Voice of Love

Title                : Voice of Love

Author                         : RachelAng

Main Casts       : Lee Ang Hyeon

Kim Jongwoon aka Yesung

Park Jungsoo aka Leeteuk

Support Casts   : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

other member of Super Junior

Jang Hyurae

Lee Taemin

Shim Haejin

Other casts

Rating              : All Ages

Genre               : Love/Friends

Chapter/Parts

PS                    : Halooooo…ini adalah ff pertama author..hehehe

Jadi mian kalo masih banyak kekurangan disana sini

FF ini terinspirasi dari kisah nyata, tapi akhirnya tetep fiksi biar oke

Makanya please komennya ya…

Don’t be silent reader please… jeongmal gomawo….^^

 

jika cinta selalu benar maka hal apakah yang membuat kita jatuh cinta dengan orang yang salah?

Mengapa harus ada kata patah hati atau kecewa?

Atau kita memang harus berkali-kali jatuh bangun sampai kita menemukan cinta sejati

Yang mungkin sudah lama hadir tapi baru kita sadari

 

“Annyeong haseo..Lee Ang hyeon imnida..bangapseumnida…”

Aku pun berkenalan dengan teman-teman baruku di universitas Choi Hyun Seoul. Universitas ini adalah milik dari Hyundai group, perusahaan milik ayah dari Choi Siwon. Wae? Apakah kalian familiar dengan nama itu? Tentu saja, Choi Siwon adalah salah seorang member boyband paling populer di Asia saat ini, Super Junior sekaligus pewaris jaringan alfamart se korea. Universitas ini didirikan khusus untuk anak-anak terpilih dari seluruh Korea yang cukup pandai untuk lolos seleksi yang sangat ketat serta dipersiapkan menjadi karyawan-karyawan Hyundai Group. Tentu saja beasiswa yang ditawarkan, serta uang saku setiap bulan juga menjadi daya tarik lain program ini. Aku tidak berkata aku ini pandai, hanya beruntung karena bisa menjadi bagian dari program ini sehingga aku dapat meringankan beban orang tuaku di Busan. Aish, kenapa aku jadi melamun, sebaiknya kulanjutkan perkenalanku dengan teman-teman baruku yang lain.

***

“Hyeon-ah, apakah kau sudah mengerjakan pr Bisnis mu?” tanya Haejin, teman dekatku selama sebulan kuliah di sini.

“Belum, hehe aku lupa. Lagipula itu kan bukan tugas yang harus dikumpulkan Haejin-ah,” kataku sambil cengengesan.

“Aish kau ini! Aku heran kau bisa masuk program ini dengan kebiasaan malasmu itu.”

“Hehe kau kan tau kalau kita kuliah dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore setiap hari. Itu sangat melelahkan tau. Jadi aku memanfaatkan waktuku di apartemen untuk tidur sebanyak-banyaknya. Hahaha…”

“Arraseo…sebaiknya aku tanya pada Hyurae saja,” katanya sambil meninggalkanku menuju sahabat kami yang sangat rajin, Hyurae.

Aku memang bukan mahasiswi yang rajin, hanya kemampuan otakku lumayan sehingga aku tidak perlu belajar sekeras teman-temanku yang lain untuk mendapat nilai yang lumayan. Aku tidak bilang nilaiku tinggi, hanya dalam batas2 tertentu yang sedikit diatas rata-rata.

“Hyeon-ah, kau sudah lihat pengumuman baru itu?” tanya Hyurae tiba-tiba muncul di depanku.

“Pengumuman apa? Oh iya, bukankah tadi Haejin mencarimu untuk meminjam pr mu?”

“Ne, dia sedang menyalin pr ku,” katanya menoleh ke arah Haejin yang sedang serius menyalin pr nya. Dasar Haejin! Mengataiku malas tapi dia sendiri menyalin milik Hyurae. “akan ada audisi singer untuk acara natal universitas kita,”tambahnya saat kepalanya sudah menoleh lagi kearahku.

“Jinjja? Aku baru tau,” kataku.

“Aish kau ini, bukankah suaramu bagus? Kenapa kau tidak ikut saja? Kudengar Eunjae yang sering menyombongkan diri bahwa dia ikut festival paduan suara internasional itu ikut,”katanya.

“Ah, aku tidak percaya diri menyanyi di depan orang banyak, apalagi lingkungan yang baru ku kenal. Sudahlah biar Eunjae saja yang ikut,” kataku. Lalu dosen Bisnis kami pun masuk ke kelas.

“Jungsoo-oppa, temani aku jalan-jalan setelah pulang kuliah, arraseo?” kata seorang yeoja dengan sangat aegyo pada seorang namja tinggi yang tampan sambil menarik tangan namja itu agar merangkul bahunya. Aish, yeoja itu, Bae Yoona sungguh yeoja tergenit yang pernah kulihat. Baru sebulan kami kuliah bersama dia sudah berani nempel-nempel pada Jungsoo. Apa aku sudah bilang bahwa Jungsoo adalah member dari Super Junior yang biasa dipanggil Leeteuk? Dia adalah teman sekelasku disini. Kata Haejin, dia sudah menunda kuliahnya selama 10 tahun karena sibuk dengan kegiatannya di Super Junior. Katanya orang tuanya ingin setidaknya ia memperoleh gelar S1. Jadi dia lebih tua 8 tahun dariku. Dia pun meneruskan kuliahnya di universitas milik ayah Choi Siwon demi kemudahan mengatur jadwalnya karena disini ia bisa memperoleh dispensasi atas seringnya dia absen. Tentu saja dispensasi itu juga dipengaruhi oleh otaknya yang memang cukup cerdas. Dia ini entah terlalu baik pada semua yeoja atau memang playboy. Dasar!

Tanpa sadar langkahku terhenti di depan papan pengumuman itu

Christmas Audition

Bagi yang berminat menjadi singer pada acara Choi Hyun Christmas Celebration

Diharap mengikuti audisi pada 17 Oktober besok jam 10 dan 12

Di lantai 21

–        Kim Hyun Joong   –

***

Jungsoo-ssi, penanggung jawab audisi di kelasku mulai membujuk anak-anak untuk mengikuti audisi. Ternyata dia adalah salah satu pemusik di acara perayaan natal itu. Tentu saja tanpa disuruh Eunjae langsung menuju ruang audisi.

“Hyeon-ah ingin ikut Jungsoo-ssi!!” terian Haejin.

Sial! Bocah itu mau mati rupanya. Tiba-tiba, Jungsoo-ssi langsung menarik tanganku lalu menyeretku naik lift menuju ruang audisi. Ternyata di ruangan itu baru ada Hyun Joong sunbae dan Wooyoung sunbae yang ternyata adalah juri dari audisi ini serta Eunjae yang akan menyanyi pertama kali. Untung masih sepi, batinku.

Kalau kalian tanya pendapatku, suaranya biasa saja. Aish aku ini memang terlalu blak-blakan!

“Hyeon-ssi, jangan melamun, ayo audisi,” kata Wooyoung sunbae.

“Ne, sunbae,” kataku lalu melangkah maju dengan gugup.

“Panggil saja kami oppa,” kata Wooyoung oppa.

“Ne, oppa-deul,”kataku

Dan sebagian besar anak kelasku sudah sampai disini, apalagi ditambah dengan para sunbae yang ikut menonton. Ah sial! Membuatku makin gugup saja!

As I come into Your place

And to meet You face to face

As I wait upon You Lord

I long for Your touch…….

***

“Chukae Hyeon-ah. Aku baru tau kalau suaramu bagus sekali,” kata Jungsoo menghampiriku untuk memberi selamat atas terpilihnya aku menjadi salah satu singer.

“Ah, gomawo Jungsoo-ssi. Aniyo, biasa saja kok. Aku hanya pernah ikut vokal group semasa SMP dan nge-band di SMA,” kataku

“Apa kau tinggal dekat sini?” tanyanya

“Ne, apartemenku dekat dari sini. Keluargaku ada di Busan jadi aku tinggal sendiri,” kataku

“Ah, aku juga tinggal di dorm di dekat sini. Bagaimana kalau kita pergi ke gereja bersama besok?”

“Ne, tentu saja Jungsoo-ssi. Kau bisa pergi bersamaku dan Hyurae”

“Panggil saja aku Leeteuk, semua orang memanggilku begitu.”

“Ne, Leeteuk-ssi”

***

Drrrt…drrrt…HP ku bergetar.

Aish, padahal aku sedang seru main game di HP. Aku pun membuka sms itu.

From : xxx98xxxx04

Hyeon-ah, ini aku Leeteuk. Aku mendapat nomor HP mu dari teman SMA mu, Seungri. Tadi aku melihatmu pergi dengan Haejin. Kau pergi kemana? Bisakah aku minta tolong? Bangunkan aku besok pagi. Biasanya aku bangun siang hari minggu, tapi kita kan sudah berencana pergi ke gereja bersama.

SMS dari Leeteuk? Aku save nomornya di hp ku lalu mengetik sms balasanku.

To : Leeteuk

Aish, Leeteuk-ssi, kau ini menggangguku sedang bermain game tau. Tadi aku pergi ke Mall dengan Haejin. Ne, arraseo! Besok kubangunkan jam 9, arra?

From : Leeteuk

Ya! Galak sekali kau! Minggu depan temani aku mencari buku ya?Oke telepon saja aku besok.

