13 My Lucky Number [part 4]

Author                        : Inkania

Main cast        : Kyuhyun Super Junior, Kim Eunri

Support cast   : Minho SHINee, member Super Junior

Rating             : PG

Genre              : romance

Disclaimer       : ini FF murni dari pikiran author :D dan pernah dipublish di blog pribadiku inkakania13.wordpress.com

 

Don’t be a plagiator! ^^ annyeong :D balik lagi sama part 4. Semoga suka sama FF pertamaku ini. Agak panjang sepertinya XD. Jangan lupa komennya! Happy reading ^^

 

EUNRI POV

 

Aku hanya diam. Evelyn? Dia masih memanggilku dengan nama Inggrisku. Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku.

“hey Kim Eunri kenapa kau diam? Siapa dia?”, Tanya Kyuhyun setengah berbisik padaku. Aku tersadar dari lamunanku dan langsung kulepaskan tanganku yang digenggam lelaki itu.

“ayo pergi”, ucapku sambil menarik lengan baju Kyuhyun. Kulihat Kyuhyun menatap aneh padaku.

“tapi dia sia-“

“ayo pergi!”, bentakku. Kulihat dia sedikit kaget. Tapi masa bodoh, aku ingin cepat-cepat pergi dari sini! Tapi ada seseorang yang menahan tanganku.

“Evelyn, what happen? Why are you avoiding me?”, tanyanya.

“Kyuhyun ppali!”, bentakku. Dia kemudian menyamakan langkahnya dengan langkahku. Aku tidak peduli orang itu terus-terusan memanggil namaku. Aku tidak ingin melihat wajahnya.

 

KYUHYUN POV

 

Kenapa dia ini? Raut wajahnya tiba-tiba berubah saat bertemu dengan lelaki itu. Sepertinya lelaki itu bukan orang Korea. Kulihat wajahnya. Menyeramkan sekali. Tapi tangannya yang menarik tanganku terasa bergetar menurutku.

“ya! Mau sampai kapan kau menarik tanganku terus? Sebaiknya kita kembali ke hotel, karena jam sepuluh malam nanti kita harus kembali ke Korea dan sekarang sudah jam tujuh, kita harus bersiap-siap dulu Eunri~ssi”, dia menghentikan langkahnya tapi tetap diam dan mulai melepaskan cengkramannya di tanganku.

“maaf”, ujarnya dan tiba-tiba dia menghentikan sebuah taksi kemudian masuk ke dalamnya tanpa melihat ke arahku sedikit pun. Aku pun langsung mengikutinya masuk. Di dalam perjalanan menuju hotel dia tidak bicara sedikitpun. Wajahnya mengarah keluar jendela. Dia membuatku bingung. Dia ini sebenarnya marah apa sedih?

“gwenchana?”, tanyaku. Tapi dia tidak menyaut.  “Eunri~ssi gwenchana?”, tanyaku sekali lagi. Dan dia masih saja tidak menyaut. Apa aku harus menggunakan toa agar dia menjawab pertanyaanku?

“aigoo… kau ini punya telinga yang masih berfungsi kan? Bicaralah padaku”, gerutuku. Aku bukan setan di dalam taksi ini. Aku tidak kasat mata. Jawab pertanyaanku apa susahnya sih.

“berhentilah berbicara”, jawabnya datar. Dia kelihatan lebih seram kalau bersikap seperti ini. Kenapa sih dia ini?

“kau ini membuatku bingung. Padahal tadi kau biasa-biasa saja. Walaupun dimataku kau yang biasa itu adalah kau yang menyebalkan tapi itu lebih baik menurutku daripada kau yang seperti ini. Kau langsung berubah saat kau bertemu dengan laki-laki tadi. Dia itu siapa sebenarnya?”

“bukan urusanmu”, jawabnya.

“tapi selama aku jadi pacar pura-puramu. Itu semua urusanku”, timpalku. Kulihat dia menatapku dengan tatapan sangar. Aku sedikit tersentak dan sedikit bergeser menjauh darinya. Taksi pun berhenti tepat di depan hotel. Dia langsung saja keluar dan masuk kedalam hotel. Kubayar ongkos taksi dan mengejarnya masuk kedalam hotel. Tapi dia sudah menghilang. Ya sudahlah mungkin dia sedang tidak ingin diganggu.

