Jigeum Nareulbwa part 1

Title                : JIGEUM NAREULBWA –look at me right now-  [Part 1]

Author            : Dita a.k.a Song Eun Hye

Main cast        :

©     Song Eun Kyung (S[x]-g member no.2)

©     Cho Kyuhyun

©     Lee Donghae

 

Others cast    :

©     Super Junior’s member

©     Lee Soon Naa (S[x]-g Leader)

©     Other S[x]-g member (Clara Park, Kim Stevannie, Park Hye Ri, Lee Ji Yang)

©     Jennifer Han (S[x]-g member and Hankyung’s Causin)

©     Goo Min Ah (S[x]-g manager)

©     Kang Min Woo (SuJu’s manager)

 

Genre                         : Romantic, Friendship

 

Disclaim          : Real my first FanFic, bukan hasil copy paste. 100% hasil karya pribadi.

 

PS !

Annyeong ini FF pertamaku, disini S[x]-g  adalah girlband fictifku. Dan maaf kalau beberapa hal benar-benar berbeda dari kenyataanya #iyalah namanya juga FanFic.

Don’t be a silent raders!!

I need your comment, demi kelangsungan hidup FanFic saya #halah, plakk!!

Hope you like it ^^

 

*****

**Eun Kyung’s Dorm**

 

Suasana dorm pagi hari, masih lengang dan masih terdengar dengkuran halus Jennifer. Eun Kyung beranjak dari tempat tidurnya, dan segera masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya sekaligus gosok gigi.

“Ah, Eun Kyung-ah.. Kau sudah bangun.” Suara Soon Naa menyapa Eun Kyung sebelum dia sempat membuka kamar mandi. Eun Kyung menoleh ke arah Soon Naa, Soon Naa tersenyum padanya, dia sedang berdiri menghadap Eun Kyung sepertinya hendak membangunkan member lainnya.

“Ne onnie..” Eun Kyung membalas senyumnya.

“Kau nanti jadi ke makam Eommamu Kyung-ah?” tanyanya lagi.

“Ne, nanti aku kesana. Hari ini pertemuan di kantor dimulai jam 10 kan?”

“Ne, kau harus cepat-cepat memasak  dan segera ke makam eommamu. Jangan sampai terlambat datang ke kantor. Emm, kau kesana sendirian Kyung-ah? Apakah mau aku temani?”

“Ah, tidak perlu onnie. Kau kan harus mengurus banyak persiapan karena Onnie leader kami. Jadi.. Lebih baik aku sendiri saja.”

“Oh, begitu… Baiklah kalau begitu, aku mau membangunkan yang lainya dulu.” Pamitnya sambil masuk ke dalam kamar Eun Kyung yang juga kamar Jennifer dan Hye Ri onnie. Eun Kyung bergegas masuk ke kamar mandi dan menggosok gigi. Sejenak ia melirik jam tangannya, sudah jam 7 dia harus mempercepat tugasnya hari ini.

Hari ini adalah hari dimana awal debut girlband Eun Kyung dan bertepatan dengan 3 tahun meninggalnya Eomma Eun Kyung. 3 tahun yang lalu ia terpilih sebagai pemenang ke 2 dan akan menjalani trainee sebelum mengawali debutnya. Saat dia pulang akan memberi kabar mengenai kemenangannya dan keberangkatannya ke asrama untuk mengikuti trainee, tiba-tiba Eommanya mengalami kecelakaan di jalan ketika hendak pulang membeli makanan. Dan yang sangat menyakitkan Eommanya tak tertolong apalagi orang yang menabraknya juga tak bertanggung jawab. Tak ada yang tahu siapa yang menabrak Eommanya karena jalanan waktu itu lengang, jadi plat nomor mobilnyapun juga tidak ada yang tahu. Tak terasa airmatanya menetes saat dia mengingat semua kenangan bersama eommanya dan disaat detik terakhir kehidupan Eommanya.

