[Freelance] My First Love {Little Sweet Carols Side Story}

Title                : My First Love (little sweet carols side story)

Author             : Afi

Main Cast       : Jang WooYoung {2PM},Jung Ji Rin

Support Cast   : Member 2PM

Rating             : 15++

Genre              : romance and friendship

 

My First Love

 

“Ayo cepat masuk, sudah saatnya berangkat” teriak Taecyeon hyung membuatku terdiam di bangku belakang

 

Hari ini 2PM akan berkunjung ke Busan. Busan adalah kota pelabuhan kecil, dan kota yang sangat kusayangi. Aku sangat merindukan kota kelahiranku ini. Apa lagi aku senang bisa mengunjungi keluarga ku yang ada disana. Rasanya sudah lama sekali aku tidak pulang kampung

 

“He kalian tahu ? Katanya magnae kita sedang jatuh cinta loh” ejek Junsu Hyung tiba tiba

 

“Hyung hentikan, apa sih daritadi membuat gosip terus”

“Yak. Wooyoungie, kau sendiri bagaimana ? Sudah ada kelanjutan denga Ji Rin ?” Tambah Junsu Hyung sambil menyikut lenganku

 

“Apa sih hyung ? Tidak ada apa apa”

 

“Yak wooyoung ah aku sedikit khawatir denganmu, apa kau benar benar tidak menyukai perempuan ? Setahuku kau tidak pernah berkencan kan” seru Junsu hyung membuatku tertawa

 

“Enak saja, aku suka perempuan kok. Malahan sejak kelas 6 sd”jawabku sambil mengambil iPod dari tasku

 

“Jinjja ?”Ujar mereka serempak

 

“Si..siapa namanya ?”

 

“Scarlet.. Dan cerita selebihnya rahasia”jelasku dan langsung memakai headphone sambil tersenyum

 

Kudengar gerutuan Junsu hyung yang ada disebelahku. Aku tersenyum kecil, rasanya pikiranku melayang kemasa lalu. Teringat perempuan berambut panjang berwarna merah di kepalaku. Sudah lama ya, sudah 11 tahun rasanya. Bagaimana keadaannya sekarang ? Apa kabar cinta pertamaku ?

 

Perjalanan cukup membosankan, hingga rasanya mataku terasa berat dan mengantuk. JunHo sudah tertidur disebelahku. Keadaan yang hening rasanya mampu menina bobokan pikiranku. Lebih baik aku tidur dulu, sebelum sampai disana. Dengan begitu, aku bisa memanfaatkan waktu istirahat untuk mengunjungi orang tuaku. Aku menutup mataku perlahan, lelah rasanya

 

*dreaming*

 

Kudorongkan semua barang barang yang ada disekitarku. Kuhentakkan kakiku dan langsung berlari keluar kamar. Kenapa aku bisa kesiangan seperti ini. Bodoh bodoh pikirku dalam hati dan segera berlari menuruni tangga menuju meja makan. Aku melihat meja makan yang kosong tidak ada apapun.

 

Aku berbalik dan melihat jam dinding yang sudah menunjukkan jam 7 pagi. Aku harus segera berangkat sekolah, kalau tidak aku akan ketinggalan bus pagi ini. Telihat Eomma yang baru keluar sambil membawa sepiring roti Kuulurkan tanganku dan langsung menyambar selembar roti itu

 

Kusandang tasku dan langsung berlari keluar rumah. Aku berlari cukup kencang, tidak sedikit orang menyapaku saat baru keluar pintu gerbang. Aku memberikan senyumanku dan terus berlari hingga sampai dihalte bus. Kuulurkan tanganku dan langsung menaiki bus yang siap meninggalkan halte.

 

Bagus aku tidak terlambat, aku menghela nafas lega dan mengalihkan pandanganku kearah luar.

 

Hai, Jang Wooyoung itu nama lengkapku. Bangun pagi adalah kebiasan yang paling sulit kulakukan, aku juga bingung kenapa sekolah harus memulai pelajaran tepat jam setengah 8 pagi. Setiap bangun, aku pasti segera memakai bajuku dan langsung beranjak meninggalkan kamarku.