To : Leeteuk

Arraseo.

***

“Hyeon-ah, jangan marah. Aku kan sudah menjelaskan kalau hari minggu kemarin HP ku rusak dan mati total, jadi aku tidak bangun pagi. Aku tau kau lama menungguku. Jeongmal mianhae.”

“Kau ini ge-er atau apa? Siapa yang marah padamu? Aku hanya sedang malas dan bad mood,” sahutku ketus.

“Tapi kenapa dari kemarin kau menghindariku terus?” katanya memasang tampang memelas.

“Bukankah kemarin-kemarin kita memang jarang berbicara? Kenapa jadi aku yang menghindarimu?” sahutku galak lalu langsung pergi meninggalkannya sebelum ia membantah ucapanku lagi.

Sebenarnya aku memang sengaja menghindarinya karena Yoona masih sering nempel-nempel dengan dia. Bukannya aku cemburu, tapi aku tidak suka dengan tatapan yeoja itu seolah-olah aku merebut Leeteuk-ssi darinya. Padahal dari kemarin Leeteuk-ssi yang menghubungiku atau mengajakku bicara. Mungkin ia benar-benar menyukai Leeteuk-ssi, aku tidak tau.

***

Selama 2 minggu selanjutnya aku merasakan bahwa Leeteuk-ssi sedang mendekatiku. Bukannya kege-eran tapi dia terus mengirimiku sms saat di kelas, saat pulang kuliah sampai malam hari, bahkan pagi-pagi untuk mengajakku berangkat kuliah. Dia pun mulai menjauhi Yoona.

Hari ini ia memintaku untuk menemaninya pergi ke toko alat musik. Setelah berputar-putar dan tidak ada yang sesuai dengan keinginannya, kami pun pulang.

Drrrt…Drrrt..

From : Leeteuk

Gomawo Hyeon-ah mau menemaniku hari ini. Aku senang sekali bisa pergi bersama dengan orang yang ku sayang

Mwo? Orang yang disayang? Apa maksudnya mengatakan ini sementara kami masih belum resmi pacaran? Moodku langsung jelek karena aku berpikir dia hanya senang dengan hubungan tanpa status, sementara aku tidak mau hubungan yang seperti itu. Aku pun berjalan keluar untuk mencari udara segar sambil membeli susu ke minimarket dekat apartemenku. Ku balas sms nya

To : Leeteuk

Ne. Sama-sama.

From : Leeteuk

Kenapa kau jadi aneh? Apakah aku melakukan hal yang salah?

Aish, babo! Yang salah adalah kau bilang sayang padaku tanpa menyatakan cintamu lebih dulu! Aku pun berjalan pulang ke apartemen. Tiba-tiba di jalan aku melihat ia bersama dengan beberapa teman sekelas kami termasuk Yoona berjalan bersama sambil tertawa.

Aku pun berjalan melewati mereka tanpa tersenyum sedikitpun dan memasang tampangku yang paling jutek di depannya. Setelah sampai di apartemen tiba-tiba HP ku berbunyi

“Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul

Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom”
Leeteuk meneleponku.

“Yobuseyo, waeyo?” kataku

“Yobuseyo Hyeon-ah, sebenarnya ada apa? Jika memang aku berbuat salah padamu katakanlah. Kau membuatku gila jika terus bersikap dingin seperti itu.”

“Aniyo, gwaenchana,” dustaku.

“Kau tau, aku sedang duduk di kolong jembatan seperti orang gila yang bingung. Ada apa? Kata Jun mungkin kau cemburu karena tadi ada Yoona. Mianhae tapi aku tidak bisa mengusirnya sementara aku sedang bersama dengan teman-teman”

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya lelah. Aku bahkan tidak terlalu memerhatikan keberadaan Yoona, sungguh. Sudahlah,” kataku

“Baiklah aku tidak akan memaksamu sekarang. Tapi besok kita harus bicara, arra?” katanya

“Arraseo”

***

“Hyeon-ah, aku tau kita baru dekat selama beberapa minggu saja, tapi aku sangat menyayangimu. Maukah kau menjadi yeojachingu-ku?” kata Leeteuk-ssi tiba-tiba.

“Keundae, kau bahkan belum mengenalku dengan baik oppa. Apa kau yakin?”

“Aku sudah banyak bertanya tentangmu pada Seungri. Ottohke Hyeon-ah?”

“Ne? Geurae, arraseo,” kataku pelan

“Jinjja? Geureom, kau menerimaku? Saranghae Hyeon-ah” katanya lalu memelukku.

“Nado saranghae,” kataku di pelukannya.

“Kau kuliah terus belakangan ini, apakah super junior sedang tidak sibuk?” tanyaku

“Aniyo, kami hanya syuting Foresight dan Starking. Kadang aku siaran di Sukira. Mulai minggu depan kami baru sibuk latihan untuk SS.”

***
Keesokan harinya saat hari sabtu sepulang kuliah, aku diajaknya pergi ke sebuah tempat seperti apartemen.

“Dimana ini?”tanyaku.

“Ini dorm super junior, tempat tinggalku. Masuklah jjagi,” ia tersenyum dan mendorongku masuk.

Pletak!! “Kemana saja kau ini hyung? Kenapa lama sekali? Kau telat tau! Hari ini kita ada jadwal latihan rutin!” kata namja yang kukenali sebagai Cho Kyuhyun, magnae di Super Junior.

“Ya! Kau ini Cho Kyuhyun! Beraninya kau menjitak kepalaku hah! Aku ini jauh lebih tua darimu!” omel Leeteuk-ssi.

“Semua orang tau kalau kau memang sudah tua hyung,” kata Kyuhyun sambil mehrong –menjulurkan lidahnya- ke arah Leeteuk-ssi.

“Ya! Awas kau Kyuuu!!” mereka pun berkejar-kejaran seperti anak TK. Aku hanya tertawa melihat kejadian itu.

“Mereka memang seperti itu setiap kali bertemu. Kau Lee Ang Hyeon kan? Bukankah kau kuliah ditempatku?” kata seorang namja yang sangat tampan yang langsung kukenali sebagai Choi Siwon.

“Ne, Siwon-ssi, bagaimana kau tau?” tanyaku.

“Panggil saja semua orang disini dengan sebutan oppa, kukira kami lebih tua darimu kan? Aku tau dari Leeteuk hyung tentangmu. Lagipula kau kan kuliah di tempatku. Ayo, kukenalkan pada member yang lain,” ajaknya lalu mendorongku ke ruang tengah.

“Hyuuuuungg!!! Kyuunie, Haee, Hyuukie, Wookie, Bummie!!! Leeteuk hyung akhirnya membawa yeojachingunya. Ayo kesini perkenalkan diri kalian,”

Dalam sekejap namja-namja keren itu mengerumuniku. (Author pengeenn…plak!! Ngaco!)

“Annyeong oppa-deul, Lee Ang Hyeon-imnida,” kataku sambil nyengir.

“Kim Hechul-imnida. Ah, kau ternyata tipe yeoja yang tomboy ya,” kata namja cantik itu.

“Hangeng imnida,”kata namja yang tadi sedang ngobrol bersama Heechul oppa.

“Kim Kibum imnida,” kata namja dengan senyum manis itu.

“Lee Hyukjae imnida. Panggil saja aku Eunhyuk, agasshi. Kau cantik juga,” kata Eunhyuk oppa.

Pletakk!!

“Bertobatlah dari kebiasaanmu menggoda yeoja, monkey!  Kim Young woon imnida, panggil saja aku Kangin,” kata Kangin oppa setelah menjitak kepala Eunhyuk oppa.

“Lee Donghae imnida, kapan-kapan ayo kita makan-makan dan jalan-jalan bersama,” kata Donghae oppa.

“Shindong imnida, apa kau bawa makanan? Apa kau bisa masak?” tanya Shindong oppa.

Aku bingung.

“Ryeowook imnida, kau mau makan bersama kami? Aku akan masak untukmu juga,” kata namja yang terlihat sangat kurus itu.

“Lee Sungmin imnida, kenapa Softlens mu tidak warna pink saja?” kata namja yang sangat imut itu.

Aku memang memakai softlens karena mataku minus dan softlens yang kupakai berwarna biru keabu-abuan.

“Cho Kyuhyun imnida, aku magnae yang paling tampan dan berbakat disini. Kata Leeteuk hyung kau suka main game. Ayo kita main RF!” kata Kyu oppa yang rupanya berhasil lolos dari kejaran Leeteuk.

Belum sempat aku menjawab pertanyaan dan kata-kata mereka yang beruntun tau-tau Leeteuk sudah muncul sambil ngos-ngosan.

“Aish kau ini Kyu, awas kau lain kali. Oiya, dimana Yesung?” tanyanya.

“Tadi dia sedang ngobrol dengan Ddangkoma hyung,” kata Ryeowook oppa.

“Ya sudah kalian siap-siap latihan. Aku akan memanggil Yesung sambil mengenalkannya pada Hyeon-ah,” kata Leeteuk.

“Teukie oppa, apakah mereka selalu seramai ini?” tanyaku saat kami menuju kamar Yesung oppa.

“Ne, mereka memang seperti itu. Itulah yang membuatku betah ada di dorm,” lalu ia tiba-tiba berhenti. “Kau panggil aku apa tadi?”

