He’s Our Girl part 4

Author : Kyu-Fiida Jr.

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, Eunhyuk, Kara, Cho Ahra

Support Cast: Heechul, Yesung, Leeteuk, Siwon, Sungmin, Shindong, Ryeowook

Rating : All Ages

Genre : Comedy, Romance, Gajelas

Warning : Gabung di FB saya… ‘Afida Husniya’… hehehe

 

Serial He’s Our Girl part 4

Krezy Trip

Kyuhyun POV

Leeteuk Hyung mengumpulkan kami di ruang tengah. Aku celingukan. Berharap gadis itu ikut rapat. Sudah tiga hari sejak kejadian kencing di celana-nya, dia tak mau ikutan gabung dengan kami. Walaupun begitu, Yesung, Eunhyuk ,Donghae dan Hyung-hyungku yang lain menyempatkan diri datang ke kamarnya tiap kali pulang kerja. Bahkan si ikan Gabus atau si ikan Kembung, alias Lee Donghae Hyung mengantarnya ke Rumah Sakit untuk melepas penyangga tangan kannnya. Sebenarnya, aku juga ingin, tapi sekali lagi, itu memalukan.

Donghae Hyung datang dari kamarnya paling telat. Tanpa kuduga, gadis itu ikut bergabung di belakangnya. Dia tak melirikku sama sekali, padahal aku ingin sekali menyeringai padanya. Apa dia malu karena ketahuan kangen padaku? Omo.. omo… yeoja mana yang tak merindukanku?..

“Baiklah, kemarin sore aku dan Heechul bicara dengan manajer Lee mengenai reality Show baru yang akan kita ikuti, hmm. Judulnya ‘Krezy Trip’”

Hyung-hyungku bertepuk tangan. Mendengar kata ‘trip’ membuatku ikut semangat.

“Kita akan berlibur ke Kanada”

Yak.. dan ruang tengah seperti akan roboh. Hyung-hyungku heboh sekali. Berjingkrak-jingkrak dan berjoget. Sudah kubilang mereka itu memang Lebay..

“Untuk Jadwal dan model acara, akan diumumkan setelah kita sampai disana..” Leeteuk Hyung meneruskan.

“Channel apa?” Tanya Donghae Hyung tiba-tiba. Aish.. dia duduk dekat sekali dengan Kara.

“MBC, kalian tidak ingin tahu produsernya?.. ucapkan selamat pada member kita ‘Kim Heechul’ karena berhasil jadi produser untuk acara kali ini”

“MWO?” kami berteriak sambil saling berpandangan. Heechul Hyung itu sedikit punya kelainan kejiwaan. Dia memang tampan, tapi dia lebih suka disebut cantik. Aigoo.. bukankah itu kelainan yang menakutkan?

Dan sekarang dia akan jadi produser. Pasti akan ada yang tidak normal.

“HYAK! Aku tidak mau!” Siwon Hyung mengangkat tangannya. “Kau pasti merencanakan hal bodoh lagi Hyung…” protesnya.

Kim Heechul Hyung menyambar buku di meja dan melemparnya ke wajah Siwon Hyung.

Ini dia kelainan kejiwaannya yang kedua. Dia mudah sekali berubah mood. Siwon Hyung menangkap buku itu dengan tangannya.

“Aku juga!” Yesung Hyung ikut bersuara. Heechul Hyung menatap dua dongsaengnya itu dengan murka. Tak perlu berkata apa-apa, mereka sudah diam dengan sendirinya. Ruang tengah jadi sedikit menakutkan.

Tiba-tiba, gadis tolol itu mengangkat tangannya.

“Oppa.. apa aku boleh ikut?”

Leeteuk Hyung menatapnya lembut. Sengaja menyimpan kalimatnya di mulut lama-lama.

“Kau harus ikut Kara, karena kau kan pembantu kami”

Huahhahahaha, jawaban yang sangat bagus! Aku suka.

“Kau juga dapat tugas khusus, jadi kau harus ikut.. Hm, kita akan berangkat besok jam setengah tujuh pagi, jangan bawa barang banyak-banyak.. karena kita tidak bawa bodyguard”

“MWO?” Kami berteriak bersamaan lagi.

“WAEYO?!..Kita ini ke Kanada.. tenang sajalah… tidak akan banyak penggemar disana.. Aish.. kalian itu berlebihan sekali.. kalian  tidak sepopuler Michael Jackson..” Heechul Hyung menjawab kasar. Matanya menatap Kara lagi. Mendadak ia tersenyum.

“Kalau kau ingin pipis.. bilang dulu ya Kara sayang… pastikan tidak satupun dari kita ngompol di jalan..” ucapnya kalem. Kamipun tertawa heboh sambil memandangi Kara yang bersembunyi dibalik punggung Donghae Hyung.

Dasar gadis manja.

Leeteuk Hyung dan Heechul Hyung kemudian menjelaskan mengenai apa saja yang mesti kami bawa. Tenggorokanku gatal, aku beranjak pergi ke kulkas mengambil air minum. Saat kembali ke ruang tengah aku sengaja duduk disamping Kara. Dia melirikku sedikit. Pasti dia grogi.

Aku tidak begitu paham apa yang mereka bicarakan.

Tiba-tiba lampu mati. Aku mendengar Kara menjerit dan spontan tanganku memeluknya. Sialnya, listrik menyala satu menit kemudian.

Saat itulah seluruh Hyungku tertawa melihat posisiku. Aku baru sadar, tangan kanan dan kiriku merangkul pundak Kara. Sementara Kara –yang tidak tahu diri itu- malah memeluk Donghae Hyung disebelah kirinya. Aish… memalukan sekali.

