You’re Just Too Nice, and I Hate It [part 2]

It’s me Kei and I’m back again.

And now, Hyori will be back with her original pair.

Hope you’ll like it. Don’t forget to comment n silent readers are welcome ^^

 

You’re Just Too Nice and I Hate It (part 2)

“Jadi ini balasanmu padaku, Hyo?” tanyanya monolog. “Dengan laki-laki itu?”

“Baiklah kalau memang begitu maumu. Akan kulayani permainan kekanank-kanakanmu ini Kim Hyori.”

**

 

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Hyori pada seorang laki-laki yang berdiri di depan pintu apartemennya. “Ya!!mau kemana kau?”

Laki-laki itu langsung masuk melewati celah yang dibuat oleh Hyori dan pintu yang dibukanya. Dia langsung duduk di sofa di ruang tamu dan menaruh beberapa dokumen yang ada di tangannya.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku sedang bosan dengan apartemenku.”

“Lalu?”

“Aku tidak bisa mengerjakan tugas-tugasku dari kantor di apartemenku.”

“Lalu?”

“Aku suka disini.”

“Lalu?”

“Aku akan mengerjakan tugas-tugasku disini.” Katanya sambil mengeluarkan laptop, menyebarkan dokumen-dokumennya di meja dan mengambil bantal kursi untuk bantalan punggungnya.

“Kau itu…” kata Hyori sebal. Percampuran antara kekesalannya karena tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk mengekspresikan kelakukan laki-laki itu.

“Hei, bagaimana kalau kau membuatkanku minum? Aku haus.” Katanya sambil memamerkan senyum mautnya.

“Ini.” Kata Hyori sambil mengangsurkan segelas lemon tea hangat.

“Terima kasih.”

“Kau ingat kan kalau kita sedang dalam masa break?” Tanya Hyori pada laki-laki yang sedang sibuk menekuni laptopnya itu. “Hey, tatap aku.”

“Apa?” jawabnya sambil menatap Hyori intens.

Hyori hanya bisa menahan nafasnya saat laki-laki itu menatapnya. Tatapan favorit Hyori yang sampai sekarang selalu disukainya dan yang selalu membuatnya lupa untuk bernafas.

Shit! Umpatnya dalam hati.

“Aku.. kau masih ingat kan kalau kita sedang dalam masa break?” katanya lagi kali ini dia mengubah posisi duduknya dan menghadap TV.

“Iya. Lalu?”

“Setahuku kalau dalam masa break, kita seharusnya tidak bertemu dan memikirkan kembali tentang hubungan kita.”

“Tapi tidak ada istilah break dalam pertunangan, sayang.” Katanya sambil mengelus rambut Hyori. “Kau yang minta waktu untuk berpikir kan?”

“Iya memang dan apakah kau tidak sadar aku melakukannya karena siapa?”

“Siapa?”

“Siapa kau bilang? Kau, oppa!” jawab Hyori tidak percaya. “Aku mau kau menyelesaikan urusanmu dengan mantan pacarmu itu, Haejin.”

“Urusan kami sudah selesai.” Jawabnya datar.

“Sudah selesai?” Tanya Hyori dengan nada suara yang agak tinggi. “Kau bilang sudah selesai? Yeah right!!”

“Karenanya kau tidak perlu membuatku cemburu dengan temanmu itu. Siapa namanya? Choi Siwon?”

“Membuatmu cemburu? Siapa? Aku? Dengan Siwon?” Tanya Hyori tidak percaya.

“Iya. Kelakuanmu akhir-akhir ini hanya untuk membuatku cemburu kan? Ayolah, Hyo. Hentikan permainan kekanak-kanakanmu itu.”

“Kelakuanku yang mana? Aku dan Siwon? Membuatmu cemburu?”

“Kalian jalan berdua, makan bersama, menghabiskan waktu bersama, mengacuhkan telpon dan smsku, selalu sibuk dan segalanya.” Jelasnya. Kali ini dia memutar bahu Hyori agar berhadapan dengannya sambil berkata, “Hyo, aku tahu kau kesal dengan Haejin tapi kami itu tidak ada hubungan apapun. Dia hanya mantan pacarku.”

