[Freelance] My Bodyguard, My Love part 3

My Bodyguard, My Love (Part 3)

 

 

Kyuhyun’s POV

Sejak tiga minggu yang lalu tepatnya sejak kematian Tuan Han, aku melihat sosok Hyesa yang berbeda, tak ada lagi kecerian dalam hidupnya. Aku hanya melihat Hyesa yang pemurung dan terus berdiam diri di kamarnya. Aku tau dia begitu merasa kehilangan, aku merasa bersalah pada dirinya.

Aku tak kuat melihatnya yang seperti mayat hidup, apalagi malam ini adalah malam natal, malam dimana seharusnya setiap orang berbahagia.

Aku masuk ke kamarnya membawakan Teh hangat untuknya. Mungkin bisa membuatnya merasa lebih baik, walau aku tau itu tak akan menghapus kesedihannya.

Aku berlutut di hadapannya yang terbaring di ranjangnya dengan tatapan menerawang.

“Nona, aku membawakanmu teh, minumlah, mungkin akan terasa lebih baik,” ucapku pelan sembari menyodorkan cangkir yang berisi teh hangat itu.

Tak ada respon apapun darinya. “Nona,” panggilku. Tapi lagi-lagi dia tak menjawab.

“Nona,” panggilku lagi.

Dia langsung bangkit dari tidurnya. “AKU TIDAK BUTUH TEH!!!!” Teriaknya sembari menepis cangkir teh yang ada di tanganku.

“Awwww” Teriakku, ketika air teh hangat itu mendarat tepat di kulit tanganku.

Mendengar jeritanku, dia langsung memandang wajahku dan berlari ke arahku. Dia memegang tanganku yang terkena tumpahan teh hangat tadi.

“Mian, Mianhae….” ucapnya yang diiringi dengan isak tangisnya.

Aku melepaskan genggamannya di tanganku, kemudian memegang bahunya dan membawanya kembali ke ranjangnya.

“Gwaenchana,” jawabku.

Aku mendudukkannya di ranjangnya kemudian aku berlutut di hadapannya.

“Nona, Tuan Han tak akan suka melihatmu begini. Berhentilah menangis, tunjukkan pada Tuan Han kau bisa hidup dengan baik di sini. Jangan buat dia mengkhawatirkanmu di sana,” lanjutku lagi.

Air matanya terus mengalir deras. Ku angkat tanganku dan kuhapus air mata yang membanjiri pipi itu.

“Nona, berbahagialah. Malam ini malam natal. Aku yakin Tuan Han ingin melihatmu tersenyum bahagia,” ucapku lagi.

Dia menghapus air mata yang mengalir dipipinya. “Natal???” ucapnya sedikit shock.

“Ne, Nona,” ucapku sembari mengangguk.

“Oppa, bisakah kau temani aku ke suatu tempat???” ucapnya lagi.

Lagi-lagi aku menganggukkan kepalaku. Dia langsung menarik tanganku menuju mobilnya. Apapun akan aku lakukan untuk menghapus air matanya, mungkin itu salah satu cara untuk menebus semua kesalahanku.

Dia memintaku membawanya ke sebuah tower yang ada di Seoul dan kemudian mengajakku menaiki kereta gantung yang ada di sana. Seoul benar-benar indah dari sini. Lampu yang menghiasi pohon-pohon natal membantu bulan dan bintang menyinari malam ini. Dia menarikku duduk di sampingnya.

1 jam lebih kami berada di sini. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya dan tak ada suatu hal pun yang dilakukannya kecuali memandang kota Seoul yang diselimuti salju.

Dia menyandarkan tubuhnya ke tubuhku dan meletakkan kepalanya di bahuku. Aku sedikit terkejut tapi kubiarkan mungkin dia sedang membutuhkan seseorang untuk bersandar.

“Oppa,” ucapnya lirih, masih bersandar di bahuku. “Taukah kau??? Tempat ini begitu banyak menyimpan kenanganku dan appa,” ucapnya mulai membuka mulutnya. “Eomma meninggal saat umurku 4 tahun, dan sejak itu appa selalu membawaku ke sini setiap malam natal. Dia memberikan seluruh waktunya untukku setiap hari natal.” Dia menghela napasnya yang lemah. “Tapi sekarang, appa tak bisa menemaniku lagi. Aku malah ke sini bersamamu.”