“Aigoo. Aigoo.. magnae kita sudah tertarik dengan yeoja rupanya…” Heechul Hyung mulai berulah. Aku diam saja sambil menggaruk kepalaku kikuk.

“Ada cinta segitiga di asrama kita…” Shindong Hyung ikut merecoki.

“Hyukhjae kita juga punya saingan baru…. hahahahah” Yesung hyung menambahi. Aku tak berani melihat wajah Donghae Hyung ataupun Kara.

*

Kara POV

Rapat tak resmi itu akhirnya selesai juga. Aku buru-buru masuk kamar dan menutup wajahku dengan bantal. Aish.. seharusnya tadi bisa jadi moment romantis kalau saja bocah itu tak ikut-ikutan memelukku.

Kudengar suara pintu kamarku terbuka. Aku lupa belum menguncinya. Saat daun pintunya menjeblak, berdirilah seekor anak setan disana. Tangan kanannya memegang PSP, sementara tangan kirinya memegang kaleng soda. Mau apa dia malam-malam kesini?

“Bogoshipo” katanya sambil berdiri didepan kasurku.

Dia bilang Kangen?

Aku menatapnya curiga. Waspadalah Kara, bocah ini belum membalasmu setelah kau memuntahi wajahnya….

Aku diam saja sambil tetap memegangi selimutku.

“BOGOSHIPO!” katanya sambil meninggikan volume suaranya. Aku tak bergeming. Entah mengapa aku merasa dia datang kesini untuk melakukan tindak kriminal. Mana ada orang normal mengatakan rindu dengan berteriak seperti itu?

“Waeyo? Kenapa kau tak menjawab HAH?” dia mulai tak sabar.

“MWO?” jawabku singkat. Dia mendecakkan lidahnya kesal.

“Aish.. Kau tahu kenapa aku repot-repot kesini Hah?” tanyanya lagi.

“MWO?” balasku.

Dia menyeringai lebar.

“Bukankah kemarin malam kau bilang kau merindukanku?” tanyanya dengan lagak menyebalkan. “Aku hanya takut kau mati karena menahan rindu padaku.. haahahaha”

Kalimat macam apa itu? menjijikkan sekali. Aku mendesis sebal. Sebaiknya aku tak banyak bicara agar setan ini segera keluar dari kamarku.

“Kenapa kamarmu kotor sekali?” dia bertanya sedikit lunak. Tangannya dengan usil menyenggol-nyenggol gantungan baju dan tumpukan bukuku di meja. Tiba-tiba dia berteriak heboh sambil memegangi matanya.

“Mwo?” tanyaku sambil menyingkap selimut dan berencana mendekatinya. Dia balik menoleh menatapku sambil mengucek matanya.

“Kau tak bisa lihat! Mataku kelilipan..! tiup mataku sekarang.. aish.. kamarmu ini juga penuh kesialan!” ia mulai marah-marah lagi. Setelah itu ia meneguk sodanya sedikit. Aku mundur selangkah. Ia pasti akan menyemburkan sodanya ke wajahku..

“Telan dulu minumanmu itu!” balasku. Dia menyeringai sambil meracau.

“Kau kira aku akan menyemprotkan sodaku seperti kau memuntahiku kemarin?..Cepat.. mataku sakit…” ia menarik tanganku. Aku mengamati mulutnya. Ia sudah menelan sodanya. Dia merendahkan badannya dan menjajarkan matanya dengan mulutku.

Mendadak tangannya menarik pundakku. Dia memelukku erat. Jantungku tiba-tiba grogi. Ia merangkulku agak lama.

“Mwo.. Mwo.. Kyuhyun!.. apa yang kau lakukan Hah!…” teriakku sambil melepaskan pelukannya. Dia diam tak bergerak.

“Diamlah sebentar.. aku ingin memelukmu..” ucapnya lirih.

Aku mencium hawa tidak beres dan terus meronta. Tapi tangannya yang panjang dan dua kali lipat lebih besar dari tanganku itu terus memelukku dengan kekuatan setan.

Akhirnya aku lelah dan ikut diam. Anak ini kerasukan apa?

“Seharusnya ….kita berbaikan dan menjalin hubungan yang lebih baik Setelah banyak moment indah bersama yang kita lalui..” katanya serius.

Aku melotot. Yang mana? Dia mematahkan tanganku? Atau ketika kami sedang ‘homo’? atau ketika aku memuntahi wajahnya?

“Mwo? Kapan? Aku tak pernah merasa menghabiskan moment indah bersamamu…” protesku.

Pletak!

Tangan kanannya menjitak kepalaku, sementara tangan kirinya masih merengkuh pundakku.

“Tak bisakah kau diajak romantis sebentar saja Hah?” dia membentakku.

“Mwo? Kau mau aku mengingat moment indah yang mana?” aku ikut menaikkan suara.

“Kau mau tahu?”

Seringai setannya keluar. Aku meronta sekuat tenagaku. Dan ‘ccup’, bocah itu mencium pipiku!

Aku membeku di tempat.

Aish….Pipiku yang berharga harus diujicobakan pada anak hina didepanku ini. Setan berwajah manusia itu memanfaatkan ‘kekagetanku’ dengan menuangkan isi kaleng sodanya diatas rambutku….

