Memoirs of Love [part 2]

Author : Annisa Rahmawati

Genre : Romance, Love, Friendship

Catagories : Fanfiction, Chapters

Cast : Suzy, Taecyon, Choi Minho

Support Cast : Boa, Super Junior, f(x), SNSD, TVXQ

Selamat membaca, jangan lupa kasih komentarnya

Kau telah kembali
Kembali ke relung hati terdalamku
Senyum mu bagaikan kilat yang menyambar hatiku
Tawa mu bagaikan fantasi sesaat yang merasuki diriku

Andaikan saja kau tahu
Dulu, kau adalah penjaga diriku
Hmm…..lebih tepatnya, penjaga hatiku

Walaupun sekarang kau menganggapku sebagai orang asing
Aku akan terus menganggap dirimu laksana dewa bintang yang terus menerangiku

Setelah menghabiskan liburan musim dingin yang sedikit aku percepat –karena kejadian di malam tahun baru yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya– , aku kembali ke Korea untuk melanjutkan hidupku…

“Suzy, kau dan aku sekarang kuliah di tempat yang sama”. Minho merangkul pundakku yang dengan cepat aku tangkas.

Aku dan Minho memang kuliah di tempat yang sama, yaitu Seoul University, Aku jurusan kesenian, dan Minho jurusan kedokteran.

“Kau kan…..”. Seseorang berkata padaku.

Aku masih ingat suara ini, suara Taecyon. Suara yang dulu sangat aku rindukan, kenapa dia harus kembali lagi di hidupku? Setelah dia menghancurkan hatiku saat tahun baru di Prancis.

“Namaku Suzy”. Aku mencoba memperkenalkan diriku lagi.

Ayo Taecyon, apakah kau tidak ingat nama ini? Setidaknya, walaupun kau tidak mengenalku saat ini, kau harus mengingat nama itu.

“Nama yang indah”. Taecyon memuji namaku.

Taecyon memuji namaku? Ya Tuhan, Ini sama seperti beberapa tahun yang lalu, saat aku bertemu Taecyon untuk pertama kalinya.

Malam ini adalah malam inagurasi setelah 3 hari aku di orientasi. Kalau mendengar kata ‘Inagurasi’ di otakku hanya terngiang Taecyon.

“Wow, kau sangat cantik hari ini”. Minho mencubit hidungku sambil memujiku.

Acara akhirnya dimulai, sambutan dari rektor, perwakilan dari angkatan, dan sekarang adalah pesta dansa.

“Suzy dansa lah denganku, mau ya, ya, ya?”. Minho membujukku.

“Baiklah”. Aku terpaksa menerima ajakan Minho.

Sepanjang pesta dansa aku hanya memikirkan Taecyon. Kemana dia? Kenapa dia tidak hadir di saat pesta dansa?.

Lamunanku terhenti sesaat, saat lampu dimatikan. Ya Tuhan, aku takut kenapa semuanya gelap?. Saat itu pegangan tanganku tiba-tiba terlepas dari Minho dan aku berjalan ke sembarang arah, hingga akhirnya sesuatu yang lembut menyentuh bibirku.

“Kau sangat cantik hari ini”. Dia memujiku.

Taecyon, aku yakin 1000% ini Taecyon. Aku sangat hafal suaranya.

Pesta dansa usai, sekarang adalah acara puncak pemilihan ‘King and Queen’. Semoga aku terpilih, aku ingin sekali beberapa tahun yang lalu terulang lagi dalam hidupku.

“Selamat malam semua, kita sudah sampai di acara puncuk pemilihan King and Queen”. Semua orang bertepuk tangan seraya panitia mengumumkan acara puncak.

“King and Queen tahun ini sudah ada di tangan panitia, dan sebentar lagi kami akan mengumumkannya, penasarankan semua?”. Panitia kembali mengundur-undur waktu.

Ayo dong cepet, siapa King nya? Siapa Queen nya? . Aku harap aku jadi Queen nya dan King nya adalah Taecyon.

“King tahun ini adalah…… Taecyon, untuk Taecyon silahkan naik ke atas panggung”. Semua orang sudah yakin kalau Taecyon yang akan menjadi King, karena dia memang terkenal.

“Ha? Taecyon. Padahal kan kerenan aku”. Minho terlihat kecewa saat Taecyon terpilih menjadi King.

Hatiku was-was, Ya Tuhan, aku mohon Queen nya aku saja. Aku ingin mengulang kenanganku.

“Dan Queen tahun ini adalah……. Suzy, untuk Suzy silahkan naik ke atas panggung”. Semua orang bersorak ke arahku.

Terima kasih Tuhan, aku yakin kau akan selalu memberi jalan agar takdirku selalu bersama Taecyon.

“Silahkan pakai ini”. Panitia menyuruhku dan Taecyon untuk memakai mahkota.

