He’s Our Girl part 5

 

Author : Kyu-Fiida Jr.

Main Cast : kCho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, Eunhyu, Kara, Cho Ahra

Support Cast: Heechul, Yesung, Leeteuk, Siwon, Sungmin, Shindong, Ryeowook

Rating : All Ages

Genre : Comedy, Romance, Gajelas

Warning : Gak ada warning… hehe

 

 

Serial He’s Our Girl part 5

Oneyhalva, The Sorcerer’s Stone

Kara POV.

Kyuhyun sudah sembuh. Aku tidak tahu apa ini kabar baik atau kabar buruk.

Leeteuk Hyung menelfonku tadi pagi dan menyuruhku mengantarnya ke lokasi pengambilan gambar sekarang. Dari Vancouver yang bersalju tebal, mobil yang kunaiki bersama Kyuhyun berjalan menuju Pegunungan Rocky. Ini akan memakan waktu enam jam dan kemungkinan kami sampai disana jam sebelas siang. Member yang lain sedang berkemah di padang rumput di sekitar sana. kami ketinggalan dua hari syuting .

Kami baru saja keluar dari Victoria. Kyuhyun dan aku duduk bersebelahan, namun kami tidak banyak bicara. Telingaku menempel di earphone, sementara ia sibuk main game.

“Kau sedang mendengarkan lagu apa?” tanyanya mendadak. Ia mencabut earphoneku dan mendengarkan sendiri lagu yang kuputar dari ponsel.

“MWO!? Bagaimana kau bisa mendengarkan lagu Shinee sementara vokalis Super Junior sedang disebelahmu heh?”

Yah, Memangnya kenapa? Tidak terima hah?

“Maaf-maaf saja ya.. tapi lagu favorit adalah hak asasi manusia, jadi itu bukan urusanmu”

Sebenarnya, aku sudah berusaha menyukai lagu mereka. Dulu, mungkin satu minggu yang lalu, kepalaku pusing karena terlalu banyak tidur siang. Aku pergi ke ruang tengah untuk menonton TV. Sialnya, tidak ada program bagus yang kuharapkan bisa sedikit membantuku melupakan kepalaku.

Saat itulah, aku melihat CD album mereka yang keempat. Kalau tidak salah judulnya Bonamana. Karena tak ada pilihan lain, akupun menyetelnya di pemutar CD. Mesin berputar. Segerombolan pemuda berpakaian hitam-hitam -dengan gaya dan pencahayaan yang sangat lebay- berdiri berjajar di tengah ruangan yang entah mengapa tampak seperti kuburan saking gelapnya. Dan..

DDANDDARANDDAN, DDANDDARANDDAN, DDANDDARANDDAN, DDADADDARABBA DDANDDARANDDAN, DDANDDARANDDAN, DDANDDARANDDAN, ….

HYAK! SETAN MANA YANG DENGAN TEGA MENGARANG LAGU SEPERTI INI?

Suara pemutar CD itu seperti menghantam kepalaku. Sepertinya Oppa-oppaku yang payah itu lupa mengecilkan volume CD. Untung saja aku sedang tidak hamil. Bisa kupastikan kandunganku akan ‘keguguran’ –atau lahir tanpa kepala- saat itu juga kalau mendengarkan lagu ini. Maka, sejak saat itu kuputuskan untuk setia dengan Shinee –yang lagunya selalu membuat hatiku bahagia- dan melupakan Super Junior yang membuat telingaku nyaris copot dari kepala.

Kyuhyun merebut earphoneku dan menyodorkan earphone yang menempel dari ponselnya. Ia memaksaku memakainya. Dengan sangat amat terpaksa, aku memakainya. Mood-ku untuk bertempur sedang jelek.

“Kau suka lagu ini?” tanyanya setelah aku mendengarkan beberapa menit. Aku tidak tahu siapa yang menyanyikannya, tapi lagunya terdengar bagus dan liriknya romantis.

“Ini lagu siapa? Sepertinya aku sangat familiar dengan lagunya..” tanyaku.

“Kau benar-benar tak tahu ini lagu siapa?.. Cho Minho… selama ini kau hidup dimana?” ia mengomel lagi. sebenarnya ia tak perlu mengeluarkan energy sebanyak itu, kalau saja dia mau memberitahuku langsung siapa penyanyinya. Dan begitulah Cho Kyuhyun, dia berputar-putar memarahiku, menghabiskan tenaganya hanya untuk memperjelas kebodohanku yang sesungguhnya tidak perlu dibahas.

niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul
na apado joha
nae mam dachyeodo joha nan
geurae nan neo hanaman saranghanikka

“Ini lagu Yesung Hyung.. It has to be You..ost drama Cinderella’s sister..” jelasnya kemudian.