*

Kyuhyun POV

Aku segera berlari keluar kamar Kara dengan sumringah. Rasakan manisnya sodaku Kara sayang…

Dia berteriak kencang dari kamarnya. Untungnya, hyung-hyungku tengah berkumpul di kamar atas, jadi dia takkan mendapat bantuan. Gadis tolol itu keluar kamar sambil menyeringai ke arahku. Dia pergi ke kamar mandi.

Aku kembali ke kamarku dan memainkan PSP lagi. Sungmin Hyung masih di kamar atas. Lima menit berlalu. Mendadak aku dapat ide brilliant begitu mendengar suara ‘cklek’ dari kamar mandi. Aku setengah berlari menuju kamar mandi.

“HYA! Apa yang kau lakukan disini Hah?” Gadis itu berteriak heboh sambil membenarkan baju dan handuknya.

“Kau kira aku mau apa heh? Aku mau ke kamar mandi… karena aku tidak ingin pi-pis di-ce-la-na…”

Kara melemparku dengan sandal kamar mandi. Dia bergegas masuk kamarnya. Aku pura-pura masuk kamar mandi. Sebenarnya niatku tadi hanya ingin memergokinya keluar kamar mandi, namun diluar dugaanku, aku menemukan harta karun di kamar mandi.

Hihihi…Dia meninggalkan pakaian dalamnya di gantungan.

*

Kara POV

Sudah bukan rahasia kalau Kyuhyun dikenal sebagai Setan. Namun pada kenyataannya, kadang-kadang dia itu bukan setan biasa. Dia adalah Raja Setan. Dan tahukah kalian kapan itu terjadi?

Bukan, bukan saat malam purnama, atau gerhana bulan. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan peristiwa alam atau bencana alam. Dia akan menjelma menjadi Raja Setan saat MAIN GAME. Seperti pagi ini. kami harus sudah sampai di Bandara setengah delapan. Semua member sedang mengemasi barang-barangnya buru-buru.

Sementara bocah itu, duduk manis disamping kasurnya sambil memegang PSP. Mulutnya mendesis, kakinya menendang-nendang, berteriak-teriak, dan seluruh indera-nya tidak berfungsi. Jika dipanggil orang,dia hanya akan berdehem dan tidak mengalihkan pandangannya sama sekali. Atau lebih parah dari itu, dia tidak menjawab sama sekali karena memang telinganya juga bermasalah.  Matanya seperti menempel di layar PSP. Dan dia akan menolak melakukan apapun sampai gamenya selesai. Mengganggu? Jangan Tanya, sangat mengganggu. Hyung-hyungnya bahkan menganggap kyuhyun sudah berkeluarga dengan ‘GAME’. Istrinya adalah si PSP, selingkuhannya adalah si Laptop, dan anaknya adalah si computer.

Setelah semua member masuk mobil, aku kebagian tugas menyeretnya berangkat. Dan ini adalah tugas maha berat. Aku yang manusia biasa harus berhadapan dengan Raja Setan yang sedang kesetanan main game. Sejak aku mengenalnya, aku telah mencoba berbagai metode dan strategi untuk mengatasi masalah ini, namun sejauh ini metode-ku gagal total.

Aku masuk ke kamarnya dan menjawil-jawil lengannya. Dia mendesis. Kemudian aku mulai memukul tangannya. Dia hanya berdecak dan meracau memintaku tidak mengganggunya. Pada akhirnya, karena aku tidak sabar, AKU MENJAMBAK RAMBUTNYA!

Dia menoleh dan menatapku tajam. Wajahnya yang biasanya seperti orang kekurangan darah itu berubah menjadi menyeramkan. Sepertinya bocah itu marah besar.

Aish.. bocah ini benar-benar tidak penting…

“Hyungmu menunggu di mobil!” bentakku sambil berlari keluar kamar. Aku takut dia memakanku kali ini. Dia menyeret kakinya sambil menenteng kopernya. Kami masuk mobil. Saat pintu mobil terbuka, terkaget-kagetlah kami.

Mobil penuh. Penuh dengan barang-barang bawaan member. Mereka ini lelaki atau perempuan sih? Lebay sekali.. berlibur lima hari saja membawa barang sebanyak ini..

Kami mundur sambil mengintip mobil kedua.

“Ayo.. cepat masuk..” Heechul Oppa mengomel.

“Masuk kemana?” Kyuhyun bertanya. Karena memang tidak ada ruang kosong untuk duduk di mobil kedua.

“Ke jok belakang!” perintahnya. Aku dan Kyuhyun melongo.

Jok belakang?

*

Kyuhyun POV

Disinilah aku. Di jok belakang. Bersama dengan koper-koper jelek dan nenek sihir yang terus saja terkagum-kagum melihat jalanan. Aish.. kampungan sekali. Kakiku harus menekuk dan tanganku berdempetan dengan tangan Kara. Hyung-hyung menghukumku duduk di belakang dan memilih memenuhi kursi tengah dengan barang-barang bawaan mereka karena aku telat masuk mobil. Aku ini ternyata tidak lebih penting dari koper dan kastaku sama dengan Kara, kasta pembantu.

Untungnya perjalanan ke Bandara hanya memakan waktu satu jam. Kakiku tak perlu kesemutan lebih lama. Sesampainya di pesawat –mereka menyiapkan pesawat khusus untuk mengangkut kami ke Kanada, hebatnya Super Junior- Heechul dan Leeteuk Hyung mulai menjelaskan konsep acaranya pada kami.

“Hari pertama, konsep acaranya ‘Happy Family Trip’…. kita akan berlibur ke taman kota sebagai empat keluarga”

Konyol sekali. Jauh-jauh ke Kanada hanya untuk mengunjungi taman kota?

