I’m your Secret Admirer part 2

Title                     : I’m Your Secret Admirer part 2

Author                : shineofshinee

Main cast           : Min Hyo Rin, Kim Kibum (Key), Hyun Jai, Kim Yoora

Support cast      : Hyun Ji, Shinee

Length                : Chapter

Genre                  : Romance, Humor, Friendship

Rating                 : PG-13

Ps                         : Sebelumnya author ucapin makasih buat readers yang udah baca dan ninggalin komen. Silahkan dibaca lagi deh lanjutan ceritanya! ~Happy reading ;D

 

 

I’m your secret admirer part 2

 

 

-KEY POV

Aku masih mengingat saat saat 6 tahun yang lalu, jatuh cinta kepada seorang yeoja yang tak mengenaliku. Aigoo, sekarang dia terlihat  lebih cantik, membuat rasa cintaku mulai bermekaran kembali. Aku benar benar senang saat menyentuh tangannya dan melihat wajahnya jelas saat ia memejamkan mata.  Itulah yang selalu aku harapkan sejak dulu. Walaupun tadi aku harus berbohong berpura-pura bisa membacanya, padahal aku tahu itu semua sudah sejak lama, sejak aku SMA, tapi itu mebuatku sangatlah puas. Andai saja dia tahu, bahwa saat SMA dulu aku sangat mengagumi dirinya. Aku sering sekali memperhatikan dia, mengikuti, mencari tahu namanya, berusaha mengenal sifatnya, dan aku tahu dia tak pernah menyadari hal itu. Dia tak tahu bahwa aku sering memperhatikannya, bahkan dia tidak mengetahui bahwa aku satu sekolah dengannya. Hobinya adalah pergi ke perpustakaan, melihat-lihat buku fashion dan kemudian menggoreskan pensilnya diatas sebuah kertas untuk membuat sebuah design baju. Di setiap lembar buku design yang ia buat, selalu kulihat  tulisan “aku adalah seorang designer terkenal dan pemilik butik ternama di masa

depan”. Aku selalu meyelipkan kartu ucapan dengan tulisan “Saranghe” di dalam bukunya, megirimkan surat cinta, dan memberikannya sebuah jam tangan pink yang kutaruh di loker mejanya saat ia berulang tahun. Setiap barang yang ia miliki rata-rata berwarna pink, jadi aku bisa menarik kesimpulan kalau dia menyukai warna pink, dan semenjak saat itulah aku jadi menyukai warna yang juga ia suka. “Min Hyo Rin, sarangheyoo!!”, ucapku pelan dengan senyuman lebar. Tiba tiba Onew datang menghampiriku. “Bagaimana tadi? Sepertinya kau terlihat senang sekali hari ini”, tanyanya heran padaku. “Tentu saja, aku benar benar puas dengan hari ini”, jawabku santai. “Sudah, aku ingin tidur”, tambahku dan segera menarik selimut. “Baiklah, tapi besok ajak aku berkenalan dengannya yaa yeobo!!”, aku masih mendengar Onew menggerutu. “Ne”, jawabku pelan.

* * * * * *

“Huaaah”, aku melihat Onew berusaha mengumpulkan nyawanya setelah terbangun dari tidur. Padahal sudah dari 15 menit yang lalu aku mambangunkannya, tapi dia baru melek sekarang. “Ayo Key!!”, ajaknya setelah benar benar bangun. “Mau kemana?”, tanyaku bingung. “Kau katanya akan mengenalkan ku dengan Hyo Rin. Ayooo!!”, ajaknya lagi dan mulai menarik tanganku. “Oh Hyung!”, aku segera menarik jaketku yang ada di kursi dan pergi mengikuti Hyungku keluar kamar. “Huuuh!! Udara paginya begitu sejuk yaa Hyung”, kataku sambil melihat sekeliling pantai, dan diujung sana kulihat seorang yeoja yang sedang asik menelpon. Tiba- tiba Onew hyung menarikku lagi menuju yeoja itu. “Annyeong haseyo Hyo Rin!”, sapanya pada yeoja itu yang ternyata adalah Hyo Rin. Waah anak ini sok akrab sekali, padahal kenal saja belum. Aku tahu, sepertinya Hyo Rin langsung shock melihat Onew karena baru saja ia disapa langsung oleh sang leader SHINee. “Annyeonghaseyo oppa”, jawabnya kaku.  “Annyeonghi jumusyeotseumnikka!”, sapaku kemudian. “Ne, Key!”, sahut Hyo Rin dengan senyuman. “Minhae, aku telah mengganggumu, lanjutkan dulu saja telponnya!”, akhirnya onew hyung sadar juga kalau dia telah mengganggu pujaan hatiku ini. Kulihat Hyo Rin mengangkat telponnya kembali, dan tiba tiba mematikannya. “Ne, tapi telponnya sudah terputus”, jawab Hyo Rin. “Hey Hyo Rin, katanya Onew hyung ingin mengobrol denganmu, mungkin sekarang dia ingin menggebet fansnya! Haha”, candaku pada Hyo Rin dan membuat hyung ku terlihat jengkel. “Hey, apa-apaan kau ini?! Bukankah semalam kau yang terus membayangkan wajahnya, membanggakannya, bahkan bilang kalau kau sangat menyukainya, ya kaaaaaan??”, ejek hyungku dengan tertawa puas, dan Hyo Rin juga terlihat menertawakanku. “Mwo?? Mengapa kau mengatakan hal itu hyung?!”, rasanya muka ku sudah mulai merah bagaikan kepiting rebus, aaah.. aku malu sekali dengan Hyo Rin.

