Fleumente:Sazzatrivvia Marchen Princess (part 1)

Title : Fleumente:Sazzatrivvia Marchen Princess (part 1)

Author : shfrasapphireblue98

Main Cast : Lee Donghae Super Junior, Choi Siwon Super Junior as Andrew Choi, Choi Sooyoung SNSD as Summer Choi, Narsha D’Flamelle

Support Cast : Veile ZeActuqqaz

Rating : all ages

Genre : fantasy, romance, friendship

Ps : ini baru aku post di blog pribadiku dan mungkin selanjutnya Cuma post diblog pribadiku XD *ditimpuk* oyah, ini pernah kupost disini juga http//girlyfiction.wordpress.com/ *visit kesana yah ^^*

Disclaim : NO PLAGIAT OKE ??! dan ff ini murni hasil imajinasi saya.

NO SILENT READER!

Aku hanyalah author amatiran yang butuh komen kalian.

JEBAL!!!

Oke, Happy reading ^^

Note: Narsha, Veile dan lain lain hanyalah karakter fiksi saya ^^ dan disini gak ada percintaan antara member gb dan bb, aku menghargai antis couple couple tersebut ^^

***

 

 

Jangan pernah hanya terpaku pada sebuah cerita.

Karena, didalam sebuah cerita menyimpan begitu banyak cerita.

Entah apa yang dimaksud, hanya saja, kau dapat mengikuti jalur yang mengalir

***

Disebuah ruang didalam kastil besar milik seorang raja.

“pengawal”

“ya yang mulia?”

“bisa tolong panggilkan Narsha? Ada suatu keperluan yang harus aku bicarakan dengannya.”

***

 

#The Other World# [Narsha PoV]

Sendiri. Seperti biasa, aku hanya sendiri memandang keluar jendela kamar.

Terbentang pemandangan yang menurutku sendiri sangat indah. Ya, ajaib.

Semua penuh dengan sentuhan sihir. Bahkan untuk diriku yang lahir disini, bagiku semua terlihat ajaib.

Aku, Sazzatrivvia Narsha D’Flamelle Uzzqaria, putri mahkota dari kerajaan Sazzatrivvia.

Sebagai seorang putri mahkota aku memang punya tugas yang berat, namun aku menikmati semua.

Terdengar ketukan pintu yang berasal dari depan kamarku. “masuk”

“tuan putri, anda dipanggil oleh baginda raja”

“ayahanda? Ada apa?”

“sebaiknya anda turun kebawah”

“aku akan segera kesana”

“baiklah”

Kuangkat badanku agar dapat berdiri dari tempat tidur dan langsung turun kebawah menghampiri ayahandaku.

***

“ayahanda memanggilku?” tanyaku pada ayahanda yang langsung disambut hangat dengan senyuman cerahnya yang tertera dibibirnya.

“ya. Ayahanda ingin membicarakan sesuatu denganmu. Kemari”

Aku mendekat kearahnya dan duduk berlutut didepannya.

“ada apa ayahanda?”

“keluarga kita sedang berada dimasa sulit saat ini. Kerajaan Sazzatrivia akan segera dipimpin oleh keluarga A Daimoqqiasz jika kita tidak berwaspada”

“apa yang harus aku lakukan?”

“apa kau, Sazzatrivvia Narsha D’Flamelle Uzzqaria, putri yang telah lahir dan diberkahi oleh kehormatan kerajaan, bersedia untuk mengasingkan dirimu didunia sana untuk mencari takdir kerajaan kita yang sesungguhnya?”

Terdiam, aku berpikir sebentar. Semua demi kerajaan dan rakyatku. Aku harus kedunia sana dan meninggalkan dunia sihir ini? Apa yang harus aku katakan?

Ya, jawabannya telah kuputuskan.

“aku mau ayahanda.”

“exteuia ouiiqazz diamorra, araaxia”

Ayahandaku selesai mengucapkan seluruh mantra.

Dalam hitungan detik tubuhku dikelilingi bunga bunga dan perlahan mengilang sedikit demi sedikit.

“temukanlah takdir kerajaan kita disana. Jangan pernah kembali hingga kau menemukan jawabannya”

“baik ayahanda”

“Fleumente”

Satu kata mantra dan semua menghilang.

