[Freelance] Me and My Doctor part 8

Me and My doctor part 8

Kyaaa. . . .Banyak typo dimana-mana. . Mian~~

==================================================================================

Ji Kyung POV

“OK, hari ini saya akan menyudahi pelajaran saya. Oh iya, Minggu depan saya akan mengadakan tes biologi, fisika dan Kimia. Saya hanya ingin menguji kepintaran kalian semasa SMA.”

Mwo? Matematika, Fisika, Kimia? It’s nightmare. Kalau fisika dan kimia masih bisa kuatasi. Kalau matematika. Aigooo. . . I can’t. Aku melirik Yoonie yang tampak santai saja.

“Kau? Santai sekali?” tanyaku. “It’s easy. Nilaiku selalu A di ketiga mata pelajaran tersebut. So?” jawabnya santai. “Yak, ajari aku matematika. Aku bodoh di pelajaran itu.” Yoonie tampak memikir ulang tawaranku.

“Aniyo, Aku sudah janji akan mengajara Ga In. Kau minta diajari pemenang Olimpiade matematika saja” ucapnya. Hmmm. ..pemenang olimpiade? Berarti dia pinta dong. Bagus juga idenya.

“Nugu?” tanyaku antusias. “Cho Kyuhyun. Pasienmu tempo waktu lalu” DEGG. . Cho Kyuhyun bodoh itu? Pemenang olimpiade matematika. MUSTAHIL…

“hehe. .Are you Kidding? Cho Kyuhyun? That’s Imposible” ucapku pada Yoonie. Dia terkekeh pelan. “Cari saja di google biografi tentang Cho Kyuhyun. Pasti semua artikel akan mengatakan kalau dia juara olimpiade matematika.” Aku terdiam. Mungkinkah? Seorang Cho Kyuhyun bisa sepintar itu?. Aku melangkah gontai menuju keluar. Ucapannya tadi masih terngiang-ngiang di benakku.

“Stop” seorang namja menghadang jalanku. Aku mendongakkan kepalaku untuk melihat sosok namja tersebut. Yeah, it’s Cho Kyuhyun, ‘cih. .panjang umur dia’ gumamku. Dia yang berdiri menghadangku.Aku mendengus pelan. “Minggir dari hadapanku” ucapku datar tanpa ekspresi. Dia tetap saja menghalangi jalanku.Arghh. . apa maunya sih?

“Tunggu dulu. Aku ingin bilang sesuatu” ucapnya lembut. Cihh. . Tak akan mempan bagiku. Justru memuakkan bagiku. “Mianhae. Jebal maafkan aku. . .Please” dia menatap wajahku dengan puppy eyes andalannya. Hahh. . ada berapa trik yang dia punya untuk meluluhkan hati wanita? Tapi sayang. Tak satupun mempan bagiku. Tiba-tiba terlintas ucapan Yoonie oppa tentang Kyuhyun yang notabene juara alimpiade matematika. Sebuah ide gila muncul di otakku. ‘Aha!’ batinku.

“Aku mau saja memaafkanmu asal. . . “ ucapku menggantung. “Hyaa. .asal apa? Aku akan melakukannya jika kubisa” jawabnya dengan nada memohon. Aku terkekeh pelan melihat kelakuannya. “Ajari aku matematika. . Minggu depan aku ada ujian matematika. .Kalau mau aku akan memaafkanmu”

“MAU!! Kalau matematika sih kecil. . gampang.” Ucapnya santai. “Tapi bagiku seperti neraka” ucapku. “kekeke, memang otakmu saja yang lemot” ejeknya. Aku menginjak kakinya keras. “Aku cari guru lain saja” aku berjalan meninggalkannya yang masih kesakitan. “Ji Kyung, tunggu. .”

Aku menghentikan langkahku. Dan berbalik menghadapnya. “Hyaa. . maafkan aku. Jangan cari guru lain. Denganku saja”. Aku menimang-nimang sebentar. Dan keputusan akhirku tetap sama. Menjadikan dia guru matematikaku. Kekeke~

“Baiklah, mulai besok aku akan mengajarimu secara privat.” Ucapnya seolah-olah seperti guru hebat. Kami berjalan menuju pelataran parkir. Hmm aku memutuskan untuk pulang bersama Kyuhyun. Yah..itung-itung hemat ongkos.

“Tapi, kita harus memanfaatkan waktu seefektif mungkin. Matematika itu bukan hafalan yang bisa kita pelajari hanya dalam 1 hari. Pelajaran ini perlu banyak latihan dan pemahaman. Kalau kita tidak sering berlatih ya hasil yang kita dapat sangat tidak memuaskan.” Ucapnya saat menyalakan mesin mobil. Mobil melaju meninggalkan Kyunghee University.

“Lalu, bagaimana? Kau sibuk. Dan kita tidak setiap hari bertemu.” Tanyaku. Dia diam tak menjawab. Dari wajahnya tersirat dia sedang memikirkan sesuatu. “Kau pindah saja” ucapnya. “Pindah? Maksudmu?” tanyaku heran. Dia melihatku. “Kau pindah saja ke rumahku. Kita akan bisa sering bertemu. Lagipula jadwalku minggu ini tidak terlalu banyak. Dan kita bisa memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin.” Ucapnya .

Dia fokus kembali menyetir. Sedangkan aku? Masih memikirkan tentang tawaran indahnya. Bulan ini aku memang sedang memiliki niatan untuk menghemat sampai aku mengubah visaku menjadi pelajar dan bekerja. Dengan visa pelajar  yang kubawa sekarang. Aku tidak mungkin bisa bekerja. Bisa-bisa aku dikembalikan ke Indonesia.