* * * * * *

-HYO RIN POV

Kaget setengah mati aku, ketika mendengar Onew menyapaku tiba tiba. Aigoo, masih tak menyangka kalau tadi aku mengobrol dengan Onew oppa. God! Thank you so much, I’m so happy. Tapi tadi pembicaraanku dengan Hyun Jai terputus karena ulah si leader aneh itu, padahal aku belum menceritakan semua hal yang terjadi denganku, termasuk dengan Key.  Tapi dia malah langsung mematika teleponnya. Fyuuh!! Tak tahu kenapa akhir-akhir ini aku menjadi dekat dengan Hyun Jai mungkin karena dia telah membantuku. Semoga saja dia sudah tidak ada perasaan apapun denganku. Wow, aku begitu senang mendengar Onew mengatakan bahwa Key membayangkan wajahku, dan bahkan sangat menyukaiku. Aku hanya bisa tertawa kecil mendengar itu, pasti Onew oppa hanya mengada-ngada ucapannya. “Aaww!!”, terdengar suara yang mengagetkanku. Aku bergegas keluar kamar, dan di tepi pantai sana kulihat Taemin yang sedang merengek kesakitan seorang diri. Lalu kuhampiri saja dia dan bertanya padanya “Hey, kau tidak apa-apa?”, Taemin malah menatapku kaget. Kulihat dengan jelas kakinya terluka, sepertinya tergores karang-karang pantai. “Lihatlah noona, kakiku terluka dan aku tidak bisa jalan”, sahutnya. “Baiklah, tunggu disini yaa aku akan mengambilkan perban dan obat merah di kamarku!”, pintaku padanya. “Lukanya cukup dalam Taemin”, aku mengobati lukanya itu dengan obat merah, dan sesekali kudengar dia meringis kesakitan. “Sini biar aku perban dulu”, ucapku. “Tidak usah noona, sepertinya luka seperti ini tak perlu di perban”, kulihat Taemin berusaha berdiri. “Oh, baiklah kalau begitu”, kataku. “Gamsahamnida, untung saja ada noona”, ucapnya lagi. “Sama-sama Taemin, aku senang sekali bisa membantumu. Aku Hyo Rin”, aku berusaha mengenalkan namaku lagi. “Ya noona, aku masih mengingat namamu. Kau sepertinya sudah sangat dekat dengan Key hyung, bukan begitu?”, tanya Taemin penasaran. “Baru saja kemarin aku dekat dengannya”, jawabku. “Baiklah noona, aku harus kembali ke kamarku”, sekarang dia berusaha berjalan. “Ne, kau bisa berjalan kan?”, tanyaku khawatir. “Tenanglah”, dia menjawab. Tapi tiba-tiba kulihat Taemin terjatuh, “Aw, kakiku masih terasa sangat perih”, keluhnya. “Baiklah Taemin, kalau begitu aku akan mengantarmu”, aku segera merangkul pundaknya. “Noona kamarku cukup jauh dengan kamarmu, tidak apa-apa?”, tanyanya. “Tidak apa-apa ko”, aku menjawab santai. Tak sampai 10 menit, kami pun sampai. Kulihat Onew, Key, Jonghyun dan Minho yang sedang asik mengobrol. Kehadiranku membuat suasana menjadi tak nyaman, karena aku datang bersama Taemin dengan kondisi kakinya yang terluka walau tidak terlalu parah. “Hyo Rin!”, teriak Key tiba tiba. “Taemin, kakimu berdarah banyak sekali, aku tak berani melihatnya, kau kenapa?”, sambung Onew kaget sambil menutup kedua matanya. “Hyung, kakiku hanya tergores batu karang, tidak terlalu parah ko, dan yang kau lihat ini bukanlah darah tapi obat merah, tadi aku terlalu banyak menggunakannya”, jelas Taemin. “Minhae, tadi aku menemukan Taemin di pinggir pantai kakinya terluka, jadi aku berusaha mengobatinya dengan obat merah”, aku menjelaskan pada mereka. “Ya, dia telah membantuku hyung! Tadi aku tidak bisa berjalan, jadi dia mengantarku kesini”, Taemin menambahkan. “Terima kasih banyak, Hy-o Ri-n?”, ucap Minho sambil berusaha mengingat-ingat namaku. “Ne, sekarang aku kan kembali ke kamarku!”, pamitku pada mereka semua. “Hey, tunggulah! Kau bisa bergabung dulu sebentar dengan kami. Jarang-jarang loh seperti ini!”, ajak Jonghyun. “Benarkah?”, tanyaku bingung. “Ya, kau bisa mencicipi kopi buatanku, Hyo Rin!” sambung Onew cepat. Akhirnya aku menerima tawaran mereka semua. Kulihat Key hanya  tersenyum manis padaku. “Nah, ini dia kopinya”, kata Onew yang datang dan telah membawa 5 cangkir kopi di atas nampan. “Hyung! Kenapa hanya ada 5 cangkir? Disini kita kan ber-6”, protes Taemin.  “Ya memang benar, ini hanya untukku, Hyo Rin, Jong Hyun, Key, dan Minho”, jawabnya santai. “Loh? Untukku mana?”, Taemin kembali memprotes. “Haha, kau ini masih kecil, tak pantas minum kopi!”, jelas Onew sambil mengacak rambut jamur Taemin. “Tapi kan aku hanya berbeda 2 tahun dengan Key hyung dan juga Minho hyung!”, Taemin mulai kesal. “Sudahlah, jangan banyak protes! Kau minum ini saja yaa!!”, sambung Key dan kulihat dia melemparkan satu kotak susu pada Taemin, semua hanya tertawa. “Aaah hyung!!”, ambek sang magnae. Begitu indah suasana ini, mereka semua bisa mengenalku, dan aku bisa melihat mereka bercanda gurau tepat di depan mataku. Andai disini ada Hyena, pasti dia sudah meloncat kegirangan sepertiku.