 

Bus sudah berhenti sekarang, kulangkahkan kakiku menuruni tangga bus. Yak dari sini berjalan 100 meter maka aku akan sampai disekolahku. Sekolah yang tidak terlalu besar. Dan terletak di daerah yang cukup ramai di kota Busan ini. Brak. Kubuka pintu kelasku dan langsung melemparkan tasku ke atas meja

 

Aku langsung membuka kaca jendelaku perlahan, tiba tiba tanganku serasa kaku dan langsung melepaskan topangan daguku. Ku pakukan pandanganku pada seorang anak perempuan yang baru memasuki gerbang. Aku beranjak dari tempat dudukku dan mengusap wajahku perlahan.

 

Siapa dia ? kenapa rasanya aku ingin selalu melihatnya ?. Terdengar suara bel menandakan jam pelajaranpun dimulai. Aku langsung menutup jendelaku. Ku susun buku bukuku dan Ji Hoon pun langsung menaruh bola basketnya dan duduk disebelahku. Ji Hoon adalah teman sekelasku

 

***

 

Bel berdering cukup keras, aku langsung merapikan tasku dan berlari keluar rumah. Ini saat yang paling ku suka. Saatnya dance ! Aku harus segera pergi, jadi waktuku akan banyak untuk latihan di studio milik kakaknya Ji Hoon. Aku terus berlari dengan cepat hingga gerbang sekolah

 

Brak. Huaaaa. Bruk. Aku membuka mataku perlahan dan langsung beranjak berdiri saat menyadari tubuhku sudah tersungkur di tanah. Aduh. Karna terlalu senang aku jadi tidak lihat lihat. Aku berbalik dan melihat seorang perempuan yang sedang membereskan barang barangnya yang terjatuh

 

“Maaf aku tidak sengaja”ujarku sambil memberikan botol minuman yang terjatuh didekatku

 

“Tidak apa apa”jawabnya singkat dan langsung beranjak meninggalkanku

 

Diakan… Dia kan perempuan yang tadi pagi kulihat. Astaga. Kenapa aku jadi terdiam seperti ini. Perlahan kusadari ada yang mengganjal, anak itu. Ia berjalan dengan sedikit pincang. Omo jangan jangan ia terluka kaena aku sudah menabraknya tadi. Aku langsung berlari menuju gadis itu dan berdiri didepannya

 

“Apa ?”Tanya perempuan itu

 

“Kakimu terluka, sebagai laki laki. Aku akan bertanggung jawab. Ayo ikut aku”ujarku dan menariknya menuju UKS

 

“Aku bisa sendiri”ujar gadis itu saat aku hendak mengobati lukanya dengan obat merah “kau tidak perlu bertanggung jawab, kau bisa pulang. Aku bisa mengatasinya sendiri”

 

“Wah. Kelihatannya kau mandiri, kau anak baru ya ?”

 

“Aku tidak suka bicara dengan orang asing, maaf.”Jawabnya membuatku mendengus kesal

 

“Aku Jang WooYoung, dan kau ?”

 

“Sudah kubilangkan. Aku tidak suka berbicara dengan orang lain”

 

“Aish, kau tidak boleh begitu. Kau masih juniorku, tidak seharusnya kau bicara seperti itu”

 

“Maaf sunbae, aku permisi dulu”ujarnya dan langsung berjalan meninggalkan

 

“Scarlet”ujarku cepat menghentikan langkah perempuan itu, ia berbalik dan menatapku bingung “rambut merah mu indah sekali, seperti scarlet. Mulai hari ini aku akan memanggilmu scarlet”

 

Ia hanya mengangkat bahunya dan langsung meninggalkan UKS. Hufh. Menyebalkan. Ternyata gadis yang membuatku terpaku tadi pagi begitu sombong. Tapi kalau dilihat dari matanya, dia sepertinya baik kok. Aku langsung menggeleng pelan dan kembali berjalan menuju tempat latihan milik kakaknya Ji Hoon

 

***

 

“Scarlett…”Sapaku pada perempuan yang duduk dibawah pohon sambil menikmati bekal yang dimakannya.

 

“Mau apa datang kesini ?”

 

“Kulihat kau sendirian saja, jadi bagaimana kalau kita makan siang bersama ?”

 

“Aku tidak apa apa kok, aku bisa sendiri”

 

“Yayaya kau bisa sendiri. Bukan masalahkan kalau aku disini”

 

Sudah 2 hari ini aku mencoba mendekatinya. Tapi tidak ada perkembangan sama sekali. Itu membuatku lebih gigih lagi untuk dekat pada perempuan ini. Aku membuka bungkus roti yang baru ku beli tadi di kantin. Eomma lupa membuatkan bekal. Aku jadi harus membeli roti ini.

