He’s Our Girl part 3

Author : Kyu-Fiida Jr.

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, Eunhyuk, Kara, Cho Ahra

Support Cast: Heechul, Yesung, Leeteuk, Siwon, Sungmin, Shindong, Ryeowook

Rating : All Ages

Genre : Comedy, Romance, Gajelas

Warning : Gak banyak cincong deh… Met baca ya…

 

 

Serial He’s Our Girl part 3

When I’m Drunk..

Kara POV

Siang yang cerah. Ahra Noona baru saja masuk kamar mandi. Dengan baik hati dia meletakkan majalah didepanku dan memastikan aku bisa membuka majalahnya. Kabar baik: ini hari ke-enamku disini, hari ketujuhku pakai perban, dan hari ini juga aju jembali ke asrama. Lihat… tangan kiriku sudah bisa sedikit bergerak. Aku akan segera berpisah dengan perban terkutuk ini.

Majalah itu sepertinya edisi khusus membahas personel Super Junior. Sebenarnya, dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku malas sekali membacanya, bayangkan 20 halaman full profil mereka!, maka aku mulai membacanya dari belakang, kabar Avril Lavigne, film baru Robert Pattinson-yang cakep sekali-, dan juga berita Daniel Redcliffe.

Pada akhirnya, karena semua halaman terlihat tidak menarik –sebuah artikel berjudul: mengatasi kudis dan kurap, cerita pendek: jodohku pembantuku (aku sedikit tersindir), dan beberapa gaya pakaian yang sama sekali tidak menggoda-.

Tibalah aku di halaman pertama: Siwon Facts

Dijuluki sebagai pangerannya Super Junior. Siwon yang wajahnya cute ini… bla…bla..bla..

Aku tidak tertarik. Oke, Siwon Oppa itu memang tampan, tapi lagaknya yang selalu seperti dikuntit seratus ribu wartawan itu kadang sangat lebay. Lagipula, dia itu terlalu tinggi, bagi yeoja dengan tubuh mini sepertiku, ketampanan wajahnya akan sia-sia dan hanya akan membuat leher berdarah-darah akibat mendongak terlalu lama. Bagiku Pangeran Suju hanya pantas dipegang satu orang: Donghae Oppa…

Halaman kedua: Leeteuk Facts

Angel without wings, begitulah penggemar fanatic Super Junior menjuluki sang leader… bla…bla..bla…

Hyak? Angel Without wings? Ini jauh lebih lebay. Baiklah aku bisa terima kalau dia disebut Angel, karena memang dia sangat sabar dan baik hati. Tapi ‘without wings’? apa-apaan itu… aku tidak tahan membayangkan Leeteuk Oppa punya sayap. Atau memang dia terobsesi dengan MV Shinee Ring Ding Dong yang keren itu? Oh.. tidak bissa..

Halaman ketiga : Yesung Facts

Selain wajahnya yang imut, member satu ini dikenal dengan suaranya yang merdu… bla..bla..bla..

Aku tidak ingin banyak komentar. Dia memang bersuara emas dan dia memang imut. Aku setuju.

Halaman keempat : Kim Kibum Facts

Senyum member satu ini adalah senjata utamanya. Dikenal dengan sebutan The Killer Smile… bla..bla..bla..

Aku masih mengingat bagaimana dia tersenyum pertamakalinya padaku. Aku percaya bahwa Namja ini bisa membunuh dan dipenjara kalau melempar senyum sembarangan ke yeoja disekitarnya. (Hyak, jadi ikut lebay, berlebihan sekali.. aku memang mengaguminya..)

Halaman kelima : Cho Kyuhyun Facts

Pria berwajah kalem  yang sekaligus member termuda di Super Junior ini seringkali disebut ‘Evil Magnae’ oleh para penggemar fanatiknya… bla..bla..bla…

Aku sesak nafas karena tak bisa menahan tawaku yang meledak begitu saja saat membaca paragraph pertama tulisan itu. Evil Magnae?

AKU TIDAK TERIMA!.

Bukankah itu kesannya seperti ‘Setan paling muda yang imut dan menggemaskan’? Dan hei… lihatlah ‘kemasan nyatanya’.. Akan lebih baik kalau dia dipanggil Setan Ahjussi. Atau Setan Sunbaenim?. Atau Setan Senior? Atau Super Setan Senior? Banyak opsi yang lebih layak daripada Evil Magnae. Aku akan membicarakannya dengan setan itu di asrama besok.. hoho..