* * * * * *

Tak terasa, aku sudah menghabiskan 5 hari bersama Shinee. Rasanya bahagia sekali. Aku juga telah menyampaikan salam Hyena pada semua member SHINee, terutama Taemin. Pasti dia akan senang mendengarnya. “Hyo Rin!”, terdengar suara memanggilku. “Hey Key!”, aku menyahut. “Kau sudah makan siang? Pasti belum kan? Ayo ikut denganku!”, lanjutnya dan menarik tanganku. “Hmmm, besok liburan kita habis. Kau akan pulang, begitu juga aku. Mungkin aku akan sangat merindukanmu Hyo Rin, begitupun yang lainnya. Sebelum kita berpisah, bolehkan aku meminta nomer handphone mu?”, pinta Key tiba tiba. Dia berkata akan merindukanku meminta nomer handphone ku yang akan disimpan olehnya, tentu saja aku akan kasih. “Ne, aku juga akan sangat merindukanmu Key!”, sahutku. Tiba-tiba Key beranjak dari kursinya, dia berdiri, dan tanpa kusadari Key mengecup keningku. Aku ingin pingsan merasakannya, aigoo Key! Ini benar kau kan? Aah aku ingin menjerit.  “Minhae, tapi itu sepertinya bisa mengenangku untukmu”, katanya lembut setelah itu. Aku hanya bisa terpaku menatapnya, tercengang melihat dia memberikanku senyum yang benar benar menawan. Untung saja disini tak ada orang lain selain aku dan key, jadi tak ada yang melihat kejadian tadi. “Key, benar-benar aku sangat mengagumimu!”, kataku memeluknya. “Sama, aku benar benar kagum setelah mengenalmu!”, jawabnya. “Aku berharap kita bisa bertemu lagi, sangat mengharapkannya”, tambah Key.