“Mereka juga akan memberikan satu persembahan untuk kalian, mereka akan berdansa”. Panitia mengumumkan tiba-tiba.

Aku kaget setengah mati, saat mendengar pengumuman itu.

“My Queen, will you dance with me?”. Taecyon berkata lembut.

“Yes”. Aku berkata dengan senyum termanisku.

Sepanjang aku dansa dengan Taecyon, aku tidak bisa melepaskan tatapan mataku padanya. Hmmm, you’re like prince tonight. Andaikan saja kau ingat, aku ini princess mu saat malam inagurasi beberapa tahun lalu.

“Cium, cium, cium, cium”. Kata-kata itu di lontarkan oleh orang-orang yang ada disana.

Taecyon dengan cepat mendekatiku, aku takut, takut sekali. Aku belum siap, aku belum siap dengan semua hal yang tiba-tiba muncul dengan fantasi sesaat di hatiku.

“Maaf”. Dia mencium keningku.

Belum 5 detik aku merasakan fantasi itu, Bibir Taecyon langsung menyentuh bibirku. Aigoo, bagaimana ini? Aku malu.

“Cie… kalian sangat cocok”. Semua orang disana meledekku.

“Attention please, King and Queen disini bukan hanya sekedar reward, kalian berdua harus menjalani misi untuk membuat sekolah ini menjadi lebih baik. Dan satu lagi, kalian harus berpacaran selama 1 bulan, ini hanya untuk chemistry”. Panitia mengumumkan tugas konyol ini.

Yes, aku bisa menghabiskan banyak waktu dengan Taecyon, siapa tau dia bisa mengingatku lagi!.

“Cie yang terpilih jadi Queen, sayangnya kenapa Taecyoon yang jadi King? Andaikan saja itu aku”. Minho mengeluh padaku.

“Hahaha, kalau kau yang jadi King nya, aku akan memberikan mahkota Queen pada orang lain”. Aku bercanda.

Di saat aku mengobrol dengan Minho. Taecyon melewati kami berdua, tapi kali ini Taecyon tidak sendiri, dia dengan seorang wanita. Siapa wanita itu?. Hatiku tidak tenang, aku tidak mau kehilangan Taecyon lagi.

Aku mengikuti Taecyon dan wanita itu. Ternyata mereka berjalan menuju rooftop kampus. Tempat ini memang tempat paling romantis untuk pacaran, tapi mereka tidak pacaran kan?.

“Oppa, aku mau kau menikah denganku secepatnya”. Aku mendengar wanita itu berkata pada Taecyon.

“Dasar, umurmu saja masih kecil. Masa sudah mau menikah?”. Taecyon meledeknya.

“Oppa, kenapa kau selalu saja menganggapku sebagai anak kecil? Aku ini sangat mencintaimu”. Wanita itu memukuli punggung Taecyon.

Taecyon yang ada disana malah bercanda dengan mengacak-acak rambutnya. Mereka sangat dekat.

“Oppa, aku serius aku sangat mencintaimu”. Wanita itu mendekat ke arah Taecyon dan bibirnya menyentuh bibir Taecyon.

Oh my god, apa yang harus aku lakukan? Tas yang aku pakai jatuh ke lantai dan mungkin mereka mendengar suara itu.

“Suzy, apa yang terjadi?”. Taecyon menghampiriku.

“Tidak, tidak ada yang terjadi. Tadi aku hanya bermain dengan Suzy, aku melempar tas nya ke arah pintu rooftop, makanya Suzy jadi menangis. Yah kan Suzy?”. Minho menyelamatkanku.

Minho kau selalu datang di saat yang tepat.

“Hehehe, Iya”. Aku tertawa sambil mengusap air mataku.

“Kita mulai misi kita, kita harus mengadakan konser sosial di kampus ini. Kita harus menarik sponsor dan juga manajemen artis”. Taecyon memberi tahuku.

“Ok”. Aku menjawab dengan cuek.

Tiba-tiba hp Taecyon berbunyi, dan aku yakin wanita kemarin yang menelpon nya. Sambil menunggu sambungan telpon mereka berhenti, aku mendengarkan lagu No Other nya SuJu menggunakan headphone yang disediakan perpustakaan kampus.

Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul

“Kau sedang mendengarkan lagu apa?”. Taecyon merebut headphone yang sedang aku pakai dan dia langsung memakainya.

Aku hanya diam disitu. Sudah cukup yah aku kesal dengan kelakuannya kemarin, sekarang aku malah dibuat kesal lagi.

“Kita harus mengundang SM entertainment, karena mereka mempunyai artis yang terkenal dan suka ikut ke acara sosial”. Taecyon menjelaskan padaku.

“Baiklah”.

