Hello My Doctor!

Title    : Hello My Doctor

Author : Flyingfishae

Main Cast : Lee Donghae, Kim Hyesung

Support Cast : Super Junior member and crew.

Genre : Love/Friend

Ps : anyeonghaseo… Haebun imnida! Semoga dengan ff ini kalia bisa terhibur! Aku akan segera tulis lanjutannya… semoga semua suka. Kamshamida!

Disclaim : pada ga suka plagiatkan?

-Donghae pov-

Udara pagi terasa begitu menyenangkan pagi ini, setelah apa yang kualami kemarin malam. Aku harus banyak banyak bersyukur kepada Tuhan karena aku masih diberikan hidup. Aku tidak tau apa yang dapat terjadi bila semalam alergiku kambuh tanpa seorangpun disisiku. Haaah meski sekarang terbaring di rumah sakit, namun aku masih bisa bersyukur masih berada di dunia.

aku merasakan ponselku bergetar, di layarnya tertulis nama Hyukjae menelponku. Ah aku rasa dia cemas, karena semalam aku pergi tanpa memberinya kabar.

“yoboseo” sapaku, berusaha memanipulasi suaraku yang masih lemas.

“Donghae ah! kau sakit? sekarang dimana? Kenapa tidak memberiku kabar? Aku ke dormmu dan semua orang bilang kau di rumah sakit! Ada apa??’ tanya hyukjae khawatir. Sahabatku ini benar benar. Aku bersyukur dia cemas terhadapku.

“hyung!! Dia mengamuk!! Cepatlah pulang…” samar samar terdengar suara si magnae kyuhyun dari sebrang. pasti suasana dorm ricuh sekali saat ini. Aku harus cepat pulang, aku bahkan sudah merindukan mereka.

“ya!! Kau sakit apa?” tanya hyukjae lagi, aku sedikit tertawa mendengar nada bicaranya yang begitu khawatir.

“aku alergi. Semalam aku tidak sempat memberimu kabar. Mianhe” jawabku.

“ya! Lupakan soal kabar. Nanti setelah selesai shooting, aku akan menjengukmu! Jagalah makananmu. Aku harus segera pergi! Sampai bertemu”

“ne… Sampai bertemu” klik sambungan telepon dimatikan. Aku menghela nafas panjang, ada sedikit penyesalan di hatiku, kenapa aku harus sakit disaat jadwalku padat seperti ini? ELF pasti kecewa padaku.

aku melihat selang infus yang menjulur, di sekitar lenganku. Tanganku pegal, tidak bisakah ini dilepas saja? aku tidak melihat menejerku sejak tadi, dimana dia? Leeteuk hyung yang semalam menemaniku sepertinya juga sudah pergi. Apa aku sendiri? Hah sedih sekali bila itu benar.

Toktoktok seseorang mengetuk pintu kamar rawatku, aku berharap Leeteuk hyung atau menejerku yang datang tapi ternyata bukan. Seorang perawat datang membawa secarik kertas dan pulpen, pasti mau memeriksa keadaanku. Perawat ini tidak seperti perawat lainnya, ia mengenakan celana panjang, dan jas putih. Rambutnya juga hanya di kuncir satu seadanya, tidak seperti perawat lain yang selalu mengikat rambutnya dengan rapih dan memakai topi. Apa seragam rumah sakit disini seperti itu?

Perawat ini berjalan mendekatiku sambil tersenyum, lalu memeriksa cairan infusku dan mencatat sesuatu di kertasnya.

“maaf sus, apa infusnya bisa dilepas saja? tanganku sudah pegal” tanyaku langsung. Wajah perawat itu terlihat kaget, namun ia cepat cepat tersenyum kembali.

“ah, sepertinya belum bisa. Cairan di tubuhmu masih belum stabil. Kau harus memakainya lebih lama lagi” jawab perawat itu dengan sabar. Ah jinja? Aku sudah tidak tahan! bukan pertama kali aku dirawat seperti ini dan aku memang bukan tipe orang yang betah berlama lama terikat dengan selang infus menyebalkan seperti ini.

“lalu kapan aku bisa melepasnya?” tanyaku lagi

“dokter! mianhe aku telat. Jeongmal mianhe!! Pasien kamar 201 sulit di tenangkan” tiba tiba seorang wanita muncul dari arah pintu, napasnya tersengal sengal, wajahnya sedikit panik. Wanita itu memakai seragam suster yang biasa aku liat di rumah sakit lain. Tunggu dulu…

“ne… Kau lanjutkan pekerjaanmu” perawat tadi berjalan menjauhiku dan menyerahkan kertas yang sedari tadi ia pegang ke wanita yang berdiri di depan pintu itu. Dia dokter? Dia seorang dokter? Kenapa begitu muda?

