True Love [part 8]

Author           : Eunhaekyu

Main Cast       : Super Junior Lee Donghae, Choi Hye ri, Super Junior Cho Kyuhyun

Support Cast  : Super Junior Eunhyuk, Super Junior Sungmin, Super Junior Shindong, Jessica SNSD, Member Super Junior, Shin Hyun Hee

Genre : Romance, Love, Friendship, Commedy

Kyuhyun’s POV

Aku masuk ke kamarku kemudian menutup pintunya dengan sedikit keras. Aiissshhh aku jengkel sekali pada Hyungku itu. Sebenarnya dia mencintainya tidak sih? Aku sudah mencoba untuk mundur secara perlahan dan membunuh perasaanku pada Hye ri, tapi Donghae Hyung malah bersikap seperti itu. Apa dia tidak sadar kalau itu menyakitinya.

 

“jangan salahkan aku Hyung kalau aku menerobos masuk di antara kalian melalui celah yang kau buat“ kataku tajam. Tentu saja tidak ada yang mendengar karena aku sedang sendirian di kamarku ini.

 

Aku merebahkan tubuhku di tempat tidur kemudian memejamkan mataku. Tiba – tiba saja sosok Hye ri melintas di kepalaku. Aiisshhh sepertinya aku sedang merindukannya. Apa aku harus menelponnya?

 

“anni anni. Aku tidak akan menghubunginya. Bisa – bisa dia bertambah sedih karena hal ini“ aku menggeleng – gelengkan kepalaku pelan. Tentu saja Hye ri akan bertambah sedih. Dia pasti berfikir kalau kau saja bisa menelponnya kenapa Donghae Hyung tidak? Aarrgghhh ini gara – gara Hyung ku yang Babo itu.

 

Hye ri’s POV

Aku sedang libur sekarang. Aku memutuskan untuk bersantai di apartemenku. Aku memandang ke arah Macbookku kemudian mengambilnya dan menghubungkannya ke internet.

 

“Lebih baik aku browsing dan mendownload game – game yang seru untuk Macbookku ini“ kataku mantap.

 

Aku mulai membuka situs yang menyediakan free game download dan mendownloadnya. Sambil menunggu hasil download ku aku membuka buka berbagai situs untuk mencari informasi tentang super junior. Setidaknya walaupun aku di Jerman aku tidak ingin ketinggalan info tentang Kekasihku. Mungkin saja dari sini aku bisa tahu apa kesibukannya sampai tidak sempat menghubungiku.

 

”ahhh ketemu” kataku senang. Aku membuka berbagai macam info tentang super junior. “Geuraeyo? Ternyata mereka ada konser – konser di berbagai negara dan sedang mempersiapkan kolaborasi dengan SNSD? Pantas saja tidak sempat menghubungiku“ aku bergumam pelan pada diriku sendiri.

 

“IGE MWOYA?“ aku sedikit berteriak saat melihat ada beberapa foto mesra seorang yoeja dan seorang namja. Aku kenal betul namja ini. Dia Donghae dan yoeja ini adalah Jessica. Aku membaca keterangan tentang foto – foto itu. Beberapa foto ada yang diambil sekitar minggu lalu dan ada foto yang di upload sekitar beberapa jam yang lalu. Aku membuka link disamping foto itu untuk melihat berita terkait.

 

Super Junior Lee Donghae dan SNSD Jessica terlihat mesra saat berada di salah satu taman setelah pembuatan MV kolaborasi terbaru mereka. Netizen yakin bahwa ada hubungan khusus diantara mereka berdua karena sudah banyak gosip yang beredar bahwa mereka sudah sangat dekat sejak lama.

 

Saat wawancara tentang kolaborasi tersebut Lee Donghae dan Jessica juga duduk bersebelahan dan mereka terlihat seru saat mengobrol berdua. Ketika hanya wawancara berdua dengan mereka Jessica juga terlihat menggamit lengan Donghae dan Lee Donghae terlihat tersenyum gembira…..