* * * * * *

HP ku berdering, sepertinya itu sms. Dan benar itu sms dari Hyena. Dia memintaku untuk mengambil foto setiap member SHINee langsung dari kameraku. Baiklah akan kuturuti.

Permintaan Hyena sudah ku kabulkan, sekarang saatnya aku mengucapkan salam perpisahan kepada SHINee. Di depanku saat ini sudah berdiri ke-5 member boy band itu dan mereka menatapku serius. “Noona!! Aku akan merindukanmu! Kau benar benar sangat baik noona, kau adalah penolongku!ingatlah aku slalu yaa!!”, kata Taemin dan segera memelukku. “Tentu Taemin, tidak akan aku melupakanmu”, pastilah aku tidak akan melupakan anak manja ini, di kamarku sudah terpampang besar posternya, jadi tak mungkin aku melupakannya. “Ayo noona kita foto berdua, aku akan menyimpan foto ini di dalam dompetku”, candanya. Akupun menurut, setelah itu Onew oppa berteriak “Ingatlah aku juga!! Aku sudah membuatkanmu kopi loh!”, paksanya. Aku jadi bingung, seharusnya kan aku yang mengucapkan selamat tinggal pada mereka, tapi malah sebaliknya. “Aku juga yaa!!”, sambung  Minho. “Jangan juga melupakan aku, karena aku sudah menyanyikanmu sebuah lagu, ya kan?”, Jonghyun memaksa. Ya semuanya memintaku untuk tidak melupakan mereka                       , padahal aku ini kan fansnya jadi tak mungkin aku lupakan, lucu sekali mereka. “Terutama aku Hyo Rin! Jangan lupakan aku! Janji!”, ucap Key cepat dan mengaitkan kelingkingnya dengan kelingkingku, kemudian dia memelukku erat . “Aku akan sangat merindukanmu!”, bisiknya pelan. “Hey Key! Sepertinya kau memakan ucapanmu sendiri!”,  ejek Onew dengan tertawa puas. “Omongan apa hyung?”, tanyanya keheranan. “ Menggebet fansmu sendiri!”, lanjut Onew. “Hyung!! Kau menyebalkan!”, balas Key sambil meninju dada hyungnya pelan. “Baiklah, sekarang kita sudah harus pergi Hyo Rin! Jangan lupakan pesan kita yaa!! Terutama pesan Key-mu itu!” ledek Jonghyun padaku. Bisa kulihat Key sudah naik pitam, dan akupun hanya tersenyum malu, berharap Key benar benar suka padaku, kemudian menjadikanku kekasihnya. Oh itu semua hanya mimpi belaka.

* * * * * *

“Eomma, aku pulang! Aku kangen sekali denganmu !”, teriakku pada eomma sesampainya di rumah. “Aku juga sangat kangen padamu Hyo Rin!” teriak Hyun Jai tiba tiba yang sudah duduk di dalam rumahku. Anak ini sungguh luar biasa aneh. “He? Kenapa kau disini?”, tanyaku kaget. “Kan aku sudah bilang kangen padamu, makanya aku kesini”, jawabnya. “Hyo Rin aku ingin membicarakan sesuatu padamu, ayo ikut!”, ajaknya. “Mau kemana? Aku masih capek”, keluhku. “Sudahlah, aku hanya sebentar”, paksanya. “Baiklah sekarang apa yang ingin kau katakana?”, tanyaku heran setelah membiarkan diriku dibawa olehnya. “Aku..”, aku melihat Hyun Jai seperti  mencari sesuatu di kantong celananya. “Hyo Rin, ini untukmu!”, dia mengeluarkan kotak kecil berisi cincin dan diberikan padaku. “Aku masih mencintaimu Hyo Rin! Aku belum bisa melupakanmu! Aku tahu, mungkin waktu itu kau belum bisa menerimaku, tapi kuharap kali ini kau mau menerimaku, aku benar benar mencintaimu!”, ucapnya yang membuatku tak bisa berkata apapun. “Aku tak bisa!”, aku langsung pergi meninggalkannya dan mengembalikan cicin yang ada di genggaman tanganku.