“ah! Kamshamida! Jeongmal kamshamida…” jawab wanita itu sambil menunduk berkali kali, perawat yang ternyata dokter itu melewatinya dan pergi keluar kamarku, aku tercengang.

“maaf… Apa dia dokter?” tanyaku begitu wantia tadi datang dan melanjutkan memeriksa air infusku.

“ah ne… Dia dokter disini” jawabnya singkat.

“kenapa begitu muda?” tanyaku penasaran. aku memang sangat penasaran, aku sudah sering di rawat di rumah sakit, dan baru kali ini aku melihat dokter semuda dia, apa lagi di rumah sakit besar seperti ini.

“ah…molla. mungkin memang sudah waktunya menjadi dokter” jawabnya sambil tersenyum

“namaku Kimsun. kalau butuh apa apa panggil aku. Tekan saja bel di samping ranjangmu, aku akan datang. Permisih” lanjut suster yang bernama Kimsun, sambil berjalan menjauhiku dan meninggalkan ruangan kamarku yang kemabali sepi.

###

Sekarang pukul 2 siang, sejak pemeriksaan tadi pagi, belum ada lagi orang yang datang kekamarku, aku benar benar sendiri. Aku butuh teman bicara. Aku menelpon Leeteuk hyung, namun tidak diangkat. Sepertinya dia sibuk. Aku mencoba menelpon Hyukjae dan Yesung hyung. Semuanya sama tidak ada yang mengangkat teleponku. Membuatku malas menelpon yang lainnya.

Aku menyandarkan punggungku, dan menghela napas berkali kali. Aku sudah memainkan berbagai macam permainan di ipad ku, aku sudah meng-update twitterku, dan aku juga sudah menelpon orang orang yang aku kira akan ada disaat aku butuh. Aku benar benar tidak suka keheningan seperti ini. Hyukjae-ah… Cepatlah datang. Aku merindukanmu.

Ceklek~ tiba tiba ada yang membuka pintu kamarku. Ah! Dokter yang tadi.

“siang Donghae ssi…” katanya sambil menunduk, aku menundukan sedikit kepalaku. Ia berjalan mendekatiku dan mengeluarkan stetoskop dari kantung jasnya.

Ia mendekatkan dirinya kearahku dan memegang dahiku dengan tangannya. Omo! Tangannya terasa dingin.

“kau masih sakit? Masih sesak nafas?” tanyanya tenang. Aku menggeleng. Aku bahkan tidak tau apa yang aku rasakan sekarang. Yang aku tau hanyalah, aku masih pusing sekali.

“ani.. Tidak sesak” jawabku singkat, diam diam aku memperhatikan wajahnya. Matany besar untuk ukuran orang korea, kulitnya juga tidak seputih gadis korea biasanya, bibirnya merah, dan agak tebal. Dia cantik. Setidaknya cukup cantik untuk ukuran gadis yang tidak dioprasi.

“jinja? Wah itu bagus! Kau membuatku cemas semalam” katanya bersemangat sambil memasangkan stetoskopnya ke telinga. aku hanya terdiam

“maaf ya…” katanya lagi sambil meletakan ujung stetoskopnya ke pergelangan tanganku.

“nadimu sudah normal… tapi suhu badanmu masih tinggi. Istirahatlah” katanya, sambil melepaskan stetoskop dari telinganya.

“berapa usiamu?” tanyaku langsung. Ia terdiam sebentar lalu kembali tersenyum. Ada apa ini? Kenapa dia suka sekali tersenyum? pertanyaan itukan tidak sopan.

“23 tahun” jawabnya tanpa memandangku.

“semuda itu? Kau dokter kan?” tanyaku tanpa rasa bersalah sama sekali.

“ya. Aku dokter! Tenang saja, meski usiaku muda, aku yakin, aku tidak akan salah dalam bekerja. Parcayalah padaku!”

“ah.. Ani! Bukan itu… Tentu aku percaya padamu. Tapi bagaimana bisa kau mendapat gelar secepat itu?” tanyaku lagi.

“hanya berusaha saja… Sudah ya aku pergi dulu”

“andwe!!” tanpa sadar aku membentaknya. haish apa yang aku lakukan? dia terlihat kaget mendengar ucapanku tadi. Tapi,sejujurnya pertanyaanku ini hanyalah alasan belaka, alasan sebenarnya adalah… Aku butuh teman bicara! Aku tidak bisa diam berjam jam begitu. Aku tau ia bukan orang yang tepat untuk kuajak bicara sekarang, tapi mau bagai mana lagi? Hanya ia yang datang kekamarku selama beberapa jam belakangan ini. Ayolah temani aku, aku bosan~

“maaf?” tanyanya ragu, seakan tidak percaya apa yang baru saja aku katakan.

