Love Orange Float part 1

 

Cast:

  • JANG HYUNSEUNG (BEAST)
  • HAN NARA

Support Cast: Jo Chaerin, Cho Kyuhyun, Yang Yoseob

Length: ONESHOT

Genre: Friendship, Romance

Rate: PG 13+ ^^~

Author: Nana (http://irena040506.wordpress.com)

Note: akhirnya aku bisa buat FF oneshot lagi setelah kebiasaan aku buat FF series -___- kali ini main castnya JANG HYUNSEUNG, bias utama aku di BEAST ^^ mohon di comment yaa, di tunggu kritik dan sarannya. Happy Reading guys :)

.

—————————–

aku melakukan ciuman pertamaku dalam perjalan pulang sekolah saat matahari terbenam di tepi sungai. Di saat angin berhembus dengan sangat baik, dan saat tanganku di genggam dengan erat oleh seseorang~

.

*piip*piip*piip*piip*

.

“jam 6?” aku membuka mataku dan mematikan weker yang membangunkanku sambil mengingat mimpi yang tadi. mimpi yang begitu manis~

.

“namja yang tinggi, senyum yang ramah, rambut cokelat bercahaya, bersirat orange saat terpancar matahari senja. siapa yaa??”

.

ku mengingat lagi dalam-dalam siapa namja di mimpi itu. namja yang begitu manis, namja yang menciumku begitu lembut~

.

“astaga!!!!” aku terbangun dan shock

“bagaimana bisa??”

“bagaimana bisa!!”

.

.

** Kirin International High School**

@ Class 1-A

.

“bagaimana bisa memimpikan dia”

“namja aneh~”

.

“Jang Hyunseung!!”

.

“hey, jangan melamun, Nara. kamu piket lho” ujar Chaerin, sahabatku

“ah, ne~” aku berjalan ke arah meja seonsangnim. aku terdiam saat melihat siapa di depanku

.

“kau cukup mengisi absen, sisanya biar aku~” ujarnya sambil menyodorkan buku absen kelas. aku langsung mengambilnya dan ia langsung menjauh tanpa melihatku

.

“waah, Hyunseung baik ya~” ujar Chaerin menggodaku, namun aku tetap stay cool melihat buku absen yang tadi aku ambil dari Hyunseung

“ne~”

“tapi tidak setampan aku kan!!” gerutu Kyuhyun sambil bergelayut manja di lenganku, dan membuatku risih

“aish~ lupakan!”

.

mungkin Hyunseung tak mau bekerja sama denganku.

soalnya dia tak pernah berbicara padaku selain tentang tugas. itu saja sangat jarang~

entah mengapa tampaknya ia begitu membenciku.

dan kalau itu maunya, aku juga tinggal bersikap cuek padanya. aku tak suka sikapnya

.

** 7 hours later **

* after class *

.

“hey, kau kenapa??” tanya Kyuhyun tiba-tiba

“neo gwenchana, nara??” imbuh chaerin

ya Kyuhyun adalah kekasih Chaerin. mereka satu SMP. Walaupun mereka sering ribut karena kecemburuan Kyuhyun terhadap Chaerin dengan namja di kelas. Tapi mereka begitu cocok dan sabar. senangnya~

“ah, aniya, gwenchana~” ujarku tegas, lalu Kyuhyun menyodorkan beberapa photo namja padaku, Chaerin pun ikut melihat

“mwoya ige chagiya??” ujar Chaerin saat melihat photo ini satu persatu

“itu photo~ matamu bermasalah yaa??” ujar Kyuhyun, dan Chaerin mengeluarkan jurus Blow Fish. Itu adalah jurus andalanku~ “itu photo teman-temanku, chagiya~” ujar Kyuhyun lembut, dan Chaerin selalu melting mendengar suara lembut Kyuhyun. aku sih horror dan aneh mendengarnya

.

“aku mau mengenalkan kau pada mereka” ujar Kyuhyun dengan bangga

“ah, ara~ kau pintar chagi” Chaerin langsung memeluk Kyuhyun. Dasar pasangan aneh~ “mereka siapa saja??” imbuh Chaerin

“ini Yesung, suaranya sangat bagus. ini Chansung, dancenya sangat keren. ini Kevin, otaknya pintar. dan ini Baro, dia pintar bermain musik~ mereka……”

“aish~ aku malas, sudah ya aku duluan” aku menyela kalimat Kyuhyun dan langsung menyaut tasku lalu berlari meninggalkan mereka

.

aku tak mau di jodohkan begitu. tapi andai aku punya namjachingu, pasti mimpiku tidak aneh-aneh. dan pasti tidak memimpikan dia lagi~

.

.

** next day **

Class 1-A

.

“aigoo~ terlalu pagi” aku berjalan ke arah kelas dengan rasa super malas

.

*kreeekk*

.

“nuguseyo??” itu siapa jam segini sudah datang

“apa ia tidur?” aku mendatanginya pelan-pelan, dan ternyata si aneh~

.

“Hyunseung??” aku melihatnya begitu nyenyak tertidur

“lebih baik ku tutup tirai ini,,,,,” saat aku mau menutup tirai, cahaya matahari menyilaukan dan memberkaskan cahaya di rambut cokelatnya

“orange??” aku berjalan pelan ke arahnya dan membelai lembut rambutnya “seperti ini, rambut dan senyumanmu seperti ini, seperti di mimpiku” aku terus membelai rambutnya dan perlahan membelai keningnya

.

“ugh~” ia bergerak dan membuka matanya pelan-pelan, aku kaget

“Nara?” ia melihatku!!

.

“ah, maaaf!! Maaf!!” aku langsung berlari meninggalkan Hyunseung yang benar-benar sudah terbangun dan melihatku berbuat hal bodoh. Astaga, sumpah demi apapun aku sangat malu saat Hyunseung melihatku sempat menyentuh wajahnya. Aigoo~

.

** 5 hours later **

**Rest Time (lunch)**

.

“hei, kau kenapa??” Kyuhyun berbisik di telingaku, dan aku menggeleng pelan

“jeongmalyo??” imbuh Chaerin dengan nada penasaran. Mereka benar-benar serasi ribetnya~

“berisik!!!” aku berteriak dan seluruh siswa melihatku, termasuk Hyunseung. Ia bahkan sampai memicingkan mata tuk melihat apa yang aku lakukan

“astaga~ aku malu!” bathinku menggerutu, lalu aku kembali duduk

.

