Why I Like You {Hyora POV}

{Kyura Moment} : Why I Like You Hyora POV

 

Author : syipoh and elftodie
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hyora, Lee Donghae, Eun Hyuk
Rate : PG13
Genre : comedy, romance, marriedlife, sedikit geje ama mesum #plaakkk

Nyeong Aaaaaaa… my lovely readers ^^ welcome to our newest Kyura couple. Kali ini aku buat cerita Hyora pas udah merasakan sesuatu pada Kyuhyun, alasan kenapa dia bisa suka sama Kyuhyun. En bonusan ya disini Kyuhyun masak gitu buat si Hyora hehehe. Ah ~ saia jadi ingin benar – benar jadi Hyora sajah..hehehe… so, silahkan dibaca dan jangan jadi silent readers donk…silahkan dikomen – komen… masigetjuseyoooo….^^

***

“Myeonjang, aku harus ke perpustakan. Kau makan duluan saja…araji?” aku menghembuskan nafasku setelah membaca sms dari Kyuhyun yang tak lain dan tak bukan adalah suamiku.
“Kenapa dia selalu pulang malam sekarang. Aku sedikit kecewa, merasa sedikit kesepian. Mwo??!!, aku kaget sendiri mendengar kata hatiku. Ani ani…ini pasti karena aku sendirian, dan karena sudah menikah jadi setiap hari bersama dan ….dan…. ahhh molla molla!!” Aku menggelengkan kuat – kuat kepalaku
“Dia ini sekarang kerjanya diperpustakaan terus. Sepertinya tugas dari dosen – dosennya sangat banyak… Ah iya ngomong – ngomong soal tugas, aku juga ada tugas. Aish!! Kenapa ya mereka selalu memberi tugas…” kataku sendiri lalu masuk ke kamar belajar. Tempat Kyuhyun seperti biasa sangat berantakan, dia memang seperti itu.
Sekitar 3 jam kemudian, aku hampir selesai dengan tugasku sampai…
“Braakk!!” Kyuhyun datang sambil membawa setumpuk buku.
“Ya! Bisakah kau sedikit pelan?” Aku beranjak untuk membantunya.
“Kenapa?kau takut aku jatuh?”
“Aku takut pintunya rusak…”
“Aish! Kau tak bisa apa mengkhawatirkan aku?”
“Mwo?”
“Ani…”
“Sudah selesai tugasmu?” tanyaku sambil meletakkan beberapa buku dimejanya.
“Belum, perpustakaan sudah tutup jadi aku pulang saja untuk menyelesaikan dirumah” Dia duduk dan mulai membuka buku – bukunya. Jam dimeja kyuhyun menunjukkan pukul setengah 11 malam.

“Lihat ini…kau ini tidak rajin sekali… kenapa kau membiarkan meja ini berantakan?”
“Aku tidak suka membereskannya kalau sedang mengerjakan tugas. Belakangan ini tugasku banyak. Ah! kalau kau mau, kau saja yang merapikan. Aku tidak keberatan.”
“Aish!! Jinjja… ” aku kembali ke mejaku dan menyelesaikan pekerjaanku. Setelah selesai, aku kedapur dan membuatkan kyuhyun coklat hangat. Aku sudah terbiasa membuatkan minuman untuk appa atau donghae oppa saat masih tinggal dirumah.
“Ini ” kataku.
“Gomawo…” jawabnya masih konsentrasi kepada pekerjaannya.
“Kau masih lama ya?”
“Wae? Tanpaku kau pasti kesepian kan? ”
“Mwo!! Aniyaa…. Aku belum mengantuk…” Dia mengangguk. Aku duduk disofa dekat meja kyuhyun, mengambil mp4 dan headphone ku dan juga buku yang bang baru saja aku temukan.
End of Hyora POV

Kyuhyun’s P.O.V
“Ah!! Pulpenku habis, Sial!! Kenapa disaaat terakhir seperti ini… Oh iya aku pinjam hyora saja…” aku beranjak dari tempat dudukku dan menuju meja istriku.
“Dimana dia menyimpannya…” aku mengambil pulpen diatas mejanya. Tiba – tiba mataku tertuju pada kalender yang ada disebelah tempat pen. Dia melingkari tanggal 10 Oktober dan memberi keterangan ‘내 생 일 ^^’ haha..dasar bodoh..ini bahkan belum bulan oktober. Aku tersenyum sebentar, kemudian aku berniat kembali ke mejaku sebelum aku menangkap sosok tubuhnya di sofa dengan posisi tidur duduk. Headphonenya masih menempel ditelinga,bukunyapun tertelungkup didadanya. Aku mendekatinya, memandangnya agak lama. Gadis ini benar – benar punya charming tersendiri bahkan saat dia tidur. Aku tidak tau sejak kapan aku mencintainya, saat mengajaknya menikahpun aku tidak tau bagaimana bisa aku langsung berkata, ‘menikahlah denganku’, kata – kata itu meluncur begitu saja dari mulutku ini. Yang aku tau aku bukan orang yang gampang mengatakan seperti itu. Tapi mengapa dia ini bisa membuatku seperti ini. Dia tidak kenal aku saat kami pertama bertemu, kenyataannya semua gadis di kampus bahkan di universitasku kenal padaku dan berusaha mendapatkan perhatianku. Boram bahkan bercerita padaku bahwa hyora pernah berkata bahwa dia mengatakan pada beberapa temannya bahwa mereka bodoh kalau iri padanya karena mendapatkanku. Dia ini juga pandai sekali memanjakanku walaupun caranya berbeda. Tidak seperti eomma yang memanjakan aku dengan membelaiku atau ahra nuna yang terkadang memelukku. Dia memanjakanku tanpa melakukan hal – hal seperti itu, dia selalu mengomel saat aku melakukan hal yang salah lalu dia yang biasanya memperbaikinya. Mungkin ini karena dia sudah terbiasa mengurus appa dan oppanya atau mungkin juga karena ketampananku kkkkk…Wajahnya seperti bayi, cantik sekali. Aku membelai rambutnya, dia bergerak sebentar tapi tidak terbangun. Jantungku sekarang berdetak abnormal, omo! Kenapa aku suka sensasi ini?
Aku berdiri, setelah puas memandangnya. Ani, aku belum puas memandangnya but the duty is calling jadi aku memutuskan untuk menggendongnya kekamar. Dia masih tertidur saat aku meletakkan buku dan headphonenya tapi saat aku menggendongnya dia terbangun.
“Kau sudah selesai?” tanyanya sambil menggosok matanya.
“Kau seharusnya tidak tidur disini..”
“Turunkan aku!! Jangmyeon!!” katanya
“Wae?”
“Aku masih mau tidur disini…”
“Punggungmu bisa sakit kalau begitu..”
“Turunkan aku dasar pervert!”
“Mwo!!pervert!! mworago??ya! aku ini sedang memberi kau perhatian tau! Kau ini benar – benar…” aku meletakannya kembali disofa.
“Tak ada yang tau kan?siapa tau kau memang benar – benar pervert…”
“Pervert apanya hah??!! Lagipula kita ini suami istri, aku juga berhak mendapatkan itu…” aku mendekatinya, hampir menciumnya. Wajah kami sudah dekat saat dia ini tiba – tiba tertidur lagi. Aish!! Dasar yeoja yang aneh. Jadi aku membiarkan dia tidur disitu lagi, lalu menyelesaikan pekerjaanku.
“SELESAAAAAIIIII…” aku berteriak, aku menutup mulutku lupa kalau hyora sedang tidur disini. Aku membereskan tugas yang akan ku bawa besok pagi, meneguk coklat buatan hyora. Jam sudah menunjukkan pukul 12. Aku menggendong hyora, kali ini dia tidak terbangun malah tertidur sangat pulas dalam gendonganku. Aku tersenyum senang.
End Kyuhyun POV

