[Freelance] Neorago part 3

Tittle: Neorago sequel [Part 3]

Author : Viehyun♥

Cast : cho kyuhyun, choi hyun soo, eunhyuk

Support Cast: –

Rating :13

Genre : Romance and friendship

Type: continue

 

Annyeong ketemu lgi ma author di part 3, dah lama yach nunggu?  Cz author lgi frustasi mikiran kuliah..*gg da yg nanya*  mana kyuhyun minta author kuliah di korea lagi biar bisa ketemu terus#plakk *gilanya kumat* Ya dah jangan lama-lama cekidot^^

Author POV

Semua orang yang menyanyangi hyun soo sudah datang dan mereka semua gelisah dengan keadaan hyunsoo yang tiba-tiba saja tidak sadarkan diri atau yang biasa kita dengar dengan koma. Menurut dokter setelah di periksa lebih lanjut, di tulang punggung hyunsoo ada beberapa safar yang terhubung langsung ke otak mengalami shock sehingga hyunsoo tidak sadarkan diri untuk sementara, meski itu baru diagnosa awal dokter.

“eotteoke?” ucap jieun risau sesampainya di depan ruang rawat hyunsoo.

Gein segera menceritakan yang baru saja dokter jelaskan padanya dan keluarga hyunsoo.

“mwo? Koma?” ucap jieun kaget, tak percaya dengan yang terjadi dengan temannya.

“sajangnim tadi sudah datang dan mengatakan sepertinya jadwal kita bulan ini harus di tunda dulu, sampai hyunsoo kembali normal!” ujar gein sambil menatap temannya yang masih tidak percaya dengan keadaan hyunsoo.

“genchana! Hyunsoo pasti baik-baik saja!” ucap eunhyuk menenangkan yeojachingunya itu.

“hyunsoo-ah, kenapa jadi seperti ini!” keluh jieun sambil meneteskan airmatanya yang tak bisa terbendung lagi.

“kyuhyun-shi? Eotteoke?” ucap leeteuk pada kyuhyun yang terduduk lemas.

“hyung, hyunsoo koma,!” jawab kyuhyun lemas.

“MWO? Mworaguyo?” tanya leeteuk bingung.

****

2 minggu sudah berlalu, tapi hyunsoo belum juga membuka matanya, orang yang menyanyanginya terus bolak-balik dan silih berganti menemaninya di rumah sakit, terutama kyuhyun dan keluarganya. Ini benar-benar pukulan berat bagi mereka karena hyunsoo yang sehat-sehat saja tiba-tiba menjadi seperti ini. Pihak SME pun telah melaporkan kejadian ini pada pihak berwenang karena hal ini telah masuk kriteria percobaan pembunuhan secara tidak langsung. Selain itu para wartawan sering berkunjung juga untuk mencari informasi mengenai perkembangan kasus dan kesehatan hyunsoo. Kini 2SM benar-benar fakum untuk sementara.

“hyunsoo-ah, cepatlah bangun! Ommamu terus menangis setiap malam!’ ucap ayah hyunsoo pada anaknya yang masih tertidur lelap.

TOK TOK TOK

“ajjushi ini aku!” ucap kyuhyun sambil membuka pintu ruang rawat hyunsoo.

“ah, kyuhyun-shi! masuklah!” ajak ayah hyunsoo pada kyuhyun.

“ne!” jawab kyuhyun sambil duduk di samping ayah hyunsoo.

“kenapa hyunsoo belum sadar juga?” keluh kyuhyun dengan suara lirih.

“tenanglah, anakku ini bukanlah orang yang lemah!” jawab ayah hyunsoo sambil menepuk bahu kyuhyun.

“arraso, kebetulan kau disini paman mau ke ruang dokter Kim dulu untuk melihat hasil scan hyunsoo!” ucap ayah hyunsoo sambil bangkit dari duduknya.

“ne, ajjushi!” jawab kyuhyun tersenyum.