“Oppaaaaa?” kataku manja menggodanya.

Wajahnya bersemu merah,”Baru kali ini kau memanggilku oppa. Ah itu dia Yesung.” katanya saat kami melihat Yesung oppa di kamarnya sedang berjongkok di depan sebuah aquarium.

“Kalau kau tanya pendapatku, yang telihat agak normal hanya Siwon oppa,hehe..” kataku.

“Jadi menurutmu aku ini tidak normah hah? Dasar!” Pletakk!!

Aku masih mengelus kepalaku yang tadi dijitaknya saat kami sampai di kamar Yesung oppa.

“Yesung-ah, aku ingin mengenalkan yeojachingu ku kepadamu,” panggil Leeteuk oppa pada Yesung oppa.

Tak lama kemudian Yesung oppa beranjak dari posisinya lalu berdiri dan berbalik ke arah kami.

Omo, tampangnya imut sekali, benar-benar tidak bisa dipercaya kalau dia adalah salah satu yang tertua diantara member-member. Menggemaskan, seperti apel!

“Hai, Kim Joung Woon imnida, panggil saja Yesung,” katanya.

Aku pun di dorm sampai malam, menonton mereka latihan dance. Setelah makan malam dengan menu masakan Wookie oppa, Leeteuk oppa pun mengantarku pulang.

***

“Masuklah oppa, kau mau minum apa?” tanyaku saat kami tiba di apartemenku.

“Air putih saja,” katanya. # Ga kreatif ya si Leeteuk, minta mizone kek, pocari sweat kek, jus mangga kek, lemon squash ato es teler gitu, plak!! ‘lu kata gue café thor!’ digampar Hyeon#

Kami pun mengobrol santai di sofa ruang tamuku.

Tiba-tiba

“Hyeon-ah,” panggilnya.

Aku menoleh cepat dan terkejut. Wajahnya sudah sangat dekat dengan wajahku. Deg! Jantungku berdetak kencang, tenggorokanku langsung terasa kering, tubuhku serasa membeku. Dia mulai menyentuh bibirku dengan bibirnya. Lembut. Aku terkejut tapi bibirku bereaksi terhadap ciumannya, membalas gerakan bibirnya. Akhirnya kami pun saling melepaskan diri setelah kehabisan napas.

“Saranghae jjagiya,” katanya lalu memelukku erat.

“Nado Saranghae oppa,”

“Ternyata kau ini pandai berciuman juga,” katanya meledek.

Pletak!! Kali ini aku yang menjitak kepalanya.

“Ya! Kau ini sudah ketularan Yadongnya Eunhyuk oppa kah?” kataku kesal.

“Bercanda jjagi, aku pulang dulu ya,”

“Hati-hati oppa,” aku menutup pintu.

***

Acara Christmas Celebration berjalan dengan meriah. Aku pun mendapat banyak pujian dari sunbae yang menonton. 6 bulan kemudian.

Banyak hal yang menyenangkan yang telah kualami bersama Leeteuk oppa selama aku menjadi yeojachingu nya. Tapi apa yang kutakutkan terjadi juga. Sifat cassanova nya itu sering membuatku cemburu yang akhirnya membuat kami menjadi bertengkar. Aish, namja ini benar-benar membuatku gila.

Aku pun menjadi sering bermain ke dorm suju untuk sekedar mendukung mereka latihan. Suatu kali aku kesana saat semua member sedang syuting star king. Hanya ada Sungmin oppa disana karena ia sedang tidak enak badan. Aku tau ia sedang sakit maka aku datang untuk membawakan makanan dan buah-buahan untuknya.

“Hyeo-ah, hyung sedang syuting,” katanya saat membuka pintu.

“Aku tau oppa, aku datang untuk menjengukmu,” kataku

“Masuklah,” katanya sambil tersenyum manis walau terlihat agak pucat.

“Oppa, bolehkah aku bercerita padamu?” tanyaku ragu.

“Tentu saja Hyeon-ah, waeyo?” katanya

“Aku…belakangan ini merasa Leeteuk oppa sedikit berubah. Dulu ia adalah orang yang sangat perhatian. Kemana-mana aku dipeluknya dan ia selalu mengikutiku. Sekarang ia menjadi namja yang sangat cuek. Ditambah lagi ia dekat dengan banyak yeoja dan itu membuatku cemburu. Tapi aku tidak boleh mengeluh tentangnya atau ia akan marah dan membuatku merasa sangat bodoh jika aku marah padanya. Kadang aku merasa lelah. Aku merasa bingung dengannya. Kadang aku seperti tidak berarti apa-apa untuknya, tapi kadang ia bersikap perhatian padaku. Dia sering saling sms dengan seorang yeoja di universitas kami. Saat aku bertanya padanya dia bilang dia tidak mungkin suka dengan yeoja itu karena sudah dianggap seperti adiknya sendiri,” kataku tidak menentu.

“Hyeon-ah, hyung memang orang yang seperti itu. Baik terhadap semua orang terutama yeoja. Apalagi dia adalah public figure, jadi ia harus menjaga imagenya dengan baik. Soal yeoja yang ada di universitasmu itu, lebih baik kau bersabar saja dulu sampai kau tau kebenarannya. Lihat seberapa jauh kau mampu bertahan dengannya. Keundae, jangan memaksakan dirimu terlalu jauh Hyeon-ah, nanti kau akan terlalu sakit hati,” katanya sambil memakan bubur yang tadi kubawakan.

“Kau benar oppa, aku akan terlalu sakit hati jika aku memaksakan diri,” kataku

Dan kami pun ngobrol dan bercanda. Sungmin oppa selama ini sudah seperti oppaku sendiri.

***
“Oppa, kenapa kau mengajakku kesini?” tanyaku curiga  saat kami ada di depan dorm Super Junior.

“Tidak apa-apa, aku ingin mengambil barangku yang ketinggalan,” kata Leeteuk oppa santai

Dia pun membuka pintu dorm dan menarikku masuk.

“Surprise!!! Saengil chukha hamnida! Saengil chikha hamnida! Saranghaeyo Ang Hyeon-ah, Saengil chukha hamnida!!” Semua member mengelilingiku di tengah ruang tamu sambil memakai topi kertas warna-warni dan terompet kecil juga menyemburkan confetti kesana-sini. Seperti anak SD saja, hahaha. Aku hanya bengong melihat mereka. Bagaimana mereka bisa tau? Aku pun meniup lilin angka 19 di atas sebuah kue tart yang dibawa oleh Sungmin oppa.

Bluk! Plak! Pluk!

Telur, tepung dan air dilempar oleh Kyuhyun, Wookie dan Eunhyuk oppa. Sial!

“Ya! Apa yang kalian lakukaaaaaaannn!!!” teriakku lalu mengejar mereka berusaha memeluk mereka agar terkena kotoran di baju dan rambutku.

Setelah lelah bermain kejar-kejaran kami duduk di lantai. Aku berhasil mengenai Eunhyuk dan Wookie oppa, tapi setan magnae itu susah sekali dikejar.

Ini bagian yang paling kusukai. Sesi buka kado. Bukan karena aku ingin kado atau apa tapi aku senang mendapat perhatian dalam bentuk kado seperti ini karena setiap kado melambangkan perhatian dan pemahaman mereka padaku.

Aku pun membuka kado-kado yang mereka tumpukkan dihadapanku satu per satu diselingi komentar dari si pemberi.

“Apa ini?” tanyaku terheran melihat tumpukan besar snack dalam kotak.

“Itu satu kotak besar berisi cemilan dariku, aku tau kau suka ngemil saat kau belajar,” kata shindong oppa.

“Itu alkitab dariku,” kata Siwon oppa.

“Novel dariku, bukankah kau suka membaca cerita fiksi?” kata Kibum oppa.

“Itu jam tangan dariku, bukankah milikmu sudah rusak?” kata Kangin oppa.

“itu cokelat buatanku sendiri,” kata Wookie oppa.

“itu film dewasa, agar kau cepat belajar dan lancar pada waktunya dengan hyung,” kata Eunhyuk oppa.

Pletak!! Kujitak kepalanya. “Ya! Oppa! Kau ini benar-benar yadong! Hadiah macam apa itu! Aku tidak mau! Sebagai gantinya kau harus memberiku CD terbaru kalian gratis!” kataku yang langsung membuat ekpresinya berubah cemberut. Kena kau namja pelit! Hahaha

“Dress dariku agar sekali-sekali kau bisa tampil feminin, tidak hanya hot pants dengan coat saja,” kata Heechul oppa saat aku menarik dress balon berwarna biru putih.

“High heels dariku untuk melengkapi hadiah Heechul,” kata Hangeng oppa menunjuk sepatu berwarna senada dengan dress tadi. Mereka benar-benar soulmate…sebagai sahabat maksudku, jangan berpikir mereka yaoi!

“Boneka beruang dariku jadi saat kau rindu padaku kau bisa memeluknya,” kata Sungmin oppa menunjukkan sebuah boneka beruang putih seukuran badan Shindong Oppa yang langsung disambut jitakan Leeteuk oppa di kepalanya.

“Ini tiket ke taman hiburan jika kau mau pergi denganku,” kata Dongkae oppa yang langsung ngumpet dibelakang Kangin oppa agar tidak dijitak juga oleh Leeteuk Oppa.