“Apa tidak merepotkanmu?” tanyaku. Dia menggeleng. “Aniyo. Aku juga sedang butuh teman di rumah. Kalau bosan di dorm aku sering pergi kesana. Tapi yang ada hanya Jang Ahjumma.” Aku mengangguk pelan tanda mengerti. ‘Hmm kuterima sajalah. Lagipula niat dia kan baik’ batinku. “Baiklah. Kau akan pindah. Tapi kau harus menjamin nilai matematikaku bisa diatas standart.”

Dia mengangguk. Mobil pun sampai di depan apartemenku. “Besok kujemput jam 7 pagi sekaligus berkemas-kemas.” Ucapnya saat turun dari mobil. “Ne, Gomawo Kyu-kyu”

“Mwo? Kau panggil aku apa?” tanyanya heran. “Kyu-kyu. Kenapa? Tidak boleh ya?” tanyaku takut. “Aniyo. Boleh kok. Tapi kenapa harus Kyu-kyu?” tanyanya. Aku pun menjelaskannya. “Kalau aku memanggilmu tengkorak, kau marah. Kalau Kyuhyun sudah pasaran. Kalau Kyunnie, Hyung mu memanggilmu seperti itu. Yasudah aku buat panggilan baru saja. Kyu-kyu.”

Dia mengacak rambutku pelan. Kyaaa. . . jantungku berdetak kencang.

“Cepat masuk dan istirahat. Besok kita akan bertarung melawan matematika.” Aku mengangguk. Dia pun masuk ke mobil dam melambaikan tangannya padaku. Aku pun masuk ke apartemenku. Kurebahkan tubuhku di kasur yang empuk ini.

Aigoo. . Cho Kyuhyun. . Bisakah kau berhenti membuat jantungku berdetak 2 kali lebih cepat hah?

Aku pun tertidur dengan seulas senyum di wajahku.

Keesokan Paginya. . .

Kringg. . . Kringg. . . Kringg . . .

Wekwr jam kecilku berbunyi. Aku mengambilnya untuk melihat jam berapa sekarang. “Hoaamm.  .” aku menguap pelan. Mataku menyipit berusaha melihat angka yang tertera di jam tersebut. “OMO!!” teriakku. “Hwaaa~~ sudah jam setengah tujuh. ½ jam lagi pasti Kyuhyun datang.”

Aku menyambar handukku yang ada di balkon kamar dan langsung berlari menuju kamar madi. 5 menit kemudian aku sudah ada di luar kamar mandi lengkap dengan jeansku yang berwarna baby blue dan kaos putih bertuliskan ‘I LOVE 2PM’. Aku membiarkan rambutku terkuncir berantakan. Aku mengambil kardus-kardus yang semalam telah kusiapkan untuk mengepak barang ku. Semua baju kumasukkan ke dalam koper  berwarna ungu.

Tookk. . tokk. . terdengar suara pintu diketuk.

Aku berlari menuju pintu dan membukanya. Disana terliahat seorang namja dengan kemeja putih dan cardigan hitamnya. Ditambah dengan jeans berwarna biru tua. Tak lupa kacamata hitamnya. Aku terpana olehnya lagi. Ya, hanya Cho Kyuhyun yang bisa membuatku seperti ini.

Author POV

“Annyeong Ji Kyung. .Selamat pagi” sapa Kyuhyun. Ji Kyung hanya tersenyum membalas ucapan Kyuhyun. Kyuhyun pun masuk ke dalam apartemen Ji Kyung. Dia berdecak pelan. “Kau pasti telat bangun dan lupa mengemasi barang bawaanmu. Iya kan?” tebaknya. Ji Kyung hanya tertawa pelan. “Mian. Aku semalam capek. Jadi langsung tidur.” Jelas Ji Kyung. “cepat. Kutunggu kau disini.” Ucap Kyuhyun sambil merebahkan dirinya di sofa dekat dapur.

Ji Kyung langsung lari dengan cepat menuju kamarnya. Beberapa menit kemudian dia tampak keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah kardus yang cukup besar. Kyuhyun yang melihatnya langsung menawarkan bantuan. “Perlu dibantu?”

“Aniyo. Aku bisa.” Jawab Ji Kyung. Tanpa sadar, tubuh Ji Kyung kehilangan keseimbangannya. Dan Hampir saja kepalanya menyentuh tanah kalau tidak ada tangan seseorang yang menahannya. Ji Kyung langsung bangun dari dekapan Kyuhyun dan membereskan barangnya yang tadi sempat tercecer di lantai. Tangan itu pun membantunya lagi membereskan barang-barang miliknya.

“Kalau perlu bantuan. Katakanlah. Untung tadi ada aku. Kalau tidak, entah apa yang akan terjadi dengan kepalamu.” Ucap sang pemilik tangan yang tak lai dan tak bukan adalah Cho Kyuhyun. “Aku tadi hanya kehilangan keseimbangan” elak Ji Kyung.

“Terserah kau saja lah.” Mereka berdua pun berdiri. Ji Kyung meletakkan kardus tersebut di depan pintu, dibantu ole Kyuhyun. Ji Kyung kembali masuk ke kamarnya dan mengambil koper ungu yang berisi baju-bajunya. “Sudah semua?” tanya Kyuhyun berusaha mengecek semuanya. “Sudah” ucap Ji Kyung.

Mereka berdua berjalan menuju lobby untuk menyerahkan kuci sekaligus mengucapkan terima kasih. Ahjumma pemilik apartemen ini pun sudah menanti mereka berdua. “Ahjumma, aku pamit ya. . Aku janji akan mengunjungi Ahjumma” ucap Ji Kyung. “Iya, jangan lupakan Ahjumma ya. Oh iya, Kyuhyun-sshi, jaga Ji Kyung dengan baik” ucap Ahjumma tsb sambil mengantarkan kepergianku.

