True Love [part 9]

Author           : Eunhaekyu

Main Cast       : Super Junior Lee Donghae, Choi Hye ri, Super Junior Cho Kyuhyun

Support Cast  : Super Junior Eunhyuk, Super Junior Ryeowook, Jessica SNSD,

Rating             : All Ages

Genre             : Romance, Love, Friendship, Commedy

Hye ri’s POV

Aku membuka kedua mataku dengan malas. Namun sinar matahari tetap maksa masuk kedalam kamarku sehingga mau tidak mau aku harus bangun dari tidurku. Tidak ada kegiatan yang berarti hari ini. Lagipula aku juga malas melakukan aktivitas apapun. Badanku masih lumayan lemah dan dengan suasana hatiku yang buruk beberapa hari ini semakin menambah kemalasanku untuk beraktivitas.

 

’Ting Tong’ bel rumahku berbunyi. Siapa pagi – pagi datang kesini? Mengganggu saja. apa dia tidak tahu aku sedang malas bertemu dengan seseorang? Apa mungkin itu Hyun Hee? Dia pasti khawatir dengan keadaanku dan berniat menjengukku.

 

’Ting Tong’ bel kembali berbunyi. Dengan terpaksa aku beranjak dari ranjangku dan turun ke lantai bawah untuk membukakan pintu. Aku berjalan dengan sedikit terhuyung karena kepalaku yang masih sedikit pusing dan ditambah dengan kondisi jasmaniku yang masih lemah ini.

 

’Ting Tong’ aiisshhh tidak sabaran sekali orang ini. “Ne, Nuguseyeo?“ aku mencapai pegangan pintu kemudian membukanya.

 

“Yak, kau ini lama sekali membuka pintunya. Kau sudah seperti Ddangkoma saja yang jalannya sangat lambat. Bahkan sepertinya jalan Ddangkoma lebih cepat daripada kau” Kyuhyun sudah berdiri didepan rumahku dengan penyamaran lengkapnya. Tentu saja aku tahu itu dia karena hanya dia yang bisa mengucapkan kata – kata iblis seperti itu.

 

“aiissshhhh Kyuhyun~ssi. kau ini. Jalanku tidak lambat. Dan neo? Apa yang kau lakukan disini pagi – pagi begini? Kau sedang tidak sibuk?“ ucapku dengan sedikit emosi. Siapa lagi yang bisa membuat orang emosi di pagi hari seperti ini kalau bukan si evil Cho Kyuhyun. Aiiisshhh aku jadi ingin mencincangnya kalau saja aku punya tenaga super sekarang.

 

“begini caramu menyambut tamu? Kau membiarkan tamu terhormat berdiri saja diluar tanpa mempersilahkan masuk?“ tanyanya padaku. Namun belum sempat aku membalas ucapannya dia sudah masuk begitu saja ke dalam rumahku dan duduk di sofa. Astaga kalau aku punya darah tinggi, pasti darah tinggiku sudah kambuh dari tadi melihat kelakuannya itu.

 

Aku mendengus kesal kemudian menyusulnya di ruang tamu.

 

Kyuhyun’s POV

Hahahahahaha aku senang sekali melihat ekspresi jengkel nya itu. Apalagi saat dia mendengus kesal padaku. Dia semakin terlihat cantik kalau sedang seperti itu. OMO apa yang aku katakan ini? Kalau sampai dia mendengarnya pasti penyakit narsis dan PD nya akan muncul dengan berkali – kali lipat.

 

“apa maumu sebenarnya datang kesini? Tidak mungkin kau datang kesini hanya ingin beradu mulut denganku kan?“ tanyanya padaku dengan ekspresi jengkel.

 

“Yak, kau ini selalu saja berfikiran buruk tentangku. Aku tidak seburuk yang kau kira.“ Aiisshh apa aku memang sebegitu menjengkelkannya?

 

“ara ara. Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu sekarang“

 

“temani aku ke taman hiburan“ kataku dengan santai padanya. Dia terkejut dan menatapku dengan heran. Lagi – lagi aku terpesona pada ekspresinya itu. Aiisshh sepertinya aku suka semua yang ada pada dirinya.

 

“Mwo? Taman Hiburan? Kau yakin? Memangnya kau tidak sibuk?“

 

“aniyo. Aku free hari ini. Jebal! Temani aku ke taman hiburan. Sudah lama aku tidak kesana. Dan aku benar – benar ingin pergi kesana”

 

”kenapa kau tidak pergi sendiri saja?”