“Oh, pantas saja aku sedikit familiar… aku sering mendengarnya dari kamar mandi..” lanjutku datar.

“Aish,… bagaimana kau bisa sekampungan ini, tidak tahu lagu yang sedang hits… kau ini setiap hari melakukan apa hah?.. benar-benar tidak update..”

Lihatlah, setan itu terus saja bawel. Ia kemudian memaksaku mendengarkan lagu yang lain.

“Ini lagu Donghae Hyung… kau suka dia kan?..” tanyanya. Mendengar nama Donghae Hyung disebut, Aku mendengarnya dengan seksama. Lagu solo sejenis seperti yang dinyanyikan Yesung Hyung. Hanya saja, ini lebih enak. Aku benar-benar menikmatinya.

Nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
Neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
Dasi ileoseol geoya….

 

“Hei.. ini enak sekali.. benar-benar dalam dan teknik vokalnya juga tinggi, …terlihat sekali kalau dia menyanyi dari hati.. sungguh… ini benar-benar enak…aku tidak menyangka suara Donghae Oppa setampan wajahnya”

Dia menyeringai mendengar ucapanku.

“Sini.. biar aku transfer lagunya ke ponselmu..” Kyuhyun menyambar ponselku. Matanya langsung melotot melihat wallpaper ponselku. Sudah kuduga akan begitu ekspresinya.

“WAEYO? Aish… kenapa kau pasang wajah si ikan kembung itu di ponselmu hah? Kau tidak malu kalau dia tahu… omo..omo.. kau ini ternyata benar-benar tidak punya  harga diri..”

Pletak!

Aku menjitak kepalanya. Mulutnya itu memang benar-benar kreatif kalau sudah membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan Donghae oppa.

“Ini ponsel pemberian Donghae Oppa bodoh.. dia sendiri yang memasang fotonya disini.. lagipula, foto ini bagus.. lihat ..dia tampan sekali..”

“MWO?! Foto ‘mangap’ begini kau bilang tampan?”

“Aish.. Donghae oppa itu tidak sepertimu yang baru kelihatan tampan setelah keluar salon! Dia itu sejak bangun tidur sudah tampan!” kataku tak terima.

Dia menarik tanganku dan menyuruhku tersenyum.

Ckrek.

Kami foto bersama. Tangan kirinya memegang ponsel sementara tangan kanannya memegangi pundakku. Dia buru-buru mentransfer foto itu ke ponselnya.

“Kalau kau sampai mengganti wallpapermu, mati kau!” ancamnya setelah selesai memasang foto konyol kami berdua di ponselku. Aish.. bocah ini benar-benar menyebalkan..

Aku merebut ponselku dan menyuruhnya segera mentransfer lagu Yesung dan Donghae oppa. Di layar ponselku, tampak ikon ‘received’  It has to be you-Yesung Super Junior. Dia menekan tombol klik dan ikon ‘received’ lagu kedua mucul di layar ponselku.

Hope is a Dream that doesn’t sleep- Kyuhyun Super Junior.

MWO? KYUHYUN SUPER JUNIOR?

Dia menyeringai setan dan tertawa terbahak-bahak.

“Kau kaget suaraku se-tampan itu hah?..Kau terkejut suaraku se-enak itu hah?… HAHAHAHA”

Ini benar-benar kesalahan fatal. Aku memuji anak setan itu tepat didepan matanya…..

Aku tak berminat lagi bicara dengannya. Akupun segera memasang earphoneku dan pura-pura tuli. Memutar lagi lagu ‘Replay’.

“Sebenarnya aku ingin menanyaimu dari kemarin, hari pertama.. kau menginap dimana?” Kyuhyun menanyaiku agak lama setelah aku mogok bicara dengannya. Tangannya dan matanya masih kencan dengan istri pertama-nya, PSP sialan itu.

“Aku menginap di kamar Donghae oppa… Waeyo?”

“MWO?!” Mulutnya membulat. PSP-nya terlupakan beberapa detik. Starcraft yang nyaris menang itu langsung Game Over.

“WAEYO?! Kau mau aku menginap dimana?” Dialog menjadi panas. Pak Sopir –orang Kanada asli- melirik kami sedikit cemas. Aku berkata padanya untuk tidak terlalu khawatir dan menjelaskan dalam Bahasa Inggris pendek kalau Kyuhyun punya sedikit kelainan kejiwaan. Beruntung Kyuhyun terlalu tolol untuk mengerti artinya. Untuk masalah bahasa Inggris, dia bukan hanya buta aksara (tidak bisa menulis atau membaca bahasa Inggris), tetapi juga buta suara (apalagi mendengar dan menjawab dalam bahasa asing).

“Aish.. Sudah kuduga kau ini murahan sekali.. Kau tidak punya otak Hah? Kau kan bisa menginap dikamarku!”