Ji Kyung POV

“Dahh. . Ahjumma” aku melambaikan tanganku kepada Ahjumma. Aku kembali membenarkan posisi dudukku di jok mobil. Kyuhyun tampak fokus dengan jalanan. Jadi. . Aku tidak berani mengganggunya. Kukeluarkan iPod ku dan mendengarkan lagu-lagu dari 2PM.Kudengarkan lagu-lagu mereka saat awal-awal dulu.

“Can you feel my heartbeat. .” aku menyanyikan sedikit bait dali lagu Heartbeat-2PM. Tiba-tiba salah satu earphoneku diambil oleh seseorang. Kutolehkan kepalaku ke samping. Ternyata Kyuhyun yang mengambilnya. Dia tampak juga mendengarkan lagu dari iPod ku.

“Lagu 2PM, kaos yang kau pakai bertuliskan ‘I LOVE 2PM’. Sepatumu sneakers edisi khusus 2PM. Lalu apalagi? Apa sebegitu cintanya kau dengan 2PM hah?” tanyanya sarkatis. “Mwo? Kalau iya kenapa?” jawabku ketus. “Aniyo, hanya sebegitu tergila-gilanya kau pada 2PM.” Aku diam tak menjawab.

Mobil ini sampai di depan sebuah rumah yang cukup sederhana. Arsitekturnya sungguh menawan. Di depannya ada sebuah taman bunga. “Ayo masuk, ini rumahku” ucapnya saat kami sudah keluar dari mobil. Aku masih tidak percaya, seorang Cho Kyuhyun memiliki rumah sebagus ini. Walaupun tidak mewah, rumah ini terlihat sangat nyaman.

“Jung Ahjumma. . .Aku datang” ucap Kyuhyun saat kami ada di dalam. Seorang ahjumma berjalan keluar. Ahjumma tersebut yang bernama  Jung Ahjumma. “Ini kenalkan Park Ji Kyung, dia akan tinggal disini. Tolong tunjukkan kamarnya.” Perintahnya pada Jung Ahjumma.Aku mengikuti langkah Jung Ahjumma. Dia menaiki tangga yang menuju ke lantai 2. Kami berhenti pada sebuah kamar yang pintunya berwarna blue saphire.

“Ini kamar nona. Silahkan masuk” aku pun masuk. Jung Ahjumma mengikutiku. “Ahjumma tidak perlu memanggilku nona. Panggil saja Ji Kyung.”. Ahjumma mengangguk dan berjalan keluar kamarku. Aku memandang seisi kamarku. WOW. . It’s amazing. Hanya kata itu yang ada di benakku sekarang.

Sebuah ranjang berukuran kingsize yang menghadap ke arah balkon. Sebuah sofa yang berada di pojok ruangan. Meja belajar berbentuk huruf L disisi lain. Meja kecil yang terletak di dekat kasur. Tembok berwarna biru. Ya. . warna kesukaanku.

Aku melangkah keluar menuju ke arah balkon. Pemandangan indah terlihat dari sini. Kolam renang ada di bawahnya.I Love this room. Terdengar suara ketukan pintu. Aku berlari menuju pintu. Kubuka perlahan. Kyuhyun sudah berdiri di depan dengan tampang aneh.

“Bagus kan? Ayo keluar. Aku sudah lapar” ucapnya. “Kyu-kyu pelan-pelan.” Ucapku saat dia menarik tanganku untuk turun. Kami berjalan menuju ruang makan. Disana sudah tersedia banyak hidangan. Aku duduk di salah satu kursi. “Oh iya, jangan sembarangan masuk kamarku. Ketuk pintu dulu. Kalau kuijinkan baru masuk” ocehnya sambil mengambil nasi. “Cih, lagipula siapa yang mau masuk ke kamarmu hah?” jawabku. Kami melanjutkan makan penuh keheningan.

“Aku selesai” ucapnya sambil berjalan pergi. Aku yang juga sudah selesai makan, mengikuti langkahnya keluar. “Kyu-kyu, kapan kita belajar? Waktu kita tinggal sebentar.” Tanyaku. Dia menuju dapur mengambil segelas air putih. “Tunggu saja di ruang tengah. Aku nanti akan kesana.” Perintahnya. Aku menuruti perintahnya, aku berjalan menuju ruang tengah. Sebelumnya aku mengambil alat tulisku di kamar.

Kyuhyun berjalan mendekat ke arahku sambil membawa setumpuk buku. ‘Glekk. . kenapa bukunya banyak sekali?’ gumamku. Bruk. . buku-buku itu dijatuhkan di meja yang berada tepat di hadapanku. “Kenapa banyak sekali?” ucapku sambil melihat-lihat buku yang dibawanya. “Itu buku-buku soal” ucapnya santai. “Tapi kenapa ini buku SD sampai SMA ada semua? Aku kan hanya minta diajari pelajaran SMA.” Ucapku ketus. Dia terkekeh pelan. “Babo! Semua pelajaran matematika saling berhubungan. Mulai dari SD-SMA. Jadi intinya kita mulai dari awal” ucapnya. Dia berjalan kearahku. Tubuhnya didudukkan di sampingku. Dia mengambil salah satu buku matematika anak kelas 4 SD. “Kerjakan latihan ini selama 5 menit.” Dia menyerahkan buku tsb sambil menunjuk salah satu soal. 20 soal dalam 5 menit. Isinya pertambahan, bangun ruang dan segala macam pelajaran anak SD. Aku mengerjakannya kurang dari 5 menit. “Ini, selesai” aku menyerahkan jawabanku padanya.

