Immortals

Grave Diggers Spin-off

Main character: Park Gyuri (KARA), Yesung (Super Junior)

Other character: Kyuhyun, Sungmin (Super Junior); Yonghwa, Jonghyun (CN Blue); Nicole (KARA);  Kiseop (U-Kiss)

Rating: PG-13

Cerita pendek dengan timeline sesudah Grave Diggers. Tidak banyak berhubungan, break sebelum chapter 3.

 

***

Seorang pemuda menghenyakan tubuhnya di sofa, pandangannya berkali-kali menyapu ruangan. Ia menatap bayangannya dalam kaca gelas, rambutnya yang sebelumnya pirang dicat ke warna aslinya karena Leeteuk—pemilik bar—berkata ia lebih pantas dengan warna hitam. Wajahnya menampakan ekspresi tertarik ketika melihat sosok yang dicarinya muncul dari balik pintu belakang, berjalan anggun dan mengobrol dengan bartender. Ia mengikuti gerak-gerik sang hostess nomor satu, mengagumi rambut gelapnya yang jatuh dengan lembut di punggungnya.

 

“Percuma saja kau memelototinya begitu, Kiseop,” ujar Kyuhyun ringan.

“Maksudmu percuma?” tanya pemuda yang dipanggil Kiseop itu, menatap temannya itu dengan alis terangkat.

“Gyuri itu—benar-benar seperti seorang dewi, tidak tersentuh.”

 

“Kau masih baru di sini, sih,” sambung Sungmin, seorang pemuda dengan wajah manis dan rambut hitam, “Dia tidak pernah menunjukan ketertarikan pada pria seperti apapun. Dia seperti menganggap bahwa manusia tidak cukup bagus baginya.” Ia mengakhiri kalimatnya dengan gelengan pasrah yang dibuat-buat. Membuat Kyuhyun menatapnya dengan tatapan menahan tawa dan akhirnya hanya meninju pelan bahu sahabatnya itu.

 

Kiseop mengerutkan dahinya, “Masa?”

“Tidak percaya? Tanya Yonghwa. Dia ditolak Gyuri dulu,” ujar Kyuhyun dengan tawa mengejek sebelum Sungmin menyikut perutnya dan ia terpaksa menutup mulut.

“Kau harus menceritakan hal itu pada semua orang, ya?” gerutu Yonghwa yang berada di meja sebelah, meneguk gin-nya banyak-banyak sebelum mengacungkan  gelasnya kea rah Kyuhyun, “bagaimana kalau kusebarkan gossip tentangmu dan Sungmin? Pasti pelangganmu berkurang.”

“Yah!” Sungmin menendang kaki kursi pemuda yang baru bicara hingga ia hampir kehilangan keseimbangannya.

Kontan Yonghwa, ingat bahwa Sungmin adalah ahli martial-arts, langsung tertawa tidak enak dan membungkukan tubuhnya, “Sori, Sungmin, sori.”

 

“Ehem,” host baru yang mengaku bernama Kiseop tadi berusaha mengembalikan pembicaraan mereka ke pertanyaan awal, “jadi dia memiliki standar yang sangat tinggi?”

“Antara itu atau dia aseksual,” jawab Yonghwa, masih melirik kea rah Sungmin takut seniornya itu tiba-tiba menendangnya lagi.

 

“Memangnya kau kira Gyuri itu bakteri,” suara Nicole diikuti dengan gelak tawa terdengar menjawab perkataan Yonghwa, ia bersandar ke bahu sahabatnya itu dan mengambil gelas dari tangan Yonghywa, menyesap alkohol di dalamnya sebelum berkata lagi, “kalian terlalu tinggi menilainya.”

“Apa maksudmu?” tanya Yonghwa sambil merebut kembali gelasnya dari tangan Nicole.

“Yah, apa kalian tidak pernah berpikir bahwa mungkin saja ia sudah terlanjur menyukai seseorang hingga tidak pernah tertarik pada laki-laki lain?” tanya gadis itu sebelum menghisap rokok di tangannya, menghembuskan asap ke tengah-tengah kerumunan itu.

“Tidak pernah,” jawab Yonghwa yakin, “itu sulit dipercaya.”

“Setuju,” Kyuhyun menambahkan, “apalagi dengan banyaknya pria yang rela memberikan apapun untuknya.”

 

“Ck, ck,” decak Nicole sambil menggoyangkan jari telunjuknya dari tangannya yang tidak menggenggam rokok di depan muka Kyuhyun dengan sok tahu, “meskipun gayanya begitu, Gyuri itu tipe yang sangat setia.”