Mendengar teriakannya, otakku langsung ngadat. Ada beberapa pernyataan yang perlu diluruskan dalam kalimatnya itu.

“Oh.. jadi gadis yang menginap di kamarmu itu tidak murahan begitu? Aish…. Aku bingung dengan cara kerja otakmu… apa bedanya aku menginap di kamar Donghae Oppa dengan menginap di kamarmu Hah?”

Dia mendecakkan lidahnya sebal dan menaruh PSP-nya di kursi mobil. Aku sedikit terkejut karena hari ini aku bisa menang melawan istri pertamanya itu.

“MWO?! Kau tak tahu si IKAN KEMBUNG itu suka padamu hah?” balasnya dengan menekan kuat-kuat kata ‘ikan kembung’.

“Lalu, apa urusanmu? ..Atau.. kau mulai menyukaiku ya?” kali ini suaraku melunak dan mulutku menyeringai lebar. Mati kau Cho Kyuhyun, sembunyikan wajahmu sebelum aku mengubahnya jadi pantat…

“HYA!.. Apa kau ini masih perawan?”

PSP konyol yang sedang berada disebelahku itu langsung menghantam wajahnya. Aku yang melemparnya. Enak saja dia bilang masalah keperawanan.

“Aish… KAU MAU MATI HAH?! APA MAKSUDMU BILANG AKU TIDAK PERAWAN?!” aku melotot ke arahnya. Dia menatapku kesal.

“Kau ini benar-benar bodoh atau bagaimana? Kalau ada namja yang menyukaimu, sebelum kalian menikah jangan tidur satu kamar!..”

Kalimatnya semakin membingungkan.

“Kau pikir Donghae Oppa mau melakukan apa padaku? Omo.. omo.. otakmu itu benar-benar mesum rupanya..” balasku tak kalah sengit.

“HYA! KAU BENAR-BENAR MEMB..”

Brak!

Kalimat Kyuhyun belum selesai saat Mobil yang kami naiki mendadak berhenti. Dari suaranya sepertinya mobil ini menabrak sesuatu. Pak Sopir itu membungkukkan badannya dan memintaku keluar sebentar. Aku melongokkan kepalaku dan bertanya ada apa. Dia keluar dari mobil dan menunjukkan bagian depan mobil yang menabrak gunungan salju setinggi setengah meter dari aspal.

Lengkap sudahlah penderitaan kami…

Semobil dan harus terjebak lagi dengan Cho Kyuhyun! Pak sopir itu memintaku ikut menggali salju yang menutupi jalanan. Aish.. sudah kuduga rencana liburan ini akan berantakan kalau yang mengusulkan Heechul Oppa. Lihatlah, betapa bodohnya orang itu, datang jauh-jauh dari Korea hanya untuk berkemah ditengah salju yang membukit dimana-mana. Semoga saja mereka tidak mati ditengah tenda.

Aku menghampiri Kyuhyun yang masih didalam mobil.

“Maaf.. aku tidak bisa banyak membantu…Kau tahu sendiri, aku baru saja sembuh…aku tidak ingin sakit dan merepotkan banyak orang..” katanya. Lagaknya seperti orang kekurangan darah.

Aku melotot kearahnya. Dia melotot kearah PSP-nya. Pelototanku bertepuk sebelah tangan. Setan ini benar-benar membuatku jantungan!

“Kau tak mau keluar hah?!”

Dia mem-pause game-nya dan melotot kearahku.

“Ne… Ne.. Tapi jangan menyesal kalau aku mati gara-gara menggali salju bodoh ini”

Aku, pak Sopir dan Kyuhyun mulai membersihkan jalanan yang saljunya menghalangi jalan mobil kami. Setengah jam berlalu. Nafasku ngos-ngosan. Ternyata salju di Kanada jauh lebih keras kepala daripada salju di Korea. Sulit dan berat sekali disingkirkan.

Mataku mencari Kyuhyun. Bocah itu tengah memotret DIRINYA SENDIRI memakai ponselku. Tanganku segera menggampar lengannya. Dia kaget.

“Apa yang kau lakukan dengan ponselku hah?!” bentakku sambil merebut ponselku dari  tangannya. Dia meringis.

“Aku hanya ingin menambahi koleksi foto Namja-mu di ponsel… bukannya ponselmu itu penuh dengan foto Namja?”

Aku meliriknya kesal.

“Itu Hyun Jo Oppa..” jawabku malas. Ia menatapku tak berkedip.

“Pacarmu?”

“Itu Oppaku! Cepat Masuk mobil! Kita sudah telat satu jam!”

Dia masuk ke mobil dan duduk disebelahku. Matanya masih melihatku dari tadi. Setan ini kenapa lagi?

