Me Is Genoid? part 1

 

Tittle: Me is Genoid…..? [part 1]

Author : Viehyun♥

Cast : cho kyuhyun,

Support Cast: lee hyuk jee, choi siwon

Rating :13

Genre : Romance and friendship (little action)

Type: countinue

 

 

Annyeong, kali ini author bikin ffnya agak ribet, tapi moga suka yach ma , happy read…^^

 

 

Kyuhyun POV

Rasa sakit itu menjalar lagi dalam tubuhku, rasanya badan ini sedang di panggang di oven 1000⁰C . kupaksa membuka mataku, tapi tak kunjung terbuka. Apa ini waktunya aku mati? Hanya Pertanyaan itu yang muncul dalam otakku.

Flashback

“omma, aku pergi dulu!’ teriakku pada ommaku yang ada di dapur.

“ne, hati-hati di jalan!” balas ommaku berteriak.

‘ne..!” jawabku sambil berlari ke halte bis setelah menutup pintu rumahku.

Hari ini cuaca sungguh dingin, maklum sudah menginjak bulan desember. Sumua orang terlihat memakai mantel  tebal untuk mengurangi rasa dingin ini. Terlihat tumpukan salju di pinggir-pinggir jalan, menandakan tadi malam telah terjadi hujan salju yang cukup deras. Kumasukan tanganku kedalam saku matel biruku untuk mengurangi rasa dingin yang menusuk kulitku tanganku.

Aku duduk di sebuah bangku taman yang ada di dekat rumahku, setelah membeli kopi di kedai depan taman ini, memang ini adalah kebiasaanku sebelum pergi ke kampus. Aku sungguh menikmati saat-saat seperti ini setiap harinya, tapi kenikmatanku hari ini  sedikit terganggu oleh seorang yeoja yang sedari tadi memperhatikanku dari pojok taman, wanita itu memakai mantel putih dan syal putih. Wajahnya cukup cantik, kurasa umurnya sama denganku. Aku sedikit bingung dengan tingkah yeoja itu, sejak aku datang ke taman ini dia hanya berdiri di sana dan hanya melihat kearahku. Aku pandangi diriku sendiri apa ada yang aneh dengan diriku, tapi kurasa tidak ada. Ku alihkan lagi pandanganku ke tempat yeoja itu berdiri. Tapi yeoja itu sudah tidak ada disana, ku perhatikan sekeliling taman ini untuk mencari jejak wanita itu tapi nihil, jejak yeoja itu hilang seperti tertutup oleh salju.

setelah menghabiskan kopiku,Segera ku langkahkan kakiku menuju tujuan pertamaku yaitu halte bis untuk menuju kampus, Jalan sedikit aneh hari ini, biasanya di jalan sangat ramai dan macet, tapi sekarang benar-benar kosong. Hanya ada satu bis yang ada di jalan ini. Dan bis itulah yang harus ku naiki untuk sampai ke kampusku. Segera ku naiki bis itu, dan aku merasa supir bis itupun sedikit aneh, biasanya dia sangat ramah pada penumpang tapi kali ini dia hanya diam menatap lurus ke arah jalan, di dalam bis itupun sungguh lengang, hanya ada seorang yeoja yang duduk di bangku palig belakang , aku sungguh terkejut ketika yeoja itu memalingkan wajahnya ke arahku. Yeoja itu adalah yeoja yang memperhatikanku di taman tadi. Aku tidak terlalu mempermasalahkan kehadiran yeoja itu, segera aku duduk di bangku paling depan setelah ku dengar mesin bis itu bergemuruh. Dan aku semakin terkejut ketika kupandangi  jalan yang ku lewati, di sepanjang jalan benar-benar tidak ada seorangpun. Ku buka Hpku, untuk melihat tanggal dan hari apa ini. Tapi hari ini bukan hari libur atau perayaan sesuatu yang mengharuskan orang-orang tidak keluar rumah, tapi mengapa jalanan sungguh sepi. Aku harus bertanya pada seseorang, dengan ke anehan hari ini, kulangkahkan kakiku mendekati sang supir. Tapi sebelum aku bertanya bis tiba-tiba berhenti, dan aku terlempar ke luar bis itu setelah menjebol kaca depan bis .

Flasback and.

Aku benar-benar tidak bisa membuka mataku. Tapi aku bisa mendengar orang-orang yang ada  di sekitarku.