Ayah hyun soo langsung meninggalkan ruangan itu meninggalkan kyuhyun dan yeojachingunya yang masih tak sadarkan diri.

Ayah hyunsoo segera menemuai dokter kim, terlihat dokter kim sedang melihat hasil rontgen hyunsoo dengan serius saat ayah hyunsoo memasuki ruangannya.

“ah, tuan choi silahkan duduk!” ucap dokter kim saat melihat kehadiran ayah hyunsoo.

“bagaimana hasilnya dok?” tanya ayah hyunsoo penasaran karena cukup lama baginya untuk mengetahui hasil dari laboraturium mengenani kesehatan anaknya.

“ini sangat mengejutkan saya tuan choi, koma yang di alami hyunsoo saya kira ini hanya efek samping dari kejadian di panggung ternyata bukan!” ujar dokter kim dengan raut muka sangat serius.

“maksud dokter?” tanya ayah hyunsoo tak mengerti.

“koma yang di alami hyunsoo ini sebenarnya karena adanya benda asing yang tumbuh di bagian tulang belakang hyunsoo, dan benda asing itu terangsang setelah kejadian pelemparan batu ke punggung hyunsoo!” jawab dokter kim.

“benda asing, benda asing apa?” tanya ayah hyunsoo semakin tak mengerti.

“kanker!” jawab dokter kim mengejutkan ayah hyunsoo.

“bagaimana mungkin anak saya menderita kanker!” tanya ayah hyunsoo.

“hal ini bisa saja terjadi pada siapapun termasuk pada saya, kanker bukanlah penyakit keturunan  selain itu kanker ini belum bisa diketahui apa penyebab utamanya tuan choi!” jawab dokter kim menegaskan.

“tidak mungkin, tidak mungkin anak saya menderita kanker, pasti ini hanya efek dari luka yang dia derita sekarang!” ujar ayah hyunsoo mengelak.

“awalnya saya juga tidak percaya dengan hasil diagnosa yang saya terima saat ini, namun melihat dari kondisi hyunsoo sekarang mana mungkin dia bisa koma hanya karena terkena lemparan batu, yang biasanya bila seseorang  terkena lemparan batu dia hanya akan mengalami memar, selain itu lemparan batu yang diarahkan pada hyunsoo tidak terlalu kencang jadi tidak mungkin memicu hal lainnya!’ jelas dokter kim.

“bukankah dokter bilang ada saraf yang tertekan karena lamparan batu itu hingga anaksaya bisa koma!” ucap ayah hyunsoo.

“saya duga seperti itu awalnya, namun ternyata yang menyebabkan tekanan pada saraf-saraf itu bukan lemparan batu tapi pertumbuhan kanker yang ada di tulang punggung hyunsoo!” jawab dokter kim yakin.

Ayah hyunsoo hanya bisa menunduk dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“kanker apa yang dialami anak saya dok?”tanya  ayah hyunsoo setelah dia bisa mencerna yang di katakana dokter kim.

“kanker multiple myeloma, kanker ini  adalah jenis kanker tulang  dimana biasanya berpusat di sumsum tulang belakang pasien, ciri-ciri pertama penderita adalah  mengalami anemia kerena memang kanker ini pertama-tama membuat sel darah merah pada sumsum tulang belakang tidak normal dan membuat pasien menjadi seperti penderita anemia. namun kanker ini akan membuat tubuh pasien menjadi lemas atau lumpuh ketika tubuh pasien ini terbentur sesuatu dikarnakan produksi antibody yang abnormal, dan itu lah yang dialami hyunsoo saat ini, kanker ini bisa dikatakn kanker yang cukup ganas kerena perkembangannya yang cukup pesat” Jelas dokter kim.

-ruang rawat hyunsoo-

Clak..

Tiba-tiba Air mata kyuhyun jatuh tepat di telapak tangan hyunsoo yang tak bergerak. Semakin lama air mata itu semakin deras mengalir membasahi pipi kyuhyun yang sekarang sedikit pirus karena akhir-akhir ini kyuhyun jarang makan.

