[Freelance] True Love part 6

Title               : True Love Part 6

 

Author           : Eunhaekyu

 

Main Cast       : Super Junior Lee Donghae, Choi Hye ri, FT Island Choi Jong Hun, Super Junior Cho Kyuhyun

 

Support Cast  : Super Junior Eunhyuk, Super Junior Siwon,Member Super Junior

 

Genre             : Romance, Love, Friendship, Commedy

 

 

Jong Hun’s POV

Aku tidak menyangka dia berani menolakku. Padahal aku yakin sekali kalau dia cinta matai padaku dulu. Aiisshhh apa kelebihan namja itu daripada aku sampai – sampai Hye ri menolakku. Aku tidak bisa tinggal diam. Bagaimanapun caranya Hye ri harus kembali lagi padaku.

 

Aku mengejarnya kemudian menarik lengannya dengan kuat. Aku lupa kalau bahu dan lengannya masih cedera. Aku tidak menghiraukannya yang masih berteriak – teriak dan terus menariknya sampai di studio musik. Kebetulan studio musik masih sangat sepi.

“k…ka..kau. apa yang kau lakukan, hah?“ dia memegangi bahunya sambil meringis kesakitan. Aku tahu dia kesakitan tapi fikiranku sedang kalut. Aku tidak mempedulikan yoeja didepanku ini kesakitan. Aku mendekatinya kemudian memegang pipinya dengan paksa

 

“a..aaa…pp…apa yang mau kau lakukan Jong Hun~ssi? K….k….kau jangan macam – macam padaku. Aa….aaa…atau aku berteriak dan kau pasti tidak akan selamat“ raut mukanya sudah ketakutan namun masih mencoba mengancamku. Kau ini seorang yoeja Hye ri. Mana mungkin aku bisa kalah darimu.

 

Aku mendekatkan wajahnya padaku dan hendak mencium nya. Entah iblis apa yang telah merasuki ku sehingga aku berani berbuat seperti ini padanya. Fikiranku benar – benar kalut sekarang.

 

Hye ri’s POV

OMO OMO apa yang akan dia lakukan padaku. Ya Tuhan lindungi lah aku. Dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tanpa sadar air mataku mengalir. Aku takut dia akan berbuat macam – macam padaku. Dengan seluruh tenagaku yang tersisa aku berusaha mendorongnya. Aku memaksakan lenganku yang masih cedera ini untuk mendorongnya. Meskipun jarak yang aku buat hanya beberapa cm namun setidaknya ini adalah kesempatanku untuk menjerit minta tolong.

 

“KYAAAAAAAAAAAA, Tolooooooonngggggg. Anybody please help me. Jong Hun~ssi apa yang kau lakukan” aku kembali menangis karena kini jarak kami kembali semakin dekat. Aku kembali memikirkan cara supaya aku bisa lepas darinya. Aku meraba meja yang ada disampingku dan aku menemukan sebuah klarinet disana. Aku memegangnya dan dengan segera memukulkan ke kepalanya. Tangannya kini memegangi kepalanya dan aku memanfaat kan kesempatan ini untuk berlari.

 

Belum sempat aku mencapai pintu dia berhasil menangkapku.

 

“KKYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA“ aku berteriak sekuat tenagaku. Tenagaku sudah terkuras habis sekarang. Kini aku hanya bisa menangis pasrah. Mianhae Lee Donghae. mungkin tadi adalah hari terakhirku bertemu denganmu. Karena kalau sampai aku kehilangan kehormatanku hari ini, aku bersumpah akan bunuh dari saat ini juga.

 

Air mataku mengalir tanpa henti. Jong Hun benar – benar kalap sekarang. Dia menempelkan bibirnya ke bibirku kasar. Aku memukul dadanya dengan tenagaku yang sedikit tersisa. Namun tiba – tiba ada seorang yang datang dan memukul Jong Hun sangat keras hingga mulutnya berdarah.

 

Author’s POV

Kyuhyun hari ini datang ke kampus karena di telpon oleh Kim Seonsaengnim tentang duta seni tersebut. Namun sebelum dia menemui dosennya tersebut dia ingin ke studio musik untuk melihat – lihat.