*

Kyuhyun POV

“Jadi namja itu pacarmu?” selidikku. Aku sedikit penasaran. Kara menatapku kesal. Ia melepas earphonenya dan memegangi kerah bajuku.

“DIA ITU OPPAKU… KAU TULI YA?” suaranya menggelegar di telingaku.

Sebenarnya aku masih penasaran, tapi aku lebih memilih diam. Sepertinya gadis itu sedang berencana menjadikanku Setan goreng kalau aku mengganggunya lagi.

Udara sangat dingin, apalagi aku baru saja dari luar. Aku merogoh tasku dan mengeluarkan sebotol wine yang kubeli sebelum berangkat. Gadis itu melirikku diam-diam.

“Kau mau? Minum saja.. tapi jangan banyak-banyak.. kau bisa mabuk nanti..ini akan menghangatkan tubuhmu” kataku sambil menyodorkan segelas padanya. Dia menenggaknya dan terlihat senang.

Aku kembali menekuri game-ku yang kacau balau gara-gara gadis sial itu. lima menit kemudian aku baru sadar ada yang tidak beres. Gadis itu menenggak wine-ku sampai habis!. Aish.. ini pasti merepotkan. Aku masih trauma dengan muntahnya kemarin. Kakiku menahan pinggangnya agar tidak dekat-dekat denganku.

Dia mulai teller. Mulai meracau. Aku memasang earphone-ku dan berlagak cuek. Tapi gadis itu mulai mendekat. Wajahnya jatuh berdebam di pangkuanku. Aku berencana memindahkan kepalanya agar jauh dariku karena aku takut dia memuntahiku lagi seperti kemarin. Tapi tangannya malah menarikku mendekat ke wajahnya.

Aku grogi. Mau apa dia?

Wajahnya kini sudah menempel di hidungku. Aku menatapnya tak berkedip. Bibirnya sangat dekat. Aku melihatnya lagi dan jantungku semakin grogi.

*

Kara POV

Kepalaku pusing. Aku kaget saat membuka mataku wajah setan itu ada diatasku. Dia sedang menatap keluar jendela, dan eh… aku dimana?

Kya!.. aku di pangkuannya!

Dia tidak sadar aku sudah bangun dan aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku memutuskan untuk pura-pura tertidur lagi. Aku akan malu kalau aku bangun sekarang. Setan itu sepertinya menatapku sekarang. Aku bisa merasakannya.

Tiba-tiba telunjuknya memainkan bibirku. Hya! Mau mati kau Cho Kyuhyun! Dan..

Krek..Srrt..

(Tebak suara apa?)

Dia MELAKBAN mulutku!…aku segera bangkit duduk dan setan itu tertawa hebat melihatku bangun dengan mulut terlakban –sepertinya itu lakban yang sama dengan lakban yang digunakannya untuk membungkus kado terlaknat kemarin-.

Aku melepas lakban dari mulutku. Aku benar-benar tak punya kosakata lagi untuk mengutuk anak setan ini.

“Aku hanya takut kau muntah lagi.. jadi terpaksa kulakban mulutmu..” katanya membela diri.

Aku mendengus kesal dan menjauhkan pantatku darinya. Aku mengambil air minum dari tasku dan kembali memasang earphoneku. Kepalaku sedikit pusing gara-gara wine sialan itu.

Dia masih melirikku. Seringai setannya muncul lagi. Sekarang apa lagi?

“Kau suka rasa jeruk ya?” tanyanya. Nadanya mencurigakan. Aku mencopot earphoneku dan menatapnya.

“Kenapa?” tanyaku tak sabar.

“Sebenarnya lebih enak strawberry, lebih manis…”

Tangannya memainkan bibirnya sendiri. Sedetik kemudian, aku sadar apa maksudnya.

KYAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!

“KAU..KAU.. APA YANG KAU LAKUKAN..SETAN MENJIJIKKAN…” nafasku sesak. Dia tertawa menggelegar.

“Kau.. sendiri yang mendekatiku.. aku ini Namja normal.. kau memasang bibirmu itu didepan wajahku.. apa aku salah kalau aku melakukannya?..Lagipula itu tidak terlalu enak kok,  karena bukan rasa strawberry…. HUAHAHAHAHAHA”

“YHAK!” aku menghampirinya dan merebut lakban yang dia pegang. Aku melakban mulutnya dengan murka…

“Begini lebih baik..” ucapku kemudian. Dia masih terus saja terkikik-kikik sambil memainkan PSP-nya. Aku tak peduli lagi.

Kami berjalan dalam diam. Tanpa dialog.

Ini sudah hampir jam dua belas. Mendadak ponselku bergetar. Ada Pesan masuk.