 

EUNRI POV

 

Besok paginya, aku sampai di Korea. Kejadian kemarin masih terbayang jelas dalam ingatanku. Argh! Aku benci kejadian kemarin! Untung supirku menjemputku di Bandara, aku tidak usah repot-repot naik taksi. Sesampainya di rumah, eomma dan appa menyambutku, mereka ada di rumah hari ini. Tumben.

“akhirnya anak eomma pulang juga. Mana namjachingumu? Dia tidak kesini?”, Tanya eomma.

“aku tidak punya namjachingu eomma”, jawabku. Seketika itu aku mengatupkan mulutku. Keceplosan!

“apa?”, Tanya eomma.

“ah ani, dia tidak ada waktu eomma”, untung aku bisa mengelak. Ceroboh sekali aku.

“lain kali ajaklah dia kemari”, ucap appa.

“ne, arraseo. Aku mau ke kamar, istirahat”, ucapku kemudian masuk ke kamar.

 

***

            Esok harinya aku kembali ke kampus sebagai mahasiswi yang teladan. Hanya berharap tidak bertemu kesialan hari ini.

“halo gadis cantik. Lama tidak bertemu”, tuh kan baru saja aku bilang dan kesialan langsung muncul di hadapanku. Apa namja bernama Choi Minho ini mempunyai ingatan yang buruk? Apa perlu kutulis di keningku kalau aku sudah menolaknya? Dia tersenyum dengan seringaiannya yang lagi-lagi membuatku merinding. Jangan-jangan dia hantu?

“bisa tidak kau berhenti menggangguku? Aku sudah muak melihat wajahmu”

“tapi aku tidak mau”, jawabnya dingin. Namja ini perlu kubawa ke psikiater.

“kau gila”, kataku.

“iya. Aku gila karnamu”, jawabnya. Aku bisa tiba-tiba terkena darah tinggi kalo begini caranya. Dia mau membunuhku pelan-pelan?

“terserah kau saja”, jawabku dan langsung pergi dari tempat itu. Aku tidak tahu kata yang pantas untuk menggambarkan Choi Minho itu. Jangan-jangan dia psikopat? OMO!

Saat aku akan pergi dari hadapannya, dengan sekali sentakan dia menahan tanganku membuatku mundur satu langkah. Dia kemudian tersenyum. Sepertinya kesialanku akan berlanjut.

“ikut aku”, katanya. Mwo? Ikut bersamanya? Jangan harap.

“lepaskan aku tuan Choi Minho”, ucapku. Dia mau apa hah?

“tidak akan”, katanya sambil menarikku dengan tenaganya yang tentu lebih besar dari pada aku. Ottoke?! Dia menculikku! Eomma, appa tolong aku!

“kubilang lepaskan aku!”, bentakku. Dia tidak punya telinga rupanya. Dengan tenaganya dia memaksaku masuk ke dalam mobilnya. Kalau tidak ada hukum di dunia ini, sudah kubakar dia hidup-hidup.

“ya! Kau mau membawaku kemana?! Jangan macam-macam padaku!”, teriakku membahana didalam mobilnya. Jangan salahkan aku kalau ada kaca mobilnya yang pecah. Suruh siapa dia menculikku?!

 

MINHO POV

 

Kim Eunri. Kau digenggamanku sekarang. Sudah aku bilang kan kalau kau sudah kutetapkan sebagai takdirku, bagaimana pun caranya akan ku rebut dirimu agar kau menjadi milikku.

“ya! Kau mau membawaku kemana?! Jangan macam-macam padaku!”, teriaknya. Memangnya kenapa kalau aku macam-macam padamu? Siapa yang akan menyelamatkanmu? Kyuhyun bodoh itu hah?

“tenang saja. Kita akan bersenang-senang hari ini”

“ma-maksudmu?”, tanyanya. Kau takut Eunri~ah?

“tenang saja aku tidak akan menyakitimu, hanya memastikan bahwa hari ini kau resmi menjadi milikku”, jawabku. Kemudian dia diam. Terkejut dengan jawabanku?