*

Kyuhyun POV

Aku bisa mendengar suara Cho Minho alias Kara sialan itu dari balik pintu. Dia tertawa keras sekali. Aku menekan tombol masuk dan membuka pintu apartemen Ahra Noona. Eunhyuk Hyung –yang memaksa ikut- berteriak menggelegar begitu melihat ‘adiknya’.

“Kara-shii…” ia berlari memeluk Kara dan mengangkat tubuhnya. Kara tertawa sambil memperbaiki posisi tangannya yang masih diperban. Aku melepas sepatuku dan ikut duduk disampingnya.

“Bagaimana keadaanmu?” Eunhyuk Hyung bertanya antusias. Kara –yang melihatku diam saja- menjawab dengan ceria bahwa kondisinya sedang baik sekali. Aku pura-pura memainkan ponselku. Sebenarnya bola mataku sibuk mengawasi perban tangannya. Dia kelihatannya baik-baik saja.

“Donghae tidak bisa datang kemari, dia sedang sibuk.. kau tahu kan? Yesung Hyung dan Siwon juga titip salam untukmu, Leeteuk Hyung mengirimkan bubur juga untuk kau makan.. kau sudah makan?”

Kara mengangguk senang. Lihatlah betapa ‘berlebihannya’ para Hyungku itu..

“Dimana Noona?” tanyaku. Dia menunjuk kamar mandi. Aku beranjak ke kamar mandi. Eunhyuk Hyung terlihat antusias dan berencana mengikutiku ke kamar mandi. Aku menendang kakinya dan memaksanya duduk di sofa lagi. dia menyuapi Kara bubur.

“Ahra Noona… aku tak bisa lama disini, hari ini jadwalku penuh..” teriakku dari balik pintu. Terdengar suara shower dimatikan dari dalam.

“Kalau begitu antar Kara ke Rumah Sakit sekarang..” dia balas menjawab.

“Aish.. Mengapa harus aku? Noona saja yang antar!” aku berteriak lagi.

“Kau pikir untuk apa aku memanggilmu Cho Kyuhyun?” kali ini dia keluar dari kamar mandi sambil menata rambutnya yang basah.

“Aku harus ke Incheon sekarang, lagipula apa susahnya mengantar dia ke Rumah Sakit?  Kau harus ingat Kyu, kau yang membuatnya begitu”

*

Kara POV

Eunhyuk Hyung benar-benar tidak konsentrasi menyuapiku. Apalagi setelah Ahra Noona keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.

Eunhyuk Hyung menyendokkan bubur ke hidungku….

“Mian.. Mian Kara sayang..” ujarnya buru-buru sambil melap hidungku dengan tissue. Orang ini.. benar-benar aneh. Seminggu yang lalu dia bilang padaku kalau sebenarnya ia sedikit takut dekat-dekat dengan yeoja, terutama yeoja yang menggemarinya. Dia juga bilang lebih tertarik dengan yeoja-yeoja yang kemungkinan besar menolaknya, seperti Noonanya Kyuhyun.

“Hyukkie.. apa kau sedang sibuk hari ini?” Ahra Noona berdiri didepanku. Eunhyuk Hyung melihatnya tak berkedip.

“Em.. kebetulan aku sedang kosong” jawabnya agak gugup. Kyuhyun menatapnya sambil menyeringai.

“Bukannya kau bilang akan siaran radio siang ini?” Kyuhyun menyanggah. Setan sekali anak itu, mengganggu Hyungnya yang sedang mengejar cinta. Baiklah, aku penasaran dengan jawaban Eunhyuk Oppa.

“Apa kau tadi tidak mendengar manajer? Dia bilang hari ini Yesung Hyung yang akan menggantikanku” jawab Eunhyuk Hyung lancar. Aku tertawa mendengar mereka berdua.

“Baiklah, antar aku ke Bandara, biar Kyuhyun yang mengantar Kara ke Rumah Sakit, bagaimana?”

