13 My Lucky Number part 2

[Freelance] 13 My Lucky Number ~ Part 2

 

Author                        : Inkania

Main cast        : Kyuhyun Super Junior, Kim Eunri (karangan author)

Support cast   : Minho SHINee, member Super Junior

Rating             : PG

Genre              : romance, comedy (?)

Disclaimer       : ini FF murni dari pikiran author :D dan pernah dipublish di blog pribadiku inkakania13.wordpress.com

Part 2 nya udah jadi! Happy reading ^^

 

KYUHYUN POV

 

MWO?! Apa-apaan yeoja ini?! Aku sangat kaget mendengar apa yang dia katakan barusan. Aku namjanya? Oh sepertinya hal buruk akan menimpaku.

“ya! Siapa kau berani-beraninya menyebutku sebagai namjamu? Aku sama sekali tidak mengenalmu!”, kataku mungkin sedikit membentak. Aku lupa kalau suasana sedang hening, semua orang langsung menatapku dengan pandangan curiga. Aigoo! Bagaimana dengan imageku sebagai Kyuhyun Super Junior?!

“apa kau bilang?”, tanyanya. Apa dia tuli? Namun tiba-tiba yeoja ini menangis. Suaranya kencang sekali!

“kau tidak mau mengakui aku sebagai yeojachingu mu? Kau mau mengkhianatiku?!”, bentaknya. Samar-samar aku dengar orang lain mulai berbicara yang tidak-tidak tentangku. Apa yeoja ini punya nyawa lebih dari satu sampai berani memperlakukanku seperti ini di depan umum?

“dulu kau bilang mencintaiku dan tidak akan meninggalkanku! Mana janjimu itu? Apa kau mau aku bertunangan dengan namja lain?”, tambahnya lagi dengan terus menangis. Astaga… yeoja ini! Sekilas aku merasa seperti ada kilatan petir di ruangan ini. Tapi sepertinya itu tidak mungkin. Kubalik badanku dan ASTAGA! Banyak sekali wartawan disini! Langsung kubalik lagi badanku dan bersiap berlari, sebelum akhirnya yeoja gila ini menarikku dan mencium pipiku.

“aku sangat mencintaimu Kyuhyun, kumohon jangan pernah tinggalkan aku…”, katanya. Kalau ini sebuah drama, mungkin orang yang menontonnya bisa menghabiskan satu pak tissue untuk menghapus air matanya. Aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa. Bukan aku shock walaupun sebenarnya iya, tapi aku tidak tahu frase kata seperti apa yang bisa menggambarkan kekesalanku saat ini.

“Kim Eunri apa yang kau lakukan? Ayo ikut eomma! Dan kau anak muda, ikut juga denganku!”, teriak seseorang yang sepertinya eomma dari yeoja gila ini. Kenapa semuanya jadi seperti ini? Ku lihat dari ujung mataku, manager Lee tampak panik, kau akan kubunuh hyung! Dengan langkah yang setengah berlari aku mengikuti yeoja ini menuju ke sebuah tempat yang agak sepi. Sesampainya di tempat itu, yeoja ini membisikkan sesuatu ke telingaku.

“kau diam saja! Jangan berkata macam-macam atau kuhancurkan karirmu! Appaku bisa melakukan apapun yang aku pinta!”, bisiknya pelan tapi tajam menusuk indera pendengaranku. Hey apa maksudnya? Dia kemudian menatapku dengan pandangan yang seolah berkata ‘kubunuh kau kalau kau macam-macam!’. Menyeramkan sekali.

“apa hubunganmu dengan anakku?”, Tanya eomma yeoja ini. Sial! Aku harus menjawab apa? Tiba-tiba mataku bertemu pandang dengan mata yeoja itu. Sejak kapan aku bisa takut hanya karena ditatap seperti itu? Biasanya orang lain yang akan takut jika menatap tatapan evilku.

“eh aku bu-“

“dia namjachingu ku eomma. Aku memang belum memberitahukannya kepada eomma dan appa. Tolong batalkan pertunanganku dengan namja yang tadi. Aku tidak tertarik padanya”, sergahnya. Haruskah kupukul kepalanya menggunakan sepatuku?