 

“mana seru kalau aku pergi sendirian. Pokoknya aku mau kau menemaniku ke taman hiburan sekarang. Tidak ada kata ’tapi’ ataupun ’tidak’. Kau harus mau“ kataku dengan datar namun ada nada memerintah disana.

 

“aiisshh kau ini aneh – aneh sekali. Apakah sifat Super Junior memang serba aneh? Aku tidak melihat ada tanda – tanda kenormalan pada sifat member – member mu itu. Ara ara. Sebagai tanda terma kasih telah mengantarku kemarin aku akan menemanimu. Ingat hanya kali ini saja. kau ini merepotkan sekali.“ Dia masih mengoceh panjang lebar padaku namun dengan segera beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamarnya. Aku tak menghiraukannya yang penting aku akan membuatnya gembira hari ini.

 

***

Aiisshh cantik sekali dia. Dia memakai kaos putih dan celana jeans abu – abu miliknya. Sangat pas sekali dipadukan dengan sepatu converse biru miliknya. Pakaiannya tidak seperti biasanya karena biasanya dia lebih sering memakai gaun selutut . Rambutnya dia biarkan tergerai dan itu membuatnya semakin cantik. Astaga yoeja ini benar – benar menggodaku.

Donghae’s POV

Aku bangun dari tempat tidurku dan hal pertama yang aku cari adalah ponsel ku. Aku segera menekan tombol 9 dan langsung terhubung ke nomor Hye ri. Namun NIHIL. Lagi – lagi nomornya tidak aktif. Aiiisshhh kenapa dengannya? Sebegitu marahnya kah padaku sehingga dia tidak mau mengaktifkan ponselnya?

 

Aku berfikir sejenak kemudian melihat kearah laptop Eunhyuk yang masih terbuka dan terhubung dengan internet. Aku mengambil VAIO miliknya kemudian me log-out twitter nya. Aku yakin Hye ri pasti membuka account twitternya. Aiisshh Babo. Kenapa aku tidak memikirkan cara ini dari kemarin – kemarin saja? Aku kan bisa DM dengannya. Arrrgghh ternyata memang benar kalau otakku tidak sebaik Kyuhyun ataupun Kibum.

 

@HaeHyeRi

 Jaggiiiii. Kenapa ponselmu tidak aktif? Aku berkali – kali menghubungimu tapi kau tetap saja tidak bisa ku hubungi. Mianhae Jaggiya. Jebal!!jeongmal mianhae. Aku sibuk sekali akhir – akhir ini. Aktifkan ponselmu. Aku ingin dengar suaramu.

 

“Hae~ya, kau sedang apa?“ Eunhyuk baru bangun lalu berjalan dengan sedikit sempoyongan ke arahku.

 

“aku pinjam Laptopmu sebentar tadi. Hehehehehe mian aku me log-out twittermu tadi. Ciihh kau narsis sekali Hyuk. Yang kau lakukan di twitter hanya meng upload foto – fotomu saja. Kau mau saingan dengan Heechul Hyung,hah?”

 

Aku membuka account twitternya dan OMO ternyata Eunhyuk sudah ketularan penyakit narsis Heechul Hyung.

 

”waeyo? Aku kan ingin agar para ELF selalu bisa mengetahui apa yang sedang aku lakukan secara up to date” katanya dengan membanggakan diri? Aiiiissshh apa itu penting? “Hae~ya apa rencanamu hari ini?”

 

“Mollayo. Sepertinya Aku ingin ke Restaurant Yesung Hyung. Aku ingin bertanya tentang Hye ri pada Yunha. Dia pasti tahu keadaan Hye ri disana. Aku sungguh menghawatirkannya”

 

“Yunha? Bukannya dia ke London?”

 

“Ah aku lupa. Aiiissshhh Eottokhae?” Kataku sambil meremas rambutku

.

“kau tidak ingin ke taman hiburan Hae? Aku ingin sekali kesana. Kita kan sudah lama tidak kesana? Jebal! Jebal!! Jebal!! Hae~ya. Ayolah kita ke taman hiburan. Bagaimana??” Eunhyuk berbicara sambil merengek padaku. Aigoo apa dunia sudah terbalik sekarang? Biasanya aku yang merengek manja padanya. Kenapa sekarang giliran dia?”