“ini keripik kentang enak lho~” ujar Kyuhyun saat aku membuka keripik kentang bekalku

“apa yang dia pikirkan ya? kenapa dia tenang-tenang saja?” bathinku menatapnya “hey, lihat aku disini~”

.

*jreeeng* *pluuuk*

.

“dia melihatku!! Tenang~” bathinku gelagapan

.

“ya!! bodoh~ keripikmu jatuh semua !!’ teriak Kyuhyun menjitak kepalaku

“aduh nachan, keripiknya tumpah~” ujar Chaerin sambil memungut keripik kentang yang di bawah

.

“ha~ ha~ ha~ kamu lagi ngapain sih Nara~” tegur Yoseob, teman sebangku Hyunseung. Namun aku benar-benar tak berani melihat Hyunseung, karena aku tau pasti ia sedang melihat ke arahku sekarang

.

“waaa~ ayoo dipungut!!” aku langsung memungut keripik dengan panik

“nanti seonsangnim bisa ngomel~” gerutu Kyuhyun, dan aku membayangkan muka bête Heechul seonsangnim

“aigoo~ ppalli!!” aku dan Chaerin memungut keripik lebih cepat

.

*sruug*sruug**sruug*

.

“sapu??” aku melihat seseorang yang menggenggam sapu

“Hyunseung?”

.

“ah, maaf, sini biar aku yang menyapu” ujarku meminta sapu itu padanya

“gak apa-apa, aku kan piket hari ini” ujarnya sambil menyapu keripik kentangku, tanpa memandang ke arahku

“tapi aku kan juga piket” ujarku sambil mengikutinya buang sampah “lagi pula, aku yang menumpahkan keripik itu”

.

Ia tetap diam tak menggubris semua kalimatku.

 Aku merasa tidak enak, tapi juga berterima kasih atas bantuannya

.

“ng~ maaf ya. terima kasih, Hyunseung~”

“hei” “kau mau bilang sesuatu padaku??” tanyanya tiba-tiba, dan aku shock mendengarnya bertanya itu padaku

“ah, enggak~”

“kalau begitu~ jangan pandangi aku terus” ujarnya blak-blakan, astaga~ aku kaget mendengarnya banyak bicara dengan nada begini

“aku enggak memandangi kamu kok~”

“oh gitu~” ia berjalan memungguiku, membuat aku sedikit kesal

.

“kamu sepertinya membenciku ya, Hyunseung!!!” ujarku sedikit keras padanya, dan ia terdiam, dan berbalik mendatangiku lagi

.

“ha??”

“Kamu selalu cuek padaku!!”

“ha??” “justru kau yang begitu!!”

“itu karena kamu begitu duluan~”

“apa??”, “Nara, aku pikir karena kamu duluan yang ,,,,,,”

“,,,,,,,”

.

Kami berdua terdiam,

Jangan-jangan sebenarnya kami berdua salah paham.

Tidak ada kebencian

Tidak ada kemarahan

Semuanya hanya salah paham semata

.

“aku engga pernah membencimu, Nara” ujarnya pelan, dan entah mengapa aku senang, sangat senang mendengar kalimat itu

“kau tak membenciku??” tanyaku padanya dan ia mengangguk

“hahaha, begitu yaa~” aku tersenyum melihatnya

.

“he?” ia mengulurkan tangannya dan tersenyum

“ayo salaman. Sebagai tanda kalau kita baikan~” aku menyambut tangannya dengan malu-malu

.

Dalam sekejap aku paham. Bahwa sebenarnya aku ingin lebih kenal dengan Hyunseung. Dan ingin selalu di sentuhnya seperti ia menyentuhku saat ini dengan senyuman manisnya~

.

** 5 days Later**

**after class, on the way home**

.

“Nara!!”

“lho, Hyunseung, kenapa ada disini??”

“ng~ hari ini aku mau mampir ke suatu tempat”

“oh gitu yaa~”

.

aku ingin sekali mengajaknya jalan pulang bersama, tapi bagaimana yaa. Oke, oke, aku coba~

“ng~”

“hei nara~ gimana kalau kita pulang lewat tepi sungai. Sepertinya angin sungai sejuk deh~” oh my god, ia mengajakku duluan

“oke~”

.

** tepi sungai Han **

.

“waah!! Segarnya!!” teriaknya saat kami sampai di sungai

.

Jangan-jangan Hyunseung punya mimpi yang sama denganku??

Apa ia punya keinginan yang sama ya?

.

*gleeek*

Ia menatapku penuh dengan senyuman, ia menyibakan rambut cokelatnya hingga membuatku kagum~

 

“oh iya, dalam pelajaran satra klasik yang kemarin, disebutkan kalau interprestasi orang zaman dulu tentang ‘mimpi’ lain dengan zaman sekarang, ya?” ujarku membuka obrolan

“lain??”

“ternyata kamu engga ingat ya?”

“menurut sebuah puisi, konon kalau seseorang muncul dalam mimpi kita, itu karena dia memikirkan kita~ “dan karena pikirannya begitu kuat, sampai muncul di dalam mimpi kita” ujarku padanya

.

“sepertinya kamu salah menafsirkan yaa??” aigoo~ malunya aku di bilang begitu olehnya. Aku hanya tertawa kecil menanggapinya

“bukannya terbalik??” ujarnya menyanggah “mungkin seseorang yang muncul di dalam mimpi kita, karena kita menyukai seseorang itu”

“iya, aku kira, aku sependapat~” hmm, mungkin saja itu benar

.

“by the way, hmm, di dalam mimpiku, aku melihat kau, Hyunseung-ssi”

.

oke, aku sudah mengatakannya. Aku tak berani melihatnya. Ajku berani bertaruh saat ini wajahku pasti merah sepeti tomat~

“mimpi apa?” tanyanya padaku

“ng~ anu~” astaga bagaimana bilangnya yaa

“mimpi jorok yaa !!!” suaranya sedikit meninggi saat mengucapkan kata ‘jorok’

.