 

“Hwaaaaaaaa”teriak perempuan yang ada disampingku ini

 

“Wae..waeyo ? Aku tidak melakukan apa apa ”

 

“Itu… Singkirkan . Ituuuu”serunya sambil menunjukkan sesuatu yang ada ditanah. Itukan cacing ?

 

“Huh, bukannya kau bisa mengatasi semuanya sendiri”ejekku berpura pura tidak mau membantunya, aku mengambil sebatang ranting dan menyingkirkan cacing itu

 

“Kumohon, singkirkan”pintanya sambil menggenggam jaketku

 

“Su..sudah kok”jawabku membuatnya melepaskan jaketku dan mengangkat wajahnya. Ia menangis “yaaak. Jangan nangis dong, kan sudah tidak ada cacingnya”

 

“Te..terima kasih”jawabnya sambil menghapus air matanya

 

“Ini pakai saputanganku”

 

“Tidak usah. Aku bisa sendiri”jawabnya, membuatku mendengus kesal. Masih saja.

 

“Tunggu.. Sepertinya aku melupakan sesuatu”gerutu sambil melihat kedua tanganku. Aku melihat kearah samping dan melihat rotiku yang sudah tergeletak di dekat tanah yang basah “makan siangku !!!! Bagaimana ini padahal aku lapar “Seruku

 

“Ini. Makanlah”

 

“Hah ? Tapi ini kan makan siangmu”

 

“Eomma membuatnya terlalu banyak, lagipula… Kau menjatuhkan roti itu karna terkejut dengan teriakanku kan ?”

 

“Wah, tidak sangka ya. Aku benar, kau tidak sesombong yang ku kira. Kau memang baik scarlet. Gomawo”ujarku dan langsung memakan sandwich yang ada didepanku

 

“Aku… Aku bukannya sombong, tapi aku hanya ingin mandiri”

 

“Arasso, tapi kau tetap saja perempuan. Ada beberapa hal yang tidak bisa kau lakukan sendirian. Boleh ku tahu ? Kenapa kau selalu ingin sendirian ?”

 

“Karna aku akan selalu kehilangan temanku”

 

“Ma..maksudnya ?”

 

“Sejak aku tk, sampai sekarang ini. Aku selalu kehilangan temanku. Appa selalu berpindah pindah untuk bekerja, aku dan Eomma juga harus ikut berpindah pindah. Itu sebabnya, setiap aku baru punya teman, tidak lama aku pasti akan kehilangan lagi”

 

“Kalau begitu.. Bagaimana kalau kita berteman ?”Pintaku sambil tersenyum kecil

 

“Tapi-”

 

“Walaupun kita berpisah aku janji tidak akan melupakanmu. Bagaimana ? Kita akan selalu berteman oke ?”

 

“Kau pasti menyesal”jawabnya sedikit ragu, aku hanya tersenyum membuatnya menghela nafas panjang dan menyambut jabatan tanganku.

 

“Senang berteman denganmu, scarlet”

 

“Ya..sama sama”

 

***

 

Matahari sudah menunjukkan cahaya, aku pun sudah siap menyambut silaunya cahaya itu didepan kaca jendela kamarku. Selamat pagi ! Aku tersenyum puas saat melihat kearah jam yang berhamburan di tempat tidurku. Hari ini aku siap berangkat lebih pagi. Tidak percuma menyalakan 10 jam weker di sekelilingku.

 

Langkahku begitu ceria saat menuruni tangga menuju ke ruang makan. Aku duduk di tempatku dan langsung melahap sarapan yang dibuatkan Eomma. Duk duk duk. Terdengar langkah kaki yang cukup mengganggu telingaku. Brak. Seseorang sudah meletakkan tasnya disampingku. Ini noona ku.

 

“Sudah bangun ? Tumben bangun pagi sekali”

 

“Aku ada urusan, jadi aku berangkat duluan ya”ujarku cepat sambil menghabiskan segelas susuku

 

“Eh ! Wooyoungie. Cepat sekali berangkatnya !”

 

“Iya eomma, aku pergi dulu”seruku sambil memasukkan bekalku kedalam tas, aku juga memasukkan coklat milik noona kedalam tasku

 

“Wooyoung !”Seru suara yang cukup tegas membuatku terhenti dan berbalik. Itu suara Appa “ingat ! Jangan pergi menari nari yang tidak jelas ! Arasso !”