“Jadi, aku akan membagikan peran kalian di hari pertama, keluarga pertama, Lee Donghae, Lee Hyukjae dan Kim Ryeowook… keluarga kedua Choi Siwon, leeteuk dan Yesung, keluarga ketiga, Shindong dan Sungmin, keluarga keempat Kim Heechul dan Cho Kyuhyun”

Kami bertatapan heran. Apa maksudnya?

“Yak.. kalian tidak paham?” Heechul Hyung bertanya. Kami menggeleng bersamaan.

“Begini, jadi.. sebagai contoh, Lee Hyukjae akan menjadi suami dari Lee Donghae dan Kim Ryeowook akan jadi anaknya..”

Oh Tuhan.. apa-apaan ini….

Seketika kabin pesawat terasa akan meledak. Siwon dan Donghae Hyung protes keras. Heechul Hyung memasang wajah cuek. Ia bicara lagi.

“Kenapa? Bukannya kalian biasanya tak pernah keberatan dipasang-pasangkan begitu?.. bahkan kalian kan sudah menikah di Super Show tiga?” Heechul Hyung menatap Donghae dan Eunhyuk Hyung bergantian. Aku tertawa terbahak-bahak mendengar ucapannya. Tapi Siwon Hyung masih tak terima.

“Itu akan berpengaruh buruk pada imaje kita” katanya filosofis. Dia memang sangat membenci pertukaran kelamin seperti ini. Itu mengkhianati kejantanannya. Heechul Hyung mendecak, dia bicara lagi. Aku jadi tidak sabar mendengar   sanggahannya kali ini.

“Apa kalian tidak tahu bahwa.. penggemar kita lebih rela kalian jadi gay sesama member daripada kalian punya pacar wanita heh?” kilahnya cepat. Aku tertawa semakin heboh mendengarnya.

Wow.. kata-kata yang hebat… aku salut mendengarnya..

“Cho Kyuhyun.. kenapa kau tertawa?” Heechul Hyung yang mood-nya sedang menanjak menunjuk wajahku. Hyung-hyungku yang lain terlihat sumringah menyadari magnae mereka akan kena damprat.

“Kau tidak mau berpasangan denganku? Mau minta dengan Sungmin?”

Aish…. Kalimat macam apa itu?

“Saranghae..” kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutku. Hyung-hyungku tertawa menggelegar mendengar jawabanku. Tidak ada gunanya berdebat dengan Heechul Hyung. Benar atau salah, aku tetap salah.

“Kenapa kau mengacungkan tanganmu Ikan Kembung?” Heechul Hyung kali ini menanyai Donghae Hyung. Donghae Hyung terlihat agak bingung. Dia memang tak sepandai aku dalam urusan berkelit.

“Apa aku boleh tukar keluarga?” tanyanya polos.

Heechul hyung menyipitkan matanya sambil bergantian memelototi Donghae dan eunhyuk Hyung yang duduk bersebelahan.

“Tidak.. tidak bisa… kau bosan dengan si Monyet?… omo..omo.. kalian itu tidak boleh putus.. ” jawab Heechul Hyung.

Dan aku tertawa sampai menggelepar di lantai pesawat.

*

Kara POV

Kami sudah sampai di hotel. Sebuah hotel yang bersebelahan dengan pantai. Manajer Lee memesan lima kamar untuk kami. Mendadak aku ingat sesuatu. Tunggu, lima kamar? aku tidur dimana?

Aku segera menarik tangan Donghae Oppa yang kebetulan dibelakangku. Dia hanya tertawa mendengar pertanyaanku. Seperti biasa, tangannya mengacak rambutku dan memintaku untuk tenang. Dia menarik tanganku masuk ke kamarnya bersama Eunhyuk Oppa.

“Kau tidur disini saja.. bersamaku dan Eunhyuk.. kau keberatan? Atau aku pesankan kamar lain?,, tapi sepertinya akan sulit karena mungkin hotelnya penuh..ini kan hari libur..”

Aku menggaruk kepalaku kikuk. Akhirnya aku mengangguk juga.

“Tenang saja, kasurnya akan muat Kara… biar nanti malam kita tidur berduaan diatas.. dan Donghae tidur dibawah,.. bagaimana?”

Pletak!.

Donghae Oppa menjitak kepalanya.

*

Hari ini, seluruh member dan aku akan pergi ke salon. Bagi yang calon ibu-ibu, maksudku yang kebagian peran ibu-ibu, seperti Leeteuk,Heechul, Sungmin dan Donghae Oppa, mereka sudah dirias dari pagi. Dalam hati aku sangat tidak terima, bagaimana bisa pangeranku yang tampan itu dijadikan ibu-ibu dan berpasangan dengan Hyukjae Oppa?

Tugasku kali ini menjadi ‘kuli angkut’, mereka seakan lupa kalau tangan kananku masih diperban dan membantai tangan kiriku yang baru saja sehat.

Trip kami kali ini sebenarnya tidak dikonsep seperti ini. leeteuk dan Heechul Oppa memaksa manajer Lee untuk ‘membebaskan’ member dari bodyguard dan kameraman. Pada akhirnya, tercapailah kesepakatan untuk membuat acara liburan para member yang benar-benar ‘libur’ ke lokasi yang jauh dari gerumbulan penggemar. Tapi dengan taruhan, jika rating acara kurang dari 40%, para member akan mengganti setengah  biaya produksi acara. Maka, Heechul Oppa pun menggagas ide gila ini. Menjadikan member sebagai ‘Keluarga Bahagia’.

