[Freelance] Gone With The Wind part 1

Title: Gone With The Wind Part 1

Author: Soshiiica

Cast:
Shim Na Eun
Ryeowook Suju
Eunhyuk Suju

Rating: PG -12

Genre: Romance, Sad Romance

Warning!: typo and beberapa adegan baku tembak

Disclaim: murni cerita sendiri en gak ada plagiat dalam cerita ini… :)

Pernah juga disahre di WP http://kpopfanfictionandyou.wordpress.com

 

********

Hmmm. Ini latarnya di Paris ya, berhubung aye lagi tergoda ma SM Town di Paris. Maknay akalau castnya bilang orang-orang , atau orang itu, bayanginnya bule, bukan orang korea… Ekekekeke tapi ada koreanya juga kok latarnya, tenang ajaah.. :D

*********

Quotes for this Part: “Apa yang kamu harapkan tidak akan terjadi, tapi apa yang kamu takutkan, akan terjadi”

******
Na Eun POV

Stasiun kereta sudah mulai ramai oleh orang-orang yang pulang bekerja. Aku menunggu kereta yang berikutnya untuk pulang, supaya lebih sepi. Kutatapi orang-orang tinggi besar yang keluar dari kereta api itu satu per satu, sambil bersenandung kecil lewat earphone yang kugunakan.

Tapi kemudian, salah satu orang yang keluar menarik perhatianku. Dia mengenakan kupluk hitam dengan syal besar menutupi sepertiga wajahnya yang membuatnya tampak misterius. Tapi wajah di balik syal itu, aku kenal. Tidak, aku sangat mengenal wajah itu dengan baik! Wookie!!!


“Wookie? Wookie!” Kukejar laki-laki mungil itu dengan sekuat tenaga. Berulang kali kuteriakkan namanya tapi wajahnya tidak juga berpaling.

Aku rasa dia berubah tuli atau apa setelah dia bercerai denganku.

Ya, aku pernah menikah dengannya, 2 tahun yang lalu. Entah apa yang menghasutku hingga seenak hati aku menerima lamarannya.

Well, dia laki-laki yang baik. Tipe cowok yang akan memberikan jalan untukmu dan membukakan pintu mobilmu.

Dan jangan lupa, dia itu tampan. Dia adalah penyanyi sekaligus penari jalanan di dekat rumahku, waktu kami masih di Korea. Sungguh, kisah kami hampir mirip dengan Princess and The Pauper, Putri dan Orang Susah.

Dia adalah anak jalanan dan aku adalah putri Korea. Yah, sebenarnya bukan Putri karena Korea sudah bukan berbentuk kerajaan lagi, tapi republik.
Aku adalah keturunan terdekat Raja terakhir Korea sehingga semua kekayaan kerajaan yang melimpah diberikan secara turun temurun kepadaku.

Aku tinggal di rumah yang luar biasa besar sementara Wookie tinggal di jalanan di dekat rumahku.

Saat dia sedang menghibur orang-orang yang lewat di depan rumahku, aku melihatnya. Lewat jendela kamarku aku selalu menontonnya dan aku sangat mencintainya.

Wookie juga sering memperhatikanku yang pulang pergi dari sekolah ke rumah, dan katanya dia juga sangat mencintaiku yang terlihat anggun.

Kami menikah dengan mudah karena saling mencintai.

Hh. Aku sangat menyukainya, pribadinya yang sederhana dan sangat menggemaskan. Walaupun dia gak punya keluarga, rumah, dan besar di jalan, berbeda denganku yang tampak sempurna hidupnya.

Sebagai ‘putri’ Korea, aku terus disorot oleh kamera, karena keluargaku adalah keluarga yang sangat dijaga oleh negara. Pantaslah saat di umurku yang ke 22, aku menikahi Ryeowook yang bukan orang terpandang dan membuat semua orang syok.

Tapi setelah pernikahan itu, kami pindah ke Paris agar kami tidak dicemooh oleh rakyat Korea. Inilah kami, aku dan Ryeowook yang akhirnya malah memutuskan hubungan kami setelah satu tahun menikah.

Waktu yang sangat singkat untuk dua orang yang saling mencintai. Tapi kami tidak bercerai sebenarnya, Wookie menghilang saat itu.

