[Freelance] Me, My Boyfriend, My Idol part 2

Title                       : Me, My Boyfriend, and My Idol (Part 2/3)

Episode                  : Between Us

Author                   : de_yeppa

Main Cast             : Kwon Gain, Jung Yonghwa CN Blue, DBSK Changmin

Supporting Cast    : SJ Kyuhyun, SNSD Seohyun

Rating                    : AG

Genre                    : Romance, Friendship

Warning                : This story based on my imagination. Don’t sue me! If you don’t like, don’t read this page.

Disclimer               : This is mine.

********************************************

Beberapa bulan kemudian.

“Dimataku, Seohyun lebih cantik. Seohyun, I love U” teriak Yonghwa ke arah kamera yang sedang merekam acara strong heart malam itu, “Apa yang harus kulakukan!” lanjutnya dengan ekspresi yang menyiratkan kesedihan.

Blipp,,, Gain mematikan TV-nya dengan perasaan berkecamuk. Yonghwa, apa-apaan ini? Itu perasaanmu yang sebenarnya? Pantas saja selama beberapa bulan ini kau jarang menghubungiku, terlebih ketika hubungan pernikahanmu di WGM berakhir. Kau sadar sebulan terakhir ini kau tidak memberi kabar padaku, batin Gain.

Tanpa terasa, airmatanya mulai bermuculan dari sudut matanya. Gain meraih ponselnya dan menghubungi seeseorang.

“Yeoboseo, Kau ada waktu?”

“…”

“Tidak, aku tidak menangis!” Elak Gain sambil berusaha menahan tangisnya. Dia tidak mau orang yang sedang ditelponnya ini cemas.

” Baiklah, aku tunggu di sana.” Gain memutuskan sambungan telponnya dan bergegas mengambil kunci mobilnya .

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

Gain memarkirkan mobilnya di sebuah cafe yang berada cukup jauh di luar kota Seoul dan yang pasti jauh dari keramaian. Harus begitu, karena orang yang akan d temuinya ini adalah seorang member dari grup idola paling populer di asia sekarang, SUPER JUNIOR Kyuhyun.

Gain dan Kyuhyun adalah teman semasa SMA,  cukup dekat hingga membuat Gain cukup nyaman untuk berbagi keluh kesahnya. Selama ini diantara semua temannya, hanya Kyuhyun yang mengetahui bahwa Yonghwa berpacaran dengan Gain.

“Kau sudah lama menunggu?” suara Kyuhyun mengejutkan Gain yang dari tadi entah pikirannya berada dimana.

Gain menoleh dan sedikit bingung karena melihat Kyuhyun datang bersama temannya.”Ah, tidak. aku baru saja datang.” sanggahnya. “Duduklah.”

“Maafkan aku Gain, waktu kau telpon tadi. Aku sedang bersama temanku. Jadi daripada repot. Kuajak saja dia kesini.” jelas Kyuhyun panjang lebar.

“Kyuhyun, aku akan menunggumu di sana.” kata namja yang tadi bersama Kyuhyun seraya meninggalkan Kyuhyun dan Gain berdua.  Sekilas Gain memandang namja bertopi dan mengenakan masker itu. Apa dia seorang artis, dia seperti sedang menyamar, pikir Gain. Tapi Gain tidak punya banyak waktu untuk lebih memperhatikannya.

“Aku sudah tau alasanmu memintaku kemari.” tutur Kyuhyun seraya menatap Gain lembut. “Waktu. Ya aku rasa saat ini, kau dan Yonghwa butuh waktu. Dia mungkin  hanya bingung untuk membedakan  mana perasaan yang nyata dan tidak.” Lanjutnya yang mulai menasehati Gain.

Gain hanya mengangguk, sebisa mungkin menahan air matanya. Dia tidak menyangka Kyuhyun yang punya gelar evil maknae itu ternyata memiliki pemikiran yang dewasa juga.

