malam,” kataku lalu menutup telepon.

***

Ting tong.. Bel apartemenku berbunyi. Aku meninggalkan kentang yang sedang ku goreng dan berjalan menuju pintu pintu.

Aku membuka pintu apartemenku. Ah, ternyata sisa kiriman barang-barang ku sudah datang. Aku berterima kasih kepada ahjussi pengantar barang yang telah membantuku memasukkan barang-barangku ke dalam apartemen dan memberinya sekeranjang penuh buah sebagai ucapan terima kasih. Ah well, ternyata banyak juga barang-yang masih belum kubereskan.

Aku kembali ke dapur untuk mengangkat kentang gorengku lalu menambahkan saus dan mayonnaise serta bubuk cabai untuk sarapanku. Sarapan sambil nonton tv kupikir akan menyenangkan sebelum memulai pekerjaan menata apartemenku lagi.

Ting Tong…Apakah ada barang yang ketinggalan?

“Ne, apakah ada yang ketinggalan ahjussi?” tanyaku saat membuka pintu.

Aku tertegun melihat orang yang ada di depanku.

“Ahjussi?apakah kita setua itu?” kata Leeteuk oppa pada yang lain.

“Op…op…oppadeul?” gagapku.

“Bagaimana bisa kau memanggil kamu ahjussi ha? Kalau Leeteuk hyung aku masih bisa terima! Aku hanya 3 tahun lebih tua darimu!” kata Kyuhyun oppa.

Pletak! Mendaratlah jitakan Leeteuk oppa dengan mulus di kepala Kyu oppa.

“Ya! Kau! Enak saja kau memanggilku ahjussi, aku baru 29 tahun tau!” kata Leeteuk oppa.

“Hahahahahahahahahahaha…” aku tertawa melihat adegan itu. Mereka ini.

“Mengapa kau tertawa Hyora-ssi?” tanya Yesung oppa penasaran.

“Kalian ini benar-benar lucu. Ah, iya, apa yang kalian lakukan disini? Jwoingsohamnida oppadeul, kukira ahjussi yang mengantarkan barang-barangku tadi kembali lagi,” kataku sambil membungkukkan badanku sekilas.

“Ah, kami datang karena Wookie berkata bahwa hari ini kau akan menata apartemenmu jadi kami memutuskan untuk membantu,” jawab Eunhyuk oppa yang sukses membuat wajah Wookie oppa memerah. Aigoo imut sekali!

“Jinjja oppa? Kalian tidak perlu repot-repot. Kukira kalian sedang sibuk minggu ini? Masuklah dulu oppadeul,” kataku mempersilakan mereka masuk.

“Memang minggu ini kami sibuk tapi hari ini kebetulan jadwal kami dipindah ke minggu depan, pantas saja Wookie langsung bersemangat dan senang sekali,” kata Donghae oppa jail membuat wajah Wookie oppa kembali memerah. Aneh Wookie oppa daritadi hanya diam saja diledek oleh mereka.

“Mianhae apartemenku masih berantakan, apa kalian sudah makan? Aku sedang sarapan kentang goreng tadi,” kataku.

“Kami sudah makan Hyora-ssi, pagi-pagi Wookie sudah membuatkan susu cokelat dan telur dadar untuk kami. Kau selesaikan saja makanmu. Ngomong ngomong sarapanmu itu sama saja dengan cemilan Shindong,” kata Heechul oppa.

“Hahaha…baiklah oppa, tapi nanti makan siang kalian harus makan masakanku sebagai imbalan atas bantuan kalian, arraseo?” kataku sambil pura-pura berkacak pinggang.

“Arra!” kata mereka semua dengan semangat. Aku pun menghabiskan kentangku sambil memperhatikan tingkah mereka yang sedang bercanda satu sama lain.

“Oppadeul, barang-barang yang dikirim kali ini adalah computer, pakaian, laptop, dan berbagai barang-barang kecil yang tertinggal saat mereka mengirim piano dan sebagian bajuku. Sebenarnya aku tidak butuh banyak bantuan untuk membereskan itu hanya saja aku ingin mendekorasi apartemenku agar aku lebih nyaman,” kataku setelah mencuci piring.