Jerawat : Ayo turun

Itu namanya di phonebook-ku. Terinspirasi dari wajahnya yang mirip permukaan bulan. Aku memencet tombol di ponselku.

Setengah : Tidak mau

Dia menamaiku ‘setengah’ –dia memberitahuku kemarin sebelum aku menamainya jerawat-. Sesuai kenyataan, katanya.

Dia buru-buru mengetik. Matanya bergantian, melotot ke arahku dan memelototi ponselnya.

Jerawat : KAU MAU MATI HAH?

Aku tersenyum menyeringai ke arahnya.

Setengah : Nomor yang anda hubungi tidak bersedia menjawab.

Ia menatapku  garang dan menyeretku keluar dari mobil. Tangannya melepas lakban di mulutnya. Kami berdiri di atas sebuah bukit yang nampak sangat biasa saja.

“Kau tahu ini tempat apa?”  tanyanya. Mukanya serius.

“Mana aku tahu? Tapi jelas ini bukan tempat penting..”

Pletak!

Dia menjitak kepalaku.

“Namanya bukit OneyHalva.. ini bukit harapan.. siapa yang datang kesini dan menuliskan namanya berpasangan dengan orang yang ia sayangi, keinginannya untuk bersama akan terkabul.. lihat batu itu…” tangannya menunjuk batu –atau gunungan batu- yang terlihat penuh tulisan. Kami menghampirinya dan aku masih bertanya-tanya dalam hati apa maksudnya dengan pasangan, harapan, dan batu aneh itu.

Kemudian bocah itu mulai menulisi batu yang sudah buruk rupa itu dengan namaku dan namanya. Bahkan dengan sintingnya dia menggambar  tanda cinta yang ditancapi panah diantara nama kami berdua –ia juga tak lupa mengabadikan gambar itu di ponselnya-. Aish… menjijikkan…

“Apa yang kau lakukan?” mulutku tak tahan juga untuk mulai bawel. Dia menoleh. Menatapku dengan tatapan lebay. Dan tahukah kalian apa yang dia ucapkan kemudian?

“Percobaan” singkat, padat dan membuatku ingin mencabut nyawanya.

“Kalau di kemudian hari kita bisa bersama… yah kau tahu itu sangat mustahil dan tidak kuharapkan… berarti batu ini benar-benar bertuah..”

*

Kyuhyun POV

Kami tiba di Lazvatore, sebuah area kemping mahal disekitar padang rumput pegunungan Rocky. Hyung-hyungku ternyata sama sekali tidak sedang kemping. Mereka Cuma piknik di dalam rumah kayu dan menyalakan perapian –sudah kuduga mereka takkan sudi berepot-repot ria selagi mereka bisa berleha-leha-.

Saat aku datang, mereka langsung menyuruhku duduk dan menjelaskan agenda syutingku yang tertunda dua hari kemarin.

“Karena kau tidak ikut syuting dua hari.. kau akan syuting sendirian hari ini..” Leeteuk Hyung memberitahuku. Hyung-hyungku tengah duduk melingkari perapian.

“Apa yang harus aku katakan?” tanyaku bingung. Heechul Hyung kemudian menjelaskan panjang lebar apa yang harus aku katakan. Intinya: aku akan menceritakan kisah cinta pertamaku didepan kamera –dan tentunya mereka yang mewawancaraiku-. Kedua, aku harus menceritakan hubunganku dengan para Hyung, pendapatku sebagai magnae tentang mereka satu persatu –dan tentu saja ditambah dengan request penggemar: bercerita tentang hyung yang paling dekat denganku, mereka itu selalu aneh.. memintaku jadi gay?-.

Aish.. aku benar-benar benci harus melakukan ini.

“Ceritakan cepat..” Yesung Hyung memperbaiki letak kamera digital dan mengarahkan kamera padaku. Leeteuk , Heechul dan Eunhyuk Hyung segera memaksa membuka acara –dan tentunya memaksa Yesung Hyung meng-shoot wajah mereka-.

Mataku memutari ruangan melihat Hyung-hyungku yang bersiap mendengarkan. Mulutku grogi. Syuting dimulai.

“Baiklah..sekarang ini kita akan mendengar pengakuan kisah cinta pertama Kyuhyun Super Junior.. tentunya kalian semua sudah menunggu ini seharian kan?” Leeteuk Hyung bicara dengan lancar. Aish.. orang itu selalu bernafsu merajalela di kamera..

“Perlu diinformasikan, bahwa kemarin Magnae kami ini sekarat di rumah sakit dan tidak bisa mengikuti agenda syuting, jadi kita akan mendengar pengakuannya hari ini..”Heechul Hyung menimpali. Sekarat katanya?

Kamera merekam satu persatu wajah Hyung-hyungku dan berhenti didepan wajahku. Aku benar-benar gugup sekarang.