Keluar dari salon, aku dikagetkan dengan Heechul Oppa yang benar-benar cantik. Sangat cantik malahan. Donghae Oppa terlihat sangat tidak nyaman dengan dandanannya. Aku tertawa sendiri mengamatinya. Sementara Sungmin dan Leeteuk Oppa terlihat biasa saja.

Member yang jadi ‘appa’ kemudian nongol dari ruang make-up. Aku yang memegang kamera dan sibuk merekam para ibu, berganti mengarahkan kamera pada para ‘appa’.

MWO? Apa benar itu Cho Kyuhyun?

Mataku melebar melihatnya. Ia memakai kaos hitam dan jaket tiga perempat. Rambut gurita gorengnya –maksudku rambutnya yang setengah keriting dan berwarna kuning-kuning coklat seperti kotoran manusia itu- diluruskan dan dicat hitam pekat. Bagaimana bisa dia …-aku alergi harus bilang begini- seganteng itu? kemana perginya wajah ahjussi yang setiap hari menempel di mukanya?

“Waeyo? Tidak usah berlebihan.. kau baru tahu aku tampan hah?” wajahnya tiba-tiba sudah lima sentimeter dari kameraku.

“Lumayan juga …” jawabku jujur. Dia menepuk dadanya bangga.

Kamipun berangkat menuju taman kota dengan naik limousine. Heechul Oppa tanpa sebab yang jelas terus menggenggam tanganku dan memaksaku duduk didekatnya. Jika Kyuhyun harus diwaspadai karena sifat ‘setani’nya, maka Kim Heechul Unnie –boleh juga dipanggil Oppa- harus diwaspadai karena sifat ‘maha tega’nya. Dia itu bisa bertindak kriminal demi terlihat sempurna didepan kamera.

“Kau nanti disebelahku saja ya… kau yang pegang kamera, bagaimana?”

Oh, jadi begitu maksudnya..

Aku menunjukkan jempolku ke arahnya. Menjadi kameraman kan jauh lebih bermartabat daripada menjadi kuli angkut.

Sesampainya di taman kota –yang terlihat putih datar karena bersalju kecuali bagian jembatan dan sungainya- , leeteuk Hyung menyuruh masing-masing keluarga berpencar dan merekam sendiri kegiatan mereka hari ini. Leeteuk hyung memberi batas waktu sampai pukul dua siang dan area keliling radius lima kilometer, dan selama itu seluruh member harus tetap berdandan sesuai perannya. Nantinya, keluarga dengan moment ‘bersama’ terbaik -yang dipilih berdasarkan voting pemirsa- akan mendapat hadiah dari sponsor.

Heechul Oppa menyeret tanganku. Ia berdiskusi dengan Kyuhyun mengenai posisi pengambilan gambar yang bagus. Kami sekarang duduk-duduk di bangku kayu disebelah perosotan dan ayunan. Sepasang pengunjung paruh baya–yang kebetulan sekali juga orang Korea- mendadak mendekatiku yang tengah mencoba-coba kamera digital milik Heechul oppa.

Mereka mencubit pipiku.

“Aigoo.aigoo.. lucunya.. ini anak kalian yang keberapa?”

MWO? Apa mereka bilang? Anaknya?

TIDAK MAU…..

Heechul Hyung langsung menyalami tangan ibu itu. Dia terlihat antusias dan memasang kamera digitalnya didepan kami.

“Ini anak kami yang kedua… namanya Cho Minho.. ayo Minho..perkenalkan dirimu..”

Kyuhyun  dan aku melongo melihatnya.

Aku dan Kyuhyun memperkenalkan diri. Kami berpandangan lalu ikut menyalami pasangan itu sambil pura-pura tersenyum. Ibu itu masih menjawil-jawil pipiku.

“Omo…omo… lihatlah.. kalau tersenyum mirip sekali dengan ‘appa’nya..”

YHAIK! Aku dimiripkan dengan Cho Kyuhyun!?

“Ehm.. Iya.. dia memang tampan seperti ‘appa’nya..” heechul oppa menjawab sambil memasang wajah genit. Kyuhyun bersiap tertawa.

“Ini tangannya kenapa diperban?” si Ibu bawel lagi. aku Tersenyum akan menjelaskan, namun Heechul Oppa buru-buru menimpali.

“Ini.. habis jatuh dari perosotan.. appa-nya itu lho, kurang hati-hati…”

YHAIK! YHAIK! YHAIK! PEROSOTAN KATANYA!?

“Memang anaknya ini agak hyperaktif nyonya…” Kyuhyun menambahi. Mataku melotot melirik ‘pasangan’ Kyu-Chul terkutuk itu.

“Kelas berapa Minho sayang?” si Ibu bertanya lagi. Tangannya mengacak rambutku.

“Masih kelas 1 SMP… Ayo Minho sayang, ucapkan selamat tinggal..” Kyuhyun memaksa tanganku menyalami nyonya itu dan mendorong punggungku agar segera membungkuk.

Keduanya menggandeng tanganku pergi. Aku dipaksa pura-pura manja. Aish… aku benar-benar murka!

Pletak! Begitu agak jauh, tanganku langsung mendarat di kepala mereka. Mereka tertawa heboh sambil memegangi perutnya.

“Adegan yang bagus dan natural…. Hahahaha” Heechul oppa berkata setelah berhenti tertawa.

“MWO?.. tapi didalamnya ada wajahku.. kalian bisa kena masalah.. aku kan bukan member Super Senior..”

Pletak! Heechul Oppa menjitak kepalaku.