——

1 bulan kemudian
Tanggal 9 oktober

Hyora’s P.O.V
Besok adalah hari ulang tahunku. Aku sudah berencana akan mengajak teman – teman dekatku dan juga suamiku makan – makan bedanya aku yang akan memasak makanan yang akan mereka makan. Aku sudah menyewa restoran langgananku. Aku juga sudah menelepon Boram, Ahra eonnie, Donghae oppa, dan eunhyuk oppa. Aku akan memberi tau kyuhyun dirumah saja, dia itu sekarang sering pulang malam katanya sih dia harus menyelesaikan tugasnya. Tugas terus, aku sebal sekali… awas saja kalau dia itu lupa ulang tahunku atau lebih parah lagi dia tidak tau ulang tahunku. Ngomong – ngomong nampyeonku ini belum pulang juga… menyebalkan sekali, masa setiap hari aku ditinggalnya sampai malam terus. Aku menengok kearah jam dinding. Sudah jam 11. Aku memutuskan untuk menghubunginya.
“yeoboseyo?”
“Hyun~ah, Jigeum ottiya?(kau sedang dimana sekarang?)” tanyaku.
“wae?bogoshipo?”
“kau tega sekali membiarkan aku sendirian terus sampai malam”
“Mianhae, nomu ppappa (maaf, aku sangat sibuk)”
“ottiya?”
“…..” tak ada jawaban.
“Ottiya kyuhyun~ah??!! Kau masih hidup kan?”
“Eo..tenang saja kita kan pengantin baru masa aku mau mati begitu saja..kkkk”
“Tsk…dasar!!”
“Ding dong” bel apartemen kami berbunyi.
“Jamkkanman..ada tamu…kita belum selesai” aku segera menuju pintu untuk membukakannya.
“Klik”
“Annyeong!!” kata si tamu sambil menunjukan sebuah kantong.
“Aish!! Kau ini menghabiskan pulsa saja…”aku mematikan handphone ku kesal.
“Hahaha…aku kan Cuma ingin membuat surprise untukmu…” tamu itu kyuhyun, dasar orang aneh membuatku khawatir saja.
“Kau bawa apa?kau sudah makan?” tanyaku
“ddokboki, aku belum makan. Kau masak sesuatu?”
“Aku membuat kimch jiggae”
“Joha…aku akan mandi dulu baru makan” dia menyerahkan bungkusan itu padaku lalu menuju kamar mandi. Aku menghangatkan kimji jiggae buatanku tadi sambil menunggu kyuhyun. 30 menit kemudian kyuhyun keluar dari kamar memakai kaos dan celana piamanya. Dia suka sekali memakai baju seperti itu.
“Mokgo…” kataku.
“Buatkan aku bibimbab!” perintahnya.
“Apakah ini tidak cukup hah?”
“Aku mau bibimbab!”
“Aish!” kubuatkan juga dia bibimbab.
“Ini..” kataku.
“Aku mau minum teh juga” katanya dengan mulut penuh bibimbab.
“Makanlah dengan pelan” nasehatku.
“aku mau teh sekarang!!”
“Aughh!! Kau pikir aku pembantumu hah??!!aku tauuu!!” aku membuatkannya teh juga. Manja sekali dia.
“Kau tidak makan?” tanyanya setelah meneguk tehnya.
Aku menggeleng
“Aku sudah makan tadi. Menunggumu membuat cacing – cacing diperutku protes..”
“Hahaha…” dia tertawa.
“Jangmyeon~ah…”
“Wae?”
“Kau…besok tidak ada acara kan?”
“Besok??humm…coba kulihat jadwalku dulu” kyuhyun mengambil Iphone-nya, mengecek sebentar.
“Tsk…sok sibuk sekali” gumamku.
“Mwo?” aku menggeleng.
“Hmmm…besok aku sudah punya janji dengan lee teuk dan heechul sunbenim sampai malam, wae?”
“Jinjja?kau benar – benar tak ada waktu?”
“Kenapa memangnya?” dia meneruskan makan malamnya.
“Aku…ingin kau ke Honey café. Kau tau kan café langgananku dan boram itu…”
“Tidak bisa janji sih tapi aku akan mengusahakannya…”
“Aku berharap sekali kau datang…” kataku sedikit sedih. Semoga saja dia datang.

****

Aku mencium parfum kyuhyun. Aku kenal sekali bau ini, kenapa terasa dihidungku. Tapi aku sangat malas membuka mataku, aku ngantuk sekali. Kemudian ada sedikit sentuhan ringan didahiku. Ah~ molla…. Zzzzzzzzzzz….

——–

Aku membuka mata. Kyuhyun sudah tidak terlihat. Dasar namja menyebalkan!!
“Saengil chukhahae Lee Hyora~ hehehe…” kemudian aku tersenyum sambil menepuk nepuk pipiku.
“Aku sudah 23 tahun sekarang… senang sekali…” tiba – tiba handphoneku berbunyi.
“Yeoboseyo appa!!”
“Saengil chukhahae uri yeppeun ddal…”
“Kamsahamnida appa…saranghae”
“Kau sehat kan?”
“ne~ appa…bogoshipossoyo…”
“Na do uri ddal… suamimu bagaimana?”
“Sepertinya sudah berangkat. Dia bilang dia harus bertemu sunbaenya di kampus. Oh iya Appa…aku akan mampir kerumah nanti sore. Appa bisa menemaniku ke makam eomma kan?”
“Tentu saja…” Sejak eomma meninggal, setiap ulang tahun aku selalu merayakannya dimakam eomma.
“Kamsahaeyo appa…donghae oppa ottisseoyo?”
“Ah~ donghae masih di…”
“Aku disini hyora~ya…” kali ini donghae oppa yang bicara.
“Oppa!!”
“ya~ saengil chukahanda…kau baik – baik saja?kyuhyun tidak macam – macam kan?”
“gomawo oppa. Gwenchanha oppa… ”
“Nanti sepulang dari tempat eomma kita jadi ke honey café kan?”
“Iya oppa… ”
“kau datang bersama kyuhyun kan?”
“Aku tidak tahu dia itu sedang sibuk sekali belakangan ini….” Kenpa suaraku sedih begini?
“Jinjja? Dia pasti datang yodongsaengku sayang…tenang saja…”
“Baiklah oppa…aku harus mandi…”
“Oke…see ya later…”
“Ne~… ” aku menutup teleponnya. Sebelum meletakkan handphoneku, dia sudah menyala lagi. Dari Ahra onnie.
“Yeoboseyo?”
“Saengil chukhahae adik ipaaaaaaaaaaaaaaaarrrr….”
“Kamsahamnida onnie…”
“Semoga kau cepat memberiku keponakan okay?”
“Onnie…”
“hahaha… aku mendoakanmu yang terbaik hyora~ya..”
“Gomawoyo onnie…”
“Suamimu sudah pergi ya?”
“Ne, onnie…waeyo?”
“Anya anya…oh ya, nanti malam kau jadi kan mentraktir kami?”
“Tentu saja onnie, aku juga akan memasakkan makanan untuk kalian…”
“Jinjja!! Asiikkk!! Masakanmu itu kan enak sekali. Buatkan aku pajeon *Korean pancake*, dan bulgogi”
“Tenang saja onnie…aku buatkan semua makanan kesukaan kalian okay?”
“Ya~ kau bisa menemaniku berbelanja tidak?”Tanya Ahra Eonnie.
“Ne, eonnie..kebetulan aku juga ingin belanja untuk makan malam kita”
“Joha!jadi nanti kau kujemput ya…bersiap – siaplah…aku akan segera kesana”
“Arasseoyo eonnie…”
“eo! Itaba…(sampai jumpa)”
“Ne~” aku menutup hp-ku. Eunhyuk oppa dan Boram juga mengirimkan SMS. Beberapa SMS dari teman – temanku juga masuk mengucapkan selamat ulang tahun. Aku senang sekali, tapi… hanya ada satu orang yang belum mengucapkan, suamiku sendiri. Fuhh…aku bangun dari tempat tidur, membereskannya dan pergi kedapur untuk minum.
“Mwoya ige?” Di dapur aku melihat kondisi yang tidak mengenakan. Dapurku kotor sekali, kyuhyun pasti membuat sarapan dengan semena – mena. Ada bekas susu yang tumpah, selai berantakan, sisa makanan berceceran, piring dan gelas yang berserakan belum dicuci. Arrgghh!! Bocah itu keterlaluan sekali. Menyebalkan!! Aku melewati lemari es dan ada sebuah note.