Kenapa dia harus berkata seperti ini? Ku kira selama ini dia sudah tidak mencintaiku lagi, tapi ternyata feeling ku salah. Maafkan aku Hyun Jai, tapi aku tidak ada rasa cinta padamu, aku masih sama seperti dulu. Terdengar suara HP ku berbunyi, panggilan dari nomer tak dikenal lalu aku angkat. “Yoboseyo?”, jawabku. “Annyeong haseyo!!  Jal jinae syeosseoyo?”, tanyanya. “Jal jinae, siapa ini?”, aku balik bertanya. “Oh Hyo Rin kau tidak mengenali suaraku yang lembut ini? Ini aku K-E-Y”, jelasnya. Key? Aku ditelpon sang Almighty? Ooh aku melayang. “Mian Key, ada apa menelponku?”, aku bertanya lagi. “Aku hanya ingin bertemu denganmu, bisa kan?”, dia ingin bertemu denganku? Untuk apa? Atau mungkin dia kangen padaku? Hahaha, baru saja tadi pagi kita berpisah. “Ne, aku akan kesana”, jawabku setelah ia memberi tahu tempat kami bertemu. Untunglah tempatnya tidak jauh, tapi dimana key? Aku tak melihatnya. Tiba tiba kurasakan pandanganku gelap, ada yang menutup mataku.

* * * * * *

-KEY POV

Setelah 15 menit aku menunggu, akhirnya dia pun datang. Tidak tahu kenapa , aku sangat merindukannya, padahal, tadi pagi saja kami masih bertemu. Aku melihat dia sedang mencari-cariku, jadi aku menghampirinya dan menutup kdua matanya dengan telapak tanganku. Mungkin dia sedikit kaget karena setelah dia membuka mata, aku segera memeluknya. “Jadi, untuk apa aku kesini?”, tanyanya. “Ya tentu saja untuk bertemu denganku”, jawabku pede. “Uuh!! Kau ini!”, katanya kesal sambil menjitak kepalaku. “Hyo Rin, Taemin titip salam untukmu, katanya dia ingin dikenalkan dengan temanmu itu”, kusampaikan pesan Taemin padanya. Sebenernya aku tak suka dengan tingkah Taemin kepada Hyo Rin, apalagi saat mereka foto bersama, itu sangat membuatku jengkel. “Ya, sampaikan salam balikku padanya dan aku pasti akan mengenalkannya”, jawab Hyo Rin bangga.  “Ne, selesaikan studimu, kau kan ingin menjadi designer terkenal, nanti aku akan mambantumu membuat butik. Jadi jika butiknya sudah jadi, namakan HoKey yaa!! Itu namamu dan namaku”, candaku pada Hyo Rin.

* * * * * *

-HYO RIN POV

Fokus, fokus, fokus!! Aku sedang fokus pada studiku, dan sebentar lagi aku akan menyelesaikannya. Tidak bisa kubayangkan jika aku menjadi seorang designer nanti, aku memiliki butik, memperkenalkan design design yang aku buat ke seluruh penjuru dunia, dan melihat orang orang menggunakan baju yang kubuat itu. Wow! Khayalanku tinggi sekali. Tiba tiba aku teringat Key. Sejak saat aku dekat dengannya, aku merasa dia memberi perhatian yang lebih padaku, atau itu memang hanya perasaanku saja? Entahlah.tapi untunglah, setiap Key mengajakku bertemu, dia slalu membawaku ke tempat tempat sepi yang tidak ada reporter ataupun paparazzi berkeliaran disana, jadi tidak ada gossip gossip aneh. Oh iya, lalu bagaimana dengan Hyun Jai? Kasihan dia, sudah berkali kali cintanya aku tolak  bahkan sejak SMA dulu. Tapi mau bagaimana lagi? Ini kan soal hati, kalau saja aku mencintainya, mungkin sekarang aku sudah menjadi istrinya. Sayang aku hanya menganggap dia sahabat. Di hatiku saat ini hanya ada satu orang dan satu nama, dan itulah Key. Mungkin dulu aku memang hanya mengaguminya, aku juga hanya bisa melihat wajahnya dalam poster. Dan sekarang semua itu berubah. Aku bisa lebih mengenal Key, memandangi wajahnya hanya dengan jarak 20 senti, bercanda dengannya, itu semua membuat aku benar benar jatuh cinta, bukan hanya sekedar mengaguminya. Aku selalu berharap perasaan Key sama denganku.

