[Freelance] Hey, I’m Your Antis, Eternal Magnae! part 1

Hey! I am U’re Antis, Eternal Magnae!

(part 1)

Author: Choi Hyo Rin

Cast:

~Kim Ryeowook Of Super Junior

~Choi Hyo Rin (aku? Maunya. Hohohoo….)

~Jung Hye Gyo (Hyo Rin’s close friend)

~Member Super Junior

Mereka bilang cinta dan benci itu tipis sekali batasnya. Aku tidak tau apakah itu benar apa tidak. Karena bagiku semua itu jelas-jelas berbeda. Cinta ya cinta. Benci ya benci. Aku tak tau apakah pandanganku akan berubah atu tidak. Yang jelas, aku bukan tipe perempuan yang menjilat ludahnya sendiri.

-Hyo Rin’s POV-

“Ya! Choi Hyo Rin! Apa-apaan kau? Mengapa kau menyobek foto jagiyaku!” suaranya menggelegar menggoyangkan kaca jendela (?). Ya, dia adalah teman dekatku dan teman sebangkuku, Jung Hye Gyo.

“Mengapa sih kau masih saja memasang foto laki-laki jelek itu sih? Masih tampan kyuhyun oppa!”

“Terserah mau tanpa siapa itu urusanmu. Yang jadi urursanku sekarang adalah mengapa kau selalu saja merusak semua barangku?”. Mukanya benar-benar merah karena menahan rasa jengkelnya.

“Aku tidak merusak semua barangmu Hye Gyo. Lebih tepatnya aku merusak barangmu yang berhubungan dengan pria itu!” Aku lalu menunjuk seongok foto Ryeowook yang baru kusobek. Dia menatapku dengan tajam, ”Masalahnya hampir semua barangku berhubungan dengan Ryeowook oppa Hyo Rim sayang, kemarin kau juga sudah menyobek buku matematikaku gara-gara sampulnya bergambar Ryeowook oppa” Matanya sudah benar memerah sekarang. Ahh…cukup sudah. Keangkuhanku runtuh juga, tak tega aku ‘menyiksanya’ terus. “Baiklah, aku minta maaf! Tak akan aku ulangi lagi.”

“Jika minta maaf bisa mengembalikan semua barangku. Aku akan memaafkanmu.” Matanya sudah mulai berkaca-kaca sekarang. Aku mengerang, ”Argh! Baiklah baiklah. Aku traktir kau makan siang ini!!”. sekarang matanya membulat karena senang. “Benarkah? Tapi…”. Mukanya yang senang sekarang sedih lagi

“Apa lagi?”

“hmm…”

“Apa?! Jangan bilang kau memikirkan hal-hal gila untuk menghukumku Jung Hye Gyo!”

“Aku tidak menghukummu Hyo Rim! Ya! Pikiranmu buruk sekali!”. Dia terdiam lagi.

Aku sudah benar-benar tak sabar segera menjambak rambutnya, ”Ya! Mengapa kau menjambakku? Baiklah aku akan bilang apa mauku”. Mata Hye Gyo menyilatkan aura iblis(?) lalu hawa dingin yang entah dari mana menerpa punggungku. Feelingku benar-benar tidak enak.

“Ya! Jung Hye Gyo, mengapa kau menatapku dengan tatapan seperti itu?”

-POV end-

-Author’s POV-

Mukanya berubah saat mendengar permintaan Hye Gyo. “Apa katamu? ANIYO!!!”. Mukanya merah menahan marah dan malu membayangkan jika dia benar-benar melakukan hal itu. “Aniyo, aku tidak akan melakukan hal itu. Meskipun kau beri aku uangpun aku tak mau melakukannya. Masa kau menyuruhku membeli pernak-pernik tentang cowok itu? Dan apa tadi? Kau menyuruhku mengambil foto pria itu mentang-mentang rumahku dekat dengan dorm suju? Cish!”. Hyo Rin mengatur napasnya karena emosi. Lalu dia menatap Hye Gyo. Air matanya….

“Ya!! Ya! Jung Hye Gyo siapa menyuruhmu menangis. Argh, kau cengeng sekali sih!! Aish! Baiklah akan ku turuti maumu.”

.

-Hye Gyo’s POV-

Argh, kau cengeng sekali sih!! Aish! Baiklah akan ku turuti maumu.”. Cheerleader dihatiku loncat kegirangan. Kena kau Choi Hyo Rim, siapa suruh kau merusakkan semua barangku. Tau rasa kau sekarang. Aku tau membeli pernak-pernik seperti itu memang bukan masalah buatnya. Mengingat dia anak orang kaya. Tapi yang menjadi masalah adalah pernak-pernik yang dia beli itu berhubungan dengan orang yang dia benci. Belum lagi aku menyuruhnya memfoto Ryeowook oppa. Kena kau!