 

“Arasso Appa, aku pergi dulu. Permisi”ujarku perlahan dan berjalan keluar rumah

 

Langkahku mulai berat sekarang. Rasanya semangatku mulai luntur saat mendengar kata kata Appa tadi. Kenapa sih ? Appa selalu saja melarangku untuk melakukan hobbyku. Padahal aku sangat suka menari, dance dan itu semua membuatku senang. Tapi … Kenapa Appa melarangnya.

 

Aku menghentikan langkahku saat melihat seorang anak perempuan yang berjalan didepanku. Tubuh kecil ini… Ah bingo. Itu Scarlet. Sudah 3 hari aku mengatur pertemuan ini. Walau tampak tidak disengaja, tapi… Semua ini memang ku atur. Aku tersenyum kecil dan langsung berlari menuju gadis itu

 

“Annyong scarlet”

 

“Hah ? Kau lagi ?”Gerutunya membuatku mematung sebentar. Sepertinya dia benar benar tidak suka padaku “kenapa aku jadi sering bertemu dengan mu sih ?”

 

“Yak, kita kan teman. Apa begini caranya kau memperlakukanku sebagai seorang teman ?”

 

“Maaf, tapi aku merasa kau terus mengikutiku”

 

“Lebih dari itu, kita harus segera mengejar bus itu !”Seruku dan langsung menarik tangannya menuju bus yang sudah siap berangkat

 

***

 

Aku beguling guling di bawah pohon yang rindang. Ini jam istirahat terakhir. Setelah pelajaran selanjutnya sudah boleh pulang. Tapi aku mau kemana ? Appa sudah tau tempat latihan danceku. Bisa bisa aku di marahi dan diseret pulang lagi. Hufh. Padahal aku ingin sekali pergi kesana.

 

Kurogoh saku celanaku dan membuka selebaran yang baru diberikan Ji Hoon tadi. Audisi ? Lomba dance. Aku ingin sekali mencobanya. Selain itu, hadiahnya lumayan juga. Hufh. Tapi bagaimana ? Appa pasti tidak akan menyetujuinya. Apa aku harus berbohong ? Berbohong lagi ? Aish tidak… Aku tidak bisa terus terusan berbohong

 

Aku langsung beranjak duduk dan terus memandangi lembaran itu. Rasanya jiwaku terpacu untuk mencoba lomba ini. Mungkin saja ada pencari bakat yang bisa menjadikanku seorang bintang. Dengan begitu aku bisa mencapai cita citaku. Tapi kenapa… Kenapa Appa melarangku. Hufh menyebalkan.

 

“Audisi dance ?”Gumam seseorang membuatku langsung menyembunyikan selebaran itu

 

“Oh kau scarlet”jawabku sambil menghela nafas lega

 

“Sudah makan siang ?”Tanyanya membuatku mengangguk pelan “kenapa ? Kau tidak secerewet biasanya, sunbae ?”

 

“Aku sedang bingung. Scarlet, apa kau pernah merasakan rasanya dikekang ?”

 

“Dikekang ? Apa itu ?”Tanyanya membuatku tersenyum kecil, ah iya ya. Dia baru kelas 2 mana tau arti dikekang.

 

“Maksudku, kau tidak boleh meraih cita citamu”

 

“Oh, pernah. Sebetulnya aku ingin menjadi penata rias. Tapi Eomma dan Appa tidak mengijinkannya. Apa itu cukup ?”

 

“Lalu apa yang kau lakukan ?”

 

“Ya turuti saja, kata Eomma ini untuk kebaikanku”

 

“Ah ya kau benar”

 

“you must believe in your dream. You can standing in front of that cold wall called fate. You can firmly face it”

 

“Ha ?”

 

“Mee too. One day we will pass over that wall, and be able to fly, as high as the sky. Every heavy thing called life can’t tie us down. At the end of our life, on the other day that we can smile, let’s be together. We share our happiness to everyone”

 

“Bisa kau artikan kata katamu ? Hehehe, aku kurang jago bahasa inggris”

 

“Itu pr untuk mu”ejeknya membuatku tertawa

 

“Kuanggap yang tadi itu nasehat ya. Gomawo”

 

“Ya sama sama”

 

“Kalau begitu, sebagai gantinya aku akan mengajakmu ke suatu tempat”

 

***

 

Suasana ramai sudah membuat telingaku sedikit sakit. Aku sudah berdiri didepan sebuah game center sekarang. Aku terkekeh pelan dan langsung masuk ketempat itu. Scarlet, anak perempuan yang masih duduk di kelas 2 sd ini mengikutiku dengan lugu. Aku memang nekat masuk ke tempat ini. Padahal kami masih di bwah umur.