“Itu kaset PS terbaru dariku. Awas kalau kau tidak bisa mengalahkanku! Kau hanya akan menang main Tekken 5 saja,” kata Kyuhyun oppa.

“Gelang untuk mengingatkanmu pada Ddangkoma,” kata Yesung oppa menunjuk gelang emas putih dengan dua gantungan kecil berbentuk kura-kura lalu membantuku memakainya.

“Jeongmal gomawo Oppe-deul, I love y’all,” kataku.

“Ya! Kau tidak mau kado dariku hah?” kata namjachinguku

“Memangnya kau memberikan kado padaku juga oppa? Kupikir kau tidak ingat,” kataku polos.

“Memangnya kau pikir siapa yang menyiapkan kejutan untukmu hah?” gerutunya sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya. Kubuka bungkusan itu. Mataku melebar. Sebuah kalung salib emas putih yang sangat indah. Ia mengambil kalung itu dan memakaikannya di leherku. Omo, sejak kapan dia jadi orang yang seperti ini? Biasanya ia benar-benar adalah orang yang cuek dengan hal-hal yang berbau romantisme.

“Gomawo oppa” kataku lalu memeluknya.

Hari ini aku senang sekali.

***

Lelah lagi. Orang itu benar-benar membuatku mati cemburu. Banyak sekali yeoja yang dekat dengannya sedangkan sekarang ia cuek sekali denganku. Kebiasaanya mulai kambuh lagi. Setiap kali aku merasa marah karena kecuekannya atau kecemburuanku, ia membuatku merasa bersalah karena kemarahanku. Selalu aku yang minta maaf. Dia benar-benar orang yang susah minta maaf.

“Oppa, aku sudah cukup lama berpikir. Jika kau menemukan orang yang lebih baik dariku, lebih baik kau pergi saja,” kataku saat aku sedang berada di dorm berdua dengannya. Member yang lain sedang ada urusan di luar.

Ia terlihat terkejut, lalu

“Apa yang kau pikirkan? Tidak ada yang lebih baik darimu. Di kampus? Di tempat lain? Selama ini lingkunganku terkungkung disini,” katanya.

“Kau berubah oppa, aku merasa lelah dengan itu,” kataku.

“Aku memang berubah Hyeon-ah, aku ingin menjadi lebih dewasa. Mungkin dalam proses perubahanku akan banyak menyakitimu,”

“Kita berpisah saja oppa, aku akan tetap mendukungmu,” kataku walau aku tidak mengatakan bahwa aku lelah dengan sikapnya yang dingin terhadapku tapi baik di depan yeoja lain.

***

Sebenarnya hatiku hancur. Aku sungguh mencintainya, tapi perasaan lelah itu sudah tidak dapat kutanggung lagi. Haejin dan Hyurae mendukung keputusanku ini. Mereka sama-sama tidak menyukai sikap oppa akhir-akhir ini padaku. Seminggu aku putus dengannya aku bagai memakai topeng. Berpura-pura aku baik-baik saja sementara hatiku sakit sekali. Kami pun tidak saling bertegur sapa selama di kampus.

Drrrt…drrrt

From : Leeteuk

Kalau kau marah padaku ayo kita bicarakan Hyeon-ah, aku tidak tahan dengan perang dingin kita

To : Leeteuk

Apa maksudmu oppa? Tidak ada yang bisa kita bicarakan.

From : Leeteuk

Aku ingin bertanya padamu. Apa kau benar-benar ingin berpisah dariku? Kupikir ada kemungkinan kita kembali bersama walau aku tidak yakin.

To : Leeteuk

Aku tidak mengerti oppa apa maksudmu sebenarnya

From : Leeteuk

Aku ingin kau mendampingiku saat aku berubah. Mungkin ini akan banyak menyakitimu keundae kumohon bersabarlah. Beri aku kesempatan  lagi.

To : Leeteuk

Kau ingin aku menjawab apa oppa? Selama ini aku selalu berpura-pura bahagia. Jika aku marah aku tidak bisa mengatakan apapun padamu. Kau bilang aku terlalu sensitif, terlalu pencemburu atau terlalu tidak mengerti dirimu sehingga akhirnya aku diam saja dan menelan kekecewaanku sendiri.

From : Leeteuk

Hyeon-ah, beri aku kesempatan. Kumohon. Kau katakanlah apa yang ada dalam hatimu, setiap apa yang kau rasakan. Aku tidak akan bersikap menghakimi lagi

To : Leeteuk

Baiklah oppa.

From : Leeteuk

Besok bangunkan aku ya pagi-pagi. Aku ingin memeluk dan menciummu karena selama kita berpisah aku merindukan pelukanmu jjagi.

Aish, dasar yadong!

***

Aku kembali ke Busan saat aku mendapat libur selama dua minggu. Setelah liburan aku kembali untuk kuliah. Aku kangen pada Leeteuk oppa. Setelah dia kembali padaku, dia kembali bersikap manis seperti saat awal pacaran dulu. Hari ini kami akan berkenalan dengan hoobae-hoobae kami yang baru di universitas.

“Annyeong, Min Rara imnida,” kata seorang yeoja cantik di depan kelas kami. Entah mengapa firasatku mengatakan bahwa yeoja itu akan menjadi batu sandungan hubunganku dengan Leeteuk oppa.

***

Firasatku benar. Suatu kali aku memergoki sms leeteuk oppa dengan yeoja itu. Pantas akhir-akhir ini ia sering menyembunyikan HP nya dariku. Teman-teman sekelas kami pun banyak yang menggodanya dengan yeoja itu. Parahnya yeoja itu sudah punya namjachingu tapi ia tetap meladeni Leeteuk oppa.

“Kau suka padanya kan oppa?” tanyaku dingin.

“Aku sedang malas bicara,” katanya. Dia selalu bersikap seperti ini ketika ia melakukan kesalahan padaku. Menghindar.

“KAU suka padanya oppa! Maaf aku tidak mengerti kebutuhanmu untuk dekat dengan yeoja lain,” kataku lalu meninggalkannya sendiri di kamarnya.

Aku menceritakan hal ini pada Haejin, ia langsung mengutuki Leeteuk oppa.

***

Seminggu ini kami tidak saling bicara lagi. Hampir setahun kami pacaran. Kurasa hal ini akan segera berakhir lagi.

“Hyeon-ah, aku sudah mengubahmu menjadi orang yang keras. Mianhae, kurasa kau akan lebih baik jika kita berpisah,” kata Leeteuk oppa saat kami bertemu untuk bicara tentang hubungan kami.

“Aku tau oppa,” kataku. Hatiku sakit. Aku tau yeoja itulah penyebab sebenarnya putusnya hubungan kami. Harga diriku terkoyak. Aku memang orang yang tidak mau kalah dengan orang lain. Egoku lebih sakit dari perasaan sayangku.

***

Bulan ini bulan kedua putusnya aku dengan Leeteuk oppa. Untung aku memperoleh libur 3 minggu yang membuatku bisa menenangkan diri di rumahku di Busan agar aku tidak melihat wajahnya yang terus membuat lukaku menganga.. Selama dua bulan ini kami seperti orang yang bermusuhan yang bertengkar setiap kali kami berinteraksi dan aku benar-benar lelah dengan hal itu. Dia juga benar-benar dekat dengan Min Rara. Selama dua bulan ini juga aku sering dating ke dorm saat Leeteuk oppa sedang tidak ada untuk sekedar main game dengan Kyuhyun oppa atau ngobrol dengan Sungmin oppa. Tingkah mereka benar-benar lucu sehingga bisa membuatku terhibur. 2 hari sebelum masuk kuliah lagi, aku kembali ke apartemenku di Seoul.

Ting..Tong…

Bel apartemenku berbunyi. Aku meninggalkan koperku yang sedang kubongkar di ruang tengah dan berjalan untuk membuka pintu apartemenku.

“Oppa?” tanyaku kaget.

“Aku mendengar dari Sungmin bahwa kau kembali ke Seoul hari ini jadi aku mampir sebelum latihan dan membawakanmu makanan. Pasti kau belum sempat makan kan dari bandara?” kata Leeteuk oppa de depan pintu sambil mengacungkan bungkusan makanan.

“Ne, gomawo, masuklah oppa,” kataku.

“Ah, kau tambah gemuk yaaa…pipimu chubby sekali…Sapi! Sapi!” teriaknya seperti anak kecil.

“Mwo? Sapi? Kau juga bertambah gemuk kuda!” kataku seenaknya.

“Kenapa aku bisa kuda?”

“Terserah padaku, kuda!”

“Sapi!”

(pertengkaran ngga penting -_-‘)

***

Sejak hari itu Leeteuk oppa setiap hari datang ke apartemenku. Aku tidak mengerti dengan perubahan sikapnya yang tiba-tiba. Memang selama liburan aku sebisa mungkin menghindari kontak dengannya. Kenapa? Karena setiap kali berinteraksi kami akan bertengkar pada akhirnya. Kami mengobrol santai, bercanda atau main kartu di tempatku. Hal-hal yang jarang kami lakukan saat kami berpacaran. Yang membuatku makin pusing, ia berani mencium pipiku, keningku, hidungku bahkan bibirku. Kadang ia menggigit lenganku atau pundakku. Apa yang kulakukan? Aku hanya bisa menjitaknya atau mengomelinya. Namja itu akan membuatku gila lagi.