Perlahan aku dapat merasakan tubuhku pergi dari duniaku. Ya, pergi dan menghilang. Aku takkan pernah kembali hingga aku menemukan semua jawabannya, takdir kerajaan. Tidak akan.

Pandanganku mulai terlihat jelas setelah sekian lama hanya melihat hitam dan gelap.

Sebuah pemandangan terlihat jelas dihadapanku. Pepohonan, air mancur, dan orang orang.

Bruk.

Dalam satu bunyi aku terjatuh disebuah dunia yang tidak kukenal.

Tring…

Dengan sebuah bunyi kecil aku mendengar sebuah kaca terjatuh ditanah.

Sebuah cermin berbentuk bunga khas dari Sazzatrivia.

Aku menunduk dan mengambil cermin itu.

Ada sebuah kertas yang mengatakan bahwa aku akan tau kegunaan cermin itu pada saatnya.

Kulihat lagi pemandangan asing yang ada didepanku.

Dimana aku?

***

 

#The Girl# [Donghae PoV]

Pagi yang indah.

Aku berjalan disebuah taman sendirian dibaluti perasaan damai didalam hatiku.

Akhirnya aku bisa berjalan sendiri tanpa kejaran para ELF. Aneh memang, namun aku senang karna tak ada satuoun ELF yang ada didekatku.

Apa itu? Sebuah cahaya, tidak mungkin lebih tepatnya beberapa cahaya.

Cahaya cahaya kecil itu perlahan membentuk sebuah tubuh. Semakin lama semakin terlihat jelas.

Sesosok perempuan bertubuh sempurna diikuti wajahnya yang sangat sempurna tampil dihadapanku. Satu kata untuknya, sempurna. Dia menggunakan gaun yang menurutku terlihat sedikit aneh. Hanbok? Bukan. Jauh, sangat tidak bisa dikatakan sebuah hanbok.

Dia berdiri didepanku dengan mata terbuka, sayu, namun indah, sangat indah.

Setelah beberapa waktu aku memperhatikannya, akhirnya aku berani untuk menyapanya “annyeong haseo?”

Dia terpana dan membalas perkataanku “hallo”

Aneh, dia tak membalas sapaanku dengan bahasa korea.

Mata biru nya yang transparan menunjukkan tanda tanda kebingungan. Bahkan dia tak mengacuhkanku yang berada didepannya. Dia sedang sibuk memperhatikan keadaan sekelilingnya. Tersesat mungkin?

“mianhe, nuguseiyo?”

Dia memandangku dengan pandangan tak mengerti. Dahinya mengkerut dan matanya memandangku dalam dalam.

“kau tidak menggunakan bahasa yang biasa kugunakan. Namun aku mengerti apa yang kau katakan dan aku dapat berbicara dengan bahasa yang sama denganmu”

Apa yang dia katakan? Apa dia bukan berasal darisini? Korea?

“darimana kau berasal dan siapa dirimu?” tanyaku padanya.

Dia tersenyum lembut dan membuka mulutnya “kurasa kau harus lebih sopan saat berbicara denganku, tuan”

Ajaib, sikapnya sangat anggun dan elegan.

“baiklah jika itu yang kau mau nona. Darimana kau berasal dan siapa namamu?”

Dia kembali tersenyum lembut padaku “bukankah tidak sopan jika kita memulai sebuah pembicaraan ditengah keramaian seperti ini? Bisakah kau membawaku kesuatu tempat? Aku akan menceritakan semuanya, jika aku bisa”

Apa maksudnya? Suatu tempat? Dimana aku bisa membawanya? Apa aku harus membawanya ke dorm? Tapi, hey. Aku bahkan tak mengenalnya. Tak mungkin aku dapat membawanya kedalam dorm. Ya, tak mungkin.

“mianhe agasshi, aku tak bisa. Kita belum saling mengenal”

Dia tersenyum seakan mengerti.

“namun jika kau mau, kita bisa duduk disana?”

Aku menunjuk sebuah bangku yang terdapat ditaman. Semoga saja dia mau.

Dia mengangguk dan berjalan kearah sana. Bahkan saat menganggukkan kepala saja gerakannya begitu anggun.