“Kau yang bilang kalau kalian tidak ada hubungan apapun. Tapi dia selalu saja mencari celah dalam hubungan kita. Aku tidak suka.” Jawab Hyori sambil mengerucutkan bibirnya kesal.

“Kau itu tunangan siapa sih? Aku atau Haejin?”tanyanya sambil menepuk ujung hidung Hyori pelan. “Tunanganku kan? Jadi kau harus mempercayai kata-kataku karena semua yang ku katakan itu adalah hal yang sebenarnya.”

I don’t know.”

**

 

*Hyori POV*

Aku duduk di café favorit kami. Café kencan pertama kami. Cafénya tidak begitu besar tapi nyaman dan ini adalah pojok favorit kami. Yang berbeda kali ini adalah aku datang kesini sendiri tidak bersamanya.

Aku benar-benar butuh waktu untuk menenangkan diri dari semua situasi yang melelahkan ini. Aku kira hidupku akan sempurna –menurut versi manusiaku- bertemu dengan seorang laki-laki yang loveable dan manis, berpacaran, dia melamarku, dan sebentar lagi kami akan menikah.

Dia, laki-laki itu, mungkin hanya bisa digambarkan dengan senyum karena aku sendiri bingung harus menempatkan kata sifat atau kata kerja atau bahkan kata benda apa setelah kata ‘adalah’. Dia membuatku merasa menjadi diri sendiri, tidak perlu memakai topeng ataupun menjaga image seperti yang sering kulakukan. Bersamanya aku bisa menjadi anak kecil dan bermanja-manja seperti yang sering kulakukan dengan orang tuaku ataupun dengan sahabat-sahabatku. Dia benar-benar bisa membuatku nyaman walaupun kami hanya diam duduk berdua dan menonton TV. Waktu berjalan dengan tepat, tidak cepat atau lambat, kalau kami sedang bersama.

Dia tidak seperti Siwon yang maha sempurna –ayolah, siapa sih yang tidak menganggap Siwon itu makhluk Tuhan yang mendekati kata sempurna? Rendah hati, gentleman, religius, dan murah senyum- dia hanyalah laki-laki manis yang bersikap kekanakan yang telah memenjarakan hatiku. Hahaha, sounds cheesy right?

Tapi satu hal yang paling tidak ku sukai darinya adalah dia terlalu baik hati pada semua orang. Di awal perkenalan kami, temanku sering memperingatkan bahwa dia adalah tipe laki-laki yang baik pada semua orang. Itulah yang membuatnya populer di kalangan teman-temannya. Dia sulit berkata tidak dan bertingkah seperti anak kecil sehingga kau dengan sangat mudah memaafkan segala kesalahannya –itu adalah triknya yang sering dipakai kalau aku sedang kesal padanya-. Oh ya, dia itu juga king of flirt, bermodal wajahnya yang tampan, puppy eyes, dan pembawaannya yang manis dia bisa menggodamu dalam waktu kurang dari lima menit. Mungkin awalnya agak terdengar seperti kalimat norak yang hanya akan membuatmu menyunggingkan setengah senyumanmu, tapi setelah itu tidak sampai lima menit maka wajahmu sudah memerah karena malu akan kata-kata ataupun pujian darinya. Lalu setelah itu kau pun berusaha untuk selalu dekat dengannya dimulai dengan mendapatkan nomor telponnya ataupun membuat pertemuan ‘tidak sengaja’ yang kau rencanakan. ^______^

Oke,,sudah tentangnya. Bisa-bisa aku melupakan semua kekesalanku dan menelponnya untuk mendengar suaranya yang sangat khas karena aksen daerah selatannya yang masih kental walaupun dia sudah lama tinggal di ibu kota atau aku bisa-bisa sudah berada di pelukannya dan menonton film Titanic untuk yang kesekian kalinya. Kalian tahu sudah berapa kali kami menonton Titanic? Countless, bahkan aku sampai hafal beberapa dialognya karena dia yang selalu menyukai film itu. Biasanya yang aku lakukan kalau bosan (sekali) menonton film itu adalah bergelung di pelukannya. Tingginya yang tidak begitu jauh dariku membuat kepalanya berada tepat di leherku sehingga sangaaaaat nyaman sekali bergelung di pelukannya ditemani film romantis Titanic, popcorn, dan selimut di sofa.