“ah. Tidak… Aku salah bicara” kataku berbohong. Dia mengangkat alisnya dan kembali menatapku.

“mungkin sebentar lagi temanmu datang. Bersabarlah!” katanya sambil tersenyum lalu berjalan keluar kamar. Astaga! Darimana ia tau aku sedang menunggu teman? apa terlalu terlihat dari sikapku? Apa aku terlihat kesepian? Lelaki macam apa aku! Aaaah sial

###

“Donghae ah!!!” eunhyuk memeluku erat. Aku membalas pelukannya. Rasanya senang sekali bisa melihatnya. Setelah cukup lama berdiam diri dikamar, aku ingin bercerita atau mendengarkan banyak hal dengan sahabtku ini.

“donghae-ah. Kenapa kau bisa seperti ini? haish.. Lihat bibirmu masih pucat!” serunya, aku menjilat bibirku sendiri.

“jinja? begitukah?” jawabku singkat, ia mengangguk riang.

“aku bawakan kau buah! aku ingin kau cepat sembuh dan pulang!”

“ne… Aku juga sangat kesepian disini. Sedari tadi aku sendiri!”

“jinja?? Kasihan sekali… Cobalah keluar kamar”

“aku masih lemas…”

“dasar ikan! Mau aku kupaskan buah?”

Drrrrt drrrrt

Ponsel Eunhyuk bergetar. Ia mengambil ponsel dari sakunya, lalu menyeritkan dahinya.

“haish! Kenapa menelpon sih?” tanyanya pada diri sendiri.

“nugu?” tanyaku heran, ia mengacuhkanku mengacak acak rambutnya lalu menempelkan ponsel di telinganya.

“ne hyung! Arrasao! Ne!!” katanya sambil mengangguk anggukan kepala. Ia lalu mengambil jaketnya dan memakainya. Aku tau apa yang terjadi. Secepat inikah?

“aku harus pergi Hae. mereka mencariku” katanya penuh nada penyesalan. Aku tertunduk lemas.

“haaah yasudah. Aku mengerti” jawabku lemas, ia terlihat gusar namun aku tau ia harus pergi. Pada akhirnya ia pergi dan aku kembali sendiri. Menatapi nasib terkurung di kamar rumah sakit yang membosankan ini. Aku ingin menonton televisi. Tapi aku malas. lebih baik aku tidur.

###

Aku merasa ada seseorang yang menyetuh dahiku lagi, aku berusaha membuka mataku dan, omo! Kenapa dia ada disini?

“ah… Mianhe donghae ssi… Kau sudah bangun?” tanya dokter kaget melihatku tiba tiba membuka mata. Aku lebih keget lagi. aku berusah duduk, dan dia membantuku lalu aku mengangguk perlahan.

“belum makan sore? Aku bawakan makanan. Kebetulan kau pasien terakhirku hari ini” katanya sambil mengambil makanan di meja. Sudah sore kah? Aku melihat keluar jendela dan benar saja langit sudah sangat gelap.

“jam berapa?” tanyaku. Ia menatap jam tangan klasik yang melingkar indah di pergelangan tangannya.

“sembilan… maafkan kami ya”

“untuk apa?” tanyaku heran mendengar permintaan maafnya.

‘ini kesalahan susterku. Kau seharusnya dibangunkan sejak 2 jam lalu. Kau telat makan, maafkan kami” jelasnya, haish aku merasa tidak enak melihat ia yang meminta maaf dengan sangat tulus.

“tidak apa. Aku baik baik saja” jawabku enteng.

“siapa namamu dok?” tanyaku. “aku tidak mungkin selamanya hanya memanggilmu dok kan?” lanjutku lagi

“ah. Hyesung imnida” katanya sambil menunduk.

“aaah dokter Hyesung… Duduklah aku butuh teman” kataku tanpa ragu.

####

-Hyesung pov-

Heeh? Teman? Apa dia bercanda? Menyuruhku duduk? Tapi baiklah. Lagipula sebenarnya jam kerjaku sudah selesai.

aku menarik kursi terdekat dan duduk di samping tempat tidurnya.

“apa kau kenal aku?” tanyanya serius. Aku tertawa kecil. Yang benar saja. Siapa yang tidak kenal laki laki di depanku ini?

“ne…Super Junior Donghae” jawabku sedikit terkekeh.

“ternyata kau ELF” ia juga terkekeh. Aku tersenyum geli. ELF? Aku tidak punya waktu untuk itu. Aku memang menyukai group bernama super junior. Tapi sebutan ELF sepertinya terlalu berlebihan untukku.

“ani! Aku tidak punya waktu untuk itu”

“jinja? Kau pasti belajar terus agar mendapat gelar ini” aku kembali terkekeh mendengar ucapannya.