Aku bergegas mengejarnya hingga kami sampai dibangku itu. Satu yang keanehan yang kurasakan. Entah mengapa aku merasa bahwa aku sangat mengenalnya, aku merasa tak asing dengannya. Ada apa?

Aku duduk disampingnya.

“aku, Sazzatrivvia Narsha D’Flamelle Uzzqaria seorang putri mahkota dari kerajaan sihir Sazzatrivvia yang diutuskan untuk kesini sendirian.”

Apa?

“bisa kau jelaskan namamu satu persatu? Maaf, aku tak mengerti”

Dia terkekeh kecil “aku baru menyadarinya sekarang. Kau hanya manusia biasa yang tinggal didunia ini bukan? Sudahlah, kau tidak akan mengerti yang kumaksud. Narsha”

Dia tersenyum dan mengulurkan tangannya padaku. Narsha? Bukankah itu nama yang asing? Sebenarnya siapa dia? Dan mengapa dia mengatakan bahwa aku hanya manusia biasa yang tinggal didunia ini? Aku tak mengerti.

“Lee Donghae.” Aku menyambut uluran tangannya dan tersenyum padanya. “salam kenal Narsha-ah”

“cukup memanggilku Narsha. Salam kenal Donghae”

Yeoja yang aneh, namun aku merasa tertarik dengannya. Narsha..

“-“-“-“-“

 

#Miror and Veile# [Narsha PoV]

Aku bertemu dengan laki laki bernama Donghae yang sangat baik.

Walaupun sejujurnya aku baru mengenalnya, namun aku sangat nyaman saat berbicara dengannya.

Cermin dipangkuanku tiba-tiba bersinar. Ya, cermin yang tadi.

Beberapa sinar kecil keluar dari dalam, lama kelamaan sinar sinar itu berkumpul dan berbentuk menjadi seseorang. Siapa?

“selamat pagi tuan putri, aku disini untuk menemanimu. Yang mulia raja yang menyuruhku.”

Aku tersenyum padanya, ya, dia adalah seorang pengawalku didalam kerajaan. Pengawal setia kurasa karena dia memang ditugaskan untuk menjagaku.

“Veile ZeActuqazz Rumannov. Pengawal tuan putri Narsha”

Aku mengangguk membenarkan perkataan Veile yang sedang menunduk pada Donghae yang terlihat sangat bingung akan kedatangan Veile. Ya, kurasa dia kaget akan kedatangan Veile yang sangat tiba-tiba.

“aku disuruh oleh baginda raja untuk menemanimu selama anda berada disini tuan putri.”

“ayahanda? Bukankah dia menyuruhku untuk mencari takdir Sazzatrivvia sendirian?”

Veile tersenyum simpul. Ya, dia memang tipe laki laki yang tenang dan sedikit dingin. Namun sesungguhnya Veile sangat baik.

“dia menghawatirkanmu yang berada disini sendiri nona. Kau baru pertama kalinya berada disini bukan? Janganlah memaksakan dirimu. Aku akan menemanimu. Walaupun kau tetap harus mencari takdir Sazzatrivvia sendirian karena itu memang tanggung jawabmu. Aku tak bisa membantumu”

Hening sejenak. Aku tak dapat mengatakan apapun.

“ingatlah nona, bahwa takdir Sazzatrivvia ada ditanganmu. Jangan sampai kau menghianati Sazzatrivvia”

“ya, aku tau itu. Maka, aku akan berusaha sebaik mungkin dan memberikan yang terbaik untuk Sazzatrivvia”

“kau adalah harapan kami tuan putri”

“-“-“-“-“

[Donghae PoV]

Apa ini? Siapa dia? Sazzatrivvia? Apa itu?

Sungguh, aku tak mengerti apa yang dimaksud oleh mereka.

Dengan seenaknya laki-laki itu datang kemari dan mengaku bahwa dia adalah seorang pengawal Narsha. Dan? Narsha adalah seorang tuan putri? Harapan Sazzatrivva? Siapa sebenarnya Sazzatrivvia itu?

Takdir? Apa sih yang sedang mereka bicarakan ini?

“maaf, siapa anda? Bisa tolong jelaskan semua? Aku tak mengerti apa yang kalian bicarakan.”