Great, I’ve talk about him (again)

Wait a minute! Itu bukannya Haejin? Si perempuan menyebalkan itu? Oh, bukan. Hanya mirip. Aaaah,,kepalaku dipenuhi oleh perempuan itu. Tapi bukannya seharusnya mereka sedang bersama sekarang? Rapat tentang projek Galaxy-nya itu yang tidak pernah selesai. Ini sudah lebih dari tiga bulan, tunanganku sayang.

Dan sekarang apa? Siwon? Kau mencemburui Siwon? Seorang Choi Siwon? Oh, ayolah. It’s ridiculous. Choi Siwon itu adalah sahabatku. Kami berteman sudah enam tahun. Well, kalau kalian berpikir tidak mungkin seorang perempuan dan laki-laki itu bersahabat tanpa ada rasa saling suka maka kalian benar. Aku tidak menampik kenyataan bahwa aku pernah suka bahkan lebih dari itu jatuh cinta dan pacaran dengan Choi Siwon. Tapi itu hanya sebentar sebelum akhirnya kami berdua sadar bahwa kami memang hanya ditakdirkan sebagai sepasang sahabat, tidak lebih.

Aneh? Memang. Aku juga berpikir seperti itu. Dulu kami berdua pertama kali bertemu saat aku menjadi mahasiswa tingkat kedua dan Siwon adalah seniorku. Aku menjadi anak buahnya saat ada acara tahunan kampus dan semenjak itu kamipun berteman. Lalau setelah dia lulus, kami berpacaran dan akhirnya putus. Alasannya simpel, karena kami merasa tidak menjadi diri sendiri. Kami sama-sama menjaga kelakuan dan perasaan kami sewaktu berpacaran dan menyebabkan banyaknya kesalah pahaman.

“Aku rindu dengan persahabatan kita.” Kataku waktu itu setelah tiga bulan kami putus dan tidak saling menyapa. Ternyata Siwon pun merasakan hal yang sama dan memelukku. Pelukan Choi Siwon sebagai sahabat yang hangat dan menenangkan. Setelah itu kami pun memulai (kembali) persahabatan yang terhenti sampai sekarang. Kami membicarakan banyak hal setelah itu. Bagaimana bodohnya kami saat kami berpacaran dan semacamnya sampai kami menyadari kalau sebenarnya kami hanya ditakdirkan menjadi sahabat.

Seperti yang sudah kukatakan tadi. Aku tidak pernah kebal dengan pesona Choi Siwon yang memancar bagaikan matahari di musim panas, senyumnya dan pembawaannya yang selalu membuatku nyaman membicarakan apapun dengannya, tapi hatiku sudah tidak berdetak dengan kencang kalau kami bersama. Setiap kali kulit kami bersentuhan, entah sengaja atau tidak, aku tidak merasakan apapun selain kehangatan seorang sahabat darinya. Sekarang yang memenuhi kepala dan hatiku hanya si bodoh itu. Ya si bodoh yang dengan enaknya mengatakan bahwa dia dan Haejin tidak ada hubungan apa-apa padahal si foxy girl itu dengan enaknya membuatku mati cemburu.

 

*AUTHOR POV*

Hyori terlihat sebal dengan pikirannya sendiri. Dia meremas kertas yang tadi dicorat-coretnya. Setelah mengambil nafas beberapa kali, dia memutuskan untuk menyalakan laptopnya dan mengerjakan tugas dari kantornya yang belum selesai.

Belum sampai satu jam dia mengerjakan tugasnya tapi konsetrasinya sudah terpecah. Dia menghentikan gerakan tangannya di keyboard dan membungkukkan punggungnya. Dia sedikit frustasi karena otaknya sedang tidak bisa diajak kerja sama disaat penting seperti ini.

Dia menyadarkan kepalanya di atas tangan kanannya dan memandang trotoar yang dilewati oleh orang-orang yang sedang menikmati malamnya. Ada sepasang muda-mudi yang berjalan berdekatan sambil berpegangan tangan dan tersenyum.

“Haejin. Kenapa sih dia harus hadir diantara kami?” kata Hyori frustasi.