 

“ara ara. Aku temani kau ke taman hiburan. Kau ini kenapa jadi manja begini sih?“

 

“Gomawo uri Donghae~ya“ Eunhyuk memelukku sebentar kemudian langsung berlari kmenuju kamar mandi.

 

“Hye ri~ya, neo Gwenchanayo? Jebal! Jangan membuatku khawatir seperti ini” aku menyandarkan kepalaku di sofa. Dan tanpa sadar air mataku sudah menetes membanjiri kedua pipiku. Beginikah rasanya rindu pada seseorang?

 

Hye ri’s POV

Aku masuk ke Ferrari hitam milik Kyuhyun. Lalu dengan cepat kyuhyun mengemudikannya ke Taman Hiburan. Kalau pagi seperti iniTaman Hiburan tidakk terlalu ramai katanya. Jadi bisa menikmatinya tanpa harus memakai penyamaran yang super lengkap. Mungkin hanya memakai topi dan kacamata hitam saja. lagian mana mungkin aku mau jalan bersama dengannya kalau dia memakai pakaian seperti teroris?

 

“Yak, kenapa kau diam saja? kau fikir aku mengajakmu menemaniku hanya untuk diam dan melamun seperti itu? Seperti batu saja“ Kyuhyun tiba – tiba berkata dengan begitu keras padaku. Membuatku kaget saja anak ini. Apa dia fikir suara nya itu bagus kalau sedang berteriak seperti itu? Bisa –

bisa telingaku langsung tuli kalau setiap hari mendengarnya terus berteriak.

 

“Yak Cho Kyuhyun. Kau fikir suaramu itu bagus? Kau mau membuatku tuli, hah? Aiisshhh kau ini memang menjengkelkan. Sudahlah kau fokus saja pada jalan. aku tahu kemampuan menyetirmu itu sama buruknya dengan….“ aku tidak melanjutkan perkataanku. Kenapa harus mengingatnya? Hatiku kembali sakit saat tanpa sadar ingin menyebut namanya. Padahal hanya menyebut namanya, namun kenapa sesakit ini rasanya?

 

“waeyo? Kenapa tidak meneruskan kata – katamu? Kau teringat pada si ikanmu itu?“ aigooo anak ini. Apa sudah tertulis dengan jelas di otakku kalau aku sedang mengingatnya?

 

“Mwo? Anniyo. Sudahlah kau konsentrasi menyetir saja. aku mau istirahat sebentar“ aku menyandarkan kepalaku di kaca kemudian memejamkan mataku. Aku tidak boleh menangis. Aku tidak boleh lemah dangan situasi seperti ini.

 

Kyuhyun’s POV

Akhirnya kami sampai di taman hiburan. Dan seperti dugaanku disini belum terlalu ramai. Aku menoleh padanya yang berjalan di belakangku. Raut wajahnya masih sayu dan bertambah sayu lagi saat dia mengingat Donghae Hyung di mobil tadi.

 

“Yak, Hye ri~ya. jalanlah selayaknya manusia normal. Kau bukan jelmaan hantu siput kan?“ kataku dengan sedikit keras padanya. Dan itu sukses  membuatnya menoleh padaku dan sedikit jengkel. Setidaknya kalau dia jengkel padaku itu tandanya dia sedang tidak mengingat Donghae Hyung. Aku kan mengajaknya kesini untuk bersenang – senang. Bukan untuk melihatnya sedih seperti itu terus.

 

Dia berjalan mendekatiku kemudian menjitakku. ’PLEETAAAKKK’ meskipun tenaganya masih lemah namun jitakannya itu sakit sekali. Mungkin tenaganya sedang berpindah di tangannya yang panjang itu.

 

“YAKK, kenapa kau menjitak kepalaku“

 

“kau itu seenaknya saja mengatai ku hantu siput. Aku manusia normal! Dan jangan selalu berteriak padaku. Telingaku bisa tuli mendengar teriakanmu yang maut itu. Kau fikir ini sedang konser apa?“ hahahahahaha entah kenapa aku senang sekali melihat dia menggembungkan pipi nya seperti itu.

 

“Suaraku kan memang bagus. Apa kau tak melihatnya? Sudahlah. Kajja!! Kita harus bersenang – senang disini“ aku menarik tangannya kemudian mengajaknya ke salah satu Stand makanan. Kami memulai petualangan kami dengan sarapan disini.

