13 My Lucky Number part 1

[Freelance] 13 My Lucky Number ~ Part 1

 

Author                        : Inkania

Main cast        : Kyuhyun Super Junior, Kim Eunri (karangan author)

Support cast   : Minho SHINee, member Super Junior

Rating             : PG

Genre              : romance, comedy (?)

Disclaimer       : ini FF murni dari pikiran author :D dan pernah dipublish di blog pribadiku inkakania13.wordpress.com

 

Ini FF pertamaku jadi mohon banget buat komennya J Happy reading ^^

 

EUNRI POV

 

“Annyeonghaseo, Kim Eunri imnida, bangapseumnida.”

“Silakan duduk Eunri.”, kata Sonsaengnim

Yeah hari ini hari pertamaku di universitas baruku. Aku pindah dari universitas lamaku karena Appaku memilih bekerja di perusahaannya di Korea dan bukan kali ini saja appaku ingin pindah dari perusahaannya yang satu ke perusahaannya yang lainnya, anggap saja jalan-jalan, katanya. Menyenangkan? Tentu saja. Baru setahun lalu aku mempunyai teman baru di universitas lamaku dan sekarang aku harus berdaptasi lagi dengan lingkunganku yang baru. Aku pindah dari Italia. Rasanya aneh setelah hampir lima tahun berteman dengan orang-orang di Italia, sekarang aku berteman dengan orang-orang Korea. Walaupun aku asli orang Korea, tapi terlalu lama tinggal di luar negeri membuatku merasa asing saat kembali ke Korea. Tapi sudah kubilang tadi, ini sangatlah menyenangkan. Saat baru sampai di Korea, appa langsung menyuruhku untuk memilih universitas yang aku suka, aku langsung jatuh cinta pada universitas ini. Universitas Kyung Hee. Mungkin kalian akan mengganggapku gila jika tahu apa yang membuatku jatuh cinta pada universitas ini.

Aku menyukai seluruh sudut yang ada di universitas ini, tapi bukan itu alasan utamanya. Alasannya adalah karena universitas ini memiliki 13 lantai dan 13 fakultas. Aneh? Itu menurut kalian. Menurutku tidak, karena 13 adalah nomor keberuntunganku sekaligus tanggal lahirku. 13-03-1991. Aku tidak peduli sesering apapun orang lain bilang bahwa angka 13 adalah nomor sial.

 

***

Akhirnya kelas ini bubar. Dan aku menambah teman baru untuk hari pertama kuliahku. Dia adalah Lee Hyorin. Sedikit senang, karena ternyata sifatnya hampir sama sepertiku. Tidak berlebihan.

“Ya! Eunri tunggu aku!”, teriak Hyorin saat aku mulai berjalan keluar gedung kampus. Aku berhenti dari jalanku dan menunggunya yang sedang berlari ke arahku.

“wae?”

“ini handphone mu tertinggal di meja. Untung saja tadi aku melihatnya.”, katanya dengan nafas yang masih setengah ngos-ngosan.

“Omo! Gomawo Hyorin!” penyakit pikunku belum hilang ternyata.

“baiklah, aku pulang duluan ya.. annyeong!”, Hyorin pun pergi setelah melambaikan tangannya. Dasar babo! Bisa-bisanya aku meninggalkan handphone favoritku ini dimeja! Bukan handphonenya sebenarnya yang aku khawatirkan, tapi nomor di dalamnya. Aku harus membeli nomor khusus ini dengan harga yang tinggi, tentu karena aku ingin nomor handphoneku ini di dominasi angka 13. Ah.. sudahlah lupakan. Hari ini aku berniat akan berjalan-jalan sekedar mengisi kerinduanku akan kota Seoul. Aku masuk kedalam mobilku dan kemudian melaju dengan kecepatan sedang.

