He’s Our Girl part 2

Author : Kyu-Fiida Jr.

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, Eunhyuk, Kara, Cho Ahra

Support Cast: Heechul, Yesung, Leeteuk, Siwon, Sungmin, Shindong, Ryeowook

Rating : All Ages

Genre : Comedy, Romance, Gajelas

Warning : Mianhae kalo gak bisa serius….. hahahahaha

Serial He’s our Girl part 2

Her Broken Hands

Kyuhyun POV

Gadis itu benar-benar jadi laki-laki. Aku cukup kaget melihatnya pulang dari salon. Wow… dia seperti anak SD! Lucu dan sama sekali tidak maskulin. Para Hyungku mencubit pipinya berkali-kali. Sebenarnya aku juga ingin melakukannya, tapi hei… itu akan memalukan sekali.

Gadis itu mulai berulah. Dia mengumpulkan kami di ruang tengah hanya untuk mengumumkan benda sepele yang sama sekali tidak penting.

“Oppa,,, maksudku Hyung,.. karena kalian sangat sibuk, jadi tulis saja apa yang harus kukerjakan untuk kalian di kertas dan tempelkan di pintu, aku akan mengerjakannya dengan baik” ia membungkuk diiringi tepukan Hyung-hyungku.

Dia lalu ikut menonton televisi di ruang tengah bersama Donghae, yesung dan Sungmin Hyung. Tampak sekali Hyung-hyungku sangat menyukainya.

“hei… Lihat apa?” Siwon Hyung mengagetkanku dari belakang.

Aku menggaruk kepala kikuk.

*

Kara POV

Awal yang baik. Hanya ada satu Oppa yang tidak menyukaiku. Kyu. Dia sama sekali tak tertarik berbaik hati padaku. Kalimatnya benar-benar membuatku ingin memutilasi kepalanya.

Pagi ini, saat aku berkeliling asrama untuk mengambil daftar pekerjaanku di pintu, aku harus siap jantungan melihat daftar pekerjaanku dari Kyuhyun. Dia menulis satu kata di kertasnya. Namun satu kata itu pasti membuatku menderita.

‘Cuci bajuku di keranjang. Pastikan semuanya terlipat dan sudah disetrika’

Dan lihatlah, betapa mujurnya aku! Baju kotor Kyuhyun menggunung di keranjangnya. Berceceran di lantai kamarnya. Aku menghela nafas dan segera memungutinya. Pekerjaanku masih banyak jadi aku harus segera membereskannnya.

Saat tanganku menggapai kaos diatas kasurnya, kulihat sebuah pigura foto besar dengan gambar Kyuhyun sedang menaynyi. Pemuda itu benar-benar menipu. Wajahnya yang kalem dan menyedihkan itu ternyata menyimpan karakter Setan. Aku menyumpahinya sebelum keluar kamar.

*

Kara POV

Minggu pagi yang dingin. Para member Super Junior sudah punya rencana jalan-jalan sendiri hari ini. dan aku harus kecewa karena tugasku hari ini banyak sekali. Aku harus membersihkan gudang karena sudah tak muat lagi, sementara para Hyung itu tak mau membuang barang-barang pemberian fans-nya. Aku mengutuk boneka-boneka jelek itu. Hari kerjaku yang ketujuh ini mulai terasa berat dan membosankan. Tiap pagi aku harus mencuci piring, mengepel lantai dan mencuci baju mereka. Mereka pulang larut malam dan biasanya membuat kerusuhan yang mengharuskanku membersihkannya lagi. untungnya ada beberapa Hyung yang dengan senang hati menolongku.

Sekarang aku sudah sedikit akrab dengan mereka, terutama Donghae, Yesung dan Siwon Hyung. Aku sudah tak segan memarahi mereka kalau mereka mencubit pipiku. Enak saja, memangnya aku donat.

Saat mengambil air untuk mengepel lantai, aku baru sadar masih ada satu member di ruang tengah sedang memelototi laptopnya. Kyuhyun? Setan itu biasanya hanya akan menambahiku pekerjaan.

Baiklah, aku tak ingin menyapanya. Mengendap-endap aku masuk ke gudang dan mulai menata kardus dan boneka-boneka yang menggunung. Aku mulai dengan memasukkan boneka itu ke kardus dan menatanya di pojok ruangan.

Mendadak lampunya mati.

“Kyuhyun-ah.. kau tahu dimana aku bisa mendapatkan lampu baru?”

“Aish… kau cari sendiri di sebelah gudang!” perintahnya tanpa melihat wajahku. Pria apa itu membiarkan seorang perempuan membetulkan lampu sendirian? Aku mendengus kesal.

“Aku butuh pertolonganmu!” teriakku di sebelahnya. Dia menoleh dan mengumpat lagi.

“Apa lagi? “

“Kau bantu aku memegang tangganya” ujarku kemudian.