“Eomma, bogoshipoyeo.. neomu bogoshipoyeo…” Ucapnya lirih sambil menatap cermin dihadapannya. Eun Kyung segera mencuci wajahnya dan bergegas keluar kamar mandi untuk menuju dapur. Disini, dia yang sering memasak karena yang lainnya buruk dalam urusan yang satu ini. Hye Ri Onnie terakhir kali memasak untuk mereka, malah membuat sayur ‘banjir’. Clara malah membuat makanan serba garam, kimchi garam, ramyeon rasa garam, entahlah kalau dia memasak pasti rasa dominan garam yang terasa sepertinya dia terobsesi dengan garam. Ji Yang hanya bisa memasak nasi, dan di dorm mereka memasak nasi pun menggunakan rice cooker. Jennifer magnae paling terakhir yang juga sepupu dari Hankyung oppa member dari Super Junior itu hanya mau memasak nasi goreng seperti kakak sepupunya, ya apalagi kalau bukan karena hanya itu saja yang telah ia pelajari dalam hal memasak dari Hankyung oppa. Stevannie yang paling parah, terakhir dia mendapat tugas masak dia malah hampir membuat dapur dorm kebakaran. Dengan polosnya dia lupa sedang memasak ramyeon dan membuat pancinya hangus. Akhirnya demi keselamatan dan kelangsungan hidup mereka bertujuh, yang bertugas memasak bergilir antara Eun Kyung dan Soon Naa. Karena mereka berdua yang harus setiap hari memasak, mereka dibebaskan dari tugas mencuci piring kotor, sebuah keuntungan untuk Eun Kyung karena dia memang sangat hoby memasak tapi paling benci mencuci piring kotor.

“Ah, onnie… Kau hari ini akan memasak apa?” Tanya Ji Yang yang entah sejak kapan dia berada di depan Eun Kyung. Sambil mengucek matanya dan menguap, dia melihat bahan-bahan yang Eun Kyung keluarkan dari kulkas.

“Karena masih ada telur ikan, nori, timun, wortel dan salmon, aku membuatkan kimbab.” Jawabnya sambil tersenyum ke arah Ji Yang.

“Aku lapar onnie..” Kata Ji Yang sambil memasang tampang manjanya.

“Aissshh, kau ini.. Semalam kau habis 2 bungkus snack berukuran besar. Sekarang lapar lagi?”

“Andwee… dengarlah perutku sudah bernyanyi ingin makan.”

“Aigoo, mentang-mentang kau susah gemuk.. Apa saja dimakan. Yang sudah matang hanya nasi, makanlah nasi saja kalau kau mau..” Eun Kyung menggoda Ji Yang.

“Hmm, baiklah aku akan menunggu..” Ji Yang lalu duduk di depan Eun Kyung, ia menyangga wajahnya dengan tangan di atas meja marmer dapur sambil memerhatikan Eun Kyung menyiapkan makanan. Ji Yang adalah maknae ke 3 setelah Eun Kyung dan Clara, dia dan Jennifer punya tubuh yang sulit gemuk tapi juga kurus walaupun tak terlalu kurus. Satu persatu dari mereka sudah bangun dan bergantian masuk ke kamar mandi untuk gosok gigi dan mencuci muka. Beberapa diantara mereka yang sudah selesai cuci muka mulai membersihkan kamar mereka masing-masing. Mereka memang punya peraturan sendiri untuk urusan dorm, mereka tidak menyewa orang untuk membersihkan dorm agar menghemat biaya. Dan mereka punya jadwal untuk mengepel, membuang sampah, menyapu, dan bahkan membersihkan toilet. Sedangkan untuk urusan mencuci juga tidak selalu pergi ke laundry, kecuali kalau memang perlu sekali. Ini merupakan kesepakatan mereka bertujuh sejak 2 bulan masuk trainee. Karena biaya costum untuk show, make up, dan beberapa hal lainnya mereka akan tanggung sendiri jadi diputuskan untuk hal bersih-bersih mereka lakukan sendiri. Untung saja walau beberapa dari mereka terbiasa dengan hidup mewah, tapi mereka mau menyesuaikan diri.