 

***

Aku senang melihatnya tertawa seperti itu. Akhirnya melihatnya tersenyum kembali seperti itu. Meskipun kadang – kadang kami beradu mulut tapi aku sudah sukses membuatnya kembali tertawa dan sedikit melupakan keedihannya

 

“Hye ri~ya kau ini senang sekali makan sih? Seperti Shindong saja. Tapi aku heran kenapa badanmu tidak gemuk – gemuk” kataku sambil menyenggol tangannya yang sedang sibuk memilih kue – kue kecil di depan kami.

 

”Yak, aku tidak segembul itu. Jangan ganggu aku karena aku sedang menikmati kue – kue ini. OMO kenapa semuanya enak – enak siih?“ dia menjawab pertanyaanku tanpa menoleh ke arahku. Kini dia hanya terfokus pada kue – kue itu.

 

Aku memperhatikannya lekat – lekat. Biasanya aku tidak bisa memperhatikannya dengan begini seksama karena selalu ada Donghae Hyung di sampingnya. “kenapa kau begitu mempesonaku sehingga tidak ada lagi suang untuk yoeja selain kau?“ kataku tanpa sadar dan membuatnya menoleh padaku.

 

“Ne? Kau bicara apa?“

 

“Anniyo. Teruskan saja aktivitasmu itu“ untung saja dia tidak mendengarnya. Aku kembali memperhatikannya. Apakah aku jahat kalau tiba – tiba aku mempunyai fikiran untuk merebutnya dari Donghae Hyung?

 

Donghae’s POV

Kami berdua sudah ada di taman hiburan sekarang. Setelah kami capek menikmati berbagai macam permainan perut kami terasa lapar sekarang. Eunhyuk bersemangat sekali saat naik Jet Coaster. Kami sampai mengulangnya sebanyak 5 kali. Aaiiisshh sekarang kepalaku menjadi pusing.

 

“Hyuk~ah. Aku lapar. Aku ingin membeli kue – kue disana. Kajja!“ aku menarik tangannya untuk mengajakknya ke stand kue – kue yang tidak jauh dari tempat kami sekarang.

 

“Hae~ya. kau sendiri saja. aku sedang ingin istirahat sekarang. Kepalaku pusing sekali“ dia masih tetap menutup kedua matanya dan bersandar pada pohon Oak.

 

“Yak, Eunhyuk~ah temani aku kesana. Hyuk ayo kesana“ aku mencoba mengajaknya dan menarik lengannya. Namun Eunhyuk tidak merubah posisi nya sedikitpun. Aiiisshhh menyebalkan sekali. Aku memutuskan meninggalkannya sendiri dan mengunjungi stand tempat kue – kue itu.

 

Aku memilih – milih kue yang ingin aku beli. OMO kue – kue ini kenapa begitu menggoda? Lebih baik aku juga membungkusnya dan dibawa pulang ke dorm. Semuanya pasti senang.

 

“Yak kenapa banyak sekali yang kau ambil? kau tidak takut gemuk? Aish kau ini seperti namja saja yang tidak takut dengan berat badan. Bagaimana kalau kau berubah seperti Shindong?“ aku mendengar seorang yoeja yang berdiri tidak jauh dari tempatku. Aku sangat familiar dengan suara ini. Tentu saja. suara ini…… suara ini milik…… astaga apa aku tak salah lihat? Atau ini hanya imajinasiku saja? aku melihat Yoejachinguku bersama dengan namja yang sudah aku anggap seperti Dongsaengku sendiri. Hye ri sedang bersama Kyuhyun.

 

Aku berniat untuk menyapa mereka namun aku mengurungkan kembali niatku karena aku melihat Kyuhyun menarik lengan Hye ri pelan kemudian mengacak rambutnya. Dan pandangan itu……. pandangan Kyuhyun pada gadisku bukan pandangan yang seperti Kyuhyun berikan pada yoeja – yoeja lain. Dia memandang gadisku seolah – olah gadisku adalah sebuah kristal berharga yang akan mudah retak. Kyuhyun menatap Hye ri seolah – olah dialah sumber kehidupannya.

 

“astaga, jadi pembicaraannya dengan Jong Hun waktu itu benar? Jadi dia mencintai Hye ri juga?“ kataku pelan namun ada nada marah disana. Aku marah sekaligus sedih. Marah karena Dongsaengku telah menghianatiku dan sedih karena aku harus bersaing dengan Dongsaengku.