“Tenang saja, tangga itu takkan terbalik kalau kau berdiri dengan baik diatasnya” balasnya dengan nada menyebalkan.

Aku pergi ke gudang dan menuruti perkataannya. Aku memanjat dengan baik. Tangganya juga tidak ada masalah. Saat tanganku memegang kop lampu, aku baru tahu yang bermasalah adalah aliran listriknya!

*

Kyuhyun POV

Brakk!

Suaranya dari gudang dan laptopku mati. Pastinya listriknya korslet. Dan hei….. apa yang jatuh? Aapa gadis itu jatuh dari tangga?

Aku setengah berlari ke gudang. Apa gadis itu baik-baik saja?

Dan aku kaget sekali melihatnya berguling-guling di lantai sambil berteriak histeris. Lampu yang tadi akan dipasangnya pecah disekeliling tubuhnya, ia memegangi tangannya dan tangga yang dinaikinya ambruk menindih tangan kirinya.

“Kau baik-baik saja?” tanyaku khawatir.

Dia tak menjawab dan mulai menangis keras. Ia terus memegangi tangannya seakan lupa dengan kaki dan lututnya yang terkena pecahan lampu.

“YAK!… Kau JANGAN BANYAK BERGERAK!” bentakku tak sabar. Aku menggendongnya dan dia terus berteriak di telingaku.

“KAU INI MAU MEMBUATKU TULI HEH?” aku mulai jengkel dengan tangisannya.

“Kau… Kau… aku akan membunuhmu CHO KYUHYUN!.. Kalau kau membantuku memasang lampu dari tadi mestinya aku takkan kesetrum!”

Kesetrum? jadi dia kesetrum…

Aku dan Minho, atau Kara-terserah panggil apa- sudah sampai di depan sofa. Ingin rasanya kubanting dia keatas sana namun aku tak tega. Aku mengamati tangan dan kakinya yang berdarah.

“Kenapa tanganku tidak bisa bergerak? HUA……. Apa TANGANKU PATAH?” Dia mulai heboh lagi. aku mengamati dan memegang tangannya. Dia berteriak keras sekali. Sepertinya benar, tangannya patah. Akupun menelpon Dokter dan memintanya ke asrama.

Sambil menunggunya, aku menatapnya kesal dan memeriksa kakinya. Membersihkan pecahan lampu . Dia belum menyadari kalau kakinya berdarah sehebat itu.  Ketika ia tahu-seperti dugaanku- ia pingsan.

Dokter Park datang lima menit kemudian. Dia bertanya ini-itu tentang Kara. Bagaimana kalau ia tahu dia perempuan? Aku sedikit cemas. Untungnya ia tak terlalu lama dan menyuruhku merujuk ke rumah sakit untuk membenarkan perban dan memasang penyangga di tangannya.

Aku bersyukur sekali gadis itu pingsan sehingga tak harus mendengar teriakan mengerikannya. Aku segera menghubungi Leeteuk Hyung dan dia mengatakan padaku untuk tak membawanya ke rumah sakit dulu sebelum Hyung-hyungku pulang. Dia bilang, rahasia ‘keperempuanannya’ harus dijaga ketat. Akupun memutuskan menunggu smabil memainkan PSP.

*

Kara POV

Mengapa lenganku terasa lengket?

Mataku terbuka. Aku merasakan ada yang mengalir di lenganku dan terasa lengket.kepalaku sedikit pusing dan mataku melihat ada seseorang di sebelah kasurku.

“HAAAAAA! KAU… Kau… MENGAPA ‘NGILER’ di lenganku?!!!”

Pemuda sial itu bangun dan mengerjap-ngerjap. Mengusap mulutnya tanpa merasa bersalah dan bangkit berdiri.

Aku ingin sekali memukul kepalanya, tapi Hei…. Ada apa dengan tanganku? Mengapa belum bisa bergerak?. Pemuda itu belum beranjak dari tempatnya berdiri. Ia tersenyum sekarang. Aku mulai khawatir dan sekali lagi berusaha mengangkat tanganku.

“Aigoo… Aigoo… selamat nyonya… bayimu sehat.. hanya saja tanganmu patah sedikit.. HAHAHAHHA”  ucapnya dengan wajah berbinar-binar.

“Tanganku! Tanganku!” teriakku kemudian. Ia tertawa makin keras. Terlihat sangat bahagia. Ia mulai menjawil-jawil pipiku -dengan jarinya yang belum steril terkena air liur- dan aku tak berdaya melawannya.

“CHO KYUHYUN!”