“yaa!! Tentu saja bukan!! dasar bodoh!!” aku shock mendengar ucapannya, sekaligus malu

“jangan manfaatin aku tuk hal yang begitu dong~” ia sekarang sudah berani bercanda bahkan mengejekku

“siapa yang memanfatkanmu!!!!” teriakku di depan wajahnya

“hahahaha~ kau ini sangat menarik ya, nara” ia tertawa menatapku, saat ku perhatikan warna rambutnya sedikit berubah menjadi warna orange. Warna yang sama saat ia berada di mimpiku waktu itu

“hmm?” ujarnya menegurku

“ternyata langit senja memang seperti ini yaa” ujarku memandang indahnya langit senja ini

“oh jadi tentang langit senja itu mimpimu?” ujarnya lembut

.

“iyaa, lalu,,,, kita,,,, berciuman~”

oke, aku sudah jujur, pasti dia shock, mungkin juga habis ini dia ilfill bertemu denganku. astaga~

aku menatapnya, dan bagus!! Ia juga menatapku, dengan ekspresi datar. Ia mendekat ke arahku, dan memegang bahuku lembut, ia mendekatkan wajahnya ke wajahku lebih dalam

.

*chuuu~

.

ia menciumku dengan lembut. Menciumku berluang kali dengan sangat lembut. Membuatku shcok dan berpikir, aku mimpi atau tidak~ bibirnya benar-benar nyata menempel di bibirku begitu lama~

.

“ah maaf” ujarnya saat melepas ciumannya.

 “kalau begitu aku pulang ya. sampai bertemu besok”

ia membelai lembut rambutku dengan wajah datar, dan meninggalkanku dengan keadaan sangat bingung dan shock dengan apa yang ia lakukan tadi. mimpiku benar-benar jadi kenyataan~

.

** the next day**

@ class

.

“ooaaahhhhmmm~”

Mimpi kemarin benar-benar jadi kenyataan, aku sampai tak bisa tidur karena deg-degan memikirkan Hyunseung. Mimpi dan kenyataan rasanya memang lain~

.

*kreeeekk*

.

“pagi~” ujarku saat menginjakkan kaki di kelas, dan saat ku lihat siapa didepanku, aku langsung menunduk saking malunya. Tapi ia membuang muka saat melihatku, ia tak mau menatapku. Ada apa dengannya??

.

“Nara!! Selamat Pagi!!” teriak Kyuhyun dan menyeretku ke mejanya

“ada apa??” tanyaku penasaran

“Baro lusa malam ingin bertemu denganmu lho” ujar Chaerin semangat

“siapa sih??” Yoseob melihat photo yang Chaerin pegang “wah~ aku tetap yang paling imut!!”

“Yesung dan yang lainnya bagaimana chagiya??” ujar Chaerin bertanya pada Kyuhyun

“mereka tidak bisa~ sangat sibuk~” ujar kyuhyun membanggakan teman-temannya

.

“ah, maaf sepertinya,,,,,”

“apa?? kau mau bilang ‘lain kali deh Kyuhyun’ , begitu??” ujar kyuhyun dengan tatapan tajamnya

“tapi,,,”

“ikut ya, nara~ aku ingin kau mempunyai pacar yang baik” imbuh Chaerin. Astaga~ jika aku harus di hadapkan dengan Chaerin, aku tak bisa membicara apa-apa

“Baro adalah temanku yang baik~ aku yakin salah satu di antara mereka adalah tipemu, nara!!!” ujar Kyuhyun sambil mengacak-acak rambutku

.

*kreeeekk*

.

Hyunseung mendengar teriakan Kyuhyun!! Ia keluar kelas dengan terburu-buru dan tentunya ekspresi datarnya

.

“ah, chakkanman~” aku menyusul Hyunseung keluar kelas

“Hyunseung, aku tak akan ikut kok. Aku engga sangka ia benar-benar mengajaknya. Aku sudah menolaknya kok, lagipula,,,,,,”

“itu kan hak mu, nara” Hyunseung menyela penjelasanku “lakukan saja semaumu. Toh itu juga bukan urusanku~”

.

“jadi, jadi mengapa kemarin kau menciumku??” suaraku bergetar. ia menghela napas panjang

“aku sendiri juga tidak tau mengapa”

“maksudmu apa?” jadii bisa dikatakan, ia menciumku tanpa alasan? “sungguh, sulit ku percaya~”

.

Kenapa kami tak bisa bersatu, Kenapa??

Hubungan kami semakin memburuk. Mungkin seharusnya kami saling membenci seperti dulu. atau mungkin, aku tak perlu tau ia tak membenciku.

Jadi hati ini tidak perlu berkerut~

.

“oh ya sudah. toh itu cuma mimpi. Bagaimanapun itu cuma mimpi!” aku tak sanggup menahan air mataku. Hatiku terlalu sakit mendengar pernyataannya tadi. aku berlari ke kelas, meninggalkannya jauh di belakang. Meninggalkan seseorang yang aku sayang dengan kehidupannya. Selangkah lebih maju, apa salahnya?

.

**kreeekk**

.

“hey, yeoja bodoh, kamu ngapain??” Kyuhyun sudah mentereng di depan pintu menungguku, dan aku tersenyum menghampiri chaerin

“kau jadi mau yang mana Nara??” tanya Yoseob penasaran

“yang mana yaa?? kkkk~” ujarku melihat photo teman kyuhyun. Ya sudah itu cuma mimpi. Mimpi yang bisa membuatku gembira walaupun hanya sesaat

.

.

** The Day**

*karaoke room*

.

“nara~” “nara??”

“ya??”

“kau mau minum??”

“ah engga~ aku gak bisa minum alkohol~”

“kalau begitu minum orange floats saja yaa”

“thanks”

.

Namja ini adalah namja yang ingin bertemu denganku, namanya Baro. Sangat imut dan manis memang, dan ramah~

.

“kalau ada waktu, Nara jalan denganku yaa~” pintanya dengan penuh senyum, aku juga hanya senyum menanggapinya

.

“ah, ambilkan remote dong” Chaerin menunjuk remote yang ada di depanku

“ah iya~” ujarku beramaan dengan Baro

.

**pleek**

.

“ah maaaf!!” tanganku bersentuhan dengan tangannya, ia langsung membungkuk meminta maaf

“tidak apa-apa”

.

entah mengapa,

rasanya, yang kuinginkan bukan orang ini~

entah menngapa,

rasanya, yang ku ingin sentuh bukan orang ini~

.