Dia mendongak menatapku. “Aku tak punya siapa-siapa lagi. Oppa, jangan tinggalkan aku,” ucapnya dengan tatapan yang sayu.

Melihat tatapannya yang penuh kepedihan seperti itu membuat hatiku sakit. Tanpa kusadari tanganku mulai bergerak menyentuh dan mengangkat dagunya. Entah setan apa yang sedang merasuki, perlahan bibirku menyapu bibirnya. Tapi sesaat kemudian aku sadar dan langsung mendorong pelan tubuhnya.

 

*****

Hyesa’s POV

Kyu Oppa mencium bibirku dan aku membiarkannya begitu saja. Tapi sesaat kemudian dia langsung menghentikan ciumannya dan mendorong tubuhku pelan. Kyu Oppa bangkit dari duduknya, kemudian berbalik dan ingin melangkahkan kakinya.

“Oppa,” tahanku dan membuatnya menghentikan langkahnya.

Aku berdiri tapi dia tetap tak menoleh ke belakang.

“Saranghae, Oppa.” Kali ini aku tak bisa menahan perasaanku lagi. Aku sudah kehilangan appaku dan sekarang Aku butuh dia.

Kyu Oppa tetap tak bergeming dan membelakangiku. Air mataku mulai menetes lagi. “Oppa, Jeongmal Saranghae,” ulangku lagi.

“Mianhae,” hanya kata itu yang keluar dari mulutnya dan dia tetap tak mau melihat wajahku.

“Oppa, jangan menolakku dengan alasan status kita. Aku mohon jangan tinggalkan aku, aku butuh kau,” ucapku di sela-sela isak tangisku.

Tiba-tiba dia berbalik dan memelukku. Kubenamkan wajahku di dadanya.

“Mianhae, Nona. Bagaimanapun aku hanyalah pengawal pribadimu, dan kau majikanku, Mian aku tak bisa membalas cintamu. Tapi tenanglah aku tak akan meninggalkanmu, aku akan selalu ada di sampingmu karena kau majikanku.”

Semua kata-kata yang keluar dari mulutnya semakin membuat air mata ini mengalir dengan derasnya. Meskipun kau hanya pengawal pribadiku, aku akan selalu mencintaimu oppa. Kau laki-laki yang sangat aku cintai selain appaku.

 

*****

 

Aku sedang duduk di taman belakang rumahku ketika Kyu Oppa menghampiriku.

”Nona,” panggilnya. Aku menoleh ke arahnya. ”Bolehkah aku mengunjungi keluargaku??” tanyanya ragu.

Aku tersenyum padanya. ”Tentu saja Oppa. Temuilah mereka sesuka hatimu selagi kau masih bisa melihat mereka,” jawabku.

”Khamsahamnida,” ucapnya sembari membungkukkan badannya. ”Aku akan segera kembali, Nona,” lanjutnya lagi.

Aku hanya menganggukkan kepalaku sembari tersenyum kemudian dia mulai berjalan menjauh dariku.

 

*****

            Sekarang sudah lewat jam makan malam, tapi Kyu Oppa belum juga kembali. Ehmmm, mungkin dia begitu merindukan keluarganya, aku tak bisa memaksanya untuk lebih mementingkan diriku dibandingkan keluarganya.

Kumasukkan makanan yang di siapkan oleh Shindong Ahjusshi ke dalam mulutku dengan enggan. Jujur aku sedang tak bernapsu untuk makan, Tapi Siwon ahjusshi terus memaksaku untuk makan. Aku tau dia mengkhawatirkanku.

Tiba-tiba seorang pengawalku datang menghampiriku. Aku menoleh ke arahnya dan pengawal itu langsung membungkuk sembari menyodorkan sebuah amplop besar padaku.

”Apa ini???” tanyaku heran sembari mengambil amplop itu.

”Kami menemukannya di kotak surat nona, dan ditujukan untuk anda,” jelasnya.

Kubuka amplop ini. Wajar saja sedikit berat, ternyata isinya sebuah video. Aku menoleh ke arah Siwon Ahjusshi.

”Ahjussshi, bisakah kau putarkan video ini untukku???” ucapku sopan.

”Iye, Nona,” jawab siwon ahjusshi kemudian mengambil video itu dari tanganku.

Aku mengikuti Siwon ahjusshi dari belakang menuju ruang santai di rumahku. Aku duduk di sofa yang ada di sana sedangkan Siwon ahjusshi memutar video itu. Video itu mulai menampakkan seseorang yang berdiri tegak. Sungguh sulit melihat wajah orang tersebut karena cahaya ruangan yang remang-remang.