“apa kita harus menyuntikan ini padanya?” tanya seorang namja.

“ ku rasa jangan,  lebih baik yang ini, tubuhnya pasti tidak tahan dengan obat itu!” jawab seorang namja yang suaranya lebih berat.

“ne..!” jawab namja yang kurasa itu suara namja pertama.

Setelah pembicaraan itu, terasa di lenganku di tusukan sesuatu dan sesuatu mengalir ke dalam tubuhku. Mungkin itu adalah obat, obat itu benar-benar membuatku gila, badanku terasa dingin dan panas secara bersamaan dan hal itu terjadi sangat lama. Aku sungguh tersiksa dengan apa yang telah namja-namja itu lakukan tadi. Aku mencoba membuka mulutku untuk berteriak, tapi tak bisa.

*****

Penderitaan itu akhirnya berakhir, mungkin 2 jam aku merasakan penyiksaan itu, ingin rasanya ku marahi 2 namja itu kalau aku sudah sadar. Aku sedikit berfikir kenapa aku bisa dalam keadaan seperti ini, dan setelah aku berfikir keras aku mulai teringat mengapa aku disini. mungkin ketika aku terlempar dari kaca depan bis itu. Apa mungkin aku sekarang ada di rumah sakit? Tanyaku pada diri sendiri.

“apa dia sudah mulai membaik?” kini suara seorang yeoja.

“ne, sebentar lagi dia akan sadar!”jawab seorang namja yang bersuara berat.

Mendengar jawaban namja tadi, ku cuba membuka mataku dan benar kini mataku bisa kubuka, tapi mengapa ruangan ini sungguh aneh, semuanya berwarna putih bersih. Ku alihkan pandanganku kearah 3 orang yang berdiri disampingku.

“dia sudah sadar!” kata seorang namja yang memakai kacamata, dan sepertinya dia yang memasukan obat itu ke tubuhku, karena aku mengenal suaranya yang berat itu. Aku mecoba bangun dari tidurku, tapi yeoja itu menahanku, dia terlihat sangat cantik dari jarak sedekat ini.

“jangan bangun dulu, tubuhmu belum pulih!” ucapnya sambil menidurkanku kembali.

“apa ini rumah sakit?” tanyaku pada 3 orang itu.

3 orang itu bukannya menjawab, mereka malah saling memandang satu sama lain.

“biar aku yang jelaskan padanya!” ucap yeoja itu pada 2 namja yang ada di sampingnya. Dua namja itupun  meninggalkan kami berdua di ruangan ini.

“em.. sebelumnya ku perkenalkan dulu diriku, choneun Park Sun Ri imnida, tapi mungkin penjelasan ini akan aneh untukmu!” kata yeoja itu memulai penjelasannya, padahal aku hanya bertanya apa ini rumah sakit.

“meoraguyeo?” tanyaku tidak mengerti.

“oke langsung saja, ini bukan rumah sakit!” jawabnya datar.

“mwo, lalu tempat apa ini?” tanyaku bingung.

“kau terpilih menjadi genoid!” ucap yeoja itu, yang membuat aku semakin tidak mengerti.

“ge—no–, apa tadi, aku tidak mengerti, jelaskan padaku, aku ingin pulang sekarang!” gerutuku sambil berusaha bangun dari tidurku, tapi aku baru menyadari banyak sekali selang yang tersangkut di tubuhku.

“apa ini, apa yang kalian lakukan padaku!” teriakku histeris pada yeoja itu.

“tenanglah. akan ku jelaskan padamu, kalau kau seperti ini bagaimana aku harus menjelaskannya!” teriak yeoja itu, yang langsung merubah wajah cantiknya. Aku menenangkan diriku, mungkin setelah dia menjelaskan semuanya padaku, aku bisa segera pulang ke rumahku.

“oke, dimulai dari apa Genoid itu, Genoid adalah nama untuk manusia yang di tugaskan untuk menjaga manusia lain yang membutuhkannya, dan kau terpilih menjadai manusia yang disebut genoid itu.” Jelas yeoja itu yang membuatku tercengang.

“omo, manusia yang melindungi manusia lain, aissh.. asal kau tahu aku saja belum bisa menjaga diriku sendiri, sekarang aku harus menjaga manusia lain.” jawabku kesal dengan penjelasan konyolnya.