“Nara, ada apa?” aku hampir menangis. ia bertanya padaku dengan nada khawatir

.

bukan dia.

Bukanlah dia yang aku inginkan.

melainkan,,,,,,

.

*braaaakkkk*

.

Seseorang mendobrak pintu dengan kasar dan membuat satu ruangan sangat terkejut

.

“Hyunseung?? Mwoha neun goya??”

“ada apa??”

“waeyo Seungie??”

.

“jangan sentuh dia!!!” Hyunseung menarikku, dan memaki baro yang pada saat itu tangannya sedang di bahuku “dia milikku!!!”

.

ia menggenggam tanganku dan mengajakku berlari dari ruang karaoke. meninggalkan Kyuhyun, Chaerin, Baro, dan yang lainnya. Membuatku tak percaya saat ia mengatakan bahwa aku miliknya~

.

Aku sungguh merasakannya,

Begitu ia menggandeng tanganku, sekujur tubuhku merasakan kehangatannya,

Hanya Hyunseung yang bisa membuatku merasakan hal seperti ini~

.

** Tepi Sungai Han**

“mulai besok pasti aku malu berat ke sekolah” ujarnya sedikit gelisah dan aku tersenyum menatapnya

“dasar bodoh~”

“mungkin benar, saat memikirkanmu, aku benar-benar tidak bisa memikirkan hal lain” ujarnya saat menatapku, dan kalimat simple itu berhasil membuatku melting tak karuan

“kalau begitu, berarti aku juga bodoh yaa??” tanyaku padanya, dan menatapku lama sekali tanpa berbicara apapun

“gawat, aku benar-benar tak bisa berpikir jernih~” gerutunya lalu mengusap-usap rambutnya

“ng~ mungkin kalau bodoh sedikit tidak masalah”

.

ia menepuk bahuku, dan mendekatkan wajahnya ke wajahku, sangat dekat

“kalau begitu maafkanlah si bodoh ini~’

.

ia menciumku lembut. Ciuman ini terasa sangat lama.

ia memandangku, memegang leherku, dan kembali menciumku dengan lembut. Membuatku terlena di dalamnya~

.

terkadang bimbang, karena kami berdua bodoh~

tapi kami harus selalu memastikan perasaan kami masing-masing

 

“baunya enak deh, tapi agak asam, dan dingin” ujarnya saat melepaskan bibirnya dari bibirku

“habis minum sih~”

“minum apa??”

“minum orange floats~”

.

ciuman rasa jeruk itu, seolah-olah membangunkan aku dari mimpi,

dan membawa mimpi indah itu bersamaku~

 

 

Normal
0

false
false
false

IN
JA
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”MS Mincho”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Love Is You –Squel–

– Make You back to Me –

 

Author                       : Milla Anggraini

Genre              : <3 Romance <3

Cast                 : Kim Jongwoon; Yesung Super Junior and Other members ^_^

Disclaimer       : No Plagyatsme ^_^ It’s mine. It was posted in my own blog    http://anggrainimilla.blogspot.com

 

Annyeong!! Ini Squel dari Sweet lollipopnya Ye-Ra ^^. Di sini aku masukin beberapa anggota GB SM juga :D tapi NO BASHING ya! Soalnya aku juga SONELF J Okee ^^

Happy reading!! Don’t forget to Leave comment OK^^

O iya twitterku @myshfly3424 ^^

Yora POV

Aku berjalan memasuki gedung besar itu. Yah, gedung besar yang sudah beberapa kali aku kunjungi. Aku melewati pos satpam, kulihat satpam itu tersenyum kearahku. Aku membalasnya dan menundukan sedik kepalaku.

“Yora eonni!” sebuah suara memanggilku. Aku menolehkan kepalaku mencari si pemilik suara.

“Seohyun-ah!” jawabku.

“Eonni datang kemari lagi? Apakah sebegitu perhatiankah eonni pada oppadeul? Hingga hampir tiap hari kemari!” tanyanya padaku.

“Ah ne, aku hanya membawakan makan siang untuk mereka.”

“Kau bawa apa saja eonni?”

“Banyak sekali! Kau mau? Kalau iya kita bisa makan bersama nanti.” Tawarku padanya.

“Jinja eonni? Kebetulan sekali aku sedang lapar!” jawabnya sambil memegang perutnya menunjukan ekspresi seolah-olah kelaparan.

Kami lalu berjalan menuju tempat dimana para member suju melakukan latian. Kami tiba di lantai tempat Jongwoon oppa berlatih.

“Aduh Eonni, ada barangku yang tertinggal! Aku turun lagi ya! Nanti aku menyusul.” Ucap Seohyun padaku.

“Ne! Ppalliwa! Jangan lama-lama dongsaeng-ah!”

Saat pintu lift terbuka, aku melihat Jongwoon oppa namun sayangnya ia tidak melihatku.

Saat aku hendak menghampirinya, di saat yang bersamaan pula aku melihat seorang wanita yang memanggilnya.

“Yesung oppa!” panggilnya pada Jongwoon oppa. Kulihat Jongwoon oppa mengarahkan kepalanya kearah wanita tersebut, lalu menyunggingkan sebuah senyum. Senyum yang berbeda dari biasanya. Kuurungkan niatku untuk menghampirinya. Aku hanya memperthatikannya dari depan pintu lift.

“Yoona-ssi!” jwabnya.

“Oppa, apa kau sudah selesai? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”  Tanya wanita yang ternyata Yoona salah satu member SNSD.

“Iya. Baru saja, kau mau bicara apa?” tanya Jongwoon oppa lembut. Tatapan matanya sangat teduh sekali saat menatap Yoona. Deg!!! Apa ini? Mengapa jantungku berdetak cepat? Mengapa sakit sekali rasanya?

“Oppa, tentang pernyataanmu dua tahun yang lalu.” Jawab Yoona. Jongwoon oppa terlihat berpikir.

“Kau masih ingatkan?” tanya Yoona lagi.

“Ya. Waeyo?” kini Jongwoon oppa balik bertanya.