“Gwaenchana, kami akan membuktikan selera dekorasi kami. Kau bereskan saja pakaianmu di kamar. Kami akan mengurus ruangan ini dan ruangan lainnya,” kata Sungmin oppa.

“Arraseo, gomawo oppadeul,” aku pun berjalan menuju kamarku bersama Wookie oppa yang membantu membawa kardus berisi pakaian yang belum kubongkar. Lalu ia keluar untuk membantu yang lain setelah meletakkan kardusku di sisi tempat tidur.

Aish! Jinjja! begitu banyak yang mereka kirimkan, seperti akan mengasingkanku saja. Padahal aku kan bisa membeli sebagian dari barang-barang itu disini. Oppadeul pasti repot membereskan barang-barang itu. Aku mengeluarkan semua pakaianku dan melipatnya lalu menyusunnya di lemari pakaianku. Lalu aku memasang seprai dan bedcover berwarna biru muda di kamarku yang berwarna pastel lembut. Aku juga membereskan meja riasku dan menata peralatan mandiku dengan rapi di kamar mandi. Aku juga tidak lupa memasang fotoku dan foto keluargaku di dinding kamarku. Menyempatkan diri memandang wajah mereka dari tepi tempat tidurku. Eomma, appa, uri namdongsaeng Han Joowon. I miss you all though I’ve just spent several weeks here. Ahhh, aku bangkit dari tempat tidurku dan melangkah keluar dari kamarku.

Mwo? Mereka sudah berdiri menunggu di depan kamarku.

“Taddaaaaaaa,” kata mereka. Astaga! Mereka memindahkan semua letak barang-barangku tapi anehnya aku menyukai itu semua. Tampak rapi dan menyenangkan. Piano ku dipindah ke sudut yang berbeda. Di sudut yang tadinya ada piano itu kini ada sebuah meja pualam dengan berbagai pigura di atasnya. Foto-foto keluargaku yang ada di kardus di luar. Dan omo! Mereka memasang poster mereka di dinding! Dasar narsis! Aku melihat semua sudut apartemenku kini. Nyaman.

“Aku tidak ingat punya poster seperti itu diantara daftar barang yang kuminta untuk di kirim oleh appaku?” tanyaku setengah geli.

“Ah, karena kami adalah teman pertamamu di Korea maka kami memutuskan untuk membuatmu selalu ingat pada kami. Dengan begini kau bisa melihat wajah kami setiap hari. Jadi kau akan dapat mengatasi kerinduanmu pada kami…hahaha,” kata Eunhyuk oppa bangga.

“Mwo? Dasar narsis!” kataku. Gamsahamnida oppadeul. Ini lebih baik daripada yang mampu kubayangkan akan kulakukan sendiri,” kataku.

“Cheonmaneyo. Sama-sama Hyora-ssi,” kata Leeteuk oppa.

“Baiklah, kalian bersantailah dulu. Bermainlah piano atau menyanyi bersama atau menonton TV, erserah kalian. Aku akan menyiapkan makan siang dulu ya?” kataku.

“Geuraeyo Hyora-ssi. Kami memang sudah mulai lapar,” kata Kyu oppa.

“Aku akan membantumu,” kata Ryeowook oppa lalu berjalan menemaniku ke dapur.

Aku membuka pintu kulkasku. Ayam, nugget, telur, cabai segar, dan bahan-bahan lain. Ryeowook oppa membantuku memasak nasi. Aku pun mulai membuat berbagai macam masakan. Telur dadar gulung isi siomay yang dipotong menjadi rolade, nugget dicampur sosis dan kentang saus teriyaki, fillet ayam koloke yang merupakan resep dari Eomma,  jamur crispy pedas dan yang terakhir adalah cocktail es. Semua adalah makanan yang mudah dan cepat dimasak. Ryeowook oppa memperhatikan cara memasakku selama membantuku ini itu.