”Akhirnya kau datang juga, sulit sekali menghubungimu,” ucap seseorang yang tengah duduk di kursinya, tapi aku hanya bisa melihat punggungnya.

”Mianhae, aku tak leluasa mengangkat teleponmu,” jawab sebuah suara. Aku merasa begitu mengenal suara ini.

”Kau sungguh hebat, kau bisa masuk ke keluarganya dengan begitu mudah. Sekarang aku ingin kau melakukan tugasmu selanjutnya. Lakukanlah secepatnya. Aku ingin kau menghabisi Hankyung secepatnya, Cho Kyuhyun!!!!” teriak laki-laki yang duduk itu.

Mendengar 2 nama itu membuatku tersentak kaget. Hankyung??? Kyuhyun??? Apa maksud dari semua ini???

“Aku membayarmu, dan aku ingin mendapat imbalan dari itu. Lakukan dengan baik,” lanjut pria itu lagi.

”Ne,” jawab suara yang amat sangat kukenali itu.

Jawaban itu seakan membuat jantungku berhenti berdetak. Apa yang baru saja aku lihat??? Apa yang baru saja aku dengar??? Benarkah itu semua??? Benarkah orang yang begitu kupercayai adalah pembunuh appaku sendiri???

Hatiku berkecamuk menerima kenyataan ini. Tiba-tiba sebuah suara kembali mengagetkanku.

”Aku sudah kembali, Nona,” ucap suara itu ringan.

Aku langsung menoleh dan mentapnya nanar.

 

*****

Kyuhyun’s POV

”Aku sudah kembali, Nona,” ucapku ringan ketika kudapati dia di ruang santai.

Dia langsung menoleh dan menatapku. Tapi ini tatapan yang berbeda dari biasanya. Dia menatapku nanar. Air mata mulai menggenangi pelupuk matanya. Apa lagi yang membuatnya sedih???
”Kau???” ucapnya tajam. ”Siapa dirimu sebenarnya?????” Teriaknya.

Aku terperangah mendengar suaranya yang begitu keras. Apa maksud dari pertanyaannya, Apa dia sudah tau siapa diriku sebenarnya??

Dia mendekatiku dan melemparkan sebuah video ke dadaku. ”Kenapa kau begitu tega padaku??? Kenapa kau begitu jahat pada appaku???” Suaranya mulai menggema di seluruh ruangan ini.

Aku tak tau harus menjawab apa. Semua rahasiaku sudah terbongkar. Aku hanya bisa tertunduk pasrah.

”Sekarang aku sadar,” ucapnya lirih. ”Kau muncul begitu tiba-tiba di hadapanku, apakah ini salah satu rencanamu??” lanjutnya lagi dengan senyum sinis. ”Betapa bodohnya diriku, aku begitu mempercayai dan membawa masuk orang yang berniat membunuh appaku ke rumahku sendiri. Aku menyerahkan nyawa appaku ke tangan orang yang berdarah dingin seperti dirimu!!!!!!!”

”Aku benci padamu. Aku sangat membencimu!!!” teriaknya lagi. ”Sekarang keluar dari rumahku!!!!” Usirnya.

Aku mengangkat wajahku dan memandang wajahnya. Tak ada lagi tatapan hangat dari Hyesa yang kukenal, tak ada lagi ekspresi dan suara yang manja darinya. Yang ada hanyalah kebencian.

Aku menjalankan kakiku menuju pintu rumahnya. Aku akan menerima apapun yang akan dia lakukan sekarang. Apapun!!!

”Cho Kyuhyun!!!” panggilnya lagi. Aku menoleh ke arahnya dan masih kudapati tatapan penuh kebencian dari matanya.

”Kau membuatku kehilangan satu-satunya orang yang kumiliki di dunia ini. Kau harus bersiap-siap, aku tak akan membiarkan kau tenang dan nyaman dengan kehidupanmu. Jika aku tak bisa membuatmu mendekam di penjara seumur hidup, maka kupastikan kau akan ikut terkubur di dalam tanah SEPERTI APPAKU!!!!”

Mataku membesar mendengar ucapannya.  ”Ahjusshi, pastikan dia tak akan pernah menginjak rumahku lagi!!!” lanjutnya kemudian berlari menaiki tangga dan membanting pintu kamarnya dengan keras.