“Jadi.. siapa cinta pertamamu itu Kyuhyunnie?.. Bagaimana postur tubuhnya? ..Kepribadiannya?.. dimana kalian pertama kali bertemu?”

Dan pertanyaan beruntun itu membuatku semakin tak berminat bicara.

“Annyeong Haseyo.. Kyuhyun imnida…” ucapku grogi.

“Sebenarnya aku selalu tidak beruntung untuk urusan cinta.. aku selalu mencintai orang yang salah..” lanjutku. Leeteuk, Heechul dan Eunhyuk Hyung sibuk berkomentar.

“Apakah yang kau maksud kau suka Namja?”

MWO?!

Pletak! Aku menjitaknya.

“Aku ini bukan kau Hyukkie Hyung.. aku ini normal.. aku suka Yeoja..” ujarku sambil melirik Donghae Hyung –yang  sedang sibuk makan kacang dengan Kara dan sama sekali tak mendengarkanku-. “Hanya saja aku mencintai yeoja yang salah..”

“Bisakah kau tidak berbelit-belit dan langsung menerangkan kepada kami yeoja yang salah bagaimana maksudmu?.. apakah yeoja itu tak mencintaimu?” Heechul Hyung bertanya bawel. Sebenarnya yang diwawancarai aku atau dia?

“Maksudku.. aku tidak boleh mencintainya..”

“Ini menarik sekali.. boleh aku tebak? Apa kau suka pembantumu?” Hyukkie Hyung langsung berkomentar. Aku melotot. Hyung-hyungku menatapku dan Kara bergantian. Si ikan kembung itu juga ikut melotot ke arahku –dia berhenti makan kacangnya-.

MWO?!.. mengapa kesimpulannya begitu?

“Bukan.. pembantuku semuanya Namja..”

“Terangkan lebih panjang… kau ini benar-benar tak menarik diwawancarai..” Leeteuk Hyung menimpali. Hyung-hyungku mulai tertawa.

“Aku mengenalnya sejak kecil.. dia cantik, dan sangat pengertian.. dia juga baik”

“Apa kau mengatakan padanya kau suka dia?”

“Ya.. aku mengatakannya”

“Aish..Ceritakan lebih panjang..”

“Dia menolakku dan seketika itu juga mencarikanku pacar”

“Mwo?!.. Gadis itu pasti menyesal sekarang..”

“Tidak juga.. dia biasa saja..”

“Apakah gadis itu sudah punya pacar saat kau mengatakan kau suka dengannya?”

“Tidak.. dia belum punya pacar..”

“Bocah ini.. kau tidak bisa cerita lebih panjang hah?..”

“Hyaak Hyung.. kalian benar-benar membuatku gila! Aku akan mengatakannya dan kalian diamlah!.. dia itu Noonaku.. AHRA NOONA.. kalian puas?”

*

Kara POV

Aish.. jadi itu sebabnya dia tidak suka eunhyuk Oppa dekat-dekat dengan noona-nya? Bocah itu suka pada noona-nya sendiri?

Syuting dadakan Kyuhyun itu akhirnya selesai jam dua siang. Dia sukses membuat kami tertawa hebat. Dia itu lucu sekali. Saat dia cerita kisah cinta keduanya, dia bilang kalau dia selalu terjebak ‘suka’ dengan gadis jelek dan berkepribadian buruk, padahal awalnya dia suka dengan teman si gadis jelek itu.

Kami beranjak pergi keluar rumah. Matahari sudah tinggi. Salju disini juga tak setebal di Vancouver. Udara terasa sedikit hangat. para member akan main terbang tandem hari ini. aku kebagian membawakan tas berisi kamera digital dan makanan.

Kami berangkat menuju bukit. Aku berjalan bersisian dengan Eunhyuk dan Donghae oppa. Aish.. mengapa mereka berdua selalu lengket? Menyebalkan sekali. Yesung dan Leeteuk Oppa naik ke parasut –apa benar begitu namanya?-. Mereka berdiri berangkulan sambil memegangi tali parasut. Sementara Siwon oppa merekam gambarnya.

Mereka kemudian bergantian berpasangan terbang dengan parasut itu. Kelihatannya menyenangkan.

“Kau juga ingin terbang?” suara Donghae Oppa mengagetkanku. Aku mengangguk semangat.

“Ya.. biar aku berpasangan denganmu nanti.. lagipula, kurang satu orang. Kyuhyun kan tidak boleh banyak terkena udara dingin dulu..” katanya menjelaskan. Apapun alasannya Oppa, aku akan tetap setuju.. hehehehe. Apalagi kalau alasan ini menyebabkan Kyuhyun menderita –tidak bisa terjun tandem-, aku akan melakukan yang terbaik.