“Wah, ternyata masakanmu tidak terlalu sulit ya? Dan hasilnya enak,” katanya.

“Ne oppa, karena aku tinggal sendiri aku tidak mau merepotkan diri sendiri kecuali sedang memiliki waktu senggang. Nanti kau harus mengajariku memasak sayur yang enak ya oppa? Terutama soup!” kataku.

“Tentu saja. Ayo kita sajikan di meja makan, mereka akan menghabiskan semua ini dalam hitungan menit!” katanya sambil tersenyum manis.

“Kajja oppa!” kataku riang.

 

Ryeowook POV

Yeoja ini ternyata sangat kreatif dalam memasak makanan yang sederhana. Karena meja makan Hyora tidak cukup untuk menampung kami ber-11, maklum ia tinggal sendiri, kami pun meletakkan peralatan makan dan nasi di meja ruang tamu. Terdengar suara alunan Piano yang dimainkan Teukie hyung dan lagu Marry U yang mereka nyanyikan bersama sambil menunggu kami. Tapi begitu mereka melihat kami menata meja, mereka membantu kami membawa masakan Hyora dan peralatan makan lainnya di meja.

Setelah semuanya siap di meja Siwon oppa berkata,” ayo kita doa makan,” dan ia pun memimpin doa makan kami.

“Amen,”

“Mari makaaaaaaaaaannnnnn,” kata kami lalu mulai makan.

“Ini enak sekali Hyora-ssi, masakan dari mana ini? Aku tidak pernah makan masakan yang rasanya seperti ini?” tanya Shindong hyung menunjuk Fillet yang tadi kata Hyora bernama koloke itu.

“Itu Chinese food oppa,” katanya.

“Ah, aku jadi teringat pada Hangeng, kangen sekali padanya,” kata Heechul hyung.

“Siapa itu Hangeng?” tanya Hyora yang duduk disampingku.

“Dia adalah member super junior saat pertama kami bergabung. Tapi ia sudah kembali ke China sekarang karena ia berasal dari sana. Kami masih sering merindukannya tapi dia dan kami sama-sama sibuk sehingga belum bisa bertemu sejak ia keluar dari grup,” jelasku.

“Arraseo. Makanlah yang banyak oppaseul,” kata Hyora riang berusaha mencairkan suasana yang tadi sempat canggung.

“Ne! Kajja kita menghabiskan makanan Hyora-ssi!” kata Donghae hyung.

Setelah makan kami bersama membereskan peralatan makan dan memasukkan nya ke dalam mesin pencuci piring.

***

Han Hyora adalah teman memasak yang menyenangkan. Kami sering bertukar resep di waktu senggang kami dan ia juga membantuku memasak untuk member-member yang lain sesekali.  Seperti sekarang ini dia sedang mengunjungi dorm kami ketika kami sedang istirahat dari latihan dance kami. Tadi ia membawakan kue kering buatannya untuk kami semua. Katanya kue itu sebagai ucapan terima kasih karena kami sudah mengajaknya berkeliling kota Seoul beberapa hari yang lalu. Kami berdua pun mulai menjadi terbiasa untuk saling mengirim kabar baik melalui sms maupun melalui telepon. Katanya hari ini hari sabtu dan dia tidak ada kuliah. Yeoja ini menarik. Dia lugas, blak-blakan dalam berbicara, mungkin pengaruh didikan lingkungan amerikanya, ia juga sedikit tomboy kadang-kadang, cenderung cuek, tapi kadang juga sangat manis. Ia sangat ceria dan menyenangkan.