“Heh.. jangan main-main dengan nama besar Super Junior..” katanya.

“Waeyo? Aish.. apa aku harus menyebut kalian Super Ahjussi hah?”

Pletak! Pletak! Dua jitakan lagi dari Kyuhyun.

“Kau tenang saja.. kita bisa me-mozaik wajahmu.. itu tidak akan jadi masalah besar.. paling-paling mereka mengiramu Donghae.. model rambut kalian kan sama..”

MWO? Wajahku di-mozaik?!… HYA!.. mereka ini benar-benar tidak layak hidup!…

“Kenapa? Tidak terima?.. kau ini masih SMP Minho sayang.. belum saatnya masuk ‘Super Senior’..HUAHAHAHA”.

*

Kyuhyun POV

Hari yang indah –walaupun bersalju-. Setengah dari member sudah berkumpul di bangku kayu tempat kami membuat kesepakatan tadi. Ini sudah hampir jam dua siang. Donghae, Hyukjae, dan ryeowook Hyung belum juga kembali. Suhu udara yang semakin dingin dan salju yang turun agak lebat membuat kami mulai kedinginan.

Kara menutup seluruh wajahnya dengan syal. Dia duduk disebelahku. Aku bisa mendengar dia bersin-bersin di dalam syalnya. Akhirnya, aku kasihan juga. Aku membeli dua cangkir kopi panas untuknya.

“Kara-shii..” panggilku.

“MWO?” jawabnya singkat. Ia tak mau membuka syalnya.

“Buka syalmu..” kataku kemudian.

“Ne..” dia membuka syalnya. Menatapku agak heran dan menyambar kopinya. Ia minum dengan tergesa-gesa, lalu tersedak.

Aku pun terpaksa menyodorkan cangkir kopiku yang satunya. Dia menyambarnya.

“HYA! Kenapa kau habiskan?!” teriakku begitu melihatnya membersihkan mulutnya dari sisa kopi. Dia menutup wajahnya dengan syal lagi. Aish.. bocah ini sangat menyebalkan..

“Cho Minho! Buka syalmu!!” aku menggoncang-goncangkan tubuhnya.

“IGE MWOYA?!” teriaknya. Aku meliriknya sambil menjejalkan uang dolar ke tangannya.

“Beli kopi lagi untukku.. dua gelas…” kataku sambil menyeringai senang. Dia meracau protes, namun akhirnya pergi juga membeli kopi. Tiga menit kemudian, keluarga Dong-Hyuk-Wookie sampai di lokasi. Leeteuk Hyung segera menyuruh kami kembali ke mobil. Cuaca memburuk, begitu katanya.

Donghae Hyung –yang sudah melepas wig dan mengahapus make-upnya- menghampiriku. Dia pasti menanyakan Kara.

“Kemana Kara?”

Benar kan dugaanku!

“Sedang beli kopi” jawabku datar.

“Dimana?”

Aku menunjuk ke utara. Donghae Hyung menyipitkan matanya.

“Sudah lama? Apa kedainya jauh?” dia bertanya cerewet.

“Tiga menit yang lalu.. kedainya lima menit dari sini..”

Dia menatapku. Mau Tanya apa lagi heh?

“Kenapa bukan kau saja yang beli?”

Aku meliriknya agak sebal.

“Dia menghabiskan kopiku jadi aku suruh menggantinya”

Kalau sampai ikan kembung ini bertanya lagi, aku tidak akan segan menguliti jerawatnya.

“Kenapa lama sekali?”

HYAK…. IKAN KEMBUNG CEREWET…

“Mungkin sedang macet” jawabku asal. Dia melirikku sebal dan menyusul ke utara. Aku melangkah menuju mobil sambil cengengesan karena berhasil menjahilinya. Ponselku bergetar, ada panggilan masuk.

“Kyuhyun-shii!..” itu suara Kara. Ia sepertinya sedang panik. Perasaanku tidak enak.

“Kau dimana? Kenapa lama sekali?”

“Aku.. bppp..bp”

Suaranya menghilang. Sambungan terputus. Aku segera memutar tubuhku kembali ke utara. Mencari letak kedai kopi yang kutuju tadi. Apa gadis itu tersesat?

Beberapa meter dari tempatku berdiri, kulihat Donghae Hyung berteriak memanggil namanya. Aku keluar dari kedai setelah si pemilik kedai mengatakan gadis itu sudah pergi. Nafasku mulai sesak karena aku kedinginan. Sebenarnya aku benci harus menggigil diluar seperti ini. Sejak kecelakaan tiga tahun yang lalu, paru-paruku sering bermasalah jika sedang dingin begini. Kara jelek yang merepotkan, kau ada dimana?

*

Kara POV

Donghae Oppa berdiri disebelahku. Kami sedang bersembunyi dibelakang kedai kopi. Sudah lima menit Kyuhyun si tolol itu berputar-putar mencariku. Kopi yang kupegang pun sudah tidak panas lagi.

“Kara, ayo segera pergi.. leeteuk Hyung akan marah kalau kita lama-lama disini..” donghae Oppa membisikiku.

“Sebentar lagi.. Oppa..dua menit saja.. aku belum puas..” jawabku dengan suara lebih pelan. Donghae Oppa melirik arlojinya. Semenit kemudian, karena Donghae Oppa terus-terusan mendesakku untuk keluar dari persembunyian, akupun menghampiri Kyuhyun. Dia sedang berdiri celingukan disebelah bangku kayu.