“eotteoke? Eotteokeyo? Aku harus bagaimana, agar kau bangun?” ucap kyuhyun lirih.

“jeongmal mianhae, aku tidak bisa menjagamu dengan baik! Semua ini salahku hyunsoo-ah! Lanjut kyuhyun menyalahkan dirinya sendiri dengan kondisi hyunsoo sekarang.

“seandainya waktu itu aku menurutimu, untuk tidak melepaskan penyamaranku, mungkin sekarang kau akan baik-baik saja, mianhae!” tangisan kyuhyun semakin menjadi, kyuhyun mengenggam erat tangan kekasihnya itu dengan terus menyalahkan dirinya sendiri. Cukup lama kyuhyun seperti itu, meratapi semua yang telah terjadi ,sampai tiba-tiba tangan hyunsoo yang di pegang olehnya bergerak.

“hyunsoo-ah, kau sadar!” ucap kyuhyun terkejut.

“oo..ppa.a!” jawab hyunsoo lemas sambil membuka matanya perlahan.

“apa kau bisa dengar aku?” tanya kyuhyun pada hyunsoo, yang masih setengah sadar.

“ne!” jawab hyunsoo sambil menganggukan kepalanya perlahan.

“arraso, chakaman aku apanggil ayahmu dan dokter!” ujar kyuhyun sambil berlari keluar untuk mencari dokter dan ayah hyunsoo.

“coba buka mulutmu!” perintah dokter saat sampai diruangan hyunsoo.

“coba kau gerakan tanganmu?” tanya dokter lagi pada hyunsoo.

Hyunsoo perlahan menggerakan tangannya dengan mengangkat tangannya keatas mematuhi perintah dokter kim.

“oke, semuanya baik, tidak ada masalah!” ucap dokter kim sambil tersenyum ramah pada ayah hyunsoo dan kyuhyun.

“ne, gomawo uisa!” ucap ayah hyunsoo sambil membungkukan tubuhnya, kyuhyunpun ikut melakukannya saat dokter kim meninggalkan ruangan.

“hyunsoo-ah, appa jeongmal haengbokhe, jangan tidur lagi seperti itu , arraso!” ucap ayah hyunsoo sambil memandang lembut pada anaknya.

“ne appa! Mianhae sudah membuat appa khawatir!” jawab hyunsoo sambil memegang pipi ayahnya.

“arraso, aku akan memberitahu yang lain dulu!” ucap kyuhyun sambil meninggalkan rungan hyunsoo.

Hyun Soo POV

Entah apa yang telah terjadi padaku selama ini, sampai appa dan kyuhyun sangat senang melihatku membuka mata. Apa aku tidur sangat lama? Tanyaku dalam hati.

“appa, berapa lama aku tidur?” tanyaku pada ayah untuk menghilangkan rasa penasaranku.

“dua minggu!” jawab appa mengagetkanku, selama itukah aku tidur disini? Pantas saja mereka sangat senang melihatku bangun. Chakaman, bagaimana dengan jadawalku dengan 2SM? Ucapku panic dalam hati.

“appa, bagaimana dengan jadwalku di 2SM?” tanyaku pada pada ayahku yang masih tersenyum menatapku.

“aissh, anak ini! Masih saja memikirkan hal itu, tenanglah semuanya sudah diurus oleh sajangnim!” jawab appa membuatku tenang.

“auw!’ teriakku ketika akan bangkit dari tidurku.

“waenyo?” tanya appa panic.

“punggungku sakit!” jawabku, sungguh punggungku serasa sudah ditimpa batu berton-ton, rasanya sungguh sakit dan ngilu.

“sini appa bantu bangun!” ucap appa sambil membantuku untuk duduk.

“genchana?’ tanya appa ketikaaku mengernyitkan dahiku.