Kuputuskan memarkir mobilku di sebuah taman dan dari situ aku berjalan kaki. Ku telusuri jalan yang sedang ramai dengan pejalan kaki lainnya. Tidak sengaja aku mendengar obrolan beberapa yeoja yang sepertinya masih SMA disebelahku yang sedang asyik melihat sesuatu dari majalah yang dipegangnya. Penasaran aku pun membeli dan membaca majalah itu sambil terus berjalan. Yang aku dapatkan hanyalah sebuah majalah edisi khusus dengan cover bertuliskan SUPER JUNIOR, boyband yang sedang terkenal saat ini. Super junior? Sejak kapan ada boyband itu di Korea? Lama tinggal di Italia membuatku tidak tahu apa-apa tentang Korea. Sedikit memalukan kurasa. Akhirnya kubaca majalah itu sampai akhir. Mataku tertuju pada seorang namja.

“Cho KyuHyun. Anggota ke-13 yang bergabung dengan Super Junior. Hehm… lumayan tampan”, desisku. Sepertinya aku sedikit tertarik pada namja ini, bukan hanya karena tampangnya, juga karena angka itu, dia anggota ke-13. Aku benar-benar tergila-gila dengan angka 13.

 

KYUHYUN POV

 

Ah… melelahkan sekali hari ini. Tiga jadwal dalam sehari. Tapi bobot tubuhku sepertinya malah bertambah akhir-akhir ini. Namaku Cho Kyuhyun. Aku tidak memperkenalkan diri pun pasti kalian sudah tahu kan siapa aku? Aku adalah magnae dari Super Junior, boy band yang sekarang sedang terkenal itu dan aku adalah member paling tampan di Super Junior. Karena memang itulah kenyataannya.

“Kyuhyun~ah apa yang sedang kau lakukan? Tidurlah. Perjalanan menuju dorm masih sejam lagi. Kau harus istirahat.”, nasehat Teuki hyung begitu tau aku sedang sibuk dengan PSP baruku.

“ani hyung, aku hanya bermain game. Hyung tidur saja.”, kataku tanpa mengalihkan pandanganku dari PSP ku, tiga level lagi dan aku pun akan menang.

“kau memang keras kepala.”, ucapnya kemudian terlelap di dalam mobil. PSP adalah jiwaku, tidak ada kalah dalam kamusku.

 

***

 

Sesampainya di dorm aku langsung menuju kamarku. Waktu menunjukkan jam 12 malam, tapi sialnya game ini merayuku untuk tetap memainkannya.

“Kyuhyun~ah mau sampai kapan kau memainkan PSP barumu itu? Kesehatanmu lebih penting dari game mu itu”, kata Sungmin hyung. Sepertinya aku mulai bosan diceramahi terus.

“kalo hyung mau tidur, tidur saja.”, ucapku ketus.

“hah kau ini, ya sudah aku tidur.” Seisi dorm pun sepi karena sekarang sudah pukul satu dini hari, sedangkan aku masih berkutat dengan PSP ku. Tidak lama berselang, handphone ku berbunyi bersamaan dengan kalahnya game PSP ku. Siapa yang menelponku dini hari begini?! Ku kutuk kau karena membuatku kaget dan menjatuhkan PSP ku di tengah game yang sedang genting ini!

“yoboseyo”, ucapku ramah setelah tau bahwa manager Lee yang menelpon, tadi dia bilang dia tidak akan pulang ke dorm karena ada urusan. Kalau bukan manager Lee yang menelpon, ku kutuk orang itu.

“ada apa hyung?”

“Kyuhyun~ah tepat sekali aku menelponmu sekarang, aku yakin kau masih terjaga menemani PSP mu dan instingku benar.”, ucap manager hyung. Aku masih setengah kesal karena gara-garanya aku kalah bermain game.

“begini, besok aku ingin bicara berdua denganmu. Hanya berdua saja. Jangan bilang pada member lain, ada sesuatu penting yang harus aku katakan padamu”, jelasnya serius. Apa yang akan dikatakannya padaku sampai harus merahasiakannya dari member lain?

“memangnya ada apa hyung? Kenapa tidak sekarang saja lewat telpon? Lagi pula yang lain sudah tidur”, jelasku penasaran.