“bukan manusia lain, tapi orang yang penting di hidupmu!” kata seorang ajjushi yang baru saja datang ke ruanganku. Yeoja itu langsung membungkukkan tubuhnya ketika ajjusi itu masuk, mungkin dia adalah atasannya(?).

“orang penting?” tanyaku belum mengerti.

“baik aku jelaskan dengan detail !” jawab ajjushi itu padaku.

“seperti yang dikatakan Sunri, genoid adalah nama untuk manusia yang di tugaskan untuk menjaga manusia lain yang membutuhkannya, namun stiap genoid memilki criteria terhadap ‘manusia lain yang membutuhkannya’, ada yang bertugas menjaga ibu mereka sendiri, atau anak mereka sendiri. Sedangkan kau bertugas untuk menjaga jodohmu.” jelas ajjushi itu.

“mwo, jodohku! Lalu kenapa aku harus sampai di pasangi selang seperti ini?” tanyaku tak percaya dengan penjelasannya.

“aku lanjutkan, tidak semua orang akan menjadi genoid, yang akan menjadi genoid hanya orang-orang yang tidak memiliki waktu lagi di  dunia, seperti kau contohnya. Dan mengapa kau harus dipasangi selang-selang ini karena selang-selang ini akan memjadikan tubuhmu layak menjadi genoid.”

“berarti aku telah mati?” ucapku gundah,

“tidak seutuhnya, tubuh aslimu masih ada di dunia nyata. Dan kau masih dalam keadaan koma. Satu hal lagi, fisikmu akan berubah menjadi orang lain setelah selang-selang ini dilepas, sehingga saat  kau datang lagi kedunia, semua orang yang mengenalmu dulu  menganggapmu sebagai orang lain karena tubuh aslimu yang sedang koma.”

“lalu apa yang harus aku lakukan.”

“yang harus kau lakuakn adalah mencari penggantimu, untuk jodonhmu!” jawab ajjushi itu padaku.

“pengganti?” tanyaku tak mengerti.

‘karena kau akan mati, maka kau harus mencarikan jodoh baru untuk jodohmu, caranya dengan melihat warna cahaya yang ada di diri setiap manusia, bila cahaya itu sama dengan cahaya jodohmu, maka dia adalah jodohnya!’

“kenapa aku harus cape-cape melakukan itu, lagi pula pasti jodohku akan menemukannya sendiri!’ jawabku acuh.

“mustahil karena, di dunia ini hanya ada satu pasang yang memiliki warna cahaya yang sama di diri mereka, dan bila kejadiannya sepertimu, maka otomatis jodohmu akan kehilangan cahayanya sendiri, dan dia tidak akan menemukan jodohnya.”

“lalu, siapa yang akan menjadi jodohnya, kalau kau bilang hanya ada satu pasang warna saja di dunia ini?”

“caranya , kau harus mencari manusia yang tidak memiliki warna cahaya, dan di dunia ini hanya ada 3 orang yang tidak memiliki warna cahaya jodoh, jujur aku baru pertama kali menemukan kasus ini, karena biasanya orang yang menjadi genoid permasalahannya hanya tentang anak dan keluarga, yang warna cahayanya cukup banyak.”

“tiga orang, di dunia?” jawabku kaget.

“ne.!” jawab ajushi itu.

“kalau aku tidakmau menjadi ge-no-id, maka apa yang akan terjadi?” tanyaku penasaran.

“mungkin jodohmu itu akan ikut mati!”

“biarkan saja dia mati ,lagi pula aku tidak tau jodohku yang mana!” jawabku asal.

“mungkin menurutmu ini sepele, tapi kau harus tau jika jodohmu ikut mati maka kau akan dihukum!”

“hukum, apa hukumannya?”

“neraka, itu adalah tempat untuk orang-orang yang tidak mau menjadi genoid!”

“mwo, jangan bercanda orang bisa masuk neraka karena mereka berdosa, lalu kenapa aku harus ke neraka sedangkan aku tidak melakukan dosa!”

“kau sudah melakukan dosa, dengan tidak mau menjadi genoid berarti kau tidak bertanggung jawab, dan tidak bertanggung jawab itu adalah dosa!’ jelas ajjushi itu.

“tidak bertanggung jawab, aku mati berarti ini karena kehendak tuhan bukan kehendakku!”

“tidak kematianmu ini bukan kehendak tuhan tapi kehendak anggel kebalikan dari angel, anggel adalah makhluk yang selalu ingin merusan takdir setiap manusia, maka diciptakanlah genoid untuk melawan mereka dan memperbaiki takdir itu sendiri.”