Dua tahun dia secara tiba-tiba menghilang. Meninggalkanku tanpa kabar dan terus menyiksa hatiku karena tanda tanya besar tentang dia. Dia menghilang bersama hembusan angin dan tidak kembali lagi.

Dan namja tadi… Benarkah itu kau, Wookie?

Ryeowook POV

Kenapa suara itu datang lagi?
2 tahun aku membersihkan otakku dari suara itu dan kenapa muncul lagi?

Aku tidak bisa melihat wajahnya lagi, aku sakit.

Kutenggelamkan diriku di tengah orang-orang Paris yang menyeruak di dalam stasiun kereta api. Mereka yang baru pulang dari pekerjaannya.

“Wookie, kumohon, berhentilah!!”

Aku bisa gila!

Tidak, kalau aku berhenti, aku akan menangis, lagi. Aku akan memeluknya dan menciumi gadis itu, aku begitu merindukannya. Aku akhirnya akan menjadi lelaki bodoh yang cengeng. Aku akan menjadi Ryeowook yang lama. Tidak, tidak bisa.

Maafkan aku Na Eun, aku tidak ingin menjadi lelaki lemah seperti dulu. Aku sudah berubah sejak saat kakakku mati di depan mataku. Aku adalah Ryeowook yang baru, yang akan membunuhmu bila kau macam-macam denganku.

*flashback: on
Na Eun POV
Laki-laki itu sangat aneh. Dia bukan orang Paris, Jepang mungkin? Tapi dari eye smilenya, tampaknya dia orang Korea.

Sifatnya aneh, lebih tepatnya nyentrik. Walaupun pakaiannya sangat keren, tapi tingkahnya yang selalu tertawa itu freak. Entahlah, mukanya memang lucu, cuma melihat wajah itu saja kau akan tertawa. Yang jelas tanpa ada hal yang lucu pun dia tetap akan tertawa. Tapi beda, tawa dan wajahnya sangat tulus.

Dia salah satu anak bangsawan yang kuliah di kampusku. Kampus ini punya kelas sendiri untuk anak-anak orang kaya atau anak-anak bangsawan dan kerajaan. Kebanyakan mahasiswa khusus disini sangat sibuk dan sombong. Makanya aku tak punya teman.

Tapi anak baru ini jelas berbeda. Dia suka sekali bercanda, walaupun bahasa Prancis dan Inggrisnya yang aneh membuat anak-anak kaya itu menganggapnya agak sinting.

Tapi benar, dia tetap saja melucu dengan wajahnya yang memang kocak itu.

“Hi. What’s ur name?” Tiba-tiba orang itu mendekatiku yang sedang duduk sendirian di pojok.

“Shim Na Eun. My english name.. Irene Shim.”

“Kau dari Korea ya?!!” Tiba-tiba namja itu menunjuk wajahku dengan muka harap2 cemas.

“Ne, korean..”

“FINALLY!!!!!” Dengan cepat namja itu memelukku dan menepuk-nepuk pundakku. Aku yang syok cuma bisa mendelik heran padanya.

“Aku juga dari korea!! Cho Eunhyuk imnida!!” Kemudian dengan paksa dia menarik tangan kananku dan menjabatnya dengan keras. Aku tersenyum melihat tingkahnya.

“Aku senang bisa bertemu another Korean!” Kataku dengan tawa lebar.

“Ngg!” Eunhyuk mengangguk dan kemudian dia langsung duduk di sebelahku. Ups, Amber pasti ngambek melihat kursinya diambil.

“Kau siapa?” Tanyanya. Aku mengerutkan alisku.

“Kau taulah, maksud kau siapa yang aku tanyakan tadi..” Ujar Eunhyuk dengan bahasa Korea.

“Aah… Aku keturunan terdekat Kerajaan Korea.” Jawabku sambil menelengkan kepalaku, memintanya juga menjelaskan dirinya.

“Kakekku Pangeran kedua di Jepang, bukan pewaris tahta. Dia menikah dengan orang korea dan terus begitu shg keluarga kami keturunan Korea.”

Mm. Hebat juga, Pangeran Kedua adalah posisi yang cukup tinggi. Kalau putera mahkota meninggal, bisa saja Eunhyuk sekarang adalah cucu mahkota dari kaisar Jepang.