Setelah makanan sudah siap, mereka langsung makan bersama dan setelah itu bergantian untuk mandi. Eun Kyung yang sudah selesai berdandan mematut diri di depan cermin, gaun warna hitam selututnya yang sederhana sangat serasi dengan tubuhnya yang tidak terlalu kurus. Rambut hitam bergelombangnya ia biarkan tergerai. Setelah ia rasa sudah rapi, Eun Kyung menyambar cardigan berwarna pastel yang diletakkannya di kursi dekat meja rias. Ia segera keluar dan berpamitan pada yang lain sebelum keluar dari dorm.

 

**pemakaman umum**

 

“Annyeong Eomma, aku sangat merindukan eomma. Musim panas yang hangat dan cerah ini sangat tak lengkap apabila eomma tidak ada. Eomma, malam ini mimpiku akan terwujud. Sayang sekali eomma tidak bisa melihatku di atas panggung malam ini. Ah, hajiman.. Aku yakin eomma akan melihatku dari langit. Eomma, beri aku kekuatan agar aku selalu bisa berdiri tegak lebih kuat lagi setelah ini. Mungkin tanpa Appa aku akan baik-baik saja, tapi tanpa Eomma adalah hal yang paling berat untukku. Aku selalu berharap Eomma akan baik-baik saja di surga. Aku akan berusaha lebih baik Eomma. Eomma tau? Teman-temanku sangat baik terhadapku walaupun aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di sini kecuali Park Ahjussi dan Park Ahjumma. Soon Naa Onnie seperti kakakku sendiri begitu juga Hye Ri Onnie, mereka berdua sangat perhatian. Dongsaeng-dongsaengku juga sangat baik walaupun kadang amat manja dan menggemaskan. Kami saling menyemangati satu sama lain, dan kami juga saling mencoba mengerti satu sama lain. Eomma, mianhamnida aku tidak bisa berlama-lama disini karena aku harus pergi ke kantor SM. Neomu bogoshipoyeo Eomma, neomu saranghaeyo..” Eun Kyung mengusap air mata yang sedari tadi mengalir di pipinya. Ia menata lagi beberapa makanan yang dia siapkan untuk Eommanya sambil sedikit berjongkok. Kemudian ia berdiri dan memberi penghormatan ke makam Eommanya sebelum meninggalkan makam. Dia berjalan perlahan meninggalkan makam sembari mengambil cardigan di dalam tas yang bertengger di bahunya dan memakainya. Saat belum selesai memakai cardigan, Eun Kyung melihat seorang namja duduk disamping sebuah makam dan menunduk, bisa ia lihat jelas butiran airmata yang jatuh dari mata namja yang ia lihat. Eun Kyung menghentikan langkahnya sejenak.

“Appa.. Aku sangat kesepian walaupun semua orang sangat mengenalku. Aku sangat ingin Appa ada disisiku. Aku ingin bernyanyi bersamamu Appa. Aku sangat ingin mewujudkan mimpi Appa yang sempat tertunda dulu. Entah kenapa aku masih merasa belum rela Appa meninggalkanku.”

Eun Kyung mendengar suara namja itu dari tempatnya berdiri, suaranya bergetar karena tangisnya. ‘Ahh, aku tahu sekali apa yang dirasakan namja itu’ batin Eun Kyung. Eun Kyung memutuskan untuk mendekatinya, kemudian berdiri disampingnya. Eun Kyung menyodorkan sapu tangan berwarna biru laut miliknya di depan namja itu sambil tetap berdiri. Dia mendongak ke arah Eun Kyung. ‘Aigoo, manis sekali namja ini’ Sejenak Eun Kyung sedikit grogi karena namja itu menatapnya tepat di bola matanya. Dia berdiri dan menerima sapu tangan Eun Kyung. Eun Kyung masih terpaku melihat pesona namja dihadapannya.