“hal ini tidak bisa dibicarakan di telpon! Besok kau datang ke gedung SM jam tiga, ah ani jam empat sore, besok kau tidak ada jadwal jam segitu. Berbohong lah pada hyung-hyungmu. Berpura-pura kau akan menemui temanmu atau apa saja. Ini benar-benar rahasia.”, jelas manager hyung yang membuat alisku bertaut. Serahasia apa sih sampai harus dirahasiakan?

“arraseo”, jawabku.

“baiklah. Sekarang cepatlah tidur! Kantung matamu akan semakin kelihatan jika kau begadang terlalu sering. Dan jangan sampai telat besok. Sampai jumpa!”, lagi-lagi aku dinasehati. Tapi untuk apa lagi aku bangun? Game ku kalah. Sepertinya kata kalah masuk kedalam kamusku sekarang. Ah ani! Tadi itu hanya kecelakaan. Dan rasanya lebih baik aku tidur sekarang. PSP sudah mulai mengkontaminasi otakku perlahan-lahan.

 

EUNRI POV

 

“Kim Eunri! Bangun!”, teriak eommaku hampir tepat di telingaku. Hari ini hari Minggu, untuk apa eomma membangunkanku pagi buta seperti ini?

“dua jam lagi”

“cepat bangun! Ada yang harus eomma dan appa bicarakan padamu!”, bentak eomma. Oke aku pasrah. Ku kerjap-kerjapkan mataku yang belum terbiasa dengan sinar matahari yang langsung menerobos jendela kamarku ini. Sejak kapan sih cahaya matahari secerah ini?

“ada apa eomma? Aku masih ngantuk. Aku begadang tadi malam menonton film kesukaanku”, kataku sambil menguap.

“cepat mandi dan persiapkan dirimu. Appa dan eomma akan membawamu ke suatu tempat”

“mwo?! Shireo! Aku malas!” kataku sambil menyelimuti lagi tubuhku dengan selimut yang entah sejak kapan menjadi senyaman ini dimataku.

“kau ini! Eomma beri pilihan, pergi mandi dan bersiap-siap atau eomma buang semua benda berbau 13 yang ada dikamarmu?”, eomma mengancamku sepertinya.

“eomma kau jahat sekali! Arraseo! Aku mandi sekarang”, jawabku sambil mengambil handuk kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Apa yang membuat eomma menjadi semenyeramkan itu? Anaknya tidak mandi pun biasanya tidak protes.

Setelah selesai mandi, aku hanya butuh waktu 15 menit untuk bersiap-siap. Lalu aku segera turun ke meja makan, kulihat eomma dan appa sudah rapi dengan pakaian yang sedikit… mewah?

“Kim Eunri, baju apa yang kau pakai itu?”, Tanya appa.

“yeobo, apa kau tidak mengajari anak kita berpakaian seperti seorang yeoja?”, Tanya appa pada eomma. Perasaanku mulai tidak enak sepertinya.

“Kim Eunri, rubahlah penampilanmu. Gayamu seperti seorang namja”, ledek eomma. Tapi ditelingaku terdengar seperti sebuah ejekan.

“apa yang salah dengan bajuku? Bukannya aku memang selalu berpakaian seperti ini? Kenapa eomma dan appa protes? Aku nyaman hanya dengan memakai celana jeans dan kaos ini”, jelasku. Ada yang tidak beres disini.

“ayo ikut eomma!”

Eomma membawaku kedalam kamarnya, dan waw! Banyak sekali kosmetik disini! Anak seperti apa aku ini yang baru sadar keadaan kamar eommanya. Aku bahkan lupa kapan aku terakhir masuk ke dalam kamar yang wanginya semerbak seperti ini. Tiba-tiba eommaku membuka lemari bajunya dan mengeluarkan sebuah bungkusan besar.