Dua puluh menit perjalanan, akhirnya sampai di rumahku. Rumah yang kosong tanpa penghuninya. Jelas saja karena rumah ini adalah satu dari tiga rumahku yang ada di Korea namun jarang ditempati. Kurasa ini tempat yang cocok. Kubukakan pintu mobil untuk Eunri.

“ayo manis, kita sudah sampai”

“jangan sentuh aku!”, teriaknya. Dia sepertinya benar-benar ketakutan.

“tenang saja. Kau tidak perlu takut begitu. Aku tidak akan memakanmu”, ucapku.

“kembalikan aku!”, teriaknya lagi. Lama-lama kesabaranku habis. Kutarik dia keluar dari mobilku dan kupaksa dia masuk ke rumahku.

“selamat datang di rumahku Eunri~ah”

“ru-rumahmu? Untuk apa kau membawaku ke rumahmu?!”, tanyanya.

“sudah kubilang kan kita akan bersenang-senang hari ini. Nikmati saja”, ucapku. Kulihat seluruh tubuhnya gemetar. Permainan dimulai.

“aku sudah mempersiapkan permainan untukmu. Waktu itu kau hanya diam saat aku bertanya apa kau tertarik dengan permainanku atau tidak, dan ku anggap itu sebagai persetujuan darimu. Mau melanjutkan permainan ini?”, tanyaku. Sepertinya dia shock.

“kau diam? Itu berarti iya”

“jangan macam-macam padaku”, ucapnya gemetaran. Aku suka dengan permainan ini.

“kita mulai saja permainannya. Tapi Eunri~ah rasanya ruang tamu ini terlalu besar untuk permainan kita. Di kamarku saja bagaimana? Kau setuju?”

 

EUNRI POV

 

Apa katanya? Di kamarnya? Aku benar-benar takut sekarang. Ottoke?! Apa yang harus lakukan?! Ku genggam erat tas selendangku dengan tanganku yang bergetar hebat.

“menjauhlah dariku!”, teriakku sekencang mungkin. Berharap ada kaca pecah dan jatuh tertancap ditubuhnya. Tapi itu tidak mungkin.

“kau takut? Aku tidak akan menggigitmu Eunri~ah”, aku takut? Sudah jelas bodoh! Dia semakin mendekat kepadaku. Omona! Rasanya lebih menegangkan dibanding harus naik roller coaster tercepat di dunia! Kenapa kakiku susah sekali untuk berlari? Disaat genting seperti ini kakiku rasanya tidak berfungsi! Aku mencoba menggerakkan kakiku dan hap! Akhirnya aku berlari secepat mungkin sebelum dia menerkamku. Eh? Mana pintu keluarnya?! Kenapa ada rumah seperti ini yang semua pintunya hampir sama? Akhirnya aku buka sebuah pintu dan masuk kedalamnya. Kutahan pintu itu supaya dia tidak bisa masuk ke dalamnya. Tapi nihil, dia mendorong paksa pintunya sampai aku terhuyung ke belakang.

“ah kau benar-benar ingin bermain denganku ya? Kau masuk kedalam kamarku. Tidak sabaran sekali”, ucapnya. Glek. Aku memandang sekelilingku. Huuuuaaaa! Dasar Kim Eunri babo! Susah-susah kau berlari tapi kau malah memberikan dirimu sendiri pada Choi Minho itu! Eomma!

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!”, jeritku dan langsung masuk ke dalam pintu yang ada di kamar itu. Syukurlah ada kamar mandi di dalam kamar ini. Aku benar-benar tidak bisa berfikir.

“Ottoke? Apa yang harus aku lakukan? Ayo berfikir Kim Eunri! Ah! Handphoneku! Bagaimana mungkin aku bisa lupa kalau aku mempunyai handphone?!”, pikirku. Langsung kutekan tombol nomor tiga dan langsung terhubung pada nomor Kyuhyun. Dan diluar, Minho itu sedang sibuk menggedor-gedor pintu kamar mandi ini. Cepat angkat teleponnya Cho Kyuhyun!

“yoboseo. Kenapa menelponku?”, ucapnya.