“Kyuhyun-ah!” gertakku dari belakang. Pemuda itu menoleh. Tangannya langsung memeluk pundakku. Aku bahkan tidak sempat melihat wajahnya. Mendadak tubuhku limbung karena pemuda itu seperti membiarkanku menopang badannya.

Kyuhyun jatuh ambruk didepanku.

Wajahnya pucat dan bibirnya biru.

“Kyuhyun-ah… bangunlah..” ujarku cemas.

“Kyuhyun-ah.. ini tidak lucu.. bangunlah…” aku mulai menangis.

“Kyuhyun-ah.. mianhae… bangunlah…”

Nafasku sesak dan mataku basah. Aku mengguncang-guncang tubuhnya sekuat tenagaku. Kali ini aku menangis terisak dan berteriak meminta pertolongan. Donghae Oppa yang tadinya berjalan dibelakangku segera menggendongnya ke mobil.

Saat Oppa yang lain melihatnya, wajah mereka memucat. Mereka merangkul pundakku dan menyuruhku tenang. Aku melihatnya dibawa ke rumah sakit.

Donghae dan Eunhyuk Oppa memelukku. Aku masih terisak. Entah kenapa aku tidak bisa berhenti menangis.

Kyuhyun-ah… mianhae…

*

Kyuhyun POV

Mataku terbuka dan segera aku merasa pusing. Bau obat menyeruak masuk hidungku.

“Kyuhyun-shii…” Siwon Hyung memegang tanganku. Wajahnya –yang sepertinya begadang semalaman- terlihat senang. Dia memanggil Hyung-hyungku yang lain. Mereka mengerubungiku. Eunhyuk dan Donghae Oppa bahkan menangis melihatku.

“Aku baik-baik saja..”kataku pelan. mereka menatapku sambil memaksa tersenyum.

“Apa sangat sakit?” Siwon Hyung menanyaiku. Aku menggeleng.

“Sekarang jauh lebih baik…” jawabku. Siwon hyung memelukku. “Sudah kubilang aku tidak akan mati semuda ini.. mengapa kalian masih saja menanngis melihatku masuk rumah sakit..” lanjutku.

Leeteuk Hyung mengacak rambutku.

“Kau sesak nafas semalaman.. bagaimana mungkin kami tidak cemas..” katanya pelan. Aku bisa melihat matanya basah. Aku memegang tangannya.

“Ini tidak sakit.. sungguh..jangan menangis didepanku.. Hyung.. aku baik-baik saja..” ujarku.

Donghae dan eunhyuk Hyung mendekatiku. Mereka yang terisak paling keras.

“Mian.. Mianhae… Kyuhyun-shii..” kata Eunhyuk Hyung. Aku mengangguk dan memeluknya. Donghae hyung hanya diam menatapku dan air matanya jatuh begitu saja. Mereka berdua memang cengeng.

“Gomawo..” mendadak aku mendengar suara yesung Hyung.

“Terimakasih karena kau sudah baik-baik saja…” katanya lirih.

Aku tidak tahu lagi harus menjawab apa. Mereka selalu berlebihan bila sesak nafasku kambuh. Itu mungkin karena perkataan dokter yang merawatku tiga tahun yang lalu bahwa aku bisa saja mati kalau sesak nafasku kambuh.

Hanya saja, hyung-hyungku yang polos itu belum tahu kalau penyakitku sudah tidak separah itu setelah melakukan banyak fisioterapi. Dan aku tidak berminat sama sekali untuk memberitahu keadaanku yang sebenarnya. Biar saja mereka jantungan kalau melihatku sesak nafas…biar kita sakit bersama…hehehe.

“Kara menangis semalaman melihatmu sakit… kau tidak ingin menemuinya?” Ryeowook hyung tiba-tiba bertanya. Aku tersenyum.

“Dimana bocah itu sekarang?”

Ryeowook dan Sungmin Hyung keluar kamar. Aku menunggu sambil tersenyum sendiri membayangkan gadis itu mengkhawatirkanku. Gadis itu masuk ke kamarku dengan wajah menunduk. Aku penasaran sekali dengan ukuran kelopak matanya sekarang setelah semalaman menangisi ‘Cho Kyuhyun’ yang hebat ini.

“Kau mau mati hah?”  kataku kemudian. Suaraku tak cukup keras untuk membuatnya tertarik membalasku. Dia masih menunduk dan terisak. Tiba-tiba saja dia memelukku dan menangis keras di pundakku. Hyung-hyungku tertawa melihatnya.

“Mian.. Mianhae.. aku tidak tahu..k..kau..sa..kit ak..aku.. ti..dak.. bermak..sud..begitu..” suaranya tersendat-sendat berkejaran dengan tangisannya. Aku mengelus kepalanya.

“Bukannya kau senang aku mati muda hah?” tanyaku menggodanya. Dia memukul pundakku.

“Mian.. Mianhae.. Kyuhyun Oppa.. Mian.. Mianhae..”

Aku menatapnya terkejut.

“Kau memanggilku Oppa? Apa aku tidak salah dengar?.. aigoo…aigoo… kau begitu khawatir padaku ya..” aku semakin semangat menggodanya. Dia memukul pundakku lagi.

“Kalau kau berani sakit lagi, aku akan memanggilmu ahjussi sampai kau mati!” ancamnya masih sambil setengah menangis. Dia kini berdiri didepanku.

“Kalau aku langsung mati bagaimana?”

Dia menubruk lenganku dan memelukku lagi.

“Jangan sakit lagi Oppa…jangan sakit lagi..” katanya dengan polos.