-POV End-

-Author’s POV-

Hyo Rin mondar-mandir sambil membawa poster, buku tulis, foto dan notebook bergambar Ryeowook. Mukanya merah menahan malu, keringatnya bercucuran karena gelisah. “Aish, meskipun aku penggemar Kyuhyun, aku tak pernah membeli barang-barang seperti ini. Sungguh memalukan!!”. Hyo Rin segera mengambil langkah panjang menuju kasir.

“Huah, akhirnya!! Sekarang tinggal mengambil foto Pria itu. Cish!”. Membayangkan hal itu, muka Hyo Rin memerah. Dia bergidik ngeri. “Tidak usah saja ah, fotonya aku ambil saja lewat internet. Hohohooo…”. Senyum licik menghiasi wajahnya. “Hyo Rin dilawan. Masalah hal-hal berbau evil saya jagonya. Namanya juga calon pacar evil kyu” (author: iih, ngomong apaan sih nih anak?. Hyo Rin: eh, thor, diem aja loe, banyak cincong! *plak!*)

Another place, another person..

“Akhirnya ada jadwal kosong juga. Tapi, sayang semua member punya acara. Jadi harus jalan-jalan sendiri. Okay! jalan-jalan sendiri juga enak kok”. Dia menyusuri jalan yang padat. Dia berjalan menuju halte bis dengan kacamata hitam dan jaket yang menutupi badan, kepala dan sebagian wajahnya. Dia sibuk berdialog dengan hatinya.

Tempat ini tidak berubah. Sama seperti pertama kali aku bertemu dengannya. Ahh, aku tak ingin menyebutkan namanya. Sudah wookie, lupakan dia lupakan!

Another place, another person..

“Cish! Mendung!! Jangan hujan Tuhan, aku tidak bawa payung. Bisa-bisa aku sakit, belum lagi besok ulangan matematika”. Perempuan ini berlari kecil…

Brakk…

“argh!! Sial..sial..”. Hyo Rin meruntuk kesal karena barang-barang terkutuk itu jatuh semua. Bagus, sekarang semua orang tau apa isi plastik yang dibawa Hyo Rin.

“Mianhae…mian…wah? Ini kan?”. Hyo Rin segera melihat wajah pria yang sekarang berjarak 15 cm dari mukanya. Dia membulatkan matanya yang hitam. wajahnya merah menahan rasa benci, jengkel tapi juga bingung. “Mwo?! Kau..ini..kau..ini”. Hyo Rin tak bisa berkata apa-apa selain kata-kata itu(?). Yang dia lakukan hanya menujuk muka pria itu lalu gambar wookie. Menunjuk wajah pria itu lalu menunjuk gambar wookie lagi. Begitu seterusnya sampai-sampai pria itu memegang tangannya dan menyeretnya ke halte karena hujan mulai turun.

-Hyo Rin’s POV-

Dia benar-benar seperti yang digambar. Aku tidak bermimpi kan? Aish, aku benar-benar ingin memukul mukanya. Gara-gara dia aku harus membeli barang-barang seperti ini. Lalu mengapa dia sekarang menatapku sambil senyum senyum? Sebentar..sebentar, kemana barang aku beli tadi?

“Argh! Mana barang itu?”

-Ryeowook’s POV-

Argh mengapa harus bertemu fans pada saat seperti ini sih? Ah, sudahlah mungkin apesku hari ini. Tapi kalau dia fans, mengapa dia sangat diam? Apa dia sangat gugup sampai-sampai tidak bisa berkata apa-apa? Memang, tak ada yang bisa menolak pesonaku…

“Argh! Mana barang itu?”. Dia telihat gugup. Barang? Barang apa yang dia maksud? “Maaf, barang apa?”. Sial! Dia sama sekali tidak menggubrisku. Tiba-tiba tubuhnya menegang melihat seogok sampah di seberang jalan. Tunggu! Itu bukan sampah. Itu..itu..

“Huah!! Basah! Bagaimana ini? Aish, sial..sial..sial…”. Aku sedikit merasa bersalah sekarang. Setidaknya kalo aku tak menabraknya, mungkin nasib barang-barang itu tak seperti sekarang. Kasian fansku. “Mianhae.”

-Hyo Rin’s POV-

“Mianhae.”. Mendengar suaranya benar-benar membuatku ingin menonjoknya. “Kau berkata maaf?! Hanya maaf?!”. aku tak kuasa menahan amarahku. Dia sangat kaget dengan ‘semburanku’. “Kau tau aku sudah membuang waktuku hanya untuk membeli barang-barang seperti itu, dan sekarang…sekarang…argh!! Percuma berdebat dengan orang sepertimu.”.

“Aku kan sudah minta maaf, mengapa kau sewot? Aku tidak pernah diperlakukan seperti ini, apalagi kau seorang fans. Masa kau membentak idolamu sendiri!”. Dia melipat tangannya di dada sambil memanyunkan bibir. Hah! Dia kira dia itu imut??