Hyori merasa sedikit terganggu dengan kehadiran Haejin di kehidupannya. Sebenarnya bukan kehidupannya secara langsung, tapi kehidupan tunangannya karena Haejin merupakan mantan pacar tunangannya. Awalnya Hyori menganggap Haejin hanya sebagai rekan kerja tunangannya sama seperti perempuan-perempuan lain. Tapi dengan gelar tambahan mantan pacar dan perempuan menyebalkan-yang-suka-sekali-mengambil-kesempatan-dalam-kesempitan yang membuat Hyori kalang kabut.

Berawal dari pembangunan hotel Galaxy milik keluarga tunangan Hyori yang ternyata interior designnya bekerja sama dengan perusahaan dimana Haejin bekerja. Otomatis mereka bertemu dan sering melakukan banyaaaak sekali rapat. (Sekali lagi) awalnya Hyori merasa wajar dengan hubungan mereka berdua. Rapat tiba-tiba, membatalkan janji makan siang bersama ataupun makan malam bersama dan yang lainnya.

”Tapi kenapa sampai harus mengurusi Haejin yang mabuk di club ataupun menghampirinya saat dia lupa membawa uang di restoran sih?” kata Hyori lagi dan mengacak poninya sendiri. “Kau itu bodoh atau apa sih? Dia itu mencoba untuk mendekatimu lagi.”

“Pesanan anda nona.” Kata seorang pelayan sambil tersenyum manis dan menaruh sebuah tiramisu cake di hadapan Hyori. “Tumben tidak bersama tunangan anda.”

“Terima kasih.” Jawab Hyori sambil tersenyum hambar dan berharap bahwa pelayan itu hanya mengucapkan kata-kata itu hanya sebagai basa-basi.

“Kalian sedang bertengkar ya nona? Aku berani taruhan, pasti baru kemarin kalian bertengakar. Kalau aku jadi nona, aku tidak akan tahan bertengkar dengan tunangan seimut tunangan nona. Dia itu imut sekali.”

“Aku tahu dan terima kasih atas sarannya.” Jawab Hyori yang sudah mulai merasa terganggu. Beruntung sang pelayan merasakan aura terganggu milik Hyori yang berpendar sangat jelas dan membuatnya meninggalkan Hyori sendirian.

“Oke Hyori. Kau sudah menjadi orang yang menyebalkan.” Runtuknya beberapa saat setelah sang pelayan pergi.

**

 

“Sudahlah jangan bekerja lagi, Hyo.” Pinta Siwon pada gadis yang sedang menatap laptopnya dengan seksama.

“Beri aku setengah jam lagi ya.”

“Hei, aku menjemputmu untuk menemaniku mengobrol. Bukan seperti ini.”

“Ayolah, Siwon. Sebentaaar saja ya.” Bujuk Hyori sambil tersenyum dan menyatukan kedua tangannya.

“Hyoooo.” Rajuk Siwon tidak kalah manjanya.

“Siwon-aaaahh.” Kata Hyori sambil berusaha membuat raut wajah manja dan Siwon hanya bisa mendengus kesal dan kembali pada mainan barunya, angry bird.

“Hyo?” Tanya Siwon tiba-tiba.

“Hmm?”

“Kenapa sih kau tidak pernah memanggilku oppa?”

Just because I don’t want it. Lagipula kau juga tidak pernah protes, kan?”

“Iya sih.” Jawab Siwon sambil melirik Hyori dari balik iPodnya sambil menganggukan kepalanya. “Tapi..”

“Tapi apa?” Tanya Hyori memandang Siwon balik dari balik layar laptopnya.

“Tidak. Kau bebas memanggilku dengan panggilan apapun.” Katanya tersenyum.

“Kau ini kenapa sih? Aneh.” Kata Hyori memutar bola matanya dan kembali pada pekerjaannya.

“Eh, Hyo.” Kata Siwon tiba-tiba. “Itu bukannya tunanganmu ya?”

“Mana?”

“Itu. Yang memakai kemeja biru muda. Yang sedang duduk menghadap kearahku.” Tunjuk Siwon pada seorang laki-laki yang sedang mengobrol dengan seorang perempuan di pojok café sebelah dalam.