“Masihkah aku mempunyai kesempatan oppa? Bolehkah aku?” jawab Yoona. Kini tatapannya kepada Jongwoon oppa seperti tatapan sedang berharap. Aku melihat Jongwoon oppa sedikit terkejut dengan pengakuan Yoona. Omonaaa…

“Mianhae Yoona..” baru saja Jongwoon oppa mau melanjutkan. Tapi tiba-tiba aku mendengar hal yang sangat mengejutkan.

“Saranghae oppa!” ucap Yoona pada Jongwoon oppa. Sontak saja aku kaget. Aku tak pernah menyangka hal ini sebelumnya. Saranghae? Yoona menyukai Jongwoon oppa? Oh Tuhan! Rasanya aku ingin segera pergi dari tempat ini. Aku tak yakin bisa membendung air mataku. Tuhan! Tolong aku! Aku hendak membalikkan tubuhku untuk pergi saat Seohyun memanggilku dengan setengah berteriak.

“Yora eonni!” aku menoleh kearahnya, lalu memandang Jongwoon oppa dan Yoona yang terkejut dengan kehadiranku.

“Mianhae Seohyun-ah. Aku ada keperluan mendadak! Tolong kau berikan ini pada oppadeul yah! Annyeong!” ucapku sambil memberikan bekal yang tadi ku bawa kepada Seohyun. Aku lalu menekan tombol lift dan masuk.

END Yora POV

Jongwoon POV

“Yesung oppa!” panggilnya pada padaku. Aku menoleh ke arah suara yang cukup aku kenal. Aku tersenyum padanya.

“Yoona-ssi!” jawabku

“Oppa, apa kau sudah selesai? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”  Tanyanya padaku.

“Iya. Baru saja, kau mau bicara apa?” Jawabku lembut. Ah! Aniyo! Aku tak bisa seperti ini! Hapus dia Yesung!

“Oppa, tentang pernyataanmu dua tahun yang lalu.” Jawab Yoona. Aku berpikir. Pernyataanku? Yang mana?

“Kau masih ingatkan?” tanya Yoona lagi memastikan. Omonaa.. aku ingat!

“Ya. Waeyo?” tanyaku padanya

“Masihkah aku mempunyai kesempatan oppa? Bolehkah aku?” jawab Yoona. Aku memandangnya takjub! Tiba-tiba saja bayangan Yora muncul di kepalaku. Melihat senyumnya, tawanya, dan juga semangatnya yang tinggi.

“Mianhae Yoona..” baru saja aku mau menjawab, tapi Yoona memotong perkataanku.

“Saranghae oppa!” ucap Yoona padaku. Aku kaget sekali dengan pengakuan yeoja di hadapanku ini. Benarkah? Apa ia hanya main-main saja? Aku hanya menatapnya. Tak lama kemudian..

 “Yora eonni!” aku menoleh kearah lift. Aku dapat melihat dua orang yeoja. Yang satu berdiri tak jauh dari tempatku, yang satunya lagi berdiri di depan lift. Ternyata Seohyun tapi siapa yeoja yang satunya? Sepertinya tak asing. Tiba-tiba yeoja itu memandangku. Ya Tuhan! Yora? Aku hanya menatapnya, hingga akhirnya aku sadar ia telah menghilang ke dalam lift.

“Yora!” panggilku padanya. Aku berlari kearah lift dan meninggalkan Yoona begitu saja.

“Oppa!” cegahnya sambil menarik lenganku. Aku membalikkan badanku kearahnya.

“Mianhae Yoona-ssi, sepertinya saat ini kau sudah tidak memiliki kesempatan itu. Aku sudah memiliki seseorang sekarang.” Jawabku mantap lalu meninggalkannya menyusul Yora. Menyusul gadis yang sudah satu tahun lebih menemaniku. Gadis yang menyembuhkan luka hatiku.

FLASH BACK 2 Tahun Yang Lalu…

“Yoona-ssi, saranghae!” ucapku pada yeoja yang ada di hadapanku. Yeoja yang akhir-akhir ini mencuri perhatianku. Yeoja yang memeprhatikanku dan dekat denganku.

“Nae oppa?” tanyanya.

“Neo saranghae Yoona” ulangku. Ia tampak shock.

“M..mianhae oppa, tapi aku tidak bisa.” Jawabnya.

“Waeyo Yoona?”

“Aku belum siap. Lagipula aku juga tak yakin pada perasaanku padamu.” Jawabnya.

“Ne. Gwenchana Yoona, aku hanya ingin kau tahu.”

“Mianhae oppa, tapi aku hanya menganggap hubungan kita hanya sebatas sahabat saja.” Jawabnya sambil pergi meninggalkanku. Apa yang kurang dariku sehingga dia menolakku? Pikiran itu yang selalu terbayang dalam benakku.

“Aku akan menunggumu Yoona.”

FLASH BACK END

Author POV

Triing… Pintu lift terbuka. Yora segera keluar dari lift dan berlari meninggalkan gedung SM. Ia menyetop taksi dan masuk. Disaat yang bersamaan Yesung mengejarnya dan memanggil namanya.

“Yora!!!” panggil Yesung. Namun sayang, Yora sudah masuk ke dalam taksi. Yesung hanya terpaku. Pikirannya sangat kacau! Ia kembali masuk kedalam gedung SM dan menuju ruang latihan. Sesampainya di ruang latihan, ia di sambut member yang lain.

“Hyung! Mana Yora noona?” tanya Kyu padanya.

“Iya! Mana Yora? Bukankah tadi ia kemari dan membawa ini semua?” tanya Leeteuk padanya.

Yesung hanya terdiam sambil memandang member yang lain secara bergantian. Tatapannya tertuju pada Seohyun dan Yoona yang juga ada di sana. Ia menatap Yoona sekilas, lalu menuju sudut ruangan dan duduk sambil menelungkupkan wajahnya di kedua tangannya.

“Kau sedang ada masalah hyung?” tanya Ryeowook yang tiba-tiba sudah ada di hadapannya.

Yesung mendongakkan kepalanya, ia menatap Ryeowook lalu menggeleng dan menelungkupkan lagi wajahnya.

END Author POV

Ryeowook POV

“Annyeong oppadeul!” sebuah suara lembut terdengar di telingaku. Kulihat ternyata seohyun dan Yoona memasuki ruang latihan kami. Aku melihat ia membawa sesuatu di tangannya.