“Lalu aku berpasangan dengan siapa Jjagiya?…” Eunhyuk Oppa menimpali sambil merangkul pundak donghae Oppa. Donghae Oppa hanya tertawa sambil menjitak kepalanya.

Hoek! Monyet Hutan menjijikkan!

Tibalah giliran kami terbang dengan parasut itu. Siwon Oppa sengaja tidak merekam kami. Dia kemudian merekam aktifitas Member yang lain –mereka itu selalu menarik untuk direkam, karena mereka selalu melakukan hal-hal yang aneh dan tidak normal, seperti Yesung Oppa yang berjoget ala gurita (boleh juga ubur-ubur), atau Eunhyuk dan Heechul Oppa yang pura-pura jadi yeoja (Hoek..hoek.), dan Kyuhyun yang tidak lepas dari PSP-nya sejak tadi. Itu adalah hal-hal yang menarik dikonsumsi penggemar. Kegiatan dan ekspresi sehari-hari mereka yang natural dan tidak dibuat-buat-.

Donghae Oppa membantuku memasang tali parasut. Kami sudah siap terbang. Guide membantu kami meloncat dari atas lembah menuju jurang di bawah kami. Angin dingin menerpa wajahku. Tapi semuanya terasa sangat hebat karena Donghae Oppa merangkulku dari belakang –yah memang posisinya harus begitu-. Aku mengarahkan kamera digital ke wajahnya dan sama sekali tak memasukkan gambarku kedalamnya.

Donghae oppa berteriak dan bersenandung saat tubuh kami mulai menuruni jurang dan memutari hutan. Semuanya terasa sangat singkat dan tiba-tiba saja kami sudah berada di tempat landing.

*

Kyuhyun POV

Ikan kembung itu sekarang sudah mendarat. Dia sudah melepas parasutnya. Kara membuntutinya dari belakang. Dia terlihat begitu senang dan terus tersenyum. Baiklah, ini harus dihentikan.

“Mana kamera digitalku?” Aku mencari alasan bicara dengannya. Kara berhenti. Lalu memutar langkahnya menuju tumpukan tas yang dibawanya tadi. Si ikan Kembung itu dengan setia menemaninya mencari kameraku.

“Tadi sepertinya disini..” kata Kara.

“Kau tidak meninggalkan tasku di Camp kan?” tanyaku lagi. Dia menggeleng ragu.

“Kalau begitu, biar aku dan Kara mengeceknya kesana.. kau disini saja, istirahat, kau kan baru sembuh, jangan terlalu banyak bergerak..” Donghae Hyung melanjutkan.

“Tapi aku butuh cepat.. aku ikut kalian saja..” kilahku.

“Apa kau yakin akan baik-baik saja Kyuhyun? Kau sudah sehat?” Donghae Hyung meyakinkanku. Aish.. kau tak tahu Kara jelek ini bahkan memaksaku menggali salju selama setengah jam?

“Ne.. ayo berangkat..” kataku. Kami berjalan menuruni bukit. Beberapa saat kemudian, Donghae Hyung terlihat kehilangan sesuatu.

“Sepertinya ponselku tertinggal..” katanya. Tangannya memeriksa saku jaket dan celananya.

Aku berharap dia meninggalkan kami dan kembali ke bukit mengambil ponselnya.

“Apa penting Oppa? Pakai punyaku saja dulu…” Kara menawarinya ponsel. Aish.. lihatlah Cho Minho.. manis sekali dia jika berhadapan dengan Ikan Kembung..

Donghae Hyung meraih ponselnya. Matanya berhenti sejanak dan melirik kami. Lalu dia  mulai mengetik sesuatu.

“Kau punya Nomor Hyukjae?” tanyanya kemudian. Aku bisa melihat Kara manyun mendengarnya. Ia kemudian mengirim pesan.

“Ini foto dimana?” Donghae Hyung menanyaiku. Aku kaget dan bahagia. Fotoku yang tampan –walaupun ada gambar Kara yang mangap- menghiasi wallpaper ponselnya. Kara buru-buru merebut ponselnya.

“Ini.. aish.. ini foto kami di mobil tadi..” jawabnya kesal. Aku tersenyum senang.

“Bagus,.. kalian kelihatan akrab..” komentarnya singkat. Aku tertawa makin lebar, sementara si badan setengah itu semakin jengkel.

“Aku bahkan punya gambar Oneyhalva, lihat..” tanganku menarik tangan Donghae Hyung dan memaksanya menatap ponselku. Dia agak syok melihat tulisan ‘Kara’ love ‘Kyuhyun’.

“Apa itu?” tanyanya kemudian. Mukanya masih kaget.