Laki-laki itu tersenyum simpul dan menjelaskan semuanya “aku, Veile ZeActuqqaz Rumannov. Seorang pengawal kerajaan dari kerajaan sihir Sazzatrivvia yang disuruh oleh raja kami untuk menemani tuan putri kami, Sazzatrivvia Narsha D’Flamelle Uzzqaria. Apalagi yang tidak kau mengerti?”

Aku terdiam. Sejujurnya tak ada satupun hal yang kumengerti dan aku tak dapat menjelaskan apa sebenarnya yang tidak kumengerti.

“kau tidak mengerti satupun eh? Menyedihkan” ujar laki laki bernama Veile itu kasar.

“sudahlah Veile. Dia hanya manusia biasa. Ingat? Kurasa dia tidak akan mengerti berapa kalipun kau menjelaskannya padanya” sahut Narsha menyambung perkataan Veile.

Laki laki itu mengerti dan langsung terdiam. “kau benar tuan putri. Dia tidak mengerti dan tidak akan pernah mengerti karena dia hanya manusia biasa. Namun, kurasa mau tidak mau dia harus mengetahui segalanya” aku? Harus mengetahui segalanya? Bagaimana?

“apa kau akan menggunakan mantra itu Veile?” ujar Narsha lirih.

“ya nona. Aku akan menggunakannya. Ini terpaksa”

“kau tau bukan bahwa mantra itu sangat berbahaya untuk manusia biasa? Bahkan untuk kaum kita, mantra itupun masih tergolong berbahaya.”

“ya, kita harus menerima semua apapun yang terjadi. Bagaimanapun juga kita membutuhkan bantuan darinya.”

Apa ini? “hey hey, apa yang kalian maksudkan? Kalian ingin membunuhku? Maaf, aku masih menyayangi nyawaku.” Ujarku dingin dan langsung berdiri. “kalau begitu, maaf, aku masih mempunyai urusan yang lebih penting daripada kalian”

“-“-“-“-“

[Narsha PoV]

Donghae bergegas berdiri untuk meninggalkan aku dan Veile disini.

“scrovaxie”

Dalam sekejap Donghae langsung menghentikan aktifitasnya dan terdiam.

Veile hanya diam melihat Donghae yang diam akibat mantra yang ditujukan olehnya kepada Donghae.

Bruk. Hanya dalam satu sentakan dan badan Donghae rubuh ketanah. Aku panik, tentu saja. Kuarahkan pandanganku pada Veile yang masih berada ditempat yang sama dengan raut wajah yang sama. Tenang. Apa yang ada dipikirannya? “cepat angkat dia Veile. Tidak sopan membiarkan orang yang baru kita kenal tidur ditengah jalan seperti ini. Apalagi kau telah memberinya mantra scrovaxie. Kau sendiri tau kan? Mantra itu ilegal untuk digunakan. Kau tidak bisa seenaknya memasukkan arti dan ingatan yang kau inginkan kedalam pikirannya. Apa sebenarnya yang kau rencanakan? Mengapa dia?”

Veile diam sebentar seraya mengangkat Donghae dan mendudukkannya diatas bangku taman.

“ada sebuah alasan yang aku sendiri tak tau apa. Hatiku berkata bahwa dia adalah seseorang. Ya, seseorang yang berpengaruh mungkin? Aku tak dapat menahan hasratku untuk memantrainya dengan mantra scrovaxie. Ada sesuatu tentang kita yang berhubungan dengan dia kurasa. Aku yakin bahwa ini adalah yang terbaik. Kita akan mengetahui semua jawabannya nanti” Veile memeriksa denyut nadi Donghae. Aku takut jika nadi dan jantungnya sudah tak berdenyut. Jujur saja aku khawatir dengannya. Seperti kata Veile, sepertinya dia mempunyai hubungan dengan kami? Entahlah.. jika benar, siapa dia? “masih hidup. Dia masih hidup. Mungkin akan sadar sekitar 2 sampai 3 hari”

Aku tergerak kaget mendengarnya “tiga hari?! Kau tidak salah Veile? Bagaimana jika ada seseorang yang mencarinya dan menghawatirkan dia? Kurasa kau sudah berbuat terlalu jauh Veile. Apa yang harus kita lakukan?”