“ah anakku Eunri memang pandai memilih seorang namja. Eomma restui hubungan kalian. Urusan pertunanganmu biar eomma yang akan bilang pada appamu. Baiklah, sebaiknya kalian disini saja dulu, eomma akan menemui appamu Eunri~ah”, ucap eomma yeoja ini. Aigoo bagaimana mungkin aku menjadi namjanya? Namanya saja aku tidak tahu! Setelah eommanya pergi, langsung saja kutarik lenganku yang daritadi dipeluknya.

 

 

EUNRI POV

 

Eomma akhirnya menggagalkan pertunanganku dengan namja bernama Choi Minho tadi. Tanganku dilepas paksa oleh Kyuhyun yang daritadi melingkar di lengannya. Kasar sekali dia.

“jelaskan padaku sekarang juga”, katanya datar tapi menyeramkan.

“kau tenang saja”, jawabku enteng.

“tenang katamu?! Kau tidak tahu aku ini siapa hah?”, tanyanya. Tentu saja aku tahu! Kalau aku tidak tahu, tidak mungkin kau berada disini sekarang.

“aku tahu. Kau Cho Kyuhyun member Super Junior kan?”, jawabku enteng.

“lalu apa maksudmu berkata kalau aku adalah namjachingumu?! Namamu saja aku tidak tahu!”, katanya dengan suara setangah berteriak tapi terdengar mengalun merdu di telingaku.

“aku hanya bercanda tadi. Tak usah dianggap serius”

“MWO?! Kau bilang bercanda? Ya! Apa kau tidak tahu tadi banyak sekali wartawan disana! Kau benar-benar ingin menghancurkan karirku?!”, ucapnya berteriak. Ku tarik kata-kataku tadi, suaranya terdengar seperti malaikat pencabut nyawa dari neraka.

“kau ribut sekali! Paling hanya sekedar gosip di surat kabar atau mungkin di televisi. Abaikan saja, nanti juga menghilang sendiri”, ucapku polos. Lama-lama aku cape meladeninya.

“sangat mudah sekali kau bicara seperti itu. Aku malas terkena skandal dengan siapapun termasuk kau!”, ucapnya dengan suara yang semakin tinggi.

“Cho Kyuhyun kecilkan suaramu! Masalah kecil begini saja kau benar-benar rebut. Kan aku sudah bilang aku hanya bercanda”

 

KYUHYUN POV

 

Bercanda katanya? Selera humornya benar-benar buruk.

“apa kau mau kubunuh?”, ancamku.

“tidak”, jawabnya tanpa dosa. Aku bisa benar-benar gila kalau seperti ini! Kemudian handphoneku berbunyi. Telepon dari manager Lee. Ah.. sepertinya dia yang harus kubunuh, karena sudah membawaku dalam masalah ini. Ku angkat telponnya.

“Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan! Sejak kapan kau berhubungan dengan anak dari Kim Hyunsu?! Apa kau ingin dimarahi oleh managemenmu?!”, teriaknya membuatku menjauhkan handphone dari telingaku. Kenapa dia yang marah?

“ya! Hyung kenapa kau yang marah padaku? Aku yang harusnya marah padamu karena sudah membawaku ke acara ini dan membuatku terkena masalah ini!”, jawabku tak kalah keras. Seenaknya saja dia menyalahkanku.

“eh apa maksudmu?”, tanyanya.

“ah nanti saja kuceritakan padamu. Sekarang kau tunggu aku di pintu belakang. Bawa aku pergi dari tempat ini!”, kataku.

“arraseo”, jawabnya kemudian menutup telpon. Tanpa mengatakan apapun aku langsung pergi dari ruangan itu. Tapi yeoja itu tiba-tiba menarik tanganku.

“mau kemana kau?”, tanyanya. Untuk apa dia bertanya?

“pergi dari tempat terkutuk ini” dan tentu saja pergi dari hadapanmu.

“kau mau lari dari tanggung jawabmu? Kau sudah masuk dalam masalah ini, jadi kau tidak bisa pergi begitu saja”, katanya dengan nada bicara yang menyebalkan ditelingaku. Dia mau bermain-main denganku?

