13 My Lucky Number [part 3]


 

Author                        : Inkania

Main cast        : Kyuhyun Super Junior, Kim Eunri (karangan author)

Support cast   : Minho SHINee, member Super Junior

Rating             : PG

Genre              : romance

Disclaimer       : ini FF murni dari pikiran author :D dan pernah dipublish di blog pribadiku inkakania13.wordpress.com

Don’t be a plagiator! ^^ Jangan lupa komen ya. Aku author baru jadi butuh banyak masukkan… happy reading…

 

EUNRI POV

 

“kau?!”

“wae? Kenapa kau kaget begitu?”, Tanya namja itu. Aigoo! Kenapa aku harus bertemu lagi dengannya!

“Choi Minho apa yang sedang kau lakukan disini? Kau mengikutiku? Aku sudah menolakmu dan tak bisa diganggu gugat!”, ucapku membentak padanya.

“aku mengikutimu? Sok tahu sekali kau. Aku kuliah disini dan aku adalah sunbaemu. Kudengar dari cerita appamu, umur kita terpaut satu tahun. Dan kau seharusnya memanggilku oppa Eunri~ah”, katanya sambil mensejajarkan wajahnya dengan wajahku. Memanggilnya oppa? Jangan harap. Memanggil Kyuhyun yang umurnya berbeda tiga tahun denganku saja aku malas menyebutnya dengan sebutan oppa. Dan apa itu? Dia memanggilku dengan sebutan Eunri~ah?

“mana Kyuhyun mu itu? Ah… apa jangan-jangan kemarin malam kau hanya berpura-pura berpacaran dengannya agar tidak jadi bertunangan denganku?”, ucapnya tepat sasaran dengan seringaian yang sedikit membuatku bergidik. Apa dia bisa menelaah isi otakku? Untung aku pintar berakting, aku bisa mengontrol ekspresi wajahku yang setengah kaget saat dia tepat berhasil menebak hal itu

“kau menuduhku Minho~ssi? Kau jangan sembarangan bicara. Dia itu benar-benar namjachinguku. Dan aku tidak membuka lowongan kosong lagi dihatiku. Hanya tertera nama Cho Kyuhyun. Jadi jangan berharap aku bisa berpaling padamu”, ucapku dengan penekanan pada nama Cho Kyuhyun. Aku mau muntah sepertinya.

“oh begitu ya? Tapi bagaimana kalau aku memaksamu agar kau mau menjadi milikku?”, katanya datar. Aigoo! Apa maksud perkataannya? Walaupun wajahnya tampan tapi tidak setampan Kyuhyun, tetap saja aku tidak tertarik padanya. Ada sesuatu yang membuatku lebih tertarik pada Cho Kyuhyun dari pada Choi Minho itu.

“apa secara tidak langsung kau mau bilang kalau kau menyukaiku? Asal kau tahu saja, aku ini keras kepala. Sekali aku bilang tidak, tidak ada seorang pun yang bisa mengubah pendirianku. Lebih baik kau cari saja yeoja lain yang lebih normal dariku”, saranku. Dia kelihatannya sedang berfikir.

“kalau aku tidak mau dan terus mengejarmu sampai aku mendapatkanmu, apa yang akan kau lakukan?”, tanyanya lagi. Masih tidak puas dengan jawabanku?

“mungkin aku bisa membunuhmu. Setidaknya itu adalah hal paling ringan yang aku lakukan padamu”, ancamku. Apa dia tidak bisa mengerti bahasa manusia? Lambat sekali otaknya mencerna perkataanku yang jelas-jelas tidak suka padanya.

“sepertinya menarik sekali tantanganmu. Apa aku boleh mencobanya?”, tanyanya. Apa dia tidak waras?

“maaf Choi Minho aku tetap tidak akan menyukaimu”, balasku. Tiba-tiba dia mendekat ke arahku dan berbisik di telingaku.

“kau sudah ku tetapkan sebagai takdirku. Sejauh apapun kau berlari dariku aku akan tetap bisa menemukanmu. Tertarik dengan permainanku?”, bisiknya. Mataku membulat. Adrenalinku bekerja lebih cepat. Omo! Apa yang dikatakannya itu serius? Kenapa aku jadi takut begini? Sepertinya dia tidak main-main. Ottoke? Apa yang harus aku lakukan? Dia langsung saja pergi dari hadapanku meninggalkanku aku yang masih shock dengan kata-katanya. Aku adalah takdirnya? Menyeramkan sekali mendengar itu dari mulutnya. Sepertinya predikat setan lebih kuat ada pada dirinya daripada Cho Kyuhyun.