“Ghamsahamnida..” Ucap namja tersebut sambil tersenyum.

“Jangan menangis..” Ujar Eun Kyung sambil masih menatapnya. “Jangan menangis, Appamu akan sangat sedih kalau kau menangis. Buatlah Appamu terus tersenyum bangga dalam surga. Appamu akan selalu ada di hatimu.” Eun Kyung tersenyum.

“Ah ne, ghamsahamnida…” Dia balas tersenyum pada Eun Kyung. Tapi tiba-tiba Eun Kyung menepuk dahinya pelan. Lalu melihat jamnya. ‘Aisshh, sudah jam setengah 10, kenapa aku bisa lupa’. “Ah, mianhamnida aku harus segera pergi.” Eun Kyung segera berlari meinggalkan namja itu.

“Ya! Agasshi, siapa namamu?” Teriak Namja itu ketika Eun Kyung sudah berlari meninggalkannya. Tapi Eun Kyung tak mendengar teriakannya. “Gadis aneh.” Ucapnya sambil tersenyum dan mengamati Eun Kyung yang semakin menjauh lalu mengamati sapu tangan yang ia genggam.

Sementara itu, Eun Kyung sedang berlari menuruni anak tangga dan tiba-tiba menabrak seseorang ketika ia hendak berbelok ke arah parkiran setelah turun dari tangga. Ia hampir saja terjatuh tapi untungnya masih bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.

“Mianhamnida… Mianhamnida..” Kata Eun Kyung sambil membungkuk tanpa melihat orang yang dihadapannya.

“YA! Kau tak punya mata, huh?” Teriak orang yang ditabrak Eun Kyung, dari suaranya Eun Kyung tau orang dihadapannya ini adalah seorang namja. Eun Kyung berhenti membungkuk hendak menjawab namja menyebalkan dihadapannya itu.

“Aisshh… Aku kan sudah minta maaf padamu.. Lagipula…Ka..” Eun Kyung terkejut saat namja itu melepas kacamata hitamnya, walaupun dia memakai topi tapi Eun Kyung sangat hafal wajah dihadapannya itu.

“Hah, ternyata kau lagi. Mimpi apa aku semalam hingga aku bertemu kau lagi disini.. Menyebalkan sekali.” Ejek namja dihadapannya sambil mendengus kesal.

“Hahhh, malang sekali nasibku hari ini harus bertemu namja tak tau sopan santun sepertimu lagi. Seandainya aku punya banyak waktu sekarang, akan kupatahkan tulang-tulangmu, kucincang dagingmu sampai halus.” Ujar Eun Kyung dengan tatapan sinis.

“Jinjjayo? Benar-benar gadis yang mengerikan sekali dirimu. Kau tidak tahu siapa aku? Semua gadis menginginkanku menjadi kekasih mereka, sedangkan kau? Mau mencincangku? Hah, tidak akan pernah bisa! Yang ada kau malah terpesona dengan ketampananku.” Namja itu menunjukkan senyum evilnya sambil menyentuh bibirnya. Eun Kyung tersenyum kecut.

“Jadi itu? Senyum itu yang selalu kau pamerkan untuk memikat wanita-wanita bodoh yang terpikat olehmu? Kau mau tahu apa tanggapanku, huh? Ya, laki-laki tak punya sopan santun.. Senyumanmu itu sangat menjijikkan dan PENUH TAMPANG ME-SUM!” Eun Kyung menekankan kata-katanya di akhir kalimat. Namja dihadapannya terlihat shock dengan apa yang di katakan Eun Kyung. Baru kali ini senyumnya tidak mempan terhadap seorang yeoja. Eun Kyung segera meninggalkan namja yang masih menatapnya tak percaya. ‘Haha, rasakan kau. Kau pikir aku wanita seperti apa gampang tergoda oleh senyuman mesum seperti itu.’ Batin Eun Kyung sambil terus berjalan meninggalkan namja babo itu.