“Ne…” jawab Eunhyuk Oppa berbinar-binar, meninggalkanku dan Kyuhyun yang saling berlagak akan muntah. Ahra Unnie masuk ke kamarnya. Sementara eunhyuk Oppa mencuci mangkok bekas buburku.

Kyuhyun terlihat seperti akan memakai masker dan kacamatanya. Mendadak otakku berminat menjahilinya. Aigoo… ini pasti akan seru..

“Kyuhyun-ah..” panggilku. Dia menoleh.

“Waeyo?”

“Ponsel Noona-mu jatuh ke bawah sini..” jawabku sambil menunjuk-nunjuk kolong almari di sebelah kaki kananku.

“Dimana?” tanyanya lagi. dia kelihatan tak sabar.

“Disini..” jawabku sambil menunjuk kolong almari yang benar-benar dekat dengan kaki kananku. Kolong almari itu sempit sekali.

Kyuhyun merendahkan punggungnya dan merogohkan tangannya ke kolong almari.

Saat dia tak melihatku, aku mengangkat kaki kananku keatas kepalanya dan..

JDUK!

Wajahnya –yang katanya sangat amat tampan itu- mencium kaki kiriku.

*

Kyuhyun membukakan pintu masuk mobilnya. Dia menyetir sendiri. Tentunya dengan masker dan kacamata besar menempel di wajahnya. Aku duduk di kursi depan, disebelahnya. Lima menit mobil ini berjalan, dan lima menit ini juga kami diam. Sepertinya dia marah sekali dengan ‘kejahatan’ yang baru saja aku lakukan. Sebenarnya aku agak terkejut karena dia tak langsung membalas. Atau dia sedang berencana balas dendam?

Aku tak peduli. Aku berniat akan mendiamkannya sampai kami tiba di asrama namun aku tak tahan juga akhirnya saat mataku tertumbuk pada tulisan ‘SUJUISME’ yang menempel lumayan besar di kaca mobilnya.

“Suju itu singkatannya Super Junior ya?” tanyaku membuka percakapan. Dia hanya berdehem dan mengangguk.

“Apa kalian tidak malu memakai nama ‘super junior’?.. bukankah .. maaf ya sebelumnya.. kalian itu sudah tua?…” tanyaku sok sopan. Dia melirikku dan sepertinya memang berniat mengacuhkanku.

Baiklah.. aku akan membuatnya bicara..

“Bukankah itu artinya ‘super muda’? .. Lihatlah dirimu Cho Kyuhyun.. kalau membernya seperti Donghae dan Yesung oppa, itu akan sangat sesuai.. tapi kau kan.. maaf ya sebelumnya.. wajahmu kan sudah ahjussi?”

Ccitt…

Mobil berhenti. Wajahnya menatapku murka.

“KAU MAU MATI HAH?!”

Wow.. ekspresinya menakutkan…

Itu adalah pertanyaan favoritnya. Kalau dia sudah bilang begitu, itu artinya dia siap menjitak kepalaku. Saat mendengarnya, kadang aku usil berpikir untuk menjawabnya.

Tentu saja tidak.. Kau saja yang sudah tua dan penyakitan belum mati, apa kata dunia kalau aku yang masih imut dan sehat ini mati duluan? (dia mungkin akan memukul kepalaku dengan pantatnya)

Atau: Aku hanya mau mati di sisimu Cho Kyuhyun,, (kemungkinan besar dia akan tersenyum sebelum mencongkel mulutku yang hebat ini)

Atau lebih kreatif lagi : Aku tidak akan keberatan jika harus mati di tanganmu  Kyuhyunnie…(Jijay… aku pasti muntah-muntah sebelum mati).

Tentu saja, jawaban konyol itu hanya berputar di otakku dan tak sudi keluar dari mulutku.

“Kau ini.. benar-benar…Lihatlah dirimu sendiri? Apa kau pikir kau itu IMUT hah? … dengar.. hanya ada satu hal yang membuatmu kelihatan imut, TING-GI-BA-DAN-MU….omo.. omo… bagaimana kau bisa hidup dengan badan setengah?”

Akhirnya dia bicara juga, walaupun kata-katanya membuatku ingin memangkas hidungnya. Entah kenapa, seminggu tak bertemu dengannya membuatku ingin mulai ‘berurusan’ lagi dengannya.