Dia menelitinya tanpa menghitung. “Ini salah satu” dia menunjuk salah satu soal bangun ruang. “Kau ini babo ya? Luas kubus saja salah!” ucapnya. “hehe, aku lupa” jawabku sambil tertawa garing. “Tuhkan, pelajaran gampang seperti ini kau lupa? Nanti saat pelajaran SMA ini ada lagi. Namanya dimensi 3.” Ucapnya. “iya aku tahu. Kau pikir aku tidak pernah SMA apa?” ucapku. “Cepat kerjakan yang ini. Jangan lihat aku terus. Kau bisa terpesona nanti” ucapnya menyombongkan diri.

PLETAK!! Kupukul kepalanya keras.

“Yak, aku ini gurumu! Hormatlah padaku!” ucapnya. Aku memasang tatapan evil kepadanya. Aku fokus mengerjakan soal lagi. Baru 5 menit, jawaban sudah kuberikan padanya. “Betul semua” ucapnya datar. Dia mengambil buku kelas 2 SMP. Dia menunjuk kumpulan soal di buku tsb. Aku melirik jam dinding. Jam menunjukkan pukul 23.00. ‘Hoamm, makannya aku sudah ngantuk’ gumamku sambil menguap.

“Jangan lebar-lebar, nanti nyamuk bisa masuk” ucapnya. “Aku ngantuk” ucapku merajuk. Aku mencoba membujuknya untuk menghentikan les hari ini. “Kerjakan ini dulu baru tidur.” Dia tetap bersikukuh dengan argumennya. Dia tetap saja memaksaku untuk mengerjakan soal-soal ini. Dengan sekuat tenaga kupaksakan mataku untuk tetap terbuka dan menjawab soal-soal.

Beberapa menit kemudian. .

“Selesai!” ucapku sambil merentangkan tanganku ke atas. Kuberikan lembar jawabku ke Kyuhyun. “wow, daebak kau kyu-kyu! Aku mengerjakan soal dengan mata yang ngantuk kau malah enak-anakan tidur” ucapku sambil menggoyangkan badannya. Nihil. Tak ada respon dari tubuhnya. Aku menghela nafas panjang. Kuambil HP ku yang tergeletak di atas sofa. Muncul ide jahil di otakku. Kufoto Kyuhyun yang sedang tidur. Aku menyimpannya sebagai wallpaper HP ku.

“Hoamm. . .” aku meletakkan kepalaku di atas meja. Dan aku pun tertidur.

Kyuhyun POV

Aku tetap memaksanya mengerjakan soal matematika itu. Aku tahu dia sudah sangat mengantuk.  Tapi sekali-kali mengerjai Ji Kyung tak apa kan. Dia tampak sangat memaksakan matanya untuk mengerjakan soal. Aku berpura-pura tertidur di atas meja. “Selesai” kudengat dia sudah menyelesaikan tugasnya. Aku mengintip sedikit. Dia memandangku kesal. ‘Hahaha. .rencanaku untuk mengerjainya berhasil’ gumamku sambil menyunggingkan senyum evil ku.

“wow, daebak kau kyu-kyu! Aku mengerjakan soal dengan mata mengantuk, kau malah enak-enakan tidur” omel Ji Kyung. Aku terkekeh dalam hati. Dia mengeluarkan LG lollipop miliknya. Cekrekk. .

Dia memfotoku. Kekeke, pesonaku memang tidak bisa dipungkiri. Dia merentangkan tangannya lagi “Hoamm. .”  dia menguap pelan. Kepalanya diletakkan di meja lalu tertidur. Setelah memastikan dia benar-benar tidur. Aku pun bangun. Kulihat wajah milik Ji Kyung.

“Neommu Kyeopta.” Aku giliran mengambil handphoneku. Aku mencium pipinya pelan dan memfotonya. Klik. .

Aku menjadikan foto hari ini menjadi wallpaper HP ku. Aku membereskan buku-buku yang berserakan di meja. Kuangkat tubuhnya. Aku membawnya ke lantai 2, lebih tepatnya ke kamarku. Aku merebahkan di kasur berwarna biru milikku. Kuselimuti tubuhnya. Aku bangun untuk mengembil air putih. Tanpa sengaja aku menyenggol sebuah frame foto. Kuambil foto tersebut. Aku melihatnya dan terdiam. Disana tampak seorang namja yang kira-kira berumur  5tahun dan seorang yeoja cantik yang seumuran. Yeah. . it’s my past memories.

Ji Kyung POV

“Hoammmm. .” aku menguap lebar-lebar. Kubuka mataku pelan, pandanganku masih buram. Aku menyipitkan mataku. Kulihat pemandangan disekitarku dengan pandangan yang masih menyipit. Kamar. Ya, aku ada di sebuah kamar. Dengan kasur empuk dengan bedcover berwarna blue jeans.

“Mwo? Ini kamar siapa? Kasurku kan berwarna baby blue! Tunggu dulu kemarin kan aku tidur di ruang tengah. Lalu, kok aku disini?” ucapku saat semua nyawaku sudah terkumpul dan tersadar dimana aku sekarang. Aku mencari sosok yang menjadi pelaku utama kejadian ini.

Bingo! There is he. Aku menemukannya masih tidur di sofa miliknya. Wajahnya tampak seperti malaikat. Aku mendekatinya, memandangnya lama. “Jangan memandangiku terus. Aku ini memang tampan. Akuilah.” Ucapnya dengan mata terpejam. Aku tersentak. “Mwo? Tampan? Cihh. . Dan sejak kapan kau bangun hah?” tanyaku. “sejak kau berteriak tak jelas. Dan itu menggangguku” ucapnya santai.