“Cho Kyuhyun tolong aku!”, teriakku.

“tolong apa? Kenapa disana berisik sekali?”, tanyanya. Tentu saja berisik, Choi Minho itu terus saja menggedor-gedor pintunya.

“tolong aku bodoh!”, bentakku. Ayolah jangan bercanda disaat-saat seperti ini!

“kau seenaknya saja memanggilku bodoh. Aku tidak mau menolongmu!”, bentaknya. Dia ini?!

“ya! Cepat tolong aku! Aku diculik oleh Choi Minho itu!”, teriakku dengan suara yang gemetar. Aku sangat ketakutan disini!

“mwo? Kau diculik? Ada juga orang yang berniat menculikmu”, dia masih bercanda?

“Cho Kyuhyun selamatkan aku atau kau ku kubur hidup-hidup!”, ancamku. Bisa tidak sih dia serius sedikit?

“bisa tidak kau berhenti mengancamku dengan ancamanmu yang akan membunuhku? Aku masih ingin hidup!”, bentaknya. Aigoo anak ini minta kusambit sepertinya.

“selamatkan aku sekarang!”, bentakku. Pita suaraku bisa putus kalo seperti ini terus.

“ara, ara. Dimana kau sekarang?”, tanyanya. Eh iya dimana aku sekarang?

“aku tidak tahu”

“kau ini bagaimana sih? Kau minta aku menyelamatkanmu tapi kau sendiri tidak tahu sekarang sedang ada dimana. Minta tolong pada orang lain saja”, ucapnya. Entah kenapa aku langsung menangis disitu.

“eh kau menangis? Eunri~ssi kau menangis?”, tanyanya. “baiklah aku akan menolongmu. Tetap aktifkan handphonemu, aku akan melacakmu dengan GPS ku. Kau mengerti?”, ucapnya. Ku anggukkan kepalaku, ah aku lupa ini sedang ditelpon dia tidak bisa melihatku.

“ne”, balasku.

“tunggu aku”, katanya. Aku sedikit lega sekarang. Tapi apa yang harus aku lakukan sekarang? Tiba-tiba BRAAK! Pintu kamar mandi terbuka. Oh tamat riwayatku.

 

KYUHYUN POV

 

Langsung kusambar kunci mobilku setelah berhasil melacak keberadaan Eunri. Ada rasa aneh dalam diriku yang seakan-akan ingin melindungi yeoja gila itu. Aku tak menjawab semua pertanyaan hyungku yang melihatku terburu-buru. Saat akan keluar dari dorm, aku hampir saja akan menabrak seseorang. Ku rem mobilku sampai menimbulkan suara berdecit. Ku sembulkan kepalaku dari jendela mobil.

“ah mianhe, aku sedang terburu-buru. Gwenchana?”, tanyaku. Saat aku melihat orang itu aku rasanya mengenalnya. Loh dia itu orang yang bertemu denganku dan Eunri di Paris kan? Kenapa dia ada di Korea?

“gwenchanayo”, balasnya. Dia seperti kaget saat melihatku. Ah benar dia orang yang di Paris itu, dia bisa bicara bahasa Korea juga.

“maaf aku sedang terburu-buru. Permisi”, ucapku. Langsung aku tancap gas menuju tempat Eunri.

 

***

 

Akhirnya sampai juga. Wow besar sekali rumah ini. Tapi sangat sepi. Lumayan jauh dari keramaian kota. Perasaanku tidak enak, langsung saja aku masuk kedalam.

“eh rumah ini tidak dikunci”, kumasuk kedalam dan mencari keberadaan Eunri. Dimana dia? Tiba-tiba aku mendengar suara teriakkan, keras sekali. Pasti suara cempreng itu suara Eunri.

“lepaskan aku!”, teriaknya. Langsung aku cari dimana anak itu. Tapi ruangannya banyak sekali. Instingku bilang kalau dia ada di pintu ketiga dari sebelah kiri. Kubuka pintu itu dan OMO! Langsung kutarik Minho itu yang hampir saja akan mencium bibir Eunri. Dan BUG! Aku memukul tepat di wajahnya. Darah keluar dari hidungnya.