* * * * * *

Akhirnya setelah 4 bulan aku berusaha dan didorong dengan semangat Key, akupun dapat menyelesaikan studiku. “Terima kasih banyak Tuhan!”, ucapku. Bersamaan dengan kelulusan kemarin, umurku sekarang sudah genap 22 tahun. Lalu kulihat HPku yang ada di atas kasur, ternyata sudah ada 3 sms dari Key. Dia meminta untuk menemuinya di taman dekat rumahku, jadi aku bergegas pergi kesana. Sepertinya dia sudah mulai jengkel karena menungguku lama. “Minhae Key, aku baru saja membaca sms mu”, ucapku pada Key. “Ne.. tak apa, sekarang masuklah kedalam mobilku!”, suruhnya padaku. “Loh? Mau kemana?”, tanyaku bingung.

* * * * * *

-KEY POV

Hatiku rasanya bahagia sekali, karena setelah berbulan bulan, aku menjadi lebih dekat dengan Hyo Rin. Kira kira dia memiliki perasaan yang sama sepertiku tidak yaa? Andai saja dia tahu apa yang telah terjadi. Karena sejak SMA dulu, aku telah mencintainya. Hasratku benar benar ingin memliki hatinya. Tuhan, yakinkanlah dia untuk jatuh cinta hanya padaku!. HPku berdering, telepon dari Yoora, sepupuku. “Halo Key!”, sapanya. “Ya, ada apa noona?”, tanyaku. “Nanti aku akan mangunjungi rumahmu, dan menginap selama satu minggu disana. Jadi tolong yaa siapkan semuanya!”, jelasnya padaku. Enak sekali dia menyuruhku. “Ne, tenang saja. Oh iya noona, aku ingin sedikit bercerita tentang yeoja yang aku cintai itu”, pintaku. Selama ini aku slalu menceritakan rasa cintaku pada Hyo Rin kepadanya, jadi dia juga slalu menasihatiku. “baik, kudengarkan”, jawabnya. “Noona, aku sudah semakin dekat dengannya. Aku benar benar mencintainya noona, bahkan sejak SMA dulu, kau tahu kan”, jelasku. “Sudahlah Key, nyatakan perasaanmu! Nyalimu kecil sekali, menyatakan hal seperti itu saja tidak berani. Kalau kau tidak melakukannya sekarang, nanti dia malah memilih lelaki lain! Ingatlah pesanku!!”, omelnya dan malah mematikan telepon, huff.. dia ini!. Oh ya, aku harus menelpon Hyo Rin, aku telah membelikannya hadiah,  dan harus kuberikan sekarang. Sepertinya lebih baik langsung menjemputnya. Setelah sampai, aku segera mengirimkan sms kepada Hyo Rin untuk menemuiku di taman. Sudah  hampir setengah jam aku menunggu, dan dia baru datang, oh lama sekali! “sekarang masuklah kedalam mobilku”, paksaku setelah dia meminta maaf karena membuatku menunggu lama, dia hanya bertanya keheranan. “Perjalanan kami hanya memakan waktu 15 menit. “Kita sampai!”, kataku. “Loh? Ini dimana?”, tanya Hyo Rin. “Rumahku, ayo ikut!”, aku langsung menarik tangannya. “Kau tunggu disini yaa! Aku ingin membuat minum”, kataku menyuruhnya menunggu di ruang tamu. “Ne, cepat ya!”, jawabnya. Tanpa menghabiskan waktu yang lama, aku kembali dengan 2 cangkir teh hangat di tangan. Tapi, kulihat Hyo Rin sedang mengobrol asik dengan Yoora, ternyata dia sudah datang. “Ehem..”, gangguku pada mereka. “Hey Key, aku sangat rindu, lama tak berjumpa!”, kata Yoora dan langsung memelukku. “Ya, sama noona”, aku menjawab. “Baiklah, dimana aku bisa menaruh koper koper ini?”, tanyanya. “Di kamar, sebelah kamarku, istirahatlah sana!”, aku mengusirnya. Untunglah dia tak tahu kalau Hyo Rin itu adalah yeoja yang sering aku ceritakan padanya. Kalau saja dia tahu, pasti mulutnya itu sudah membeberkan semua rahasiaku pada Hyo Rin saat mengobrol dengannya tadi. “Hyo Rin! Selamat ya atas kelulusanmu!”, ucapku. “Hey Key! Kau mengajakku ke rumahmu hanya untuk mengucapkan selamat atas kelulusanku? Oh ribet sekali kau ini!”, bentaknya. Aku hanya bisa tertawa kecil  melihat mukanya yang begitu kesal. “Tentu tidak, aku juga akan memberikanmu ini sebagai hadiahnya”, jelasku sambil menunjukan kotak kecil kepadanya. “Apa ini?”,tanyanya bingung. “Bukalah!”, aku menyuruh dan dia pun menurut. “Wow! Indah sekali. Kalung dengan inisial H, dan ditaburi berlian pink di tengahnya. Gomawo Key! Gomawo!”, ucapnya dan langsung memelukku. “Tapi, aku tak bisa memakainya”, lanjutnya tiba tiba dan membuatku kaget. “Memang kenapa? Apa kau tidak menyukainya?”, tanyaku panik. “Bukan itu maksudku. Tapi, aku tidak bisa menggunakannya”, ucapnya lagi. “Kenapa? Kenapa tidak bisa Hyo Rin?”, aku semakin penasaran. “Key, aku tidak bisa mengaitkannya di leherku, ini pekerjaan yang sulit menurutku” jawabnya tiba tiba dan hampir membuatku mati berdiri. “Astaga!! Kukira kau tidak mau memakainya. Sini, biar aku bantu”, aku mengambil kalung itu dari tangan Hyo Rin dan kukaitkan di lehernya. “Hyo Rin, happy birthday!”, bisikku pelan tepat di kupingnya. “Mwo? Kau tahu dari mana aku berulang tahun?”, dia mulai kebingungan. “Kau tak perlu tahu”, aku menjawabnya sambil merapikan kalung di lehernya itu. “Kau terlihat cantik Hyo Rin dengan kalung itu”, aku memujinya dan bisa kulihat wajahnya langsung memerah. “Gomawo key”, dia menjawab malu. “Ayo sekarang aku antar  pulang!”, kataku.