 

’tess tess’ air mataku tiba – tiba menetes dari ke pipiku. Aku syok, terkejut dan rasanya sesak sekali di dadaku. Jadi ini alasan sebenarnya dia tidak menghubungiku? Aku yakin sekali saat di China dulu mereka sudah sering bersama – sama. Kau tidak bisa mengelak lagi Lee Donghae.

 

Aku tidak meneruskan membaca berita tersebut. Jujur saja aku tidak sanggup untuk membacanya. Aku menutup Macbookku kemudian berlari menuju tempat tidurku. Aku menenggelamkan wajahku di bantal dan tanpa dikomando lagi air mataku mengalir dengan derasnya. Hatiku sakit. Kenapa hal ini terjadi lagi padaku? Aku kembali dicampakan oleh namja yang aku cintai.

 

Author’s POV

“Hye ri~ya. waeyo?? Kenapa kau menangis? Apa kau sakit? Apa perlu kita kedokter?“ Hyun Hee masuk ke apartemen Hye ri dan mendapati Hye ri sedang terisak di kamarnya.

 

“a..a..aniyo. nan gwenchana“ balas Hye ri dengan sedikit tersengal – senggal karena berusaha menahan tangisnya. Namun usahanya sia – sia. Sedetik kemudia air matanya kembali mengalir dengan derasnya. Hyun Hee yang saat itu tidak tahu apa – apa hanya bisa memeluk Hye ri dan menenangkannya.

 

***

Kondisi Hye ri semakin bertambah parah. Sudah satu minggu ini dia tidak menyentuh makanannya. Kini selang infus menancap di tangannya karena dia sudah begitu lemas dan asupan gizi hanya dapat diperoleh dari cairan infus tersebut.

 

“Hye ri~ya, kau jangan seperti ini terus. Lihat kau semakin kurus dan kau terlihat seperti mayat hidup sekarang. Kau sama sekali tidak  mau berbicara padaku. Yang kau lakukan hanya diam dan diam. Kau tahu aku begitu khawatir padamu“ Hyun Hee menasehati Hye ri agar Hye ri segera bangkit dari keterpurukannya. Namun Hye ri tetap pada keadaannya semula. Dia tetap menutup mulutnya rapat – rapat.

 

“apa kau mau kita kembali ke Seoul? Proyek seni kita tinggal sedikit lagi dan aku akan menyelesaikannya dalam waktu dua hari. Kau bersiap – siaplah. Aku yang akan mengantarmu pulang. Aku sudah tidak sanggup melihatmu seperti ini terus. Lagipula presentasi nya masih diadakan dua minggu setelah batas akhir pengumpulan“ Hyun Hee beranjak dari tempat tidur Hye ri kemudian pergi ke apartemenya. Kebetulan apartemen mereka bersebelahan jadi Hyun Hee bisa meninjau keadaan Hye ri setiap saat.

 

Donghae’s POV

Tinggal beberapa hari lagi konser kolaborasi antara Super Junior dan SNSD akan digelar. Pembuatan MV juga sudah hampir selesai. Kini kami hanya mempersiapkan untuk live performance saja. haaahh dan ini membuatku semakin capek. Aku mengambil ponselku kemudian melihat wallpaper di ponselku.

“jeongmal Bogoshippeo Jaggi” aku merindukan yoejachinguku. Sepertinya disana tidak sedang tengah malam aku bisa menghubunginya. Aku menekan tombol sembilan di ponselku kemudian langsung terhubung di nomernya.

 

“aiissshh kenapa tidak aktif sih? Apa dia marah padaku?“ aku berbicara dengan kesal pada diriku sendiri.

 

“Andwae! Kau tidak boleh marah padaku. Aku bisa gila kalau kau marah lagi padaku“ aku berteriak sehingga membuat member lain menoleh padaku.

