[Freelance] Please Say Yes You Love Me

Title: please say yes you love me

Author: Suvils

Main cast: kim ibum (key), choi jewoo

Other cast: kim jonghyun, lee taemin, park jisun, lee sueun

Rating: PG 13

Genre: romance

Ps: ini sekuel dari ff prove you love me

^^

“saranghaseo. . . .” kapan akan ada yeoja yg benar-benar tulus mengatakan itu padaku? Dari perjalanan cintaku selama ini. Belum kutemukan yeoja yang sungguh-sungguh menerimaku apa adanya, selama ini mereka hanya melihatku dari tampang dan latar belakang keluargaku yang kaya.

 

Kadang aku merasa iri melihat orang-orang disekelilingku bahagia dengan pasangan mereka masing-masing, sedangkan aku hanya sendiri dengan hatiku yang hampa, aku selalu bertanya-tanya, kapan waktunya ada yeoja yang dapat memenuhi kekosongan hatiku ini?

#####

 

 

“key ah. . .!” terdengar suara yeoja yg memanggilku

“mwo? Ada apa jisun?” jawabku pada yeoja yang sudah kuanggap dongsaengku sendiri

“aku sudah memanggilmu berkali-kali” ujarnya sambil mengerucutkan bibir. Aku tersenyum melihat tingkahnya itu

“mianhae… Ada apa?” tanyaku seraya merangkul pundaknya

 

“ehm. . . Ehm. . .” terdengar suara dehaman dari namja dibelakang jisun. Dia adalah jonghyun, namjachingu dari jisun. Dia melihat tajam kearah tanganku yang merangkul jisun. Aku mengerti maksud dari tatapannya itu

 

“jonghyun ssi cobalah menganggapku sebagai oppa jisun” ucapku menyindir, dia hanya tersenyum kecut mendengar ucapanku dan jisun hanya tertawa menyadari namjachingunya itu cemburu padaku

 

“key tolong bilang pada ajumma nanti malam eommaku akan berkunjung kerumahmu” ucapnya melanjutkan pembicaraan kami yang tadi terpotong

“ne pasti kusampaikan” jawabku dan melepas rangkulanku dari pundaknya karena merasa risih terus dilihat dengan tatapan tajam oleh jonghyun

“baiklah. . .kalaw begitu aku pergi dulu” ujarnya seraya merangkul tangan jonghyun dan berlalu pergi. Lagi-lagi didalam pikiranku terbesit rasa iri melihat kemesraan mereka berdua

 

aku hendak berbalik menuju kelasku, namun belum sempat aku melangkah, aku menabrak seseorang dan membuatku tepat jatuh diatasnya dan mencium pipinya

 

“kya. . . . . !!!” teriak yeoja yang kutabrak dan dia mendorong tubuhku hingga terduduk. Lalu,,,

“plakk. . . .!!! Sebuah tamparan mendarat persis dipipi kiriku, sontak semua orang yg ada dikoridor memandang kearah kami.

 

“aish., apa yg kau lakukan yeoja babo!” ujarku garang sambil mengelus pipiku yang terasa sakit karna tamparannya tadi

“mwo? Kau bilang aku babo? Seharusnya aku yang bertanya apa yg kau lakukan namja babo!” balasnya tidak kalah garang

“apa kau bilang. . . ?!!” aku hendak membalas perkataannya lagi, namun tiba-tiba sebuah jitakan mendarat dikepalaku

 

“yak… Key ah jangan bersikap kasar pada seorang yeoja” ucap sueun merelai perdebatan kami, lalu dia membantu yeoja itu berdiri, aku pun bangkit berdiri

“hya… Kenapa kau malah membelanya sueun?”

“karna kau yg salah”

“mwo? Aku yg salah? Jelas-jelas yeoja ini yang salah, kenapa dia harus berdiri dibelakangku” ucapku sambil menunjuk kearah yeoja itu

 

“kau. . . . !” pekiknya ketika melihat jelas wajahku

“ah… Kau” pekikku yang juga merasa kaget, dia yeoja yg kutemui tadi pagi

“huh. . . Ternyata saat berjalan kau memang tidak menggunakan matamu!” lanjutku berkata

“apa maksudmu? Kejadian tadi pagikan aku sudah minta maaf, dan sekarang kau yang salah, cepat minta maaf!” teriaknya kearahku

“cih, untuk apa aku minta maaf padamu”