*

Kyuhyun POV

Hyung yang pertama kali datang adalah Donghae. Ia mondar-mandir sambil memeriksa Kara beberapa kali. Lalu satu persatu Hyung-hyungku pulang. Leeteuk, Sungmin dan Donghae Hyung membopong Kara ke mobil. Siwon Hyung menyetir mobil di depan. Mereka kelihatan cemas sekali dengan perban yang menutupi kaki dan tangan Kara. Mereka bahkan lupa kalau yang patah adalah tangan Kara, bukan kakinya, jadi seharusnya mereka tak perlu menggendongnya beramai-rmai seperti itu. atau memang gadis manja itu pura-pura lumpuh? Aku tak peduli. Aku segera masuk kamar dan berangkat tidur.

Kudengar derap kaki membuka pintu kamarku. Didepanku sekarang, kulihat Yesung Hyung dan ryeowook Hyung. Mereka menatapku aneh.

“Bagaimana bisa begitu?” Yesung Hyung angkat bicara. Aku agak gugup.

“Dia kesetrum.. dan jatuh dari tangga” jawabku gugup.

“Tangga? Tangga mana?” Yesung Hyung bertanya lagi. jantungku grogi sekali melihatnya. aku pasti kena damprat kali ini.

“tangga di gudang” jawabku singkat. Aku berharap Yesung Hyung berhenti bertanya. Walaupun kadangkala Yesung Hyung aneh, dia terlihat menakutkan sekali saat marah begini. Ryeowook Hyung diam saja disebelahnya.

“Mengapa memanjat tangga?”

Nah, kali ini aku pasti mati.

“Lampunya mati, perlu diganti” balasku.

Yesung hyung menghampiriku dan menjewer telinga kananku.

“Mengapa bukan kau yang memasangnya hah?” ucapnya sebal. “Kau kan seharian di asrama..”

*

Kara POV

Dokter itu membuatku stress. Dia bilang kedua tangnku patah dan harus diberi penyangga. Tangan kiriku mungkin akan seminggu pulih, namun tangan kananku butuh satu bulan, begitu katanya. Aku sudah pucat sejak keluar dari Rumah Sakit. Seminggu tak bisa memfungsikan tanganku? Apa yang harus kulakukan?

Tak terasa mataku basah lagi.

“Menangis lagi? Tak apa… seminggu lagi kau bisa menggunakan tanganmu lagi” hibur Donghae Oppa saat mobil mulai berjalan. Aku duduk di tengah dengan Donghae dan Sungmin Oppa di kanan-kiriku.

“Sebaiknya aku pulang saja.. oppa” rengekku. Sungmin Hyung melirikku dan ikut heboh.

“Jangan pulang… kami akan merawatmu dengan baik, jangan menangis lagi ya sayang…”tangannya membelai rambutku.

“Hei.. Sungmin Hyung,.. lepaskan tanganmu.. aku jadi gatal melihatnya” Siwon oppa berkomentar.

“Kau ini lihat depan saja”  Sungmin menjawab. Aku menangis lebih keras.

“Bagaimana ini oppa?…”

Mereka serempak melihatku. Ah, mereka memang tak berpikiran jangka panjang. Apa mereka pikir aku bisa beraktifitas normal hanya dengan pakai kaki?

“Apanya yang bagaimana?” Siwon Oppa bertanya.

“Mandinya….” Akhirnya kalimat itu meluncur dari mulutku juga. “Aku tidak bisa mandi, tidak bisa gosok gigi, bagaimana ini Oppa…” teriakku frustasi.

Mereka tertawa terpingkal-pingkal. Sialan sekali.

“Tunggu, bagaimana bisa kau jatuh seperti itu?” Leeteuk Hyung bertanya.

“Tanganku jatuh di lantailebih dulu… dan kemudian tangganya menindih tanganku”

“Tangga gudang?” Donghae Oppa ikut bertanya.

Aku mengangguk.

“Kau sedang apa dengan tangga itu?”

“Lampunya mati Oppa… aku ingin memasangnya sendiri…” jawabku pelan. Mereka berpandangan sebentar.

“Kenapa tak minta tolong Kyuhyun?”

Nah, itulah penyebabnya. Magnae kalian itu benar-benar seperti setan! Aku menggerutu dalam hati dan diam saja. Memasang ekspresi sesedih mungkin.

“Yak… Cho Kyuhyun memang harus diberi pelajaran…” Donghae Oppa angkat bicara. Bagus Oppa, bunuh saja dia sekalian.

“Anak itu memang tidak peka..” leeteuk Hyung sedikit emosi. Benar sekali Oppa, dia itu memang bukan manusia!.

Sungmin Oppa tiba-tiba tersenyum.

“Ini saatnya kita ‘aniaya’ dia…” ucapnya dengan menyeringai. Donghae dan Leeteuk Hyung ikut tersenyum. Mereka terlihat merencanakan ‘sesuatu’.

Aku jadi merinding sendiri membayangkan apa yang akan mereka lakukan pada Kyuhyun yang malang itu.

*

Kyuhyun POV

Mereka datang!