“Eunri~ah.. Eunri.. hey Kim Eunri!”, teriak Hyorin padaku. Langsung aku menoleh padanya. Perkataan Choi Minho itu masih membuatku shock.

“siapa namja tadi? Kenapa wajahmu shock begitu selesai bicara dengannya?”, tanyanya.

“dia itu adalah namja yang hampir menjadi tunanganku kalau aku tidak berpura-pura bilang bahwa Kyuhyun adalah pacarku di acara kemarin malam. Bisa-bisanya aku bertemu dengannya di kampus ini’, jelasku panjang lebar.

“tapi aku seperti mengenalnya’, jawab Hyorin.

“siapa dia?”

“sebentar… ah aku ingat! Dia itu Choi Minho anak dari pemilik universitas ini”, jawab Hyorin. Sontak aku memuncratkan lemon tea yang sedang ku teguk dengan nikmatnya. MWO?! Dia anak pemilik universitas ini? Berarti appanya adalah rekan kerja appaku? Pantas saja appa sangat setuju saat aku memutuskan untuk memilih universitas ini! Kenapa semuanya serba kebetulan seperti ini?!

“kenapa kau Eunri~ah? Pelan-pelan kalau sedang minum”, ucap Hyorin.

“apa kau sedang tidak bercanda?”, tanyaku. Dia menggeleng. Nasib buruk apalagi yang akan menimpaku nanti?

 

KYUHYUN POV

 

Ah benar apa yang kubilang. Wartawan dimana-mana. Mengganggu kebebasaanku saja. Apa yang membuatku dengan begitu gampangnya berkata iya pada yeoja gila itu untuk membantunya tadi? Padahal tinggal berkata tidak apa susahnya sih. Ah pikiranku tidak beres akhir-akhir ini.

“Kyuhyun~ah, gara-gara skandalmu itu kita jadi diburu wartawan terus”, keluh Heechul hyung.

“kenapa menyalahkanku? Ini salah yeoja itu”

“dia punya nama Kyu, namanya Kim Eunri”, sahut Siwon hyung.

“aku tidak peduli”, balasku.

“sudahlah, semuanya sudah terjadi”, sambung Teuki hyung. Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Telepon dari yeoja gila itu lagi.

“apa?”, jawabku ketus.

“sopanlah sedikit padaku”, balasnya. Cih seperti dia yang sopan saja kepadaku.

“ada apa? Cepat bicara sebentar lagi aku akan masuk pesawat”, balasku.

“eh? Mau kemana kau?”, tanyanya. Dia ini mau pura-pura menjadi pacarku tapi tidak tahu jadwalku?

“lihat saja di internet”, jawabku.

“kau tinggal bilang saja padaku sekarang, untuk apa aku mencarinya di internet kalau aku bisa langsung bertanya padamu. Babo”, ujarnya. Dia memanggilku apa? Babo?

“ya! Berani-beraninya kau memanggilku babo! Dasar yeoja gila!”, sentakku. Semua member di mobil melirik ke arahku.

“karena kau memang babo. Cepat bilang kau mau kemana?”, tanyanya.

“aku tidak mau bilang. Seenaknya kau memanggilku babo”

“ya! Hey Cho Kyuhyun kau tinggal bilang saja apa susahnya! Kekanak-kanakan sekali tingkahmu itu. Umurmu lebih tua tiga tahun dariku, tapi tingkahmu seperti anak umur lima tahun yang marah hanya karena tidak dibelikan permen. Cepat katakan padaku!”, bentaknya. Oke aku menyerah.

“aku akan terbang ke Paris ada konser SM Town selama dua hari disana. Sekarang kau puas?”, jawabku. Tiba-tiba hening. Kemana dia?

“Kyuhyun aku ikut!”, teriaknya tiba-tiba.

“andwae! Aku tidak mau membawamu! Itu sama saja menunjukkan kepada media kalau kau pacarku! Aku tidak mau!”, teriakku di dalam mobil. Semua member mulai melihatku dengan tatapan heran.