 

“YAK, Kau mengagetkanku saja. Waeyo Hae? Siapa yang marah padamu? Aku tidak sedang marah padamu.“ Shindong Hyung yang sedang duduk disampingku melompat kaget kemudian menjawab pertanyaanku yang sebenarnya bukan untuknya.

 

“Aniyo Hyung. Sudah lanjutkan saja makanmu“ kataku dengan sedikit kesal kemudian kembali merebahkan diri di sofa.

 

Ada apa dengannya? Kenapa nomornya tidak aktif? Aku yakin sekali kalau dia pernah menghubungiku dengan nomor ini jadi aku tidak mungkin salah. Mianahe Jaggi, jeongmal mianhae. Jebal jangan marah padaku.

 

Hye ri’s POV

Hari ini aku akan kembali ke Seoul. Dengan kerja keras Hyun Hee dia menyelesaikan proyek kami dalam waktu dua hari kemudian menyia – nyiakan liburan gratis kami di Jerman untuk mengantar ku pulang. Aku janji Hyun hee, aku akan mengganti jatah liburanmu nanti. Aku akan minta Appa mengurusnya untuk mu.

 

Kami sedang di pesawat dan Hyun hee sedang tertidur lelap sekarang. Dia pasti sangat lelah sudah menjagaku beberapa hari ini. Aku masih terpukul sekarang. Hatiku sakit, sakit sekali. Dan keadaanku kini sangat memprihatinkan. Aku sudah seperti mayat hidup. Aku memang bisa bernafas dan bergerak, tapi aku merasa nyawaku sudah tidak ada pada tubuhku ini.

 

Aku ikutan tertidur seperti Hyun Hee. Masih beberapa jam untuk sampai Seoul dan aku bisa memanfaatkannya untuk istirahat. Memangnya mau apa lagi? Yang bisa aku lakukan hanya itu sekarang. Kalau saja tidak ada insiden perselingkuhannya mungkin aku bisa tersenyum bahagia sambil membayangkan bagaimana kami saat bertemu nanti. Tapi kini? Yang ada aku akan menangis kalau aku membayangkan wajahnya. Aiisshh mengapa aku bisa selemah ini?

 

Kyuhyun’s POV

“Eomma, tapi aku sedang sibuk. Kenapa tidak Eomma saja yang menjemput Ah Ra Nunna? Aku mendengus kesal. Eomma kan bisa meminta supir untuk mengantar Eomma ke bandara?“ aigooo Eomma ku merepotkan sekali. Apa dia tidak tahu aku sedang sibuk? Apa dia lupa kalau anaknya yang tampan ini sedang mempersiapkan konser besar yang membuat nama anaknya semakin melambung tinggi.

 

“Kyunnie~ya. Eomma sedang sibuk. Sudahlah kau hanya perlu menjemputnya dan mengantarkannya pulang. Hanya sebentar saja. apa perlu Eomma menelpon manager mu untuk meminta ijin?“  Eommaku berkata dengan pelan namun penuh nada menyuruh disana.

 

“Andwae, andwae. Ara ara aku akan menjemput Nunna di Bandara. Eomma tidak perlu menelpon manager Hyung untuk minta ijin“ kataku dengan terpaksa. Kemudia aku menutup sambungan telpon dan langsung meminta ijin pada Manager Hyung. Setelah mendapat ijin aku langsung mengemudikan mobilku dengan cepat menuju Bandara Incheon.

 

***

Aku menunggu kedatangan Nunnaku sambil duduk di bangku panjang dan tentu saja lengkap dengan penyamaranku. Aku sudah menunggunya selama kurang lebih setengah jam sampai akhirnya Nunna ku menelpon dan mengatakan kalau dia sudah turun dari pesawat.

 

Aku berjalan untuk mencari dimana Nunnaku. Saat sedang sibuk mencari ada seseorang yang menabrakku kemudian terjatuh. Aiisshhh apa orang ini tidak melihat ada orang yang berdiri disini? Aku menoleh dan menatap dua yoeja di depanku.