**

Hohohoo,,

Ada yang tahu siapa tunangannya Hyori???? *winks*

 

Tag: Choi Siwon

47 thoughts on “You’re Just Too Nice, and I Hate It [part 2]

    • karena kmu yg komen pertama kali,,
      jadinya dijawab dan jawabannya

      IYA >.<

      selamat!!!! *tabur konfetti*
      *smooch*

    • yesung??
      kkk,,,si abang yes lg sibuk latian vokal buat 5th jib :))

      kangen sama saya??
      *plak*
      mari2 follow sy di twitter
      dan mari mengobrol bersama

  1. Mwo? Jadi donghae toh tunangan.a?
    *gaya mikir*
    tp malah, aku nebak.a Sungmin! :D

    ok, setelah sekian lama menunggu.. Akhirnya di post juga.
    Tp dsni, aq gk dpt feel.a euy.. Kurang ‘greget’ gimanaaa gtu :)

    okdeh, setia menunggu next part! ;)

  2. Aduh donghae berarti yaa ultimate bias author ? Hhaa ,
    Asap doongg hhii ,

    Punya twitter ? Apa namenya ? *mjb

  3. waah aku uda follow accept ya :D

    oya yang hyukie di series sebelum nya greget banget >< hehe
    suka sama karakter hyori di situ jahat2 baik.. hhehe

    yang ini lanjuuuuuut yaa ehhe

  4. Hoohohohooo..muncul jg ni ff…
    sdh dipastikan ‘Donghae’ tunangan hyori..#smirk#

    tp,tp…disini hyori lbh bnyak menceritakan ttg laki aye..#nunjuk2 siwon#plaaaakk# KKKkkk~
    hmm,blh donk ngobrol ditwitt,sy @yowonelf13..follback yah klu sy mention..ASAP lanjutannya ..;p

  5. sungmin? kibum? mochi? wkakakakaka
    aq seh pengen unyuk lgi :D
    WKAAKAKAKK
    *Sungmin pnyaku :D *PLAKCD GEMPUR VITAMINS :D

    makin pnsran ama tunangan hyo nie :D
    Siwon hyo ga manggl qmu oppa,tapi ahjussi :D *PLAK

    haejin jd orng ketiga :D
    Hahahaahha
    next jgn lama donk kei :D

    • Eunhyuk??aku lagi bosen sm eunhyuk nih…
      iyaa,,siwon kan ajushi tukang galau di twitter LOL
      lanjutanny itu udah aku kirim
      tinggal nunggu jadwal publish ^^

  6. Imut sekai ya? Kayanya sungmin deh ‎​hha author masi main petak umpet aja -_- ditunggu part selanjutnyaaaaaaa

  7. sejak awal aku dah menyangka kalo tunangannya dongha… entahlah tp feelingku mengatakan demikian…wkwkkwkw
    jadi beneran ga suka ama siwon ni??… baguslah kalo begitu.. karna siwon milikku seorang…hahha… *ditampol* :D

  8. Any0ng..readrs ru nie..hehe aduh suamiku emang manusia mendekati smpurna..siw0n oppa l0ve you..pasti d0nghae..bysa-y w0npa selalu saingn ma haepa..hehehe

  9. Aigoo…pnsaran…tunangannya itu sp?
    Siwon masih suka hyori y?itu nanya nanya knp hyori gak manggil dy oppa…
    Ugh!q blom bc part 1…kayaknya lain kali harus nyari part 1 nya deh…kekek
    good job author…:)

    • hayo,,hayo,,mari ditebak sp tunangannya ^^
      naaaah,,tar dijelasin kok knp hyori g manggil siwon oppa
      ayo dicari part 1 nya
      makasi ^^ *blush*

  10. kayaknya sungmin dech,,, alnya yg terkenal dengan ‘puppy eyes’ nya towkan cm sungmin oppa,,, iya kan….???!! hehehe..

  11. kayaknya sungmin dech,,, alnya yg terkenal dengan ‘puppy eyes’ nya towkan cm sungmin oppa,,, iya kan….??!! hehehe..

  12. Dari pertama nebaknya si Eunhyuk lagi tapi otak bilang si Sungmin. Ternyata eh ternyata si Donghae. Pingsan deh eke :p hwaiting bikin part yg selanjutnya, lbh seru y thor! Kkkk~

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s