“Oppa, sebenarnya kenapa kau bersikap seperti ini? Kita sudah lama berpisah, bahkan aku sempat menghindarimu sampai liburan kemarin, kenapa kau tiba-tiba berubah?” tanyaku saat kami duduk bersantai di sofa apartemenku.

“Aku tidak tau Hyeon-ah, kita sudah berpacaran selama hamper 1 tahun dan selama itu pula aku sudah terbiasa dengan adanya kau yang ada untuk membantuku, mendukungku, memasak untukku, memperhatikanku. Aku jadi bingung saat tidak ada kau disisiku,” katanya sambil memelukku dari belakang.

“Keundae, kita tidak bisa terus seperti ini oppa. Kita sudah tidak pacaran lagi. Apa kau tidak berpikir kita terlalu dekat?” tanyaku

“Geurae. Aku ingin dekat denganmu sedekat mungkin yang kau mau Hyeon-ah,”

“Bagaimana dengan Rara?” tanyaku lagi.

“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Dia sudah punya namjachingu. Lagipula kami hanya dekat begitu saja. Kau ingat dulu aku mendekatimu untuk menjadikanmu yeojachinguku, keundae dengan Rara kedekatan itu terjadi begitu saja. Aku tidak sesuka itu dengannya.”

***

“Kenapa kau tidak kembali padanya?” Tanya Hyurae saat aku bercerita padanya soal tingkah Leeteuk oppa.

“Andwae!! Kau pikir aku kuat menghadapi cobaan itu lagi? Walau dia tidak dekat dengan Rara lagi, pasti akan selalu ada yeoja lain yang dekat dengannya. Sifatnya itu yang membuatku muak,” kataku.

“Hahaha, kau benar. Aku mendukungmu Hyeon-ah. Semoga kau menemukan orang lain yang lebih setia dan berkomitmen,” kata Hyurae.

“Ne, gomawo Hyurae-ah. Semua sentuhannya, pelukannya padaku tidak terasa seperti dulu lagi. Aku tidak lagi merasakan hal-hal itu sebagai sesuatu yang istimewa. Tidak ada getaran dalam hatiku yang dulu kurasakan,” kataku

“Suatu hari nanti kau akan menemukan namja yang depat membuatmu kembali merasakan perasaan istimewa itu Hyeon-ah. Kau sudah mulai merasa hambar dengan Leeteuk oppa,” sahutnya.

***

Suatu saat pada hari Sabtu saat aku ada libur kuliah aku pergi ke dorm Suju. Aku sudah lama tidak kesini karena kerarin sibuk dengan tugas-tugas kuliah dan ujian-ujian. Kuliah ini benar-benar menguras tenaga dan pikiranku sekarang. Aku tidak bisa santai seperti dulu lagi. Tapi aku juga tetap tidak bisa rajin seperti temanku yang lain. Hyeon tetap Hyeon. Hehehe. Aku tau Leeteuk oppa, Kibum oppa dan Kangin oppa sedang ada syuting iklan. Aku mennekan bel dorm.

Sungmin oppa membuka pintu dorm dan tersenyum saat melihatku.

“Hyeon-ah,”

“Annyeong oppaaaaaaaaa…..aku kangen sekaliiii,” kataku lalu menghambur memeluknya.

Pletak! “Tentu saja kau kangen padaku, kau kan sudah lama tidak kesini. Apa kau terlalu sibuk sehingga melupakan oppa mu ini hah?” tanyanya pura-pura galak.

“Aniyo oppa! Mianhae aku sedang banyak tugas dan ujian kemarin. Leeteuk oppa kan banyak bolos makanya tidak tahu,” kataku pura-pura merajuk.

“Kau ini bersikap lebutlah sedikit seperti yeoja pada umumnya. Namja akan takut mendekatimu kalau kau galak seperti itu,” katanya mengacak rambutku.

“Shireo!! Justru aku yang seperti ini lah yang membuat kalian kangen padaku oppa, hehehe. Aku akan tetap menjadi dongsaeng kasayangan kalian dengan bersikap seperti ini. Lagipula jika namja itu memang menyukaiku seharusnya ia menyukaiku apa adanya,” kataku sambil menggandeng lengannya saat kami berjalan menuju ruang tengah

“Dasar narsis! Apa Eunhyuk dan Kyuhyun yang mengajarimu menjadi narsis seperti itu hah?” katanya.

“Hahaha, tentu saja oppa. Kau kan tau mereka. Mana yang lain?”

“Bummie-ah, Kangin hyung dan Leeteuk hyung sedang syuting iklan. Hyukie-ah daritadi ada di depan laptopnya, kurasa ia sedang nonton film yadong lagi,” kata Sungmin oppa.

“Aish! Orang itu benar-enar pantas dijuluki raja yadong disini!” kataku.

Sungmin oppa hanya tertawa lalu melanjutkan,” Wookie-ah sedang membeli buku resep lagi ke supermarket dekat sini, Hangeng dan Heechul hyung sedang ber-twiter ria di kamar mereka. Shindong-ah hibernasi seperti kuda nil. # Plak!! Digampar Shindong! ‘Aku ini beruang!’# Donghae sedang latihan dance, Siwon-ah tadi sedang mendengarkan lagu rohani, Kyunnieku itu main game dari tadi, kurasa ia akan senang kau datang. Dan Yesung hyung sedang membersihkan aquarium Ddangkoma,” jelasnya panjang lebar.

“Kau sendiri sedang apa oppa tadi?”

“Aku sedang mengambil minum sehabis latihan bersama Donghae saat kau datang. Jadi hari ini apa yang akan kau lakukan disini?” tanyanya

“Aku akan membantu Yesung oppa membersihkan aquariumnya, lalu main game dengan magnae kalian itu. Jika Wookie oppa datang katakana padanya untuk membuat makanan untukku juga ya hehe?” kataku lalu nyengir.

“Dasar kau ini. Arraseo, sana pergi ke kamar Yesung hyung. Aku mau menonton TV sambil istirahat sebentar,” katanya.

“Ne, oppa,” aku pun berjalan ke arah kamar Yewook couple.

Terdengar olehku suara Yesung oppa sedang membersihkan aquarium Ddangkoma sambil menyanyikan lagu What If dari Super Junior KRY. Sungguh, pilihan lagu yang aneh untuk ukuran orang yang sedang bersih-bersih. Menurutku lagu yang bersemangat dan nge-beat lebih cocok dinyanyikan untuk memberi semangat saat kita sedang melakukan berbagai macam pekerjaan. Tapi, memang bukan Yesung oppa kalau tidak aneh, dan bukan Yesung oppa jika tidak membuatku terpesona dengan suara seksinya. Dia masih berjongkok memunggungiku sambil menyikat aquarium Ddangkoma sampai lagu itu selesai. Niatku yang tadinya ingin membantunya langsung terlupakan saat aku mendengar suaranya yang sangat unik sambil menutup mataku untuk mencerna suaranya, kebiasaan yang kulakukan setiap kali mendengar suara yang kusukai.

Pletak! Ia menggetok kepalaku dengan sikat yang ia gunakan untuk menyikat aquarium, mengagetkanku saja.

“Oppa…kau ini, itu kan kotor,” kataku mengelus kepalaku.

“Hyeon-ah, apa yang kau lakukan berdiri di depan kamarku sambil menutup mata seperti itu,” tanyanya.

“Hehehe, tadinya aku berniat membantumu oppa, keundae aku jadi lupa begitu mendengar kau menyanyi dan memutuskan untuk menikmati nyanyianmu, hehehe,” kataku sambil cengengesan.

“Babo! Daripada kau berdiri seperti  orang bodoh begitu lebih baik kau membantuku sambil kita bernyanyi bersama, bagaimana?” tanyanya sambil tersenyum.

Kami pun bernyanyi bersama sambil membersihkan kandang Ddangkoma lalu bermain bersama Ddangkoma sambil bercanda.  Yesung oppa itu orang yang sangat baik, dan menyenangkan walaupun kadang agak aneh. Tapi justru keanehannya itulah yang membuatnya menjadi lucu sehingga aku bisa terus tertawa sambil mengejeknya.

Setelah itu aku menghampiri Kyu oppa yang langsung mengajakku bermain PS negitu melihatku tanpa memberiku kesempatan untuk mengatakan apapun. Dasar maniak game. Setelah makan siang bersama masakan Wookie oppa, aku pun pulang ke apartemenku.

***

Drrrt…drrrt..

From : Yesung ‘apple’

Hyeon-ah, ayo kita pergi ke bukit. Malam ini ada hujan meteor katanya.

To : Yesung ‘apple’

Jinjjja oppa? Geurae, arraseo! Bawalah Ddangkoma juga. Kita pergi melihat meteor bersama.

From : Yesung ‘apple’

Arra. Aku akan menjemputmu jam 6 sore. Kita makan dduboki dulu sebelum ke bukit.

Yaaaay! Belakangan ini aku memang jadi sering menghabiskan waktu dengan Yesung oppa. Selain Sungmin oppa, dia adalah salah seorang yang selalu mendukungku dan memberiku semangat saat aku sedang sedih. Kadang kami hanya bercanda atau nyanyi bersama, kadang kami pergi ke bukit untuk menikmati pemandangan Seoul. Menyenangkan! Disela-sela jadwal kuliahku yang semakin menggila, aku menyempatkan diri bertemu dengan anak-anak Suju secara rutin akhir-akhir ini. Kenapa? Karena merekalah yang memberikan keceriaan lagi padaku dan bersama mereka aku bisa bersikap apa adanya atau konyol.