Mianhae Hyesa, Mianhae…

 

*****

Hyesa’s POV

Sudah beberapa hari sejak kejadian malam itu, aku tak pernah melihat wajahnya lagi. Rasa sakit ini amat dalam. Kenapa aku bisa membawa orang yang sangat mengincar nyawa appaku ke dalam rumahku bahkan aku mencintainya. Sekarang aku tak peduli dengan perasaanku. Yang kuinginkan hanyalah membuat hidup Cho Kyuhyun menderita.

Aku berjalan menuju ruang santai dan mencari video itu. Aku mengobrak-abrik ruangan itu, tapi tetap saja tak kutemukan.

”Siwon Ahjusshi,” panggilku.

Tapi Shindong ahjusshi yang menghampiriku. ”Maaf Nona, Tuan Choi sedang tak ada di sini. Apa ada yang bisa saya bantu???” ucapnya.

”Dimana video itu???”

Kulihat Shindong ahjusshi tertunduk tak berani memandang wajahku.

”Ahjusshi???” panggilku menunggu jawaban darinya.

”Maaf, Nona. Tapi video itu sudah tidak ada,” ucapnya pelan.

”Apa maksudmu???” tanyaku tajam.

”Tuan Choi sudah membakar video itu, Nona,” jawabnya.

Aku terbelalak mendengarnya. “Mwo???” ucapku marah. ”Cari dia sekarang juga dan suruh dia temui aku!!!” teriakku.

Kenapa semua hal selalu membuatku gila. Apa lagi yang akan terjadi??

 

*****

 

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya kudengar suara ketukan pada pintu kamarku. Kulihat Siwon ahjusshi berjalan menghampiriku.

”Ahjusshi, mengapa kau membakar video itu??? Mengapa kau menghancurkan satu-satunya bukti pembunuh appaku??? Apa kau akan membiarkan pembunuh appaku hidup tenang begitu saja???” hardikku langsung.

”Karena aku yakin, tuan Han akan melakukan hal yang sama denganku,” ucapnya tegas.

Aku memandangnya tak percaya. ”Apa maksudmu ahjusshi???”

Siwon ahjusshi menatap mataku. ”Tuan Han sudah mengetahui siapa Kyuhyun sebenarnya,” jawabnya yang membuat mataku terbelalak.

 

*****

 

Flashback, Siwon’s POV

”Kemana Kyuhyun??? Aku ingin menanyakan keadaan Hyesa di sekolahnya,” ucap Tuan Han setelah menyantap makanan malamnya.

”Mungkin sedang menemani Nona Hyesa mengerjakan tugas Matematikanya, Tuan,” jawabku sopan. ”Apa perlu aku panggilkan, Tuan???” tanyaku lagi.

Tuan Han tersenyum padaku. ”Tak perlu Siwon. Biar aku saja yang menemuinya. Dia pasti sudah lelah menemani Hyesa seharian, kau tau sendirikan anak itu paling tak bisa diam, dan aku yakin saat ini Kyuhyun tak hanya menemani Hyesa membuat tugas, pasti Hyesa memberikan tugas itu padanya,” ucap Tuan Han.

Aku ikut tersenyum mendengar ucapan Tuan Han. Tuan Han amat sangat memahami putrinya.

Kemudian Tuan Han bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju kamar Nona Hyesa dan aku mengikutinya dari belakang. Tapi tiba-tiba kami melihat Kyuhyun berjalan terburu-terburu menuju kamarnya.  Tuan Han langsung berbalik arah ke kamar Kyuhyun yang tak jauh dari kamar Nona Hyesa. Pintu kamar Kyuhyun tak tertutup rapat dan dari dalam terdengar suaranya yang sepertinya sedang berbicara di telepon. Tuan Han berniat membuka pintu kamar Kyuhyun tapi tiba-tiba….

”Aku tak tau kapan aku akan membunuhnya,” Terdengar suara dari dalam.

Aku dan Tuan Han terperangah mendengarnya. ”Aku tak tau kapan akan membunuh Tuan Han,” ucapnya lagi.

Aku ingin menerobos masuk ke kamarnya tapi tangan Tuan Han mencengkeram bahuku dan menggeleng pelan.

”Aku tak tau karna aku tak sanggup membunuhnya. Tuan Kim, aku janji aku akan segera mengganti biaya pengobatan adikku, tapi beri aku waktu,” lanjutnya lagi.