“Menangislah, jika kau ingin menangis. Jangan ditahan dalam hati. Sebentar lagi kau pasti mendapatkan hikmahnya.” saran Kyuhyun, entah mengapa setelah mengucapkan kalimat itu, Gain melihat segaris senyum evil di wajah Kyuhyun.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

 “Aish!!!” Tiba-tiba Kyuhyun mendengus kesal setelah menerima sebuah pesan.

“Wae?” tanya Gain heran.

“Aku harus ke studio sekarang! Hummmpp, bisakah kau mengantarkan temanku itu pulang?” pinta Kyuhyun dengan wajah polosnya. Dia menunjuk ke arah temannya yang berdiri di depan mobilnya.

“Kok aku?”

“Ayolah, kumohon. kau tak mau membantuku? Sekali ini saja. Kau tidak akan menyesal, Gain” rengek Kyuhyun dan lagi-lagi dia tersenyum mencurigakan.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

Kyuhyun perlahan meninggalkan Gain dan temannya itu. seraya sesekali memperhatikan keduanya lewat spion mobil.

Suasana canggung mulai menyelimuti mereka. “Humm, kurasa dari tadi aku belum memperkenalkan diriku.” kata namja itu memulai pembicaraan. Dia mengulurkan tangannya ke arah Gain. Dan Gain menjabatnya. “Changmin.”

“Gain.”

Hening. Lagi-lagi atmosfir canggung hadir. Gain memang bukan tipe yang mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya.

Sementara itu,

“Gain, fans macam apa kau itu” gumam Kyuhyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tidak bisa mengenali idolamu sendiri. Aigoo!” lanjut Kyuhyun yang kini mulai terkekeh pelan.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

~you’ve got the wrong number, so don’t call me no more~

Gain melirik layar ponselnya yang sedang berbunyi itu. Ternyata panggilan dari Yonghwa.

Gain merapatkan mobilnya ke sisi jalan. “Mianhe, aku harus menjawab telpon dulu!” katanya kepada Changmin.

Changmin mengangguk, Kemudian Gain meninggalkannya sendiri di dalam mobil.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

 (Changmin POV)

“Tidak apa, aku mengerti. Aku juga butuh waktu!” tanpa sengaja aku mendengar pembicaraan Gain, rupanya dia sedang berbicara pada Yonghwa.

Gadis ini mencoba tegar, pikirku.

Aku mungkin tidak mengenalnya secara langsung, tapi aku sering mendengarnya dari Kyuhyun dan sesekali melihatnya saat aku mengantar Kyuhyun untuk bertemu dengannya. Walaupun Kyuhyun tidak bercerita secara rinci, tapi secara garis besar, aku tahu apa yang dirasakannya dan mulai menyukainya. Entah kenapa, aku ingin sekali melindungi gadis ini.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

 “Maaf membuatmu menunggu.”

“Gwencana.” sahut Changmin, dia melirik ke arah gadis  yang kini berusaha keras menahan tangisnya itu. “Lebih baik aku yang menyetir.” tawar Changmin.

Tanpa persetujuan Gain, Changmin langsung keluar dari mobil dan mempersilahkan Gain untuk bergeser dari kursi kemudi.

“Tidak baik terlalu bersedih!” kata Changmin  lembut seraya menatap ke arah Gain. “Aku punya satu rahasia yang bisa kubagi padamu. Kau mau tau?”

Gain menatap changmin heran. Changmin mengisyaratkan Gain untuk mendekat. Gain pun mendekat, tiba-tiba Changmin berbisik ~~~

“Ahahaha…” tawa Gain pun pecah.

“Lebih baik begitu. Terlihat manis!” perkataan Changmin membuat pipi Gain bersemu merah.

“Sstt, kau tidak boleh memberitahu siapapun tentang rahasiaku! Janji?” pinta Changmin serius, dia mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Gain. Gain pun mengaitkan kelingkingnya.

“Baiklah, aku berjanji!” ucapnya sambil menahan tawa.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

bip~bip

from : EVILKyu

Bagaimana? Apa kau mengantarnya dan melihatnya masuk ke dalam apartemennya? temanku itu sangat berharga. Jadi, Kwon Gain-ssi bersikap baiklah padanya :p

~~

Replay To : EVILKyu

Yakkk, dia bukan anak-anak, dia bisa menjaga dirinya sendiri.  :p

Wae? Memang dia siapa??Artis???