“…..” aku terdiam mendengar penjelasan ajjushi itu, memang hal ini tidak masuk di akal. Ku cubit tubuhku sendiri untuk memastikan ini bukan mimpi. Ah… sakit! Ucapku dalam hati, berarti ini bukan mimpi.

“aku ingin tanya sesuatu, bagaimana ciri-ciri anggel itu?”ucapku setelah aku teriangan yeoja yang berada di taman dan di bi situ.

“dia berpenampilan seperti manusia, terkadang berwujud yeoja, tapi dia juga bisa menjadi namja. Selain itu kebiasaannya adalah selalu memakai baju atau benda berwarna putih layaknya angel. Namun perbedaannya angel bersayap putih tapi mereka bersayap merah.”

Aku sedikit terkejut dengan penjelasan ajjushi tadi, kuingat-ingat lagi yeoja itu. Dia memang memakai baju serbaputih. Dan tunggu supir itu juga memakai baju serba putih, kenapa aku tidak menyadarinya. Apa mereka itu adalah anggel.

“selain cirri-ciri itu, adakah cirri-ciri yang lebih signifikan, karena kurasa manusia biasa juga sering memakai pakaian serba putih?” tanyaku untuk menyakinkan apa yeoja dan supir itu memang anggel.

“ada, kuku kelingking mereka yang selalu lebih panjang dari kuku lainnya!” jawab ajjushi itu dengan nyakin.

Terdengar seseorang mengetuk pintu ruanganku, setelah itu masuk seorang namja. Dia berbicara sangat serius dengan ajjushi. Sesekali ajjushi itu melirik kearahku dengan kening yang sedikit berkerut. Apa yang mereka bicarakan, kurasa iu bukan berita baik. Setelah namja itu keluar, ajjushi kemnali menghampiriku dengan wajah yang kurasa dipaksakan untuk tersenyum.

“ada apa?” tanyaku setelah dia benar-benar ada di sampingku.

“tidak ada apa-apa, sebentar lagi selang-selang ini bisa di lepas. Dan kau bisa melihat fisikmu yang baru!” jawab ajjushi itu dan dia segera keluar setelah menjawab pertanyaanku, setelah beberapa menit ajjushi itu ke luar dua orang namja masuk keruanganku. Mereka melepaskan selang yang terpasang di tubuhku. Mereka juga memakaikanku baju yang kurasa mirip dengan baju pegawai kantoran, lengkap dengan dasi dan sepatu kulit.  Aku belum bisa melihat diriku sendiri karena tidak ada cermin di ruangan ini.

“ayo ikut denganku!” ajak salah satu namja yang telah melepaskan selang-selang dari tubuhku.aku mengikuti namja itu dari belakang. Dia berhenti di salah satu pintu.

“ah inikah yang bernama cho kyuhyun!’ ucap seorang namja yang kurasa dia seumuran dengaku.

“ne, sajangnim!” jawab namja yang mengantarkanku ke ruangan ini. Sajangnim, pikirku dalam hati. Apa namja ini pemimpin disini, dia terlihat lebih muda dari bawahnnya,

“baiklah, tinggalkan kami!” jawab namja yang dipanggil sajangnim itu. Namja  yang mengantarkupun pergi keluar ruangan.

“duduklah!” pintanya padaku yang berdiri di depan meja kerjanya. Kulihat papan nama yang ada di mejanya, tertulis disana choi siwon.

“aku sungguh terkejut, melihat laporan mengenai fisikmu dari pak Kim!” ucapnya sambil memandangi sbuak berkas yang sudah ada di mejanya.

“memang ada apa?” tanyaku.

“biasanya genoid hanya memiliki satu kemampuan, tapi kau memiliki dua kemampuan!” jelas namja yang bernama choi siwon itu.

“maksudmu dengan kemampuan?” tanyaku masih tidak mengerti.

“biasanya seorang genoid hanya memiliki kemampuan untuk menyerang, mengobati atau melindungi. Tapi kau punya dua yaitu menyerang dan mengobati!” jawabnya sambil terseyum bangga padaku.

Apa aku sehebat itu, di dunia aku terkenal dengan kepintaranku juga suara emasku dan disini akumempunyai dua kemampuan, wah luar biasa sekali aku ini. Ucapku dalam hati.

“setelah ini aku harus bagaimana?” tanyaku pada namja bertubuh tinggi itu.