Dua minggu kemudian konser sosial bisa direalisasikan. SM entertainment bersedia untuk mengizinkan artisnya untuk hadir di acara itu. Ada Super Junior, f(x), Boa, SNSD, dan TVXQ.

“Dor, lagi ngapain sih dari tadi bengong terus?”. Taecyon mengagetkanku.

“Aku memikirkan…..Aku memikirkan Siwon, idolaku”. Aku yang saat itu bingung menjawabnya, tiba-tiba mendapat ilham karena Siwon lewat dihadapanku.

“Hahaha, kau menyukai Siwon? Dasar penghayal”. Taecyon meledekku.

“Tidak, aku hanya menyukai orang yang berkecimpung di dunia musik”. Aku menjelaskan alasanku.

“Berarti kau menyukaiku dong, kau kan pernah menonton konserku di Prancis!”. Dia kembali meledekku.

Iya, aku menyukaimu. Sangat menyukaimu. Tapi, aku menyukaimu yang dulu, yang aku sebut sebagai guardian angelku.

“Sudahlah, aku tidak  mau membicarakan itu”. Aku meninggalkannya dan naik ke atas panggung untuk penutupan konser sosial ini.

Hari ini adalah hari reuni sekolah. Reuni sekolahku dan Taecyon, bukan sekolahku dengan Minho.

“Suzy, aku sangat merindukanmu”. Jiyeon, sahabatku sewaktu sekolah disini memelukku.

“Aku juga”. Aku membalas pelukannya.

“Oh ya, kau dan Taecyon?”. Dia bertanya.

“Kami masih berteman, tapi…. Tapi yang aku bingung kenapa dia tidak ingat denganku”. Aku menjelaskan pada Jiyeon.

“Kau tidak membaca tabloid beberapa tahun yang lalu? Taecyon itu kecelakaan pesawat saat dia pergi ke Prancis, jadi dia hilang ingatan”. Jiyeon memberi tahuku.

“Apa? Hilang ingatan?”. Aku tidak percaya kalau Taecyon hilang ingatan.

“Kalau kau masih mencintainya, kau harus membuat dia ingat denganmu, kau harus mengejar guardian angelmu”. Jiyeon memberi dukungan padaku.

Kau benar Park Jiyeon, aku harus mengejar cintaku, aku harus membuat Taecyon mengingatku. Tapi apa yang harus aku lakukan sekarang?.

“Suzy, kau juga sekolah disini? Kenapa aku tidak ingat yah?”. Taecyon  kaget melihatku.

Apakah aku harus jujur? Kalau aku adalah orang yang dulu paling dekat dengannya?

“Kau ingat ini? Kau memberikannya saat malam inagurasi”. Aku menunjukkan suatu benda yang pernah diberikan oleh Taecyon.

“Kotak musik? Aku tidak ingat semua ini!”. Sepertinya ingatan Taecyon sudah mentok, mungkin aku tidak bisa berharap terlalu jauh.

“Iya, dulu kau bilang, aku ballerina-nya dan kau adalah pemain piano nya”. Aku tersenyum padanya.

Acara akhirnya dimulai…. Sebuah video saat masa orientasi dan malam inagurasi diputar *ternyata masih ada yah?*. Semoga saja Taecyon perlahan bisa mengingatnya.

Aku sama sekali tidak memperhatikan video itu, aku malah memperhatikan bgimn ekspresi Taecyon melihat video itu.

“Maafkan aku, karena aku tidak mengingatmu”. Taecyon diam sesaat “Waktu di Prancis, aku benar-benar tidak ingat kalau kau adalah sahabat dekatku”. Taecyon memelukku.

Taecyon memelukku. Ini percis seperti perpisahanku dulu dengannya. Dan sekarang aku tepat menangis di badannya. Aku sangat rindu kasih sayangnya. Aku rindu dia menjagaku.

“Aku sangat merindukanmu”. Aku membalas pelukan Taecyon.

“Sudahlah jangan menangis terus”. Taecyon menghapus air mataku dengan lembut “Lebih baik kau bantu aku mengingat semua memori yang telah hilang”.

“Baiklah, aku akan membantumu”.

Aku senang, setidaknya dia meminta bantuanku untuk mengingatkan memori yang telah hilang di dalam hidupnya. Aku akan terus berusaha Taecyon, karena aku sangat merindukan sosok mu yang dulu……

To Be Continue

15 thoughts on “Memoirs of Love [part 2]

  1. Cp sih tu cwek? Gnggu aj deh,, si taecyon tu pantas.a ma suzy! Moga ja tae ma suzy brhubungn lg, amienn.. Q tnggu next part.a,,

  2. what hilang ingatan??
    suzy ama taec emg jdoh psti inget lagi..
    authornya daebak di potongnya pas part seruserunya..

    lanjut ya thor lop u :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s