“rasanya sudah lama sekali aku tidak kesini. Mumpung aku sedang tidak ada jadwal lebih baik aku berkeliling kampus“ dia berjalan dengan santai ke studio musik. Saat jaraknya dengan studio semakin dekat dia mendengarkan sebuah teriakan dari ruangan itu.

 

“KYAAAAAAAAAAAA, Tolooooooonngggggg. Anybody please help me. Jong Hun~ssi apa yang kau lakukan”

 

“Suara siapa itu? Sepertinya ada yang minta tolong. Lebih baik aku memeriksanya” kyuhyun melangkahkan kakinya kembali dengan lebih cepat. Saat berada di depan pintu studio kembali terdengar jeritan.

“KKYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA“

 

“aku yakin pasti dari dalam sini“ kyuhyun membuka pintu dan masuk kedalam. Di pojok kanan dia melihat seorang namja sedang mencium paksa si yoeja. Dia memperhatikan kedua orang itu dengan seksama dan dia sadar kalau yoeja itu adalah Hye ri.

 

Kyuhyun langsung mendekat dan langsung meghajar Jong Hun. Jong Hun terpental sampai ke piano. Dia tidak terima dan berusaha menghajar kyuhyun namun kyuhyun lebih cekatan dan kembali lagi menghajarnya sampai Jong Hun kehabisan tenaga.

 

“aku tahu kau bukan mahasiswa sini. Jadi lebih baik kau segera pergi dari sini dan jangan pernah mengganggu adik tingkatku lagi. Arasso!!“ kyuhyun menatap Jong Hun tajam kemudian tatapannya beralih ke Hye ri yang ada di dekat meja dosen.

 

“Hye ri~ya gwenchana? Wajahmu pucat sekali? Apa yang dia lakukan padamu?” kyuhyun berjalan mendekati Hye ri dengan tatapan khawatir. Dia membantu Hye ri berdiri karena dari tadi Hye ri hanya bisa menangis sambil memegangi lengannya.

 

“go…maw..wo o.. Nan……… gwe….gwenn…” belum sempat Hye ri meneruskan kalimatnya dia sudah jatuh pingsan. Dengan sigap kyuhyun menangkapnya dan sekarang menggendongnya. Dia menggendong Hye ri untuk segera keluar namun sebelum keluar dia menatap Jong Hun dengan tatapan yang sangat tajam.

 

“kalau sampai terjadi apa – apa pada Hye ri. Aku bakalan memastikan kalau aku orang pertama yang akan membunuhmu“ setelah mengucapkan itu kyuhyun membawa Hye ri ke luar studio. Dia bahkan belum menemui dosennya. Dia segera menuju ferarri hitam nya dan mengemudikan dengan cepat ke rumah sakit milik keluarga Siwon.

 

“sabarlah Hye ri, aku akan membawamu sesegera mungkin kerumah sakit. Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi pada yoeja yang aku sayangi“ kyuhyun mengelus pipi Hye ri kemudian kembali fokus menyetir.

 

Kyuhyun memang sudah lama mengagumi Hye ri. Namun dia tidak mempunyai kesempatan untuk mendekatinya karena Hye ri yang terkadang sangat angkuh. Dia bisa tertawa lepas jika sedang bersama sahabatnya dan karena tawanya itulah Kyuhyun jatuh hati pada Hye ri. Namun Kyuhyun terlambat karena Hye ri kini sudah bersama Hyung nya. Kyuhyun tidak mungkin akan bertengkar dengan Hyungnya hanya karena masalah cinta. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk memendamnya dalam hati saja.

 

Donghae’s POV

Aku sedang di toko bunga saat ini. Aku membeli bunga lily putih kesukaan Hye ri untuk memberinya kejutan. “dia pasti suka“ batinku. Aku keluar dari toko dan masuk ke AUDI ku. Aku memasang sabuk pengamanku dan langsung mengemudikannya ke mall terdekat.

 

Aku berada di mall milik keluarga Siwon sekarang. Aissshhh kaya sekali anak itu. Mall nya pun bisa sampai sebesar ini. Aku menuju toko penjual boneka – boneka dan memilihkan sebuah boneka untuknya.