“Hyeon-ah, apakah kau masih mencintai Teukie Hyung?” tanyanya tiba-tiba.

“Ah, oppa, kenapa menanyakan itu?” tanyaku terkejut.

“Molla, terpikir begitu saja olehku tadi,” katanya.

“Molla oppa. Dulu aku benar-benar mencintainya, berusaha selalu menyenangkan hatinya. Keundae aku sering kecewa karena tak ada kata maaf tiap kali ia melakukan kesalahan atau kata terima kasih saat aku melakukan sesuatu untuknya. Aku merasa tidak berarti. Maka kekecewaanku membuat perasaanku mulai terasa hambar padanya. Aku juga membenci sifatnya yang tidak setia. Jadi sekarang kupikir aku sedang dalam tahap menyembuhkan hatiku,” jawabku.

“Baguslah, aku tidak mau kau menangisi hal-hal yang tidak penting lagi, arraseo?” katanya sambil mengacak rambutku.

“Aish, oppa, memangnya kapan kau melihatku menangis?aku ini kuat tau!” kataku padanya.

“Aniyo. Kau ini bukan kuat, tapi berusaha kuat. Kau tidak mau tangisanmu dilihat oleh orang lain. Kau datang kesini setiap Teukie hyung tidak ada karena kau merindukan kami untuk menghiburmu bukan? Kau merasa senang di tengah-tengah kami karena kami membuatmu melupakan rasa sakitmu kan?” katanya lembut.

Bagaimana dia bisa sepeka itu? Apa aku memang semudah itu dibaca?

Aku tersenyum,”Aku hanya belajar menjadi orang yang tegar oppa. Saat aku sendirian, aku memikirkan berbagai macam hal dari sudut pandang yang negatif sehingga aku banyak menangis. Berada bersama kalian membuatku merasa tidak sendirian dan aku melihat bahwa aku akan baik-baik saja. Kalian benar-benar oppa yang baik. Melihat tingkah kalian yang konyol aku jadi merasa rileks dan menjadi diriku sendiri. Walaupun kalian semua abnormal, keundae aku menyayangi kalian semua,” kataku.

“Kau tau kami semua juga menyayangimu, dongsaeng,” katanya.

“Gomawo oppa,” aku memeluknya.

“Besok aku tidak ada jadwal. Aku akan menemanimu pergi kemanapun kau mau,” katanya.

“Jinjja oppa? bagaimana kalau kita keliling kota Seoul?” usulku.

“baiklah, tapi aku harus memakai master dan topi ya?” katanya

“Tentu saja oppa. Aku ingin jalan-jalan dengan tenang besok, bukannya menemanimu melayani fans-fansmu,” kataku.

“Kau ini. Keundae, aku benar-benar ingin bertanya sekali lagi. Apa kau benar ingin melupakan hyung?” tanyanya lagi.

“Kenapa kau mengungkit hal itu lagi oppa. Dulu, kadang aku membencinya sebanyak aku mencintainya. Aku tau dia masih dekat dengan hoobae-hoobae kami. Setiap kali kami bertemu dengan hoobae kami, dia akan menjauh seolah-olah tidak ingin mereka salah paham terhadap hubungan kami. Maka aku tidak mengerti kenapa ia tidak melepasku pergi. Apa arti kehadiranku untuknya. Kenapa aku hanya punya pilihan perang dingin atau dekat seperti ini. Bagaimana aku bisa dekat dengan namja lain jika dia terus bersikap seperti itu. Makanya aku hanya bisa dekat dengan kalian karena kalian adalah dongsaengnya.”

“Kau, benar-benar menyimpan bebanmu sendiri. Aku khawatir dengan otak yang tetus berpikir seperti itu kau lama-lama akan terkena kanker otak! Sudahlah, jalani saja apa yang membuatmu bahagia. Jangan memaksakan diri. Kami semua akan membantumu untuk pulih,” katanya.

Dan kami pun bercanda lagi.

***

Drrt…drrrt

From : Leeteuk

Kemana saja kau, kenapa akhir-akhir ini kau sibuk sekali

To : Leeteuk

Aniyo oppa, kau yang idola kenapa aku yang sibuk. Aku tidak kemana-mana, kuliah seperti biasa.

From : Leeteuk

Arraseo..arraseo..aku hanya merasa kita jarang bertemu belakangan ini. Besok temani aku mencari buku ya?

To : Leeteuk

Mian, aku tidak bisa, ada janji

From : Leeteuk

Dengan siapa?

To : Leeteuk

Yesung oppa

Tidak dibalas lagi.

***

“Pergi kemana kau kemarin?” tanya Teukie oppa padaku saat di kelas.

“Hanya jalan-jalan keliling kota Seoul,” kataku.

Lalu dia pun langsung pergi. Sepertinya dia marah. Aku mengangkat bahu.

***

Aku sakit. Gara-gara kebiasaan makanku yang tidak teratur maagku kambuh. Aku tidak masuk kuliah hari ini. Aku hanya meng-sms Kyuhyun oppa bahwa aku sedang sakit jadi aku tidak bisa menepati janjiku menemaninya ke game center.

Ting tong

Aku pun membukakan pintu apartemenku. Terlihat Sungmin oppa mengacungkan bungkusan di depan kepalaku. “Kubawakan bubur masakan Wookie,”

“Oppaaaaa…kau benar-benar malaikatku. Jeongmal gomawo,” kataku sambil memeluknya.

“Lucu sekali melihatmu tidak melompat kesana kemaro. Jadi kau baru bisa tenang jika sedang sakit hah? hahaha,”

“Oppaa…” kataku pura-pura cemberut.

“Ngambek…aku pulang saja ah kalau begitu,” katanya sambil pura-pura akan pergi.

Aku menyembar tangannya,” Jangan tinggalkan aku oppa. Aku tidak sanggup sendirian. Apa kau tega melihatku sakit begini?” tanyaku dengan gaya dramatis telenovela.

“Aish, menjijikkan!” katanya. Kami berdua pun tertawa.

“Member yang lain sedang sibuk jadi mereka baru bisa datang nanti malam. Apa kau sudah ke dokter?” tanyanya.

“Tidak perlu oppa, kau saja sudah cukup. Belum sempat oppa, tidak apa-apa. Mungkin asam lambungku naik gara-gara aku stres saja.”

“Ya! Jangan meremehkan penyakit Hyeon-ah! Cepatlah makan buburnya selagi masih hangat. Tadi Shindond sempat dicubit oleh Wookie karena berusaha mencicipi buburmu. Masalahnya adalah dia mencicipi lebih dari lima belas kali.”

“Hahaha, ne oppa. Gomawo,” aku pun langsung menghabiskan bubur itu.

“Aish, biasanya orang sakit tidak nafsu makan. Kau sama sekali tidak terpengaruh.”

Drrt…drrrt..

From : Leeteuk Ahjussi

Kau sakit apa? Kenapa tidak masuk kuliah?

To : Leeteuk Ahjussi

Gwenchana, maag dan darah rendahku kambuh.

“Kenapa kau menamainya ahjussi?” tanya Sungmin oppa.

“Mwo? Tidak apa-apa, hanya ingin saja, hehehe…toh dia memang sudah tua. Oppa, menurutmu jika aku merasakan perasaan yang aneh terhadap seseorang padahal kau tau aku baru saja sakit hati, apakah itu adalah suatu bentuk pelampiasan atau itu memang perasaan yang tulus timbul dari dalam hatiku?” tanyaku pada Sungmin oppa yang kini duduk di tepi tempat tidurku.

“Aku tidak tau Hyeon-ah. Jika kau benar-benar ingin membuktikan ketulusan perasaanmu, tunggulah sampai hatimu benar-benar sembuh dan buktikan, apakah perasaan itu masih ada. Memangnya siapa yang kau sukai? Bukankah kau hanya bergaul dengan kami dan teman kuliahmu?”

“A..aniyo oppa. Aku hanya menanyakan sebuah kemungkinan,” kataku cepat-cepat.

“Aku akan lebih senang jika kau dapat melupakan hyung dan menemukan namja yang lebih baik darinya untukmu. Jadi dongsaeng tersayangku ini dapat menjadi orang yang ceria lagi,” katanya sambil mengusap kepalaku.

Sungmin oppa pun menemaniku sampai malam. Malam itu Wookie oppa datang bersama Kyuhyun dan Yesung oppa menjengukku dan membawa makanan untuk kami makan bersama. Setelah makan malam mereka semua pulang

***

Kau tau, saat kau merasa terhianati oleh orang yang begitu berarti untukmu, kau meratapi dirimu terlalu dalam sampai tidak menyadari ada malaikat yang siap menyembuhkan, menjaga dan menopangmu.

Lagu itu, yang membuatku jatuh cinta pada suaranya. Jantungku berdebar setiap kali mendengarnya menyanyikan lagu itu. Sepertinya aku lemah jantung. Babo! Sepertinya aku mulai menyukainya. Dia yang selalu menghiburku, mendukungku. Tapi, aku masih trauma akan pengalamanku dengan Teukie oppa. Dia juga idola sama seperti Teukie oppa jadi aku takut dia sama saja dengan Teukie oppa.