“Aku ini kan bukan ‘idol’.. jadi walaupun tubuhku imut, tak ada masalah.. lah.. kalau kau? ..Maaf -maaf sekali ya sebelumnya….Kau kan member Super Junior…dengan wajah seperti ahjussi.. seharusnya kau tahu diri…”

Pletak!

Dia menjitak kepalaku dengan kemoceng mobil. Saat itu tanganku tersenggol pintu mobil dan perbanku menyangkut disana.

*

Kyuhyun POV

Aku sedang mencari gunting. Perban gadis itu menyangkut di pintu mobil dengan posisi yang aneh hingga hanya gunting yang bisa menyelesaikannya. Aku sudah sampai di minimarket dan berlari-lari menuju mobilnya.

“Kau tidak apa-apa? Apa tanganmu sakit?”

Aku tidak bisa bohong kalau aku mengkhawatirkannya, walaupun gadis ini sangat menyebalkan.

“Aku kepanasan..” jawabnya singkat.

“Aku Tanya tanganmu..”

“YAK! Tanganku juga kepanasan!…. Kau lama sekali!” bentaknya. Gadis ini semakin tidak sopan saja. Aku menyeringai dan beranjak masuk mobil. Dia menantangku rupanya. Akupun membiarkan tangannya yang menempel di pintu mobil. Dia mulai panik.

Aigoo… aku suka melihatnya begitu. Bukankah sudah hampir seminggu aku tak melihatnya?

“Gunting perbannya Kyu…” pintanya. Nada suaranya menurun. Aku menyeringai lagi. Kau kira kau bisa apa heh?

“Kau mau aku gunting perbannya?” tanyaku semangat. Dia menatapku tajam.

“Jangan minta syarat yang aneh-aneh..” ancamnya.

“Aigoo aigoo.. kau ini lucu sekali.. Posisimu sekarang ini sedang tidak baik Minho.. harusnya kau menyembah-nyembahku dulu sebelum kugunting perbannya..”

*

Kara POV

Mataku merah. Aku sedang pura-pura menangis. Untuk urusan ini, aku sangat ahli. Kyuhyun mulai cemas. Walaupun dia diam menyetir mobil, aku bisa merasakan ‘aura’ kemanusiaanya.

“Berhentilah menangis!” dia membentakku dan aku menangis semakin keras. Akhirnya ia mengehentikan mobil dan membuka pintu mobil yang menggigit perbanku. Ia mengguntingnya dengan hati-hati. Terlihat ia juga kepanasan, dahinya banjir keringat.

“Kenapa lagi kau melihatku seperti itu?” tanyanya tiba-tiba. Dia pasti besar kepala memergokiku tengah memandangnya.

“Kau kepanasan ya?”

Dia menatapku agak aneh dan menggangguk. Aku menendang kotak tissue di depan setir mobil. Dia tertawa sambil merangkak mengambilnya. Hyak! Dia merangkak diatas pahaku!

“Jangan bergerak tolol.. Kau kira aku mau apa heh?  Kalau tanganmu tersangkut setir mobil, aku tidak akan segan memotongnya sekalian..”

Saat itulah, segerombolan anak SMA yang mungkin baru pulang sekolah melihat kami dengan tatapan ‘hiiii……apa yang sedang kalian lakukan….’. Kyuhyun mencoba bangkit berdiri dengan cepat dan terpaksa harus terbentur pintu mobil. Badannya masih terjebak di dekat setir, tepat didepan wajahku. Pastilah harga dirinya terluka karena dianggap ‘homo’ oleh yeoja-yeoja yang entah mengapa terus saja melihat kami.

Aku ikut berdiri dan menariknya masuk mobil. Yeoja-yeoja itu semakin menjadi-jadi melihat kami yang bertindihan masuk mobil. Aku tidak peduli, harga diri kami sudah terlanjur menggelepar di tanah….

*

Kyuhyun POV

Gadis itu diam dan tak bicara sampai kami tiba di Rumah Sakit dan kembali ke asrama. Perban di tangan kirinya sudah dilepas oleh dokter. Sebenarnya aku ingin sekali tertawa mengingat kejadian barusan. Sialan, aku dikira homo.

“Kyu…” dia memanggil namaku pelan. Aku melihatnya meringis aneh. Mengapa ekspresinya begitu?