Dia beranjak bangun. “Hei, kau yang membawaku kesini semalam?” tanyaku. “Ne, lalu kenapa? Ada masalah?” jawabnya sambil mengambil handuk di lemarinya. “ITU MASALAH BUATKU KYU-KYU” aku melemparnya dengan semua bantal yang ada di kamar ini. Dia tetap berjalan santai ke kamar mandi. “Arghhh. .CHO KYUHYUN!! AWAS KAU!!” aku berteriak kencang. Kudengar dia malah terkekeh di kamar mandi. Aku beranjak dari kasur miliknya. Saat aku hendak berjalan, tanpa sengaja tangannku menjatuhkan sebuah frame foto. Kuambil foto tersebut. ‘Foto siapa?’ gumamku. Didalamnya terdapat seorang namja kecil dan yeoja yang mungkin masih berumur 8 tahun. Mataku terfokus pada sosok laki-laki kecil di foto itu. ‘Dia kan?’ gumamku.

Flashback

10 years ago. . .

“eomma kita mau kemana sih?” tanyaku sambil menggeret-geret rok eomma. Hari ini hari keduaku menginjakkan kaki di Seoul. Aku dan eomma diajak Appa ke negeri gingseng ini. Appa adalah seorang diplomat, jadi dia sering berkeliling dunia. “Hari ini Appa mengajak kita menonton konser musik seorang pianis terkenal” jawab eomma sambil membetulkan pita di rambutku. “Tapi eomma, kalau konser musik kan pasti banyak orang-orang dewasa. Dan aku kan bosan”

“Aniyo, ini yang menjadi pianis adalah anak berumur 12 tahun. Dan dia sangat berbakat.” Aku hanya menggangguk pelan. Eomma menggandeng tanganku menuju keluar. Appa sudah menungguku diluar. “Appa. .” teriakku sambil berlari kecil menuju Appa. “Hap. . Appa menangkapmu.” Aku tersenyum lebar. Aku pun turun dari dekapan Appa. Aku memutar tubuhku seperti balerina. “Appa aku cantik tidak?” tanyaku. “neommu yeppeo” ucap Appa.

Aku masuk ke dalam mobil. Di dalam sudah ada oppa ku yang sibuk dengan PSP nya. “Oppa. .” panggilku. Dia mengalihkan pandangannya dari layar PSP. “Apa chagi~” tanyanya. “Oppa tampan” jawabku. Dia hanya tersenyum dan mengacak-acak rambutku. “Ah. . oppa. .Nanti rambutku jadi jelek. Eomma tadi sudah susah payah mendandaniku.”,aku menggerutu pelan sambil memanyunkan bibirku. “hehehe, mianhae yeodongsaengku terasayang”

Mobil berhenti di sebuah gedung opera yang sangat besar. Banya pamflet bersebaran dimana-mana. Aku dan oppa turun dari mobil. “Oppa, itu bacanya apa?” tanyaku pada oppaku. Maklumlah, saat itu aku belum mengerti bahasa Korea. “Cho Kyuhyun. .”

“ohh,” jawabku pelan. Kami berdua mengikuti Appa dan eomma menuju ke dalam. Kami mencari tempat duduk kami sesuai dengan nomor yang tertera di karcis. Kami berempat mendapatkan tempat duduk VVIP. Jadi aku bisa melihatd dengan jelas. Saat semua pengunjung sudah masuk, lampu pun dimatikan. Lampu hanya tertuju pada panggung opera. Tirai dibuka perlahan-lahan.

Sebuah grand piano berwarna putih gading ada di tengah panggung. Kemudian ada anak kecil seumuran oppaku berjalan menuju grand piano tersebut. Lampu menyorotnya. Dia membungkukkan badannya pada penonton. “itu Cho Kyuhyun, pianis termuda berbakat” ucap oppaku. Dia memainkan salah satu karya Mozart. *mian~ author gak tahu judulnya apa*

Dia memainkannya dengan sepenuh hati. Aku berdecak kagum dan bertepuk tangan saat dia selesai memainkan lagu Mozart. “Oppa dia tampan ya. .” ucapku saat dia menghadap ke arah kami. “Kau ini. . “oppa mengacak-acak rambutku pelan. Aku terkekeh pelan.

Flashback end.

“jadi dia pianis kecil itu?” gumamku.

Ceklek. .Pintu kamar mandi terbuka. Aku sontak membalikkan tubuhku ke belakang. Dia hanya bertelanjang dada. “Kyaaaaaaaa~~~ Kyu-Kyu. Pakai bajumu” aku menutup mataku dan melemparinya dengan bantal. Kudengar derap kakinya berjalan menuju lemari yang berada tepat di depanku. “Hey, aku sudah memakai baju baboya~” ucapnya. Aku membuka mataku pelan. Yeah, dia sudah memakai kaos rumahan. “Kau kenapa masih disini hah?” tanyanya.

Aku tertawa garing. “Hehehe, aku tadi sudah berniat untuk keluar. Tapi tadi tidak sengaja tanganku menyenggol ini” jawabku sambil menunjukkan foto yang sedang kupegang. Dia mendekat kearahku dan duduk di sampingku. “Oh foto itu” jawabnya santai. Aku mengangguk pelan. “Ini kau?” tanyaku sambil menunjuk namja kecil di foto tersebut. “Ne, waeyo?” tanyanya.

“Kau pianis berbakat itu?” dia diam sebentar dan menghela nafas panjang. “Itu dulu, sebelum dia pergi” dia menunjuk foto yeoja kecil di foto itu. “Memang dia kemana?” tanyaku. “dia. . . .Hhhh. .berat untuk menceritakannya” ucapnya. Aku tetap memaksanya untuk bercerita. Dan akhirnya dia pun bercerita.