 

“Boneka ikan ini lucu sekali. Baiklah aku akan membelikannya ini jadi dia bisa mengingatku saat melihat boneka ini. Dia juga harus memeluk boneka ini setiap hari. Awas saja kalau tidak“ aku mengambil boneka tersebut dan berjalan ke arah kasir “bungkus boneka ini ya, dengan wrapping warna biru laut“ aku sengaja tidak memilih warna pink ataupun merah dengan gambar hati. Karena biru adalah warna kesukaan Hye ri. Khususnya biru laut. Hampir semua pernak – perniknya berwarna biru laut. Kalau ada ferarri berwarna biru laut aku yakin, dia pasti akan membelinya.

 

Aku keluar mall dan menuju ke AUDI ku. Tiba – tiba saja ponselku berbunyi.

Geu nuga nuga mworaedo naneun sanggwan eopttago

Geu nuga nuga yokaedo neoman barabondago

Na dasi taeeonan daedo ojik nae ppunirago

Jjaekkakjjaekkak sigani heulleodo oh!nan..

“yeoboseyo?”

 

“Hae~ya kau ada dimana sekarang? Cepatlah kerumah sakit milik Siwon“

 

          “Waeyo Kyunnie~ya? Apa kau sakit, hah? Kau sakit apa? Apa member lain sudah tahu kau sakit? Aisshhh kenapa tidak ada yang memberitahuku?“

 

“aiisshhh Lee Donghae. Jangan banyak bicara. Cepat kesini. Aku akan menjelaskan padamu nanti“

 

’KLIIKKK’ aiisshhh kenapa tiba – tiba ditutup sih. Dasar si magnae setan.

 

***

Aku menuju ke ruangan yang diinformasikan oleh Kyuhyun pada ku. Aku setengah berlari karena aku khawatir terjadi sesuatu pada magnae itu. Dia kan gampang sekali sakit.

 

Aku memasuki ruangan namun aku melkihat tubuh seorang yoeja yang sangat familiar untukku sedang tergeletak di ranjang. Tentu saja aku mengenalinya karena yoeja itu adalah Hye ri. Selang  infus menancap di tangan kirinya dan tangan kanannya sedang diperban. Seperti sedang patah tulang saja. Dan disamping Hye ri aku melihat Kyuhyun yang sedang tertidur pulas. Aku sedikit cemburu melihat hal itu namun aku segera menepis rasa cemburuku itu karena tidak mungkin Dongasengku akan menghianatiku.

 

“Kyunnie~ya, ireona“ aku membangunkan Kyuhyun dengan pelan karena takut membangunkan Hye ri.

“ah Hyung, kau sudah sampai? Kau lama sekali Hyung?” Kyuhyun mengeucek kedua matanya dan terlihat sekali dia sedang berusaha mengumpulkan seluruh nyawanya.

 

“mianhae Kyunnie~ya. Aku tadi menghubungi Hyungdeul dan menjemput Leeteuk Hyung di tempat syuting karena aku takut terjadi sesuatu padamu. Sekarang Leeteuk Hyung sedang memarkir mobil. Apa yang terjadi Kyu? Kenapa… kenapa Hye ri bisa ada di rumah sakit? Seingatku aku mengantarnya di kampus tadi pagi“

 

“Sabarlah Hyung. Aku akan menjelaskannya padamu. Tapi sebaiknya kita berbicara di sofa saja Hyung. Aku takut mengganggunya kalau kita mengobrol di sini“ aku menuruti perintah Kyuhyun dan berjalan ke arah sofa di depan televisi.

 

Author’s POV

Kyuhyun menceritakan semua ke pada Donghae. Kyuhyun juga menceritakan kejadian itu pada member – member yang lain karena para member juga ada disana. Mereka tidak memakai penyamaran satu pun karena ini rimah sakit milik keluarga Siwon. Jadi mereka bisa tenang disana.

 

“Kyu~ya. Apa kau kenal siapa namja itu? Siapa yang sudah membuat Hye ri sampai seperti ini?“

 

“Aku sempat mendengar Hye ri meneriakkan nama ’JONG HUN’ . Mungkin itu nama namja tadi. Aku tidak mengenalnya karena aku tahu dia tidak kuliah di Kyunghae“ Kyuhyun seedikit memberikan penekanan saat menyebut nama Jong Hun.

 

“jadi namja itu lagi?“ Donghae yang sudah emosi sejak tadi kini bertambah emosi karena tahu kalau Junho lah yang mengakibatkan Hye ri seperti ini. Namun member lain berusaha menenenangkan Donghae yang sudah emosi.