~~

From : EVILKyu

Paboo-ya!!! Kau bilang kau seorang Cassiopeia. Dia itu Shim changmin.

~~

Replay to : EVILKyu

Yakk! Aku sedang tidak ingin bercanda denganmu!

~~

From : EVILKyu

Terserah.. Aku mau tidur!

~~

Gain membaca ulang pesan dari Kyuhyun. Dan mecoba mengingat-ingat nama namja tadi. “Astaga!” pekiknya.

Kyuhyun mungkin memang jahil, tapi dia tidak pernah berbohong. Benar itu Changmin, harusnya aku mengenalinya dari postur tubuhnya yang tinggi, batin Gain,

“Pabo-yaa,,,!!!” desis Gain seraya memukul pelan pelipisnya dengan telunjuk.

Gain meraih poselnya dan mengetik sebuah pesan singkat.

To : EVILKyu

Kyu yang ganteng, baik hati dan tidak sombong. Bisa kau membawaku bertemu dengannya lagi? Aku mau meminta maaf. Akan ku traktir kau makan malam. Plisss

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

Sretttt,,,

Gain langsung membungkukkan setengah badannya di depan Changmin. “Maafkan aku karena tidak mengenalimu dan bersikap tidak sopan!” ujar Gain bersungguh-sungguh.

Changmin mengangkat tangan dan mengisyaratkan kepada Gain untuk berhenti membungkuk dan bersikap formal. “Gwencana.”sahutnya.

“Tidak! Sebagai fansmu, aku sangat malu! Akh, apa yang harus aku lakukan untuk menebusnya!”

“Hmmm!!?” Changmin terlihat memikirkan sesuatu. ” Kalo begitu ikutlah denganku ke suatu tempat!” pintanya seraya meraih tangan Gain dan menuntunnya ke arah mobil.

“Huh??” hanya itu yang bisa diucapkan Gain, setelah merasakan hangatnya tangan Changmin yang kini memegang tangannya erat. Seperti sebuah mimpi bagi Gain.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

Gain melirik hati-hati ke arah Changmin yang kini duduk meyetir di sebelahnya. Satu kata untuk menggambarkannya SEMPURNA. Entah kenapa Gain merasakan wajahnya memanas. “Aihh! Mikir apa sih.” Batinnya.

Setelah 1 jam, sampailah mereka di sebuah villa pedesaan dengan pemandangan yang begitu indah, padang rumput yang luas dan perbukitan yang hijau. “Waahhh…” kata Gain yang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.

Seorang bibi berlari mendekati mereka, “Tn. muda Shim!” sapanya ramah.

“Ah ne, bibi. Aku akan menginap di sini malam ini. Oh ya, ini Kwon Gain. Gain-ssi, Bibi jung.” Changmin memperkenalkan keduanya.

Bibi Jung mengerling ke arah Changmin dan tersenyum mencurigakan. Dia kemudian memandangku, “Tn. Muda, kau sudah dewasa!” kata bibi terkekeh.

“Changmin-ssi, kau bilang kita akan menginap di sini?” tanya Gain terkejut.

“Bukannya kau mau melakukan sesuatu untuk menebus kesalahanmu padaku?” jawab Changmin santai dan segera berlalu dari hadapan Gain.

“Huh??? Aku ini gadis baik-baik, Changmin-ssi!” seruku.

Changmin tidak menggubris seruan Gain dan terus berjalan. Beberapa detik kemudian dia berbalik, “Hey, kau sedang apa? Masuklah!” ajak Changmin yang melihat Gain tetap pada posisinya.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

Setelah menikmati makan malam, Changmin memutuskan untuk mengajak Gain berjalan- jalan di sekitar sana.

“Kita mau kemana?” Tanya Gain.

“Aku ingin mengajakmu melihat bintang lebih dekat.” Jawab Changmin . Dia tersenyum ke arah Gain. “Ayo cepatlah!” Changmin menarik tangan Gain agar berjalan lebih cepat.