“ne… Tentu saja!” kataku mantab

“ah iya, cepat makan… Obatmu sudah kumasukan lewat infus” Lanjutku

“baik dok!” jawabnya bersemangat. Harus kuakui dia cukup menarik. Pembawaannya membuatku selalu ingin tertawa. Wajahnya juga tampan, semua orang tau itu. Tidak bisa dipungkiri, aku juga merasa cukup beruntung bisa merawatnya. Seperti semalam, saat ia datang dengan kondisi yang sangat kacau dan kebetulan sekali aku sedang jaga malam. Sehingga aku yang menangani kasusnya. Malam itu aku rasa aku cukup berdebar, bagaimana tidak? alerginya sangatlah parah. saluran nafasnya tersumbat oleh tenggorokannya yang membengkak, membuat ia sesak napas dan berkeriangat. Untung cepat dibawa kerumah sakit, kalau tidak…mungkin kini ia sudah tidak ada di dunia.

“kau sepertinya sudah membaik. Kau boleh pulang besok” kataku sambil tersenyum. Matanya melebar, aku bisa melihat ekspresi senang di wajahnya.

“jinja? Aaah! Aku senang sekali! kau tau aku seharian ini bosan sekali berada di rumah sakit” ia berkata dengan penuh semangat. aku kembali terkekeh

“ne.. Aku tau itu” jawabku singkat.

“kenapa kau tau segalanya?” tanyanya serius. aku hanya terkekeh mendengar ucapannya barusan.

aku rasa ia satu satunya pasienku yang dengan berani menanyakan usiaku, ia juga satu satunya pasienku yang bisa menahanku untuk duduk dan menemaninya makan. Apa ini karena dia adalah artis? Atau sesuatu yang lain? Ah mungkin karena ia artis jadi ia sudah terbiasa melakukan perbincangan semenyenangkan ini. Atau… mungkinkah aku sedikit terpesona dengan karismanya?

###

The Next day

-Author Pov-

Donghae memasukan semua barang barangnya kedalam tas. Ia sudah tidak sabar menghirup udara segar, meski hanya dirawat sehari di rumah sakit, namun itu sudah terasa seperti seratus tahun baginya. Ia memperhatikan layar ponselnya, sepi. Tiba tiba terdengar seseorang membuka pintu kamarnya, Donghae menoleh cepat dan mendapati menejernya sedang berdiri sambil menelpon di depan pintu. Ia memiringkan kepalanya kearah luar. Donghae segera mengerti dan berjalan keluar.

Ia berjalan berdampingan dengan menejernya, ia mengenakan topi dan masker. Mereka berjalan dalam tanpa berbincang sepatah katapun. Menejernya masih sibuk dengan telepon di tangannya. Donghae memperhatikan sekelilingnya, dan matanya berhenti saat mendapati seorang gadis sedang berdiri di depan meja resepsionis sambil berbincang dan tertawa bersama sang resepsionis, tanpa aba aba lagi Donghae langsung menghampiri gadis itu dengan semangat yang membara.

“hai. Aku akan pulang sekarang” sapa Donghae, gadis bernama Kim Hyesung itu menoleh kaget.

“aa..ah ne Donghae ssi. Jaga kesehatanmu” jawab Hyesung sambil menunduk. Diikuti Donghae yang menunduk kemudian pergi meninggalkannya yang diam diam masih memperhatikan sosok belakang Donghae yang mulai menghilang.

“kenapa tersenyum?” tanya menejer Donghae setelah mereka duduk di dalam mobil.

“ani… aku hanya merasa.. bahagia” jawab Donghae sambil melirik kearah luar jendela.

At Hospital

“kenapa dok?” tanya suster Kimsun penasaran, melihat dokternya itu terus tersenyum sejak tadi.

“ah ani. suasana hatiku sedang cerah” jawab Hyesung asal sambil bersenandung kecil.

-Continue-

Mianhe kalo ada yang ga suka sama ceritanya, atau banyak kekurangan. Aku masih harus banyak belajar… kalo ada yang salah comment aja ya! kalo ga ada yang salah juga comment. Hehe ^^ makasih banyak ya yang udah baca *kiss&hugs

17 thoughts on “Hello My Doctor!

  1. itu makhluk berdua kenapa??
    senyam senyum??
    hahaha..
    kasihan Hae g da yang nemenin..
    aku juga BT kalau di RS lma2 makanya aku benci RS
    he3x..
    lanjutannya aku tunggu ya..
    Gomawo~

  2. ah,lanjutkan ya ^^ aku suka jalan ceritanya. ni belum jelas gimana alurnya, jadi aku penasaran makanya lanjutkan ya ^^ heuheu- maksa :D

  3. Hweee~~ like this deh, oh ya itu EYD nya ada yg kelewatan gak pake kapital #plak
    Ditunggu deh lanjutannya, jangan lama-lama loh XDD

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s