“buka dan pakai itu”, perintah eomma. Aku kemudian membukanya dan isinya ternyata sebuah gaun berwarna… biru muda kurasa, dengan panjang selutut dan sedikit terbuka dibagian atas ditambah sebuah sepatu berhak kira-kira 10 cm, oh eomma ingin membunuhku.

“baju apa ini eomma? Sepertinya belum selesai dijahit”, ucapku polos. Seketika itu juga eomma memukul kepalaku.

“appo!”, teriakku. Ada apa sebenarnya pagi ini?!

“cepat pakai baju itu dan eomma akan mendandanimu. Ayo cepat diganti bajunya”, perintah eomma. Tapi aku hanya diam saja sambil memandangi semua sudut dari baju itu, sepertinya dugaanku benar, baju ini belum selesai dijahit.

“ppali!”, bentak eomma, aku terkesiap dan langsung ke kamar mandi mengganti bajuku. Setelah kuganti bajuku dengan gaun itu, aku merasa berubah. Baju ini yang bagus atau aku yang cantik? Kemudian aku keluar dari kamar mandi.

“wah anak eomma cantik sekali! Sekarang pakai sepatumu”, ucap eomma.

“apa eomma bermaksud membunuhku? Shireo! Sepatu setinggi itu hanya membuat kakiku pegal”, tapi seketika itu eomma memperlihatkan tatapan tajamnya ke arahku. Sontak aku langsung memakainya dengan susah payah.

“sudah ku pakai. Sekarang eomma puas?”, ucapku ketus.

“sangat puas! Ayo sini eomma dandani, kita tidak punya banyak waktu”, kata eomma dengan semangat. Aku pasrah saja, malas berdebat dengan eommaku dalam keadaan seperti ini. Setelah selesai mendadaniku, appa dan eomma langsung membawaku pergi membiarkan perutku kelaparan. Orang tua seperti apa mereka?!

Sesampainya di tempat tujuan, ternyata appa dan eomma membawaku ke acara ulang tahun perusahaan appa. Semua orang memberikan selamat kepada appa yang sudah berhasil membesarkan perusahaannya selama tiga belas tahun.

“appa kenapa kau tidak memberitahuku saja sejak awal kalau kau mau membawaku ke acara ulang tahun perusahaanmu? Aku akan dengan sukarela menghadiri acara ini karena ini ulang tahun perusahaan appa yang ketiga belas di tanggal tiga belas pula, angka keberuntunganku, jadi eomma tidak perlu memaksaku seperti tadi”

“ada kejutan setelah ini untukmu”, jawab appa.

“mwo? Kejutan?”, tanyaku. Kejutan apalagi ini. Eomma merubahku menjadi seorang yeoja seperti ini saja benar-benar menjadi kejutan dan aku benar-benar terkejut.

“Ne, tunggu saja sampai nanti malam”, jelas appa.

“nanti malam? Seberapa lama acara ini appa? Baru berdiri satu jam dengan sepatu terkutuk ini kakiku sudah pegal”, sungutku.

“ini adalah acara launching model baju terbaru perusahaan appa. Perayaannya akan dilaksanakan nanti malam di tempat yang berbeda. Nanti kita akan pulang untuk ganti pakaian yang lebih sopan dari ini, karena nanti semua rekan kerja appa akan datang. Dan nanti akan ada kejutan untukmu”, ucap appa tersenyum padaku. Tapi senyum appa seperti mengisyaratkan hal buruk akan menimpaku. Semoga nanti malam dewi fortune melindungiku.

 

KYUHYUN POV

 

Jam delapan pagi. Aku hampir akan tidur lagi kalau aku tidak mengingat hari ini ada syuting iklan.

“omo! Aku hampir lupa sekarang aku ada syuting!”, teriakku membuat Sungmin hyung yang sedang membereskan tempat tidurnya menoleh ke arahku.

“syuting apa kyu?”, Tanya Sungmin hyung.

“Syuting iklan hyung”, ucapku sambil bergegas ke kamar mandi.

“ceroboh sekali kau”, ucap Sungmin hyung.

Jam 09.00. Aku tidak terlambat. Sesampainya disana aku langsung melaksanakan tugasku.