“pokoknya aku ikut denganmu. Aku malas bertemu dengan Choi Minho orang yang akan ditunangkan dengan aku itu di kampus”, ucapnya.

“kalian satu kampus?”, tanyaku.

“iya dan kau tahu, dia mengancam akan merebutku darimu. Mengerikan sekali”, katanya dan sedetik kemudian aku tertawa terbahak-bahak. Apa katanya? Merebutnya dariku? Sejak kapan dia merasa kalau dia adalah milikku?

“kenapa kau tertawa? Apa yang aku katakan tadi itu lucu?”, tanyanya. Tentu saja bodoh!

“Eunri~ssi sejak kapan kau merasa kau adalah milikku? Menggelikan sekali saat kau bilang bahwa Minho itu akan merebutmu dariku. Kalau mau direbut, rebut saja. Memangnya aku peduli?”, balasku. Konyol sekali yeoja ini.

“terserah lah apa katamu, tapi kau itu adalah pacar pura-puraku, berarti selama batas waktu yang telah ditentukan kau adalah milikku”, balasnya.

“Kyuhyun pokoknya aku ikut denganmu ke Paris!”, tambahnya.

“tidak mau!”, balasku. Keras kepala sekali anak itu.

“ya sudah aku akan membuat konferensi pers bahwa kau akan menikah denganku”, jawabnya datar.

“MWO?! Kim Eunri kau jangan macam-macam padaku!”, ancamku. Seenak jidat dia bilang kalau dia akan melakukan konferensi pers bahwa dia akan menikah denganku. Apa yang akan kukatakan pada eomma dan appaku?

“jadi bagaimana? Aku bisa ikut kan?”, tanyanya.

“ah baiklah, baiklah. Kau menyebalkan sekali Eunri~ssi”, jawabku. Ah sepertinya aku akan membawa malapetaka ke Paris.

“baiklah sampai jumpa disana. Kyuhyun kau harus memberitahukan hotel tempatmu menginap. Sampai jumpa”, jawabnya hampir memutuskan hubungan telpon.

“eh Eunri~ssi, berapa umurmu?”, tanyaku.

“20 tahun. Untuk apa kau bertanya itu padaku?”, tanyanya.

“kau seharusnya memanggilku dengan sebutan oppa. Tidak sopan sekali kau padaku yang jelas-jelas berumur tiga tahun dibawahku”, kataku, baru sadar kalau dia tidak pernah menyebutku dengan sebutan oppa.

“malas sekali harus memanggilmu dengan sebutan itu. Kau juga kadang tidak menyebut hyung mu dengan sebutan hyung kan? Sudah ya, annyeong”, katanya sambil memutuskan sambungan telpon. Yeoja ini?!

 

-PARIS-

 

AUTHOR POV

 

            Sesampainya member Super Junior di Paris begitu juga Eunri yang bertemu dengan mereka di bandara, langsung menuju ke hotel yang telah disiapkan. Semua member Super Junior menatap heran pada Kyuhyun yang membawa Eunri ke Paris tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sesampainya mereka di kamar masing-masing, semua member langsung masuk ke kamar Kyuhyun dan mengintrogasinya.

“mau apa kalian semua masuk ke dalam kamarku?”, Tanya Kyuhyun.

“kau ini senang sekali membuat penasaran semua hyung mu. Cepat beritahu kami kenapa kau tiba-tiba membawa Eunri ke Paris tanpa memberitahu kami sebelumnya?”, Tanya Teuki.

“apa kau sekarang benar-benar mempunyai hubungan khusus dengan yeoja yang sering kau bilang gila itu?”, Tanya Donghae.

“ayo cepat jawab Kyu”, kata Sungmin.

“ya! Kenapa kalian mengintrogasiku seperti di dorm waktu itu? Tanya saja pada yeoja itu. Jangan bertanya padaku”, ucap Kyuhyun kesal.

“makin lama kau makin mencurigakan Kyu”, ucap Hyukkie.

“aku lelah. Aku mau tidur”, ucap Kyuhyun.

“ya! Kami datang kesini baik-baik padamu. Tapi kau malah mengusir kami”, ucap Donghae.

“ya! Lee Donghae ini kamarku. Aku lelah mau tidur”, ucap Kyuhyun.

“panggil dia hyung Kyu! Kadang kau tidak sopan pada hyung-hyungmu ini”, kata Teuki.