Changmin tidak melepaskan sedikitpun genggaman tangannya sepanjang perjalanan menaiki sebuah bukit kecil. Itu sukses membuat jantung Gain ingin melompat ke luar.

Selama ini Gain selalu mengagumi sosok yang kini berjalan di sampingnya. Baginya ini mungkin bukanlah cinta antara laki-laki dan perempuan tapi lebih tepatnya cinta antara fans dan idolanya.

Changmin menghempaskan tubuhnya di atas padang rumput di bukit itu dan menatap ke arah langit yang pada malam itu sangat indah bertabur bintang. “Duduklah disini!” pintanya sambil menepuk-nepuk rumput di sampingya. Gain pun duduk di samping Changmin.

“Sebelum debut, aku sering ke sini. Bukankah ini adalah tempat terbaik untuk melihat bintang?” Tanya Changmin, dia menoleh kearah Gain yang  sekarang duduk di sampingnya dan tersenyum.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

 (Gain POV)

Dia tersenyum ke arah ku, dengan senyuman khas seorang Shim Changmin. Mimpi apa aku semalam hingga malam ini aku bisa melihat idolaku dalam jarak sedekat ini. Aku harus berterimakasih kepada Kyuhyun, karena dialah sekarang aku bisa bertemu dengan idolaku ini.

Aku membalas senyumannya dan memberanikan diriku menatap matanya. Mata kami bertemu.  Sungguh mata yang indah, dan benar-benar dapat meneduhkan hati. Aku melihat ada sebuah ketulusan terpancar dari sinar matanya.

Aku merasakan kedua pipiku mulai memanas, dan mungkin sekarang bersemu merah. Cepat-cepat kualihkan pandanganku ke langit. “Sekarang aku merasa sangat dekat dengan bintang!” ujarku.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

Changmin merebahkan kepalanya di pundak Gain. Ntah kenapa, dia ingin sekali bersandar pada gadis itu.

Gain sedikit terkejut, “Changmin-ssi!” katanya pelan.

“Sebentar saja. Tetaplah seperti ini.” Pinta Changmin sambil memejamkan matanya.

“Nee,,,”  Gain berusaha bersikap setenang mungkin. Kali ini dia membiarkan saja kepala Changmin bersandar di pundaknya, sejujurnya selama ini tidak ada yang pernah bersikap seperti ini padanya. Bahkan Yonghwa sekalipun.

Krokkk..ngkroookkk,,, Tiba-tiba terdengar suara aneh.

“Changmin-ssi, kau dengar itu?” Gain menepuk-nepuk pelan bahu Changmin.

“Hmmm???” sahut Changmin yang kini telah bangun dan menggeliatkan sedikit badannya.

Krokkk..ngkroookkk suara itu semakin dekat

“Aisshh,” pekik Changmin setelah melirik ke arah arlojinya. “Ayo kita pulang, aku lupa kalau akan ada babi hutan yang berkeliaran jam segini. Dan mereka sangat liar” Lanjutnya.

Krokkk..ngkroookkk,  suara itu semakin dekat, tak lama kemudian seekor babi hutan berukuran besar berlari ke arah mereka.

Changmin dan Gain pun berlari menuruni bukit, babi hutan itu mengejar mereka dan semakin dekat.

“Akkkhhhh,,,” teriak Gain dia terpleset dan akhirnya jatuh menggelinding ke bawah.

“Gaaiiinnnn!!!!” teriak Changmin, dia pun meloncat ke arah Gain dan menggelinding bersama. Untung saja  mereka tidak jatuh ke jurang. Tapi ke padang rerumputan di bawah bukit.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

Changmin melepaskan pelukannya dari Gain yang ternyata tidak sadarkan diri. “Gain???” dia mengguncang pundak gadis itu pelan.

“Gain??” ulangnya.

“Uhh..” rintih Gain pelan, rupanya kesadarannya muai kembali.

“ Kau baik-baik saja kan?” Tanya Changmin cemas seraya membantu  Gain berdiri.