“Hm…” gumam Kyuhyun tidak yakin, mengambil gelas Sungmin yang masih terisi martini alih-alih gelasnya sendiri yang sudah kosong, “memangnya mereka sudah berhubungan berapa lama?”

“Mereka tidak punya hubungan apa-apa, kok.”

Kyuhyun meneguk martini di dalam gelas Sungmin dan menatap Nicole dengan keraguan yang jelas, “Oke… ini semakin sulit dicerna, ada laki-laki yang menolak Goddess Gyuri?”

“Aku tidak bilang dia menolaknya, kok,” jawab Nicole sambil mengangkat bahu.

 

“Kau semakin sulit dimengerti,” gumam Yonghwa sambil menarik tangan Nicole untuk menghisap rokok yang ada di tangan gadis itu.

“Kenapa juga kau penasaran sekali dengan kehidupan pribadinya? Kau masih suka padanya?”

Kyuhyun tertawa, Yonghwa menatapnya tajam.

 

“Aku hanya ingin tahu, kok,” pemuda itu berkilah.

 

Sungmin mengetuk-ngetukan jarinya di atas meja, “Tapi terus terang aku juga penasaran dengan laki-laki yang bisa membuat Gyuri bertekuk lutut.”

“Bukan seseorang yang benar-benar sempurna seperti yang ada dalam imajinasi kalian, kok,” jawab Nicole dengan santai, menghembuskan asap rokok ke arah Sungmin, membuat pemuda itu cepat-cepat merunduk di samping Kyuhyun—menggunakan tubuhnya yang tinggi sebagai tameng asap.

“Sulit dipercaya seseorang seperti Gyuri bisa menyukai seseorang yang kurang dari sempurna,” ujar Yonghwa sambil mengangkat bahu, sekilas ia melirik kea rah gadis yang dibicarakan.

“Makanya kubilang kalian terlalu tinggi menilai Gyuri—“

 

Nicole menghentikan ucapannya ketika terdengar musik lembut dari panggung. Tiap malam memang selalu ada penampilan dari penyanyi klub. Senyum merekah di wajah gadis itu, “Ah, kebetulan. Coba saja kalian lihat Gyuri sekarang.”

Gadis itu menatap panggung dengan senyum kecil bermain di bibirnya. Tangannya mengguncang-guncang martini dalam gelasnya. Sementara yang lain serentak menolehkan wajah ke arah Gyuri, yang dengan wajah serius menatap panggung, sesekali senyum lembut muncul di wajah cantiknya. Kyuhyun yang pertama menyadari maksud Nicole.

 

“Kau bercanda?” tanya pemuda itu skeptis dengan wajah jelas-jelas terkejut ke arah Nicole, “Yesung?”

 

***

 

Suara penyanyi itu mengalun lembut memenuhi ruangan. Ballad manis yang bercerita tentang pertemuan dan perpisahan. Gyuri tidak bisa menutup matanya, menikmati benar-benar suara berat sang penyanyi. Tubuhnya merinding begitu nada-nada tinggi di akhir lagu terdengar, suara yang kuat itu begitu indah, begitu sempurna. Lama ia tetap berdiri menatap panggung, meskipun panggung kosong dan musik berlalu berganti percakapan yang biasa.

 

“Hei,” seseorang menyentuh bahunya.

“Penampilan yang bagus, Jongwoon-sshi.”

Thanks,” ujar laki-laki itu dengan senyum khasnya sambil mengambil gelas dari tangan gadis itu, “tidak ada pelanggan hari ini?”

“Tidak, bar ramai, tapi hanya ada dua perempuan yang meminta ditemani. Urusan Heechul dan Jonghyun.”

“Hm…”

Jongwoon menyisip martini dari dalam gelasnya dan selama sesaat Gyuri mengagumi penampilan laki-laki itu, dengan rambut cokelat gelap berantakan yang menutupi matanya dan bibir yang menyunggingkan seringai puas saat ia meletakan gelasnya di meja bar.

 

“Aneh sekali, biasanya para pria itu tidak bisa jauh-jauh darimu.”

“Why—are you jealous, sir?”

Pemuda itu tertawa rendah, “Kenapa aku harus cemburu?”

“Karena aku cantik, siapa yang tidak mau denganku?”

“Aku tidak.”

“Ya, tentu saja,” ujar gadis itu sambil tersenyum sangsi, ia mengibaskan rambut hitamnya.

