[Freelance] Key’s Big Family part 1

Title : Key’s Big Family Part 1

Author : iinna

Main Cast : All Member SHINee, Yuri SNSD, Siwon Super Junior, Jaejong JYJ, Joon MBlaq.

Support Cast : Chunji Teen Top, IU.

Rating : General

Genre : Humor, Friendship, Family, Life.

Note:  Ini fanfic pertamaku. Semoga gak hambar and you can Enjoy it! komen yaaaa~Happy Reading^^ ^^

KEY POV

Hai, aku Kim Kibum, tapi aku lebih suka dipanggil Key. Entah kenapa itu sudah jadi panggilanku sejak kecil. Aku tinggal di sebuah kota kecil bersama Yuri Umma dan Ketiga Appaku. Kami hidup bahagia, Rukun Tetangga dan Rukun Warga.

“Key, Buatkan Appa Kopi susu dong..” Seru Jaejong Appa.

“Ne Appa…” Kulangkahkan kakiku ke dapur untuk membuatkan Kopi susu pesanan Jaejong Appa. Suami Kedua Yuri Umma sekaligus Ayah Kandungku dan Jonghyun Hyung. Alkisah, Yuri Umma dan Jaejoong Appa pertama kali bertemu di pasar. Saat itu, Yuri Umma tidak sengaja menginjak kaki Jaejong Appa, tapi karena Yuri Umma tadi sehabis melewati kandang sapi dan kambing, jadilah berbekas kotoran sapi dan kambing di kaki Jaejong Appa. Dan lalu, Yuri Umma menawarkan menikah dengannya sebagai permintaan maaf (?). Dan Jaejong Appa yang sedari dulu menyimpan rasa pada Yuri Umma tidak bisa menolak.

BUGH!!!

“YA!! Kalo jalan tuh mata di pake dong!!” Seru Joon Appa yang bajunya kotor terkena Kopi Susu yang kubuatkan untuk Jaejong Appa.

“Mian Appa…” Joon Appa adalah Suami pertama Yuri Umma. Yuri Umma dan Lee Joon Appa sudah berteman+dijodohkan dari kecil. Maka, saat umur mereka cukup, mereka langsung menikah. Dia Appa yang paling galak kalau sudah marah, tubuhnya yang sangat menly makin mendukung karakternya. Ia ayah dari Onew hyung dan Taemin.

Huh, terpaksa aku membuat Kopi Susu lagi untuk Jaejong appa. saat aku sedang membuat Kopi, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku. Siwon Appa. Ia adalah suami ke tiga dan (insya Allah) terakhir. Yuri Umma dan Siwon Appa sebenarnya hanya khilaf saat sedang ke Club Malam, dan pada akhirnya Yuri Umma mengandung Minho (ckck). Akhirnya Siwon menikahi Yuri Umma dan insyaf, lalu mondok di Gontor selama tiga tahun, dan jadilah Siwon Appa sebagai orang tersoleh dan terbijaksana di rumah ini.

“Ada apa Appa??” tanyaku agak terkejut.

“Anni… Appa juga mau di buatin susu hangat ya, key..”

“Ohh, okee…” Siwon Appa tersenyum sebentar dan pergi meninggalkanku. Huft, ku pikir aku mau di ceramahi..

***

“Psst.. Key, sini!” Minho, adik tiri yang seumuran denganku berbisik dari dari dalam kamar.

“What?” Aku menoleh, dan kudapati minho melongokkan kepalanya dari depan pintu kamar.

“Aku punya ini, mau ikut tidak??” Minho mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, sebuah kamera digital, pasti milik Siwon Appa. Aish, pasti dia mau foto-foto, aku tak boleh ketinggalan! Ku langkahkan kakiku dengan cepat ke dalam kamar.

“tu..wa..ga..” CKLIK!
“Huwaa, bagus.. Ayo lagi!” Kami berfoto-foto banyak sekali, sampai menghabiskan memori 8gb (author lebay), ada gaya dengan bibir di kerucutkan, telunjuk ditempel di bibir, gaya tangan dengan oke dipinggir kepala dan foto dari atas (minkey alay hahaha~).

Beberapa menit kemudian…

“Minho, aku bosan kalau kita hanya ber foto-foto…” ku baringkan tubuhku disebelah minho yang sedang asik melihat gambar-gambar kita tadi, dia diam tak menyahut. Terlintas satu hal di benakku.