Apa – apaan bocah ini, dia bahkan tidak mengucapkan selamat ulang tahun…. Setetes air mata mengalir. Dia bahkan tidak mau makan malam. Apakah tidak bisa sejam saja dia bertemu denganku? Apa susahnya sih mengucapkan ‘Saengil Chukhahae’ huftt!!
Aku menghapus air mataku dan membereskan ‘hasil karya’ kyuhyun jangmyeon bodoh itu. Setelah itu aku pergi mandi dan bersiap – siap menemani Ahra eonnie belanja.
1 jam kemudian aku sudah siap dan Ahra eonnie rupanya juga sudah menungguku didepan apartemen.
“Annyeong haseyo eonni” aku tersenyum.
“Eo! Neo wasseo?”dia juga tersenyum. Aku senang akhirnya punya seorang eonnie juga. Dari dulu pergaulanku hanya dengan donghae oppa, sebenarnya aku juga ingin punya eonnie yang bisa menasehatiku. Syukurlah nuna kyuhyun ini sangat baik padaku. Posisinya juga sama, dia sangat ingin yeodongsaeng jadi kami ini sama – sama senang saat bertemu. Ahra eonnie sangat cantik dan pintar, aku menyebutnya wanita perkasa, karena hanya dia yang bisa memerintah kyuhyun hahahhaa…dia juga jadi lebih sayang padaku daripada adik kandungnya sendiri. Dia ini sajangnim lho… karena Ahra eonnie seorang designer dan sudah membuka 2 butik di Seoul. Keren sekali kan?huhuhu…
“Saengil Chukhahae dongsaengku yang cantik…. Kyuhyun itu beruntung sekali mendapatkanmu”
“Aniyo eonnie, aku yang beruntung punya seorang kakak perempuan sepertimu” jawabku.
“Ah~ benar sekali kau… hahahha… ah~ igobwa” dia menyerahkan sebuah kertas sketsa. “Otte?”
“Waa… cantik sekali eonnie…” Sketsa itu bergambar sebuah gaun mini dress terusan berwarna putih tulang dengan taburan manik – manik cantik.
“Neo johahae?” tanyanya.
“Ne~ onnie, yeppuda jinjja!! Eonnie is the best designer”
“Hehehehe…gomawo”
“Cheonmanhaeyo onnie. Ah~ nanti setelah belanja, kita mampir kerumah ya eonnie?aku membuatkan pumunim cake”
“Omo! Kau yang ulang tahun kanpa malah kau yang membuat kuenya?”
“Haha…gwenchanha eonnie… aku suka melakukannya…”
“Mereka pasti senang sekali” Aku tersenyum mendengar Ahra eonnie.
Kami berbelanja bahan makanan untuk pesta nanti. Kemudian Ahra eonnie mengajakku pergi berjalan – jalan juga di department store dan ke salon. Dia mengajakku merawat diri hari itu. Ah~ senang sekali, moment – moment ini yang membuatku ingin punya kakak perempuan. Aku menelpon kyuhyun setelah selesai dari salon, hanya ingin menanyakan apakah dia benar – benar tidak bisa ikut ke pestaku malam ini. Tapi hp-nya tidak aktif. Aku memasang muka muram saat Ahra eonnie menyusulku diluar salon.
“Waekure?” dia bertanya.
“Aniyo, onnie”
“Kyuhyun tidak bisa datang?” aku menggeleng menjawab pertanyaannya.
“Tenang saja jagiya… dia pasti datang. Kalau tidak akan kupukul dia”
“Hahaha…kamsahamnida eonnie…”
“Kaja….” Setelah itu eonnie mengantarku pulang, aku bertemu kedua mertuaku, mereka memelukku dan mengucapkan selamat ulang tahun. Aku serasa punya orang tua lengkap lagi. Apalagi Hahaha…kyuhyun sering iri karena keluarganya jadi lebih sayang padaku. Aku juga mengundang mereka makan malam untuk malam ini. Abunimku berkata, “Kyuhyun pasti datang, tenang saja…kalo dia mengecewakanmu biar abunim yang mengurusny kau tidak perlu khawatir nak”, mereka menenangkanku.Setelah dari rumah pumunimku aku segera pamit ke rumah appa. Kami kan sudah janji akan pergi ke makam eomma. Aku memaksa eonnie untuk tidak mengantarku. Aku ingin naik bis saja, aku kangen sekali naik bis seperti saat sekolah dulu. Aku mencoba menelepon kyuhyun lagi. Masih dimatikan, aku menutup teleponnya. Jahat sekali!!benar – benar jahat!! Semua orang terdekatku sudah mengucapkan saengil chukhahae tapi dia sama sekali tidak mengucapkannya. Setetes air mata keluar lagi tapi aku mencoba menghapusnya.
Aku sampai di depan rumah setelah berjalan dari halte. Membuka pintu dan menemukan Appa serta donghae oppa yang sedang bersiap – siap.
“Appa!!” aku memeluknya.
“Kau sudah datang rupanya… saengil chukhahae” balas appa memelukku.
“Yo!!neo!! tidak kangen padaku?” donghae oppa meminta jatah pelukannya.
“Oppa!!” aku gantian memeluknya. Ah~ aku kangen sekali dengan mereka, sejak menikah hanya saat weekend saja aku pulang kerumah dan memasakkan mereka makanan. Untung saja Donghae oppa juga pandai memasak jadi aku sedikit lega.
“Saengil chukhahamnida saengil chukhahamnida saranghaneun uri hyora…saengil chukhahamnidaaaaa…” donghae oppa menyanyi merdu sekali. Dia mencium dahiku.
“kau sudah besar ya…”
“Apa itu maksudnya?memangnya aku dari dulu masih kecil?” protesku.
“hehehe…sejak tak ada kau sepi sekali…paling – palng hyuk jae yang sering kesini, parahnya dia itu kesini hanya untuk mengajariku hal yang tidak – tidak”
“Hahaha…nado bogoshiposseo oppa…oh iya ini cheese cake buatanku.”
“Gomawo wahh…sudah lama aku tidak mencicipi cake buatanmu”
“Ayoo kita berangkat…”
Kami pun segera berangkat. Biasanya Appa dan oppaku meninggalkan aku sendirian dimakam eomma, kata mereka mungkin aku punya sesuatu yang perlu disampaikan antara ibu dan anak. Aku juga biasanya selalu bercerita tentang keadaanku didepan makam.
“Eomma pasti bahagia disana. Kali ini aku menceritakan tentang suamiku yang hari ini menghilang entah kemana. Aku sebal padanya eomma!!!menantumu itu sangat menyebalkaaaaaaannn!! Kenapa dia tidak mengaktifkan handphonenya, tidak memberiku ucapan selamat ulang tahun… “ Hikss…air mataku keluar lagi, “Mianhae eomma…”
“Kaja…” Appa menepuk kepalaku. Aku mengangguk.
“Haengbokhae?”
“Ne ~ appa… kkokjonghajimaseyo (jangan khawatir)…”
“Appa percaya kau akan bahagia…” appa memelukku. Aku membungkuk lagi kearah makam eomma. ‘wish me luck eomma…’ kataku dalam hati.
“Ayo kita berangkat ke tempat pesta ulang tahunmu…”