Author POV

“Dia adalah sahabatku sejak kecil. Namanya Im Saera. Orang tua kami pun sangat dekat. Dia juga seorang pianis berbakat. Dia juga yang membujukku untuk menjadi pianis berbakat. Kami selalu menghabiskan waktu bersama. Dia juga yang selalu menyemangatiku untuk berlatih menjadi pianis. Aku pun menganggapnya juga sebangai ‘My sunshine’ karena dia selalu menyinari ku. Tapi suatu hari dia pergi ke Taiwan tanpa memberi keterangan padaku. Aku merasa terpukul pada saat itu. Aku selalu menyuruh Appa ku untuk menelpon keluarganya. Tapi nihil. Tak ada yang mengangkatnya. Aku sudah putus asa. Aku pun mengubur dalam-dalam keinginanku untuk menjadi untuk menjadi pianis terkenal bersamanya. Dan saat aku dewasa, aku memutuskan untuk mengajukkan biodataku ke pihak SMEnt dan akhirnya. .Tara. . I’m an artist now” Kyuhyun mengakhiri ceritanya.

“oh. .Tapi hanya karena masalah itu kau harus mengubur dalam-dalam impianmu sejak kecil. Kau bodoh. .” ucap Ji Kyung. Kyuhyun melongo mendengar ucapan Ji Kyung. “waeyo?” Kyuhyun membuka suara. “Masalah begini pun kau masih bertanya kenapa?. Dulu saat kecil aku kagum sekali padamu. Karena di umur yang sama dengan oppa ku kau bisa mengadakan konser megah dan dilihat ribuan orang. Dan sekarang setelah mendengar ceritamu aku merasa kau adalah orang terbodoh sedunia.”  Ji Kyung menghela nafas panjang. Ia melanjutkan perkataannya. “Apa kau tak pernah berfikir, mungkin jika kau melanjutkan karirmu sebagai pianis handal kau bisa bertemu dengan Im Saera mu. Dan mungkin malah itu jalan yang diberikan Tuhan untukmu. Namun kau malah melepasnnya. Babo gatteun. .”

Ji Kyung berdiri dan beranjak dari kamar Kyuhyun. “Hei, tadi Ji Yoon telfon ke handphone mu. Tapi kau tidur jadi kuangkat saja. katanya kau tak usah kuliah hari ini. Dokter Jang sedang di luar kota.” Teriak Kyuhyun saat Ji Kyung ada di ambang pintu. Ia mengangguk tanda terimakasih.

Ji Kyung POV

Aku keluar dan berjalan menuju kamarku. “Hah. . masa lalu. Apakah dia akan terus membayangimu Kyu? Bahkan saat aku berusaha untuk ada di hatimu?” aku menggumam pelan. Kubaringkan tubuhku sambil terus menatap langit-langit kamar. Pikiranku masih saja berkutat dengan masa lalu Kyuhyun. Sebegitu kah berartinya Im Saera bagi seorang Cho Kyuhyun hah?

“Ji Kyung cepat mandi! Jang Ahjumma sudah menyiapkan sarapan untuk kita.” Kyu berteriak dari luar kamarku. “Ne,” jawabku singkat. Aku mengambil handuk Mickey Mouse yang menggantung di dekat kamar mandi. 5 menit kemudian aku keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaian lengkap. Hari ini aku ingin bersantai setelah kemarin diberi soal oleh namja gila itu. Aku mengenakan celana pendek di atas lutut berwarna baby blue dan kaos oblong berwarna ungu. Aku keluar dari kamar dan menuju ruang makan. Jang Ahjumma tampak sibuk menyiapkan sarapan untukku dan Kyuhyun. Aku berjalan mendekatinya.  “Pagi ahjumma. Kau masak apa hari ini?” tanyaku

“hanya jjangjangmyeon kesukaan Tuan Kyu. Apa kau mau kumasakkan sesuatu?” tanyanya. “Aniyo Ahjumma. Aku bisa membuatnya sendiri kok” ucapku meyakinkan. Yeah salah satu hobiku yang paling kukuasai adalah memasak, itupun karena aku setiap hari melihat eomma memasak. “Kau yakin bisa memasak” tanya sebuah suara yang muncul entah darimana, dan bisa dipastikan ini suara raja setan dan tengkorak itu. “Kau meragukanku?” tanyaku sambi membalikkan badanku menghadapnya.

“Hmm, bisa dibilang seperti itu.” Ucapnya santai. Sambil menyumpit beberapa ramyeon yang kebetulan dibuat Jang Ahjumma.  Aku mendengus pelan. “Ahjumma, nanti malam aku saja yang masak. Kalian tunggu saja. Dan kau Kyu-Kyu, nanti antar aku ke supermarket” ucapku sambil menatap Kyu dengan death glareku. Dia terkekeh pelan. “Kutunggu nanti malam! Ayo sekarang sarapan” ucap Kyu santai sambil menggeret tanganku ke meja makan. Kyuhyun memakan Jjangjangmyeon nya lahap sekali seperti anak kecil.

Kyuhyuh POV

Aku merasa daritadi ada yang melihatku. Bingo! Ji Kyung melihatku daritadi ternyata. “Jangan menatapku terus-menerus, Aku kan memang enak dipandang. Hari ini pun kau sudah menatapku 2 kali”. Dia tersentak kaget dengan ucapanku. Aku terkekeh pelan. “Hmmm. .Mashita” ucapku saat memakan suapan terakhirku. Ji Kyung menatapku lalu terkekeh pelan. “Kenapa tertawa hah?” tanyaku. Dia menunjuk sudut mulutku. “Ada kotoran disana”

Aku mengelapnya. “Ckck, masih ada babo!” dia berjalan menghampiriku dan mengambil selembar tisue didekatnya. “Makannya, kalau makan jangan berlepotan seperti anak kecil” ucapnya sambil membersihkan noda di sudut mulutku.