Aku harus pura-pura tidur. Segera kusingkap selimut dan berlagak sudah tidur. Benar saja, terdengar gemuruh dari luar. Hyung-hyungku itu pasti tak sabar ingin menendangku.

“Kyuhyun… bangunlah.. aku tahu kau belum tidur” itu suara Sungmin Hyung. Aku menata nafasku senormal mungkin. Masih pura-pura tidur.

“Yak… Bangunlah… Kau belum tidur kan?..Kau harus tanggung jawab!”

Akhirnya dia menarik selimutku dan memaksaku duduk. Didepanku sekarang berdirilah member Super Junior lengkap –minus Kyuhyun pastinya-. Mereka tersenyum-senyum mencurigakan. Aku curiga akan menderita kali ini.

“Baiklah, mulai sekarang hingga tangan Kara sembuh.. pastikan kau membantunya”

Singkat saja perintah Leeteuk Hyung tapi aku tahu itu akan mengerikan. Aku menunduk dan diam saja.

“Apa tidak ada pilihan lain? Mengapa tak suruh dia pulang saja Hyung?” aku protes. Siwon Hyung melotot.

“Hei.. kau yang membuatnya begitu!” teriaknya. Aku menyatukan telapak tanganku dan berlagak minta ampun.

Donghae Hyung mendekatkan wajahnya.

“Dia tidak mungkin pulang dan tidak boleh pulang, mengerti? Itu salahmu sendiri!”

Yah, dia marah juga.

“Gara-gara kau.. dia tidak bisa gosok gigi, tidak bisa mandi juga” donghae Hyung menambahkan. Eunhyuk Hyung meliriknya penuh arti. Hyung-hyungku yang lain juga agak kaget mendengarnya. Tunggu dulu.. mandi? Hah?

“Bagaiman kalau aku saja yang memandikannya?” Eunhyuk Hyung berseloroh. Hyungku yang lain menjitak kepalanya bersamaan. Porno sekali orang ini.

“Kau akan membantunya membersihkan asrama dan mengantarnya belanja” Leeteuk Hyung melanjutkan.

“Bagaiamana soal mandi tadi? Apa aku juga harus…”

Pletak!

Aku kena jitak. Eunhyuk Hyung menertawaiku puas.

“Telfon Kakakmu.. kau punya kakak perempuan kan? Biilang padanya kau butuh bantuan seminggu ini” Leeteuk Hyung menjelaskan. Aku mengangguk-angguk.

“Apa dia juga harus menginap disini?” tanyaku pelan. Aku takut kena jitak lagi.

“Itu urusanmu…” jawab Donghae hyung. Eunhyuk Hyung terlihat tertarik sekali.

“yak… kasihan sekali kakakku harus disini seminggu.. kalian harus berjanji takkan mengganggunya!” aku mengultimatum. Bagaimanapun juga kakaku itu cantik. Dan hyung-hyungku ini sedang kelebihan hormone.

“kau kira kami apa heh? Dasar bocah..” Siwon Hyung tertawa dan sekali lagi menjitak kepalaku. Aku meringis dan mempersilahkan mereka keluar setelah sebelumnya dipaksa bersumpah untuk mengerjakan ‘tugas’ku dengan baik.

*

Kara POV

Aku tidak bisa tidur. Kaki dan tanganku nyeri sekali. Sepertinya aku harus minum obat peredam sakit diatas meja. Aku bangkit berdiri dan seketika itu juga harus kembali tidur. Aku tak bisa memgangnya. Mataku melirik pintu. Berharap ada oppa yang lewat dan bisa kumintai tolong.

Sia-sia saja. Nyaris setengah jam dan aku sudah tidak tahan.

Pintu kamarku –untungnya- terbuka. Aku keluar dan memeriksa pintu kamar Donghae Oppa. Tertutup. Aku tak tega mengetuknya. Hari ini jadwalnya penuh dan tentunya ia sangat lelah. aku mengunjungi ruang tengah. Biasanya Wookie Hyung begadang disana.

Kepalaku melongok. Ada orang!

Waeyo… Cho Kyuhyun lagi?

Aku memutuskan menghampirinya. Aku berdehem. Dia membalasku dengan berdehem juga. Aku menjawil kakinya dengan kakiku. Dia menyingkirkan kakiku segera.

Aku tidak kuat lagi, AKU MENENDANG BOKONGNYA!

Dia menoleh murka. Detik itu juga, dia melihatku sambil tertawa. Ada apa?

Aku mengamati tanganku. Memang sedikit aneh, kedua tanganku diikat menyilang dan disangga kayu yang dilapisi perban. Seaneh itukah hingga bocah sialan itu bahagia sekali? Dia bahkan meneruskan tawanya lagi.

“Kau bahkan tak minta maaf padaku!” jawabku. “Aish… mengapa Tuhan membiarkanku bertemu orang sepertimu!”