——-

Orang – orang terdekatku sudah datang semua. Aniya… setan yang satu itu belum datang atau bisa kukatakan dia mungkin tidak akan datang. Ahra eonni, boram, donghae oppa, eunhyuk oppa telah membantuku menata dekorasi dan menata meja. Appa dan pumunimku semua sudah datang. Masakanku sudah selesai dan aku segera berganti baju dulu dibantu oleh boram. Setelah itu aku baru keluar.
“Baiklah…sebelum kita mulai makan malam buatan Hyora sebaiknya dia tiup lilin dulu…setuju??!!” Tanya Ahra eonni.
“Setujuuuuuuuu!!” jawab yang lain.
Donghae oppa mematikan lampu restoran dan setelah itu dari arah dapur terlihatlah cahaya lilin diatas cake yang berpadu dengan kembang api kecil yang dibawa Boram. Semuanya yang hadir bernyanyi,
“Saengil chukhahamnida saengil chukhahamnida…saranghaneun uri hyora…saengil chukhahamnidaaaaaa”
“Make wishes..” bisik Boram. Aku memejamkan mata menyebutkan wishes-ku. ‘aku berharap orang – orang yang aku cintai selalu sehat dan bahagia, aku harap aku bisa lulus kuliah secepatnya, aku juga berharap…. Kyuhyun selalu disampingku’ doaku dalam hati. Permintaan terakhir itu tak tau datang darimana.
“Fuuuhhh…” aku meniup lilinnya dan ruangan menjadi terang kembali. Sesaat aku berharap saat lampu terang kyuhyun segera memunculkan batang hidungnya. Tapi harapan itu sia – sia.
“Ja!! Mari keluarkan makanannyaaaa….” Pelayan segera menghidangkan masakan buatanku. Kamipun makan sambil sesekali mengobrol sebentar. Semuanya kelihatan senang, kenapa hanya aku yang kelihatan gelisah. Aku memandang hape-ku, membuka dan menutup flipnya. Kebetulan eomunim melihatku, tangannya menggenggam tanganku sekarang.
“Waekure? ”
“Aniyo eomunim…”
“gwenchanha… tunggu saja kalau sampai kyuhyun tidak ada akan aku pukul dia. Kau laporkan saja pada eomma, nanti biar eomma yang mengurus anak nakal itu, araji?” katanya menenangkanku.
“Ne~ eomma….kamsahamnida”
“Dia baik padamu kan Hyora?”
“Iya eomma. Kyuhyun baik padaku.”
“Kau hubungi kami saja kalau ada apa – apa ya… oya, ngomong – ngomong eomma sudah ingin cucu”
“Ah…iya eommunim. Itu juga sudah masuk kedalam daftar permohonanku tadi” aku membohonginya, ‘mianhae eommunim…’
Sampai pesta selesai, bocah menyebalkan itu benar – benar tidak menampakan batang hidungnya.
Anehnya tak ada yang peduli diantara kami ada kyuhyun atau tidak. Biasanya mereka sudah ribut kalau anak itu tidak ada. Aku juga sudah malas sekali memikirkannya, mungkin dia memang sedang sibuk dan lupa hari ulang tahunku. Tapi rasanya sakit sekali, dia kan suamiku. Aku mengingat ulang tahunnya pada 3 februari padahal kami baru beberapa bulan menikah. Ah! Sudahlah…. Tak ada diapun tak apa, asal ada keluargaku. Air mataku menetes lagi, aku buru – buru menghapusnya dan pamit ke toilet agar aku tidak terlalu terlihat habis menangis.
Setelah acara selesai. Ahra eonnie mengantarkanku pulang karena kyuhyun tidak kunjung datang.
“Biar kuhajar anak itu kalau dia membuatmu menangis lagi…” kata Ahra eonnie.
“Ne?”
“Ani… kau yang tahan saja ya pada namdongsaengku itu. Dia itu sebenarnya sangat lembut dan baik tapi kadang – kadang dia susah sekali mengungkapkannya. Dia tidak suka memperlihatkan rasa sayangnya dengan cara yang biasa….” Ahra eonnie memandangku. “Kau laporkan saja dia padaku kalau dia macam – macam oke?” dia tersenyum.
“Ne, eonnie… gomawoyo…”
“Ah iya…ini untukmu” Ahra eonnie mengambil sesuatu dari belakang, sebuah kado. Padahal aku juga sudah kewalahan membawa beberapa bungkusan kado dari semua keluargaku.
“Ige mwoyeyo eonnie?”
“Present… kau buka saja dirumah, mian kau jadi banyak bawaan ahahahaha….”
“Kamsahamnida onnie. Gwencanhayo…”
“Ya sudah kau masuk saja… selamat bersenang – senang ya Hyora… annyeong!!”
“Ne…hati – hati eonnie…” aku melambaikan tanganku pada mobil yang dikendarai eonnie.
Selamat bersenang – senang apanya? Aku kan sudah cukup bersenang – senang dengan kalian, dasar eonnie yang aneh. Aku menggelengkan kepalaku, lalu masuk ke dalam gedung apartemen kami.
Sesampainya didepan apartemen. Aku mencoba menekan bel, siapa tau kyuhyun sudah pulang. Tapi sayang tak ada jawaban. Aku menarik nafas panjang, melihat jam tangan ku yang menunjukan angka 11. Anak ini benar – benar keterlaluan. Aish! Jam segini pun dia belum pulang, mengerjakan apa sih dia sebenarnya? Aku mengeluarkan kunci dan membuka pintunya. Semua ruangan gelap. Sepertinya tadi sore sebelum pergi aku menyalakan lampu depan. Kenapa sekarang mati semua?apa memang mati lampu?kurasa tidak tadi didepan juga menyala… Ini pasti ada sesuatu yang tidak beres. Aku berusaha menjangkau saklarnya ketika sebuah cahaya keluar dari arah dapur dan dia bernyanyi dengan merdunya…..
“Saengil chukhahamnida saengil chukhahamnida…saranghaneun uri myeonjang…saengil chukhahamnida….” Saat nyanyiannya selesai cahaya itupun ikut mendekat. Dan terlihatlah wajah yang amat sangat aku kenal, menyeringai dan berkata,
“ya! Kenapa kau lama sekali sih?kau tidak tahu ya aku sudah lapar juga??”
Aku tidak dapat menahan air mataku yang sejak tadi pagi kutahan. Aku menangis tanpa suara.
“Ya~ ada apa dengan wajahmu itu?tiuplah lilinnya palli,waktumu hanya tinggal 1 jam lagi…” perintahnya lembut. Perlahan aku meniup lilinnya. Ruangannya kembali gelap tapi kemudian terang dan dapat kulihatada tulisan Saengil chukhahae tergantung diatas meja makan. Kemudian aku melihat namja yang sejak tadi memegangi kue ulang tahunku. Dia memperlihatkan smirk-nya.
“Ka…kau…” aku berkata dengan terbata. Aku tidak tahu harus senang atau harus kesal padanya.
“Haha..kau pasti mengira aku tidak ingat ulang tahunmu kan?” dia menyeringai dengan sangat menyebalkan.
“Hiks hiks….kau tega sekali padaku cho kyuhyun…huhuhuhu…” aku menangis, kado – kado yang sedari tadi aku bawa aku lepaskan begitu saja. Aku merasa semua beban yang ada didadaku lenyap. Entah kenapa aku merasa begitu lega.
“eh, kenapa kau menangis?kau kan seharusnya senang melihatku….”
“kau tega sekali…jahat sekali padaku…” aku memukul dadanya lemah.