“kau jangan macam-macam padanya!”, sungutku. Kulihat tubuh Eunri bergetar hebat. Dia pasti ketakutan.

“gwenchana?”, tanyaku. Dia hanya menangis. Tiba-tiba BUG! Dia memukulku balik. Sakit sekali. Kurasakan darah di lidahku. Memang aku tidak pandai berkelahi seperti Siwon hyung, tapi untuk kali ini aku ladeni dia.

“kau berani-beraninya menggangguku!”, ucapnya sedikit membentak.

“karena dia pacarku”, balasku. Sepertinya aku mulai terbiasa dengan kebohongan ini.

“pacar pura-puramu?”, tanyanya. Eh dia tahu? Kutatap Eunri yang juga menatapku.

“tidak, dia benar-benar yeojachinguku. Dan kau sudah menyakitinya. Kau harus berhadapan denganku!”, ucapku sekedar meyakinkan bahwa aku ini pacarnya. Aktingku tidak buruk. Tiba-tiba dia tertawa. Apa dia gila?

“kau yakin akan melawanku? Yang ada kau kalah di tanganku”, ucapnya sombong. Aku belum menyeimbangkan tubuhku, dia tiba-tiba meninju perutku dengan keras. Aku tersungkur ke lantai. Belum sampai disitu dia meninju wajahku lagi. Eunri hanya bisa menangis melihatku. Kenapa aku bisa menjadi selemah ini? Tiba-tiba polisi datang dan langsung menangkap Minho yang sedang asik memukulku. Siapa yang lapor polisi?

“Kyuhyun berani-beraninya kau lapor polisi!”, teriak Minho.

“bukan aku yang lapor polisi”, jawabku dengan suara yang lemah. Pukulannya sangat terasa sakit di tubuhku. Minho langsung dibawa oleh polisi-polisi itu.

“kami yang lapor polisi”, jawab seseorang. Sungmin hyung? Teuki hyung? Siwon hyung? Kenapa mereka ada disini?

“Kyuhyun~ah gwenchana? Keluar darah dari hidung dan mulutmu!”, teriak Sungmin hyung.

“kau tak apa-apa?”, Tanya Teuki hyung. Ah leader yang satu ini memang perhatian kepada membernya.

“gwenchana hyung”, kataku sambil mencoba berdiri tapi, aw! Beberapa tinjuan dari Minho itu berefek besar pada tubuhku.

“sakitkah? Sini aku bantu kau berdiri. Lebih baik kau ke rumah sakit”, ucap Siwon hyung. Aku melupakan sesuatu. Eunri!

“Eunri”, ucapku. Kemudian Sungmin hyung membawa Eunri yang dari tadi terduduk melihatku. Dia masih ketakutan.

“Eunri~ah kau tak apa-apa?”, Tanya Sungmin hyung. Dia diam. Sepertinya masih shock. Ah dia ini, sekeras apapun kepalamu, tetap saja kau ini gadis manja yang akan menangis bila merasa ketakutan. “biar dia bersamaku saja”, ucap Sungmin hyung.

“ayo kita harus memeriksakan keadaan Kyu ke rumah sakit”, kata Teuki hyung. Akhirnya semuanya meninggalkan tempat ini dan menuju ke rumah sakit.

 

EUNRI POV

 

Aku hanya bisa menangis melihat Kyuhyun dipukul oleh Minho. Dasar bodoh! Kenapa kau diam saja? Kenapa kau tidak melawannya hah? Senang membuatku menderita? Aku sangat takut. Akhirnya setelah menunggu Kyuhyun selesai diperiksa dokter. Aku dan beberapa hyungnya masuk kedalam ruangan Kyuhyun. Ah aku belum banyak tau tentang mereka. Mereka baik sekali dari tadi menenangkanku. Mereka juga mengenalkan diri mereka satu persatu ke arahku. Dan mereka menyuruhku untuk memanggil mereka dengan sebutan oppa. Tapi tidak dengan Kyuhyun, rasanya aneh aku memanggilnya dengan sebutan itu.

“Kyuhyun~ah gwencaha? Masih sakit?”, Tanya Sungmin oppa.

“gwenchana hyung”, jawabnya.