“YA! YEOJA GILA.. KAU MAU KEMANA? URUSAN KITA BELUM SELESAI. YA!” Terdengar teriakan namja itu dari kejauhan. Eun Kyung tak menggubrisnya dan segera berlari karena khawatir namja babo itu akan mengejarnya. Setelah keluar dari pintu gerbang area pemakaman, Eun Kyung langsung mencegat taksi dan segera masuk ke dalam taksi. Dia melirik jam tangannya, dia akan terlambat sampai kantor pasti.

“Mianhamnida, apakah kita bisa lebih cepat?” Eun Kyung memberanikan diri untuk meminta sopir taksi lebih cepat. ‘Aisshh, bagaimana bisa aku bertemu dengan namja galak itu. Mengganggu saja.’ Eun Kyung mendengus kesal mengingat namja yang tadi ditabraknya. Kemudian ia teringat pertama kali ia bertemu dengan namja itu dalam sebuah insiden yang sangat memalukan. Eun Kyung bertemu dengan namja itu lima bulan yang lalu. Malam itu setelah selesai latihan di kantor SM, ia pergi ke kedai dekat kantor untuk membeli jajangmyeon. Beruntung sekali, jajangmyeon di kedai itu hanya tinggal satu porsi. Setelah hampir selesai membungkus jajangmyeon pesanan Eun Kyung tiba-tiba seorang laki-laki bertopi memesan jajangmyeon.

“Ah, mianhamnida.. Jajangmyeonnya hanya tinggal satu porsi dan itu sudah saya pesan.” Eun Kyung mejelaskan dengan nada ramah kepada namja yang bertopi itu. Namja bertopi itu hanya memandang sinis padanya dan tak menggubrisnya.

“Ahjussi, berikan saja jajangmyeon itu padaku. Aku sangat lapar ahjussi.” Namja bertopi itu merengek kepada pemlik kedai.

“Mwo?” Eun Kyung shock, bisa-bisanya namja itu tiba-tiba datang dan menyerobot jajangmyeonnya. Pemilik kedai itu selesai membungkus jajangmyeon pesanan Eun Kyung.

“Mianhae.. Kyeopta Sajangnim.. jajangmyeonnya sudah dipesan dari tadi oleh nona ini. Ah, aku buatkan ramyeon ya, untukmu gratis saja.” Tawar pemilik kedai itu sambil menyerahkan bungkusan jajangmyeon pada Eun Kyung.

“Shireo.. Ahjussi.. Jebal, aku ingin makan jajangmyeon.” Namja bertopi itu memelas pada pemilik kedai. Eun Kyung menatapnya dengan pandangan aneh. Ketika hendak meninggalkan kedai, namja bertopi itu mencegat Eun Kyung.

“YA! Serahkan jajangmyeon itu padaku!” Bentaknya.

“Hah.. Kau ini lucu sekali. Ini terlihat seperti anak kecil yang bermain rampok-rampokan dan kau adalah pejahatnya,” Eun Kyung tertawa meremehkan.

“Aku serius! Kemarikan jajangmyeon itu, aku akan membayarnya 2 kali lipat.” Eun Kyung menatap namja itu tak percaya.

“Ah, ani.. Aku akan membayar 4 kali lipat.” Tawarnya lagi.

“Shireo! Walaupun kau membayar 10 kali lipatpun aku tidak akan memberikannya padamu! Minggir.” Eun Kyung mendorong namja itu dan beranjak pergi. Tapi namja bertopi itu malah menariknya dan merebut paksa jajangmyeon itu. Akhirnya terjadi insiden tarik menarik sampai jajangmyeonnya jatuh dan berhamburan di tanah. Saat jajangmyeonnya sudah berhamburan di tanah, Eun Kyung memandang namja bertopi itu dengan pandangan menyeramkan, namja bertopi dihadapannya sedikit takut dan sedikit canggung.