Tuan Kim??? Mendengar nama itu aku langsung memandang Tuan Han. Tapi Tuan Han tetap menunjukkan ekspresi tenangnya dan tersenyum tipis.

”Tuan, hentikanlah dendam ini. Dendam tak akan membuat hidupmu lebih baik. Anniyo, Tuan aku tak sedang mengajarimu,” ucapnya cepat

Aku tak menyangka dendam ini akan terus berlanjut.

”Sudah aku katakan aku tak mau melakukannya dan jangan gunakan adikku dan Hyesa untuk menekanku!!!!!” Teriaknya. ”Aku akan mengganti seluruh uangmu, dan berhentilah mengganggu hidup keluargaku dan hidup keluarga Tuan Han,” ucapnya kemudian tak terdengar suara apapun lagi.

End of flashback

 

*****

Hyesa’s POV

Lagi-lagi semua apa yang kudengar membuatku terkejut. Aku tak menyangka orang yang kutuduh sebagai pembunuh appaku, ternyata berusaha melindungi nyawa keluargaku.

”Karna itu, Nona, aku membakar video itu,” ucap siwon ahjusshi.

”Tapi siapa Tuan Kim itu ahjusshi, kenapa dia begitu membenci appa??” tanyaku penasaran.

Siwon ahjusshi memalingkan wajahnya dariku.

”Tuan Kim adalah sahabat Tuan Han sejak di bangku SMP,” ucap Siwon ahjusshi yang membuatku shock.

”Jika dia sahabat appa, kenapa dia ingin membunuh appa???”

”Semuanya bermula ketika Nyonya Han lebih memilih Tuan Han sebagai pendamping hidupnya. Tuan Han dan Tuan Kim sama-sama mencintai eomma anda, nona, tapi Nyonya Han sudah menetapkan pilihan hatinya. Awalnya semuanya tetap berjalan baik, Tuan Kim bisa menerima keputusan itu. Tapi taukah Nona?? Kita tak akan pernah bisa menerima kekalahan dua kali dari orang yang sama. Ketika itu, Tuan Han dan Tuan Kim mulai bergelut di perusahaan keluarga masing-masing. Kedua perusahaan memperebutkan tender besar dari suatu perusahaan asing yang bisa menyokong perusahaan, dan saat itu perusahaan keluarga Tuan Kim sedang mengalami krisis dan mereka sangat mengharapkan tender itu untuk menyelamatkan perusahaan mereka dari kebangkrutan,” jelas Siwon ahjusshi.

Siwon ahjusshi kemudian memandangku. ”Tapi mereka kalah. Ayah tuan Kim terkena serangan jantung dan akhirnya meninggal. Sejak saat itu Tuan Kim bersumpah tak akan pernah membuat keluarga Tuan Han hidup tenang, di tambah lagi Tuan Kim semakin menyalahkan Tuan Han atas meninggalnya Nyonya Han,” ucapnya dengan tatapan sedih.

”Tapi bukankah eomma meninggal karena kanker otaknya???” balasku masih tak percaya.

Siwon Ahjusshi menganggukkan kepalanya. ”Tapi bagi Tuan Kim Heechul itu semua karna Tuan Han tak bisa menjaga Nyonya Han dengan baik, dan lebih mementingkan perusahaan.”

Otakku terus mencerna setiap ucapannya. Tuan Kim??? Kim Heechul??? Apa dia adalah laki-laki yang ada di ruang kerja appa. Foto yang selalu terpajang di sana dan setiap kutanya pada appa, appa hanya menjawab pertanyaanku dengan senyuman.

“Lalu, apakah Tuan Kim itu masih mencintai eomma sampai sekarang???’

“Saya juga tidak tau, Nona. Setahuku, ketika Nyonya Han memilih Tuan Han, tak berapa lama kemudian Tuan Kim menikah dengan seorang wanita yang dijodohkan oleh appanya. Mereka melangsungkan pernikahan itu lebih dahulu dari Tuan Han,”  jelas Siwon ahjusshi lagi.

Hidupku terlalu berat. Kenapa aku harus merasakan semua ini. Kenapa aku hidup diantara dendam ini?? Appa aku tau sekarang, kau selalu berusaha membuatku senang, karna kau tak ingin aku merasakan penderitaan hatimu.

