童話 (Tóng Huà)

[Drabble] Tóng Huà (Fairytale)

Pairing: Nickhun(2PM)/Victoria(f(x))

Rating: G

 

 

Nickhun, pangeran Thailand kata orang, pemuda tampan dengan segudang bakat dan sifat yang baik, menantu idaman tiap ibu di rumah. Ia sendiri mengetahui hal ini, bukannya ia sombong, tetapi sulit untuk tidak menyadari opini masyarakat ini ketika hampir semua perempuan di jalan meneriakan namanya ketika ia lewat, atau bagaimana tiap ia muncul di acara televisi pembawa acara akan mengenalkannya sebagai pangeran Nickhun yang sempurna.

 

Hidupnya memang seperti dongeng, ia tinggal di sebuah rumah besar dengan cat putih dan halaman yang penuh dengan bunga. Hidupnya sangat bahagia terutama ketika Victoria pindah untuk tinggal di rumahnya. Tapi sayang, kehidupan nyata tidak pernah seindah dongeng.

 

“Pagi tuan putri,” ujar si pemuda membawakan sepiring roti bakar dengan selai cokelat-kacang dan susu stroberi untuk seorang gadis yang sedang duduk di atas sofa. Masih dengan gaun tidur satin putih dan rambut cokelat panjang yang dikepang, Victoria terlihat seperti seorang putri dari negeri dongeng. Gadis itu tersenyum dan menepuk tempat di sebelahnya, mengisyaratkan untuk duduk.

 

Nickhun menurut dan duduk di sebelahnya, meletakan nampan di pangkuan gadis itu. Meskipun mungkin terdengar sombong dan terlalu berpuas diri, namun Nickhun merasa mereka adalah pasangan yang sempurna. Persis seperti pasangan dalam cerita yang dibacakan orang tua kepada anaknya sebelum tidur. Kisah tentang soulmate dan dua orang yang sudah ditakdirkan satu sama lain. Ia yakin banyak orang yang berpendapat sama dengannya. Khuntoria, orang-orang menyebut mereka. Pangeran Thailand dan puteri cantik dari Cina.

 

 

“Aku nggak suka kacang.”

 

“Eh?”

 

“Kamu kan tahu aku nggak suka kacang,” keluh gadis itu, memasukan potongan roti bakar di piring ke mulut Nickhun, “buatmu saja.”

 

“Kamu mau selai apa kalau begitu? Hanya ada ini dan blueberry,” jawab pemuda itu sambil mengunyah roti yang diberikan Victoria.

 

“Blueberry kalau begitu.”

 

“Apapun untuk tuan putriku,” ujar Nickhun sambil tersenyum kecil, mengecup pipi gadis itu sebelum menegakkan tubuhnya. Catatan untuk diri sendiri: jangan berikan apapun yang mengandung kacang kepada Victoria.

 

 

Sepuluh menit kemudian, sewaktu Nickhun kembali dengan setampuk roti bakar dengan selai blueberry, Victoria sedang memeluk bantal sofa sambil melihat ke luar jendela. Untuk kedua kalinya pagi itu, Nickhun mengagumi bagaimana penampilan gadis itu. Terutama ketika sinar matahari tepat mengenainya, membuat kulitnya tampak bersinar seperti putri bulan.

 

Pemuda itu kembali duduk di sebelahnya, menyodorkan sepiring hangat roti, “Ini.”

 

“Hum.”

 

“Minum?”

 

Victoria mengambil gelas berisi susu stroberi dari tangan si lelaki. Belum ia meneguknya, tiba-tiba ia ber’oh!’ dan menatap Nickhun dengan matanya yang bulat, “Mumu ketinggalan di kamar…”

 

“Biar kuambilkan,” ujar Nickhun cepat, menepuk kepala gadis itu dan berlari ke kamar Victoria. Mumu adalah boneka pinguin yang ia berikan sekitar setahun yang lalu untuk gadis itu, biasanya memang Victoria selalu membawa boneka itu selama berada di rumah.