 

“Hae~ya sabarlah. Kau ini cepat sekali emosi. Bukannya biasanya kau yang paling sabar, hah?“ Eunhyuk berusaha menenangkan couple nya itu dengan memeluknya. Donghae berjalan mendekati Hye ri dan duduk disamping tempat tidurnya. Dia menggenggam tangannya erat dan lagi – lagi Donghae menangis.

 

Kyuhyun keluar ruangan dengan alasan dia masih harus ke kampus untuk bertemu Dosennya. Dia sering melihat Hye ri seperti itu dengan Donghae namun entah mengapa untuk hari ini dia merasa dadanya sesak melihat hal itu. Namun diluar ruangan ternyata tidak memperbaiki hatinya yang saat itu sedang galau. Dia melihat Jong Hun yang sedang mengamati Hye ri di balik kaca.

 

“KAU. APA YANG KAU LAKUKAN DISINI, HAH?“ Kyuhyun mendatangi Jong Hun dan menarik kerahnya. “KAU BELUM PUAS SUDAH MEMBUATNYA SEPERTI INI? LEBIH BAIK KAU MENJAUH DARINYA DAN JANGAN PERNAH MUNCUL DI HADAPANNYA, ATAU AKU YANG AKAN MENJAUHKANMU SECARA PAKSA“ Kyuhyun mengancam Jong Hun agar menjauhi Hye ri. Jong Hun yang saat itu terlihat menyesal meminta maaf pada Kyuhyun.

 

“Mianhae Kyuhyun~ssi. Aku tidak bisa berfikir jernih saat itu. Aku juga tidak tahu kalau aku telah menyakitinya. Aku benar – benar minta maaf. Aku cemburu saat melihat dia dekat dengan Lee Donghae sehingga aku nekat melakukan hal itu“

 

“kalau kau menyesal lebih baik kau pergi darinya. Jangan ganggu dia lagi. Mungkin dengan begitu dia akan cepat pulih dan kembali seperti sedia kala. Kalau kau masih mendekatinya aku sangsi kalau dia tidak akan pulih dengan cepat karena masih merasa takut denganmu“ Kyuhyun agak memelankan suaranya karena dia takut Hyung – Hyungnya mendengar keributan ini.

 

“Ne, aku akan menjauhinya. Aku yakin dia pasti sudah bahagia bersama Lee Donghae. Aku menitipkan surat ini padamu. Tolong sampaikan surat ini pada Hye ri saat dia siuman nanti. Gomawo Cho Kyuhyun~ssi“ Jong Hun menyerahkan sebuah surat yang dibungkus rapi oleh amplop berwarna biru muda itu kepada Kyuhyun. Kyuhyun masih agak bingung namun dia menerima saja surat itu dan memasukannya ke saku nya. Setelah itu Jong Hun membalikkan badannya dan berjalan meningggalkan Kyuhyun. Namun masih dua langkah Jong Hun membalikkan badannya lagi.

 

“Cho Kyuhyun~ssi, Kalau boleh aku tahu, apa kau juga mencintai Choi Hye ri? Karena saat kau menolongnya tadi kau tampak khawatir sekali. Tidak mungkin kau khawatir seperti itu kalau hanya karena dia Yoejachingu dari Hyung mu“

 

“MWO? Ja…jatuh cin…cin …cinta padanya? Itu tidak mungkin. Aku hanya kkasihan padanya karena perbuatan bejatmu itu“ Kyuhyun terlihat gugup dan kini wajah nya sudah memerah entah karena apa.

 

“aku bisa melihatnya Cho Kyuhyun~ssi. Tatapan matamu saat melihatnya sama seperti saat aku dan Lee Donghae ketika menatapnya. Kau menatapnya seolah – olah dia adalah bola kristal yang akan hancur jika kau tidak menjaganya dengan baik“

 

Kyuhyun’s POV

“aku bisa melihatnya Cho Kyuhyun~ssi. Tatapan matamu saat melihatnya sama seperti saat aku dan Lee Donghae ketika menatapnya. Kau menatapnya seolah – olah dia adalah bola kristal yang akan hancur jika kau tidak menjaganya dengan baik“

 

’DEGGG’ aku mendengar detak jantungku yang makin memburu. Apa aku seperti itu saat menatap Hye ri. Aku memang jatuh hati padanya namun aku tidak tahu kalau perasaanku begitu dalam padanya. Bagaimana mungkin namja ini mengetahui nya? Bagaimana kalau Hyung – Hyung ku tahu? Aiissshhh eottokhae?