“Ya! Seohyun-ah! Kau bawa apa?” tanya Kyu padanya.

“Oh ini, bekal makan siang untuk oppadeul!” jawabnya.

“Wah, kau yang membuatnya Seohyun-ah?” tanya Heechul hyung padanya.

“Aniyo! Ini semua Yora eonni yang membuat. Tadi ia kemari, namun pergi. Ada urusan mendadak katanya. Yesung oppa juga menyusulnya.” Terang seohyun sambil membuka makanannya. Aku melirik kearah yoona yang hanya diam sejak tadi. Sepertinya ada yang tak beres.

Tak lama kemudian Yesung hyung kembali dengan raut wajah yang berantakan. Aku hanya menatapnya.

“Hyung! Mana Yora noona?” tanya Kyu padanya.

“Iya! Mana Yora? Bukankah tadi ia kemari dan membawa ini semua?” tanya Leeteuk padanya.

Ia hanya diam lalu menuju ke ujung ruangan. Saat member lain dan Seo-Yoon asik dengan bekal makan siangnya, aku mendekati Yesung hyung.

“Kau sedang ada masalah hyung?” tanyaku padanya.

Yesung hyung mendongakkan kepalanya, ia menatap ku lalu menggeleng dan menelungkupkan lagi wajahnya.

END Ryeowook POV

Ditempat lain…

Athor POV

Sementara itu di dalam taksi, tangis Yora pecah. Ia sudah tak kuasa membendung butiran-butiran air yang memaksa keluar. Padahal, sebelumnya ia bukanlah orang yang cengeng. Bukanlah orang yang mudah menumpahkan air matanya dalam hal percintaan. Tapi entah mengapa setelah bertemu dengan Yesung, seakan hatinya sudah terikat dan ia merasa bahwa Yesung membuatnya sebagai orang yang menggantungkan diri kepadanya. Membuatnya merasa bahwa adanya Yesung merupakan sebuah keharusan.

Tak lama kemudian, taksi yang ia tumpangi sampai di depan apartemennya.

“Ne, gomawo ahjussi!” ucapnya pada supir taksi. Ia kemudian masuk dan segera menuju kamarnya. Ia memikirkan berbagai hal.

FLASH BACK 2 Hari yang lalu..

“Aku tahu, bahwa kau bukan hanya sekedar teman mereka bukan?” tanya seorang wanita di hadapan Yora.

“Apa maksudmu Yoona?”

“Yah, aku tahu bahwa kau adalah yeojachingu dari salah satu member suju kan?”

“Dari mana kau tahu?”

“Tebakanku benar ternyata. Huh! Kau tahu, kau itu kau membuat sebuah kesalahan Yora-ssi!”

“Kesalahan? Apakah mencintai seseorang itu adalah sebuah kesalahan?”

“Ya! Kau salah karena kau bersama Yesung oppa! Kau salah besar Yora-ssi!” teriak yoona pada Yora.

“Memangnya kenapa kalau aku bersama Yesung oppa?”

“Yesung oppa adalah milikku! Dan kau tahu, dua tahun yang lalu ia menyatakan perasaannya padaku. Dan ia juga berkata bawa ia akan menungguku. Jadi, siap-siap saja kau di singkirkan!” ucap Yoona pedas.

“Itu sudah 2 tahun yang lalu bukan?” tanya Yora pada Yoona.

“Dia bilang ia akan menungguku! Yora! Apa kau tak mengaca? Orang sepertimu, mana mungkin Yesung oppa benar-benar menyukaimu? Ia pasti hanya ingin membuatku cemburu saja setahun ini! Kau ini dari kalangan biasa, dan apa hebatnya dirimu?” ucap Yoona. “Dan kau ingat! Aku akan berusaha merebut Yesung oppa darimu! Apapun caranya!”

FLASH BACK END

@Yora’s Room

Yora POV

Tak kusangka Yoona benar-benar melakukan ancamannya. Aku tahu, jika di bandingkan dengan Yoona, aku memang kalah segalanya. Yoona lebih cantik. Lebih pintar, ia juga dari kalangan artis. Sedangkan aku? Hanya dari kalangan biasa. Katakanllah bahwa aku ini hanyalah seorang ELF.

Niga wooseumyuhn nado joha nuhn jangnanira haedo

Nuhl gidaryuhdduhn nal,

nuhl bogo shipduhn bam naegen buhkchan haengbok gadeukhande

Tiba-tiba ponselku berbunyi. Tanpa kulihatpun, aku sudah tahu siapa yang menelepon. Ku raih ponselku yang tergeletak diatas meja. Kulihat.

Nae Chagiya ^^- Calling

Terpampang fotoku bersama Jongwoon oppa. Ku matikan ponselku dan kulepas baterainya, lalu meletakkannya lagi di meja.

End Yora POV

Di Ruang SM…

Yoona POV

Mengapa aku seperti ini? Apa Yesung oppa hanya berniat membuatku cemburu? Yah! Aku cemburu karena menurut Donghae oppa, Yesung oppa dan Yora berpacaran. Bahkan tiga bulan yang lalu mereka merayakan ulang tahun Yesung oppa bersama member yang lain. Dan hal itu di perkuat saat Yora sering mengantarkan makanan ke SM untuk mereka!

Aku benar-benar telah salah menolaknya dua tahun lalu. Aku melihat Yesung oppa memasuki ruang latihan. Wajahnya sangat berantakan.

“Hyung! Mana Yora noona?” tanya Kyuhyun oppa padanya.

“Iya! Mana Yora? Bukankah tadi ia kemari dan membawa ini semua?” tanya Leeteuk oppa padanya.

Aku lihat dia hanya diam saja sambil memandang kami satu persatu. Tanpa sengaja, tatapan kami bertemu. Aku menatapnya, namun ia segera memalingkan pandangannya lalu berjalan ke sudut ruangan. Kulihat Ryeowook oppa menghampirinya, dan mengatakan sesuatu. Dia mengangkat kepalanya, menatap Ryeowook oppa sebentar lalu menggeleng dan kembali menangkupkan wajahnya di kedua tangannya.