 

Aku mengeluarkan semua uangku dan memberikannya pada scarlet. Lagi lagi dia hanya menatapku dengan tatapan cemas. Aku sudah kelas 6 sd wajar saja aku berani masuk ke tempat seperti ini. Aku langsung berlari menuju mesin pengambil boneka. Aku mendorong bangku perlahan dan mulai memainkannya

 

Sesungguhnya aku hanya ingin menunjukkan kemampuanku pada Scarlet. Bingo. Aku melompat turun dari bangku dan memberikan sebuah boneka beruang kecil berwarna putih pada scarlet. Perempuan itu hanya tersenyum dan menerimanya. Aku menggaruk kepalaku pelan, sesungguhnya aku malu melihat senyumannya itu

 

“Chakeman”seru scarlet saat melewati sebuah fotobox “kita foto yuk, untuk kenang kenangan”ajaknya membuatku mengangguk

 

“Kau bisa ?”

 

“Ya, di LA aku sering menggunakannya”

 

“Wow, kau cerdas. Aku tak yakin, kau benar benar kelas 2 sd”

 

“Aku kan jenius. Ayo senyum”ujarnya cepat

 

Aku tertawa dan mulai mengikuti gayanya. Baru keluar dari box tersebut. Terlihat seorang satpam yang sudah berdiri didepan kami berdia. Scarlet langsung bersembunyi dibelakangku. Aku hanya menahan rasa takutku. Dengan tersenyum aku memberanikan diri menatap satpam itu

 

“Scarlet, lari !”Seruku dan langsung menarik tangan gadis kecil itu keluar dari game center

 

Dengan tawa yang lepas, ku dengar gerutuan dari Scarlet di belakangku. Tapi daripada itu semua. Scarlet tetap mengikutiku dibelakang, langkah kami terhenti di dekat sungai yang tidak jauh dari sekolah kami. Aku langsung membaringkan tubuhku diatas rumput dan tetawa lagi

 

“Menyenangkan, iya kan ?”Tanyaku yang masih terengah karna berlari

 

“Aku cape”ujarnya dan langsung duduk disebelahku “ini minum, masih ada sisa”

 

“Gomawo, ah itu… Kau masih sempat mengambil hasil foto kita ?”

 

“Ne. Lihat ini, ini untukmu dan ini untukku. Aku juga menemukan 2 gelang ini di box tadi”jelasnya sambil mengulurkan tangannya dan memberikan foto dan gelang padaku

 

“Wah terima kasih banyak”

 

“Oh ya sunbae besok aku-”

 

“Young-goonie !”Teriak seseorang membuatku berbalik dan terlihat Ji Hoon yang berlari kearahku “kebetulan aku menemukanmu disini, kakakku sudah mendaftarkanmu. Besok datang ya jam 8 pagi”

 

“Benarkah ? Oke aku pasti datang”ujarku cepat

 

“Kau ditunggu dirumahku malam ini, bisa datang kan ?”

 

“Oke aku pasti datang”seruku membuatnya mengangguk dan berlari meninggalkanku “ah ya, scarlet kau bisa nonton kan ? Aku akan menari untukmu”

 

“Hah ? Aku…aku pasti nonton. Tapi kau harus menang ya”ujarnya membuatku tertawa dan mengangguk cepat

 

***

 

Brak. Huah cape. Aku langsung duduk dipojok ruangan sambil meneguk sebotol air. Daebak. Aku sangat puas sekali. Ini pertama kalinya aku tampil didepan umum. Dan aku benar benar ingin menang. Aku ingin menepati janjiku pada scarlet. Aku tersenyum kecil dan mengusap wajahku

 

Kenapa ya, rasanya aku terus memikirkan perempuan itu. Apa ini yang dinamakan cinta ? Aku menggeleng pelan dan menepuk pipiku. Hufh. Apa sih ? Aku masih kecil, masih 11 tahun. Tidak mungkin. Tapi… Kalaupun iya. Aku senang bisa menyukai perempuan seperti scarlet.