Omo..omo… indahnya hari ini…

*

Kara POV

Setelah keluar dari Rumah sakit, sama sekali tidak merubah kelakuannya. Cho kyuhyun tetaplah setan dua rasa. Setan rasa biasa -setan original- dan setan rasa Raja Setan. Dia tetaplah setan paling menyebalkan sepanjang peradaban setan. Dia tetap suka menyeringai kalau bertemu denganku.

Hanya saja aku lebih suka melihatnya tersenyum sekarang. Aku suka melihatnya baik-baik saja.

“Cho Minho.. mau sampai kapan kau melamun hah?” Kyuhyun meneriakiku dari kasurnya. Dia itu masih sakit dan menggelepar di atas tempat tidurnya. Lagaknya sekarang sudah seperti majikan, sementara aku jadi sapinya. Ia terpaksa tidak ikut syuting ‘Krezy Trip’ dan terjebak di kamar ini bersamaku. Aku telah berubah menjadi babu pribadinya setelah ia keluar dari rumah sakit.

“Kau mau apa?” tanyaku ketus.

“Bisakah kau bertanya dengan sedikit lebih sopan heh?”

“Kyuhyun Ahjussi, apa anda butuh sesuatu?” tanyaku lagi. Kali ini tangannya yang sedang diinfus memukul kepalaku.

“Panggil aku Oppa” katanya singkat.

Aku melotot.

“Tidak mau” jawabku sambil menjauh dari kasurnya.

“Kau mau mati hah? Mengapa kau tidak mau memanggilku Oppa?”

“Kau butuh apa Kyuhyun oppa?” kataku akhirnya. Aku sedang malas berdebat. Besok-besok saja kalau moodku sudah bagus dan dia sudah sembuh, sekalian aku ingin menendang pantatnya.

Dia menyeringai seperti setan.

“Ambilkan kotak di koperku.. warnanya biru..”

Aku bangkit berdiri dan mengacak-acak kopernya. Akhirnya kutemukan juga kotak biru yang ia maksud. Saat aku membawa kotak itu ke hadapannya, seringai setannya sudah melebar beberapa senti. Apa lagi yang ia rencanakan? Apa ia menyimpan kodok di kotak ini?

“Itu buatmu..” ujarnya singkat. Moment ketika dia baik hati kepadaku adalah masa paling rawan yang harus diwaspadai. Otak setannya itu selalu bisa membuatku malu setengah matang.

Aku membukanya. Aku siap apapun isinya –walaupun dalam hati aku berdoa ia tengah bagus moodnya saat membungkus kotak ini dan mengisinya dengan berlian-.

Kotak ini dibungkus jelek sekali. Kertas kadonya sepertinya sudah bekas, dan lemnya memakai lakban hitam. Melihat kemasannya, manusia manapun tak akan tertarik membukanya.

Kotak itu terbuka. Aku mengamatinya dan seketika itu juga membuangnya ke tempat sampah. Dia tertawa hebat melihat wajahku yang merah padam. Aku sangat murka sekaligus tak berdaya sampai tak tahu lagi harus bilang apa.

“Lain kali jangan menyimpan harta karun dikamar mandi… simpan dikamarmu saja.. HUAHAHAHAHA”

*

End of part 4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22 thoughts on “He’s Our Girl part 4

  1. Aku senyum2 gaje, wktu Kyu godain Kara.. Huuu, sweet bgt sih.. Berapa kali peluk tuh? Kyu seneng, ati2 Hae cemburu. Yyaaaa hadiah pa yg d’ksih Kyu? TBC gk tepat,,, penasaraaaannu seneng, ati2 Hae cemburu. Yyaaaa hadiah pa yg d’ksih Kyu? TBC gk tepat,,, penasaraaaann

  2. wakaka kara ? Anak ecul kyuhyun ? Hahaha ngakak , astaga.
    eciee karaaa ama kyuu haha so sweet bngt dah ah nyahahaiee karaaa ama kyuu haha so sweet bngt dah ah nyahaha

  3. Itu underwear yg dikamar mandi ya? Hahaha :D suka bgt kalo kyu ngeledekin kara kayanya penuh cinta (?) Ditunggu part selanjutnyaaaaaaa

  4. WWWWOOOAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
    sumpah ni LUCU bgt…. mpe skrang ja msh ketawa.. tp gk bsa d tlis d sni smua hahahahahahhaahhahahahahahahahahahahhahaaa
    y.ampuunn…. saking lucu.ny mpe gk tw mw komen apaan.. pkok.ny ni FF krreeennnn bgt ddhhh DDAAAEEBBBAAKKKK!!~~(tingkat humor.ny tinggi eeuuuyyy.. ckckckckckckkk kreeennlah.. :D)
    rsa.ny bneran campur aduk.. pkok.ny intinya ak sneng bca FF ni hahahahahahahhahahaa
    ad sedih.ny juga.. tp tu yg bkin FF.ny makin kerasa hahahahahahahahahhaa
    dh ahhhhh lnjut ja.. ak tunggu y..^^

  5. hohohohohohoh
    sumpah lucu bgt dah si kara ini..
    huah adegan romantis ama hae kurang nih…
    si kyu sumpah iseng bgt tuh, itu pasti underwarenya kara deh..
    ckckckckc

  6. ya ampyumn tambah ksini critanya makin seru ja…
    so sweeet…
    sdih klo kyu skit *gak mao liat kyu skit lg*
    hahay kya’y sya tw tuh hadiah yg dksih k kara..pasti pakaian yg tertinggal di kmar mandi wktu itu..hahaha kyu emang jail deh..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s