“haha… lihat wajahmu itu…” dia meletakan kuenya dan mendekatiku. Mengulurkan tangannya dan menghapus air mataku.
“Sudahlah… kau kan harusnya bahagia dihari ulang tahunmu… kemarilah….” Dia menggandeng tanganku dan sekaligus mengambil kue ulang tahun tadi. Dia mengajakku ke dapur.
“Tadaaaaa…otte?kau terkesan kan?kkkkkkk…” dimeja sudah ada goocheob bansang (9 jenis makanan yang biasanya dimakan saat ulang tahun) termasuk sup rumput laut.
“Ayo duduk!” katanya. Makanan – makanan itu dihias sangat cantik dan rapi. Aku tidak tahu dia pintar memasak.
“Kau harus makan ini dulu…” dia mengambilkan sup rumput lautnya. “Ja! Mokgobwa (coba kau makan)…”
Aku menyuapkan sup rumput laut itu kedalam mulutku.
“………” aku mengunyahnya tanpa berkata apa – apa. Setetes air mata keluar lagi dari mataku. Melanjutkan makanku dengan cepat.
“Ya! Pelan – pelan saja makannya. Makanan ini tidak akan habis kok.” dia memandangku yang sedang makan.
“Otte?massisseo?(enak?)” aku mengangguk sambil tersenyum,
“ahahaha…sudah kubilang kan aku ini memang orang yang jenius, padahal aku belum pernah memasak. Aku sudah tahu ini pasti akan enak walaupun aku tidak mencicipinya. Kau saja sampai meneteskan air mata begitu saking enaknya. Kkkkkk ” aku tertawa mendengar celotehnya.
“Boleh kucoba semuanya kan?” tanyaku.
“tentu saja memangnya aku buatkan ini semua untuk siapa?”
Aku mencoba semua makanan itu dengan lahap. Aku seperti orang kelaparan, padahal tadi aku sudah makan.
“Uhuk uhuk…” aku terbatuk.
“Ya~ sudah kubilang kan makan dengan pelan. Bukannya kau sudah makan tadi?kau masih lapar?makanan yang kau masak tadi dihabiskan oleh eunhyuk hyung dan donghae hyung ya?mereka memang benar – benar…” dia menepuk – nepuk punggungku
“Aninde… ini karena ini benar – benar enak…” aku memandangnya, mataku berair lagi.
“Aigoo…kau ini menangis terus…” Tangannya lagi – lagi menghapus air mataku. Dia memandangku tepat di mataku dan tersenyum. Matanya seakan menelusuriku lebih dalam sampai ke hati. Aish!! Kenapa denganku? Dia benar – benar membuatku tak karuan. Kenapa saat dia tak ada aku sangat ingin cepat – cepat bertemu dengannya?kenapa saat dia tersenyum hatiku selalu berdebar sangat kencang?kenapa saat dia memandangku wajahku memerah?kenapa saat aku memandangnya oksigen disekitarku seakan berganti menjadi karbon dioksida dan membuatku sesak? Beribu pertanyaan menyesaki otakku. Omo!! Tidak mungkin…apa aku gila?dulu aku mau menikah dengannya hanya karena aku kalah game… apakah semua itu sudah berubah? Perasaan apa ini?aku tidak mungkin JATUH CINTA kan?
“Ah~ melihatmu makan dengan enak aku juga jadi ingin mencicipi masakanku sendiri… suapi aku myeonjang!!” perintahnya membangunkanku dari lamunanku saat kami saling berpandangan.
“Ah… andweee…kau tidak boleh memakannya, kau kan yang memberikannya padaku, masa kau mau memintanya juga?lagipula makanan seenak ini aku tak akan membaginya…” kataku.
“mwo!! Aku juga punya hak memakan masakan buatanku sendiri… cepat suapi aku!!”
Aku suka sikapnya yang terkadang manja ini, benar kata Ahra eonnie dia ini memperlihatkan rasa sayangnya atau rasa manjanya tidak seperti orang normal lainnya yang meminta sesuatu dengan bersikap aegyo. Dia memintanya seakan tidak membutuhkannya tapi dalam hati dia ingin orang lain memanjakannya dan menerima rasa sayangnya.
“Kau suka padaku ya?” tanyanya tiba – tiba.
“Mwo?!!”
“kau memandangku takjub begitu, wae?aku sebegitu kerennya ya?” tangannya menyilang.
“Ya sudah kau tidak usah makan makanan ini…” sebenarnya aku bilang begitu karena aku bingung mau menjawab apa.
“Ya sudah…. Aku juga bisa makan sendiri….” dia mengambil sumpit dan memakan salah satu makanan yang ada di meja.
“”ya!!! Andweeeeeeeee…” teriakku…. Oh tidak terlambat!!! Kyuhyun terkekeh saat makanan itu masuk kedalam mulutnya, tapi beberapa saat kemudian mukanya berubah.
“Wueeekkk…. Kau ini gila ya Lee Hyora??!! Kenapa kau masih makan makanan ini hah??!!ini…ini…asin sekaliiiiiiiiiiiii!!!” aku tertawa saat melihat wajahnya yang sedang keasinan.
“Kenapa kau masih bilang ini enak sekali…aduhh jangan – jangan….” Dia mencoba lagi beberapa masakannya dan memperlihatkan raut muka yang sama. Dan itu sudah cukup membuatku geli.
“Memang ini enak sekali kok. Lidahmu saja yang sedang tidak beres…” aku melanjutkan makanku dengan enak. Haha…sebenarnya masakan kyuhyun semuanya keasinan, tapi kenapa rasanya enak sekali dilidahku ya?
“Ya! Hajima…(berhentilah!)”
“massidaaaa…” aku sudah menghabiskan 5 jenis makanan itu. Untungnya kyuhyun memasakan 9 jenis makanan ini dalam porsi kecil jadi 4 jenis makanan yang dimasakannya masih muat diperutku.
“apakah yang itu enak?” tanyanya penasaran. Aku mengangguk.
“Kau mau?” dia mengangguk ragu. Aku menyuapinya.
“Ya!! Apa – apaan kau ini??begini dibilang enak??!” dia kembali memperlihatkan wajah itu, membuatku geli.
“Aku kan sudah bilang ini enak sekali kyuhyun~ah…. Hahaha..”
“ya sudah kau saja yang habiskan aku sudah tidak lapar…” katanya tidak memandangku.
“Baiklah akan kuhabiskan…”
“Stop!! Sudahlah hyora…berhenti memakan makananku itu… ” lama – lama dia tidak tega juga aku makan makanannya yang keasinan itu. Tapi aku tetap tidak mau berhenti makan, aku tidak mau usahanya *yang sepertinya tidak akan terjadi lagi* sia – sia.
“Ani…ini enak sekali kyuhyun~ah…” aku tersenyum senang. “Lihat ini suapan terakhir… ” aku memasukkan suapan terakhirku. Dia memandangku dan mengerutkan dahinya. Tiba – tiba,
“Kruyuuuuuuuuukkk…” perut kyuhyun berbunyi. Kami berdua saling berpandangan.
“kau sejak kapan belum makan?” tanyaku. Mukanya sudah memerah.
“Kenapa kau lama sekali datangnya hah!! Kau tau aku belum makan sejak tadi sore karena memasak ini” aku tertawa mendengar jawabannya.
“Kau tunggu disini sebentar ya…” aku beranjak dari dapur dan mengambil bungkusan yang tadi aku bawa. Aku sengaja membungkuskan beberapa masakan yang sebelumnya aku masak untuk pesta tadi.