 

“Mianhae, jeongmal mianhae. Dia tidak sengaja“ seorang yoeja yang mengenakan kaos putih meminta maaf padaku kemudian membantu temannya berdiri. Kenapa dia yang meminta maaf? Bukankah yang menabrak temannya? Aneh sekali.

 

”Ne, gwenchana” aku membantu temannya itu berdiri dan aku sangat syok ketika mengetahui bahwa yoeja yang menabrakku tadi adalah Hye ri. Kenapa dia bisa ada disini? Bukankah Kim Seonsaengnim bilang dia disana selama satu bulan lebih? Dan aigoooo dia pucat sekali. Dia juga semakin kurus sekarang. Apa dia sakit? Kenapa dia seperti mayat hidup begini? Dia hanya menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong.

 

“Hye ri~ya? k…kkau kenapa ada disini? Bukankah seharusnya masih ada di jerman?“ kataku pada Hye ri. Namun Hye ri hanya bisa menatapku lemah tanpa memberikan jawaban atas pertanyaanku.

 

“anda mengenal Hye ri? Apakah anda temannya?“ yeoja berkaos putih itu menatapku heran dengan penuh selidik. Mungkin dia heran dengan penampilanku. Tapi aku tidak bisa membongkar jati diriku disini. Bisa – bisa ada fans meeting mendadak.

 

“Ne, saya asisten Dosen Hye ri. Maka dari itu saya tahu kalau seharusnya Hye ri masih ada di jerman sekarang. Neo? Anda temannya dari Universitas Seol?“ aku sengaja berbohong tentang identitasku dan beruntung yoeja didepanku ini percaya.

 

“ah Ne Sunbae. Shin Hyun Hee imnida. Kalau begitu anda pasti tahu rumah Hye ri kan? Bisakah anda mengantarnya pulang? Jujur saja saya kebingungan mencari alamat rumahnya ini“

 

“geuraeyo? Mullonimnida. Saya akan membantu anda. Tapi kenapa Hye ri bisa seperti ini? Apakah dia sakit saat ada disana?“ tanyaku penasaran pada Hyun Hee.

 

“saya tidak begitu yakin. Tapi sepertinya setelah membaca artikel dan foto – foto tentang kekasihnya itu dia menangis berhari – hari. Sampai – sampai dia tidak mau makan selama satu minggu akhirnya terpaksa dia harus di infus“ Hyun Hee memberi penjelasan padaku secara singkat namun cukup jelas. Ternyata ini semua perbuatan Donghae Hyung. Lihat perbuatanmu ini Hyung. Kau sudah melukainya lagi.

 

“Kajja, aku akan mengantarkannya pulang. Mianhae bisakah aku minta tolong padamu. Setidaknya kau sudah mengetahui korea. Aku sedang menjemput Nunnaku. Nah itu dia. Yang memakai baju merah. Dia baru pulang dari London jadi dia tidak begitu mengenal korea. Antarkan dia ke alamat ini. Kau tahu kan?“ kataku minta tolong sambil menyerahkan sobekan kertas berisi alamat rumahku padanya.

 

“Tapi bagaimana kalau…..“ belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya aku sudah memotong pembicaraanya.

 

“aku sudah memberinya pesan bahwa dia akan diantar oleh seorang temanku yang bernama Shin Hyun Hee. Dia bilang tidak apa – apa. Gomawo“ kataku singkat kemudian menarik lengan Hye ri pelan. Kini Hye ri sedang ada di pelukanku. Aku memegang pingganggnya untuk membantunya berjalan. Dia hanya diam saja dan menurut tanpa membantahku. Aku memasukkan kopernya ke bagasi kemudian mengemudikan Ferrariku menuju rumahnya. OMO kenapa kondisinya menghawatirkan sekali?

 

Author’s POV

Kyuhyun mengantar Hye ri pulang ke rumahnya. Hye ri yang sedang tidak fokus berfikir hanya diam saja diantar pulang oleh Kyuhyun. Dia mengira yang mengantarnya pulang adalah teman Hyun Hee. Dia belum sadar kalau yang mengantarnya adalah Kyuhyun.