“ne, appa! Em..aku sakit apa?” tanyaku pada ayahku itu.

“hem..tenanglah ini hanya efek dari lemparan batu itu!” jawab appa, tapi seperti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh appa dariku karena appa tidak berani melihat mukaku ketika dia menjawab pertanyaanku.

TOK TOK TOK

“ah, jieun dan yang lainnya!” ucap appa ketika membuka pintu.

“aissh, kenapa kau tidur sangat lama hyunsoo-ah? Aku sangat takut kalau kau tidak bangun lagi!’ ucap jieun memegang tanganku.

“aissh, kenapa kau jadi seperti ini?” jawabku balik bertanya, karena aku merasa risih pada jieun.

“YAK, wajarkan kalau aku khawatir pada chinguku sendiri!” jawab jieun sedikit berteriak.

“arra..arra!” jawabku sambil tersenyum mengacak-acak rambut jieun yang kecoklatan.

“wah, ternyata saat aku sakit banyak sekali yang mengkhawatirkanku!’ ucapku dengan penuh bangga.

“aigoo! Kau terlalu lama tidur samapai  menjadi seperti ini, apa otakmu belum bangun?” pekik kyuhyun sambil mencipirkan bibirnya.

“gomawo sudah mau menengokku!’ ucapku sambil tersenyum ramah pada  mereka yang datang.

“aissh, tentu saja kami harus datang! Kau kan adik kami!” ucap eunhyuk sambil mendekatiku.

“gomawo!” ucapku pada leeteuk yang terus menatapku.

“yak, kenapa kau tidak berterimakasih pada ku!’ ucap kyuhyun sedikit berteriak padaku.

“arraso, gomawo kyuhyun-si!” jawabku  sambil sedikit manja. Kyuhyun langsung bergidig mendengarku mengucapkan kalimat itu.

“lebih baik tadi aku tidak memintamu mengucapkan itu, kalimat tadi sungguh membuat bulu kudukku merinding!”ucap kyuhyun sambil duduk di sofa yang ada di depan kasurku.

“aissh, kau itu!” jawabku sambil mengangkat tangaku yang sudah terkepal seperti akan memukul ke arahnya.

“sudah, sudah kau kan baru bangun!” cegah donghae saat aku akan melemparkan appel pada kyuhyun.

“ah sudah ada disini semua, rupanya!’ ujar omma yang baru saja masuk di ruanganku dengan appa dan kakakku.

“ah, ne ajjuma!” ucap semua orang yang sedaritadi menemaniku. Kini ruangan penuh sesak dengan kehadiran mereka.

“beruntung sekali anak appa ini, punya banyak teman!”ujar appa sambil mengelus kepalaku dan kalimat appa tadi membuatku malu pada semua yang hadir disini.

Kami mengobrol dan bercanda bersama sampai larut, rasanya rasa sakit di pungguku tidak terasa sekarang karena kehadiran mereka disini. Jam sudah menunjukan pukul 7 malam, mereka sudah ada disini kurang lebih satu jam dan mereka harus pulang sekarang karena waktu menjenguk sudah habis.

“hyunsoo-ah, aku pulang dulu , basok aku kesini lagi oke!” ucap jieun padaku.

“tidak boleh!” ucapku padanya.

‘waeyo?” tanya gein padaku.

“karena besok aku sudah ada di rumah, lagi pula aku sudah bosan ada disini selama dua minggu!” jawabku pada mereka sambil sedikit mengerucutkan bibirku.

‘aigoo, kau ini!” ucap jein.

“arraso, kami pulang dulu!” ucap leeteuk berpamitan pada aku dan keluargaku.

“ne, hati-hati di jalan!” jawab appa sambil mengantarkan mereka ke luar ruanganku.

DRTDRTDRT

Hpku tiba-tiba bergetar setelah mereka keluar.

From : kyu oppa

“selamat malam jagi, istirahatlah ! nice dream J!”