“A.. Ak. Aku..” Ucap namja bertopi itu tergagap.

“Hahh… Jinjjarayeo!! Kau benar-benar membuatku kesal.” Potong Eun Kyung.

“YA! Kalau kau menuruti apa yang kukatakan tidak begini jadinya.”

“NEO!!” Eun Kyung sudah emosi tigkat tinggi.

“Aku bisa menggantinya kalau kau mau.”

“YA! APA KATAMU? AKU SUDAH TIDAK BERSELERA LAGI. MAKAN SAJA JAJANGMYEON SAUS TANAH ITU! AKU TDAK BUTUH GANTINYA!!” Eun Kyung berteriak tepat di hadapan wajah namja itu walaupun namja itu lebih tinggi darinya, setelah itu dia langsung meninggalkan tempatnya.

“Aiisshh, kenapa malah teringat kejadian itu. Menyebalkan sekali, terlihat tampan tapi benar-benar buruk sopan santunnya. Awas saja kalau aku bertemu dengannya lagi aku tidak akan mengampuninya.” Eun Kyung menggerutu sendiri di dalam taksi sambil membayangkan apa yang akan dia lakukan kalau bertemu dengan namja itu lagi. Ia mulai membayangkan memukul namja itu dengan hak sepatunya yang keras dan lancip.

“Ah, ani ani… Nanti kalau dia gegar otak bagaimana.” Ia berbicara sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian ia membayangkan lagi namja itu dihadapannya, ia menumpahkan semangkuk jajangmyeon di wajahnya yang tampan itu.

“Aisshh.. Sayang sekali kalau makanan seenak itu aku tumpahkan di wajahnya.” Ia berfikir lagi, kemudian ia membayangkan ia akan menjambak rambutnya dan mencakar wajahnya yang tampan sampai dia minta ampun. Melihat Eun Kyung yang tertawa terbahak-bahak sendiri supir taksi yang membawa Eun Kyung sedikit khawatir dan takut.

“Agasshi.. Gwenchanayo?” Tanya sopir taksi pada Eun Kyung. Eun Kyung sedikit terkejut dan malu.

“Ah… Gwenchana.. Mianhamnida.”

“Saya mendengar agasshi tertawa dan bicara sendiri jadi saya sedikit khawatir. Ah.. Sudah sampai agasshi..”

Eun Kyung melihat sekelilingnya, ternyata ia sudah sampai di SMTOWN. Dia langsung memberikan uang taksi dan mengucapkan terimakasih. Eun Kyung segera berlari karena dia tahu dia sudah hampir terlambat. Antara gerbang kantor SM dan gedung memang lumayan jauh karena betapa luasnya halaman kantor SM itu. Setelah memasuki gedung dia sedikit memperlambat jalannya, dan menyapa beberapa orang yang lalu lalang di kantor itu. Melihat sebuah lift terbuka dia langsung berlari menuju lift dan mencegah pintu lift tertutup, dia langsung masuk ke dalam lift tapi ketika sudah masuk ke dalam lift alangkah terkejutnya dia melihat seorang namja di dalam lift itu. Namja itu tersenyum padanya.

“Annyeonghaseo…” Katanya sambil menundukkan kepala dan tersenyum pada Eun Kyung.

“A.. An.. Anyeong.. N.. Neo… Super Junior Choi Siwon?” Tanya Eun Kyung tergagap saking kaget dan gugupnya, ia masih terpaku di hadapan namja yang ternyata Siwon.

“Nde.. Kau orang baru disini?” Tanyanya ramah.

“Emm.. Ani.. Ah, ne..”