“Mwo? Fansmu? Maaf saja ya, bahkan aku tidak sudi menyebut namamu!”. Kali ini nada suaraku mencapai 4 oktaf. Orang-orang disekitar halte mulai memperhatikan kami dengan tatapan apa tidak ada tempat lain untuk bertengkar?

“Ap..apa maksud kata-kata kau tidak sudi memanggil namaku? Jika kau tak sudi mengapa kau membawa barang yang berhubungan denganku?”. Suaranya ikut meninggi sekarang. Mukanya merah sambil menunjuk barang-barangku yang jatuh tadi. Aku hanya terdiam mengatur nafasku. Percuma berbicara dengan orang seperti dia. Buang-buang tenaga. “Mengapa kau diam saja?!”. Tangannya sekarang mencengkram lenganku. Apa-apaan sih cowok ini?. ”Lepaskan aku! Kau ini apa-apaan sih?”

“Aniyo, aku tak akan melepaskannya sebelum kau jawab pertanyaanku!!”. Sekarang dia tidak hanya berteriak tapi nada suaranya menunjukkan dia menuntut sebuah jawaban.

Habis sudah kesabaranku. “AKU AKAN MEMBAWA FOTO-FOTOMU KE DUKUN!! AKAN KU SANTET KAU!!” (emang disana ada dukun sama ilmu santet? Dasar author dodol)

“MWO??! Memang aku salah apa? Mengapa kau…”. Aku langsung memotong kata-katanya, ”AKU TIDAK MENYUKAIMU! RAMBUTMU, CARA BICARAMU, SUARAMU, SEMUA YANG BERHUBUNGAN DENGANMU AKU BENCI!! AKU ITU ANTISMU!! ARRASO?! DAN SEKARANG SINGKIRKAN TANGANMU ITU DARI LENGANKU, KAU MENYAKITIKU!!!”. Aku benar-benar mengeluarkan semua uneg-unegku. Dan sekarang kepalaku pusing. Hari ini benar-benar berat. Aku menoleh untuk melihat reaksinya. Sekarang dia menatapku dingin. Jujur aku benar-benar takut dengan ekspresinya, tapi aku tak boleh memperlihatkannya. Sepertinya aku menelpon supir untuk menjemputku saja.

Tiba-tiba HPku direbut olehnya. “YA! Apa yang kau lakukan. Kembalikan HPku!!”. Dia menahan tanganku dengan tangan kirinya. “Tidak akan! Sebelum kau minta maaf kepadaku!”

-Ryeowook’s POV-

“Ya! Mengapa kau begitu kekanak-kanakan? Kau membuatku tambah membencimu! Cepat kembalikan!!”. Aku benar-benar kesal kepadanya. Tapi aku rasa aku juga sudah keterlaluan. Baiklah akan aku kembalikan saja. PLAK!! “AUWW! Ya! Mengapa kau menamparku? Kurang ajar!”. Aku memegang wajahku yang memerah. Gadis ini benar-benar!! “Kembalikan HPku! Sialan kau!”.

Entah darimana datangnya pikiran gila ini. Aku mendorongnya sampai dia terduduk di kursi halte. Lalu aku berlari meninggalkannya. Dia meneriakiku dengan caci maki. Bahkan saat mencaciku saja dia tidak menyebutkan namaku. Apakah sebenci itukah dia kepadaku? Sungguh sial!!

-TBC-

9 thoughts on “[Freelance] Hey, I’m Your Antis, Eternal Magnae! part 1

  1. gregetan ya thor,tdnya awal2 suka suju aku jg ga terlalu sm sm wookie oppa,tp skrg jd gemes hahaha
    ditunngu lanjutannya thor

  2. aigoo.. Tega’a hyo rim.. Masa wookppa yg imut itu d benci..ckck
    bagus ni thor critanya..bru bca dh ff yg nyritain ttg antis.. Tp nti’a pasti jd suka dh ma wookppa..hohoho..

  3. A…
    Autor… Mzha critha.a bnci Suami saiia?? (?)
    Kan suami saiia (?) ithu Suara.a bgus.. Imut.a stengah mati lagi..

  4. Aigoo….wookie bisa marah jg?#plakk*d tabok ryeosomnia*
    hyorim galak y?trus…status dy apa dong?elf?masa iya antis nya wookie….ckckck…

  5. Aigoooo… Authornya tga amit,, lagi enak2nya baca kog malah TBC,,
    hyorim,mgpa kau benci suami saya?? Hikksss,,,,aku kan jd sedih klo tau ada yg denger ada org yg benci suami aq..hiksss
    #plakkk,,lebe,, abaikan,,,

    aku senyum2 sendiri pas adegan ryeowook dorong hyorin ampe duduk d halte,,ckckkckck,,,yeobo qm ada2 aja, masa’ seenak jidat gitu dorong anak orang

  6. masa wookie smpe dibenci gtu..huhuuhu..
    kasian amat…
    tp kok bs sih smpe dibenci??

    tp lucu crt.x chingu..
    bs jg wookie kyk gtu..gyahahha…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s