Dug..dug..

Bunyi pantulan bola basket. Aku duduk. Merasa lelah bermain bersama mereka. Tentu saja, Cuma aku yang yeoja di sini.

“Minum ini,” kata Kyu oppa menempelkan pocari sweat dingin ke pipiku.

“Aish oppa, dingin sekali. Gomawo,” kataku.

“Akhir-akhir ini kau jarang main game denganku, kemana saja kau?” tanyanya.

“Tidak kemana-mana oppa. Tugas-tugasku semakin menggila akhir-akhir ini jadi aku lebih banyak ada di apartemen saja, kalau tidak aku pergi bersama Sungmin oppa atau Yesung oppa,” kataku enteng.

“Babo! Kan aku jadi tidak ada teman main game!” katanya sok galak.

“Ah, geurae oppa! Aku akan menantangmu main game saat aku ke dorm lagi, ah ya, bagaimana jika sekarang kau memperdengarkan padaku suaramu yang membuatmu terkenal itu oppa. Aku belum pernah mendengarmu menyanyi secara langsung,” kataku.

“Geurae. Aku akan membuatmu terpesona dengan suaraku. Lagu apa yang ingin kau dengar?” katanya pede.

“What If dan aku ingin kau menyanyi bersama Yesung oppa, Sungmin oppa dan Wookie oppa. Hehehe Akan terasa seperti konser mini untukku,” usulku bersemangat. Yap, lagu itu menjadi lagu favoritku sejak aku mendengarnya pertama kali, apalagi saat aku mendengar Yesung oppa bernyanyi waktu membersihkan kandang Ddangkoma dulu.

“Aish, kenapa kau tidak memulih lagu solo ku saja? Yesung hyung! Sungmin hyung! Wookie hyung! Uri dongsaeng ingin mendengar kita menyanyi,” teriaknya.

Mereka bertiga pun berlari ke pinggir lapangan tempat aku dan Kyu oppa duduk. Yang lain masih bermain basket dengan seru.

“Wae Hyeon-ah?” tanya Sungmin oppa.

“Aniyo, aku hanya ingin mendengar suara kalian bernyanyi secara langsung. Lagu what If adalah lagu yang paling kusuka. Lagipula sebentar lagi kan kalian akan mengadakan tur ke Jepang, Thailand, Singapore, Taiwan dan China selama dua bulan, jadi mumpung kalian masih ada disini, ayolah,” kataku memasang tampang memelasku.

“Arraseo..arraseo,” kata Yesung oppa. Hehehe dia memang paling mudah dibujuk. Mereka pun menyanyi untukku. Aish! Bagaimana aku bisa tahan mendengar suara mereka? Aku menutup mataku dan menikmati suara mereka, menyerap setiap ciri suara masing-masing mereka.

“Sebagai bayaran kamu, sekarang gantian kau yang menyyanyi untuk kami,” usuk Wookie oppa usil.

“Mwo? Ya! Wookie oppa, mana mungkin aku bisa menyanyi di hadapan kalian semua, aku malu,” sambarku.

“Wae? Kami tidak akan berkomentar atau menertawakanmu? Kami akan menjadi pendengar yang baik,” tiba-tiba Eunhyuk oppa muncul di belakangku bersama sisa member yang lain.

“Aish, oppa, kenapa kalian semua jadi kesini? Aku belikan minuman untuk kalian ya?” kataku langsung berdiri, mencoba kabur. Tidak semudah itu.

“Eits, mau kemana kau!” Kyu oppa menarik tanganku,”jangan berpikir kau bisa kabur. Ayo, kau harus membayar nyanyian kami tadi,” katanya dengan wajah jailnya.

Wajahku langsung memerah. “Jangan harap kau bisa pergi sebelum kau menyanyi. Lagu apa saja, kamin akan mendengarkanmu,” kata Sungmin oppa ikutan jail. Sial! Aku tidak punya pilihan lain.

“Geurae, arraseo..keundae jangan tertawakan aku ya,” kataku

Rain outside my window pouring down, what now you’re gone, my fault I’m sorry

Feelin’ like a fool ‘cause I let you down, now it’s too late to turnin’ around

I’m sorry for the tears I’ve made you cry, I guess this time it really is goodbye

And made it clear when you say, ‘ I just don’t love you, no more’

“Eoddeohge oppa? Kenapa kalian bengong begitu? Kalian tidak suka ya? Maaf, aku sendiri masih belum terlalu percaya diri dengan suaraku,” kataku takut-takut melihat Leeteuk oppa yang tanpa ekpresi sementara yang lain bengong dan hanya Yesung oppa yang tersenyum padaku.

“Mwo! Baboya! Suaramu itu bagus tau! Kenapa kau begitu tidak percaya diri?” tanya Heechul oppa.

“Aku sudah tau sejak audisi tahun lalu kalau suaranya bagus,” kata Leeteuk oppa dengan ekspresi yang tidak bisa kubaca.

“Aku sering bernyanyi dengannya,” kata Yesung oppa masih tersenyum padaku.

“Mwo?” sambar Leeteuk oppa kaget.

***

Aku merindukan mereka. Sudah 7 minggu aku tidak bisa bertemu dengan mereka karena tur itu. Hari ini terakhir aku ada di Seoul sebelum libur semester yang biasanya kuhabiskan dengan pulang ke Busan. Aku pergi ke rumah Haejin untuk bertemu dengan Hyurae dan Haejin.

“Hyeon-ah, kenapa kau melamun lagi? Apa kau tidak suka jalan-jalan bersama kami? ” tanya Hyurae.

“Ah, aniyo Hyurae-ah. Aku hanya merindukan oppa-oppa ku itu. Kadang sungguh menghibur melihat tingkah mereka yang konyol itu. Biasanya setidaknya seminggu sekali aku bertemu mereka, tapi kali ini sudah hampir dua bulan aku tidak bertemu mereka,” kataku sambil tersenyum.

“Sebenarnya siapa yang paling kau rindukan Hyeon-ah?” tanya Haejin menggodaku.

“Aish, Haejin-ah, apa maksudmu? Tentu saja aku merindukan mereka semua,” kataku cepat-cepat.

“Aku ingin bertemu dengan Leeteuk oppa, biasanya ia membantuku ini itu,” pancing Hyurae.

“Ah, aku lupa orang itu juga ikut tur itu, aku malah lebih merindukan Sungmin oppa, oppaku itu teman ngobrol yang menyenangkan,” kataku.

“Aaaahhh, kalau begitu aku akan jujur padamu. Aku ingin bertemu Yesung oppa. Tampangnya yang seperti apel itu membuatku gemas dan ingin mencubitnya,” katanya sambil meremas boneka bantalnya dengan gemas.

“Enak saja! Hanya aku yang boleh mencubit pipi Yesung oppa,” kataku spontan. Aish, bodoh!

***

Aku berhasil memberi kejutan pada appa, eomma dan Taemin dengan pulang tiba-tiba ke Busan tanpa memberitahu mereka. Liburan yang menyenangkan. Seminggu ini aku berjalan-jalan dengan Taemin (namdongsaengku), membantu eomma memasak, dan pergi kerumah teman lamaku.

“Eomma, aku pulang. Aku dari rumah Sora,“ kataku saat sampai di rumah.

“Hyeon-ah, baru pulang? Tadi ada seseorang, katanya dia adalah chingu mu dari Seoul. Dia menitipkan sesuatu tadi. Eomma taruh di kamarmu. Bungkusan yang besar sekali,” kata eomma.

“Mwo?Nugu eomma?” tanyaku

“Dia bilang namanya Kim Jongwoon. Dia namja yang tampan dan sopan,” kata eomma.

“Mwo?Yesung oppa! Bagaimana dia tau alamat sini?” teriakku sambil lari menuju kamar.

Kutemukan bungkusan seukuran pintu kamar di atas tempat tidurku. Kubuka bungkusan itu. Sebuah boneka kura-kura berwarna cokelat yang sangat besar dan lembut. Ada sehelai kertas di luar bungkusan itu.

Hai Hyeon-ah, apa kau sudah pulang? Apa kau suka boneka itu? Kemarin aku menemukan boneka itu saat show di China jadi aku bawa kesini untukmu. Babo! Padahal aku bisa menemukan boneka kura-kura di Seoul ya? Hehehe… Aku memang aneh.. Jeongmal bogoshipo Hyeon-ah. Telepon aku jika kau sudah menerimanya. Temani aku jalan-jalan di daerah sini, aku tidak hafal jalan disini. (^^,)v  -Yesung-

Mwo? Oppa menungguku di kota ini?

***

“Oppa! Kapan kau pulang? Kenapa kau ada disini? Bagaimana bisa kau tahu rumahku? Kenapa tidak bilang kalau kau sudah pulang dari tour?” kuberondong dia dengan pertanyaanku begitu kami bertemu di taman dekat rumahku. Malam itu begitu tau dia ada disini aku meneleponnya dan dia berjanji akan datang kerumahku pagi harinya.

“Aku hanya ingin memberi kejutan padamu. Karena Haejin bilang bahwa kalian libur semester sementara kami sedang tur, maka kupikir kau pasti pulang ke Busan. Aku mendapat alamatmu dengan bantuan Siwon. Kau tau kan dia pemilik Universitas tempat kau kuliah. Aku sampai ke Seoul dua hari yang lalu dan langsung kesini begitu mendapat alamatmu,” jelasnya.