* * * * * *

“Hey key! Sombong sekali kau denganku!”, omel Yoora yang tiba tiba saja masuk ke dalam kamar tanpa izin. “Noona, kau ini benar benar sopan yaa, masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu  dulu!”, balasku. “Untuk apa? Itukan sebagai balasan karena kau sombong padaku!” protesnya. “Ya, baiklah noona, aku minta maaf. Tadi aku sangat sibuk hingga aku kelelahan, jadi tak sempat mengobrol denganmu!”, akhirnya aku mengalah.  “Ya aku maafkan. Key, tadi itu temanmu kan?”, tanyanya penasaran. Bagaimana ini, apa aku harus bilang bahwa Hyo Rin itu gadis yang sering aku ceritakan padanya? Tapi pasti nanti dia akan macam macam. “Ya, dia temanku. Kelihatannya tadi kau akrab sekali”, jawabku bohong. “Tentu saja. Dunia ini memang sempit, Key!”, ucapnya. “Mwo? Apa maksudmu?”, aku tak mengerti apa maksudnya. “Dia Hyo Rin kan? Min Hyo Rin?”, tanyanya lagi. Dari mana dia tahu nama Hyo Rin, aku semakin bingung. Atau mereka tadi berkenalan? Rajin sekali. Setahuku Yoora tak pernah mau berkenalan dengan orang lain sebelum ia diajak kenalan duluan. Lalu? “He? Dari mana kau tahu namanya? Berkenalan?”, aku malah bertanya balik. “Aku memang sudah mengenal Hyo Rin sebelumnya. Dan aku kaget sekali kalau ternyata dia itu temanmu, makanya aku bilang dunia itu sempit, benarkan?”, jelas Yoora. “Memang berkenalan dimana?”, tanyaku lagi. “Di apartemen Hyun Ji, pacarku. Waktu itu ada Hyun Jai, adiknya dan dia membawa kekasihnya itu, Hyo Rin. Mereka berpacaran kan? Bahkan katanya sudah hampir setahun”, jawab Yoora. Ha? Hyun Jai? Hyo Rin telah meiliki kekasih? Tapi dia tak pernah bercerita padaku. Mana mungkin dia berbohong. “Ya, sepertinya begitu!”, kataku cuek dan langsung mengusirnya keluar dari kamarku, karena sekarang hatiku rasanya hancur berkeping-keping. “Yoora aku ingin istirahat, jadi kumohon keluar dari kamarku sekarang!”, pintaku dan langsung mengunci pintu.