“mulai sekarang, berhati-hatilah Cho Minho.. Kau ini takkan berdaya melawanku.. hahaha.. baiklah, kau butuh bantuan?” dia bertanya dengan lagak menyebalkan.

“bantu aku minum obat.. tanganku sakit sekali dan aku tak bisa tidur’

Ia membuntutiku ke kamar. dia mengambilkan segelas air dan juga membukakan bungkus kapsulku. Aku meliriknya hati-hati. Apa benar ini dia?

“Buka mulutmu” perintahnya. Aku membuka mulutku setngah ragu. Aku takut air di gelas itu melayang ke wajahku. Ternyata dia benar-benar membantuku menelan obat. Aku masih saja menatapnya tak percaya.

“Kau kenapa?” tanyanya setelah menaruh gelas di meja.

“Apa benar ini kau?”

“Yak.. Kau kira aku setan? Kau ini.. mana mungkin aku tega mengerjaimu kalau kau sakit begini?..” jawabnya lembut. Hei… ini aneh sekali….

“Cepat sembuh ya… nanti kita bisa bertengkar lagi..” ujarnya sebelum keluar dari kamarku.

Aku melongo.

Pletak! Dia menjitak kepalaku!

*

Kyuhyun POV

Pagi ini ribut sekali. Jadwal padat. Manajer Lee menelpon leeteuk Hyung berulang-ulang. Setelah seminggu terbiasa diurusi gadis itu, saat ia sakit begini semua terasa menyebalkan. Kami harus mengerjakan semuanya sendirian. Tidak ada lagi yang bisa disuruh-suruh. Mau menyuruhku? Maaf saja, aku juga sibuk!

Kami hampir naik lift.

“dimana Kara?” Siwon Hyung melirikku. Aku menggelengkan kepala bingung.

“Telfon dia!” Donghae Hyung memerintah. Aku mengambil ponselku lalu menggaruk kepala bingung.

“apa lagi?” Sungmin Hyung menanyaiku.

“Aku tidak punya nomor ponselnya” jawabku lirih.

Sungmin Hyung mengambil ponselnya dan menelfonnya. Baik sekali Hyungku ini.

“Dia tak mengangkat telfon”

Aku menoleh mengamati ekspresi Hyungku yang lain.

“Mungkin masih tidur.. biar kutelfon lagi nanti, kau sudah menelfon kakakmu kan?” Donghae Hyung menatapku sebentar. Tangannya merapikan kerah baju Eunhyuk Hyung. Mereka berdua ini kadang menjijikkan.

“Heh.. kau sudah telfon kakakmu?” kali ini Eunhyuk Hyung yang bertanya. Mungkin ia risih kulihat seperti itu.

“Sudah.. bisa tidak sih kalian tidak pacaran didepanku?”

Pletak!

Aku dijitak.

*

Kara POV

Kalian tahu jam berapa sekarang? Jam dua belas siang. Aku lapar… dan tidak ada orang di asrama. Bagaimana aku bisa makan dengan dua tangan seperti ini?. aku mulai cemas. Bangkit berdiri dan meneliti agenda acara yang menempel di ruang tengah. Sabtu, 05 Februari 2011: sampai jam sembilan malam?!

Aku terduduk lemas di sofa. Memikirkan nasib perutku yang malang. Aku juga haus dan badanku gatal. Aku bangkit menuju kamar. mencari ponselku yang sialnya berada diatas meja. Dengan kaki kiri diatas meja, aku berusaha menekan tombol ‘call’. Minta bantuan.

Prang!.

Ponselku jatuh ke kolong meja. Tamat sudah riwayatku.

*

Kyuhyun POV

“Aku sudah menghubunginya dua kali, tapi nomornya tidak aktif” donghae Hyung berbisik didepanku.

Aku meliriknya sedikit.

“Aku harus apa?” tanyaku.

“Kau bisa pulang duluan? Aku takut dia kenapa-napa? Apa noona-mu sudah ke asrama?”

Jantungku seperti berhenti bekerja. Astaga! Aku bahkan lupa belum menelfonnya tadi siang.

“Sebentar” ucapku buru-buru. Aku mengajak staf manajer mengantarku pulang ke asrama. Perasaanku tidak enak. Sesampainya di mobil aku mengirim pesan kepada Donghae Hyung agar memberitahu Hyungku yang lain aku sudah pulang lebih dulu.

Apartemen lantai 11. Aku gugup. Aku takut noona-ku tidak datang hari ini. bagaimana jadinya gadis itu di asrama? Aku bahkan mengunci pintu asrama tadi pagi dan dia takkan mungkin bisa membuka pintu dengan kakinya.  Aish.. aku takut dia mati kelaparan.