Ternyata kyuhyun yang mengirim  massage ini. Hem.. dia sangat memperhatikanku! Ucapku dalam hati setelah membaca sms itu.

“tidurlah, hari ini pasti melelahkan untukmu!” ucap omma sambil menyelimuti tubuhku.

“tidur oke!” kini oppaku yang  angkat bicara,

“shirro-yo, aku sudah tidur dua minggu, jadi aku tidak mau tidur lagi!” jawabku pada oppa.

“aissh, kau ini! Cepat tidur!” ucap oppa kesal.

“arraso!” jawabku sambil memejamkan mataku, jujur aku sangat takut bila aku tidak bisa membuka mataku lagi.

Author POV

Ayah hyunsoo kini berada di ruangan dokter kim untuk membicarakan bagaimana cara mengobati anaknya.

“lalu apa yang harus saya lakukan sekarang?” tanya ayah hyunsoo dengan suara yang lirih.

“saat ini mungkin kami hanya bisa  memberikan obat penahan rasa sakit pada hyunsoo dan untuk tindakan selanjutnya saya harus memeriksa lagi seberapa parah kanker yang di alami anak anda!” jawab dokter kim berusaha tidak membuat ayah hyunsoo tidak panic.

“gamsahamnida usia!” jawab ayah hyunsoo sambil meninggalkan ruangan dokter itu dengan sedikit lemas.

“mworaguyo appa?” tanya junsu kakak hyunsoo ketika melihat ayahnya yang seperti telah menangis.

“masih belum ada cara untuk mengyembuhkan penyakit adikmu karena dokter kim belum mendapat data yang lebih lengkap tentang penyakit yang ada di tubuh adikmu itu!” jawab ayah hyunsoo lemas.

“mwo?” jawab junsu kaget.

“jangan beritau adikmu dulu, dengan kondisi yang sesungguhnya, dan jangan pernah mengatakan penyakit yang dia derita karena dia pasti akan semakin terpukul!” jelas ayah hyunsoo lirih.

“ne appa!” jawab junsu lemas.

“hey, anak appa sudah bangun1” uca[ ayah hyunsoo sesampainya di ruang rawat hyunsoo.

“hem.. mana omma?” tanya hyunsoo ketika yang datang hanya ayah dan kakaknya.

“ommamu sedang mengambil baju ganti untukmu kerumah!” jawab ayah hyunsoo sambil mengelus rambut anaknya.

“berapa lama lagi aku dirawat disini appa?” tanya hyunsoo.

“dokter bilang kau harus istirahat dulu, kalau dokter kim sudah membolehkanmu untuk pulang pasti appa langsung membawamu keluar dari sini!” jawab ayah hyunsoo sambil tersenyum pada anaknya itu.

“aku sudah bosan ada disini, dan badanku sangat pegal harus tidur terus1” ucap hyunsoo mengeluh.

“aissh, kau ini kapan lagi kau bisa bersantai seperti ini!” ucap oppaku sambil menjitak kepalaku pelan.

“jangan seperti itu pada adikmu, dia kan sedang sakit1” ucap appa membela hyunsoo.

“appa, sakit!” ucap hyunsoo manja sambil memeluk pinggang ayahnya.

Hyunsoo POV

Keesokan harinya, Aku membuka mataku perlahan rasanya badanku sangat lemas dan  tak bisa kugerakan karena tubuhku seperti tidak bertenaga samasekali.

“hyunsoo-ah!” ucap omma disampingku.

“om….om-a!” Aku membelalakan mataku kenapa aku sulit bicara seperti ini.

“waegure?” tanya omma panic, tapi aku tidak bisa menjawab pertanyaannya karena suaraku tidak bisa ku keluarkan sama sekali. Omma segera berlari untuk memanggil seseorang mungkin appa atau dokter kim.