“kau akan kami kirim ke dunia, untuk menjalankan tugasmu!” jawab namja itu .

“apa orang lain tidak akan curiga dengan kehadiranku yang tiba-tiba di dunia, mungkin nanti mereka akan menanyai asal-usulku. ?” tanyaku panic.

“tenang saja itu sudah kami urus serapih mungkin. Kau tinggal melaksanakan tugasmu!” jawabnya dengan nada menenangkanku.

******

“hah, Cuma mencari penggantiku saja!” ucapku di dalam mobil mewah yang akan membawaku ke rumah dan kehidupan baruku.

“ini tidak semudah yang kau kira!’ sela lee hyuk je yang merupakan pendampingku di dunia.

“maksudmu?” tanyaku ketika dia menyela ucapanku.

“selain kau harus mencari penggantimu, kau juga harus menghadapi anggel , yang pasti akan mempersulitmu, karena alasa inilah kau punya kekuatan!” jelasnya dengan muka serius memandang jaln di depannya.

“paling mereka hanya kerikil kecil bagiku, dan lagi pula waktu yang diberikan cukup lama!” jawabku meremehkan.

“hah.. percaya diri sekali kau, bukankah kau dulu tidak mau melakukan ini, dan apa kau bilang waktunya cukup lama! Hah.. dasar 2 bulan kau bilang lama!” balas eunhyuk kesal. Dan dia segera menghentikan mobilnya di sebuah rumah, yang bisa ku bilang mewah. “turun, kita sampai!” lanjutnya sambil keluar dari mobil hitam ini. Di depan pintu sudah berjajar pelayan yang berpakaian seragam.

“selamat datang di rumah, tuan muda!” ucap seorang pelayan yang ada di barisan depan. Aku terkejut dengan ucapannya. Apa dia bilang tuan muda, aku tuan muda? Tanyaku heran dalam hati.

“antarkan dia ke kamarnya!” ucap eunhyuk pada salah seorang pelayan pria yang cukup paruh baya.

“ne, ayo tuan muda ikut saya!” ucap pelayan paruh baya itu padaku. Dia mengantarkanku pada sebuah kamar yang sangat luas, kurasa ini hampir sama dengan tiga ruangan di rumahku dulu. Aku sedikit sedih ketika mengingat kehidupanku dulu, mungkin sekarang omma, appa, dan nuna sedang menangisi tubuhku yang kaku di rumah sakit. Air mataku mulai menetes menjamahi pipiku. Kalau aku tahu hari itu adalah hari terakhir aku bertemu dengan mereka mungkin aku akan memberikan yang terbaik untuk mereka juga. Aku teringat sesuatu, sejak datang di rumah ini aku belum melihat fisikku yang baru, aku segera berlari ke toilet yang ada dikamarku, jangan-kangan aku menjadi yeoja, tapi tidak mungkin, tadi pelayan itu bilangkan aku ini tuan muda, tapi bagaimana kalau aku ini jadi namja yang jelek, alias buruk rupa, kutemukan cermin di dalam toilet yang mewah ini, ku pejamkan mataku sambil berjalan menuju cermin itu. Ku hentikan langkahku ketika aku menyentuh cermin itu yang sudah ada di depanku, kubuka mataku perlahan dan sangat hati-hati. Aku menarik nafas untuk mempersiapkan jiwaku, bila nanti hasilnya benar-benar buruk. kubuka kelopak mataku.

“kyaaa……………………!” teriakku.

-TBC-

Hhah, part 1 selesai… hehehe.. Reader pasti  penasaran? *sok tau*, tunggu kelanjutannya aja yach.. apakah kyu jd namja jelek ? lalu siapa jodoh kyu? Tunggu jawabannya di part 2, gomawo dach baca.. tetep komen yach.. kritik dan saran di tunggu^^

 

18 thoughts on “Me Is Genoid? part 1

  1. Hahaha , sblm.na Q cuma tw kalo genoid tuh manusia yg pny kekuatan lbh bsr dr manusia biasa .
    Tntg pnjelasan yg musti cri pgganti atau jdh pgganti td Q kurang paham . Bingung . Hehe ,

  2. Lanjoooott…!!!
    Kyu jdi’ ap? *jdi jelek atimkin Cakep(?)
    jodoh.a Kyu pasti.a Aku! *plaaak’*Reader sotoy…
    hehehe…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s