“ah ya aku lupa, mianhe. Lalu apa? Kalian masih mau berada disini?”, Tanya Kyu datar.

“ah sudahlah kita semua kembali ke kamar kita masing-masing kita harus beristirahat”, ucap Siwon. Akhirnya semuanya kembali ke kamarnya masing-masing dan beristirahat.

 

EUNRI POV

 

Hah nyenyaknya tidurku. Sudah lama sekali aku tidak ke Paris, rasanya menyenangkan bisa bermain kesini. Orang tuaku langsung saja memberiku izin untuk pergi ke Paris setelah tahu aku pergi dengan Kyuhyun, tentu saja setelah orang tuaku menelpon Kyuhyun dulu. Kulihat handphoneku, ada satu SMS. Kubuka pesan itu.

 

From: namja 13

‘aku pagi ini ada rehearsal untuk SM Town nanti malam. Kau jangan menggangguku! Kau hanya boleh datang saat konser berlangsung saja nanti malam. Ingat itu!’

 

Pagi-pagi sudah di SMS seperti ini. Lagipula siapa yang mau melihatnya latihan? Lebih baik aku jalan-jalan saja di kota Paris yang indah ini. Aku lebih tertarik dengan pemandangan kota Paris daripada pemandangan jerawat yang ada pada wajahnya. Dan soal namanya di kontak handphoneku, kalian tidak usah bertanya. Aku bisa tahu dia berawal dari angka 13 itu. Tidak ada yang salah kan? Dan tolong dicatat, sampai sekarang aku masih lebih tertarik pada angka 13 yang merupakan urutan keanggotaannya di Super Junior. Tapi hati mungkin bisa berubah. Siapa yang tahu.

 

***

            Sorenya aku bersiap-siap untuk nonton konser SM Town. Setelah seharian belanja dan menemukan berbagai aksesoris bernuansa 13, aku kembali ke hotel. Aku penasaran, seperti apa sih konser SM Town yang di agung-agungkan warga Paris ini. Ku telpon Kyuhyun untuk memastikan kapan acaranya akan dimulai.

“yoboseo. Ada apa?”, angkatnya.

“kapan acaranya dimulai?”, tanyaku.

“sekitar tiga jam lagi. Kau akan datang?”, tanyanya.

“tentu saja. Untuk apa aku ikut ke Paris kalau tidak melihat konser itu? Daripada aku harus diam di hotel. Membosankan”

“kau ingin melihat konsernya atau kau ingin melihatku? Kau tak usah sungkan bilang kalau aku ini tampan, karena aslinya aku memang tampan”, katanya datar tapi terdengar sombong ditelingaku.

“kau bilang kau tampan dengan jerawat-jerawat yang bersarang di wajahmu itu? Oh God! Lee Minho saja yang wajahnya lebih bersih darimu tidak pernah bilang kalau dia itu tampan dihadapan orang lain. Kenapa Tuhan bisa menciptakan orang seperti dirimu?”, jelasku. Demi apapun tingkat kenarsisannya sangat parah.

“jangan pernah membahas jerawat di wajahku! Aku menyesal mengizinkanmu pergi ke Paris”, katanya.

“menyesal atau tidak menyesal sekarang aku sudah ada di Paris bersamamu. Kyuhyun apa kau bisa menyediakan tiket untukku? Aku dengar tiket konser sudah habis”

“oh baguslah kalau begitu diam saja di hotel dan tidak usah kesini”, jawabnya. Kalau dia ada di hadapanku, kupukul dia dengan sepatuku.

“ya! Jahat sekali kau padaku! Ayolah, aku ingin datang ke konser SM Town”, rayuku.

“sebegitu inginkah kau melihatku di konser ini? Baiklah. Tapi ada syaratnya”, kata Kyuhyun. Ah perasaanku tidak enak.

“apa? Asalkan tidak macam-macam akan kupenuhi syaratmu. Dan tolong dengar, aku ingin melihat konser itu bukan untuk melihatmu!”

“macam-macam atau tidak, kalau kau tidak memenuhinya aku tidak akan membantumu menonton konser ini”, katanya. Bertele-tele sekali.

“ayo cepat katakan!”, bentakku.

“panggil aku oppa”, katanya datar.