 

“…….“ aku hanya diam membisu. Aku tidak bisa membalas kata – katanya barusan. Kata – katanya sangat tepat. Aku benar – benar sudah jatuh pada pesona Hye ri saat pertama kali dia masuk Kyunghae.

 

“Ahh ternyata benar. Kau memang mencintainya. Memang sulit menghindar dari pesona Hye ri. Karena pesonanya itu benar – benar memabukkan. Aku hanya berpesan padamu saja Kyuhyun~ssi. Jaga dia dengan baik. Jangan sampai Hye ri disakiti lagi oleh siapapun terutama Hyung mu itu. Kalau sampai hal itu terjadi aku akan pastikan kalau aku akan merebutnya kembali dari Hyung mu itu“ Jong Hun kembali membalikkan badanya dan berjalan menuju pintu keluar. Aku menyandarkan kepalaku ke tembok dan memejamkan mataku sekilas.

 

Untung saja Donghae Hyung tidak mendengarnya. Kalau sampai mendengarnya aku benar – benar tidak tahu apa yang aku katakan padanya. Aku tidak mungkin menyakiti Hyung ku itu. Aku sangat sayang padanya. Lagipula aku juga bahagia melihat Hye ri bahagia bersama Donghae Hyung. Mana mungkin aku menghancurkan kebahagiaan itu? Bukankah cinta itu bahagia saat melihat orang yang kita cintai bahagia?

 

Donghae’s POV

Aku mendengar suara keributan di luar. Kebetulan sekali aku ingin keluar untuk bertemu dengan dokter yang menangani Hye ri. Aku meminta member lain untuk berjaga – jaga disamping Hye ri. Aku melangkahkan kakiku menuju pintu dan saat aku ingin membukanya aku melihat sesosok namja di luar ruangan yang sedang berbicara dengan Kyuhyun. Aku kenal namja itu. Dia adalah Jong Hun. Mantan kekasih Hye ri. Emosiku semakin memuncak saat melihatnya disini. Mau apa dia? Apa tidak cukup sudah membuat Hye ri sepertti ini?

 

“Cho Kyuhyun~ssi, Kalau boleh aku tahu, apa kau juga mencintai Choi Hye ri? Karena saat kau menolongnya tadi kau tampak khawatir sekali. Tidak mungkin kau khawatir seperti itu kalau hanya karena dia Yoejachingu dari Hyung mu“

 

‘DEEGGGGG’ aku mengurungkan kembali niatku untuk membuka pintu. Mungkin memang tidak sopan kalau aku menguping pembicaraan mereka. Tapi ini menyangkut Dongsaengku dan Hye ri. Mianhae Kyunnie. Bukannya aku tidak percaya padamu. Tapi aku hanya merasa bahwa aku harus mendengarkan pembicaraan ini.

 

“MWO? Ja…jatuh cin…cin …cinta padanya? Itu tidak mungkin. Aku hanya kkasihan padanya karena perbuatan bejatmu itu“ aku mendengar Kyuhyun berbicara agak gugup saat menjawab pernyataan dan pertanyaan dari Junho. Apa benar Kyuhyun jatuh cinta pada Hye ri? Aiissshhh tidak mungkin. Kyuhyun tidak mungkin menghianatiku. Dia kan Dongsaeng yang kusayangi dan dia juga sayang padaku jadi tidak mungkin dia menghianati Hyung nya sendiri.

 

Aku berdiri di depan pintu sampai Jong Hun pergi meninggalkan Kyuhyun sendiri. Tentu saja aku mendengarkan semua pembicaraan mereka. Jadi benar Kyuhyun memang mencintai Hye ri. Seketika itu juga kakiku lemas. Aku bingung apa yang harus aku lakukan? Aiisshhh kenapa jadi seperti ini? Bagaimana sikapku selanjutnya pada Dongsaengku itu? Sebaiknya aku tetap bersikap biasa saja padanya. Lagipula aku yakin kalau Dongsaengku itu tidak akan menyakiti perasaanku.