“terserah kau mau bicara apa. Dasar yeoja gila”, ucapku kemudian langsung pergi dari tempat itu. Hampir saja sepatunya akan mengenaiku kalau aku tidak menghindar. Aku khawatir kalau dia ternyata adalah pasien baru saja kabur dari rumah sakit jiwa.

Setelah menunggu hampir lima menit di pintu belakang hotel ini, muncul juga manager Lee dengan mobilnya. Langsung saja aku masuk dan kuceritakan apa yang terjadi tadi.

“kenapa kau tertawa hyung? Aku tidak menceritakan komedi kepadamu”

“ceritamu itu lucu! Aku tidak bisa membayangkan wajahmu tadi”, katanya sambil terus tertawa. Lama-lama kusumpal mulutnya dengan sepatuku.

“berhenti menertawaiku hyung. Ah, aku malas sekali kalau besok menyebar gosip tentangku dengan yeoja gila itu. Berani sekali dia mencium pipiku, padahal banyak wartawan tadi.”

“itu resikomu. Abaikan saja. Lama-kelamaan gosip itu akan menghilang”, jawabnya.

“apa yang hyung katakan sama persis dengan yang dikatakan yeoja gila tadi. Lebih baik hyung berhenti berbicara daripada aku melakukan yang hyung tidak pernah duga”, ucapku sesederhana mungkin agar hyungku yang satu ini mengerti. Emosiku benar-benar terkuras saat ini. Kulihat dia mengatupkan mulutnya sebagai tanda dia akan diam, ah.. dia ternyata masih menyayangi nyawanya.

 

***

            Sesampainya di dorm aku dibuat kaget dengan pemandangan yang aku lihat. Sedang apa semua hyungku berderet rapi di depan TV seperti itu? Tapi sepertinya mereka belum menyadari kedatanganku. Buktinya sekarang aku berdiri dibelakang mereka dan mereka tetap fokus pada apa yang mereka lihat di TV. Auraku memang tak sekuat Yesung hyung sepertinya. Karena penasaran aku pun menonton acara yang sedang ditonton oleh semua hyungku. Dan sepertinya jantungku terlepas dari tempatnya setelah aku melihat apa yang dibahas TV itu sekarang.

“OMO! Beritanya sudah menyebar! Cepat sekali!”, teriakku, membuat semua hyungku menatapku dengan tatapan tajamnya. Aku mundur selangkah bermaksud untuk lari secepat yang ku bisa dan mengunci diriku dikamar sebelum akhirnya Siwon dan Donghae hyung yang menarikku duduk ditengah-tengah mereka. Mereka mulai duduk membuat pola lingkaran. Seperti konferensi meja bundar saja.

“Kyu, jelaskan pada kami mengenai gosip di TV tadi”, Tanya Teuki hyung.

“sejak kapan kau mempunyai seorang yeojachingu?”, Tanya Wookie.

“kenapa kau tidak memberitahu kami terutama padaku?”, Tanya Sungmin hyung.

“Kyu, kau telah menonton koleksi film yadongku ya sampai kau akhirnya mendekati seorang yeoja?”, Tanya Eunhyuk hyung yang otomatis membuatku dan kesemua member menoleh ke arahnya. Tanpa aba-aba mereka semua langsung memukul kepalanya.

“pertanyaan macam apa itu?!”, Tanya Donghae hyung.

“appo! Aku hanya bercanda”, balas Eunhyuk hyung. Pasangan ikan dan monyet ini memang aneh.

“ayo Kyu jawab pertanyaan kami”, pinta Siwon hyung.

“banyak sekali pertanyaan kalian”

“ayo cepat jawab Kyu. Jangan buat kami penasaran”, ucap Yesung hyung.

“aku malas menceritakannya”, jawabku yang langsung membuat semua member memelototiku. Aku tidak takut sebenarnya. Tapi tetap saja jumlah mereka ada sembilan orang.

“ara, ara, aku akan menceritakannya. Berita itu bohong. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan yeoja itu. Dia hanya yeoja gila yang tiba-tiba bilang kalau aku adalah namjachingunya di acara tadi. Jangan salah paham”, jelasku. Tapi sepertinya mereka tidak puas dengan jawabanku.