 

Hyora POV

Mereka ini artis yang menyenangkan. Berada bersama mereka seperti memiliki teman lama. Selama hampir dua bulan berkenalan dengan mereka aku kini mulai terbiasa dengan tingkah mereka yang kadang-kadang aneh tetapi lucu. Seperti memiliki banyak kakak. Terutama Wookie oppa. Kini kami sudah terbiasa saling mengirim kabar baik sekedar lewat sms maupun telepon. Dia adalah namja yang baik. Dia pintar memasak. Kami sering bertukar resep di waktu senggang kami. Saat aku sedang tidak kuliah atau tidak banyak tugas dan wookie oppa sedang tidak ada jadwal maka kami akan memasak bersama. Dia juga ternyata sama jailnya denganku sehingga kami sering bekerja sama menjaili Teukie oppa atu Eunhyuk oppa. Kadang kami juga berkonspirasi dengan si evil Kyu oppa dan devil Heechul oppa. Yang membuatku merasa aneh adalah aku hanya doyan makan sayuran dan soup buatan wookie oppa.

“Hyo-ah,” panggil Eunhyuk oppa.

“Ne?” aku yang sedang memakan jajjangmyeon buatan Wookie oppa menjawab sambil mendongak pada Eunhyuk oppa.

“Setelah 2 bulan lebih kau berada disini, apa kau sudah menjadi elf sekarang?” tanyanya sambil nyengir gaje.

“Ne!” kataku bersemangat \(^o^)/

“Kalau begitu siapa yang kau suka diantara kami semua?” tanya Donghae oppa tertarik sampai tidak melihat jajjangmyeon nya yang diam-diam dicomot-comot oleh Kyuhyun oppa. Rupanya topik siapa yang kusuka dari Super Junior lebih menarik dibandingkan makan siang Jajjangmyeon kami.

“Aku suka kaliaaaan semuaaaaa,” kataku berdiplomasi.

“Ah, kau pastinya lebih menyukai yang satu daripada yang lain kan? Ayolah…” kata Eunhyuk oppa.

“Ne! Aku suka Teukie oppa, Yesung oppa, Donghae oppa, Sungmin oppa dan Wookie oppa!” kataku semangat.

“Mwo? Apa itu?! Banyak sekali dan kenapa aku tidak termasuk?” tanya Chullie oppa.

“Karena oppa lebih cantik dan feminin dariku jadi aku merasa minder oppa…hehehe Lalu Shindong oppa sering mengambil jatah makananku, Eunhyuk oppa terlalu yadong, Siwon oppa terlalu sempurna dan kurasa memiliki tipe yeoja yang sempurna juga dan memikirkan itu saja sudah membuatku cemburu sebagai elf!” kataku sambil pura-pura menghitung dengan jariku.

“Lalu bagaimana dengan aku yang sangat keren ini?” tanya Kyu oppa.

“Kau…terlalu sering menjailiku oppa!” kataku sambil mehrong.

“Mwo? Memangnya apa yang kau sukai dari mereka semua?” tanya Kyu oppa lagi.

“Teukie oppa tampan, baik dan sangat sabar menjadi hyung kalian. Donghae oppa tampan dan ceria, ia juga memiliki badan yang sangat bagus, pokoknya ia keren! Yesung oppa memiliki suara yang khas dan seksi. Sungmin oppa memiliki senyum yang sangat manis dan suaranya juga bagus, Ia juga sangat baik tidak sepertimu oppa hahaha lalu Wookie oppa, dia baik sekali, suaranya unik dan hanya dia yang membuatku bisa makan sayuran,” kataku.

 

Wookie POV

Omo? Apa itu? Dipuji seperti itu saja membuatku sangat senang seperti ini?  Padahal semua orang dipuji juga oleh Hyora. Aku benar-benar sudah menjadi orang yang aneh sekarang. Aish! Yeoja  ini! Sudah 2 bulan aku mengenalnya tapi aku masih belum terbiasa juga dengan sikap blak-blakannya.

“Hyora-ssi, apa kau sudah selesai makan? Ayo kuantar pulang,” kataku.

“Ne oppa, kajja! Aku pulang dulu ya oppadeul. Gamsahamnida atas makan siangnya. Oppadeul Hwaiting! Annyeong!!” katanya sambil melambai pada semua member.

“Annyeong Hyora-ssi!” kata mereka serempak.