 

Ferrari hitamnya memasuki halaman rumah Hye ri yang sangat besar itu. Kyuhyun membuka pintu kemudian menggendong Hye ri. Dia mengambil kunci di tas Hye ri lalu menggendongnya sampai kedalam rumah dan menurunkan Hye ri di ruang tamu. Setelah itu Kyuhyun membuka semua atribut penyamarannya dan berlutut di hadapan Hye ri.

 

Hye ri’s POV

“K…kk…kau? jadi tadi kau yang mengantarku pulang?“ kataku dengan pelan kepada si Evil itu.

 

“YAK, kau fikir siapa, hah? Ciih akhirnya kau bicara juga. Aku sempat berfikir kalau pita suaramu itu putus jadi kau tidak bisa icara“ kata Kyuhyun dengan sedikit jengkel. Itu memang cara bicaranya.

 

“ara ara. Aku tidak mengenalimu tadi. Aku fikir kau supir yang disewa Hyun Hee untuk mengantarku“ balasku. Berbicara pada nya harus penuh dengan kesabaran

 

“MWO? Supir? YAK,YAKK. Aigoo aku namja tertampan di Super Junior dan kau menyamakanku dengan Supir? Ternyata selain pita suaramu yang sedikit terpotong matamu juga mengalami perabunan“ kyuhyun berbicara dengan sedikit melototo ke arahku. Lihat sendiri kan berbicara dengannya bisa membuat emosi tapi…. dia cukup bisa menghiburku dengan pembicaraan yang sebenarnya tidak terlalu penting ini.

 

“aiisshhh. Narsismu itu ternyata masih melekat erat di tubuh krempengmu itu“ kataku dengan tertawa pelan. Aneh berselisih pendapat dengannya membuatku sedikit tenang.

 

“Kau semakin manis kalau kau tersenyum seperti itu“ Kyuhyun berkata dengan pelan sehingga aku tidak cukup jelas mendengarnya.

 

“Ne? Kau itu berbicara atau berbisik sih? Aku kan tidak bisa mendengarnya“

 

“anniyo, bukan apa – apa. Apa kau sudah menghubungi Donghae Hyung?“

 

’DEEEGGG’ tiba – tiba hatuku kembali terasa sakit. Rasanya air mataku sudah mau menetes kembali. Namun aku berusaha menahannya. Aku tidak ingin terlihat lemah di depan setan ini.

 

“Kyuhyun~ssi. Berjanjilah padaku satu hal. Jangan memberitahukan padanya tentang kepulanganku ini. Jebal!!“ kataku memohon pada Kyuhyun. Awalnya Kyuhyun hanya diam saja dan menatapku heran namun akhirnya dia menyetujuinya.

 

Donghae’s POV

Ini adalah hari terakhir untuk persiapan live konser kolaborasi. Hanya tinggal gladi bersih saja jadi kami agak longgar hari ini. Aku mengambil ponselku dan mencoba menghubungi Hye ri. Namun lagi – lagi nomornya tidka aktif. Aku sudah mencoba menghubunginya sejak kemarin lusa namun selalu saja tidak aktif. Kemana yoeja itu sebenarnya? Aiisshh membuatku khawatir saja.

 

“Hae~ya. Kau kenapa? Dari tadi cemberut saja kerjaanmu itu” Eunhyuk membuyarkan lamunanku.

 

“aniyo. Aku mau istirahat. Aku lelah sekali” aku pun beranjak dari tempatku dan langsung menuju kamarku. Aku berpapasan dengan Kyuhyun yang sepertinya baru pulang menjemput Nunna nya. Aku sempat mendengar dia minta ijin pada manager Hyung tadi.