“entahlah nona. Namun, kita harus pergi kesuatu tempat untuk membangun puri. Tak mungkin kita terus menerus berada disini. Ayo”

Aku beranjak berdiri namun ada sesuatu yang mengganjal. Donghae. Bagaimana dengannya? Aku memandang kebelakang membuat Veile memandangku “ada apa?”

“bagaimana dengan dia? Tak mungkin kita meninggalkannya disini. Tak aman” aku memandang Donghae dengan wajah sedikit khawatir. Veile ikut memandangnya sejenak sampai kurasa dia memutuskan sesuatu “baiklah, kita bawa dia ikut bersama. Flierqe”

Badan Donghae melayang bagaikan kapas yang ditiup oleh angin. Terlihat sangat ringan. “mizarev” ujarku lirih membuat badan Donghae tak terlihat oleh seorangpun kecuali aku, orang yang membuatnya tak terlihat.

“kau menggunakan mantra mizarev tuan putri?” aku mengangguk menjawab pertanyaan Veile “keputusan yang sangat tepat.” Aku tersenyum mendengarnya.

“ kau sudah tau kemana kita akan pergi?” tanyaku pada Veile untuk memutuskan. Veile mencium cincin yang tertera dijari telunjuknya ditangan kanannya. Sebuah tongkat cukup panjang menjulur keluar menggantikan cincin itu. Dia menyentuh diriku dan Donghae yang tidak terlihat. Kuakui sihir perasaan atau firasat Veile memang sangat hebat. Dia dapat mengetahui dimana letak sesuatu tanpa melihanya.

Dalam satu hentakan tongkat itu kami bertiga lenyap dari taman itu. Sensasi aneh seperti biasa. Semua seakan berputar. Kami berpindah tempat dalam satu detik.

***

#She’s come# [someone PoV]

Aku melihat kedalam pikiranku.

Dia telah datang. Ya, aku tau itu. Aku dapat merasakan kehadirannya. Putri keluarga D’Flamelle telah datang untuk menjemput takdirnya. Dia disini. Ya, bersama seorang pengawal kerajaan yang sangat setia dengannya. Tanpa kusadari, dia memiliki wajah yang sangat indah. Setiap lekuk lekuk wajahnya sangat sempurna. Persis seperti anggota keluarga kerajaan yang lain.

Seorang laki laki berada dekat dengannya.

Mengapa dia berada disamping putri itu? Apa yang dia lakukan? Dan bagaimana bisa?

“keluarlah”

Aku mendengar seseorang memanggilku. Suaranya membuat semua pikiranku buyar. Satu hal yang kuketahui, dia berada disini sekarang. Dan aku, harus segera menemuinya dengan statusku sebagai penyihir besar.

***

#Trouble Night in Q-Voocemelle With The Big Wizard# [author PoV]

Mereka berdua atau lebih tepatnya mereka bertiga –Veile, Narsha, dan Donghae tiba disuatu tempat yang sangat sepi.

Luas memang, sangat luas. Namun tak ada seorangpun manusia yang tinggal disana. Jangankan tinggal disana. Mendekat didaerah sanapun tak ada seorangpun yang mau. Begitu banyak berita yang tersiar tentang tempat itu. Entah para werewolf yang hidup disana, binatang aneh, ogre –makhluk hitam yang mempunyai tubuh aneh sehingga tidak bisa disebut sebagai penyihir, penyihir, vampire, hingga tumbuhan yang hidup dan berbicara.

Kadang terdengar desas desus tentang jejak manusia yang sudah meninggal disana. “exvenses” Veile mengucapkan satu kata kunci dan sebuah segel kekai yang melindungi tempat itu terbuka untuk mereka bertiga.

Narsha terlihat sangat terkejut saat mereka masuk kedalam kekai tersebut. Kekai merupakan sebutan untuk batas perlindungan suatu daerah. Makhluk yang tidak berada didalam perlindungan kekai tersebut tidak dapat melihat apa yang berada didalam kekai, berbeda dengan suara. Terkadang, mereka dapat mendengar suara suara yang berasal dari dalam kekai. Kekai berasal dari bahasa Jepang. Seorang manusia yang berubah menjadi penyihir karena suatu keajaiban yang menemukannya.