“Noona tidak usah terpesona begitu melihatku. Aku memang tampan”, ucapku asal ketika penata rambutku melihatku. Kelihatannya dia sedikit shock.

“tingkat kenarsisanmu sudah akut Kyu”, jawabnya, aku terkekeh mendengarnya. Memang kenyataan kan?

Setelah syuting selesai jam tiga sore, aku bergegas menuju gedung SM untuk bertemu dengan manager hyung sesuai dengan janjiku. Langsung aku masuk ke ruangannya.

“kau sudah datang Kyu”, sapa manager hyung. Kemudian aku tersenyum.

“apa yang akan kau bicarakan padaku?”, tanyaku langsung.

“aku sudah mempersiapkan baju untukmu, cepat pakai”, katanya menunjuk baju yang sudah tergantung di ruangannya.

“apa hubungannya hal yang akan kau katakan dengan baju itu? Kenapa aku harus memakai baju seformal itu? Bukankah kau hanya ingin berbicara denganku? Tidak usah ganti baju kan?”, tanyaku bingung.

“sudah cepat pakai. Kau akan menyesal jika tidak menuruti perintahku”, ucapnya sedikit mengancam ditelingaku.

“arraseo”, Secepat kilat ku ganti bajuku di kamar mandi. Kemudian manager hyung langsung membawaku pergi ke suatu tempat.

“hyung kalau kau tidak mau aku mati penasaran, cepat katakan apa yang akan kau katakan? Dan maksud dari semua ini”, ucapku kesal karena dari tadi pertanyaanku tidak dijawab.

“nanti kau juga akan tahu. Aku yakin kau tidak akan menyesal”, ucapnya tanpa melihat ke arahku. Menyebalkan sekali. Kalau dia bukan hyungku sudah kumarahi dia habis-habisan. Mobil pun berhenti. Sepertinya aku tahu tempat ini. Eh? Ini kan…

 

AUTHOR POV

 

Jam 17.00, Kyuhyun dan managernya, juga Eunri dan keluarganya sudah sampai di tempat yang mereka tuju. Yaitu pesta perayaan ulang tahun perusahaan pakaian yaitu SPAO yang juga merupakan perusahaan appa Eunri yang ketiga belas.

“ini yang kau sebut rahasia hyung?”, Tanya Kyuhyun.

“maaf Kyu, aku berbohong padamu. Sebab jika aku tidak berkata itu padamu, kau pasti tidak mau menemaniku ke acara ini, sebab hanya kau yang mempunyai jadwal kosong pada jam ini”, jawab manager Lee.

“benar sekali kau hyung. Aku akan lebih memilih diam di dorm dan bermain game di kamar dari pada harus menemani mu ke acara ini”, jawab Kyuhyun.

“ketus sekali kau pada managermu ini”, balas manager Lee. Tapi Kyuhyun tidak menggubrisnya. Tidak lama kemudian terdengar suara menggema dalam ruangan ini, sepertinya acara akan segera dimulai.

“selamat sore kepada semua hadirin yang telah hadir pada acara ini. Sebentar lagi acara akan segera dimulai, silakan menikmati hidangan yang tersedia”, kata MC acara itu.

“hyung, kenapa hanya ada kita dari SM entertainment? Kemana yang lain?”, Tanya Kyuhyun.

“mereka sibuk. Beruntung kau tidak ada jadwal, jadi aku mengajakmu. Karena bagaimana pun kita diundang dan harus menghadiri acara ini”, jelas manager Lee. Kyuhyun pun hanya menggangguk-ngangguk.

Jam tujuh malam. Acara pun dimulai dengan meriah. Kim Hyunsu selaku tuan rumah mengutarakan kebahagiaannya setelah tiga belas taun mengelola perusahaannya. Dan appa EUNRI itu pun mengenalkan anaknya Kim Eunri pada semua rekan-rekannya yang hadir pada acara tersebut.