“gara-gara kau aku hampir terlambat masuk dihari pertamaku”

“itu salahmu sendiri membuatku kesal”

 

“aigo,, kalian ini, sudah-sudah, bel masuk sudah berbunyi, lebih baik kita ke kelas masing-masing” ucap sueun menengahi perseteruan kami, dan benar saja saat kulihat kesekeliling murid-murid yg tadinya melihat kami mulai berhambur masuk kekelas mereka

“tunggu pembalasanku nanti!” ucap yeoja itu

“coba saja kalaw berani!” balasku menantang, kemudian dia dan sueun berjalan pergi, aku pun berjalan kembali menuju kelasku

 

#####

 

*FLASHBACK*

pagi ini aku memang sengaja berangkat lebih awal dari biasanya. Karena aku ingin pergi berjalan-jalan sebentar sambil menghirup udara pagi. Saat aku sedang asik berjalan dengan menggunakan i-phone ditelingaku, tiba-tiba ada yang menabrakku, aku sampai terjatuh dan terduduk ditanah

 

“kya! Mianhae” ucap yeoja itu dengan suara lengking. Dia menjulurkan tangannya untuk membantuku bangun. Namun aku tidak menghiraukannya, dan langsung berdiri lalu menatapnya dengan tatapan evilku

“mian… Gwenchanayo?” tanyanya hati-hati. Aku mengacuhkannya seraya berjalan pergi dari hadapannya

“ah. . . Tunggu” aku berbalik mendengar teriakannya dan masih menatapnya dengan tatapan evilku

 

“eh, apa kau tau dimana chungnam school berada? Aku orang baru disini, jadi belum mengenal jalan” ujarnya. Aku melihat yeoja itu dari ujung rambut hingga ujung kaki, lumayan cantik pikirku, dan kulihat dia memakai seragam yg sama denganku. Sepertinya dia tidak menyadari seragam kami sama, karena aku memakai jaket yg menutupi seragamku. Tiba-tiba terbesit ide jahil dibenakku untuk membalasnya. Lalu aku menunjuk kearah kanan

 

“lewat sini, lalu belok kanan, belok kiri dan teruslah berjalan lurus” ujarku

“gomawo” jawabnya tersenyum manis. Lalu berjalan sesuai arahan yg kukatakan tadi aku hanya tertawa melihat yeoja itu percaya saja dengan omonganku. Sebenarnya aku justru menunjuk arah yg berlawanan padanya

“rasakan itu!”

*END FLASHBACK*

 

#####

 

“Nugusseyo?” tanyaku pada sueun diruangannya. Yah sueun adalah ketua osis di chungdam school ini

“siapa maksudmu? Bukankah sudah kubilang jangan sembarangan masuk keruanganku” jawabnya masih sambil menandatangani tumpukan kertas diatas mejanya

“maksudku yeoja yg bersamamu tadi pagi itu”

“namanya choi jeewo, murid baru dikelas 3-3, kau mengenalnya?”

jadi yeoja itu bernama choi jeewo. . . Aish. . . Cocok sekali dengan tingkahnya itu

 

“aniyo… Aku hanya tidak sengaja bertemu dengannya dijalan tadi pagi, dan dia membuatku kesal” curhatku pada sueun

“ne, algessoyo. . . . Jadi sekarang bisakah kau keluar dari ruanganku, aku sedang tidak mau mendengar curhatanmu karena aku masih banyak pekerjaan” pintanya dengan senyum memaksa

“huh… Ara-ara, kusarankan padamu yah sueun, kau ini jangan terlalu terfokus pada jabatanmu, padahal kau orang yang cukup modis, tapi karena kau terlalu serius, jadi tidak ada namja yg mau mendekatimu”

 

setelah mendengar perkataanku dia menghentikan aktivitasnya sejenak lalu menatapku dengan tatapan evilnya dan berkata

“ara aku sudah mendengar saranmu, sekarang bisakah kau keluar, ataw aku harus menyeretmu keluar?” aku bergidik mendengar jawabannya, langsung saja aku berjalan keluar ruangannya sambil tersenyum memohon ampun

“hya untung dia tidak memakiku, bisa gawat kalaw aku mendengar ocehannya itu.”