 

“Kuakui kau memang sangat cantik, Gyuri,” Jongwoon berbisik di telinga gadis itu, tangannya menyentuh leher sang dewi. Senyum timpang muncul di wajahnya sebelum ia mendekatkan jarak di antara wajah mereka—pada detik terakhir ia memalingkan wajahnya dan mengecup pipi gadis itu, “sayangnya aku tidak tertarik.”

Gyuri memutar bola matanya.

“Apa yang tidak aku punya sampai kau tidak tertarik sama sekali?”

“Hatiku.”

“Pssh…”

 

Hening lagi di antara mereka, hanya suara hingar bingar musik dansa sebagai latar belakang sementara suara percakapan orang-orang di dalam klub itu terdengar. Kedua sosok pemuda dan gadis itu berdiri di samping bar, tidak menghiraukan orang-orang lain di sekitar mereka.

“Malam ini dingin,” ujar si pemuda memecah kebisuan.

“Ya, lumayan.”

Jongwoon melepas jasnya dan menyampirkannya di bahu gadis itu, “Pakai ini.”

Gyuri  menyentuh jas yang dipinjamkan Jongwoon dan menghela nafas. Bagaimana ia bisa tidak memiliki perasaan pada Jongwoon jika dia terus menerus memperlakukannya dengan baik seperti ini? Penyanyi di sampingnya meneguk minumannya, memperhatikan sekeliling. Gyuri memanfaatkan kesempatan itu untuk sekali lagi memperhatikan sosok pemuda itu, rambut gelap yang membingkai wajahnya, mata dengan tatapan tajam…

 

“Jangan menoleh, tapi yang lain sedang memperhatikan kita. Yonghwa dan Kyuhyun terlihat megap-megap seperti ikan,” ujar Jongwoon dengan nada kasual diiringi tawa.

Gyuri melirik sembunyi-sembunyi dan terkekeh pelan, “Pasti karena Nicole.”

“Hm, mau membuat mereka lebih kaget lagi?”

“Apa idemu?”

Jongwoon menarik Gyuri hingga berdiri dan terlihat seperti duduk di pangkuannya, tangannya menyusuri  lengan sang dewi hingga ke leher. Posisi Jongwoon sekarang membelakangi teman-teman mereka, tapi Gyuri bisa melihat dengan jelas reaksi semuanya, yang sekarang sudah membelakan mata dan terlihat shock, bahkan Nicole.

“Bagaimana reaksi mereka?”

“Sesuai dengan keinginanmu,” balasnya dalam bisikan halus. Jongwoon itu seperti iblis penggoda dan Gyuri kesulitan untuk menenangkan jantungnya yang berdetak lebih kencang daripada biasanya.

“Deg-degan, ya?” tanya Jongwoon dengan cengiran kecil sebelum ia justru hampir jatuh dari kursinya sendiri.

“…dasar orang aneh.”

 

Tawa membuncah, bertukar ejekan bersahabat tentang kebiasaan aneh Jongwoon dan kenarsisan Gyuri yang, seperti kata Jongwoon, tidak normal untuk menyembah diri sendiri secantik atau setampan apapun manusia. Tapi toh tidak ada yang bisa disebut normal di antara mereka. Obrolan ringan dan sisa waktu dihabiskan dengan meneguk gelas berisi gin. Sampai Jongwoon mengetuk bahu sang hostess dan menunjuk ke arah teman-teman mereka yang lain.

Gyuri melirik ke arah yang ditunjuk dan tersenyum, “Yonghwa terlihat bahagia sekarang.”

“Setelah semua keributan tahun lalu itu, kurasa dia pantas mendapatkannya.”

“Sayang Jonghyun masih belum bisa menerima semuanya.”

“Cepat atau lambat dia akan menyadari tidak ada gunanya ia mempertahankan keyakinannya itu,” ujar Jongwoon tenang. Tatapannya yang tajam tertuju ke arah lantai dua, tempat host dan hostess melayani tamu mereka.

 

“Menurutmu teman-temannya akan bisa membantu?”

“Seharusnya. Bukankah itu tujuan mereka membentuk CN Blue? Melupakan masa lalu dan bergerak ke depan.”

“Ya, terlepas dari kriminalitas mereka,” ujar Gyuri, agaknya sedikit tidak setuju dengan cara keempat orang itu.

Jongwoon tertawa dan mengusap kepala gadis itu, “Oh, sudahlah, itukan sudah lewat.”

 

“Kau juga seharusnya seperti mereka, Jongwoon-sshi.”

“Apa?”