Aku pun mengantarkan Hyora kembali ke lantai 9.

“Masuklah dulu oppa,” katanya sambil mempersilakan aku masuk.

“Ne,” aku pun melangkah masuk ke apartemennya.

“Oppa, kemarin aku mendapat berita menarik dari temanku,” katanya sambil duduk di sofa lalu menepuk tempat kosong di sofa itu. Aku pun duduk di sebelahnya.

“Jinjja? Apa itu?” tanyaku.

“Kemarin teman baikku di kampus, Oh Chae Ri bercerita tentang idola Korea yang belum lama ini lulus dari kampusku. And guess what? Idola itu ternyata dari jurusan yang sama denganku,” katanya dengan menaikkan alis tanda penasaran. Aku menjadi gugup.

“Benarkah? Bukankah ada banyak artis yang kuliah di Inha University jurusan musik?” kataku.

“Memang oppa. Tapi seingatku aku tidak pernah memberitahu oppa kalau aku kuliah jurusan music di Inha. Sepertinya kita satu almamater oppa. Kebetulan yang sangat aneh bukan?” tanyanya.

“Geuraeyo, aku mengaku. Aku memang lulusan Inha dan aku tau tentangmu dari hoobaeku yang masih kuliah di Inha karena mereka kagum dengan suaramu,” jelasku.

“Kenapa kau tidak bilang dari dulu oppa kalau kau adalah sunbaeku?” tanyanya lagi.

“Karena aku baru tau sebulan yang lalu dan aku belum dapat kesempatan mendengarmu bernyanyi. Jadi, sekarang kita bisa memasak sambil menyanyi bersama kan?” tanyaku

“Geurae oppa,” katanya sambil tersenyum.

***

“Aku pulang,” kataku saat sampai di dorm lagi. Kulihat semua member masih berkumpul di lantai 11. Ada apa ini? Apa ada rapat yang tidak ku ketahui? Apa manajer hyung member kita jadwal dadakan?” tanyaku sambil mengambil minuman lalu menyurukkan tubuhku di sofa dan duduk disebelah Yesung hyung.

“Aniyo Wookie-ah, hanya saja ada topic penting yang sedang kami bicarakan,” kata Yesung hyung sok misterius. Aneh, biasanya dia sangat terbuka terhadapku.

“Geuraeyo? Topic apa?” tanyaku tertarik. Aku meminum air mineral yang tadi kuambil di kulkas untuk menyegarkan tenggorokanku yang kering.

“Kapan kau akan menyatakan perasaanmu pada Hyora-ssi?” tanya Eunhyuk hyung yang sukses membuatku memuncratkan air yang sedang kuminum padanya.

“Ya! Kau ini!” serunya.

“Mian hyung! Habisnya kau ini mengagetkanku saja! Kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu hyung?”

“Karena kami semua penasaran tentang itu,” kali ini Shindong hyung yang bicara.

“Mwo? Kalian semua? Memangnya tampak sejelas itukah perasaanku padanya hyung?” tanyaku.

“Kami kan sudah mengenalmu lama Wookie, tampangmu yang selalu berseri saat ada Hyora-ssi, membujuk kami semua untuk membantunya menata apartemen, wajahmu yang memerah jika mendengar ia memujimu. Kau tertangkap basah!” Kata Heechul hyung.

“Baiklah, aku memang menyukainya. Tapi aku tidak yakinn bagaimana perasaannya terhadapku hyung. Kau kan tau sendiri dia memang orang yang sangat ramah dan blak-blakan. Dan dia memang terbuka dengan semua orang.

“Jadilah pria sejati dan katakana perasaanmu Wookie-ah, kami akan membantumu,” kata Teukie hyung.

“Membantuku? Eoddeohge hyung?” tanyaku penasaran.

“Aku punya ide!” kata Kyuhyun.

***

Hyora POV

Aju meolli, aju meolli meon gose ineyo geudaeye maeireun bom narira mideo

Aju meon nal, aju meon heunal geudae nareul mannamyeo neul hamkke yeotago yaegi haejwo

HP ku berbunyi.