 

#####

 

“sebenarnya pertama bertemu aku menganggap key cool”

 

setelah aku keluar dari ruangan sueun aku berjalan menuju lapangan dimana chingudeulku sedang bermain basket, namun langkahku terhenti saat aku mendengar suara yeoja itu dan perkataannya barusan. Terlihat dia sedang duduk di samping lapangan dengan beberapa temannya. Kutajamkan pendengaranku untuk mendengar pembicaraan mereka lebih lanjut

 

“mwo? Berarti kau jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya kan?” tanya yeoja disebelahnya

“molla… Tapi sekarang aku merasa dia sangat menyebalkan”

“aish, meski begitu kau tertarik padanya kan?” tanya yeoja satu lagi. Wajahnya langsung bersemu merah

“hya kalian ini dari tadi meledekiku terus, sudahlah aku mau kekelas dulu” ujarnya meninggalkan teman-temannya yang tertawa melihat tingkahnya itu

 

saat dia berjalan pergi, aku melihat bola basket tepat mengarah padanya yang kini berada dibelakang mading kaca. Refleks aku yang berada didekatnya langsung memeluk melindunginya

 

“prangg. . . .!” terdengar bunyi kaca yang pecah, serpihan kaca itu pun menghambur kearah kami yang berada dibelakangnya. Murid-murid yang melihat kejadian itu berteriak riuh dan menghampiri kami

“gwenchanayo?” tanya salah seorang dari mereka. Aku melepas pelukanku dari yeoja itu, saat aku ingin menjawab pertanyaan mereka yeoja itu malah berteriak

“akh. . . Key lenganmu berdarah, cepat kita ke UKS” ucapnya dan langsung menarikku pergi dari gerombolan orang itu. Dia terlihat panik dan terus berjalan sambil menggenggam tanganku. Tiba-tiba dia berhenti dan berbalik menghadapku.

 

“mian…. ruang UKS ada dimana? aku belum tau” tanyanya ragu-ragu

 

aish….babo sekali yeoja ini, aku tidak menjawab pertanyaannya dan menarik tangannya menuju ruang UKS yang berada di ujung lorong. saat kami tiba disana ternyata guru yang bertugas sedang keluar

 

“duduklah” perintahnya, aku pun menurut, dengan sigap dia mengambil peralatan p3k lalu membersihkan dan membalut luka ditanganku

 

“huh…. jeongmal mianhae, gara-gara aku kau jadi terluka seperti ini, tapi gomawo juga kau telah melindungiku, andai saja tadi tidak ada kau entah apa yg akan terjadi padaku” aku ridak menjawabnya dan dia masih saja bercuap-cuap dengan omongannya itu. bawel sekali yeoja ini, aku menatap kearah wajahnya dan kuamati…. ternyata dia mempunyai senyum yg sangat manis

 

“ah… mian kau pasti berfikir aku bawel” ucapnya setelah selesai membalut lukaku sambil tersenyum

“tapi tunggu, aku penasaran kenapa saat itu kau ada di dekatku? kebetulan ataukah………. kau sedang menguping pembicaraanku” tanyanya dengan tatapan menyelidik

 

“kebetulan” jawabku singkat

 

“jadi kau tidak mendengar pembicaraanku kan?” teriaknya girang

 

“sebenarnya pertama kali bertemu aku menganggap key cool” ucapku meniru perkataannya tadi. dia terlihat kaget dan membulatkan matanya, sesaat kemudian mukanya berubah menjadi merah

 

“ter…ternyata….k..kau mendengarnya, bukankah t..tadi kau bilang hanya kebetulan?” tanyanya terbata-bata

 

aku bangkit dari dudukku dan menghampirinya

“mau apa kau?” tanyanya lagi

 

aku tidak peduli, lalu mendekat kearahnya, pelan-pelan kudekatkan wajahku ke wajahnya, dan dia malah menutup matanya dengan raut wajah takut, kuperhatikan lagi lekak lekuk wajahnya….memang yeopeo….. kubelai poni yang menutupi matanya kemudian kubelai pipinya dan menghapus noda darah dipipinya itu dengan jempolku, menyadari hal itu dia membuka matanya dan kini kami saling bertatapan

 

“gomawo” ujarnya pelan

 

“kulepas belaian tanganku dipipinya, kemudian menjilat sisa darahya yang menempel dijariku…. dia semakin kaget melihat aksiku itu

 

“kau jatuh cinta padaku?” tanyaku menatap lekat matanya, dia tertunduk dan terdiam, kemudian dia mendorongku menjauh dan langsung berlari keluar

 