“lain kali kau bilang kepada kami jika ada sesuatu yang penting”, timpal Siwon oppa.

“kami mengkhawatirkanmu Kyu”, tambah Leeuteuk oppa. Beruntung sekali dia mempunyai hyung yang sayang padanya.

“kenapa kalian tahu aku ada disana tadi?”, tanyanya.

“kau tadi terlihat terburu-buru dan sangat panik. Dan ada yang bilang kau sampai hampir menabrak seseorang saat akan pergi. Jadi kami menyusulmu dan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan kami lapor polisi”, jelas Siwon oppa. Sebegitukah dia ingin menolongku? Kemudian Kyuhyun menatapku.

“kau tidak apa-apa?”, tanyanya. Seharusnya aku yang bertanya begitu padamu.

“tidak. Sungmin, Siwon dan Leeteuk oppa menghiburku dari tadi”, ucapku.

“apa? Oppa? Kau memanggil mereka semua dengan sebutan oppa sedangkan padaku tidak!”, sungutnya. Lucu sekali melihatnya marah seperti itu.

“aku tidak suka memanggilmu oppa. Rasanya aneh”, ucapku dingin.

“aissh kau ini!”, gusarnya.

“hehm sepertinya kami harus pergi. Setelah ini kami ada acara masing-masing. Titip Kyuhyun Eunri~ah. Dan sepertinya nanti ada yang harus kau ceritakan kepada kami Kyu”, ucap Leeteuk oppa.

“bicara apa?”, tanyaku pada Kyuhyun. Kyuhyun menggeleng. Kemudian mereka pergi meninggalkan Kyuhyun. Sekarang hanya ada aku berdua saja dengannya.

“aku boleh bertanya tidak?”

“apa?”, tanyanya.

“kenapa kau bodoh?”, tanyaku yang langsung mendapat jitakan dari Kyuhyun.

“kau ini bertanya atau mengajakku berkelahi?”, tanyanya.

“bertanya”, jawabku. “kau ini bodoh”, lanjutku.

“lama-lama kucium bibirmu”, ancamnya. Memangnya aku takut padamu? Aku lebih takut pada Choi Minho namja sialan itu.

“kenapa kau tadi diam saat Minho memukulimu? Kau ini bodoh”

“berhenti mengataiku bodoh!”, sungutnya.

“jawab pertanyaanku”

“aku tidak tahu, tubuhku tiba-tiba selemah itu. Yang ada dipikiranku, aku hanya takut kalau aku melawannya dia akan melakukan sesuatu yang buruk terhadapmu”, jawabnya. Dia mengkhawatirkanku? Aku menatapnya dan dia pun menatapku. Suasana tiba-tiba hening. Setelah saling memandang agak lama, aku mengalihkan pandanganku. Kenapa jadi canggung seperti ini?

“kenapa kau jadi diam?”, tanyanya.

“ah ani. Aku keluar dulu ya, aku mau beli sesuatu untuk dimakan”, jawabku.

“eh tunggu, aku mau memberitahukan sesuatu padamu”, ucapnya.

“apa?”, tanyaku.

“ehm ah tapi bagaimana aku mengatakannya ya”, ucapnya sambil menggaruk rambutnya.

“pentingkah?”, tanyaku. Sebenarnya apa sih?

“mollayo, mungkin penting bagimu”, katanya. “aku bertemu dengan orang yang menyapamu saat kita di Paris, kau dengar kan tadi aku hampir saja menabrak seseorang saat akan menolongmu? Aku hampir menabraknya tadi. Dia ternyata bisa bahasa Korea, aku kira dia bukan orang Korea karena waktu di Paris dia berbicara dengan bahasa Inggris. Sebenarnya dia itu siapa? Kenapa waktu di Paris kau tiba-tiba berubah saat bertemu dengannya? Apa dia itu-“

“cukup!”, potongku. Kulihat Kyuhyun sedikit terperanjat kaget.

“waeyo? Kemarin kau juga seperti ini saat bertemu dengan namja itu. Memangnya ada apa sih sebenarnya? Aku penasaran”, katanya.