“Yeahh, kurasa.” Ujar Gain,,, “Akhh..” Dia meringis kesakitan saat mulai melangkahkan kakinya.

“Kakimu pasti keseleo,” ujar Changmin , dia membungkuk untuk memeriksa kaki gadis itu.

“Jangan ditekan, sakit sekalli.” Ringis Gain.

Tiba-tiba Changmin berjongkok di depan Gain. “Naiklah ke punggungku!”

“Tidak usah, aku bisa jalan ko.” Tolak Gain.

“Sudahlah! Cepat naik!” pinta Changmin setengah memaksa. Kemudian dia mengalungkan lengan Gain di lehernya dan mengangkat tubuh gadis itu di punggungnya.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

 “Lagu apa yang paling kau suka? Kau suka lagu baru kami? Before U Go.” Tanya Changmin, masih sambil menggendong Gain.

“Ah nee, tentu.” Jawab Gain. Dengan jarak sedekat ini, dia dapat merasakan hangat tubuh Changmin dan mencium aroma tubuhnya. Ntah kenapa, bersama Changmin membuatnya sedikit melupakan masalahnya bersama Yonghwa.

Changmin mulai bernyanyi “ Just Know this before u go, that I was the only  man who love you only ~~~”.  Dia terus bernyanyi  sampai kembali ke villa Changmin.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

 Mobil milik Changmin berhenti di depan apartemen Gain “Terimakasih telah menemaniku.” Ujarnya.

“Jangan sungkan. Akulah yang beruntung bisa bertemu denganmu.” Sanggah Gain.

Gain bersiap membuka mobil Changmin, namun tiba-tiba  tangan Changmin menahannya. “Mmm, bisakah kita bertemu lagi untuk makan malam atau yang lainnya? Seperti kau dan Kyuhyun?” Tanya Changmin penuh harap.

“Rasanya sedikit sulit.” Ujar Gain. Terus terang Gain takut jika ada fans  DBSK yang memergoki mereka jalan berdua.

Changmin cemberut “Ayolah?” pintanya lagi sambil menarik-narik  ujung kemeja Gain. Persis seperti anak-anak yang sedang merengak minta dibelikan sesuatu.

Gain berpikir sejenak dan akhirnya  menyetujui permintaan Changmin.“Mmm, baiklah.”

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

(Gain POV)

1 bulan kemudian.

Bip~bip

From : EVILKyu

Sepertinya belakangan ini kau sering pergi dengan Changmin. Apa kau berkencan dengannya?

~~~

Replay to: EVILKyu

Jangan bercanda. Aku hanyalah fans beruntung. :p

~~~

From :EVIL Kyu

JINJJA????

Aisshh, Cho Kyuhyun, dia mulai meledekku sekarang. Padahal aku sempat berpikir untuk berterimakasih padanya. Lebih baik aku mengurungkan niatku itu. Huh.

~you’ve got the wrong number, so don’t call me no more~

Ponselku berbunyi. “Yeoboseo? Ah, ada apa lagi?”… “ Sekarang?” …“Baiklah.”

Bergegas kurapikan rambutku. Kyuhyun bilang, sekarang dia menungguku di taman dekat apartemenku. Aneh, tidak biasanya dia mengajakku bertemu di taman. Apa anak itu dalam masalah.

Sepi, tak ada seorang pun di taman. Kemana dia? Pikirku. Sekali lagi kuperhatikan sekitarku, tak ada tanda-tanda kehadiran Kyuhyun si evil itu.

“Apa dia menjahiliku?” dengusku sedikit kesal.

Seseorang menepuk pundakku pelan, aku berbalik dan orang itu tiba-tiba menyodorkan seikat bunga lili ke depan wajahku.

Bunga-bunga itu menutupi pandanganku. “Hei! Apa-apaan kau?” seruku.

Orang itu menyingkirkan bunga lili itu dari wajahku.  Sehingga kini aku dapat melihat wajahnya dengan jelas. “ Kau???” pekikku.

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

 “Hai??” sapa Changmin ceria.

“Changmin-ssi? Mengapa kau kemari, mana Kyuhyun?” tanyaku heran.