“Yoboseyo?” jawabku.

“Yoboseyo Hyora-ssi. Ini aku, Donghae. Apakah hari sabtu ini kau ada waktu?” kata suara itu.

“Oppa? Aku hari sabtu tidak ada acara. Memangnya ada acara apa oppa?” tanyaku.

“Sudah kau ikut saja. Kami ingin memberi hadiah untuk Wookie. Kau berdandanlah. Aku akan menjemputmu jam 5 sore, arraseo?”

“Arraseo oppa,”

***

Hari ini Donghae oppa akan menjemputku untuk memberi hadiah pada wookie oppa. Aku sendiri sudah menyiapkan sarung HP rajutanku berwarna biru dengan inisial SJ dan hiasan berbentuk bintang berwarna putih.

“Kita mau kemana oppa?” tanyaku pada Donghae oppa saat kami melaju di mobil yang disetir oleh Sungmin oppa.

“Menuju tempat dimana kami akan memberikan hadiah untuk Wookie,” jawabnya sambil tersenyum.

“Ne! Hari ini adalah hari perayaan 6 tahun debut kami dan kami ingin member hadiah pada Wookie sesuatu yang sudah lama ia inginkan,” kata Leeteuk oppa yang duduk di sebelah Sungmin oppa sementara aku dan Donghae oppa duduk di belakang Audi hitam itu.

“Ah, ternyata begitu.”

Ryeowook POV

Kemana hyung-hyungku itu pergi? Kenapa aku disuruh menunggu di tempat seperti ini? Dasar mereka ini! Seharusnya aku tidak menuruti kata-kata mereka. Aku berjalan menuju pintu keluar taman hiburan. Kulihat mobil Sungmin hyung datang menghampiriku.

Aish! ini semua gara-gara Kyuhyun. Bocah magnae itu tiba-tiba mengatakan kalau dia puny aide tapi tidak mau menngungkapkan idenya bila ada aku. Jadi aku diusir dari lantai 11 dan disuruh memasak untuk mereka di lantai 12 sementara mereka membicarakan ide Kyuhyun dan jadilah aku disuruh menunggu di taman hiburan yang sudah disewa ini sendirian. Lalu mobil Sungmin hyung dan Siwon hyung datang. Kenapa mereka datang bersama sementara aku harus datang duluan dan menunggu dengan pakaian resmi seperti ini.

Katanya hari ini kami akan merayakan 6 tahun debut kami dengan bermain sepuasnya dan makan malam di taman hiburan. Dasar! Seperti anak kecil saja! Aku terus mengomel dalam hati sampai mereka keluar dari mobil mereka.

“Selamat hari debut yang ke 6 Wookie-ah!!” kata Yesung hyung.

“Chukae hyungdeul! Chukae Kyu!” Kenapa ingin bermain saja kita harus memakai pakaian resmi seperti ini?” tanyaku.

“Karena kami ingin memberi hadiah untukmu. Jadi konsep hari ini adalah jujurlah dengan perasaanmu Wookie-ah. Apa kau sudah siap?” tanya Heechul hyung.

“Maksud kalian?” aku tidak mengerti dengan perkataan mereka.

Sungmin hyung membuka pintu belakang mobilnya dan mereka semua serentak berkata,”Surprise!!”

Omo!Omo! Iputta! Cantik sekali! Ia mengenakan gaun pendek 5 cm diatas lutut berwarna peach dengan rambut yang dikeriting dan make up tipis. Jantungku berdetak tidak karuan melihat yeoja ini.

“Hyora-ah,” sapaku pelan.

“Oppa,” jawabnya.

Kami pun bermain di wahana-wahana yang ada bersama-sama. Lalu member yang lain meninggalkan aku berdua dengan Hyora untuk makan malam. Entah apa yang mereka makan mala mini tanpa masakanku. Semoga mereka membeli makanan yang cukup bagi mereka. Hehehe. Tiba-tiba..