Apa benar yang Yoora katakan? Hyo Rin telah memiliki kekasih? Dan kekasihnya adalah Hyun Jai? Sahabatku dulu. Aku mengingat-ingat ketika kita selalu bersama dalam belajar, bercerita, bahkan wanita yang kita sukai itu sama sama Hyo Rin.Kita sama sama menyukainya. Aku dan Hyun Jai sering sekali mengikutinya, memperhatikannya, mengumpat bila Hyo Rin hendak melihat kita. Itu semua kita lakukan bersama. Tapi kita slalu berjanji tidak akan berpisah hanya karena seorang yeoja. Kita berdua hanya mempunyai prinsip “siapa cepat, dia dapat” untuk mendapatkan Hyo Rin. Jadi siapa yang berani mengungkapkan perasaannya lebih dulu kepada Hyo Rin, dialah yang pantas mendapatkannya. Saat itu nyaliku terlalu kecil, jadi aku tak berani mengungkapkannya. Hingga suatu saat kudengar Hyun Jai telah menembak Hyo Rin, dan akupun bisa menerima itu semua, walau ternyata cintanya ditolak. Aku sangat mengenal Hyun Jai. Walau cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi dia akan terus mengejar dan menunggu Hyo Rin sampai kapan pun. Nyalinya memang besar, beda sekali dengan nyaliku yang amat kecil. Jadi, aku pun memilih mundur, dan mencoba untuk melupakan Hyo Rin, walau usahaku sia-sia. Sejak saat Hyun Jai menyatakan perasaannya, dia  slalu berusaha mengejar pujaan hatinya itu, dia tak pernah lagi dekat denganku, waktunya hanya untuk Hyo Rin. Hingga akhirnya persahabatan kami pun renggang dan janji kami runtuh. Sampai setelah lulus SMA, aku tak pernah mengetahui lagi kabarnya. Ternyata usaha dia selama ini berhasil, dia sukses mengambil hati Hyo Rin. Aku salut padanya, walau hatiku terasa sangatlah perih. Yoora memang benar, seharusnya aku menyatakan perasaanku ini sejak awal aku menyukai Hyo Rin. Tapi sekarang aku terlambat, Hyo Rin telah memiliki seorang namja. “Aku memang pengecut!”, air mataku mengalir tak karuan. Aku benar-benar kecewa dengan diriku sendiri.

* * * * * *

Mataku sembap, mungkin karena semalam aku menangis terlalu lama dan tidak memikirkan efeknya. Setelah mandi, kulihat mataku lagi di cermin, sipit sekali, benar benar sipit. Akhirnya kutemukan obat tetes mata di task u, dan meneteskannya sedikit demi sedikit pada bola mataku. “Yaah, mulai mendingan daripada tadi”, bisikku pelan. Untung saja seminggu ini tidak ada jadwal, jadi aku bisa menghabiskan waktu di rumah, dan anak anak SHINee tidak akan menertawakan mataku. Ternyata, hanya berdiam diri di rumah rasanya sangat membosankan. Aku jadi merasa kangen dengan Hyo Rin, tapi tak mungkin aku menemuinya, dia kan sudah punya namja, dan aku akan merasa tersakiti jika melihatnya. Masalahnya hanya tersakiti, soal dia sudah punya namja, itu tidak masalah, karena aku kan sering jalan dengannya. Jadi, apa boleh buat?  Aku harus mengobati rasa kangenku ini. Kulihat lagi mataku sebelum mengajak  Hyo Rin bertemu, syukurlah sudah kembali normal. “Hyo Rin! Kutunggu kau ditaman! Cepat yaa!!”, ucapku dan langsung mematikan telepon tanpa mendengar jawabannya. “Tak lama, akupun sampai, dan aku melihat Hyo Rin sedang menungguku. Langsung saja kutarik ia masuk kedalam mobilku. “Aku lapar, jadi kita makan siang yaa!!”, ajakku. “Ne”, jawabnya. Aku telah memesan tempat makan khusus, jadi tidak akan orang lain yang melihat kami. Sesampainya disana aku langsung memulai perbincangan “Kenapa kau tak pernah memperkenalkan kekasihmu padaku?”, tanyaku dengan bodohnya karena menanyakan hal seperti itu. “Mwo?” kulihat dia begitu kaget. “Iya Hyo Rin pacarmu itu Hyun Jai bukan? “ kataku semakin bodoh. “He? Kau tahu darimana?”, mukanya terlihat begitu panik. “Dari Yoora”, aku menjawab santai. “Ne, akan kukenalkan padamu kapan-kapan”, sahutnya sambil senyam senyum. Kurasakan air mataku mulai menggenang, sakit sekali rasanya.  to be continue…

 

4 thoughts on “I’m your Secret Admirer part 2

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s