Kyuhyun POV
‘Aduh…memalukan sekali…. Ya ampun dia itu memang benar – benar bodoh ato bagaimana sih?masakanku kan tidak enak sekali, kenapa dia bilang itu sangat enak? kalau aku jadi dia sudah kumaki – maki yang membuat masakan itu. Huff…itulah hal yang aku suka dari dia. Selalu melakukan hal – hal yang diluar dugaan, menerima apa yang kuperbuat dan tidak pernah mengkomplain. Padahal aku selalu menolak makan sayur yang dia masak karena aku tidak suka. Ah..dia datang, aku lapar…. Sepertinya dia membawakan aku sesuatu. Asiikkk!! Tenanglah perutku kau selamat sekarang.’ Kataku dalam hati.
End of Kyuhyun POV

“Igo…manhi mokgo…(makan yang banyak)” aku kembali dan mempersiapkan alat makan untuknya.
“Ini..kau yang masak?” aku mengangguk
“Aku yang memasak semua makanan untuk pesta tadi” jawabku. Dia mulai makan dengan lahap.
“kau rugi sekali tidak mau datang ke pestaku” kataku mengejek. Dia mendengus kemudian makan dengan enaknya.
“Otte?” tanyaku.
“Kau bisa lihat jawabannya kan ketika melihatku makan masakanmu?” Aku tersenyum sambil memandangnya makan.
“ya!” aku berteriak tiba – tiba.
“Bwae?” tanyanya dengan mulut penuh makanan. “Ya! Ottiga?!!”
Aku berlari mengambil kotak P3K.
“Ige mwoya??!!” aku mengambil tangannya yang penuh dengan beberapa luka. “Kau ini memang benar – benar bodoh Cho kyuhyun!!” bentakku.
“Ya!! Kenapa kau membentakku?aku bahkan belum selesai makan”
“Baiklah selesaikan makanmu dulu, setelah itu aku bisa membentakmu kan?” dia tidak peduli dan melanjutkan makan. Aku menyilangkan tanganku menunggunya selesai makan disebelahnya. Beberapa menit kemudian dia selesai makan.
“Ah~ massida…” dia mengelus – elus perutnya.
“Sudah selesai?”
“Kau sudah bisa lihat kan?” dia bertanya kembali.
“Lihat ini!! Apa yang kau lakukan dengan tanganmu?” aku mengobati luka – luka bekas sayatan pisau ditangannya. “kau ini benar – benar bodoh!! Tidak bisa masak tapi memaksakan diri, bagaimana kalau lukanya infeksi hah?kau bahkan belum membersihkan bekas darahnya…” aku sangat khawatir padanya, kuoleskan antiseptic dan menempelkan band aid di semua lukanya.
“Bisa tidak sih kau tidak marah – marah? ”
“Bagaimana bisa kau bilang seperti itu hah?tanganmu jadi seperti ini gara – gara memasak untukku. Tanganmu ini kan berharga sekali!!”
“Setidaknya kau berterima kasih padaku, kapan lagi aku bisa melakukan hal – hal bodoh dan gila ini demi kau. Paboya~”
“Jangan sampai kau terluka lagi…” aku mengusap – usap tangannya yang penuh dengan band aid.

Kyuhyun POV
‘Lihat bagaimana jantungku tidak mau loncat? Kata – katanya begitu menyentuh hatiku…’ aku memandangnya saat dia mengusap – usap tanganku dan saat dia mengatakan hal seperti itu.
End of Kyuhyun POV

“aish! Kau membuat tanganku penuh dengan band aid….” Katanya sambil melihat jari – jarinya.
“Chu!!” tanpa sadar aku mencium pipinya. Kyuhyun shock, mulutnya sedikit terbuka seakan ingin mengatakan sesuatu tapi tertahan.
“Gombapda… karena sudah melakukan hal – hal bodoh dan gila untukku…” aku tersenyum. Tiba – tiba suasananya jadi sedikit awkward.
“A..aku… ke kamar dulu…” katanya sambil langsung melengos pergi dari hadapanku.
Omo! Apa yang tadi aku lakukan?!! Aku baru merasakan pipiku yang panas, argghh!! Kenapa kau lakukan hal bodoh itu Lee Hyoraaaaaa!! Aku menghentakan kakiku sendiri. malu sekali aku. Bagaimana bisa aku tidur satu kamar dengannya sekarang? Aish!! Ottokhae? Aduhh jangan – jangan dia marah padaku… aku harus minta maaf padanya. Dan akupun menyusul kyuhyun ke kamar.

Author POV
“Ah! Kenapa badanku jadi panas begini?” kyuhyun duduk di tempat tidur, mengingat hyora yang baru saja mencium pipinya. Dia memasukan tangannya ke kantung sweaternya, merasakan sesuatu didalamnya dan menarik barang itu.
“Ya ampun! Aku lupa memberikan ini padanya…” Kyuhyun membuka kotak perhiasan itu, dan terlihatlah sebuah kalung cantik berliontin bintang.
“Kyuhyun~ah… boleh aku masuk?” Hyora bertanya dari luar. Kyuhyun kaget mendengar suaranya, segera saja dia menyembunyikan liontinnya dibelakang punggungnya.
“Ya..kau boleh masuk..” hyora membuka pintunya.
“Kau sedang apa?” tanyanya.
“A…ani…” jawab kyuhyun gugup. Hyora mulai mendekati kyuhyun.
“Mianhae… aku tadi tidak bermaksud seperti itu…” Hyora menunduk. “itu..terjadi begitu sa….” Sebelum selesai berkata Kyuhyun mendekati Hyora memposisikan tangannya kebelakang leher Hyora. Wajahnya memandang Hyora seakan mau menciumnya.
“Y..y…ya…mwohaneungoya??(kau sedang apa?)” hyora tergagap, karena harum tubuh Kyuhyun masuk kedalam hidungnya plus wajah kyuhyun dekat sekali dengannya. Jantungnya berdegup sangat kencang
“Saengil Chukhahae” Jawab Kyuhyun yang sekarang menjauhkan tubuhnya sambil merapikan rambut Hyora. Hyora melihat kearah lehernya. Kalung itu kini ada disana.
“kau jangan berpikir yang tidak – tidak ya…” dia menyilangkan tangannya.
“A…a..aku mau tidur…” Kyuhyun merasa malu jadi dia bilang begitu dan menempatkan diri tidur dikasur dengan kaku meninggalkan hyora yang masih terbengong – bengong karena kejadian itu. Keduanya masih merasakan detakan jantung masing – masing yang sudah tidak beirama normal lagi.
End of Author POV