“sebentar lagi mereka akan keluar menyambut kita nona” ujar Veile pada Narsha yang disambut dengan anggukan mengerti dari Narsha.

“tuan putri Sazzatrivia Narsha D’Flamelle Uzzqaria. Selamat datang di Q-Voocemelle tempat berkumpulnya seluruh penyihir dan makhluk lainnya dari seluruh dinasti kerajaan yang datang ke dunia ini dengan suatu alasan tertentu. Mari ikut kami” seorang laki-laki bertubuh tegak dengan wajah datar berjubah hitam datang menghampiri mereka semua.

Peri peri kecil berterbanagn dimana-mana seakan menunjukkan arah jalan kepada mereka berempat. Sambutan untuk Narsha terlihat sangat antusias. Para ogre juga terlihat menyambut mereka.

Kelopak kelopak bunga berterbangan dimana-mana ditemani peri peri yang seukuran dengan kelopak bunga itu untuk menyambut mereka.

Setelah beberapa lama akhirnya mereka tiba ditujuan mereka. Puri besar yang berada ditengah hutan besar bernama Q-Voocemelle tersebut. Puri, ah mungkin lebih tepat dibilang kastil itu berwarna  coklat muda dengan beberapa tumbuhan menjalar disekitar dinding luarnya. Meskipun begitu, tumbuhan menjalar itu tidak mengganggu keindahan kastil tersebut. Indah.

Mereka berempat masuk kedalam.

Disempanjang jalan mereka disambut oleh para pelayan yang berada disana dengan segala hormat. Sampai saat ini mereka belum menyadari kehadiran manusia biasa, Donghae yang berada diantara mereka. Entah sampai kapan, dan entah apa yang terjadi jika mereka mengetahui sosok seorang manusia biasa diantara mereka.

“lucyvette” ujar Narsha lirih membuat sosok Donghae muncul kembali dan terkulai lemas diatas lantai. “bangunkan dia Veile, dan letakkan dia diatas tempat tidur. Tidak sopan jika kita membiarkan dia tertidur diatas lantai kastil seperti ini” Veile mengangguk dan mengangkat Donghae hanya dengan satu jentikkan jari.

Kini Donghae terlihat seperti tertidur pulas diatas kasur empuk didalam kastil ini. “kau disini untuk menjaganya. Aku akan keluar sebentar untuk memberitahu bahkan mungkin menjelaskan semua kepada para tetua diluar sana.”

Narsha keluar dari dalam kamar meninggalkan Veile dengan Donghae berjalan menuju sebuah ruangan yang dia tau jelas bahwa tetua dari segala jenis makhluk berada didalam sana.

Narsha membuka pintu besar yang ada dihadapannya dan mendapati segerombolan orang orang yang sudah tua berada didalam sana memberi hormat kepadanya.

“tuan putri” ujar seorang laki laki berumur 563 tahun dengan wajah tua yang sedang berdiri ditengah para tetua lainnya yang membentuk lingkaran disekitarnya “persilahkan aku untuk mengenalkan diriku. Namaku Reevalle Viidria tetua para penyihir disini, dan aku adalah pemegang kekuasaan tertinggi kedua disini tentu saja”

Narsha mengangguk pertanda bahwa dia mengerti maksud dari orang bernama Reevalle tersebut. “ada yang ingin kukatakan untuk para tetua disini” sahut Narsha memulai pembicaraan.

“katakanlah” jawab Reevalle yang diikuti anggukan setuju para tetua lainnya disekelilingnya.

“aku membawa seorang manusia kedalam sini barusan. Dia masuk bersamaku tadi” pengakuan yang terlontar dari bibir Narsha disambut oleh para tetua dengan jeritan kaget yang bersumber dari mana-mana. Tetua bernama Reevalle terlihat yang paling kaget dengan pengakuan Narsha.

“apa yang kau maksud nona?”

“aku membawa seorang manusia biasa kedalam sini dengan mantra mizarev sehingga dia tidak terlihat. Saat ini dia sedang berada didalam kamar dengan Veile karena sedang tidak sadarkan diri pengaruh mantra scrovaxie yang dilancarkan oleh Veile untuknya”

Gumam semakin terdengar dimana-mana. Reevalle terlihat sangat murka. “apa yang kau lakukan tuan putri? Kau menyerangnya dengan mantra scrovaxie? Kau tau bahwa mantra itu adalah salah satu mantra terlarang untuk manusia biasa. Kau tau bahwa mereka akan meninggal jika kita menyerang mereka dengan mantra scrovaxie. Dan, untuk apa semua  itu?”