DEG. . DEGG. .kenapa jantungku berdetak cepat ya? Perasaan, aku tidak memiliki kelainan jantung. “Selesai!” ucapnya. Aku tersenyum “Gomawo” balasku. “Ayo ke supermarket” ajaknya. Dia berlari kecil menuju kamarnya dan mengambil hodie biru kesayangannya. “Ayo!!” rengeknya sambil menarik-narik tanganku. “Sekarang? .” tanyaku. “Tahun depan! Ya sekarang lah Cho Kyuhyun. Kajja!”. Aku mengikuti kemauannya. Lumayanlah bisa berjalan-jalan keluar. Aku memakai segala alat penyamaranku lalu memakai sepatu ku yang berada di dekat pintu keluar. Ji Kyung juga mengganti sandal rumahnya dengan sepatu sneakers biru metalik kepunyaanya.

Aku berjalan menuju garasi untuk mengambil mobilku. Tapi tangan Ji Kyung mencegahku. “Wae?” tanyaku. Dia mendengus pelan. “Kita naik bus saja. Dan. .” Dia mencopot syal yang kukenakan. “Nah. .Seperti ini kan lebih baik. Kalau kau berdandan seperti tadi, nanti orang mengira aku berjalan dengan seorang Ahjussi penyakitan,heheh” ucapnya sambil tertawa pelan.

DEGG. ..DEGG. .jantungku berdetak cepat lagi saat melihat senyumnya yang seperti anak kecil. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku berusaha membuyarkan lamunanku. “Kau yakin tidak mau naik mobil?” tanyaku berusaha meyakinkannya. “Aniyo! Aku ingin naik bus saja” dia berjalan keluar mendahuluiku. Aku menyusulnya dan berusaha menyamakan langkah kakinya. Kami berjalan berdampingan menuju halte bus.Ia duduk di salah satu kursi yang ada di halte tersebut lalu mengeluarkan iPod touch nya dan memasang earphone miliknya.

Aku mengambil salah satu earphone nya.

‘I hate this love song. . .’

‘I hate this love song. . .’

Lagu Love Song dari Big Bang mangalun. “Big bang? Kemarin 2PM sekarang Big Bang. Besok apa lagi?” tanyaku padanya. “Hmmm, besok apa ya? Mungkin ini. .” dia mengganti playlist nya. Sebuah lagu yang familier mengalun. “B1A4- O.K iya kan?” tanyaku lagi. Dia mengangguk sambil menyunggingkan senyum lebarnya. “Hah. Apa bagusnya mereka sih?.”Aku mendengus kesal.  Belum sempat Ji Kyung menjawab Bus yang akan kami tumpangi akhirnya datang. “Kajja!” Ji Kyung menarik tanganku. Dia memilih tempat duduk di dekat jendela. “Kau pernah naik bus umum seperti ini?” tanyanya.

“Pernah. Waeyo?” jawabku. “Kapan?” tanyanya lagi. “Waktu aku SMP” jawabku. Dia terkekeh pelan. “That’s imposible. Putra sekaligus pewaris tunggal Cho Coorporation mana mungkin pernah naik bus umum” jawabnya sarkatis. GLEK. Aku menelan ludahku. Darimana dia tahu semua itu. Setahuku hanya Hyung ku di Suju yang tahu. Kenapa dia bisa tahu?. “Tidak usah heran seperti itu. Jung Ahjumma yang meceritakannya padaku” ucapnya seakan bisa membaca pikiranku. “Aku tidak akan menyebar-sebarkannya. Lalu kenapa kau tinggal sendiri?” tanyanya.

“Eomma dan Appa sibuk mengurus bisnis. Ahra onnie sudah menikah. Yahh, jadi aku memilih tinggal sendiri. Toh lagipula aku tidak setiap hari berada di rumah itu, aku terkadang menginap di dorm kalau jadwalku sangat padat”ucapku. Dia mengangguk tak jelas. Tanpa terasa Bis yang kami tumpangi pun berhenti di tempat tujuan kami. Yakni supermarket. Kami berdua turun dan memasuki pelataran supermarket. Dia mengambil troli. “Dorong ini” ucapnya sambil menyodorkan sebuah troli kepadaku. “Huh, dasar” umpatku. “Mau tidak? Kalau tidak mau yasudah, tapi jangan harap nanti malam kau akan makan.” Ancamnya. Aku menelan ludahku. Kuambil troli secara paksa. “Nah, gitu dong daritadi” ucapnya sambil berjalan mendahuluiku. Aku mengekor dibelakangnya. Dia mengambil beberapa bahan makanan. Ji Kyung berjalan ke counter yang menjual berbagai macam sayuran. Yaiksss. .

Ji Kyung mengambil hampir 5 macam sayuran. ‘apa dia gila’ batinku. “Kau harus sering-sering makan sayur. Jerawatmu harus kau kurangi.” Ucapnya. “Tapi jangan banyak-banyak. Lihat ini. Satu. .Dua. .Tiga. .Empat. .Lima” ucapku sambil mengangkat beberapa sayuran di troli kami. Dia menghiraukanku. “Ayo ke kasir” ajaknya. Kami membayar seluruh barang belanjaan kami. “eum, kita mampir beli eskrim dulu ya. Aku tahu dimana tempat yang menjual eskrim terenak di daerah ini. Kau mau kan Kyu? Please” pintanya memelas. Aku menganggukkan kepalaku tanda setuju. Ia berteriak kegirangan.

Kami berjalan ke sebuah cafe yang kecil. Dari luar tempat ini kurang menarik, tapi ketika kita memasukinya. Wow. Hanya itu yang akan kau ucapkan. Interiornya mengagumkan. Kursinya dibuat ukiran bergambar tokoh kartun. Ada tokoh kartun Walt Disney, ada tokoh kartun dari Marvel. Bahkan tokoh kartun dari beberapa game  pun ada. “Ayo Kyu, jangan melamun saja” Ji Kyung menarik tanganku ke sebuah kursi di sudut ruangan dekat jendela. Aku mengambil tempat di depannya. “Mau pesan apa?” tanya sang pelayan sambil menyodorkan buku menu. “Eumm. .”