 

“Kyunnie~ya. mana oleh – oleh dari Nunna mu? Aiisshh jahat sekali kau ini. Kau tidak membawakan Hyung Hyung mu ini oleh – oleh dari Nunnamu?“ aku menyapanya namun sepertinya ada yang aneh dengannya. Dia biasanya langsung beradu mulut dengan kami semua namun dia hanya berlalu dan langsung masuk kamarnya.

 

Kyuhyun’s POV

Aku tidak tahu bagaimana aku harus bersikap sekarang ini. Aku senang dia kembali, setidaknya dengan melihatnya saja sudah membuat hidupku lebih bersemangat. Aku juga senang karena aku lebih tahu tentang kepulangannya daripada si ikan Babo itu. Tapi disisi lain aku juga sedih melihat keadaannya yang menghawatirkan seperti itu. Dia sama sekali tidak punya semangat hidup. Dengan begitu aku menjadi jengkel dengan ikan itu. Karena Hye ri menjadi seperti ini karena perbuatan ikan Mokpo itu.

 

“aishh Eottokhae?“ aku mengacak rambutku dengan gusar lalu merebahkan tubuhku di tempat tidur. Dan sepertinya ada yang aneh dengan tempat tidurku.

 

’PLEETAAAAKK’

“YAKK, YAKK!!! Kyuhyun~ah. Kau mau membunuhku hah? Apa kau tak lihat aku sedang tidur?“ Sungmin Hyung menjitak kepalaku dengan sangat keras dan sukses membuat kepalaku sakit karena aku secara tidak sengaja menindihnya.

 

“HYUUUUNNGGG, Appo! Aku tidak sengaja Hyung. Aku lupa menyalakan lampu kamar. Mian Hyung“ kataku sambil mengelus kepalaku yang tadi dijitaknya. Aiisshhh tenaga Sungminnie kuat sekali.

 

“Aiissshhh kau mengganggu tidurku saja Kyu. Tempat tidurmu itu disebelah sana. Bukan disini. Aku tahu kau begitu menginginkanku dan ingin tidur satu ranjang denganku. Tapi kau tidak perlu menindihku dengan kasar begitu. Kalau kau minta aku pas…..“ ’PLEETAAAAKKKK’ belum sempat dia meneruskan ocehannya yang gila dan narsis itu aku langsung menjitak kepalanya. Sepertinya otaknya sedang eror sehingga bicaranya jadi melantur seperti itu. Setelah menjitaknya aku langsung mertebahkan tubuhku di ranjangku dan tidak menghiraukan omelannya itu. Sungmin Hyung memang sedang tidak waras sekarang.

 

“YAKK, kau tidak sopan sekali padaku. Seenaknya saja memotong pembicaraan orang dan kau juga menjitakku. YAKK, YAKK Kyuhyun~ah. Dengarkan Hyung mu yang sedang berbicara padamu….“

 

TBC

6 thoughts on “True Love [part 8]

  1. waaa
    Gk nyante ni
    Kebiasaan bgt hyeri sama donghae beerantem gk mw dbicarain baik”
    Ya salah paham mulu dah
    Ah gk trima klo kyu sama hyeri
    #situ sypa?

  2. yaa mereka berantem lagi
    kyu kayaknya mau ngerebut hyeri janganlah ndak kasian kyu ma hae..nanti haenya nangis
    trus mereka juga nggak bicarain dulu kan jadi salah paham gini
    hae sama hyeri nggak boleh putus ya thor yayaya
    ditunggu lanjutannya thor :)

  3. pantas aju Kyu tinggal Sungmin oppa pergi…
    law aku jadi Kyujuga bakalan begitu..
    lagian apa maksudnya itu?? narsis amat??
    Yak oppa!! kau itu babo atau apa sich??( Hae:dasae saeng kurang ajar!! Aku: biar!! lagi oppa babo)# abaikan
    makanya sering sering kasih kabar ma Hyeri, law kaya gitu terus bisa2 putus tau!!!
    dah Hyeri ma Kyu aja aku ikhlas…
    lanjutannya di tunggu ya,…
    Gomawo~

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s