 

Aku membatalkan niatku untuk keluar ruangan dan kembali ke samping Hye ri. Aku sedang bingung pada diriku sendiri. Saat ini aku sedang butuh tempat sandaran dan tempat bersandarku adalah Hye ri.

 

Author’s POV

Sudah hampir satu minggu Hye ri di rawat di rumah sakit. Namun sampai saat itu dia belum juga sadar dari pingsannya. Semua member khawatir dengan keadaannya yang seperti itu. Terutama Donghae. Dia sama sekali tidak fokus pada pekerjaannya dan bahkan dia sampai lupa beberapa gerakan Dance yang ia buat sendiri. Hal ini justru lebih membuat semuanya khawatir.

 

Dokter Lee adalah dokter terbaik diantara yang terbaik di rumah sakit ini. Siwon sengaja memberikan pelayanan yang terbaik untuk Hye ri. Dokter Lee sempat mengatakan bahwa yang dialami Hye ri adalah semacam trauma yang mendadak dan juga akibat dari luka kecelakaan yang belum sembuh itu. Cedera yang dialami ternyata tidak hanya di bahunya saja. melainkan juga dikepalanya. Meskipun tidak parah namun tetap saja berpengaruh pada keadaannya saat ini.

 

Dokter Lee juga mengatakan kalau lima hari lagi Hye ri belum juga sadar berarti dia memang sudah koma dan harus mendapat perawatan yang lebih intens. Mendengar hal itu tentu saja membuat Donghae semakin sedih. Dia selalu menjaga Hye ri setiap hari. Meskipun jadwalnya mulai kembali padat namun dia selalu menyempatkan untuk menjenguk Hye ri. Bahkan dia sampai menginap di rumah sakit kalau jadwalnya selesai malam hari.

 

Hye ri’s POV

Aku melihat sekelilingku. Ada sebuah taman yang sangat luas dan indah. Di bagian ujung taman ini ada sebuah pintu yang sangat besar berwarna putih. Sangat besar. Aku bahkan sempat terheran – heran apakah ada orang setinggi itu? Kenapa pintunya begitu tinggi dan besar?

 

Di taman itu aku juga melihat sekelompok anak kecil yang sedang bermain kejar – kejaran dan ada pula yang sedang bermain ayunan. Sungguh mereka terlihat sangat bahagia. Tidak ada sedikitpun raut sedih di muka mereka.

 

“Nunna, kau tidak mau bermain dengan kami?“ aku menoleh kesampingku dan mendapati seorang gadis kecil sedang menggandeng tanganku. Dia memakai baju selutut berwarna putih dan memakai mahkota dari bunga yang membuatnya tampak semakin manis. Aku hanya bisa tersenyum padanya tanpa menjawab pertanyaannya. Dia menarik lenganku menuju bangku panjang di dekat danau kecil. Akupun menurut padanya dan berjalan mengikutinya dari belakang.

 

“dimana ini? Kenapa tempat ini begitu indah dan nyaman? Aku bahkan belum pernah tahu kalau ada taman seperti ini disini“ tanyaku pada gadis di sampingku tanpa menoleh kearahnya. Mataku sibuk melihat sekeliling taman yang begitu asri dan indah itu.

 

Namun tidak ada jawaban dari gadis disampingku. Dia hanya tertawa melihat teman – temannya yang sedang bermain. Akupun diam saja dan tidak berusaha menuntut jawaban darinya. Aku mengamati setiap anak yang sedang bermain disana.

 

Beberapa waktu kemudian semuanya bubar dan berlarian kearah pintu besar itu. Aku kembali terheran – heran. Kenapa mereka menuju kesana? Ada apa dibalik pintu itu? Karena aku melihat anak – anak berlari dengan perasaan senang saat pintu itu terbuka.

 

“Nunna. Kajja kita kesana bersama – sama“ tiba – tiba gadis kecil disampingku menarik – narik tanganku untuk segera menuju pintu tersebut. Tentu saja ini membuatku bingung. Namun aku hanya pasrah saja mengikuti kemauan gadis ini. Saat aku mendekati pintu itu tiba – tiba ada suara yang memanggil namaku.