“Veile yang melakukannya. Menurutnya………….”

“cukup omong kosongnya tuan putri”

Narsha melihat pintu besar itu terbuka dan sebatang pohon besar seukuran pintu itu masuk kedalam. Perlahan lahan sosok besar pohon itu mengecil dan kecil hingga menampilkan seorang laki laki tampan dengan tubuh tegaknya. Matanya yang bulat membuat Narsha terpesona. Dia berbicara dengan bibir tipisnya.

“perkenalkan, aku Andrew Choi. Penyihir besar, atau bisa dibilang aku adalah penguasa disini. Didunia luar kau bisa mengenalku dengan nama Choi Siwon”

***

#Summer and Andrew# [Narsha PoV]

Aku terbangun dipagi hari yang terik ini. Setelah perdebatan panjang semalam akhirnya Donghae diizinkan untuk tinggal disini. Suatu kebetulan karena Andrew atau Siwon adalah teman Donghae. Mereka berada didalam sebuah grup bernama Super Junior.

Aku turun dari kasurku dan segera mandi. Setelah beberapa lama akhirnya aku keluar dari dalam kamar mandi dan berganti baju.

Aku duduk termenung diatas kasurku. Apa yang harus kulakukan? Veile benar, aku tak mengetahui apa apa tentang dunia ini. Dan lebih parahnya lagi, dimana aku dapat menemukan takdir Sazzatrivia?

Tok tok.. aku mendengar seseorang mengetuk pintuku. Veile? “masuklah” pintu kamarku terbuka, seorang perempuan belia yang cantik dengan tubuh yang langsing juga tinggi tersenyum padaku “selamat pagi tuan putri. Aku adalah Summer Choi, adik dari penyihir besar, Andrew Choi. Didunia luar, orang orang mengenalku sebagai Choi Sooyoung”

Aku tersenyum padanya dan dibalas dengan senyuman indah dibibirnya.

Cantik sekali. Tok tok..

Aku mendengar pintu kamarku kembali diketuk. “masuklah” jawabku. Sesaat kemudian pintu kamarku terbuka dan penyihir besar yang baru kukenal semalam berada disana. Choi Siwon.

“bagaimana keadaan Donghae?” tanya Siwon padaku terdengar khawatir. Aku menarik napasku dalam-dalam dan menjawabnya “dia baik-baik saja. Menurut perkiraan Veile, dia akan sadarkan diri sekitar 2-3 hari. Jika dihitung dari sekarang, mungkin besok atau lusa? Yang pasti dia tidak apa-apa dan masih hidup”

Siwon mendesah seakan bersyukur dengan jawaban yang kuberikan tadi. Kulihat Summer juga sedikit tenang.

“syukurlah. Kami membutuhkannya di Super Junior”

“HAH??!!” teriakku kaget dengan jawabannya. Membutuhkannya di Super Junior?? Apa yang ada dipikirannya? Seorang temannya sedang tidak sadarkan diri karena sebuah mantra terlarang, dan yang dikatakannya adalah itu?

Aku tak mengerti apa yang aa dipikiran penyihir besar ini. Aku melihat Summer menjitak kepala Siwon membuat Siwon mendengus pelan “sakit!” Summer tersenyum puas dan berkata “rasakan itu. Temanmu sedang tidak sadarkan diri karena sebuah mantra terlarang dan kau mengatakan hal tidak masuk akal seperti itu?” ujar Summer yang jelas-jelas terlihat kesal dengan kata-kata Siwon tadi.

“ya, aku hanya bercanda. Sudahlah, lupakan hal tadi”

Aku tersenyum melihat mereka berdua. Tak lama kemudian gelak tawapun keluar dari bibirku.

***

#The Memories ‘bout Sazzatrivia# [Donghae PoV]

Dimana ini? Aku membuka mataku dan melihat atap rumah yang sangat tinggi. Dimana ini? Aku tau pasti bahwa ini bukanlah dorm. Karena suatu hal yang tidak mungkin jika dorm kita mempunyai atap tinggi seperti itu.