“Mwo?! Shireo! Aku tidak mau dan tidak akan pernah memanggilmu dengan sebutan itu! Menjijikkan”, balasku. Sampai kapanpun aku tidak akan mau memanggilnya dengan sebutan oppa. Sudah kubilang kan aku orangnya keras kepala, sekali tidak ya tidak.

“oh ya sudah, tidur saja di hotel”, katanya. Sial! Aku ingin sekali menonton konser itu!

“arraseo oppa! Please give me a ticket!”, teriakku. Dia terdengar tertawa di sebrang sana. Hahaha tertawalah kau Cho Kyuhyun selagi kau masih bisa. Setelah kita bertemu nanti kupastikan hidupmu tidak akan tenang.

“baiklah, aku benar-benar puas sekarang”, katanya sambil masih terus tertawa. “nanti kau menonton dari backstage saja, kau masuk lewat pintu belakang. Nanti aku suruh orang menjemputmu kesini dan menunjukkan jalan langsung ke backstage”, katanya.

“berhentilah tertawa!”, teriakku. Aigoo harga diriku!!! Sejak kapan aku mudah terayu seperti ini?

“ah rasanya aku ingin mendengarmu memanggilku dengan sebutan oppa lagi. Ayo katakan sekali lagi”, pintanya.

“ku mutilasi kau Cho Kyuhyun!”, teriakku sambil menutup telepon. Dia benar-benar menyebalkan.

 

KYUHYUN POV

 

Puas sekali mendengarnya memanggilku dengan sebutan oppa. Aku masih tertawa mendengarnya.

“Kyu kau kenapa tertawa sendirian seperti itu? Aku jadi khawatir”, Tanya Shindong hyung.

“ani”, balasku sambil masih sedikit tertawa.

“akhir-akhir ini kau aneh Kyu. Kemarin di mobil saat kau akan ke bandara kau berteriak-teriak di telpon, dan sekarang kau justru tertawa sendiri sehabis menelpon. Aku khawatir kau gila Kyu”, ucap Wookie.

“bukannya dia memang gila?”, sambung Yesung hyung.

“jangan-jangan kau memang benar sudah menonton koleksi film yadongku ya Kyu? Benar dugaanku waktu itu”, glek semuanya langsung memandang tajam ke arah monyet ini.

“kenapa memandangku? Biasanya orang yang sudah menonton film yadongku akan berubah. Seperti Kyuhyun, dia tiba-tiba tertarik pada seorang yeoja”, jelas Eunhyuk hyung.

“ya, kau juga berubah, kau berubah menjadi gila setelah menonton film yadongmu itu”, timpal Donghae hyung.

“benarkah? Ah mungkin hanya perasaanmu saja”, balas Eunhyuk hyung. Tiba-tiba dia tersadar akan sesuatu. “kau bilang aku gila tadi?! Dasar ikan tengik!”, bentaknya. Telat sekali responnya.

“apa yang sedang kalian bicarakan?”, tanyaku. Semuanya memandang ke arahku.

“ah benar, apa yang sedang kita bicarakan?”, kata Yesung hyung. Astaga! Kenapa aku mempunyai hyung sebodoh mereka?

“semuanya ayo cepat berkumpul. Kita harus bersiap-siap”, teriak Teuki hyung. Aku berjalan menuju ruang staff dan mulai bersiap-siap. Walaupun acara masih tiga jam lagi, tapi tetap saja artis SM Entertainment itu banyak sekali.

Setelah siap, aku hanya tinggal menunggu saja sampai Super Junior tampil. Tapi dimana yeoja gila itu? Ku telpon saja dia, bagaimanapun ini Paris dan kedua orang tuanya menitipkannya padaku. Sial sekali aku.

“yoboseo”, angkatnya.

“ada dimana kau?”, tanyaku.

“mengkhawatirkanku? Tenang saja, aku sudah ada di tempat yang tepat”, balasnya.

“baiklah. Oh ya nanti aku akan duet bersama Seohyun SNSD”, kataku.

“lalu?”, tanyanya. Ah untuk apa aku harus laporan padanya?

“ani, hanya memberitahumu saja. Sudah ya”, tutupku. Tidak lama berselang saatnya Super Junior tampil.