 

“Jaggiya, andwae! Andwae! Jangan masuk ke pintu itu. Jebal! Aku masih membutuhkanmu Jaggi. Jebal! Kembalilah. Jangan masuk kesana“

 

Aku menghentikan langkahku dan kemudian menoleh ke belakang. Aku melihat Donghae disana. Dia berlutut sambil…. OMO dia menangis. Kenapa namja itu menangis? Cengeng sekali dia. Aku hendak berjalan menghampirinya namun gadis ini menarikku lagi agar aku tidak menghampiri Donghae.

 

“Nunna, ayo cepat. Disana adalah tempat kita Nunna. Disana adalah tempat yang sangat indah yang diinginkan semua orang”

 

“Jaggiya, jebal! Aku sangat membutuhkanmu untuk bisa terus hidup. Aku membutuhkanmu untuk membuat jantungku berdetak. Jebal! Kembalilah padaku Jaggi” aku melirik ke arah Donghae. Air matanya semakin mengalir lebih deras. Dia berjalan kearahku dan mengulurkan tangannya untuk segera aku raih. Aku benar – benar bingung sekarang. Aku melihat Donghae dan gadis kecil ini secara bergantian. Siapa yang harus aku pilih? Di sebelah kiriku ada gadis kecil ini yang masih menungguku untuk segera mengikutinya dan di sebelah kananku ada Donghae yang juga menginginkanku untuk kembali bersamanya.

 

“Nunna, kajja! Atau nanti pintu itu kembali tertutup dan entah sampai kapan baru akan terbuka kembali“

 

Aku memandangi kembali gadis di sampingku ini dan kemudian melepas tangan mungilnya itu dari lenganku. Aku menyamakan tinggi ku dengannya kemudian mengacak rambutnya pelan. Kini aku sudah tahu mana yang aku pilih.

 

“mianhae. Aku masih belum bisa pergi bersamamu. Masih banyak orang – orang yang membutuhkanku. Jeongmal mianhae“ aku memeluknya kemudian menyuruhnya untuk segera menyusul teman – temannya. Sebelum pintu tertutup dia sempat menoleh kepadaku sekilas dan melambaikan tangannya. Aku pun balas melambaikan tanganku padanya sampai pintu itu benar – benar tertutup rapat.

Aku membalikkan tubuhku dan menghampiri Lee Donghae. Namja yang telah mengampil seluruh hatiku sampai tidak ada yang tersisa untuk orang lain.

 

“Yak Babo. Uljima… Kau ini seperti yoeja saja“  sungutku padanya sambil menahan tawaku. Dia lucu sekali

 

“Gomawo jaggiya. Saranghae … jeongmal Saranghae“

 

TBC

17 thoughts on “[Freelance] True Love part 6

  1. yeeeyyy..
    akhirnya publish juga..
    ternyata Kyu juga suka sama Hye Ri ya??
    udah sama sama oppa ku aja,…
    Kyu nya buat aku aja…*di gampar SparKyu*
    lanjutannya jangan lama2 ya..
    di tunggu ya..
    Gomawo~

    • hahahahahaha
      waktu bikin part ini pas lagi tergila – gila ama kyu. tapi tetep cintanya ama siii ikan #peluk ikaannn

      okeee ditunggu part lanjutnya yaa. gomawoo udah baca

  2. Seandainya q yn jd hyeri, pasti q dh drebutin ma oppa-oppa q yn ganteng *plakk #digampar elf#

    next part.a jgn lma” arraseo?!

    • hahahahahahahaha mian bikin shock. aku sendiri juga shock pas bikin ni part.
      gara – gara liad video si magnae kyu siihhh
      hehehehehe

      gomawo udah baca..

  3. chinguu~ lanjut dong ceritanyaaa, seru bangett, penasarann gimana sama kyu oppa~ aduh2, ceritanya bener2 bikin penasarann, di tunggu yakk part 7nya hehehehe

  4. OMO kasian skali hyeri, sampe gak sadarkan diri slama 1 mingguan. Hmhmhm… -,-
    sabar ya donghae ya, pernyataan jonghun yang bilang kyu suka ma hyeri ntu juga jangan dimasukin dalem ati. Kyu udah ikhlas kok. Percaya deh.

    Hmhmhm makin seruuu aja. Lanjut dah yoook :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s