“Gomawo untuk kura-kuranya oppa. Aku akan memberinya nama Ddangsung, hahaha…. Bagaimana kau tau aku suka memeluk boneka besar dan yakin aku pasti pulang ke Busan karena kalian tidak ada?” tanyaku.

“Karena aku memahamimu Hyeon-ah. Selama ini aku terus memperhatikanmu.”

Deg.

“Maksudmu oppa?”

“Sejak Teukie hyung mengenalkanmu padaku aku merasakan perasaan yang aneh saat itu. Mungkin aku sudah menyukai sosokmu yang kulihat apa adanya walau ada di tengah idola seperti kami, namun kau adalah yeojachingu hyungku yang berarti aku tidak boleh menyukaimu, maka aku berusaha menjadi oppa yang baik untukmu. Aku tidak pernah menyangka atau berharap bahwa hyung akan bersikap sangat bodoh dengan menyakiti perasaanmu dan meninggalkanmu seperti itu jadi aku berusaha membuatmu ceria kembali dengan segenap usahaku. Aku senang melihatmu tersenyum. Aku juga sadar bahwa hyung mulai mencurigai perasaanku padamu sehingga ia sering cemburu terhadapku, tapi bagaimanapun juga kau sudah bukan yeojachingu nya lagi,” katanya sambil mengacak rambutku pelan,”dan aku tidak bisa melepaskanmu begitu saja, maka aku menunggu kesempatan hari ini untuk memintamu melihatku sedikit saja. Aku tau hyung adalah orang yang sulit dilupakan, maka aku hanya berharap dengan bersikap jujur maka  setidaknya aku akan sedikit lega. Saranghae Hyeon-ah. Kau membuatku jatuh cinta pada wajahmu, tawamu, senyummu, suaramu, bahkan tingkah konyolmu,”lanjutnya membuatku menahan napas

“Oppa…” hanya kata-kata itu yang berhasil keluar dari mulutku.

“Aku tidak memintamu membalas perasaanku Hyeon-ah. Aku hanya ingin bersikap jujur pada perasaanku,” katanya.

Pletak!!

“Babo! Kau ini babo atau apa oppa?” kataku sewot.

“Ya! Kenapa kau menjitak kepalaku Hyeon-ah! Aku ini lebih tua tujuh tahun darimu!” katanya.

“Eoddeohge? Eoddeohge kau bisa tidak memintaku membalas perasaanmu? Andwae oppa! Mianhae tapi aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu,” kataku pura-pura ketus.

Yesung oppa mengerjap kaget. “Mwo? Jangan bercanda Hyeon-ah,” katanya.

“Kau pikir aku akan bercanda dengan perasaanku?” tanyaku galak.

Dia pun langsung memelukku erat. Aku tersenyum dalam pelukannya. Feels like home.

“Gomawo Hyeon-ah.”

“Mestinya aku yang berterima kasih padamu oppa. Kau selalu ada saat aku sedih. Kau mendengarkan segala ceritaku walau itu menyakiti hatimu karena aku selalu bercerita soaal Leeteuk oppa. Kau dan Sungmin oppa selalu mendukungku dan tidak ingin aku jatuh terlalu dalam. Jeongmal gomawo oppa. Gomawo karena membuatku jatuh cinta.”

Yesung oppa melepaskan pelukannya. Ia mendekatkan wajahnya padaku dan mencium bibirku lembut. Omo, aku membalas ciumannya. Ia pun tersenyum, menatapku

“Saranghae Hyeon-ah”

“Na do oppa. Jangan mengecewakanku seperti hyungmu arraseo?”

“Arraseo. Aku adalah orang yang berbeda Hyeon, akan kubuktikan padamu,” katanya.

Kami pun berjalan bergandengan tangan menuju rumah.

***

Epilog

Malam itu eomma memaksa Yesung oppa menginap di rumahku dan tidur bersama Taemin, namdongsaengku. Dia pum menelepon ke dorm untuk memberitahu para dongsaengnya bahwa ia telah menjadi namjachinguku sekarang.

“Chukae hyung, untung Leeteuk hyung sedang pergi bersama Kibum. Kalau tidak bisa-bisa kami yang menjadi sasaran pelampiasannya,” kata Eunhyuk oppa enteng.

“Chukae Hyeon-ah. Kau beruntung, hyung bukan orang yang mudah jatuh cinta atau dekat dengan yeoja lain,” kata suara Donghae oppa.

Mwo? Rupanya telepon itu di loudspeaker atau confference call. Dan…bagaimana bisa mereka semua tau tentang perasaan Yesung hyung?

“Hyeon boleh tetap sering main game denganku kan hyung?” bujuk Kyu oppa.

“Cepat bawa kesini hyung. Kami rindu dengannya juga. Tidak ada yang membawakanku cemilan nih,” kata Shindong oppa

“Chukae hyung, akhirnya kau katakan juga. Aku sampai khawatir kau tidak akan pernah mengatakan perasaanmu itu. Jagalah uri dongsaeng baik-baik. Dongsaeng, berbahagialah, cepat kemari, aku merindukanmu,” kata Sungmin oppa.

“Arraseo! Aku juga merindukan kalian semuaaaaa….”

***

“Oppa, ayo kita main tanya jawab cepat,” usulku. Kami sedang jalan-jalan menuju taman dekat rumah.

“Geurae. Masing-masing 3 pertanyaan. Kau duluan,” katanya.

“Ne. Apa yang membuatmu jatuh cinta padaku pertama kali?”

“Matamu.”

“Kenapa kau memutuskan menyatakan perasaanmu padaku?

“Karena aku tidak tahan lagi bersembunyi dibalik topeng kakak bagimu jadi kuputuskan untuk bersikap jujur akan perasaanku dan menerima apapun jawabanmu. Jika kau menerimaku aku akan berusaha membuatmu bahagia, tapi jika tidak maka aku akan tetap menjadi kakak yang baik untukmu.”

“Ah, ne. Pertanyaan terakhir, apa kau mau membelikanku es krim oppa?”

“Baiklah. Kajja,” kami pun membeli es krim di samping taman. Kami saling menyuapi dengan es krim karena sengaja membeli rasa yang berbeda. Ia membeli rasa cokelat sedangkan aku membeli rasa vanilla.

“Giliranku. Apa yang membuatmu jatuh cinta padaku?”

“Kenapa pertanyaanmu sama oppa? Kau tidak kreatif! Suaramu dan tampangmu yang seperti apel.”

“mwo? apel?  Aish kau ini. Lalu apa kau mau menjadi teman duetku dalam lagu yang baru saja kudapatkan untuk mengisi sountrack serial baru yang akan diproduksi bulan depan? Aku diberi kesempatan untuk memilih sendiri teman duetku.”

“Mwo? Jinjja oppa? Kau serius?”

“Tentu saja, ini kejutan lain yang kusiapkan untukmu.”

“Geurae oppa, arraseo. Gomawo jeongmal, mohon bimbingannya.” Kataku sambil menundukkan badanku.

“Petanyaan terakhir. Bolehkah aku merasakan ChocoVanilla Ice Cream Kiss?”

End

Please Leave Your Comment yaaaaaa…..^^

Gomawoyo…

9 thoughts on “Voice of Love

  1. Daebaaaak..
    kereeen..
    mwo? pipi apel? itu mah pipi melon..(?)
    tapi akhirnya si Hyeon ama Yesung juga *rada cemburu si.. XD
    hhe..
    eh thor bkin afstornya doonk.. pengen tau gimana reaksinya Teuki ^^
    aku tunggu next storynya ya.. :D

  2. Anynyeong^^
    Gomawo semuanyaaa yang udah bacaaaaa….
    selamat membaca buat yg blon baca…
    Ah, pengen afstor ya
    okok..ntar author coba bikinin deh after story dari POV nya Leeteuk
    hahaha soalnya itu kan berdasarkan kisah nyata sebagian besar ceritanya
    jadi blon kepikiran tu Leeteuk nya mw diapain, soalnya Yesungnya juga fiktif…hahaha
    Terinspirasi dari Leeteuk yang pinter ngerayu cewek waktu di foresight…hahaha
    oiya ntar ff selanjutnya author pake nama ang11rach yaaaaa
    Annyeooonnggg….^^

  3. waaaaaaaaah seru….

    aishhh padahal udah seneng tu pas awal2nya, pas hyeon pacaran ma teukie oppa tu. kirain bakal langgeng. ihhhh teukie oppa bikin sakit hati deh, kenapa dia begitu ya??? ikut sakit hati kaya hyeon, saking menghayatinya -,-

    tapi bagus juga, akhirnya yesung nyatain perasaannya juga. chukkae ya buat hyeon n yesung yang udah jadian ^^,

    teukie oppa, yang sabar ya…
    berubahlah, hilangkan kebiasaan merayumu itu, maka aku akan setia menerimamu.#pletak. digampar author. hehe ^^

  4. FF nya cukup panjang, jadi puas bacanya!! Hahaha.. Seru bangeeeett.. Trus teukki oppa sama siapa ituh? Sama aku yuuuk :3 *PLAAK* -,-vkki oppa sama siapa ituh? Sama aku yuuuk :3 *PLAAK* -,-v

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s