“yeoja gila yang kau maksud itu Kim Eunri? Dia itu cantik Kyu! Apa matamu katarak?”, Tanya Heechul hyung. Cepat sekali dia bereaksi.

“terserah sajalah kalian mau bicara apa. Dimataku dia itu gila! Dia tiba-tiba merangkul tanganku dan berteriak dihadapan banyak orang kalau aku itu namjachingunya. Menurutku tingkat kenekatannya melebihi para ELF yang tergila-gila padaku. Aku tahu ketampananku memang tidak bisa disangkal oleh apapun”

“aish kau mulai lagi Kyu… kenapa hanya kau yang diajak ke acara itu? Kami juga kan pernah menjadi model untuk merk baju SPAO itu”, kata Donghae hyung.

“karena hanya aku yang tidak ada jadwal tadi. Sudahlah aku malas membahasnya”, jawabku ketus.

“sudahlah kita semua harus beristirahat. Besok kita harus beraktivitas lagi”, ucap Teuki hyung. Kami semua pun langsung memasukki kamar masing-masing. Dan member-member yang lain pun kembali ke habitatnya di lantai atas. Kira-kira apa yang akan terjadi besok? Pasti wartawan-wartawan itu akan menguntitku kemana-mana. Ah menyebalkan sekali!

 

 

EUNRI POV

 

Akhirnya sampai juga di rumahku yang tercinta ini. Maafkan aku appa telah membuatmu malu di depan rekan-rekanmu. Setidaknya aku tidak jadi ditunangkan dengan Choi minho itu. Aku lebih memilih ditunangkan dengan Cho Kyuhyun daripada dengannya. Eh tapi aku tidak tahu apa-apa tentangnya kecuali tentang dia yang merupakan member ke-13 di Super Junior. Dia tidak bisa pergi begitu saja dariku. Tidak lucu kan aku yang sudah dengan susah payah bilang kalau dia adalah namjachinguku dan tiba-tiba besoknya dia berjalan dengan yeoja lain. Sandiwara ini yang telah menyelamatkanku dari pertunangan itu.

“Kang Jinhyun~ssi bisakah aku meminta bantuanmu? Bagaimanapun caranya tolong cari tahu berapa nomor handphone Cho Kyuhyun anggota Super Junior. Ku tunggu besok. Gamsahamnida”, ucapku kemudian memutuskan sambungan telpon. Ah enak juga ternyata hidup seperti ini. Katakan yang kau inginkan dan kau akan mendapatkannya.

 

 

AUTHOR POV

 

Akhirnya pagi ini Eunri berhasil mendapatkan nomor Kyuhyun. Disimpan nomor itu di handphonenya dan ia pun menelponnya.

“yoboseo. Nugu?”, jawab Kyuhyun di telponnya.

“ini aku. Kim Eunri”, jawab Eunri.

“kau?! Kau dapat dari mana nomor handphone ku?”, Tanya Kyuhyun terkaget-kaget.

“kau tidak perlu tahu. Jangan coba untuk mengganti nomormu, karena percuma aku akan mendapatkannya lagi nanti”, jawab Eunri sambil terkekeh.

“apa maumu?”, Tanya Kyuhyun datar.

“kau harus membantuku bersandiwara di depan eomma dan appaku. Mereka sudah terlanjur mengenalmu sebagai namjachinguku. Kalau sekarang tiba-tiba kau menghilang, bisa-bisa aku dijodohkan lagi dengan Choi Minho itu”, jelas Eunri.

“aku tidak peduli”, jawab Kyuhyun.

“ayolah… hanya di depan eomma dan appaku saja. Kau tidak perlu sampai berbohong pada media. Bilang saja kita hanya berteman. Eomma dan appaku orang sibuk, mereka tidak akan tertarik pada berita-berita tidak penting seperti itu”, ucap Eunri.

“ah kau merepotkan saja! Kalau aku tidak mau, apa yang akan kau lakukan?”, sungut Kyuhyun.

“kucekik lehermu”, balas Eunrim tajam.

“kau ini seperti setan, menyeramkan sekali. Baik, akan kulakukan. Tapi sampai kapan? Aku masih ingin menikah dengan yeoja yang aku cintai, jangan sampai aku jadi perjaka tua karena terikat padamu”, Tanya Kyu.