Aku mendengar derap kaki seseorang mendekati kamarku. Siapa?

Kreekk… bunyi geseran pintu kamarku sedikit menggangguku. Seorang perempuan dengan gaun sutra selutut masuk kedalam kamarku. Hal itu lebih menggangguku saat dia berjengit melihatku. Apa maksud semua ini?

“kau sudah sadar?” sapanya padaku. Dia berjalan mendekat padaku dan duduk tepat disampingku. Indah. Satu kata yang dapat kukatakan padanya. Indah..

“kau tak mengingatku?”

Aku baru menyadari hal ini. “Narsha?” tebakku dibalas anggukan darinya. “apa yang terjadi denganku?” sambungku bertanya padanya.

“Veile menggunakan mantra scrovaxie padamu.” Aku diam tak mengerti apa yang dikatakan olehnya. Dia tersenyum, sepertinya dia mengerti bahwa aku tak mengerti apa yang dimaksud olehnya.

“sebuah mantra yang berguna untuk memasukkan memory atau ingatan pada orang tertentu. Dan aku kaget saat melihatmu yang sudah sadar hari ini. Padahal, menurut perkiraan Veile, kau akan sadar dua hari lagi. Bisa aku menanyakan sesuatu?”

Dia berhenti berbicara berbicara untuk menanyakan sesuatu padaku “apa itu?”

“apa yang ada dipikiranmu saat ini?” aku berpikir sejenak. Aku menelusuri seluruh isi kepalaku dan mandapat sesuatu.

Sebuah kerajaan. Ya, aku yakin itu adalah sebuah kerajaan. Semuanya penuh sihir. Peri peri kecil beterbangan dimana mana, ah lebih tepatnya Quisax ya, aku yakin itu namanya, Quisax. Peri peri kecil yang hidup dikerajaan ini, kerajaan Sazzatrivvia.

Seorang raja memerintah disana, raja yang sangat bijaksana bernama Sazzatrivvia Eroqquel D’Flamelle Uzzatie. Sazzatrivvia, nama kerajaan. Artinya dia memegang kekuasaan penuh atas kerajaannya, dengan kata lain, dia diberkahi nama kerajaan sejak lahir. Eroqquel, namanya, ya, raja Eroqquel. D’Flamelle, nama keluarganya, keluarga D’Flamelle. Uzzatie, diartikan sebagai pertanda bahwa dia adalah pemimpin penerus tahta. Uzzatie untuk putra mahkota, dan Uzzqaria untuk putri mahkota.

Tinggal disebuah puri yang disebut rakyat disana sebagai Vlamere bersama seorang istri, Vallena Ardaqqia dan anak tunggalnya, seorang putri mahkota, Sazzatrivia Narsha D’Flamelle Uzzqaria.

Sayangnya tahtanya akan jatuh ditangan orang lain jika dia tak menemukan takdir kerajaannya.

Karena itu, Narsha diutus kemari untuk mencari takdir yang dimaksud. Ya, kini aku mengerti semua.

Memang sedikit sulit untukku mempercayainya, namun, kurasa itu bukanlah hal yang tidak mungkin bukan? Narsha memandangku khawatir yang kubalas dengan senyum yang kuharap dapat menenangkannya. “aku akan membantumu sebisaku” ujarku lirih.

“terima kasih” jawab Narsha padaku dengan senyum khasnya.

***

[someone PoV]

Dia berada disini sekarang. Aku harus berhati hati. Jangan sampai dia mengetahui hal yang sesungguhnya.

Aku harus melindunginya, aku tak ingin kehilangannya. Aku tak ingin sang putri itu mengambilnya dari tanganku. Tak akan, ya, takkan pernah..

***

TBC

 

 

Okeh, ini ff fantasy pertama saya dan saya tau bahwa ini sangat HANCUR –“ komen yaahhh T.T

2 thoughts on “Fleumente:Sazzatrivvia Marchen Princess (part 1)

  1. wwwaaaaaawwwwww, kok bisa sih sih kepikiran bikin ff fantasy kayak gini?? sangaarrrrrr!!! *kasih jempol*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s