“kubilang cukup Cho Kyuhyun! Aku tidak mau mendengarnya lagi!”, ucapku kemudian aku berlari keluar ruangannya secepat yang kubisa. Aku mendengar dia memanggil-manggil namaku tapi aku terus saja berlari pura-pura tidak mendengarnya.

Kududuk di kursi taman rumah sakit ini. Aku perlu merefresh otakku. Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian yang menimpaku. Kupejamkan mataku dan kurasakan angin menyapu wajahku, waw cukup dingin ternyata sore ini. Padahal sudah masuk musim gugur tapi tetap saja dingin. Tiba-tiba ada yang menyampirkan jaket dibahuku.

“udara sangat dingin. Nanti kau sakit”, ucap seseorang yang ternyata Kyuhyun.

“ya! Kau ini gila?! Kau bilang kalau cuaca dingin tapi kau sendiri hanya memakai baju rumah sakit yang tipis itu tanpa mengenakan jaket? Yang ada kaulah yang sakit bukan aku!”, bentakku.

“berisik sekali kau. Sudah pake jaket itu”, perintahnya.

“tidak mau. Kau pasien disini, kaulah yang sedang sakit, harusnya kau yang memakai jaket ini”

“ya sudah sini! Kau cerewet sekali”, ucapnya sambil memakai jaketnya.

“untuk apa kau kemari? Sudah istirahat saja”, ucapku.

“aku bosan disana sendirian. Tidak ada PSP. Dan kau malah lari kesini. Ya sudah aku kesini”, jawab Kyuhyun. Kenapa atmosfer rasanya berbeda ya hari ini?

“kau tidak memberitahu orang tuamu?”, Tanya Kyuhyun. Ah benar juga.

“oh iya aku lupa. Tapi biar saja. Sekarang aku sudah tidak apa-apa ini”

“lebih baik kau memberitahu mereka. Bisa-bisa aku dibunuh appamu. Status kita masih berjalan sampai sebulan kedepan”, ucapnya. Tuh kan benar. Ada yang berbeda hari ini.

“biar saja”, kataku. “kau merasakan ada yang beda tidak?”, tanyaku.

“apanya?”, Tanya Kyu.

“kau berbicara lembut kepadaku. Kau makan apa hari ini?”

“memangnya salah aku lembut padamu? Sedang ingin saja”, balasnya.

“tapi aku tidak suka kau bersikap seperti ini padaku. Aneh”

 

KYUHYUN POV

 

“tapi aku tidak suka kau bersikap seperti ini padaku. Aneh”, katanya. Apa iya aku beda hari ini? Ah rasanya biasa saja.

“itu hanya perasaanmu saja. Aku sama saja. Tampan seperti biasanya”

“aigoo.. wajahmu yang bengkak seperti itu kau masih saja menyebutnya tampan. Kau tidak waras”, katanya.

“tadi kau kan sudah bertanya padaku, sekarang giliranku bertanya padamu”

“tentang apa?”, Tanya Eunri.

“tapi kau harus menjawabnya. Apa hubunganmu dengan namja yang bertemu dengan kita di Paris waktu itu?”, tanyaku. Kulihat dia menatapku dengan tatapan tajamnya dan berdiri bersiap pergi. Dia ini sebenarnya kenapa? Selalu berubah bila ada sesuatu yang berhubungan dengan namja itu. Kutahan tangannya.

“kenapa selalu begini? Setiap aku menanyakan tentang namja itu sikapmu langsung berubah atau kau langsung marah-marah tidak jelas. Kau kan bisa cerita padaku”, jelasku. Aku benar-benar penasaran. Apa hubungan mereka? Baru kali ini rasa keingintahuanku terhadap masalah orang lain sangat besar. Aku penasaran!

“kau ingin tahu?”, tanyanya dengan suara yang datar namun tersirat kekesalan.

“iya”, jawabku mantap. Dia duduk lagi di kursi dan… dia menangis?

“ya! Kau jangan menangis disini”, ucapku. Beberapa orang mulai melihatku dengan Eunri di taman ini. Jangan-jangan mereka berpikiran macam-macam terhadapku. Dan dia bukannya bercerita malah menangis sesenggukkan di sebelahku.