“cukup satu bulan saja, setelah itu kau bisa pura-pura memutuskanku atau sebaliknya”, balas Eunrim.

“arraseo. Lalu apa yang harus aku lakukan?”, Tanya Kyuhyun.

“sesekali berkunjunglah ke rumahku. Temui appa dan eommaku agar mereka tidak curiga”, jawab Eunrim.

“ah baiklah”, jawab Kyu.

“baiklah, gomawo! Sudah ya, aku ada kuliah hari ini”, balas Eunrim sebelum memutuskan sambungan telponnya.

 

 

EUNRI POV

 

Ah lega rasanya setelah tahu kalau Kyuhyun mau bekerja sama denganku. Kulangkahkan kakiku ringan setelah sampai di kampus. Kenapa ini? Kenapa semua orang menatapku seperti itu? Terutama para yeoja. Ah, apa gosip itu sudah menyebar?

“hey kau Kim Eunri! Tunggu dulu!”, teriak seorang yeoja di belakangku. Sepertinya ada tiga orang. Ku hentikan langkahku. Tiba-tiba dia mendorongku ke dinding dan menampar pipiku. Dia cari mati.

“ya! Apa yang kau lakukan?!”, bentakku. Tidak terima aku diperlakukan seperti ini. Seenaknya saja mereka.

“kau tidak pantas dengan Kyuhyun oppa! Bisa-bisanya kau pacaran dengannya!”, teriak salah satu yeoja yang mengelilingiku. Sepertinya aku sudah menjadi tontonan gratis pagi ini. Oppa? Dia memanggil Kyuhyun itu dengan sebutan oppa? Sedikit menjijikkan di telingaku.

“kau menamparku hanya gara-gara itu? Kekanak-kanakan sekali. Kau menyukai seseorang yang belum tentu menyukaimu. Bahkan mengenalmu saja tidak. Konyol”, cibirku. Sepertinya salah satu diantara mereka akan menjambak rambutku kalau saja Hyorin tidak memanggilku.

“Eunri~ah! Apa yang sedang kau lakukan disitu? Kelas sebentar lagi dimulai! Kita ada kuis!”, teriak Hyorin dari kejauhan. Ku terobos tubuh mereka yang seperti pagar dihadapanku dan berlari menuju Hyorin. Sekarang masih pagi, tapi masalah sudah muncul. Berat sekali menyandang gelar sebagai yeojachingunya Kyuhyun. Mengerikan.

 

***

            Kuis pun selesai. Hyorin mengajakku makan ke kantin. Ku iyakan saja karena cacing di perutku sudah berteriak kelaparan. Sesampainya di kantin aku mengambil tempat duduk pada meja nomor 13. Ah angka ini selalu menjadi angka keberuntunganku. Buktinya sekarang kantin penuh, hampir saja aku tidak akan kebagian tempat duduk. Setelah duduk di kantin aku sedikit heran pada Hyorin. Dia tidak membahas atau bertanya sedikit pun tentang gosip yang memberitakanku dengan Kyuhyun. Padahal daritadi banyak yang bertanya padaku, sekalipun orang itu tidak ku kenal. Apa di rumahnya tidak ada TV?

“Hyorin~ah apa kau tidak ingin bertanya kepadaku?”

“bertanya apa? Tentangmu yang digosipkan dengan Kyuhyun Super Junior itu?”, tebaknya tepat sasaran.

“aku hanya heran. Daritadi banyak sekali yang bertanya padaku, tapi kau diam saja”, jelasku.

“memangnya berita itu benar? Aku bertanya pun aku sudah tahu jawabanmu. Daritadi aku mendengar kau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari yeoja-yeoja itu. Jadi untuk apa aku bertanya lagi padamu”, jawabnya. Ah, beruntung sekali mempunyai teman sepertinya. Tidak repot-repot ikut campur dalam masalah orang lain. Baguslah, setidaknya dia tidak seperti yeoja-yeoja tadi yang sangat rebut menanyakan hal ini itu padaku.

“aku kira di rumahmu tidak ada TV”, ucapku polos.