Gyuri  awalnya tidak menjawab, ia meletakan gelasnya di bar. Jemarinya menyisir rambut, mengulur waktu untuk mempertimbangkan kalimat yang sudah memaksa untuk keluar. Gadis itu menarik nafas sebelum menatap mata Jongwoon dan menjawab, “’Melupakan masa lalu dan bergerak ke depan’, kau juga punya hak untuk bahagia.”

“Kata siapa aku tidak bahagia?” tanya Jongwoon dengan tawa sangsi. Pemuda itu melipat tangannya di depan dada, ekspresi mukanya tenang dan hanya ada seulas senyum kecil di wajahnya. Tapi Gyuri tahu itu topeng defensifnya—caranya untuk melarikan diri.

 

“Kau menolak tawaran rekaman dari produser kemarin,” ujar Gyuri pelan.

“Lalu?”

“Ryeowook akan sedih kalau mengetahui kau melepas mimpimu karena merasa bersalah padanya.”

“Kau tidak tahu apa-apa tentang Ryeowook,” desis pemuda itu, menatap tajam ke arah perempuan itu.

“Tapi aku tahu kau!” seru Gyuri dalam desisan pelan, tidak ingin menarik perhatian. Tangannya mengepal hingga terasa sakit. “Aku tahu kau merasa bersalah… Ryeowook adalah tanggung jawabmu, dia kehilangan suaranya di bawah pengawasanmu—meskipun sebenarnya itu bukan kesalahanmu. Aku tahu sifatmu!”

“Kau tidak tahu apa-apa!” desis Jongwoon keras, tangannya bergerak ke leher gadis itu, mencengkramnya,  “Tidak usah sok mengerti. Ini semua tidak ada hubungannya denganmu.”

Gyuri merasa seperti ditampar mendengar kata-kata itu. Jemari yang mencengkram lehernya membuatnya kesulitan bernafas, ia terbatuk namun genggaman laki-laki itu tidak mengendur. Tatapan tajam yang diarahkan padanya membuatnya ingin bersembunyi, jauh-jauh dari Jongwoon. Tetapi ia tidak bisa melakukannya. Hostess itu menyentuh tangan si lelaki.

“Ada. Aku sayang kamu, Jongwoon, kau tahu itu,” bisik gadis itu dengan nada pasrah.

 

Selang waktu berjalan, hanya suara musik dari speaker yang terdengar sementara Jongwoon terdiam. Sesaat Gyuri membiarkan harapannya melambung, berpikir mungkin laki-laki itu tidak berkata apa-apa lagi karena merasakan hal yang sama. Cengkraman di lehernya mengendur, kemudian hilang.

 

“Kau tidak mungkin menyukaiku, Gyuri,” bisik Jongwoon, menyentuh wajah hostess itu kemudian pergi. Seperti hembusan angin, ia pergi begitu saja. Meninggalkan jejaknya dalam bentuk Gyuri yang menutupi wajahnya dengan kedua tangan sementara tubuhnya lunglai, bersender ke meja bar.

 

But I really like you…” gumam sang dewi dengan helaan nafas panjang, menyerah ketika sang Hades meninggalkannya untuk kembali ke dalam neraka.

11 thoughts on “Immortals

  1. Wow! New Yesung! Absolutely new way of seing yesung!
    See? this is my problem!
    setiap abis baca tulisanmu, maunya ngomenin pake bahasa inggris.
    mungkin krn gaya bahasamu ya? *konotasinya positif loh!*
    #nyengir

    hehe, ini dibaca dulu, sebelum baca grave diggers.

  2. Apakah ɑϑǟ lanjutannya?
    Ska sma ff ΐΩΐ! :)
    Lsg jatuh cinta (?) Sma karakter si yesung disini.. (•̃-̮•̃) ♒ђåª•ђåª•ђåª♒ (•̃-̮•̃) .

  3. pas liat castnya yesung , langsung aku baca XD
    ini ada lanjutannya?
    Aku suka banget , apalagi ada gyurinya. Lain kali bikin ff yg castnya kara lagi ya, kalau perlu dipairing sama shinee , hehe =))
    yesung ntar bakal sama gyurikah?

  4. biasku searang yeppa jadi lagi ngubek2 wp yang main castnya yeppa langsung deh buka nih …
    ah keren tuh uri yesung dingin kayak gituuuuuuu *mupeng*
    ceritanya keren thor gak gampang ketebak penih misteri (?) hehe

  5. ini ada lanjutannya g chinggu?
    lanjutin na..
    penasaran ni.. yesung oppa keren bgt sih..
    suka ma kyuhyun yonghwa…
    mereka berasa akrab bgt d sini..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s