“Kau juga mau ke lantai 7? Apa.. Kau juga ingin bertemu dengan Soo Man Seonsaengnim?”

“Iya, grup kami diminta berkumpul hari ini.” Eun Kyung berpindah ke samping Siwon tapi masih berjaga jarak, dia masih gugup karena tak percaya akan sedekat ini dengan seorang Choi Siwon. ‘Aiihh, ternyata dia lebih tampan daripada yang biasa aku lihat layar TV atau di foto’ Batin Eun Kyung.

“Grup? Ah, jankkanman.. Jangan-jangan kau member girlband yang malam ini akan debut?”

“Ne..”

“Jinjja? Waah, jadi kau member girlband yang selama 3 tahun ini dirahasiakan oleh SM? Kami sangat penasaran dengan kalian. Emm, jeoneun Choi Siwon imnida. Neo?” Siwon megulurkan tangannya, Eun Kyung sedikit ragu membalasnya.

“Na.. Song Eun Kyung imnida.” Jawab Eun Kyung sambil tersenyum.

Tiiing.. Pintu lift terbuka. Mereka keluar lift bersama dan berjalan menuju ruangan Soo Man Seonsaengnim.

“Emm, Siwon-shii.. Apa Super Junior juga sengaja di panggil bersama girlbandku?” Tanya Eun Kyung sambil terus berjalan.

“Jangan seformal itu memanggilku karena bagaimanapun juga kita ini ‘saudara kandung’ yang lahir dari SMent. Mengenai pertanyaanmu, mungkin saja iya. Karena sebelumnya kami hanya diberi tahu akan mengisi di acara debut sebuah girlband dan akan menjadi MC juga. Tapi kami sama sekali tidak tahu kalau akan dipertemukan secara langsung di kantor dan kami juga tidak tahu siapa dan seperti apa girlband baru yang akan debut malam ini.”

“Ahaha, aku juga sangat terkejut bisa bertemu denganmu disini. Jujur saja aku ini ELF.”

“Jinjja? Akan sangat menyenangkan kalau begitu. Aku dengar adik sepupu Hankyung hyung juga member girlbandmu?”

“Ne..”

“Hajiman.. Dia juga tidak tahu sama sekali tentang girlband adik sepupunya. Emm, apa kau bukan orang asli korea?”

Eun Kyung sedikit terhenyak, darimana Siwon tahu.

“Nde.. Aku keturunan Indo-Korea. Eommaku orang Korea dan Appaku orang Indonesia. Bagaimana kau bisa tahu?”

“Wajahmu berbeda dengan orang Korea pada umumnya, dan kulitmu walaupun sudah seputih orang Korea tapi tetap saja masih terlihat berbeda, itu kalau orang bisa jeli melihatnya. Aiya, satu lagi.. Matamu, aku yakin juga bukan mata hasil operasi plastik.”

“Nde.. Kau benar.”

Mereka akhirnya sampai di sebuah ruangan yang mereka tuju, Siwon mengetuk pintu pelan. Terdengar jawaban mereka dipersilahkan masuk dari dalam ruangan. Eun Kyung sedikit terkejut setelah masuk ruangan, karena disana sudah ada member girlbandnya dan beberapa member Super Junior. Mereka serempak memandang Siwon dan Eun Kyung dengan penuh tanda tanya.

“Ah itu Song Eun Kyung. Dia member girlband ini juga.” Soo Man seonsaengnim memperkenalkan Eun Kyung pada member suju, Eun Kyung yang masih di depan pintu membungkukkan badan sambil tersenyum dan merekapun membalas senyum Eun Kyung. Sementara itu Siwon langsung bergabung dengan member Super Junior lainnya.

“Ya! Hyung.. Kau kenal dengannya huh?” Tanya Ryeowook.

“Wah kau curang sekali. Kenapa tidak mengenalkannya pada kami juga?” Sahut Kangin.

“Ya! Aku baru mengenalnya tadi ketika hendak kesini.” Bantah Siwon.