“enak saja kau bilang begitu”, jawabnya.

“tapi kenapa rasanya heboh sekali saat ada gosip tentang Kyuhyun dekat dengan yeoja lain? Bukankah itu hal biasa? Artis kan biasa digosipkan dengan banyak yeoja”, tanyaku pada Hyorin. Hyorin berhenti menyantap dubbokkinya dan menatap ke arahku.

“kau benar-benar tidak tahu apa-apa tentang Kyuhyun?”, tanyanya. Aku menggeleng. Sudah tentu aku tidak tahu, aku baru sebentar di Korea.

“dia itu jarang sekali digosipkan dengan yeoja. Jadi pasti sangat heboh saat ada berita tentang dirinya dekat dengan seorang yeoja”, jelasnya. Oh begitu rupanya. Aneh rasanya namja setampan dia tidak dekat dengan yeoja. Kasihan sekali dia tidak laku. Atau apa jangan-jangan dia tidak normal? Aigoo jangan sampai aku berpura-pura pacaran dengan orang yang seperti itu!

“kenapa kau tidak memesan makanan? Bukannya kau bilang kalau kau tadi lapar?”, Tanya Hyorin memecah pikiran burukku tentang Kyuhyun. Benar juga, daritadi perutku berbunyi.

“baiklah aku pesan makanan dulu” kemudian aku memesan makananku. Kuputuskan memesan jjajangmyeon. Sudah lama aku tidak makan itu. Di Italia susah sekali mencari makanan Korea.

“ahjumma aku pesan satu porsi jjajangmyeon dengan lemon tea”, kataku.

“baik, silahkan tunggu sebentar” tidak lama menunggu pesananku sudah jadi. Kuambil nampan pesananku dan mulai berjalan menuju mejaku tadi dengan Hyorin. Waw agak banyak orang di kantin ini sedang berlalu lalang, sepertinya sekarang memang jam untuk makan siang. Dengan hati-hati kubawa nampanku, mengantisipasi hal buruk yang akan terjadi pada nampan berisi makanan dan minumanku ini. Beberapa langkah lagi aku sampai di mejaku. Namun saat selangkah terakhir ada seseorang yang menyenggolku. Keseimbanganku oleng dan hampir menjatuhkan nampanku sebelum seseorang menangkapnya dan nampan itu tidak jadi jatuh ke tanah. Ah, untunglah. Kalau sampai makanan itu jatuh aku harus memesannya lagi dan sekarang kantin sedang penuh, perutku sudah lapar sekali.

“gwenchana? Kau harus berhati-hati Eunri~ah”, katanya.

“gwenchana”, jawabku. Eh? Dia tadi memanggil namaku? Kutatap seorang namja dihadapanku.

“kau?!”

 

***

TBC

 

Ayo kira-kira itu siapa? Part 3 nya ditunggu aja yaa… comment please! :D aku butuh masukkan buat FF pertamaku…

20 thoughts on “13 My Lucky Number part 2

  1. siapa yg nolong eunri minho/kyu?
    Kyu tumben setuju jd pacar pura2 biasa y kan kekeh ma pendirian y ato ngak pake imbalan. . .
    Lanjut. . .2 biasa y kan kekeh ma pendirian y ato ngak pake imbalan. . .
    Lanjut. . .

  2. Aq harap sih kyu! Tp klo minho jg alhamdulillah :)
    Evil vs. Flaming charisma?! -o-

    Enak aje lu blg yeoja gila, elu yg gila =P
    kerjasama dng baik ya ndo ^^

  3. mmmmhhh… chingu aQ ad prmntaan nii klo bole..

    karakter evil na kyu lebi d keluarin donkk..
    aQ ska dya klo lgi marah, kesel, ato d marain hyung2 na.. *hehee*
    mianhae… gomawo..

    mnrt Q it minho…

    lanjutinn thor..:)

  4. kyuhyun gitu banget, susah banget diajak kerjasama hahaha
    oiya thor. kok kyuhyun kurang gereget ya kalo marahnya? saran aku ajasih bikin kyuhyun lebih nyebelin minta digampar gitu deh. tapi ini cuma saran loh ya :D

    saya mau lanjut baca~

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s