“Kau pasti tidak mau datang kalau aku yang memintamu, jadi aku sengaja meminta bantuan Kyuhyun untuk menyuruhmu kemari.” Changmin tersenyum puas. “Sepertinya aku harus mentraktir anak itu makan nanti.” Lanjutnya.

Gain menekuk mukanya karena kesal. Ternyata dua orang itu menjahilinya.

“Ini untukmu!” ujar Changmin menyerahkan bunga lili tadi. “Ayolah, jangan marah.” Bujuknya.

Gain menerima bunga itu dengan muka masih cemberut.

“Pyong…pyong…pyongg” Changmin mulai menirukan gerak Sailormoon di depan Gain dan sukses membuat gadis itu tersenyum.

Srettt.. tiba-tiba saja, Changmin merengkuh Gain di dadanya. Sontak membuat Gain terkejut dan berusaha melepaskan diri. Tapi perlawanan Gain sia-sia karena Changmin terus memeluknya erat. “Changmin-ssi, ini taman! Nanti ada orang lain yang melihat kita.”

“Johahaeyo.” Tutur Changmin tanpa mempedulikan perkataan Gain barusan.

“HUH??”

“Johahaeyo Gain-ah!” ulangnya. “Berkencanlah denganku?”

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

Gain menutup pintu apartemenya. Tubuhnya langsung merosot di pintu. Barusan apa yang dikatakannya, batin Gain.

“Akh, jantungku! Mengapa berdetak begitu cepat!” rintihnya sambil memegang dadanya. “Dia selalu saja membuat jantungku bekerja keras!’

Bip~bip, Gain mengeluarkan poselnya yang berbunyi.

From : yong2

Gain-ah! Mianhaeyo. Selama ini aku meragukan perasaanku sendiri padamu. Bisakah kita bertemu besok malam. Aku tunggu kau di taman.

Gain terus menatap pesan dari Yonghwa. “Wae?” gumamnya. “Harusnya aku senangkan?”

Tapi perkataan Changmin selalu terngiang-ngiang di telinga Gain. Entah kenapa Gain dibuat bingung olehnya.

Johahaeyo Gain-ah! Berkencanlah denganku? Tidak perlu kau jawab sekarang. Jika kau juga menyukaiku, datanglah ke bukit bintang besok malam, aku menunggumu.

Lagi-lagi suara ponsel membuyarkan lamuan Gain.

From :EVILKyu

Gain, Kau tahu? Mengagumi adalah mencintai dengan pikiran, mencintai adalah mengagumi dengan hati.  Aku rasa, kau juga mulai menyukainya.

Kyuhyun, apa maksudmu, batin Gain. Yaakkk, Apa yang harus ku lakukan?? Aku dilemaa,,,

— Me, My Boyfriend, and My Idol:  Between Us —

PS : Annyeong readers,,,, Haiii, ketemu lagi…gimana ceritanya??? GAJE??hahaha,,emang,,, ini ff juga udah lama nangkring di blokku, bikinnya karena temenku yang minta,,,ahaha,,, mian kalo jelek,,,

Ayo main tebak2an, siapa ya yang bakal di pilih Gain? Yonghwa, Changmin atau malah si EVILkyu???? Bagi yang tebakannya benar, aku beri hadiah,,, eng ing enggg,,,, hadiahnya adalah kasih dan sayangku deh,,,ahaha #plakkk

,, Ditunggu saran dan kritikannya ya,,,*deep bow*

 

 

6 thoughts on “[Freelance] Me, My Boyfriend, My Idol part 2

  1. SI MAKNAE SUKA SMA GAIN JUGA YA???!!!!!! #teriak sekencang kencangnya smpe kdengaran di monas.

    wah,aku lbih suka klau gain sma changmin.! tpi,si kyu knapa tuh?? pnasarann!!lanjutt

  2. keren!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. babiKyu… gk Usah ikut”an naksir Gain’deh,,,*Kyupp’ Naksir q aj*plaaaakk

    aq lebih ska’ Gain ma’ Changmin…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s