“kau pernah lihat sebuah piring jatuh dan pecah berkeping-keping Kyuhyun~ssi?”, tanyanya. Eh kenapa jadi membahas piring?

“mungkin. Aku lupa, mungkin Wookie sering melihatnya. Kenapa kau malah membicarakan piring hah? Cepat ceritakan padaku”, pintaku. Ayolah aku penasaran!

“dia sudah membuatku hancur seperti itu. Awalnya aku mengacuhkan pecahan kaca itu, namun akhirnya aku mulai membereskannya. Dan saat aku akan membereskannya, pecahan kaca itu malah menusuk jariku sampai mengeluarkan darah. Sakit sekali”, katanya dengan kepala menunduk. Ah aku tidak mengerti.

“maksudmu? Pakailah bahasa manusia”, ucapku. Tapi dia tidak menghiraukanku.

“akhirnya aku simpan pecahan kaca itu di suatu tempat. Berharap suatu hari dia datang dan menyusunnya lagi menjadi piring yang utuh tanpa goresan sedikitpun, tapi harapanku kosong. Sangat susah ternyata menyusunnya lagi dengan lem sebagus apapun. Sampai sekarang pecahan itu masih kusimpan disuatu tempat”, ucapnya. Aku sedikit terperangah mendengarnya. Aku mengerti. Sedikit prihatin dan kagum dengan susunan kalimat yang digunakannnya. Dia terus menangis dan menundukkan kepalanya.

“dia… menyakitimu?”, tanyaku ragu. Dia menatapku sekilas saat aku bertanya seperti itu padanya.

“aku sudah mulai lupa dengan pecahan kaca itu. Dan mungkin atas kehendak Tuhan, ada yang mengirimkanku piring yang baru dan utuh. Mulai mengobati rasa sakitku”, tambahnya. “piring itu memang tidak semewah seperti piring yang sudah pecah itu. Tapi aku lebih senang dengan piringku yang baru, halus di setiap sudutnya dan tidak menyakitiku”, ucapnya dengan senyuman yang dipaksakan. Aku terus mendengarkan ceritanya.

“siapa orang itu?”, tanyaku langsung setelah berhasil menyerap semua kata-katanya itu.

“kau”

 

***

TBC

Waaaaa kacau nih. Gimana sama part ini? Gereget gak? Haha XD. Semoga gak ada yang kecewa sama part ini *ting* :D. tetep komen yaaaa….

21 thoughts on “13 My Lucky Number [part 4]

  1. waaa suka bagian kyu-mino kelai (meskipun kyu agak-agak – -‘) hehee
    author, aku penasaran sama yang manggil evelyn itu, lanjut ya thor. saya tunggu part selanjutnya. fighting!

  2. OMMOOOOOOOOO,, apa yang terjadi,, thor,,, hebat bgt dirimu yang membuat diriku mati penasaran….
    sumpah,, tegang banget q bacanya,,,

  3. waahh aku suka FF nya.. pengibaratannya dapet bgt walau cuma lewat piring, tapi kena bgt di hati #halah
    daebak. Lanjut yaa :)

  4. .woahh, aku suka yg bagian “piring piring pecah” itu , XDD
    .so sweet gmn gt.
    .kyu yg otakx super duper jenius ttp aja loading kalo d ajak ngmg gaya romantis.
    =o=

  5. oke bgt ceritanya.. Rame, aku jd kesel sma choi minho. Tp itu bukan minho shinee kn? Minho shinee orgnya ga sejahat itu..
    Lanjut ya ffnya, dipanjangin lg oke. Heheshinee kn? Minho shinee orgnya ga sejahat itu..
    Lanjut ya ffnya, dipanjangin lg oke. Hehe

  6. hehehe thor, sya prna pke analogi sprti itu, tpi klo sya gelas… *ga ad yg nanya ya..*
    yg ini nyentuh thor..

    jdi pnsran sma klnjtan Hyun_Ri dan masa lalu Eunri sma namja itu..

    lanjutt thor.. :)

  7. Gereget bgt ~_~
    Ceritain donk smw masa lalu eunri *-* #puppy#
    Aq suka kata2’a,, indah :)
    Best part de ^.^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s