 

’tess tess’ aku mulai meneteskan air mataku. Pikiranku mulai kacau. Aku langsung berlari ke tempat Eunhyuk dan menariknya menuju AUDI hitamku dan mengemudikannya dengan cepat menuju Dorm.

 

“YAKK, YAKK Hae~ya, kau mau kita semua ada di Headlinenews besok pagi, hah? PELANKAN MOBIL INI” Eunhyuk berteriak padaku sambil berpegangan pada sabuk pengamannya. Aku memang tidak handal dalam menyetir namun aku tidak peduli dengan semua itu.

 

YAKK,YAKK kenapa kau tidak menghiraukanku? LEE DONGHAE AKU TIDAK MAU MATI TERLEBIH DAHULU…….“ Eunhyuk masih saja mengoceh tak karuan padaku. Dan aku sama sekali tidak peduli. Yang ada difikiranku sekarang hanyalah Hye ri dan Kyuhyun.

 

Kyuhyun’s POV

“gomawo Kyuhyun~ssi sudah menghiburku. Ahh perasaanku sedikit tenang sekarang“ dia berkata sambil tersenyum manis padaku. Manis sekali. Aku sempat terpana sesaat. Namun beberapa detik kemudian aku fokus kembali pada jalanan yang kami lalui. Dengan kemampuan menyetirku yang buruk tentu saja aku harus tetap fokus pada jalanan di depan. Aku tidak mau membuat gadis yang ku cintai terluka.

 

“MWO? Memangnya aku menghiburmu? Kau PD sekali. Aku kan memang ingin ke taman hiburan“ balasku. Aku sendiri bingung kenapa aku berkata seperti itu. Padahal aku ingin menjawabnya dengan pelan kemudian juga tersenyum padanya. Aiisshh kenapa gengsiku besar sekali?

 

“aiisshh kau ini memang tidak bisa diajak damai. Ara ara. Aku tidak akan berterimakasih padamu“ dia berkata dengan jengkel dan menyilangkan kedua tangannya di dadanya. Aku memutuskan untuk diam saja karena aku tidak ingin Mood nya kembali buruk karena pertengkaran yang sepertinya memang tidak begitu penting. Tapi justru itulah yang membuatku bisa dekat dengannya.

 

***

Setelah mengantar Hye ri pulang aku langsung menuju Dorm. Hari ini sungguh menyenangkan bisa berkencan dengannya. Pasti begini rasanya berkencan dengan seseorang. Yaahh walaupun bukan yoejachinguku tapi aku tetap merasa senang.

Aku masuk ke Dorm kemudian langsung menuju ke dapur. Sepertinya Wookie sedang memasak. Kebetulan aku lapar sekali.

 

“Wookkie~ya, aku lapar“ teriakku pada Wookkie

 

“Ne, tunggulah di ruang makan. Sebentar lagi matang“ sahut wookkie dari dapur. Aku menuruti perkataannya dan duduk di kursi. Aku mengeluarkan PSP dari saku ku dan kembali menekuni aktifitasku. Starcraft.

 

Donghae’s POV

Aku keluar dari kamar dan aku sudah melihat Kyuhyun bermain PSP nya di ruang makan. Aku berjalan kearahnya kemudian duduk disampingnya. Sepertinya aku harus memastikan sesuatu darinya.

 

“kau seperti sedang bahagia sekali Kyu. Ada apa?“ aku bertanya padanya. Dia memang terlihat bahagia sekarang. Apa ini karena dia baru saja bersama Hye ri?

 

“Ne? Jinjjayo? Itu hanya perasaanmu saja Hyung. Aku biasa – biasa saja. mungkin karenaa……… aku sudah hampir menamatkan starcraftku ini“

 

Benarkah hanya karena Starcraft? Sepertinya  tidak mungkin. Aku tahu dia itu gamers, tapi saat dia berhasil menamatkan game nya yang terdahulu dia tidak sesenang ini.

 

“geuraeyo? Kau tadi pagi kemana? Kau pergi pagi – pagi sekali. Tidak biasanya kau pergi jam segitu karena kau selalu bangun paling siang diantara member yang lain“ aku berusaha memancing nya. Aku ingin tahu jawaban apa yang akan dia berikan padaku. Jujur atau………

 

“ah itu….. ehm……. Ahh iya Ah Ra Nunna memintaku untuk mengantarnya ke suatu tempat. Aku sudah menolaknya tapi Ah Ra Nunna terus memaksa“ dia terlihat gugup menjawabnya.