Kemudian kulanjutkan menulis bahan-bahan skripsi untuk bulan ini. Dari ujung ekor mataku, aku bisa lihat kalau Eunhyuk menatapi tangan kiriku dengan seksama. Ya, tangan kiri tempat cincin pernikahanku dengan Ryeowook berada.

“Itu… Cincin mainan?” Tanya Eunhyuk. Aku tiba-tiba terkikik, kupikir dia akan langsung tembak dengan tanya apakah itu cincin kawin. Ternyata dia tanya apakah itu cincin mainan.

“Hahaha. Anii…”

“Lalu…. Kau sudah….. Menikah??” Kutatap matanya dengan raut senang dan mengangguk.

“Ngg.”

“Oh…” Eunhyuk mengangguk kemudian tersenyum dengan paksa dan menoleh ke arah dosen berada. Kemudian kami berdua terdiam terus sampai akhir kelas.

****

“Wookie!!” Aku menjerit senang saat melihat Wookie di dekat kampus, dengan santai menungguku. Tumben, biasanya dia gak jemput aku.

“Kau gak kerja?” Ya, sejak menikah Wookie bekerja sebagai guru teater dan dia sangat sibuk sampai malam, menengok padaku pun tidak. Dia selalu pulang tengah malam dan langsung tertidur karena lelah.

“Aku mau merasakan satu hari bersama isteriku di rumah. Kenapa? kau gak mau?” Wookie menyangsikan rautku yang semakin heran. Tapi aku benar-benar pingin berdua lagi sama Wookie!

“A-aniii! Aku mau sama Wookie~” kukembungkan pipiku karena malu dan buru-buru menarik Wookie dari kampus supaya bisa cepat pulang.

“Ahahahaha maaf ya, aku gak pernah ada waktu untukmu…” Wookie tersenyum sangat manis, mengusap rambutku, dan mengecup bibirku singkat. Segera kutundukkan kepalaku karena malu.

Beginilah, karena Wookie jarang di rumah, mesra-mesraannya cuma sedikit. Jadinya aku masih malu kalau Wookie melakukan ini dan itu. Hihihi.

Eunhyuk POV
“Kau mau kuantar….”

“Wookie!!” Gadis yang daritadi menemaniku itu tiba-tiba menghilang dan muncul di hadapan seorang namja yang berdiri menyandar di pagar kampus.

Mungkin itu suaminya.

Kenapa?
Disaat aku merasa dia akan menjadi pasanganku, kenapa dia memiliki seseorang dalam hatinya?
Kenapa terasa aneh hatiku ini?

Tak bisa kah membuatku merasakan kesenangan terlebih dahulu, bukannya menyiksaku dulu?

Shim Na Eun.. Aku menginginkanmu..
Begitu mudahnya aku mendapatkan semua hal di dunia ini, dan kau adalah yang barikutnya yang akan aku miliki.
Kumohon jangan sulit untuk kugenggam..

Na Eun POV
Wookie yang sedang duduk bersila di sebelahku menatapi wajahku terus menerus tanpa berkedip saat aku sedang memakan apel yang baru saja dikupasnya.

“Mwo?” Tanyaku gugup.

“Kau senang tidak aku disini seharian?” Wookie memainkan tanganku dengan jari-jarinya.

“Ne! Aku senang….” Aku tertawa lebar karena aku memang bahagia bila bersama Wookie.

Pandangan Wookie berubah nanar.

“Tapi aku rasa… Selama ini aku malah menyakitimu. Pernikahan ini, semuanya telah membuatmu menangis. Kau harus pindah dari Korea, tapi disaat pernikahan kita, aku malah sibuk dengan diriku sendiri… Kau yang tadinya sangat payah dalam memasak, sampai-sampai bisa dengan mudah memasak. Apa aku begitu menyusahkanmu?” Wookie dengan sangat perlahan bertanya padaku.

Memang, hatiku sangat sedih dan kesepian. Aku bukan tipe anak yang bisa sendirian, aku sangat menginginkan teman mengobrol karena dari kecil temanku cuma guru privat dan pelayan-pelayan. Tapi nyatanya, aku terus saja sendirian seumur hidupku. Kadang aku menangis tapi akhirnya aku juga yang menghapus air mataku. Tidak pernah ada yang menemaniku, sampai aku yakin kalau sendirian memang takdirku.