——–

Hyora POV
“Kyuhyun~ah…. Kau mau makan malam tidak!!” teriakku. Hari ini aku ingin makan salad. Tapi karena aku tau Kyuhyun ini tidak suka sayuran, maka dia kubuatkan krim soup saja. Saladnya sudah ku letakan diatas meja, aku sedang memasukan soupnya kedalam mangkuk saat kyuhyun datang. Saat aku berbalik akan mengantarkan soup-nya, aku tiba – tiba terdiam.
“Kau….” Kataku tak percaya.
“Wae?ini…enak sekali kok…” dia memakan salad buatanku. Catat ya saudara – saudara… SALAD SAYUR…dia memakan sayur!!!
End of Hyora POV

——–

Kyuhyun’s POV
Flash back 1
“Siwon Hyung…”
“Hai Kyuhyunie…mana Ahra?kau kesini tidak bersamanya?” Namja yang kutemui ini adalah teman Nunaku. Dia ini pemilik sebuah café ternama diSeoul.
“Aniyo… aku kesini sendiri”
“Duduklah…” dia mempersilahkanku duduk di kantornya yang lumayan mewah.
“ada yang bisa ku bantu?” tanyanya.
“Hyung… aku butuh pekerjaan…”
“mwo??pekerjaan?”
“Hanya 1 bulan saja hyung…aku janji pelangganmu pasti akan bertambah”
“Haha…yang benar saja kau…jinjjaya?”
“Hyung harus memberiku uang extra ya jika pelanggan café ini bertambah”
“Baiklah…kau yang janji ya…”
“Tenang saja Hyung… aku jamin. Jadi aku bisa bekerja malam ini?aku sedang dikejar deadline mengumpulkan uang”
“Oke kalau begitu, mulailah bekerja malam ini. Shift-mu jam 3 sore sampai jam 9 bagaimana?”
“Kamsahamnida hyung…. ”
“Ngomong – ngomong kau ini sudah mau punya agi ya?makanya kau minta pekerjaan ini?” Tanya Siwon hyung.
“A..aniyo…bukan seperti itu” aish! Menyentuhnya saja aku belum berani, kenapa semua orang sudah ingin aku punya anak.
Jadi mulailah malam itu aku bekerja dicafe ini. Dengan senyumanku yang menawan, beberapa gadis – gadis SMA dan noonim mampir ke café itu. Mereka berebut ingin dilayani olehku. Ya ampun… walaupun sudah menikah charmingku tetap saja mantap begini. Alhasil pendapatan café ini bertambah. Siwon hyung sangat senang, dia berjanji akan menepati janjinya dulu.
1 bulan kemudian aku berhasil mengumpulkan uang untuk membelikan sesuatu untuk istriku. Aku mengambil uang juga dari hasil menang main game. Walau lelah bekerja dan berbohong pada hyyora, tapi aku tidak tau kenapa hatiku sangat senang. Aku selalu mengatakn aku sedang punya project dengan leeteuk dan heechul hyung.
Aku memasuki toko perhiasan, melihat – lihat sebentar dan mataku langsung berhenti pada sebuah kalung yang berliontin seperti bintang jatuh. Bentuknya yang tidak biasa itu mengingatkan aku pada hyora, bintang jatuh kan muncul disaat – saat tertentu saja, dan tidak semua bintang bisa jatuh. Menurutku Hyora itu bintang jatuhku, bintang yang paling berbeda diantara semua bintang. Dan juga sebagai pengabul keinginan. Aku beruntung mengikuti kata hatiku untuk mengajaknya menikah.
“Tolong bungkuskan yang itu…” kataku.
End of Flash back 1

Flashback 2
“Kau…besok tidak ada acara kan?” tanyanya disela – sela makanku.
“Besok??humm…coba kulihat jadwalku dulu” aku mengambil Iphone-ku, dan berpura – pura mengecek sebentar.
“Tsk…sok sibuk sekali” gumamnya.
“Mwo?” aku sedikit mendengarnya, dia menggeleng.
“Hmmm…besok aku sudah punya janji dengan lee teuk dan heechul sunbenim sampai malam, wae?” aku berbohong
“Jinjja?kau benar – benar tak ada waktu?” pertanyaannya terdengar sedikit kecewa.
“Kenapa memangnya?” aku meneruskan makan malamnya.
“Aku…ingin kau ke Honey café. Kau tau kan café langgananku dan boram itu…”
“Tidak bisa janji sih tapi aku akan mengusahakannya…” aku terus berbohong ada sesuatu yang kurencanakan.
“Aku berharap sekali kau datang…” katanya sedikit sedih.
Setelah menungguiku makan malam, hyora bilang dia ngantuk. Jadi dia masuk kamar dulu dan tertidur. Aku menyusulnya setengah jam kemudian setelah mengerjakan tugasku. Tugasku sedang banyak – banyaknya maklum semester ini aku mengambil mata kuliah yang lumayan berat.
Dia sudah tertidur pulas saat aku naik ke tempat tidur, dia juga telah menatakan bantal dan selimut untukku. Aku melihat kearah jam, 10 menit lagi. Aku memaksakan diri membaca dalam kurun waktu tersebut.
“Ding dong ding dong…” jam sudah berbunyi ini tandanya hari ini tanggal 10 oktober. Aku meletakan bukuku. Kemudian memandang kearah istriku yang sudah tertidur sangat amat pulas. Aku tersenyum,
“Saengil chukhahae…semoga kau selalu sehat dan bahagia bersamaku Lee Hyora” Lalu mencium lembut dahinya.
End of Flash back 2

Flashback 3
Nuna….nuna…ireona..(nuna bangun)” aku memasuki kamar kakak perempuanku diam – diam seperti saat masuk kerumah. Aku menduplikat semua kunci semua ruangan dirumah agar aku bisa keluar pergi seenak hatiku kkkk…
“Ya!! Mwohae?(apa yang sedang kau lakukan?)” Ahra nuna bangun dengan malas – malasan
“Aku minta bantuan nuna ya…”
“Hari ini aku ada meeting, wae?”
“Tolong ajak hyora jalan – jalan satu hari ini”
“Kenapa tidak kau saja?dia kan ulang tahun hari ini. Sebagai suami kau harus memanjakan dia, agak aku cepat punya keponakan..” dia mengehempaskan tubuhnya lagi ke kasur.
“Aish!! Ngomong apa kau nuna?”
“kkkkkk”
“Putakhae (tolong) nuna~ya… ajak dia jalan – jalan… pokoknya aku mau seharian ini dia tidak ada dirumah. Aku ingin memberinya kejutan”
“mwo?kejutan?ckckck…sejak kapan kau punya pikiran seperti itu?”
“Ayolah nuna~ kau harus membantuku…” Kyuhyun memohon.
“Ara ara… hanya karena demi hyora dan kelangsunagn hidup rumah tangga kalian, aku mau”
“Gomawo nuna…”
“Kyuhyun~ah…sedang apa kau disini sepagi ini hah?” Tanya eommanya yang diikuti appanya yang baru keluar dari kamar. Kyuhyun memang pergi pagi – pagi sekali untuk bersembunyi. Dia punya rencana besar untuk ulang tahun hyora hari ini.
“Annyeong haseyo, eomma, appa…”
“mana menantuku?” Tanya Appa.
“dia masih dirumah. Aku sengaja kesini sendirian appa. Hanya ingin memberitahu kalian sesuatu, dia sudah mengundang untuk makan malam kan hari ini?”
“Yeah…kenapa memangnya?” jawab Ahra.
“Aku tidak akan datang”
“Apa – apaan itu? Andweee!!” eomma tidak setuju.
“Wae?kau tega sekali, dia kan istrimu” Ahra ikut protes.
“Ani… ini kan bagian dari kejutannya. Oke oke??jadi sudah tahu ya apa yang harus dikatakan ketika nanti hyora bertanya kan? ”
“Waaa…adeul! Kau ini semakin mirip aku saja…” appa kyuhyun menyenggol lengan kyuhyun.
“Eiii…kalian ini sama saja” gerutu omma. “Awas saja ya kalau kau sampai membuatnya menangis, dia itu menantu kesayangan eomma tau… ”
“Iya…dia juga adik kesayanganku, kalau kau macam – macam akan kutendang kau cho kyuhyun!” ancam ahra.
“Arasseo… kalau begitu aku akan pergi dulu…” dia pergi begitu saja.
‘Sepertinya dia mabuk cinta sekali pada hyora… sikapnya belakangan ini banyak berubah’ gumam Ahra dalam hati.
End of flashback 3