 

EUNRI POV

 

Eh? Apa aku tidak salah dengar? Untuk apa appa mengenalkanku pada semua rekan kerjanya? Aigoo membuatku malu saja. Aku tidak suka diperhatikan seperti ini. Aku hanya tersenyum garing saat semua rekan appa melihat ke arahku.

“hadirin sekalian sekarang saya juga akan mengumumkan sesuatu yang penting pada kalian. Bahwa hari ini, anak saya satu-satunya yang bernama Kim Eunri akan bertunangan dengan salah satu anak rekan terdekatku, yaitu Choi Minho. Selamat untuk Kim Eunri anakku. Ini kejutan dari appa untukmu”, ucap appa di acara perayaan perusahaannya itu sambil tersenyum. Benar kataku, senyum appa yang hangat memberikanku hujan petir yang menggelegar. Aku sempat terdiam beberapa saat. Aku seperti kehabisan oksigen. Apa yang barusan appa katakan itu?!

“MWO!? Appa, apa yang kau katakan barusan!”, teriakku membahana di ruangan itu, tapi masih kalah keras dari sorakkan rekan-rekan appa yang memberi selamat padaku. Appa sepertinya tidak mendengarku, dan aku melihat seorang namja yang datang menghampiri appa sambil tersenyum pada rekan-rekan appa yang lain. Inikah orang yang appa sebut tadi? Kemudian namja itu mendekatiku.

“Choi Minho imnida”, katanya sambil menunduk padaku. Ottoke?! Apa yang harus aku lakukan. Mood ku langsung turun pada level terendah malam ini. Tapi perhatianku tiba-tiba terpusat pada seorang namja yang posisinya tidak jauh dari aku berdiri sekarang. Sepertinya aku mengenal wajah itu. Tapi siapa dia?! Ah… aku ingat! Namja 13 itu! Cho Kyuhyun Super Junior! Angka 13 memang pembawa keberuntungan bagiku. Tanpa pikir panjang aku berlari ke arah Cho Kyuhyun itu dan melingkarkan tanganku pada lengannya. Kelihatannya dia terkejut. Semua orang yang ada di ruangan tiba-tiba terdiam dan memandang ke arahku penuh Tanya.

“tapi appa, aku tidak bisa bertunangan dengan Choi Minho itu karena inilah namjaku!”, kataku lantang sambil mempererat pelukan tanganku pada lengannya. Kulihat semua orang terkaget dengan apa yang aku katakan. Termasuk Cho Kyuhyun.

 

KYUHYUN POV

 

MWO?! Apa-apaan yeoja ini?!

***

TBC

Part 1 nya sampe sini dulu yaa.. lanjutan menyusul dan jangan lupa komennya :D

32 thoughts on “13 My Lucky Number part 1

  1. Lanjut. .
    Hahaha, sma kayk q ska angka 13. .
    Angka 13 bkan angka sial, it trgntung kpercyaan qta. .
    Pasti hyung2ny kyu shock kalo tau ne. .

  2. Eunri gokil!
    Bwahahaha

    tapi, tapi, tapi, itu Choi Minhonya, si flaming charismanya Shinee bukan?

    Okeh saya tunggu next partnya

  3. Lanjutannya jngan lma2 ya thor!
    Me: kyu, u PD bgt, mrasa pling ganteng di suju, yg pling gnteng it si won..
    BKyu: trus u mw pa (tatapan evilnya kluar)

  4. hehehhee 13 y..
    13 bkn angka sial lg.. tu malah angka bgus pa lg klo dh tw suju hahahahhaaa
    bgu lanjut y ..ak tunggu..^^

  5. Lalalalalanjut! :)
    Aq emank ska bgt angka 13, kaos2 suju aq psti blakang’a ada angka 13… kyu kn magnae 13 ^-^

    Yud klo ga mw ama kyu, kyu ama aq kmu ama minho, hokeh!!

  6. keren deh pikiran nya Eunri.. (?)
    lagian kenapa juga tiba tiba di ajak tunangan *nyolot*
    baca lanjutannya~~

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s