“tadi kau sangat bawel tapi hanya karna aku mengelus pipimu kau langsung jadi pendiam, dasar yeoja aneh”

 

#####

 

semanjak kejadian di ruang UKS itu dia seperti menghindariku, setiap kali bertatapan mata dengannya denagn cepat dia memalingkan mukanya dan menjauhiku. aku dibuat geli dengan reaksinya itu

 

dan entah kenapa aku malah jadi sering memperhatikannya, aku selalu menunggu-nunggu reaksinya itu yg sukses membuatku tertawa. baru kali ini kurasakan ada yeoja yang menghindariku, padahal selama ini jika aku mendekati seorang yeoja pasti yeoja itu malah menempel terus padaku *aish emang lem bisa nempel segala oppa? he :D*

 

#####

 

“mau kuantarkan?” ujarku kapadanya yang tengah berdiri sendirian di depan gerbang. dia membelakakan matanya begitu melihatku

“ah aniyo” jawabnya gugup

“gwenchana, masuklah…” ucapku mengajaknya masuk ke mobilku

“e…hmmm….”

 

“jeewo apakah kau sudah menunggu lama?” tanya seorang namja yang tiba-tiba datang dan dia langsung menggenggam tangan jeewo

“aniyo oppa” jawabnya tersenyum…… mwo?dia memanggilnya oppa? siapa namja ini?

” baiklah ayo kita pulang” ajaknya langsung menarik tangan jeewo dan melangkah pergi, namun sekilas dia sempat berbalik dan menjulurkan lidahnya padaku

 

“aish…. dasar anak menyebalkan: gerutuku.

ya namja itu adalah taemin, namja yang entah kenapa selalu mencari gara-gara denganku, aku sering beradu mulut dengannya, dan sepertinya dia memang membenciku, aku tidak pernah peduli dengan kelakuaannya itu, tapi tadi….. saat dia menggenggam tangan jeewo, entah kenapa aku merasa sangat kesal dan hatiku terasa panas

“ada apa denganku? baru pertama kali aju merasakannya?”  *ntu namanya jatuh cinta oppa…. xixixixi XD*

 

#####

 

“Hmmmm…. key ah kurasa hatimu telah dicuri olehnya” ucap jisun yang membuatku tersadar dari lamunanku yang tengah memperhatikan jeewo, sekarang kami sedang berada di kantin dan di depan meja kami tepat duduk jeewo dan taemin, mereka terlihat amat mesra dan sesekali saling menyuapi, hatiku panas melihat kedekatan mereka itu…. meskipun aku tau itu merupakan hal yang wajar karena mereka pacaran….

kemarin aku baru saja menanyakan pd taemin apa hubungan mereka, dan dia menjawab dengan sangat mantap bahwa jeewo adalah yeojachingunya

 

“mungkin…” jawabku setengah sadar. jisun,jonghyung dan sueun yang duduk bersamaku membulatkan matanya begitu mendengar jawabanku

 

“mwo?! kau jatuh cinta padanya?” teriak sueun yang membuat semua orang melihat ke arak kami termasuk mereka, namun sedetik kemudian mereka kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing

 

“sstttt….. sueun bisakah kau mengecilkan suaramu?” bisik jisun menenangkan sueun

“aku malah senang, cepatlah kau nyatakan perasaanmu padanya, agar kau tak mengganggu aku dan jisun terus” ucap jonghyun menyunggingkan senyumnya

 

“key ah jawab pertanyaanku tadi, kau mencintainya?” tanya sueun lagi dengan mata berbinar-binar. aku tidak mendengarkan ocehan mereka dan terus memperhatikan mereka berdua yang membuat hatiku semakin geram

 

“aish…. apa bagusnya anak itu, aku masih lebih tampan darinya, sebenarnya apa hubungan mereka? taemin bilang dia namjachingunya? ah…. tapi mana mungkin jeewo tertarik pada namja chaldish itu” pikirku dalam hati

 

tiba-tiba aku melihat taemin menggangkat telepon dari seseorang dan pergi meninggalkan jeewo sendiri. lalu jeewo pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kantin. aku yang melihat itu langsung mengikutinya

 

“hya….. key ah kau mau kemana? kau belum menjawab pertanyaanku” teriak sueun yang melihatku pergi begitu saja

 

 

aku terus mengikutinya sampai pada akhirnya dia berjalan di sebuah koridor yg sepi, dan aku mengambil kesempatan ini untukmenyapanya

 

“choi jeewo” ujarku memanggil namanya

dia terdiam sejenak namun sedetik kemudian dia kembali meneruskan langkahnya dengan cepat, aku pun langsung menarik tangannya

 

“kau menghindariku?”