“Wookie… Aku memang sedih.” Kutundukkan kepalaku dan menahan dengan kuat air mataku.

“Tapi aku tidak ingin menyesal. Aku mencintaimu, Ryeowook. Walaupun rasanya sangat sakit.” Dengan iba Ryeowook meraih kepalaku dengan tangannya dan mengelus rambutku sangat perlahan.

“Maafkan aku, Na Eun. Maafkan aku…..” Terasa dada Wookie juga bergetar kemudian terdengarlah isaknya.

Kubaringkan tubuhku di pahanya dan menghadap wajahnya yang merah karena menangis dari bawah.

“Suatu saat nanti, kita akan bersama terus kan Wookie?” Aku bertanya walaupun sebenarnya itu adalah harapan.

“Pasti, kita akan selalu bersama. Aku akan terus memasak untukmu, aku akan terus memelukmu di tempat tidur, aku akan terus menciumimu saat kau bangun tidur. Aku akan lakukan itu semua, tunggulah saat itu.” Dengan suara bergetar Wookie berjanji padaku.

“Jangan lama ya…” Aku tersenyum padanya.

“Tidak akan.” Wookie juga tersenyum kemudian mengangkat tubuhku dan memelukku dengan sangat erat.

*****

From: Nae Wookie
Aku tidak bisa pulang hari ini, mianhae. Aku harus mengerjakan pekerjaanku dengan sangat cepat… :<

Kupandangi layar hpku yang berdering tepat saat aku baru bangun tidur.

Aku mendesah kemudian bangkit dari tempat tidur dengan perlahan. Rasanya kepalaku sudah pusing dan sms tadi semakin membuatku pusing.

Sudahlah, kalau aku mau cepat-cepat bersama Wookie terus, aku harus bersabar.

Kuambil baju2 ku dengan asal dan bersiap ke kampus.

*****

“Na Eun!” Aku menoleh ke asal suara. Eunhyuk datang dari pintu gerbang kampus ke arahku yang sedang duduk di bwah pohon.

“Omo. Annyeong Eunhyuk!” Aku menyapanya dengan sumringah dan tanpa kusuruh Eunhyuk sudah duduk di sebelahku.

“Kenapa matamu bengkak begitu? Habis menangis?” Eunhyuk mendekatkan wajahnya dan memperhatikan kedua mataku dengan jarak yang sangat dekat.

Melihatnya… Kenapa jadi berdebar?

A-andwae! Aneh sekali rasanya!

“A–hahahaha.. Kenapa bisa bengkak yah?” Kupejamkan mataku dan menolehkan kepalaku membelakanginya.

“Apakah karena suamimu?” Aku termangu sesaat, Eunhyuk tepat sasaran bertanya padaku.

“Anii… Bukan kok…. Aku rasa karena film Titanic… Hehehe…” Masih dengan posisi membelakanginya aku tertawa sendiri.

Tiba-tiba kurasakan sesuatu memberatkan punggungku, kepala Eunhyuk. Aku menoleh dan mendapatinya sedang bersandar di punggungku. Matanya terpejam, terlihat nyaman dengan posisi itu.

Bolehkah seperti ini?

*****

Wookie POV
“Siapa katamu?” Tanyaku pada asistenku.

“Kang In. Dia mau bertemu tuan.” Kuhentikan permainan pianoku dan menatapnya dengan tidak percaya.

“Kang In..” Belum sedetik, segera aku berlari dari teater dan menemui Kang In itu.

Kim Young Woon. Benar, dia. Satu-satunya kakak yang aku punya.
Aku ditinggal oleh Kang In di Korea dan dia tinggal di Paris.
Entah buat apa, tapi aku jadi hidup sendiri sejak kecil. 12 tahun tidak bertemu. Hyung…

“Ryeowook? Itu kau?!” Seorang laki-laki bertubuh kekar menunjukku dengan sumringah.

“Hyung?” Kuhentikan langkahku dan malah melamun melihat Hyung yang begitu aku rindukan.

“Ryeong kemarilah!!” Dan segera setelah kudengar panggilan itu, aku berlari ke arahnya dan memeluknya. Tangisanku meledak begitu saja, padahal dia adalah orang yang membuatku hidup miskin dan susah bertahun-tahun lamanya.

“Hyung.. Bagaimana… Bisa??”