“Apa lagi?” tanyaku balik.

“Kau bisa berhenti sebentar?” dia balik bertanya.

“Tidak” jawabku singkat.

“Kyu…” dia meringis lagi. kali ini tangannya menjawil-jawil lenganku.

“WAEYO?” tanyaku muntab.

“Aku kebelet pipis”

*

Aku benar-benar dipermalukan hari ini. Saat mengantar gadis penuh kesialan itu ke kamar mandi sebuah mall, sekali lagi adegan memalukan terjadi.

“Mian… tapi ini toilet wanita” seorang namja menegur kami yang hampir saja sampai di toilet wanita. Apakah laki-laki bencong sepertinya juga tidak boleh masuk?

Akupun menyeret gadis itu kembali ke mobil. Ia meronta-ronta sambil berjalan aneh. Mungkin dia sudah sangat kebelet tapi aku tak punya waktu lagi untuk peduli. Saat itulah peristiwa memalukan hari ini mencapai ‘klimaks’nya.

Dia kencing di celana……

*

Kara POV

Donghae Oppa meminjamiku celana. Dia menyusulku ke mall tempat aku –aish.. ini menjijikkan sekali- terpaksa kencing di celana. Setelah selesai masuk kamar mandi pria –yang untungnya sepi-, aku menghampirinya dengan muka tak berbentuk lagi saking malunya.

Kyuhyun, dengan sangat menyebalkan tak mau mengajakku bicara. Sementara mulutku kelu tak sanggup menahan malu untuk sekedar bicara dengan Donghae Oppa. Maka mobil kami meluncur ke asrama tanpa ada dialog. Sebelum masuk lift, Donghae Hyung menarik tanganku dan mengacak rambutku.

“Kau jangan kuatir.. aku takkan cerita siapa-siapa.. ini rahasia.. jadi jangan dipikirkan, oke?” katanya menghiburku. Aku tidak tahu mengapa dengan reflex merangkulnya.

“Hei.. jangan menambah adegan menjijikkan hari ini..” Kyuhyun menarik pundakku dari tangan Donghae Oppa. Donghae Oppa mengacak rambutku lagi dan masuk apartemen lebih dulu. Tinggallah aku dan Kyuhyun yang hampir sampai di apartemen 11.

“Kau suka Donghae Hyung ya?” tanyanya dengan menyeringai.

“Itu bukan urusanmu..” jawabku ketus.

“Kau jangan salah paham…” lanjutnya kemudian. Wajahnya tampak serius. “Sebagai Oppa yang baik.. yah.. walaupun kau tak pernah memanggilku Oppa.. aku hanya ingin memberitahumu.. Donghae hyung itu sudah punya pacar.. jadi lebih baik kau berhenti menyukainya mulai sekarang”

Rasanya hatiku seperti ditabrak kereta api. (Hadah.. lebay)

“Siapa?” tanyaku spontan. Dia menatapku semangat.

“Kau takkan mungkin mampu menyainginya…” katanya lagi.

Aku mulai sebal.

“Siapa?”

“EunHyuk Hyung” jawabnya singkat. Kali ini tawanya seperti akan meledak. “Kau ini kasihan sekali… kisah asmaramu benar-benar tragis… kau yang yeoja harus menyamar menjadi namja demi namja yang ternyata pacaran dengan namja lain.. HAHAHAHAHA” tawanya mengggelegar. Terlihat bahagia sekali.

“Mengapa kau tiba-tiba peduli?.. atau.. kau menyukaiku ya?” tanyaku yang seketika membuat tawanya berhenti.

“Omo..omo… bagaimana mungkin kau bisa berpikir seorang CHO KYUHYUN yang tampan dan keren sepertiku menyukai YEOJA BER-BA-DAN SE-TEN-GAH dan MA-SIH KEN-CING DI CE-LA-NA? Maaf-maaf saja ya… Kasihan sekali nanti anakku.. bisa-bisa badannya tinggal seperempat.. HUAHUAHAHAHAHAHA”

HYAK! SETAN INI BENAR-BENAR MEMBUATKU EMOSI JIWA!

“KAU PIKIR KAU KEREN HAH? KAU INI.. JE..BBPPP..LEKKK..BBPPP”

Dia membungkam mulutku tepat ketika kami sudah didepan pintu apartemen.