Pintu menjeblak. Gadis itu bangkit berdiri diatas sofa. Dia memegangi perutnya. Karena dia diam saja, aku makin gugup. Apa dia belum makan sejak tadi pagi?.

“Aku lapar…” katanya pelan sekali. Aku berlari menuju kulkas dan segera mengambil kotak susu. Menuangnya ke meja dan membantunya minum. Dia masih diam tak bersuara. Aku memesan makanan dan menuju kamarnya mengambil obat. Obatnya masih utuh.

“Noona-ku tidak kesini?” tanyaku cemas. Dia menggeleng. Aku meraih ponselku dan segera menghubunginya.

“Kyu… aku lapar” dia mendesis lagi. aku meliriknya khawatiir dan melupakan rencanaku untuk menelfon Noona.

“Sebentar” aku berlari mengambil apel dari kulkas. Aku menyodorkan apel itu ke mulutnya. Dia menatapku tajam.

“KAU MAU AKU MENGGIGIT APEL SEBESAR INI? KUPAS DULU!” suaranya sudah kembali. Aku hampir menjatuhkan apelnya ke lantai. Aku bersyukur dia sudah kembali normal.

“Kau tak perlu berteriak sekeras itu.. akan aku kupaskan” ujarku sambil mengupas apelnya. Setelah apelnya kubagi menjadi enam dan kutaruh piring, aku berlagak akan menyuapinya. Dia membuka mulutnya.

“Sebelum aku menyuapimu, kau harus berjanji padaku satu hal..”

Dia yang sudah siap menelan, terpaksa melotot.

“Cepatlah Cho Kyuhyun! Aku lapar!” teriaknya lagi.

“Janji dulu kau tak akan bilang ke Hyung kakakku tidak datang hari ini” balasku.

“HYAK! Kau mau aku mati hah?”

“Janji dulu” ulangku lagi. kali ini ia menendang kakiku. Aku segera berdiri dan menjauhkan piring apel darinya. Dia melolong tak sabar.

“Kalau kau tak mau janji.. makan saja pakai kakimu, bagaimana?” tanyaku puas. Dia mendelik seperti ingin memakanku.

“Ne!”

Baguslah dia bilang iya.

*

Kara POV

Setengah sebelas malam, mereka baru pulang. Kyuhyun sudah masuk ke kamarnya. Donghae Oppa mendadak saja sudah didepan kasurku. Ia mengamati spreiku yang kotor karena tumpahan makanan dan juga piring-piring yang berantakan di meja.

“Kyuhyun-ah!”

Matilah kau… rasakan akibatnya meninggalkan orang sakit dengan kamar kotor seperti ini. Kyuhyun datang dengan Siwon Oppa di sebelahnya.

“Kenapa tak dibersihkan?” Donghae Oppa bertanya. Dia celingukan. Melirikku penuh ancaman.

“Aku lelah Hyung, tadinya mau kubersihkan, tapi.. aku ngantuk sekali” jawabnya kemudian. Siwon Hyung meliriknya tajam.

“Bukannya barusan kau main game?”

Skakmat!. Aku bahagia sekali melihatnya mati gaya seperti itu.

“Mianhae Hyung… tadinya aku ngantuk, tapi aku takut dia kenapa-napa dan butuh bantuan, jadi aku main game agar aku tidak ngantuk”

Pletak! Bagus, dia kena jitak. Lagipula, bodoh sekali anak itu membuat alasan sekonyol itu.

“Lain kali, bersihkan dulu sebelum pergi, bisa-bisa Kara digigit semut” Siwon Hyung menimpali.

“Ne..ne… sebentar lagi kubersihkan..”

Siwon dan Donghae Oppa keluar kamar. Dia menatapku agak lama. Menyeringai.

“Kenapa?” tanyaku agak cemas.

Dia mengambil spidol dari meja belajarku. Perasaanku tidak enak. Setan ini pasti akan balas dendam. Dan benar saja..

“HYAK… AP..AP..BPHH.Y,.”

*

Kyuhyun POV

Dia menendang kakiku. Tapi aku tak peduli, wajahnya kini seperti kura-kura. Penuh coretan spidol.

“Kyuhyun-ah.. apa lagi?Kenapa ribut sekali?” Eunhyuk Hyung masuk sambil memelototiku. Aku tersenyum sedikit.

“Tidak ada apa-apa Hyung… sedang menggambar” jawabku enteng. Kara mendelik . Eunhyuk Hyung melihat mulutnya yang ku-lakban dan kakinya yang kuikat dengan sprei. Eunhyuk Hyung melirik wajahnya, dan –seperti dugaanku- dia tertawa heboh. Bahkan, Hyung-ku yang baik itu ikut menyumbang arsiran di pipinya.

Saat itulah Donghae dan Siwon Hyung masuk dengan muka bersungut-sungut. Mereka pasti tak bisa tidur.