“Minho…”

“Hm?” Ujarnya malas.

“Bagaimana kalau kita membuat covering dance girlband? Dan nanti kita publish di YouTube?” usulku, dan dibalas dengan tatapan tak setuju Dari Minho.

“Siroh! Jangan samakan aku denganmu!!” Minho bangkit dari pembaringannya.

“Wae? Dance Girlband kan bagus-bagus, dan juga tidak terlalu rumit…”.

“Hm… Bagaimana kalau kita buat video Lipsync Cinta Satu Malam? Aku sudah punya gerakan yang pas!”Ujar Minho, dan ia mengangkat jari telunjuknya keatas, dan menggoyang-goyangkan pinggulnya, Dan terdengar ia berdendang, “Cinta satu malam, oh indahnya… cinta satu malam buatku melayang…~”.

GUBRAKK!!! ‘Ternyata Minho lebih parah dariku…’ batinku.

**

Kulihat Taemin sedang menonton. Tanpa aba-aba kurebut remote tv dari tangan adik tiriku itu. “UMMAAA!!! APPAAA!!! Key Hyung merebut remoteku!!!” rengek Taemin.

“YA! Itukan bukan remote milikmu!!” Bentakku sambil membekap mulutnya.

“Hey kalian jangan bertengkar!!” bentak Lee Joon Appa, aku langsung mengembalikan remote pada Taemin, dan duduk menjauh. Kalau sudah berurusan dengan Lee Joon Appa nyaliku langsung ciut. Karena tampangnya yang menyeramkan, di tambah lagi ia adalah Suami Pertama Yuri Eomma.

“Ada apa lagi sih!!??” Jaejoong Appa berdiri di depanku, Menatapku geram. “Kau apakan Adikmu??”

“Aku hanya ingin menonton tv!!” ujarku kesal pada Appa kandungku ini.

“Tapi gak usah pake rebutan remote gitu dong…” Jaejong Appa meminta remote tv pada taemin, dan dengan cepat taemin memberikannya pada Jaejong Appa. oh, thanks Appa!

***

Pagi ini rumah sepi sekali, Minho dan Taemin masih tidur, Jinki dan Jonghyun hyung sedang berbelanja di pasar, Yuri Eomma sedang memasak di dapur. Jaejong Appa Belum pulang dari ngeronda, Siwon Appa lagi di mesjid abis ceramah subuh. Dan aku… nonton Insert pagi, acara favoritku yang tak boleh tertinggal.

Tiba-tiba Joon Appa datang entah dari mana. “key, mana Minho dan Taemin?” tanyanya.
“Kayaknya masih tidur deh…” jawabku malas.
“Mau ikut ke museum gak? Ajak Minho dan Taemin juga…”
“Museum? Hm… boleh juga tuh, aku bangunin dulu yah 2min nya..” Joon appa mengangguk, dan aku pun beranjak menuju kamar 2min.

“Hey anak malas, ayo bangun!!!” Ku tepuk-tepuk pipi minho, ku pencet hidungnya, ku cabut bulu hidungnya, dan ia sama sekali tak bergeming. Aku beralih ke Taemin, sekali tamparan dan ia langsung bangun. “Duhh, sakit tau hyung!!” Taemin mengelus-elus pipinya. Lucu.. Rasakan!! “Ayo cepat bangun! Kita mau jalan-jalan ke Museum, bangunin minho sekalian tuh yaa…” kudengar taemin mengeluh, dan aku berjalan ke luar kamar meninggalkan mereka.

“Udah dibangunin??” Tanya Joon Appa padaku. Aku mengangguk. “Yasudah, kamu siap siap juga sana!”. Huh, padahal insert nya belum abis.. ckck.

*

Waahhh, Museum nya sangat besar… adal lukisan Dewa, Radja, Ratu, Peterpan, dan ada lukisan SM*SH (?). di pojokan sana juga terdapat lukisan-lukisan unik hewan-hewan purba. “Key, ke sana yuk!? Aku mau lihat bentuk hewan-hewan jaman dulu…” ajak Minho.