”Nona, Kyuhyun memang berencana membunuh tuan Han. Tapi dia tidak melakukannya. Meskipun tuan Han tau siapa Kyuhyun yang sebenarnya, tapi Tuan Han yakin Kyuhyun orang yang baik, terlebih lagi setelah kejadian di depan restoran itu.”

Aku mengingat kembali kejadian itu, dimana Kyuhyun menyelamatkan appa bahkan membiarkan tangannya terluka. Dan aku??? Aku memaki-maki orang yang terus berusaha melindungi keluargaku.

Drddrrrtt… ddrrtt

Getaran ponsel di atas meja di samping tempat tidurku mengalihkan perhatianku. Kuambil ponsel itu dan kubaca pesannya. Dari nomor yang tak kukenal.

Nona, bisakah kita bertemu??

Aku ingin minta maaf padamu

Aku akan menjelaskan semuanya.

Aku tunggu di taman, sekarang..

 

Apakah ini pesan dari Kyu Oppa?? Aku langsung berlari menuju pintu kamarku tapi..

”Nona, anda mau kemana???” cegah Siwon ahjusshi.

“Tenanglah ahjusshi, aku hanya ke taman yang tak jauh dari rumah. Kyu Oppa sedang menungguku di sana, aku ingin minta maaf padanya,” jawabku.

“Biar saya antar, Nona,” ucapnya lagi.

“Tak perlu ahjusshi, aku bisa pergi sendiri lagi pula taman itu tak jauh dari rumah kita,” balasku.

“Tapi…”

“Ahjushhi tak perlu khawatir…” potongku, kemudian langsung berlari menuju taman.

Aku terus berlari, aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin melihat wajahnya lagi. Aku ingin meminta maaf padanya. Bahkan aku rela bersujud asalkan dia bersedia memaafkanku.

 

*****

Siwon’s POV

Aku berjalan ke pintu gerbang. Aku ingin melihat apa Nona Hyesa ada di sana. Sudah jam makan malam, tapi kenapa dia belum pulang. Aku mulai khawatir padanya. Meskipun Kyuhyun bersamanya tapi sampai saat ini aku tak mendapat kabarnya. Ponselnya ataupun Kyuhyun tak bisa dihubungi.

“Tuan Choi,” panggil seseorang yang mengagetkanku.

Aku menoleh ke orang itu, dan kudapati Cho Kyuhyun berdiri di hadapanku.

”Kau???”

”Tuan, aku mohon izinkan aku bertemu dengan Nona Hyesa,” ucapnya.

Bertemu??? Apa maksudnya??? Bukankah Nona Hyesa pergi menemuinya.

”Bukankah Nona Hyesa bersamamu???”

”Mwo???” ucapnya terbelalak.

”Tadi sore dia mendapat pesan, katanya kau menunggunya di Taman,” jelasku.

Tiba-tiba suara ringtone ponselnya memanggil-manggilnya. Kyuhyun langsung mengangkat telepon itu dan tiba-tiba wajahnya menjadi pucat pasi. Dia menatap tepat di mataku.

 

To Be Continue

 

By : dongHAEGAeul

 

Tags : Kyuhyun, Siwon, Heechul, Super Junior

11 thoughts on “[Freelance] My Bodyguard, My Love part 3

  1. eh gila bias 1 gue sendiri disini jadi jahat amet dah.. ckckc chul chul;.. untung cuma keperluan ff #abaikan
    lanjut ya thor.. kyaknya hyesa dijebak..

  2. Jangan jangan jangan jangan itu yg sms bukan kyu yah? Ih gregetan bgt ya Allah lanjutannya ditunggu secepatnya yah author \(´▽`)/

  3. Wah ff ny super keren,ntar2 bnykin adgan romantisny donkkk,trus konflikny jngan bertele tele.* reader gaje bnyk mauny*
    Pokokny author harus PROreader,lanjutkan ,lebih cepat lebih baik,

  4. aku belum baca 2 part sebelumnya,
    tapi gak apa2 deh,
    udah jelas kok semuanya dari part 3 ini,

    huwa, Hyesa diculik?
    Omona, omona,
    pasti kerjaan heechul.
    Tapi tebakanku, heechul gak akan tega nyakiti Hyesa, karena bagaimanapun juga Hyesa adalah putri dari wanita yang sangat dicintainnya

  5. kyu itu baik, cma keadaan yg bwt dy terjebak :(
    hyesa hrs’a ama kyu :)
    Tuan han baek bgt ^^
    wonie oppa setia…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s