Ternyata dugaanku selama ini yang menganggap Yesung oppa hanya ingin membuatku cemburu adalah SALAH! Sepertinya dia benar-benar mencintai Yora! Apa aku sudah sangat terlambat sekarang? Apa aku sudah kalah?

Tidak mungkin! Aku yakin Yesung oppa mencintaiku! Dari dulu hingga sekarang! Aku yakin itu!

Aku beranjak dari dudukku menghampiri Yesung oppa lalu menariknya keluar ruangan.

“Kenapa kau seperti ini?” tanyaku padanya. Dia hanya diam saja.

“Yesung oppa! Jawab aku!” ucapku sambil sedikit berteriak kearahnya.

“Molla!” hanya itu jawabnya.

“Kau bilang kau akan menungguku oppa! Kau bilang kau mencintaiku! Kau bilang kau menyayangiku! Kau..” belum sempat aku melanjutkan ucapanku dia memotongnya.

“Itu dua tahun yang lalu!” bentakknya padaku. Aku sedikit kaget, karena sebelumnya ia tak pernah membentakku. “Dua tahun yang lalu saat aku belum bertemu dengan Jung Yora!” sambungnya.

“Jadi, kau melupakan perasaanmu padaku karena seorang yeoja bernama Jung Yora?”

“Ne! Sekarang, yeoja yang ada di hatiku hanya Jung Yora! Kau paham? Jadi, jangan sekali-sekali kau menyakitinya! Dan awas jika kau berani mengancamnya seperti dua hari yang lalu!” ucapnya tegas padaku. Aku tersentak lagi. Dia melihatnya? Melihatku saat aku bicara kepada Yora?

End Yoona POV

Jongwoon POV

“Kenapa kau seperti ini?” tanyanya padaku. Aku hanya diam saja.

“Yesung oppa! Jawab aku!” ucapnya sambil sedikit berteriak.

“Molla!” hanya itu jawabku.

“Kau bilang kau akan menungguku oppa! Kau bilang kau mencintaiku! Kau bilang kau menyayangiku! Kau..” belum sempat ia melanjutkan ucapanya, aku memotongnya.

“Itu dua tahun yang lalu!” bentakku padanya. Aku kaget, mengapa aku bisa membentaknya? Aku tak pernah membentaknya. Dapat kulihat ia sedikit kaget. Namun aku juga tak suka caranya seperti ini. “Dua tahun yang lalu saat aku belum bertemu dengan Jung Yora!” sambungku yang sukses membuatnya membelakkan matanya.

“Jadi, kau melupakan perasaanmu padaku karena seorang yeoja bernama Jung Yora?”

“Ne! Sekarang, yeoja yang ada di hatiku hanya Jung Yora! Kau paham? Jadi, jangan sekali-sekali kau menyakitinya! Dan awas jika kau berani mengancamnya seperti dua hari yang lalu!” uapku tegas. Yah, dia tersentak lagi. Kaget! Dia pikir aku tak melihatnya saat ia dan Yora berbicara di taman dekat SM?

FLASH BACK 2 Hari Yang lalu

Aku baru saja menyelesaikan latihanku dan berniat menemui Yora yang menungguku di taman. Tapi samar-samar ku dengar suara Yoona.

“Aku tahu, bahwa kau bukan hanya sekedar teman mereka bukan?” tanya seorang wanita di hadapan Yora. Aku yakin itu Yoona.

“Apa maksudmu Yoona?”

“Yah, aku tahu bahwa kau adalah yeojachingu dari salah satu member suju kan?”

“Dari mana kau tahu?” tanya Yora pelan.

“Tebakanku benar ternyata. Huh! Kau tahu, kau itu kau membuat sebuah kesalahan Yora-ssi!” cibir Yoona.

“Kesalahan? Apakah mencintai seseorang itu adalah sebuah kesalahan?”

“Ya! Kau salah karena kau bersama Yesung oppa! Kau salah besar Yora-ssi!” teriak yoona pada Yora.

“Memangnya kenapa kalau aku bersama Yesung oppa?”

“Yesung oppa adalah milikku! Dan kau tahu, dua tahun yang lalu ia menyatakan perasaannya padaku. Dan ia juga berkata bawa ia akan menungguku. Jadi, siap-siap saja kau di singkirkan!” ucap Yoona pedas.

“Itu sudah 2 tahun yang lalu bukan?” tanya Yora pada Yoona.

“Dia bilang ia akan menungguku! Yora! Apa kau tak mengaca? Orang sepertimu, mana mungkin Yesung oppa benar-benar menyukaimu? Ia pasti hanya ingin membuatku cemburu saja setahun ini! Kau ini dari kalangan biasa, dan apa hebatnya dirimu?” ucap Yoona. “Dan kau ingat! Aku akan berusaha merebut Yesung oppa darimu! Apapun caranya!” ucapnya sambil berlalu meninggalkan Yora.

FLASH BACK END

Saat itu aku hanya mengamati mereka dari jauh. Aku yakin Yora tidak akan terpengaruh oleh Yoona. Aku menatap gadis yang ada di hadapanku kini. Ia mulai terisak setelah kuperlakukan seperti tadi.

“Mianhae.” Hanya kata itu yang dapat kuucapkan.

“Aku sudah terlambat rupanya. Sudah sangat terlambat ya?” Aku hanya diam. Tak menjawabnya.

“Oppa, maukah kau memelukku untuk sekali saja? Pelukan terakhir darimu? Aku rela melepasmu, asal kau yakin dia adalah yang terbaik untukmu.” ucapnya. Pelahan aku mendekatinya. Mendekati wanita yang dulu pernah singgah di hatiku, untuk memeluknya yang terakhir kalinya. Aku melingkarkan kedua tanganku di bahunya dan merengkuhnya kedalam pelukanku.

End Jongwoon POV

Author POV

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang mengawasi mereka. Pemilik mata tersebut lalu mengambil gambar mereka dengan kamera yang ia bawa. Setelah mengambil beberapa gambar, orang itu pergi sambil mengechek kembali hasil jepretannya.

Keesokan paginya..

@SM-Building

SUPER JUNIOR YESUNG TERTANGKAP BASAH SEDANG BERPELUKAN DENGAN YOONA SNSD!!!