 

 

 

Baru ia menyerahkan Mumu ke tangan gadis itu, sang putri sudah berkata hal lain lagi, “Aku jadi ingin biskuit susu.”

 

“Sebentar, ya,” ujar Nickhun dengan senyum (agak terpaksa). Ia pergi ke dapur untuk mengambil sebungkus biskuit susu dari lemari makan. Sayangnya karena persediaan habis, ia terpaksa lari ke minimarket terdekat untuk membelinya. Victoria tidak suka menunggu, jadi Nickhun selalu berusaha sebaik-baiknya untuk tidak membuatnya kesal. Terutama karena ketika ia berhasil, senyum gadis itu bahkan lebih manis daripada biasanya.

 

 

Begitu ia kembali ke ruang rumah, Victoria sedang memeluk boneka pinguinnya sambil menonton film Disney, Snow White. Tepat pada saat ia masuk ke ruangan, gambar di televisi sedang menunjukan gambar ketika si pangeran sedang berdiri menatap Snow White dalam peti kaca. Untuk ke sekian kalinya pagi itu, Nickhun duduk di sebelah Victoria, berharap ia tidak perlu bergerak dari tempatnya lagi setelah ini. Ia meletakan biskuit di atas tangan gadis di sebelahnya, tahu kalau Victoria tidak suka diganggu saat sedang menonton film.

“Nickhun baik, deh—“ ujar gadis itu tiba-tiba tanpa melihat ke arah pemuda yang diajaknya bicara, matanya masih terpaku pada adegan klimaks ketika sang pangeran membangunkan Snow White. Nickhun nyengir bangga, tidak ada hal yang lebih ia banggakan selain kemampuannya untuk membahagiakan Victoria. Setidaknya ia puas sampai mendengar kelanjutan kalimat itu, “—seperti kurcaci saja.”

 

“…”

 

“Dopey, aku mau bantal.”

 

“Vic…” ia sampai tidak tahu harus menanggapi ucapan itu dengan bagaimana. Tetapi tetap saja ia refleks mengulurkan bantal ke arah gadis itu.

 

 

“Bashful, ambilkan remote TV, siaran ulang City Hunter sebentar lagi mulai.”

 

“Vic…”

 

“Sleepy, aku haus~”

 

“…” Dengan berat hati Nickhun menyerahkan remote televisi kepada gadis itu, kemudian ia mengambilkan segelas air putih dari dapur. Ia menggaruk belakang kepalanya, campuran antara frustasi dan mengerti bahwa Victoria memang begitu. Hari ini, Nickhun resmi menyandang status sebagai kurcaci pribadi putri Victoria.

 

Ia menghela nafas.

 

 

“Sneezy, sini.”

 

“Ya…” Ujarnya lemah. Ia duduk di samping Victoria, yang langsung menyandarkan kepalanya di bahu pemuda itu. Kemudian gadis itu menggumam pelan sambil memainkan handphonenya sementara Nickhun hanya menatap ke depan dengan pasrah. Ia tidak mengatakan apa-apa, hanya meletakan kepalanya di atas kepala gadis itu. Pemuda itu menutup matanya, menghirup aroma apel dari sampo yang dipakai Victoria.

 

 

“Kalau lagi seperti ini, kamu kelihatan seperti pangeran berkuda putih,” gumam Victoria pelan. Namun pemuda itu mendengarnya, dan senyum bangga merekah di wajahnya. Jadi mungkin kisah dongeng mereka tidak seumum kisah pangeran-putri lainnya, tapi ini tetap kisah dongeng juga, tetap kisah tentang Putri Victoria dan Pangeran Nickhun.

 

 

“Grumpy, belikan chocopie, dong.”

 

“Vic…”

 

 

Atau mungkin tidak.

10 thoughts on “童話 (Tóng Huà)

  1. Vic… gitu bgt’ jgn jahat” donk… ma’ Khunppa’

    tpi… Mreka’ co”k ko’ dripda Kyutoria’

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s