“Apa..” belum selesai kalimatnya, Siwon Hyung langsung tertawa melihat wajah Kara. Donghae Hyung juga memegangi perutnya. Aku sengaja menggambari wajahnya dengan motif cangkang Ddang Koma, kura-kura Yesung Hyung. Bahagia sekali melihatnya tak berdaya melawan. Setelah puas tertawa dan menambah coretan di wajahnya, mereka keluar. Tinggal aku dan Donghae Hyung. Donghae Hyung ke meja rias mengambil pembersih wajah dan kapas. Dia mulai menghapus gambar di wajah Kara. Aku membantu melepas ikatan kaki dan mencopot lakban di mulutnya.

Diluar dugaanku, dia menangis.

“Mian… Kara, jangan menangis, aku sedang menghapusnya..” Donghae Hyung berkata. Dia menatapku tajam.

“Oppa… mengapa kalian biarkan Kyuhyun merawatku… dia itu jahat sekali Oppa.. dia itu.. dia.. dia..”

Aku segera membungkam mulutnya.

“Kau apakan lagi dia?” Donghae Hyung menatapku serius.

Aku menggeleng.

“Kami hanya bergurau sedikit” jawabku buru-buru. Kara melirikku mengancam. Sialan sekali gadis ini, menyebalkan.

“Biar aku saja yang membersihkannya” kataku kemudian.

“Kau masuk kamarmu saja, biar aku yang membersihkannya” jawab Donghae Hyung. Aku meliriknya, memastikan dia tak marah.

Walau perasaanku sedikit tak enak, aku keluar kamar.

*

Kara POV

“Apa kau sudah bertemu Ahra Unnie kakaknya Kyuhyun?” Donghae Oppa menanyaiku. Aku menggeleng. Dia agak terkejut.

“Bocah itu.. lalu kau makan apa tadi siang?”

Aku menatapnya bingung. Apa aku harus mengatakannya?

“Jangan marahi Kyuhyun Oppa… sebenarnya dia sudah berusaha keras..tapi tadi dia lupa menghubungi kakaknya untuk datang kesini”. Aish… aku sedikit menyesal membela anak setan itu.

“Jadi kau tidak makan sampai malam hari? Aish… bocah itu memang ceroboh!” Donghae Hyung bangkit berdiri sambil membersihkan kamarku. Aku melihatnya dengan semangat. Pria ini ganteng sekali…

“Ada apa?” Donghae Oppa menyadari aku mengamatinya.

“Kau.. kau tidur saja Oppa.. besok aku bersihkan” jawabku agak gugup.

“Mau kau bersihkan pakai apa? Pakai kaki? Kau ini ada-ada saja… sudahlah.. kau tidur saja” Donghae Hyung mengelap meja dan membawa piring-piring kotor keluar kamar. aku sudah mulai mengantuk. Sebenarnya aku ingin bicara dengan Donghae Hyung, dia sibuk sekali akhir-akhir ini hingga aku jarang mengobrol dengannya. Ini kesempatan langka.

Pintu kamarku terbuka lagi. Donghae Hyung menghampiriku. Dia duduk disampingku. Aku menatapnya agak lama.

“Tidur yang baik anak manis… aku juga mau tidur, mimpi yang indah” ujarnya. Dia bangkit berdiri dan tiba-tiba saja mencium pipiku.

Huaaaaa…… apa aku sedang mimpi?

*

Kyuhyun POV

Kami sarapan bersama pagi ini. gadis itu duduk disamping Siwon dan Donghae Hyung. Mereka bergantian menyuapinya. Aish… pagi-pagi begini sudah ada adegan menjijikkan.

“Kau sudah pastikan kakakmu datang hari ini?” donghae Hyung nyaris membuatku tersedak. Apa dia tahu Noona-ku tak datang kemarin?

“Ne…ne…dia pasti datang” jawabku segera. Aku pura-pura sibuk makan sebelum Hyungku yang lain mengamati ekspresiku.

“Kau tahu kan akibatnya kalau hari ini kakakmu tidak datang lagi?” Donghae Hyung meneruskan. “Aku akan menguliti jerawatmu”

Hyung-hyungku tertawa mendengar ancamannya.

“Hei.. jadi maksudmu kakaknya tidak datang kemarin?” Siwon Hyung mendadak bertanya mengahadap Donghae Hyung. Aku grogi sekali hingga sumpitku terjatuh.

“Iya…..kemarin Kara baru makan jam Sembilan malam” jawab Donghae Hyung. Ini sama sekali tidak baik. Aku harus kabur. Aku segera menyambar jaketku dan berlari keluar apartemen.

*

Kara POV

Aku sedikit curiga dengan Eunhyuk Oppa. Dia belum juga berangkat siaran radio sejak tadi padahal member lain sudah berangkat.