“Satu huruf saja keluar dari mulutmu.. kau takkan selamat Cho Minho… aku akan mempublikasikan kasus kencingmu itu kalau kau sampai macam-macam! Hahahaha” dia mengultimatimku dengan lagak menyebalkan.

HUAAAAA! DASAR ANAK SETAN! AKU BENAR-BENAR INGIN MENCUKUR MULUTNYA!

Aku tidak punya pilihan lain selain menuruti ucapannya. Sudah cukup hanya Donghae Oppa dan setan sialan ini yang tahu. Aku tak ingin Oppa-oppa-ku yang lain tahu masalah ini.

Ramai sekali apartemen kami. Sepertinya mereka tengah berpesta.

“Selamat datang Kara sayang…” Siwon Oppa langsung menarik tanganku. Setelah itu mereka memelukku satu persatu dan bahkan menyiapkan kue tart untukku. Aku menatap mereka agak lama. Walaupun statusku pembantu, sungguh, ini sangat menyenangkan.

“Kenapa kau menangis?” Sungmin Hyung menatapku. Aku segera menggelengkan kepala.

“Aku baik-baik saja…” jawabku. Aku ini sedang terharu Oppa…

Ryeowook dan Leeteuk Oppa segera menarik tangan Kyuhyun. Oh tidak, jangan menganiaya Kyuhyun, bocah itu pasti akan mengatakan semuanya….

“Kau apakan lagi dia, Kyuhyun?” Shindong Oppa memegang tangannya. Kyuhyun melirikku sambil menyeringai. Perasaanku tidak enak. Aura ‘setan’ bocah itu tajam sekali.

“YAK… aku tidak melakukan apapun padanya..” dia membela diri. Aku menghela nafas lega. Dia melirikku lagi. Menyeringai.

“Mengapa dia sampai menangis begitu?” siwon Oppa bertanya lagi.

Kyuhyun tersenyum.

“Dia… kencing di celana…”jawab Kyuhyun datar.

Nafasku macet di tenggorokan. Oh Tuhan, bunuh saja Cho Kyuhyun…

*

Kyuhyun POV

Gadis itu langsung pucat. Hyung-hyungku tertawa hebat sambil memelototinya. Aku puas, sangat puas.  Sekali-kali dia memang harus diajari pelajaran moral dan etika membalas dendam. Dia meraih gelas didepannya dan langsung meneguknya. Ia mengambil segelas lagi. Lalu segelas lagi. Hei.. gadis itu mulai aneh.

“Apa ini Soju?” aku bertanya cemas pada Sungmin hyung.

“Ne” Sungmin Hyung menjawab singkat.

“YAK…. Mengapa tidak bilang dari tadi?.. gadis tolol ini menghabiskannya!” teriakku. Donghae Hyung segera mendudukkannya di sofa. Gadis itu mulai mengigau. Berbicara ngawur. Pasti dia mabuk.

“Kau baik-baik saja Kara?” Donghae Hyung menepuk-nepuk punggungnya.

“YAK! Cho Kyuhyun! Kau membuatnya stress!” bentaknya. Aku hanya meringis. “mian Hyung.. aku tidak bermaksud begitu..”

Hyung-hyungku merubungnya. Eunhyuk Hyung meremas tangan Kara.

“Mian Kara… Kyuhyun memang seperti setan..” katanya enteng. Aku melotot. Merasa tak punya urusan lagi, aku berencana masuk kamar. Tiba-tiba gadis itu meneriakiku.

“Kyuhyun-ah…. Kesinilah.. aku ingin.. bicara denganmu…”

Melihat gadis itu mabuk, aku sedikit takut. Aku takut dia bicara yang tidak-tidak. Aku menghampirinya agak ragu. Siwon Hyung menarik tanganku dan menghadapkan wajahku didepannya. Gadis teler itu melihatku sambil tersenyum menyeringai.

“Kau tahu.. Cho.. Kyuhyun… aku ingin.. sekali.. memelukmu..”

Waeyo? Apa aku tidak salah dengar?

Dia memegang tanganku. Menarik tubuhku ke pundaknya. Aku setengah duduk dan tak tahu harus apa. Apakah dia diam-diam menyukaiku?