“aniyo, aku hanya sedang banyak urusan” jawabnya lalu melepas genggamanku, tapi aku segera menariknya kembali menghadapku

 

“apa hubunganmu dengan taemin?” aku langsung menanyakan pertanyaan yg selama ini menganjal dihatiku, jeewo menatapkubingung lalu menjawab

“dia sepupuku…”

 

hatiku merasa lega mendengar jawabannya itu, ternyata memang benar perkiraanku selama ini, mana mungkin jeewo tertarik padanya…

tiba-tiba dari depan aku melihat taemin sedang berjalan kearah kami terbesit sebuah ide cemerlang diotakku. aku langsung memeluk jeewo dan hendak mencim bibirnya

 

“yak…. apa yang mau kau lakukan pada sepupuku key?!” teriaknya melihat tindakanku, yes….! dia masuk jebakanku

 

“sepupumu?” tanyaku dengan senyum kemenangan

 

“ah… maksudku kau mau melakukan apa pada yeojachinguku?” sangkalnya dengan cepat

 

terlihat ekspresi bingung dari jeewo yang mendengar taemin memanggilnya yeojachingunya, kemudian dia meronta dari pelukanku namun aku menahannya dan makin erat memeluknya

“lepaskan aku key” bentaknya

 

“kau tidak perlu membohongiku lagi taemin, aku sudah mendengar langsung dari jeewo” ucapku menatap taemin dengan tatapan evil. dia hanya berdiri mematung

“kalau begitu aku bolehkan memilikinya?”tanyaku dan mencium pipi jeewo dihadapan taemin,lagi-lagi dia hanya terdiam

 

“apa yang kau…….-” belum selesai jeewo mengucapkan perkataannya, aku menariknya pergi meninggalkan taemin dan mengajaknya ketaman

 

“sebenarnya kau mau apa key?” tanyanya dan menepis genggaman tanganku, aku hanya menatapnya dan dia balik menatapkudengan tatapan tajam

 

“kau jatuh cinta padaku?” tanyaku tiba-tiba dan tatapan matanya langsung berubah”ini mata yang sama saat aku menggodanya di UKS dulu”. kemudian dia menunduk tingkahnya amat lucu dan membuatku ingin sekali menciumnya. kudekatkan wajahku dan kukecup pelan bibirnya

 

awalnya dia hanya diam dan kaget dengan tindakanku namun kemudian dia mendongakkan wajahnya dan melayangkan tangannya hendak menamparku. dengan sigap aku memegang tangannya dan mengecup punggung tangannya

 

“ini hukuman karna ku tidak menjawab pertanyaanku” ucapku dan mukanya jadi bersemu merah, kutarik dia kedalam pelukanku

 

“hey apa maumu?” tanyanya meronta

“kau menghindar dariku?” tanyaku menatapnya lekat

“aniyo” jawabnya memalingkan wajahnya, kusentuh lagi tangannya kemudian mengecup punggung tangannya lagi

 

“jangan berbohong, jika kau berbohong aku akan terus melakukannya” ancamku

“kau menghindariku?”

“n…ne” jawabnya ragu-ragu

“waeyo? kau membenciku?”

dia terdiam dan terus menunduk, kucium lagi pipinya

 

“jawab aku”

“t…taemin yang menyuruhku menjauhimu” ucapnya terbata- bata, dapat kurasakan jantungnya berdegup kencang dalam pelukanku

 

“hanya itu?” lagi lagi dia terdiam aku hendak mencium pipinya lagi, namu dengan cepat dia memalingkan wajahnya lebih kekanan dan menjawab

“sebenarnya aku malu bertemu denganmu” ucapnya dengan pipi yang semakin merona

 

“waeyo?” untuk kesekian kalinya dia terdiam, kubelai rambutnya dan menempatkannya dibelakang telinganya, mukanya makin terlihat jelas, dan kini wajahnya sudah merah seperti gurita

 

“jawab aku kau jatuh cinta padaku?” dia masih tidak menjawab, kutiup pelan telinganya kemudian berbisik

 

“kau jatuh cinta padaku kan?”