Ding..Ding..(Suara bel pintu masuk, aneh ya? hahay)

Seorang perempuan jangkung masuk setelah Eunhyuk Hyung membuka pintunya.

“Annhyeong haseyo… Ahra imnida”

Aku memandanginya kikuk.

“Kara imnida..” jawabku cepat. Eunhyuk Oppa melangkah ke dapur mengambil minum.

“Jadi … kau Kara yang sedang sakit? Aku Ahra Uniie, noona-nya Kyuhyun.. kau sudah tahu kan?” ia menghampiriku sambil mengamati tanganku.

“Aigoo…kau lucu sekali.. sama sekali tak kelihatan seperti laki-laki…” ujarnya sambil mencubit pipiku. Dia kemudian bertanya ini-itu tentang tanganku yang diikat perban dan aku menjelaskan panjang lebar termasuk menggarisbawahi ‘peranan besar’ Kyuhyun dalam kasus ini. dia tertawa lebar sambil memintakan maaf untuk adiknya.

Berbeda sekali dengan adik setannya, kakaknya ini seperti malaikat dan sangat baik. Eunhyuk Oppa terus saja mondar-mandir sok sibuk sambil pura-pura mengkhwatirkanku. Apa-apaan dia itu…. bukannya semalam dia juga ikut membantaiku?

“Aku akan membawa Kara ke apartemenku selama seminggu ini sampai tangan kirinya sembuh, karena aku tidak mungkin kesini setiap hari bukan? Bagaimana menurutmu Oppa?” Ahra Unnie menanyai Eunhyuk Oppa.

Eunhyuk Oppa –yang dari tadi pura-pura sibuk mengetik- menoleh dan berlagak berpikir. Aish… mukanya itu benar-benar tak bisa diajak akting. Mengapa malah terlihat seperti sedang melongo?

“Baiklah.. kurasa itu akan lebih baik daripada Kyuhyun yang menjaganya”jawabnya kemudian. Aku menoleh menatap Ahra Unnie senang.

“Maafkan dongsaengku.. dia itu memang ceroboh..kau mau ikut aku kan?” katanya kemudian.

Aku pun mengangguk semangat.

*

Kyuhyun POV

Aku pulang. Ini sudah jam setengah sepuluh malam.

“Hyukkie Hyung… kau tadi lihat noona-ku kemari?” tanyaku. Aku ingat noona-ku tadi pagi kesini dan menitipkan makanan untukku. Eunhyuk Hyung menghampiriku sambil ikut duduk di sofa.

“Iya.. noonamu tadi kesini…”

Aku mengangguk tenang. Paling tidak hari ini aku tidak kena damprat gara-gara menelantarkan gadis manja itu. eunhyuk hyung melirikku lagi.

“Noona-mu cantik sekali… apa aku boleh minta alamat apartemennya?” tanyanya dengan ekspresi menjijikkan. Ia tersenyum-senyum saambil mengelus-elus tanganku.

“Hyak… apa yang akan kau lakukan disana hah?” tanyaku kesal.

“Aku?… aku kan harus menjenguk adik kita disana” jawabnya masih sambil cengengesan.

“Adik siapa? Kau punya adik? Mengapa mesti di apartemen kakakku?” aku mulai emosi jiwa.

“Aigooo.. aigoo.. bocah tolol… kau ini bagaimana, Kara kita kan menginap disana.. tentu saja aku harus menjenguknya..”

“HYA!… Mengapa kau menyuruh noona-ku membawanya kesana?! Kara itu merepotkan sekali!” teriakku. Yesung dan donghae Hyung yang sedang berada di ruang tengah tertawa melihatku.

“Kau ini kenapa? Kau sendiri tidak bisa mengurusnya mengapa melarang noonamu membawanya?” eunhyuk Hyung membela diri.

“Aku kasihan pada Noonaku Hyung” balasku agak kesal.

“Omo..omo.. jangan berpura-pura begitu,. Kau takut tak bisa melihat Kara selama seminggu hah?” Enhyuk Hyung merecokiku. Aku memukul kepalanya dengan bantal sofa.

Donghae dan yesung Hyung menghampiri tempatku duduk.

“Jangan dekat-dekat dengan Kara kalau kau tak mau mati muda… hahahahaha” seloroh donghae Hyung. “ Kara itu milikku, Cho Kyuhyun!” lanjutnya kemudian.

Hei, mengapa Hyung-hyungku jadi sinting begini?

“Lebih baik kau kuliti jerawatku daripada aku harus dekat-dekat dengan adik kalian itu…”

Mereka tertawa semakin keras lalu menjitak kepalaku bergantian.

“HYAK!.. HYUNG!”

*

End of part 2

Next Part. Alkan lebih sadis….

Hehehe, gomawo dah baca, pi jgn lupa koment yak….

32 thoughts on “He’s Our Girl part 2

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s