Kang In melepaskan pelukanku dan tersenyum sambil mencubit pipiku.

“Adikku sudah besar. Maafkan aku. Aku tidak bisa menjagamu, tidak bisa melihat pertumbuhanmu..” Kang In menitikkan air matanya tapi segera dia tertawa lagi, benar-benar Kang In yang masih sama.

Kemudian dengan seorang yeoja yang sepertinya asistennya, dia membawaku ke taman sepi di dekat teater tempat aku bekerja.

*****

“Sebenarnya ayah memberikanmu surat wasiat.” Kutatap hyung dengan bingung.

“Bukankah kita gak punya appa?” Ujarku mengingat perkataan Kang In yang dulu bilang bahwa kami gak punya orang tua dan muncul di dunia begitu saja. Hyung mengatakan itu saat umurku masih tujuh, masih sangat kecil jadi aku percaya saja dan terus bertanya-tanya sampai aku sebesar ini.

“Jauh sebelum kau lahir, sebenarnya aku mengenal appa kita. Kita…. Adalah anak seorang pembunuh.”

Lama kucerna kata pembunuh itu. Maksudnya apa? Aku tidak mengerti!

“Appa adalah ketua mafia Prancis. Dan dia terbunuh saat eomma sedang hamil kamu. Makanya eomma langsung pindah ke Korea tempat kelahirannya untuk juga melahirkanmu dan supaya eomma tidak ikut campur lagi dengan hal berbau pembunuhan. Dan eomma meninggal juga saat melahirkanmu.
Aku saat itu berumur 8 tahun, dan membawamu kabur bersama asisten kepercayaan appa. Tapi saat aku berumur 12, aku diculik oleh mata-mata kelompok mafia ayah dan disuruh melanjutkan kepemimpinan appa. Makanya aku meninggalkanmu.”

Aku tidak berkedip melirik hyung.

“Lalu apa wasiat itu?”

“Kaulah yang akan menjadi pembunuh berikutnya, bukan aku.”

“M-mwo?!”

“Ya. Kau ketua berikutnya. Waktuku tidak lama lagi Ryeong. Kau harus segera berlindung. Karena setelah aku mati, kelompok jahat akan mencarimu juga dan akan menghabisimu kemudian mulai menyerang Prancis. Kau pergilah kesini.” Kang In memberikan sepucuk kertas kecil yang berisi alamat sebuah rumah.

“Aku mohon Ryeong. Tapi satu yang kuminta darimu.”

“Apa?”

“Tuan Kang In…” Tiba-tiba yeoja tadi mendatangi kami dengan tenang. Rautnya seperti sudah tau apa yang akan terjadi.

“Mereka disini…” Hyung awalnya terkejut tapi kemudian menunduk. Bisa kulihat bahunya bergetar hebat.
Siapa yang disini?

“Supaya aku tidak merasa bersalah karena meninggalkanmu dalam keadaan miskin di Korea, dan supaya kau tidak dibunuh, aku harus mati duluan.” Aku tidak berkutik dengan kata-kata hyung. Tapi hyung menoleh pada asistennya.
“Bawa dia pergi sekarang juga.” Kemudian yeoja itu dengan sigap menarikku sebelum aku sempat berpikir untuk kabur.

“Sampai jumpa, Ryeong.”

“Mwo?!!! ANDWAE!!!” Aku berusaha melepaskan tanganku dari yeoja itu, tapi tidak bisa, dia terlalu kuat.

“HYUNG!!!!!!!!”

DOORRR..

Tubuh besar hyung tiba-tiba ambruk. Aku melihatnya. Semuanya. Aku melihat, hyung dibunuh.

“Kita harus cepat tuan.” Dan yeoja itu memasukanku ke dalam mobil yang ternyata sudah menunggu kami.

“Hyung…..”

********

“Suatu saat nanti… Kita akan bersama terus kan, Wookie?”

“Tunggulah saat itu.”

“Jangan lama ya…”

“Tidak akan.”

TBC

4 thoughts on “[Freelance] Gone With The Wind part 1

  1. hahhh???!!! Wookie yg imutz,alim,pandai memasak,menyanyi,jago main piano,dll…jadi pembunuh???!!! hwaaa..ANDWEE !!!!O.O tp baguz,jrg2 wookie dpt peran antagoniz..kkkk~

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s