Duarrr…duarrrr…kembang api bermunculan di langit malam itu. Ini pasti akal dari Teukie oppa, master cassannova kami.

“Indah sekali oppa,” kata Hyora.

“Ne, Hyora-ah,” jawabku.

“Ah ya aku membuatkanmu sarung HP oppa. Chukae untuk 6 tahun debutmu. Sekarang kau sudah menjadi idola yang sangat terkenal. Walaupun aku tidak melihat debutmu dari awal setidaknya aku mengenalmu dengan baik belakangan ini. Oppa Hwaiting!” katanya.

“Gomawo Hyora-ah. Aku suka sekali hadiah ini,” kataku sambil tersenyum padanya. Ayo katakana Wookie! Semua sudah bersusah payah menciptakan kesempatan untukmu! “Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu Hyora-ah,” kataku saat kami sudah selesai makan.

“Ne oppa?” tanyanya.

“Saranghae Hyora-ah. Aku jatuh cinta padamu saat kita berkenalan setelah aku menabrak trolimu. Maukah kau menjadi yeojachinguku?” akhirnya aku memberanikan diri mengatakannya lalu menahan napasku menunggu jawaban darinya.

“Ne, dengan saru syarat oppa?” katanya.

“Mwo? Apa itu?” tanyaku kaget.

“Teruslah membuatkan sup dan sayuran untukku karena aku hanya akan memakan buatanmu saja.”

“Tentu saja Hyora-ah,” aku pun bangkit dan mencium keningnya.

“Ehm! Sepertinya kita dilupakan hyung. Lebih baik kita ke Babtol saja yuk. Aku lapar!!” kata Kyuhyun mengagetkan aku dan Hyora.

“Eh? Jadi kalian belum makan? Kupikir kalian meninggalkanku,” tanyaku.

“Mana mungkin kami melewatkan kesempatan untuk mengetahui hasilnya. Untung tadi aku sudah memesan Ayam goring langganan kita untuk diantar kesini. Sebentar lagi pasti sampai. Aku sudah berjaga-jaga. Kalau tidak bisa-bisa kita pingsan sebelum sampai ke Babtol,” kata Teukie hyung.

“Ah hyung, kau memang leader yang baik,” kata Eunhyuk hyung merayu.

“Ah tidak, karena ini adalah perayaan Wookie maka ia yang akan mentraktir kita semua,” kata Donghae hyung.

“Mwo?”

END

11 thoughts on “I Hate Soup But, He Loves It!

  1. ujung nya g enak banget!!
    masa gara2 Wookie oppa yang perayaan jadi dia yang bayar??
    itu ide siapa mank nya??
    Aigoo~
    oppadeul ikhlas g sich???
    keren Chingu…
    aku suka ffnya…
    buat ff Wookie oppa yang banyak ya..
    he3x..
    Gomawo~

  2. wuahh syaa terharuu mengharu biru mmbacanyaa… *halah*

    tpi benerann lohh, kereeen chingu…

    wookie oppa jjang..:)

  3. Keterlaluan deh tuh Donghae masa hrus wookie yg byar cmn gr2 dy mngadakn perayaan..
    FF’y keren chingu^^ ngu^^

  4. wah wookie nyataiin cintanya sama blak-blakannya dengan si Hyora hahahaha

    nice ff chingu… ada lagi gak ff lain yg (buatan chingu pstinya) tentang wookie????
    aku penasaran baca hehehehehe….

  5. Gomawo semua yang udah baca^^
    Iya tuh si Donghae emang jail banget…
    Member yang lain ngebantuinnya ga ikhlas banget yaa…hehe
    Iya si Wookie ketularan gaya blak2annya Hyora kayaknya…LOL
    Ini baru ff kedua author…
    yg pertama tokohnya si Leeteuk sama Yesung yang Voice Of Love
    Pengennya sih tiap ff nyoba bikin main casts nya beda..tapi ntar coba bikin yg Wookie oppa lagi deh
    ^^
    Thanks yaaaaa buat komennyaa….^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s