 

EUNRI POV

 

Untuk apa dia memberitahuku kalau dia akan berduet dengan Seohyun SNSD? Apa dia berharap aku cemburu? Pede sekali dia. Kemudian suasana seketika menjadi heboh. Oh ternyata saatnya Super Junior tampil. Karena posisiku yang agak dekat dengan panggung, aku bisa melihat Kyuhyun dengan jelas. Ku keluarkan handphoneku dan ku potret penampilannya. Haha lucu sekali. Ada fotonya yang sedang menganga, ada yang matanya sedang tertutup, ada yang posisinya seperti sedang… menungging sepertinya. Haha terlihat bodoh sekali wajahnya. Kugulirkan tombol hapeku ke foto terakhir yang kupotret tadi. Kulihat wajahnya lekat-lekat. Sepertinya mataku katarak saat ini. OMO! Kenapa Kyuhyun terlihat cool sekali di foto ini! Berkali-kali kupandang foto itu dan sesekali memandanginya yang sedang di atas panggung. Oh ada apa ini? Kenapa tiba-tiba pandanganku berubah terhadap Cho Kyuhyun itu? Beginikah rasanya seorang ELF mengaguminya? Kenapa dia tampan sekali!

Kuusahakan tetap fokus dan mengembalikan kewarasan otakku pada keadaan ternormal yang bisa kulakukan. Padahal daritadi penampilan dari artis-artis lain sudah menggantikan Super Junior di atas panggung, tapi bahkan aku merasa nama Jonghyun seperti ‘Kyuhyun’ ditelingaku. Dan aku sedikit tersadar dari ketidakfokusanku saat nama Kyuhyun dipanggil bersamaan dengan dipanggilnya nama Seohyun di atas panggung. Ah sepertinya sekarang mereka akan duet. Ku perhatikan mereka yang mulai bernyanyi diatas panggung. Yang telah kudengar, banyak orang yang menyebut mereka sebagai pasangan seokyu. Aneh ditelingaku. Kurasa yunri lebih baik, Kyuhyun Eunri. Aaah! Apa yang terjadi dengan otakku?!

Awalnya mereka menyanyi biasa. Duet yang lumayan menurutku. Tapi kurasa suaraku lebih hebat dari Seohyun itu. Mungkin kalau aku bernyanyi, kaca-kaca disekitarku akan tiba-tiba pecah. Hebat bukan? Tapi lama-kelamaan mereka semakin mesra dimataku. Kyuhyun tiba-tiba menggandeng tangan Seohyun itu. Kenapa ini? Rasanya emosiku labil sekali malam ini. Oh aku butuh dokter kejiwaan.

Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Telepon dari… eh? Cho Kyuhyun? Bukannya dia sedang bernyanyi di atas panggung? Langsung kualihkan pandanganku ke atas panggung. Ternyata yang sedang tampil adalah boy band lain. Kapan dia selesai bernyanyi?

“yoboseo”, jawabku.

“hey wajahmu kenapa masam sekali saat aku tampil dengan Seohyun tadi? Ah kau cemburu ya?”, tanyanya sambil terkekeh. Cemburu? Untuk apa?

“tidak. Enak saja kau bicara. Kau sempat memperhatikan ekspresi wajahku saat kau bernyanyi tadi?”, balasku.

“memangnya tidak boleh? Kau bohong, kau cemburu kan? Terlihat dari matamu”, timpalnya dengan suara yang meledekku.

“aku sudah bilang tidak!”, bentakku. Bisa tidak dia berhenti membahasnya?

“besok aku pulang, tapi sebelum pulang managemen memberi waktu untuk jalan-jalan. Mau tidak kau jalan-jalan denganku?”, tanyanya.

“mengajakku kencan ceritanya?”

“tidak. Enak saja. Memangnya di dunia ini ada lelaki yang ingin mengajakmu berkencan? Kau harusnya bersyukur dapat mengenalku walaupun dengan cara yang sedikit memaksa. Kau tidak tahu banyak wanita yang mengejarku di luar sana?”, tanyanya. Sombong sekali.

“kasihan sekali mereka harus berlari-berlari mengejarmu. Memangnya mereka tidak kelelahan?”, tanyaku asal. Memangnya aku peduli?

“Errr, kau ini bodoh sekali. Maksudku mereka itu fans be-“

“aku tunggu jam empat di lobi hotel”, lalu kuputuskan sambungan telpon. Dia mau curhat? Tidak penting sekali mendengarkan ocehannya. Otakku masih kacau karena fotonya tadi.