“Aku vanilla blueberry chocochips” ucapku dan Ji Kyung bersamaan. Kami terkekeh. “Oke, Vanilla Blueberry Chocochips 2” ulang sang pelayan. “Kalian berdua cocok sekali” ucap sang pelayan lagi sambil berlalu. Kulihat pipi Ji Kyung menjadi merah. Kyeopta. Tak berapa lama, Pesanan kami pun datang. Dia memakannya dengan lahap. “Pelan-pelan.” Ucapku. Dia tersenyum. “Kyu. .” panggilnya. “hemmm, apa?” jawabku sambil mendongakkan kepalaku. “Kau jelek” dia terkekeh pelan.

Setelah selesai makan, kami melangkahkan kaki ke halte bus. Jam sudah menunjukkan pukul 16.00. Memang sudah saatnya kami pulang. “Kyu tunggu. .” panggilnya saat aku berlari mendahuluinya. “Kejar aku babo!” ejekku. Dia mengejarku. Aku masih terus berlari sampai kudengar sebuah suara. “Auuu. .Appo” Kubalikkan tubuhku. Ji Kyung jatuh terjembab ke tanah karena menabrak seorang namja. Namja yang ditabrakpun juga jatuh ke tanah. Aku berlari menyusulnya. “Kyu, appo” ucap Ji Kyung. “Ini semua gara-gara kau” ucapnya. Aku membantunya berdiri. “Yak! Ini juga salahmu karena tadi mengejekku jelek”. Dia mengerucutkan bibirnya. Matanya tertuju pada namja yang tadi ia tabrak. “Mianhae. Aku tadi tidak sengaja.” Ji Kyung meminta maaf pada namja yang telah ia tabrak. “Ne, gwenchana. Lagipula aku tidak apa-apa”

Ji Kyung POV

Aku mengejar Kyu yang sudah berlari jauh di depanku. Tanpa aku sadari, aku menabrak seorang namja. BUGHH. .badanku tersungkur ke tanah. Namja yang kutabrak tadi juga jatuh ke tana. “Auu. .Appo” ucapku kesakitan. Kulihat lututku berdarah. Kyuhyun pun berlari menghampiriku. “Kyu, appo” ucapku lagi. Dia hanya menatapku khawatir. “Ini semua gara-gara kau” ucapku. “Yak! Ini juga salahmu karena tadi mengejekku jelek”. Cih. .disaat seperti ini dia masih saja mengajakku bertengkar.  Kyuhyun membantuku berdiri. Mataku terfokus pada namja yang kutabrak. Dia juga menggunakan alat penyamaran seperti yang Kyuhyun pakai. Apa dia artis?.

Aku membungkukkan badanku pada namja yang telah kutabrak. “Mianhae. Aku tidak sengaja”. Namja itu tampak membersihkan debu yang menempel di bajunya. “Ne, Gwenchana. Lagipula aku tidak apa-apa” jawabnya. Dia menampakkan wajahnya kehadapanku. “Kau. .” ucapku tergagap. “Ji Kyung?” panggilnya.

 

TBC

Annyeong reader~~ gomawo kalian masih mau komen dan itu membuat saya bersemangat melanjutkan FF ini ditengah ujian yang selalu datang *lebaygila*. Saya juga minta maaf atas part kali ini, pendek ya? Mian ya. . Author  juga lagi sibuk banget sama jadwal UKK. Mian *deepbow*

Gomawo reader, RCL ya. .kalo gak Kyuhyun buat aku hlo /plakk

 

26 thoughts on “[Freelance] Me and My Doctor part 8

  1. haaaaa- akhirnya ni ff keluar juga. Udah akaran bin lumutan saya nunggu ni ff ..:D
    eh, tiba-tiba TBC pula, dengan ending yang sangat-sangat membuat otakku penasaran ..
    siapakah namja yang Ji Kyung tabrak ituuu? ahhh, aku penasaran gila :D
    salah satu personil 2PM kah? aha haha-

  2. annyeong~
    author disini!!
    gomawo yang udah mw komen. .kalo masalah publish kelamaan itu bkn kehendak saya. .
    gomawo semua /bow

  3. Yes~ ada lg :) kmn ajj?! =[

    Hmm,, siapa y namja itu?! -_-” Chansung?
    emank kyu bsa lari/ Kyu kn terbang! Lah kn dy setan! WAKWAW…
    Cho Kyuhyun emank slalu bkin jantung org berdetak spt genderang mw perang @_@
    LANJUTT!!

  4. chingue, lama yaaaa,

    gak pendek-pendek amat kok chingue.

    Koreksi dikit ya, pas Kyu bilang ahra eonnie udah menikah, seharusnya kyu manggil ahra eonnie dengan sebutan noonna,
    ada beberapa typo, tapi gak masalah, tidak mengurangi feel ffnya. aku juga sering gitu kalo nulis. *parahan aku malah*

    penasaran sama namja yang nabrak ji kyung,
    siapakah? Apa masa lalu ji kyung?
    Sepertinya tu namja kenal sama ji kyung,

  5. Ayo lanjut hahahaha
    muncul jga ni ff.. ak sempet lupa critany gmna..tp skrang dh inget hahahhaa
    bkn.ny kyu mang dh suka ma ji kyung y,,??
    mudah2an ttep sma ji kyung..^^
    trus cwo yg ktbrak td spa y..??
    lnjut thor..^^

  6. wow…
    dr part 7 ke part 8 hrs nunggu 1bulan lebih.
    aku ampe lupa ceritanya gmn.

    jgn lama2 dong lanjutnya.
    klo lupa hrs baca dr awal lg soalnya

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s