“Ah yang benar, kau pasti sengaja menutupinya pada kami kan?” Heechul ikut menggoda Siwon.

“Ah, Anieyo.. Kami memang baru mengenal tadi waktu berjalan kesini karena kebetulan kami satu arah. Jeoneun Song Eun Kyung imnida, bangapseubnida.” Ujar Eun Kyung kemudian bergabung dengan Soon Naa, Hye Ri, Clara, Ji Yang, Stevannie dan Jennife. Mereka duduk di sofa berseberangan dengan Super Junior.

“Ne, mereka benar. Aku sendiri yang melarang mereka menampakkan diri di hadapan kalian dan artis –artis SM lainnya, jadi Siwon tidak mungkin sudah mengenal mereka sebelumnya. Terlebih melarang Jennifer Han untuk menceritakan apapun tentang girlband baru ini kepada Hankyung.” Soo Man Seonsaengnim ikut menjelaskan.

“Hyung, tega sekali kau tidak mengenalkan pada kami kalau kau punya sepupu cantik-cantik itu? Ya! Ngomong-ngomong yang mana sepupumu hyung?” Tanya Eunhyuk.

“Ya! Mana mungkin aku tega mengenalkan Jennifer padamu yang muka yadong itu hah?” Hankyung memukul kepala Eunhyuk pelan.

“Kalian ini cerewet sekali. Jaga image sedikit di depan anggota baru SM dan di depan Seonsaengnim.” Leeteuk memperingatkan deongsaeng-deongsaengnya yang ribut sendiri.

“Aiisshh, kenapa mereka belum datang juga. Leeteuk-ah cepat hubungi Kyuhyun dan Donghae. Kita tidak punya banyak waktu.” Ujar Soo Man Seonsaengnim.

“Ne..”

Jantung Eun Kyung berdebar kencang, dia baru sadar bahwa member Super Junior yang ada dihadapannya ini kurang lengkap. Dan sebentar lagi dia akan bertemu dengan idolanya Lee Donghae. Rasaya tak sabar tapi juga sangat mendebarkan sampai perutnya terasa mulas. Saat Leeteuk meletakkan HPnya di telinga hendak menelepon Kyuhyun dan Donghae tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar dan pintu terbuka. Eun Kyung menunduk masih membayangkan apa yang akan terjadi jika ia bertemu dengan Donghae yang selama ini ia kagumi.

“Mianhamnida seonsaengnim kami terlambat karena jalanan tadi sudah mulai macet.”

‘Suara itu… Sepertinya aku sangat mengenalnya..’ Eun Kyung mengangkat kepalanya dan alangkah terkejutnya dia melihat dua namja yang sedang berdiri di depan pintu. Eun Kyung beranjak dari tempat duduknya.

“N.. NEO?” Pekik Eun Kyung dan Kyuhyun bersamaan.

**To Be Continued**

PS again :

            Mianhamnida jeongmal kalau FF’nya kurang menarik.. Saya harap readers mau memberikan masukan pada saya untuk part selanjutnya… Anyeonghaseo *membugkukkan badan* Gamsahamnida sudah mau membaca… ^^

15 thoughts on “Jigeum Nareulbwa part 1

  1. Uwa…thu y’ wkt di pmakaman d0nghae kah n y’ di toko tu kyu jg kan?*reader sok tau*
    Lanjut thor…
    next part di tnggu chingu^^

  2. annyeonghaseo… aq baru banget ne gabung d sni….
    salam kenal semua’a….

    Hmm….waktu awal baca rada” bingung….
    tapi pas d baca terus ternyata rame,,,,
    ayo chigu… d tunggu part selanjut’a..

  3. WOW! Evil vs. Fish o-0
    Itu yg dtg hae kah?! -,-
    LANJUT y :) Fighting~
    Pko e eunkyung kudu musti wajib ama kyu y… *maksa*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s