 

AUTHOR POV

Kebesokkannya Kyuhyun menepati janjinya untuk berjalan-jalan di Paris bersama Eunri.

“ada angin apa yang membuatmu menjadi agak baik padaku? Sampai mengajakku berjalan-jalan seperti ini. Maksudmu baik kan?”, Tanya Eunri. Kyuhyun menautkan alisnya.

“maksudmu? Aku tidak bernafsu melihatmu”, jawab Kyuhyun ketus.

“ya! Jawaban apa itu?!”, Tanya Eunri sedikit membentak.

“sudahlah lupakan. Aku sedang baik hari ini, kalau kau salah bertindak aku bisa saja melakukan yang tidak pernah kau duga”, jelasnya.

“kau ini punya berapa kepribadian? Baiklah aku diam”, balas Eunri. Selama itu, mereka terus berjalan-jalan mengelilingi Paris. Kyuhyun berjalan disamping Eunri, memastikan dia tidak hilang dan dibunuh oleh kedua orangtua Eunri.

“kenapa kau diam?”, Tanya Kyuhyun.

“mengantisipasi jika hal buruk menimpaku. Kau bilang begitu kan tadi? Lebih baik aku diam daripada kau melakukan yang tidak-tidak padaku”, jawab Eunri.

“aku serasa berjalan dengan peliharaanku, padahal aku berjalan dengan seorang manusia”, ucap Kyuhyun. Saat Eunri akan memukul kepala Kyuhyun tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya dan menahan tangannya yang sudah siap menjitak kepala Kyuhyun.

“Evelyn? What would you do to his?”, Tanya seorang pria. “I’m so glad to see you again”

 

EUNRI POV

 

“I’m so glad to see you again”, ucapnya lagi. Oh sesempit itukah Dunia? Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi?

 

***

TBC

Kok rasanya part ini kurang gereget ya? -___- kayaknya FF ini bakal agak panjang diluar dugaan. Suka kah dengan FF ini? Komen ya… gamsahamnida yang udah baca :D

21 thoughts on “13 My Lucky Number [part 3]

  1. ow, yg di kampus itu Minho??? aq kira kyu,,hehe
    chingu, aq mw tanya. Minho yg disini kn choi minho, itu mksdnya minho shinee ato ga??? ato cm namanya aja?? low mmber shinee otomatis kn d paris si Eunri ketemu minho,,hehe. maap, q baca dah dari part 1 tp baru bingung ttg minho nya,,hehe

    wah, enaknya bs nnton kyu live, dah gitu jalan2 lagi. Eunri, kamu harusnya bersyukur,,hehe

    daebak chingu,,jgn lama2 ya lanjutannya,,,(oya, kalo bisa panjangin lagi,,hihihi)

    • haha, iya Minho Shinee tapi sbnernya di FF aku ini dia bukan sbagai Minho Shinee, tapi anak seorang pengusaha kaya :D banyak yg salah kaprah yaa? :( aku lupa ngasih tau dari awal, hehe
      kurang panjang kah? aku usahain spya agak panjang ya nanti :D

  2. ecie Kyuhyun mulai perhatian sama Eunri #gubrak
    hayoo hayoo siapa ini? author ini bikin penasaran loh haha
    okeh saya tunggu part selanjutnya thor :)

  3. suka sama ff y seru. Pasti tuh orang minho lg dah. . .
    Aku pikir jg d kampus tu kyu tau y minho. . .
    Gile minho jadi y kyk gini, bakal rebutan ma kyu. . .
    Lanjugt. . .

  4. author, kok yg ini ceritanya kurang berasa (?) ya..
    Kyknya kurng gmn gitu pas bcanya.
    Tp ttp rame dan lucu.
    Klo bsa part slnjutnya lbh pnjang dan tmbah seru lg ya thor ^^

  5. baguuuusssss,,, evil Kyu punya saingannya,,, yg kyk gini nech bakal jadi favorit,, hehehehe,,, jgn lm2 y lanjutannya,,,^^

  6. Seneng’a ada my flaming minho ^_~
    Flaming vs. Evil *smirk

    Jujur ajj klo jealous, susah amat (-,-)
    Kyu jng sring2 d getpl, ntr tmbh babo :)
    Jng jg d mutilasi ,, ntr aq gmn *author :: bodo amat*

    LANJUUTT!!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s