“Hm? Ayo…” ku ikuti Minho. Banyak sekali lukisan-lukisan hewan melata yang hidup 200 tahun sebelum masehi. Wahh, kerenn…

“Hey, Minho, Key, jangan jauh-jauh, nanti kalian nyasar…” Joon Appa bersama Taemin datang menghampiri kami.

“Appa, kami ini kan sudah besar, masa nyasar?? Ngga gue banget duehh…” Kataku.

“Taeminnie, mana kacamata Appa??” Joon Appa terlihat meminta sesuatu dari Taemin. Dan taemin hanya menatapnya bingung.

“Hm… Emangnya Appa nitip kacamata di aku??”.

“Loh? Yahh… Penglihatan Appa kan sudah kabur, factor usia… harusnya kamu tuh sebagai anak harus memperhatikan Appanya… Gimana sih kamu.. Appa kan jadi gak bisa liat karya-karya yang ada disini dengan jelas deh.. huu”keluh Joon Appa.

“Sabar ya Appa…” Ujar Minho menenangkan.

“Wahh… Lukisannya bagus… Gambar ikannya bener-bener hidup…” Ujar Appa kagum. Semua orang menatapnya bingung.

“Heh Appa, itu bukan ikan, itu gambar Buaya!” Ujar Minho sabar.

“Ohh, hehe maklum, kan penglihatan Appa agak kabur…” Minho hanya mengangguk. Dan orang-orang sedah kembali pada kegiatan masing-masing.

“MinKeyTaem, lihat, itu gajahnya benar-benar gagah yaa…” kata Appa.

“Ckck, itu kan rusa, kok jadi gajah sihh ???” Taemin tertawa kecil melihat kelakuan Joon Appa yang salah terus menebak gambar di Lukisan yang ada di museum.

“sudahlah Appa, sebaiknya gak usah komentar, diem aja kek…” Ujarku santai pada appa. Appa terlihat kesal.

Setelah beberapa saat Appa diam, dia bersuara lagi. “Anak-anak, kok lukisan Kera ini bergerak ya??” Tanya-nya bingung. Kulihat lukisan itu, dan kemudian tertawa keras sekali.

“HUAAHAHAHAHA~ Appa, itu kan cermin!!” Kataku sambil tertawa. Semua orang di ruangan itu tertawa tak terkecuali Joon Appa.

***

Author POV

Kabar mengenai larangan merokok yang diserukan oleh MUK (Majelis Ulama Korea) sudah tersebar luas di semua kalangan masyarakat. MUK mengatakan bahwa aktivitas merokok itu adalah haram.

Kemudian di suatu pagi, terlihat pemandangan yang tak biasa. Siwon Appa sedang duduk terbatuk-batuk di sebelah Jaejong Appa yang sedang membakar rokok. ”YA! Kamu ini masih merokok aja, Apa kamu gak tahu kalau merokok itu sekarang dianggap haram?” Tegur Siwon Appa.

”Katanya MUI sih begitu” jawab Jaejong Appa.

”Apa sekarang ini kamu tidak setuju dengan larangan itu?” tanya Siwon Appa.

”Lhoo saya setuju sangat… saya sangat-sangat setuju. Bahkan saya sangat setuju kalau pabrik-pabrik rokok itu dibakarin semua” jawab Jaejong Appa dengan penuh meyakinkan.

”Kalau kamu setuju kenapa kamu masih membakar rokok itu?”

”Karena saya tidak mampu membakar pabrik-pabrik rokok itu, maka jalan keluarnya aku bakar rokoknya satu-satu..” Ujar Jaejong Appa santai.

#$%(@#^&!!

***

Siwon Appa POV

Ku lihat isi dompetku, lumayan banyak. Sekali-kali ku traktir lah anak-anak makan di restoran mahal. Supaya mereka makin sayang padaku.

“Anak-anak, siapa yang mau ikut siwon Appa ke Restoran untuk makan malam??” tanyaku semangat.

“Akuuuuuuuuuu!!!!!!!!” Jinki, Jonghyun, Key, Minho dan Taemin breseru serentak. Sudah kuduga, mereka pasti akan senang. “Let’s goo!!!”

-di restoran-

“Appa, makanannya enak!!” Ujar Key, Taemin dan Jonghyun serempak, Aku hanya tersenyum dan mengangguk.

“Appa, aku tambah ya??” Minho memesan satu porsi nasi.