Donghae Hyung memegang pinggang Kara erat. Sepertinya dia keberatan aku mendekati Kara. Aish.. yang benar saja, aku sendiri sudah mual melihat wajahnya, buat apa aku mendekatinya?

“Kau.. Kau.. Kau tahu.. aku ingin.. sekali melakukan ini sejak dulu.. gomawo.. gomawo.. kau sudah membantuku.. kali ini..” ia bicara dengan nada teler. Aku masih di depan wajahnya dan tangannya masih meremas pundakku. Ia menarikku seperti berniat memakanku. Kali ini sangat kuat hingga wajahnya dekat sekali dengan hidungku. Aku kaget karena jantungku-dengan sangat tidak sopannya- deg-degan.

“Lain kali… kau harus.. mengingat ini.. sebelum.. kau jahat padaku..” hidungnya sekarang menyentuh hidungku…

HOEK…..

*

Kara POV

Kepalaku pusing dan sepertinya ini sudah pagi. Saat mataku menjeblak, jantungku terasa berhenti bernafas. Seseorang tidur di sebelah kasurku.

“Donghae Oppa…” kataku sambil menggoyang-goyangkan tangannya. Dia menggeliat dan tersenyum padaku. Bahkan saat bangun tidurpun, dia sudah tampan sekali.

“Mian Kara.. aku tertidur disini.. kau sudah baikan?” tanyanya. Dia tersenyum manis.

“Ne.. kepalaku pusing sekali oppa” lanjutku. Dia berdiri dan mengelus rambutku.

“Sebentar.. aku akan mengambilkan air minum dan obat untukmu” dia beranjak keluar kamar.

Terdengar derap langkah mendekat. Agak ribut. Mungkin lebih dari satu orang.

“Kara-shii… Kau sudah bangun… bagaimana keadaanmu?” Tanya Eunhyuk Oppa sambil –seperti biasa- memegang tanganku.

“Baik Oppa” jawabku singkat. Yesung Oppa menatapku aneh, seperti akan mengatakan sesuatu.

“Kau tidak pernah mabuk sebelumnya?” tanyanya. Oh, jadi semalam aku mabuk, mungkin karena itu aku pusing.

“Tidak.. belum pernah Oppa.. apa tadi malam aku mabuk?”

“Ne… Kau mabuk dan membuat heboh semalam… hahahahaha” eunhyuk dan yesung Oppa tertawa keras. Aku menatapnya tak mengerti.

“Baiklah, aku akan cerita selengkap-lengkapnya tentang adegan mabukmu semalam..” yesung Oppa menimpali.

“Pertama kali kau mabuk, kau memanggil Kyuhyun dan memuntahi wajahnya…hahaha.” mereka tertawa lagi. aku hanya melongo mendengarnya. Apa benar begitu? Aish.. aku pasti akan dibunuh Kyuhyun hari ini.

“lalu.. kau mencium Donghae!.. hahahaha” eunhyuk Oppa tertawa lebih heboh.

WAEYO? Aku menciumnya? Oh Tuhan, selamatkan harga diriku…

“Setelah itu, Kau bilang kalau Siwon seperti Poster kuda,..hahahaha”

“Lalu kau bilang wajah Leeteuk Hyung seperti Ummamu.. hahahahah”

“dan kemudian,.. kau bilang kau cemburu pada Lee Hyukjae..”

“Kau bilang kalau kau lebih tampan daripada Heechul Hyung..”

“Kau juga bilang kalau kau merindukan Cho Kyuhyun.. hahahaha”

*

Kyuhyun POV

Pagi ini, aku melihat Kara sudah bangun dan tengah dikerumuni si Monyet hutan dan kura-kura jelek itu di kamarnya. Mereka tertawa sambil saling melempar bantal. Donghae Hyung entah mengapa, berdiri di pintu sambil tersenyum-senyum sendiri. Aish.. orang itu pasti memikirkan adegan ciumannya dengan Kara semalam.

Kemarin adalah hari yang ingin sekali kuhapus dari kalender. Aku ingin pura-pura lupa bahwa hari itu pernah ada dan pernah kujalani. Semua kejadian hari itu.

Tapi mungkin tidak untuk satu Kejadian, walaupun itu sangat sebentar.

Saat Kara bilang dia merindukanku.