 

Apa dia datang ya tadi ? Apa dia melihatku ? Aku membereskan barang barangku. Setelah pengumuman aku akan segera pulang. Tapi kalau aku menang. Aku akan memberikan piagamnya untuk scarlet. Tiba tiba kulihat sosok Ji Hoon yang sudah mendekat padaku.

 

“Ini ada titipan untukmu, dari anak kecil berambut merah”ujarnya dan memberikan sebuah kertas padaku

 

“Scarlet ?” Tanyaku dan langsung membuka selembar kertas itu. Aku tersenyum saat membacanya. Scarlet melihatku tadi dan setelah pengumuman Ia mau bertemu denganku ?

 

Riuh tepuk tangan mulai memenuhi stage. Aku langsung berdiri didepan stage. Ryeo Woon hyung sudah berdiri di sebelahku sambil menepuk pundakku. Kau pasti menang. Itu yang selalu diucapkannya. Detak jantungku terasa berdetak sangat cepat saat host menyebutkan namaku yang menjadi pemenang saat itu

 

Senyumku terus merekah, tanganku terasa gemetar saat menerima piala dari panitia. Tanpa berpikir panjang, aku langsung melompat dari stage dan berlari keluar gedung itu. Aku menang, aku bisa menunjukkannya pada orang tuaku. Nafasku mulai terengah, dengan senyuman aku terus berlari hingga ke sekolahku

 

Kakiku terus melangkah hingga taman belakang sekolah. Kulihat seorang anak perempuan dengan rambut merah berdiri dibawah pohon yang rindang. Itu scarlet. Aku menghela nafas panjang dan langsung berjalan mendekati anak perempuan itu. Aku harap dia bangga padaku

 

“Scarlet” seruku menghentikan langkahnya yang sepertinya mau meninggalkan tempat itu “lihat ini ! Aku menepati janjiku kan”

 

“Selamat ya sunbae, aku senang kau menang”

 

“Bagaimana kalau kita merayakannya ?”

 

“Aku takut tidak bisa”

 

“Ke..kenapa ?”

 

“Hari ini..aku harus pergi ke canada bersama kedua orang tuaku.”

 

“Tapi… Kenapa kau tidak bilang”

 

“Maafkan aku, sebenarnya aku sangat tidak suka dengan perpisahan. Tapi sebagai teman… Aku sangat senang bisa mengenalmu”jelasnya membuatku terdiam dan tidak bisa berkata apa apa

 

“Kalau begitu, bawa piala ini untukmu”

 

“Anio… Berikan itu pada orang tua sunbae. Aku yakin mereka akan mendukung sunbae”

 

“Scarlet aku-“ucapanku tepotong saat mendengar suara klakson yang tidak jauh dari kami

 

“Maaf sunbae, aku harus pergi sekarang”ujarnya dan langsung berlari meninggalkanku yang masih terdiam “sunbaeeee”

 

“Ha ?”

 

“Sampai jumpaaaaa”serunya sambil melambaikan tangan padaku

 

***

 

“Wooyoungie, bangun kita sudah sampai”seru JunHo sambil mencubit kedua pipiku

 

Kubuka mataku perlahan dan langsung berjalan keluar mobil. Kurenggangkan ototku yang mengencang saat dimobil tadi. Busan, kota kelahiranku. Akhirnya aku kembali ketempat ini. Langit mulai memerah. Ini sudah sore. Hyung memperbolehkan kami untuk beristirahat dan berkeliling sebentar.

 

Aku menghentikan langkahku saat kami melewati bangunan yang tidak asing buatku. Ini kan sekolahku. Perlahan kulangkahkan kakiku memasuki gerbang sekolah itu. Sudah lama aku melupakan perempuan itu, kira kira dia apa kabar ya ? Apa lagi…jarang sekali aku bisa memimpikan kisah cinta pertamaku

 

Rasanya mimpiku tadi sudah terjadi 14 tahun yang lalu. Masa kecil yang indah. Siapa bilang aku tidak pernah merasakan cinta ? Bahkan jika bisa… Aku ingin sekali bertemu dengannya. Bertemu dengan anak perempuan berambut merah itu. Scarlet. Ku hentikan langkahku saat melihat bayangan seseorang di dekat pohon taman belakang

 

Aku melangkah perlahan mendekati bayangan itu. Terlihat seorang gadis yang sedang menggali tanah yang ada di dekat pohon kenanganku. Sedang apa gadis ini.