Tak lama ternyata dokter kim  yang datang. Mereka segera membawaku ke sebuah ruangan yang serba putih dan memasukanku kealat seperti kapsul kurasa itu adalah alat rontgen. Cahaya berwarna merah terus menyinari tubuhku dari ujung kaki hingga ujung kepalaku berulang kali.  Setelah sepuluh menit aku di keluarkan dari alat itu dan kembali ke ruang rawatku.

Terlihat wajah omma dan appa yang sangat cemas menatap kearahku, aku mendengar apa yang mereka bicarakan. Mulai dari bagaimana keadaanku, apa penyebab kondisiku menjadi seperti ini dan pertanyaan lainnya, namun dokter hanya tersenyum pada omma dan appa yang menanyakan keadaan sambil pergi meninggalkan ruangaku dengan omma dan appa.

Author POV

“Kenapa anak saya menjadi tidak bisa bergerak dan berbicara dok?” tanya omma hyunsoo sesampainya diruangan dokter kim.

“saya rasa kanker sudah menekan saraf-saraf motorik hyunsoo, sehingga hyunsoo menjadi seperti sekarang!” jawab dokter kim tertunduk.

“bagaimana bisa?” kini ayah hyunsoo yang angkat bicara.

“sumsum tulang belakang adalah tempat untuk menyampaikan inplus ke seluruh tubuh dan merupakan tempat penting untuk mengatur organ yang ada di tubuh kita, dalam kasus hyunsoo kanker tumbuh di bagian sumsum tulang belakang maka pasti kejadian ini akan dialami oleh hyunsoo.”

“hiks..hiks..hiks.. anak kita, kenapa harus pada anak kita!” tangisan omma hyunsoo pecah seketika.

“tenanglah!” jawab ayah hyunsoo sambil memeluk istrinya.

“hasil laboraturium lebih lanjutnya mungkin bisa saya beritahu besok!” ucap dokter kim di tengah-tengah tangisan ibu hyunsoo.

***

Orang tua hyunsoo segera masuk kembali keruang rawat anaknya setelah mendapatkan penjelasaan dari dokter kim. Disana hanya ada kakak hyunsoo yaitu junsu. Mereka memutuskan untuk menemanii anaknya dan tidur dirumah sakit.

Hyunsoo POV

Kulihat jarum jam masih menunjukan jam dua pagi, tenggorokanku sangat kering aku memutuskan untuk mengambil segelas air yang ada di samping ranjangku.

Tiba-tiba tubuhku mengejang dan terasa sangat sakit dibagian punggungku, aku mencoba berteriak pada mereka namun mulutku terasa terkunci.

“hyunsoo-ah, genchana?” tanya appa melihat perubahan wajahku.  Kakaku ku segera berlari menuju ruang dokter setelah appa memerintahnya. Tak lama Dokter kim datang dan segera memeriksaku dan menyuruh semua orang di ruanganku untuk keluar. Sungguh rasa sakit di punggungku ini melebihi rasa sakit sebelumnya dan aku merasakan rasa sakit itu menjalar ke kepalaku. Air mataku mengalir ketika rasa sakit itu terus menerpa tubuhku dan kalian tahu yang paling menyakitkan adalah aku tidak bisa mengatakan rasa sakit ini pada orang di sekitarku untuk meminta tolong pada mereka.

-TBC-

Yaps part 3 end, penasaran?penasaran? bagaimana keadaan hyunsoo selanjutnya? Tunggu di part 4 oke reader..gomawo dah baca ff ini.. jangan lupa komen yach chingu^^!!

 

 

4 thoughts on “[Freelance] Neorago part 3

  1. Sembuhkan hyunsoo :)
    Aq mw smw berakhir dng happy :(
    Knp bsa jd gini sih?! Ya tuhan~
    Hyunsoo,,, FIGHTING~ ga ada yg ga mgkn, there’s MIRACLE ^^

  2. Keren fanfic na author, pke bahasa ilmiah jdi nmbah ilmu..

    buruan atuh part 4 na, ga sabaran saya mah.. *maksa*

    gomawo…:)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s