Aku tidak tahu apa alasannya, hanya saja, aku suka. Aku suka gadis tolol itu ingin bertemu denganku. Hei.. mengapa aku jadi begini?

 

*

End of part 3

Koment…Koment..Koment….

 

 

30 thoughts on “He’s Our Girl part 3

  1. Kyu mulai ska sma si Kara ya?
    hahahahaha XD
    Hae seneng banget dicium Kara~ hahaha XD
    Baca FF ini sampe ketawa kyk orang gila~ XD
    Daebak! ^^

  2. ahhh keren chingu. penasaran sama donghae dan kyu nya. kalo akau jadi kara mungkin detik itu juga langsung kabur kali, gak pake pusing-pusing abis mabuk

  3. Huahaha…lucu kali ne ff.., bikin ak ngakak tiap kali bacany.., daebak ceritany..,, …>_<, eonie kren buat ceritany..,

  4. Wahahaha so sweet ! Keren ! Ih pas kara nyium donge kok gak djelasin. Kan itu so sweet tau haha lanjot itu so sweet tau haha lanjot. Gw ngakak senyum2 geje baacanya nyahaha

  5. yg part 3 kocak abis
    tpi cerita’a ada yg bikin panas
    itu lho yg kara nyium hae
    gw aja belum nyium pipi hae
    megang aja belum
    kara langsung main cium aja

  6. hahahahahahahahahaha……………….

    author.. sumpah gokil abiezzz….
    perutku mpe sakit jdnya…..
    apalg wktu siwon dibilang poster kuda…..
    waaaahhhh g nyangka author kpikiran hal yg kyk gto…..

    nice.. nice..

  7. yyyaaaaahahahhaaaa TBC lg..
    prasaan klo bca FF ni gk brasa bgt tiba2 dh abis ja..hahhahaaa
    y..ampun krain kyu mw d apain
    hahahahahahhaahaahhahahahahahahahahaha gk tw.ny dpt hadiah dr org mabuk hahahahhaaaaa
    yyyaaaiiikkkssss kyu oppa otteyo..?? hahahahahahaahhahahaa
    klo d byangin kyu psti triak2 gaje dh hahahahaahahaha..
    hhhmmm tp lucu jga dnger yg kara blng pas lg mabuk..hahhahaaa
    siwon oppa poster kuda hhyyahahahaha aiiggooo…ckckckck..
    tp tu bneran hae d cium hhahaha??
    trus kyu nti jd suka gk..?? tp kya.ny sih dh mulai ska hahahaa
    ydh ak pnasarn ni.. lnjut y..di tunggu ok..^_~

  8. ahhhhh
    ituu TBC cepet amat,,, kan gw lg nikmatin ni lucunya ff…
    sumpah, ni ff mudah bgt dibayangainnnn…
    for all, aku suka ama ni ff..
    lanjutnya jangan kelamaat yak^^

  9. Kerennnn……. Aigoo ini sgt sgt gokil !! Kyu pkoknya hrus ma Kara.. Kyu cpetan sadar klo suka ma Kara, lah Kara kok ciuman ma Hae? Pasti Kyu cemburu tuh*sotoy*

  10. aku ngakak abis baca paca adegan kyu yang bilang low kara pipis d clana..q bner2 ga bs brenti ketawa….
    bgs chingu,, lucu bgt…aku suka.. apalgi pas kyu dimuntahin,,hihi
    tp adegan kara nyium hae oppa kok g dijelasin,,pasti seru tu,,,hehe

  11. aku suka kara, walaupun gak ada anggun-anggun nya tapi kepolosan dia bikin ketawa,,
    oh iya, kok rasanya heechul jarang nongol ya di fic ini,,

  12. Aaaaaarghh, daebak>< mantep ini ff~

    Bakal cinta segitiga nih kayaknya._.wkwk

    Ngakak bngt pas baca bagian Yesung oppa nyeritain 'adegan mabuk'-nya Kara~
    Lanjut baca ah^^

  13. hwaaa tambah seru ja critanya…..
    s kunyuk bner2 yadong ya..ampun dehh sma dy.,
    yahhh ko gak d jlasin pas kara nyium donghae..??
    trus ni kibumnya gak msuk dialog ya???
    keren deh author ff’y lucu abis..
    part 4

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s