“Ini batu bertuah Oneyhalva… Kalau kau datang ke tempat ini dan menulis namamu beserta pasanganmu di batu ini, kalian bisa bersama di masa depan..”

“Apa.. kalian memang berencana bersama di masa depan?” Donghae Hyung bertanya yang segera disambar Kara.

“Tidak Oppa… itu tidak mungkin…itu hanya percobaan.. kalau sampai aku bisa bersama dengan…” matanya melirikku, tapi mulutnya menolak menyebut namaku “berarti batu ini benar-benar bertuah..” sambungnya.

“Kalau itu benar-benar terjadi lalu apa yang akan kalian lakukan?” Ikan Kembung itu bertanya lagi.

“Aku akan datang lagi kesana untuk menulis nama orang yang kucintai dengan namaku..”

Donghae Hyung tertawa keras.

“Lalu Kau apakan Kyuhyun?” tanyanya setelah puas tertawa. Aku benar-benar ingin menelan Kara pendek itu bulat-bulat. Bisa-bisanya dia bilang seperti itu didepan si Ikan Kembung!

“Aku akan membuangnya ke tempat sampah” katanya singkat.

Pletak! Aku segera menjitak kepalanya. Dia berlari ke arah Donghae Hyung dan pura-pura minta perlindungan. Menjijikkan…

“Kalau begitu, kau bisa mengajakku lain kali Kara..” katanya santai.

Mwo? Apa maksudnya dia bilang begitu?

*

Kara POV

Malam yang dingin ini pasti akan heboh karena rencana gila Heechul Oppa. Dia akan membuat terobosan baru Reality Show di Korea. Seluruh member yang dibagi dalam tiga group –itu hasil paksa-memaksa selama nyaris 3 jam dengan para member-

Dan hasilnya……(ide ngadat, tangan pegel…. Tunggu part 6, hahaha)

*

End of part 5

 

 

 

25 thoughts on “He’s Our Girl part 5

  1. Yakk!!! TBC gk tepat…
    Aishh, aku suka bgt liat Kyu cemburu.. Pkoknya Kara hrus ma Kyu*maksa*
    Hahahaa.. Aku tggu part6!
    Chingu, smngt yah nulisnya!
    Hwaiting^^

  2. jjiiiaaaaaaaahahahahahahahahahahaahahaha
    bsa aj dh ni 2 org ng-les.ny hhahahahaahaa
    tp ni yg bkin seru..hahahaahhaa
    soal.ny nyambung..trus lucu hahahaahahahahahaha..
    pas kara mabuk mang kyu bneran d gtu.in..? hahhaahahaaa
    makin malu ja dh tu kara hahahahahaaa….
    pa lg tong sampah hahahahaha bagus2..
    lnjut..y dtunggu..^^

  3. LANJUUUUUUUUUUUUUUUUUTTT~ :)
    Setan vs. Ikan?! -o-
    d blgin jng sring2 jitak, ntr babo’a akut! ^^v
    poko e aq mw kyu ama kuru kara!!!

  4. Aigoooo dari chapter awal sampe skrg ga bisa berenti ketawa baca nya wakaka sumpah konyol abis -_- ini author anaknya siapa sih duhh gemess deh pgn aku tampol #plak hahaha piss ._.v

    Overall suka bgt sama jalan ceritanya trs gaya bahasanya asik ga bosenin juga pkoknya good job :D

  5. hahahah ngakak degn kata2 ‘ikan kembung’ XD…………
    hae ska ma kara kyu jua,,hmm milih capa yaa?? cz mereka berdua biasku kekekeke

  6. omo. . .kyuhyun nyium kara ya?
    mau dong hahaha
    seru banget ceritanya. . .kyu cemburu cemburu gimanaaa gitu. . .
    kyu romantis juga ya. . .walopun dikiiiiiiiiit

  7. sumpah tambah seru bca’y….
    lanjut…
    huh kyu bner2 ska ma kara!!knapa gak sma aku ja kyu??loh??abaikan..

  8. aigo aigo aigooo…
    Donghae ku dibilang ikan kembung. Kasian sekali… *tepok tepok tangan donghae.

    Hahaha kyu diem2 cemburu ne ngliat kdeketan kara ma hae. Hahaha sapa suruh jaim2, jadinya gni deh. Hehe ^^,

  9. sumpah demi tuhan, ini f kereeennn sangat. gaya bahasa, alur, penggambaran karakter tokoh, setting, dll perfect. wkwkwkwk. gilaaaaa gaya bahasa y lancar, ringan, mudah d pahami tp sangat berkesan. q bru pertama kesini tp d kasih ff super daebak! hebat. suju oppa tetaplah suju oppa, sekelompok manusia unik dengan sifat dan ciri khas masing2 yg selalu bs membuat q tertawa dan bahagia. ^^. keren deh!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s