 

Jadi dia tidak mau jujur padaku? Apa benar dia memang mau merebut Hye ri dari Hyung nya sendiri? Dia bahkan tidak memberi tahu padaku kalau Hye ri sudah ada di Korea.

 

’BRAAAKKK’ aku menggebrak meja makan dengan kasar kemudian langsung keluar dari dorm. Aku tidak mempedulikan pandangan para member terhadapku. Aku menuju ke AUDI ku dan langsung mengarahkannya menuju ke rumah seseorang.

 

Hye ri’s POV

Aku sedang mengamati foto – fotoku dengan si ikan itu dari Macbookku ku. Aku memang sedang berniat untuk melupakannya namun entah mengapa hatiku menolak untuk melakukan hal itu. Hatiku terus saja bergejolak saat melihat fotonya. Aku pernah berusaha keras untuk menghapusnya dari ingatanku namun yang terjadi padaku malah sebaliknya. Aku semakin tidak bisa melupakannya dan aku seperti mayat hidup. Dia ….. dia seperti jantung. Dan aku tidak bisa hidup tanpa jantungku.

 

’TING TONG’ aku mendengar bel berbunyi. Aku beranjak dari tempat tidurku dengan malas lalu turun kebawah. Siapa yang datang? Apa mungkin si evil itu? Kenapa datang lagi?

 

’TING TONG’ bel kembali berbunyi dan aku agak mempercepat langkahku supaya bisa secepatnya membuka pintu. Tidak sabar sekali siih. Aku yakin ini pasti si evil itu.

 

“YAK, Evil magnae kau itu tid…..“ aku terdiam dan tidak bisa meneruskan kembali kalimatku. Aku gugup, marah, benci, rindu dan semuanya bercampur menjadi satu. Aku ingin berlari kearahnya kemudian memeluknya dengan erat namun aku mencoba menahan diriku untuk tidak melakukan hal bodoh itu. Meskipun hatiku menolak dan terus mendorongku untuk memeluknya “Ingat Hye ri dia sudah menyakitimu“ batinku.

 

“kenapa kau ada disini?“ aku berbicara dengan nada datar padanya dan berusaha semampuku untuk tidak terlihat lemah dihadapannya.

 

“Jaggi, kenapa kau berkata seperti itu? Jeongmal bogoshippeo. Aku berkali – kali menghubungimu namun ponsel mu selalu tidak aktif. Kapan kau kembali Jaggiya? Kenapa tidak memberitahuku? Apa kau tidak rindu padaku?“ dia berjalan mendekat kearahku dan ingin memelukku. Namun dengan cekatan aku menghindarinya. Kau tahu hatiku sakit sekali saat aku menghindari pelukannya.

 

“jangan dekati aku“ bentakku tajam. “jangan pernah kau menyentuhku lagi“

 

“Jaggiya, wae gurae? Kenapa kau menghindariku?“ dia menggenggam tanganku. Aku berusaha melepas genggamannya namun tenaganya kuat sekali. Aku hanya bisa pasrah tanganku digenggam olehnya.

 

“jangan panggil aku Jaggiya. Aku sudah bukan kekasihmu. Dan lepaskan tanganmu dari tanganku“ aku berkata dengan sedikit menggertaknya namun sepertinya dia tidak menghiraukanku.

 

“MWO? Kenapa berkata seperti itu? Kau masih kekasihku dan akan selamanya menjadi kekasihku. Jaggiya, kau ini kenapa? Apa salahku? Ara ara aku tahu kau pasti marah karena aku tidak menghubungimu kan? Aku sibuk sekali Jaggi. Persiapan konser besok malam sangat menyita waktuku“

 

Donghae’s POV

“MWO? Kenapa berkata seperti itu? Kau masih kekasihku dan akan selamanya menjadi kekasihku. Jaggiya, kau ini kenapa? Apa salahku? Ara ara aku tahu kau pasti marah karena aku tidak menghubungimu kan? Aku sibuk sekali Jaggi. Persiapan konser besok malam sangat menyita waktuku“

Aku bingung dengan perubahan sikapnya ini. Dia tidak pernah seperti ini bahkan saat aku di China dulu dia tidak semarah ini.