Flashback 4
“Hyung!?” aku menepuk punggung donghae hyung.
“Neo?”
“hehehe…. ”
“kenapa kau bisa ada disini?”
“Mau bertemu eomunim…”
“Mwo?Hyora sedang menemuinya, kau susul saja dia…”
“Ani… aku akan bertemu abunim dulu. Dimana dia?”
“Itu sedang mengunjungi makam halmoni” aku menemui abunimku dulu untuk menyapanya dan memeberi tahu rencanaku kemudian aku kembali lagi kepada donghae hyung.
“Ya! Kau membuatnya menangis terus ya?kau sering meninggalkannya sendirian ya dirumah?aish!! awas kau ya…”
“Hyung, kau tidak mengerti. Aku memang sengaja membuatnya seperti itu, aku ingin memeberinya kejutan. Jadi aku mohon bantu aku, hyung. Jangan katakana apa – apa kalau aku kesini. Aku memang sama sekali belum mengucapkan apa – apa padanya sejak tadi pagi.”
“Kure?algesseo(Aku mengerti) tenang saja… tapi awas ya kalau kau sampai macam – macam”
“Tenang saja hyung… aku harus sembunyi hyung, jangan sampai dia tau aku disini ya…”
Setelah mereka pergi aku baru menemui eomunimku dan menjelaskan semuanya.
end of Flashback 4

Flashback 5
Aku mencari resep goocheob bansang (9 jenis makanan untuk ulang tahun) di internet. Hari ini aku akan memasak, oke aku tau ini aneh tapi aku tidak tau kenapa aku ingin melakukannya untuk merayakan ulang tahun Hyora. Kau boleh bilang aku gila atau bodoh…
Aku menemukan resepnya dan mulai memasak.
“Garam setengah sendok teh…omo! Apakah ini tidak terlalu sedikit?ah…aku jadikan saja 1 sendok. Ini pasti enak… sudahlah tidak usah dicicipi aku kan jenius tanganku ini pasti tau apa yang terbaik kkkk” kataku pede.
Selesai memasak aku menata semua masakan itu dengan cantik. Beberapa kali aku melukai tanganku sendiri, tapi aku tak peduli yang penting masakannya siap sebelum hyora pulang.
“Nuna! Kau dimana?” aku menelepon Ahra nuna.
“Kami sudah mau pulang… kau sudah siap dengan kejutanmu?”
“Tentu saja nuna…”
“Aku tau kau pasti mau membuatkanku keponakan kan? Huahahaha..”
“Nuna~ya! Jinjja…”
“Hyora datang…kau siap – siap saja…jangan sampai dia melaporkan kelakuanmu padaku ya…mati kau sampai dia bilang kalau kau macam – macam”
“Nuna, yang adikmu itu dia atau aku sih?kenapa kau jadi lebih sayang padanya?”
“Sudah… aku tutup ya…”
“Aish! Tidak sopan sekali dia…” Aku tersenyum puas, aku yakin dia akan terkesan padaku hahaha.. its like to give pain and to give medicine at the same time.
End of Flashback 5
End of Kyuhyun POV

******

Mianhae klo endingnya rada2 hahaha…author sedang dalam posisi yang tidak mengenakan dikarenakan Kyuhyun yang selalu menggoda author sesuatu hal yg tidak dapat saia jelaskan hehehe… keep readin’ and lovin’ it readers, kamsahamnida !! ditunggu komennya yuaaaaa…^^ annyeongggg!!

 

28 thoughts on “Why I Like You {Hyora POV}

  1. Msh lanjut ga nih?! Smoga msh AMIN! :)
    Ouwh~ hyora kesepian y?! Wkwkwkwkwkwk~
    Itu ada slh ktik y?! Apa itu bang baru d pov hyora awal? -_-”

    Hahahaha~ babikyu pd amat cakep! Tp emank sih!
    Scpt’a de mreka pny anak ^_~

  2. Msh lanjut ga nih?! Smoga msh AMIN! :)
    Ouwh~ hyora kesepian y?! Wkwkwkwkwkwk~
    Itu ada slh ktik y?! Apa itu bang baru d pov hyora awal? -_-”

    Hahahaha~ babikyu pd amat cakep! Tp emank sih!
    Bnr2 pasangan unik de!!
    Scpt’a de mreka pny anak ^_~

  3. masih lanjut kan??
    si kyu tumben bisa sebegitu so sweet #hah? sama hyora
    wkwkwk… terharu sama sikap kyu…ckckck
    bner2 pasangan aneh.. tapi romantis :p
    lanjut ya :D

  4. hahahha goo job auhor + kyuhyun(?) atas usahamu untuk merayakan istrimu ithu!!!! kyuhyun sibbuuuuuk bgt deh,,,harus mempersiapkan semua ini hahahha pengen ngakak saat kyu nuangin 1 sendok garam memangnya belum pernah rasain garam toh??? bukannya tmbh manis mlh asiiin dumsz my nampyeon

  5. keerreenn author..
    Kyupa klo emng ga bisa masak, jngan d’paksain dee, dripada harus jadi duda.. Hahaha
    Tp salut dee ma kyupa rela melakukan apa aja,, aku mw dong jd hyora*ngareep

  6. daebakk…
    aku selalu menunggu kelanjutan ff ini..
    suka banget ama kyura couple.. :D

    di tunggu lanjutannya..

  7. haaaa rame banget bener bener envy ke hyora haha
    so sweet banget sii kyu nya,tapi mereka masih malu malu gitu ah padahal mah pengen haha

  8. hahahha. si kyuhyun ribet banget tuh perjuangannya menuju kemerdekaan/plakk
    maksutnya perjuangan buat surprise-nya hyora. baguuuusss
    ditunggu kisah” selanjutnyaa :D

  9. eren !!!
    kalo aku jadi Hyora ,,
    aku gak mau makan masakan Kyuhyun !! #plakk
    Takut mati mudaa !!#tripleplakk,,

  10. keren !!!
    kalo aku jadi Hyora ,,
    aku gak mau makan masakan Kyuhyun !! #plakk
    Takut mati mudaa !!#tripleplakk,,

  11. hahaha mereka aneh, udah mulai pd suka, masiiii aja pd jual mahal.

    cieeeee senengnya yang dikasi surprise ma kyu, meskipun rasanya bikin sakit perut, hahaha berasa ntu makanan terenak didunia. wkwkwk….

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s