“Aku mau Ayam lagi!!!” Jinki memesan satu ayam big size.

30 menit kemudian kami selesai makan. “Huaaa, kenyang sekali….”

Dengan santai kubayar makanan yang tadi kami makan, senangnya melihat anak-anak puas. Saat aku hendak berjalan keluar lewat pintu resto yang besar, tiba-tiba…

BUGH!!

“Appaaa!!!” Anak-anak berlari ke arahku, tatapan mereka cemas. Kurasakan kepalaku pusing sekali.

“Wuihh, sakitt mameennn….” Ternyata yang ku anggap pintu resto itu adalah kaca dan aku menabraknya, sakit loh, jangan coba-coba yaa!! Hiks..

***

Taemin POV

“Umma, aku main ya!!” teriak ku dari depan rumah, dan berlari menuju rumah Chunji. Di perjalanan aku bertemu dengan IU. “Hey Taem mau kemana??” tanyanya ramah.

“Mau ke rumah Chunji, main Yok, aku lagi bosen nihh…” IU menimbang sebentar, lalu tersenyum dan mengangguk.

Sesampainya di depan rumah Chunji, aku memencet bellnya, tapi tak ada sahutan. Beberapa menit aku memainkan dan memencet terus-menerus bell rumah Chunji, tiba-tiba……

Ssshhhhhh~

keluar asap dari bell tersebut, dan terlihat sedikit percikan api. “Taem, sepertinya kau merusak bell rumahnya chunji…” Ujar IU.

“Ah, tidak.. itu biasa terjadi setiap bulan pada bell di setiap rumah…” Kataku takut, dan IU hanya mengangguk. Sepertinya bell nya konslet karena ku pencet terus menerus, bagaimana ini?? Umma dan Appa nya Chunji kan galak.. huhu galau.

“Hey, apa yang kalian lakukan di luar??” terdengar suara yang sangat familiar, chunji. Ia mempersilahkan kami masuk. “Umma dan Appa sedang ke Medan, baru pulang besok, jadi aku online seharian sampai tak dengar suara bell.. hehe mian ya…”

“Oh, tak apa…” Ujarku. Jujur, sekarang aku sangat gugup, karena bell rumah Chunji tadi rusak karenaku. Jangan-jangan chunji akan marah padaku, aduhh jangan doonngg…

“Chunji, tadi bell rumahmu mengeluarkan………….. hmmppff~” Dengan cepat ku bekap mulut IU, jangan sampai ia memberitahu Chunji!. Kulanjutkan kata-kata IU “Bell rumahmu mengeluarkan bunyi, iya kan IU??” IU menatapku bingung.

“Tentu saja, bagaimana mungkin tidak mengeluarkan bunyi, kan bell nya baru di beli sama Umma kemarin di papua, harganya 7 juta loohh.. Kalau sampai ada yang merusak, Umma pastii marah besar!” ujar Chunji santai.

DEG~ seperti ada batu besar menghantamku, bagaimana kalau sampai Chunji atau Umma nya tau?? Bisa mati aku…

Tiba-tiba….

“Chunji sayaangg~ Umma pulaangg… eh, ada Taemin dan IU…” kami bertiga bersalaman dengan Ummanya Chunji. Lho??

“Umma, kok udah pulang sih??” Tanya Chunji Heran.

“Iya, Yang punya keperluan kan Appa, Umma males nemenin jadi Umma pulang saja..”

“Ohhhh…..” Ucap kami bertiga.

“Ohya, kok umma pencet-pencet bell gak ada yang keluar??” Seru Umma nya Chunji. Duhh, aku jadi makin takut.

“Eh? Emangnya Umma tadi pencet bell?? Kok gak ada suaranya??”

“Chunji…. Jangan bilang kalau kau tadi merusak bell!!!” Raut wajah Ummanya Chunji berubah jadi menyeramkan.

“Tuh kan, pasti waktu kamu pencet-pencet tadi, bell nya rusak taem!!” seru IU polos melirikku, tanpa dosa.

“Uhmmm….” Sial, dasar IU babo!!!! Sekarang, Chunji dan Umma nya menatapku geram.

“TAEMINNIE!!!!!~”

to be continued

7 thoughts on “[Freelance] Key’s Big Family part 1

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s