 

“Kau sedang apa ?”Sapaku membuat gadis itu mendongak dan terkejut saat melihatku “loh Ji Rin ? Apa yang kau lakukan disini ?”

 

“Loh WooYoung sshi. Kenapa kau bisa ada disini ?”

 

“Kami ada sedikit pekerjaan disini. Dan apa yang kau lakukan disini direktur Jung ?”Ejekku membuatnya tersenyum

 

“Aku rindu dengan sekolahku, aku mengubur sesuatu disini”

 

“Se..sekolahmu ? Ah bisa aku bantu ?”

 

“Tidak usah aku bisa sendiri”ujarnya seperti biasa. Aku hanya menggangkat bahuku dan bersandar di dekat pohon sambil memainkan ponselku “huaaaaaaa”teriak gadis itu dan langsung memeluk leherku

 

“Apa sih ? Kau membuatku kaget. Handphoneku sampai jatuh”gerutuku dan melihat kearah jemarinya yang menujuk ketanah. Cacing ?

 

“Singkirkan itu, itu sangat menjijikkan”

 

Kepalaku serasa berputar cepat dan menatap Ji Rin dengan tatapan bingung. Kenapa ? Rasanya ini seperti de javu ? Apa jangan jangan…

 

“Kenapa kau diam saja ? Itu cepat singkirkan”gerutunya

 

“I…iya iya”jawabku dan langsung menyingkirkan cacing itu “ternyata ada juga kan yang tidak bisa kau lakukan sendiri”

 

“Hanya itu saja aku meminta bantuanmu”ujarnya dan kembali menggali tanah itu

 

Aku terkekeh pelan, kutundukan bandanku dan langsung membantu gadis itu menggali tanah. Aku merasakan sebuah benda keras menyentuh tanganku. Sepertinya ini benda yang di cari Ji Rin. Aku langsung mengambil kotak itu dan memberikannya pada Ji Rin. Ia langsung duduk bersandar dibawah pohon sambil mengusap kotak itu

 

“Huaaaa rasanya kangen sekali dengan kotak ini”

 

“Memangnya itu kotak apa ?”

 

“Ini tempat aku menyimpan kenanganku dengan teman masa kecilku”ujarnya dan mengeluarkan sebuah kunci untuk membuka kotak itu “percaya atau tidak, aku dulu berambut merah loh”

 

Ia langsung menunjukkan sebuah foto padaku, degup jantungku terasa sangat cepat. Bahkan aku merasa sulit berfikir sekarang. Rambut merah ini, tidak mungkin anak perempuan ini adalah Ji Rin. Tidak mungkin, aku tidak bisa percaya ini. Akhirnya aku sudah bisa menemukan gadis berembut merah ini

 

Untuk kedua kalinya… Untuk kedua kalinya aku merasa jatuh cinta. Aku beruntung, aku bisa mencintai cinta pertamaku sampai sekarang. Aku tersenyuk kecil dan kembali melihat kearah Ji Rin yang sedang memakai gelang yang pernah ia berikan padaku. Aku membuka domperku dan mengambil gelang yang sama

 

“Waaaaah. Gelang ini masih muat di pergelangan tanganku”

 

“Ya begitu juga denganku”jawabku membuatnya menoleh dan terkejut saat melihat gelang yang melingkar dipergelangan tanganku

 

“Tidak mungkin-”

 

“Lama tidak jumpa, scarlet”ujarku membuatnya tertawa dengan wajah tak percaya

 

“Kau… Aish jinjja. I can’t believe this”

 

Aku hanya tersenyum dan langsung memeluknya. Selama ini aku sudah bahagia bisa menyukaimu. Tapi hari ini aku lebih bahagia lagi, karna aku tahu satu hal. Aku sudah menyukaimu sejak kita pertama kali bertemu. Scarletku. Jung Ji Rin.

 

Fin

6 thoughts on “[Freelance] My First Love {Little Sweet Carols Side Story}

  1. Aduh so sweet bgt ! Lagi dong kisah wooyoung ama jirin, kapan mrk jadiannya ?hehe
    Jangan lama2 yaaa ff selanjutnya, ditunggu !

  2. LANJUTT!! :)
    scarlet aq jd inget film’a eunjoo yg krn film itu dy bnuh diri!
    wooyoung jd nih ama jirin?! hokey!! ^^
    kyu sini sini ama aq… *opo to*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s