Halaman depan sebuah tabloid terkenal di Korea sukses menggemparkan seluruh penghuni SM! Pasalnya, mereka tak menduga akan ada kabar seperti ini! Dengan segera mereka mengadakan rapat dengan menghadirkan kedua tersangka.

“Apa benar yang ada di foto ini kalian berdua?” tanya Lee Soo Man kepada Yesung dan Yoona. Mereka berdua hanya diam tak menjawab.

“Ya! Kalian berdua tidak tuli kan? Jawab aku!” ulanganya dengan menaikan suaranya.

“Ne, itu memang kami berdua.” Jwab Yesung pada akhirnya.

“Kalian berdua ini! Yang benar saja! Apa kalian ingin membuat skandal?” tanyanya lagi.

“Mianhae, itu hanya pelukan biasa…..” dan Yesung pun menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Lee Soo Man dan yang lain mendengarkan penjelasan Yesung.

“Kau! Kau mempunyai yeoja-chingu?” tanya Lee Soo Man pada Yesung.

“ne!” jawabnya mantap. “Bawa Yeojachingumu kemari! Kita adakan konferensi pers segera!” ucapnya tajam.

“Ne hyung!” jawab Yesung.

Yesung segera memacu mobilnya menuju apartemen Yora. Jujur saja, ia sedikit khawatir dengan kondisi Yora. Sejak kemarin, ia sama sekali belum mendapatkan kabar dari gadis itu. Sepuluh menit kemudian ia sampai di depan gedung apartemen Yora. Ia segera turun dari mobil dan menuju lantai 5. Ia memencet bel berkali-kali namun tak ada yang membukakan pintu.

“Kemana Yora?” gumamnya.

“Permisi tuan, apa kau mencari gadis penghuni apartemen sebelah?” sebuah suara mengejutkannya.

“Ne. Apa kau tahu dimana dia ahjussi?” jawab Yesung.

“Tadi pagi, ia keluar sambil membawa kopernya. Ia berpamitan kepadaku bahwa ia akan pulang ke Indonesia. Saya sendiri tak tahu di mana Indonesia.” jelasnya.

“Indonesia? Dia akan kembali ke negaranya ahjussi?”

“Ne.” Jawab orang itu. Ia baru pergi sekitar 5 menit yang lalu menuju bandara. Mungkin kau bisa menyusulnya!” terangnya.

“Ne! Gamsha hamnida ahjussi!” ucap Yesung sambil membungkukkan badannya.

End Author POV

 

Yora POV

SUPER JUNIOR YESUNG TERTANGKAP BASAH SEDANG BERPELUKAN DENGAN YOONA SNSD!!!

Aku membaca berita di tabloid langgananku. Tabloid itu terlepas dari genggamanku, dan seketika air mataku tumpah. Yah, Yoona berhasil mendapatkan Jongwoon oppa! Aku segera mengambil ponselku.

“Ibu? Aku akan kembali ke Indonesia hari ini.”

“…”

“Mungkin untuk seminggu.” Jawabku.

Segera aku bergegas mandi dan membereskan pakaianku. Aku butuh suasana yang nyaman untuk menenangkan pikiranku saat ini. Sebelum pergi, aku berpamitan kepada ahjussi penghuni apartemen sebelah. Setelah itu aku menyetop taksi dan menuju bandara.

Sesampainya di bandara, aku segera menuju ruang tunggu.

“Yora!!!” panggil seseorang. Sepertinya aku mengenal suara itu. Aku membalikkan tubuhku. Dia!

End Yora POV

Author POV

Yesung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah sampai, ia segera bergegas berlari memasuki bandara. Ia tak mempedulikan teriakan orang-orang saat meliahatnya.

“yesung oppaaa!!!”

Yesung terus berlari mencari Yora. Ia sudah sangat lelah. Sudah mencapai batas maksimalnya. Ia lalu meneriakkan nama gadis itu. Gadis yang sangat ia cintai. “Yoraaa!!”.

Lalu tiba-tiba suasana menjadi sunyi dan berganti dengan bisikan-bisikan kecil dari orang-orang yang ada di sana.

Yesung melihat seorang gadis di depannya membalikkan tubuhnya. Gadis itu menatapnya. Dengan cepet Yesung segera mendekati gadis itu dan merengkuhnya kedalam peluknya.

“Jangan pergi! Kumohon!” ucap Yesung.

Yora hanya diam mendapat perlakuan seperti itu. Ia melepaskan pelukan Yesung.

“Aku bisa jelaskan, asal kau tetap di sini.” Sambung Yesung kemudian. Yora masih tetap diam, Yesung lalu meraih tangan kiri Yora dan meletakkannya di dada kirinya.

“Kau bisa merasakannya?” tanya Yesung. Yora hanya mengangguk. Yesung tersenyum melihatnya.

“Seperti inilah diriku dua tahun belakangan ini jika di dekatmu! Seperti inilah detak jantungku saat kau bersamaku. Selalu seperti ini, dan aku harap sampai nanti hanya kau yang mampu membuatku seperti ini.” Ucap Yesung lirih. Ia lalu menatap Yora yang melakukan hal yang sama. Perlahan tapi pasti, sebuah senyuman terukir di bibir Yora. Manis sekali. Secara tiba-tiba, Yora memeluk Yesung.

“I’ll never let you go!” ucap Yora singkat.

“Me too. Saranghae Yora!” ucap Yesung sambil mengurai pelukannya.

“Nado saranghaeyo!” balas Yora. Lalu mereka berdua mendengar suara tepuk tangan yang riuh dari orang-orang di sekitar mereka. “Sepertinya, kita harus pergi sekarang.” Ajak Yesung pada Yora.

“Ne oppa!” Yesung lalu menarik Yora untuk pergi dari bandara sambil melambaikan tangannya kepada orang-orang yang menyaksikan adegan tadi.

BIG NEWS!!! SUPER JUNIOR YESUNG AKAN SEGERA MENIKAH !!!

-FIN-

Haha, makasih buat Silence raders, buat semua readers, terutama buat adminnya ^^

Aku pinginnya masih ada lanjutannya, gimana dengan readers? Setuju? Kalo iya ff lanjutannya bakalan aku kirimin ke WFF lagi. Buat Squel bagian 2. ^^

Hhe, itu semua tergantung comment readers J

Gomawo *bow

2 thoughts on “Love Orange Float part 1

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s