 

“sudahlah Hae lepaskan tanganmu. Aku sudah tidak ingin melihatmu lagi.“ Dengan sentakan yang kuat dia berhasil melepaskan genggamanku dan berniat menutup pintunya. Namun aku berhasil mencegahnya dan menahan pintu itu supaya tidak tertutup.

 

“Jaggiya. Ada apa sebenarnya. Jebal jangan seperti ini.“ Aku menatap kedua matanya namun dia mengalihkan pandangannya dari pandanganku.

 

“Kau tidak tahu, pura – pura tidak tahu, lupa atau pura – pura LUPA Lee Donghae~ssi. apa kau fikir aku bodoh dan kau bisa membodohiku begitu saja, hah?“ dia berteriak dengan sangat keras padaku. Aku juga melihatnya sedikit meneteskan air mata. Apa aku menyakiti yoejachinguku lagi?

 

“aku benar – benar tidak tahu Jaggiya. Apa maksudmu? Uljima. Aku tidak bisa kalau melihatmu menangis seperti ini“ aku mendekatinya dan mengusap air matanya. Lagi – lagi dia menolak dan menepis kedua tanganku.

 

“jangan panggil aku Jaggiya. Aku sudah katakan berkali – kali jangan panggil aku dengan sebutan itu. Sekarang pergilah dan kau bebas sekarang. Kau tidak perlu lagi sembunyi – sembunyi kalau ingin bersama dengan Jessica“ dia mengucapkan itu kemudian menutup pintunya dengan keras. Astaga jadi dia membaca rumor itu? Jadi karena kabar itu dia seperti ini? Kenapa dia tidak bisa mempercayaiku kalau aku tidak ada apa – apa dengan Jessica. Aku memang dekat dengannya tapi bukan berarti aku memiliki perasaan khusus pada Jessica.

 

“Jaggiya, buka pintunya. Aku tidak ada hubungan apa – apa dengan Jessica. Kau salah paham Jaggi. Yak Jaggi. Jebal buka pintunya“ aku menggedor – gedor pintunya yang keras itu berkali – kali. Namun dia tidak mau membuka pintunya.

 

“Shireo!! aku tidak mau melihatmu ataupun mendengarkanmu. Pulanglah dan jangan ganggu aku lagi.“

 

“aku tidak akan beranjak dari sini sampai kau mau membukakan pintu ini. Jaggiya, kau harus mendengarkan penjelasanku. Jebal, jangan seperti ini Jaggiya.“ Aku sudah tidak bisa menahan air mataku. Hatiku terlalu sakit menerima ini semua. Tapi aku tidak boleh menyerah. Ini hanya salah paham. Aku tidak ingin berpisah dengannya hanya karena kesalah pahaman ini.

 

Aku berdiri di depan pintu dan menunggunya sampai dia mau membukakan pintu ini dan mau berbicara denganku. Aku tidak peduli dengan apapun yang nantinya akan terjadi. Difikiranku sekarang hanya ada dia seorang. Dia membuat seluruh sel saraf dan otakku tidak bisa bekerja dengan benar.

 

9 thoughts on “True Love [part 9]

  1. kyu beneran mau ngerebut hye ri ya???
    haeri couple harus tetap bersama…
    aku nggak mau mereka pisah
    tadi waktu hae kerumah hyeri aku kira bakal marah ke hyeri karena sama kyu eh malah sebaliknya…
    hyeri juga nggak mau dengar penjelasan hae dulu
    gimana hubungan hae dengan kyu ya??
    kalo hae nunggu hyeri diluar nanti hae malah sakit lagi
    hae semangat!!! perjuangkan cintamu *lebay*
    ditunggu lanjutannya ya thor :)

  2. tuh kan muncul dah konflik y. . .
    Hae salah jg sih ngak pake tlpn, kalo tlpn kan ngak serunyam gini. . . .
    Kyu kok jd gt, rada gak rela kyu jahat y kyk gini, mending evil y yg lain dah. . . .
    Lanjut. . . . ngak serunyam gini. . . .
    Kyu kok jd gt, rada gak rela kyu jahat y kyk gini, mending evil y yg lain dah. . . .
    Lanjut. . . .

  3. mkin bgus ffnya eonni .
    lnjt ya .
    Eonni mnta pwnya yg kyura moment donk yg di protect ?
    aku udjah di atas 17 taun ko .

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s