 

“aniyo” jawabnya pelan.

 

mendengar jawabannya itu aku langsung menggangkat dagunya menghadap mukaku dan langsung kulumat bibir mungilnya, dia meronta namun aku semakin memeluiknya erat dan memainkan bibirku di bibirnya. kemudian akhirnya dia pasrah dan membiarkan aku terus melumat bibirnya, sementara dia hanya terdiam dan tidak membalas

 

“kau mencintaiku?”; tanyaku setelah melepas ciuman kami dengan nafas tersenggal-senggal

 

“kenapa kau berfikir seperti itu?”

“apakah aku salah?”

 

“ne aku memang jatuh cinta padamu key babo!” teriaknya dan mendorongku menjauh, kusadari kini dia tengah menangis dan menatapku sinis

 

“kau keterlaluan!” makinya kemudian berbalik hendak meninggalkanku, aku menahannya dan berdiri di hadapannya

 

“mianhae…” ucapku menyadari perlakuan kasarku padanya, air matanta kini mengalir lebih deras

 

“kau keterlaluan” isaknya disela-sela tangis sambil memukul dadaku. aku jadi merasa bersalah telah membuatnya menangis

 

“saranghaseo jeewo, mianhae, aku melakukannya karena aku mencintaimu” jelasku padanya berharap dia berhenti menangis, dan benar saja setelah mendengar perkataanku dia tangisnya berhenti dan dia menatap wajahku. kami saling bertatapan dan terdiam untuk beberapa menit, sampai pada akhirnya kuberanikan diri untuk menghapus airmata yang ada di pipinya dengan jemariku

 

“kau merebut ciuman pertamaku dengan kasar!” katanta menepis tanganku sambil mengerucutkan bibirnya. aku tertawa melihat tingkahnya itu

 

“jadi kau menangis gara-gara aku merebut ciuman pertamamu?”

“kenapa kau tertawa hah? apa ada yg lucu?”

“ani ani hanya saja kau amat lucu” ucapku mencubit pipinya

“apa kau bilang?!”

“kalau begitu bagaimana kalau kita memperbaili ciuman pertamamu itu?” ucapku kembali menariknya kedalam pelukanku, wajahnya kembalimerona merah

 

“please say yes you love me? bisikku ditelinganya

dia terdiam sejenak namun kemudian balik berbisik ditelingaku

“yes, i love you key”

“love you too baby” jawabku

 

kemudian kami saling bertatapan, seperti menyadari keinginan kami masing-masing, perlahan kami menutup mata dan mendekatkan wajah kami, perlahan kusentuh lembut bibirnya dan mulai mengulumnya, kali ini dia membalasnya juga dengan sangat lembut. dan sampai pada akhirnya kami saling memeluk erat dan berpangutan mesra

 

#####

 

“mwo? apa kau bilang?” aku berteriak kaget mendengar cerita jeewo tentang taemin

“ne, sebenarnya dia sangat mengagumimu sebagai seorang hyung yg baik, makanya dia selalu mencari gara-gara denganmu untuk mendapat perhatianmu” jelas jeewo lagi padaku

 

“darimana kau tau?” tanyaku tak yakin

 

“tentu saja aku tau, aku sudah bersamanya sejak kecil, aku tau betul sifatnya….. sebagai anak tunggal dia sangat kesepian makanya dia menganggapku sebagai dongsaengnya. tapi saat dia tau aku menyukaimu, dia sengaja menyuruhku menjauhimu… karena dia juga merasa tidak rela jika dongsaengnya yg manis ini direbut meskipun oleh key yang dia anggap hyung impiannya”

 

“oh…..” aku hanya berkata oh sambil menggangguk tanda mengerti

 

“chagi apakah kau mau mengabulkan permohonanku?” tanyanya

“mwo?”

“anggaplah taemin oppa sebagai dongsaengmu…”

“hmmm…. apakah aku bisa?” sengaja aku menjahilinya

“hya….. jebal chagi” ucapnya memohon. aku hanya tersenyum dan menjawab

“anything for you chagi”

 

#####

-THE END-

 

 

 

 

6 thoughts on “[Freelance] Please Say Yes You Love Me

  1. Key agresif bgt sihh…
    Tp aku suka ama karakter key yg selalu agresiff. Bikin greget jadinya..
    Congrates ya chingu, ff nya menarik n` gk ngebosenin..
    Next ff nya key lagi yaw^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s